Anda di halaman 1dari 3

Penatalaksanaan Luka Jaringan Lunak

Penutupan Lapis Demi Lapis


Penutupan uka dimulai lapis demi lapis mulai dari bagian dalam dan berakhir
pada permukaan, dengan setiap saat berusaha untuk tidak membuat rongga dead
space. Dibuat jahitan terputus (interrupted) bagian dalam dilakukan dengan benang
yang bisa diabsorbsi ukuran 3-0 atau 4-0 (gut/polyglicolic acid). Penutupan subkutan
dilakukan dengan benang yang bisa terabsorbsi dengan teknik jahitan interupted
terbalik yakni simpul menjauhi kulit. Akhirnya kulit ditutup dengan jahitan
interupted dengan sedikti terbalik menggunakan benang yag tidak bisa diabsorbsi
yakni nilon monofilamen. Dermis kadang-kadang dijahit dengan teknik subkutikular
kontinu menggunakan benang yang tidak bisa diabsorbsi
Jahitan pada kulit dilepas pada hari keempat atau kelima untuk mencegah
terjadinya jaringan parut. Jaringan parut akan tetap aktif misalnya eritematus atau
vaskular selama 4-6 bulan. Perbaikan biasanya baru dilakukan setelah jaringan parut
masak yakni apabila elemen fibrus mendominasi elemen vaskular.

Luka pada Rongga Mulut


Penutupan rongga pada rongga mulut mengikuti aturan dari dalam ke luar.
Karena proses penyembuhan tulang pada fraktur rahang biasanya mengganggu
sebagian jahitan, kadang penutupan luka ditunda sampai setelah penanganan fraktur.
Luka through and through ditutup pada mulanya dengan menekatkan permukaan
mukosa (watertight) mnggunakan gut (3-0 atau 4-0 chromic) dengan jahitan
kontinyu, kemudian diikuti penjahitan lapis demi lapis kulit dipersiapkan. Luka
lingual dijahit lapis demi lapis yakni mula-mula lapisan yang paling dalam (lapisan
otot), kemudian submukosa dan akhirnya mukosa dorsal atau ventral atau keduanya
dengan menggnakan benang yang dapat diabsorbsi.
Luka-luka mulut yang luas, ditandai dengan pengelupasan / terpaparnya
permukaan tulang dibawahnya, dapat dirawat dengan pembalut tekanan sesudah
penutupan , untuk mencegah terbentuknya rongga dead space dan menghindari
terbentuknya hematom. Luka gingival mungkin memerlukan penjahitan tetapi
mungkin pula tidak, apabila tidak ada flap yang berlebihan, atau apabia tulang tidak
terpapar boleh tidak dilakuak penjahitan

Luka Tusuk
Luka tusuk (penetrasi) baik pada mukosa ataupun kulit biasanya tidak
ditutup. Perawatanya terdiri atas:
pencucian menggunakan sabun antikuman
irigasi dengan saline steril
pembersihan yang minimal
apabila terjadi kontaminasi dilakukan pemasangan drain.
Walaupun luka tusuk dibiarkan terbuka, tetapi luka pada wajah yang dijahit
sebelumnya dibalut dengan:
kasa halus yang diberi bismuth tribomphenate atau petrolatum
(xerofom)
pembalut tekan elastik (misalnya kerlix, elastoplast).
Pembalut biasanya dilepas setelah 24-48 jam, kemudian proses penyembuhan
dibiarkan terbuka.