Anda di halaman 1dari 10

Review Jurnal The Impact of IFRS on Accounting Quality in a Regulated Market: An

Empirical Study of China

Penelitian ini menggunakan data panel gabungan antara data cross section dan time
series. Peneliti melihat kualitas akuntansi pada setiap perusahaan yang mengikuti standart
yang baru dengan menggunakan laporan keuangan perusahaan sebelum dan sesudah
mengikuti standart IFRS yaitu mulai periode 2005 2008.

Persamaan 1

NIit = Perubahan Net Income dihitung menggunakan total aset. (Variabel Rasio)
Sizeit = Ln dari total aset(Variabel Rasio)
Growthit = Persentase dari perubahan penjualan (Variabel Rasio)
Eissueit = Persentase dari perubahan ekuitas (Variabel Rasio)
Dissueit = Persentase dari perubahan total hutang(Variabel Rasio)
Turnit = Penjualan dibagi Total aset(Variabel Rasio)
LEVit = total kewajiban dibagi dengan ekuitas pemegang saham(Variabel Rasio)
CFOit = Arus kas dari kegiatan operasional skala total aset(Variabel Rasio)
AUDit = variabel dummy mengambil nilai 1 jika auditor perusahaan adalah salah satu
perusahaan akuntansi Big Four, yaitu, PwC, KPMG, E & Y, atau D & T,
dan 0 sebaliknya
FFit = free float diukur sebagai rata-rata jumlah saham yang diperdagangkan pada
hari terakhir dari bulan selama tahun fiskal dibagi dengan jumlah saham
biasa yang beredar di akhir tahun fiskal(Variabel Rasio).

Persamaan ini menggunakan metode regresi Ordinary Least Square karena Y


termasuk variabel kuantitatif (rasio) & X terdapat variabel dummy pada AUD.

Persamaan 2
CFO = Perubahan Arus kas dari kegiatan operasional dihitung menggunakan total
aset(Variabel Rasio)
Sizeit = Ln dari total aset(Variabel Rasio)
Growthit = Persentase dari perubahan penjualan (Variabel Rasio)
Eissueit = Persentase dari perubahan ekuitas umum(Variabel Rasio)
Dissueit = Persentase dari perubahan total hutang (Variabel Rasio)
Turnit = Penjualan dibagi Total aset(Variabel Rasio)
LEVit = total kewajiban dibagi dengan ekuitas pemegang saham(Variabel Rasio)
CFOit = Arus kas dari kegiatan operasional skala total aset(Variabel Rasio)
AUDit = variabel dummy mengambil nilai 1 jika auditor perusahaan adalah salah satu
perusahaan akuntansi Big Four, yaitu, PwC, KPMG, E & Y, atau D & T, dan 0
sebaliknya
FFit = free float diukur sebagai rata-rata jumlah saham yang diperdagangkan pada
hari terakhir dari bulan selama tahun fiskal dibagi dengan jumlah saham biasa
yang beredar di akhir tahun fiskal(Variabel Rasio).

Persamaan ini menggunakan metode regresi Ordinary Least Square karena Y


termasuk variabel kuantitatif (rasio) & X terdapat variabel dummy pada AUD.

Persamaan 3

CFOit = Arus kas dari kegiatan operasional dihitung menggunakan total aset(Variabel
Rasio)
Sizeit = Ln dari total aset(Variabel Rasio)
Growthit = Persentase dari perubahan penjualan (Variabel Rasio)
Eissueit = Persentase dari perubahan ekuitas umum(Variabel Rasio)
Dissueit = Persentase dari perubahan total hutang (Variabel Rasio)
Turnit = Penjualan dibagi Total aset(Variabel Rasio)
LEVit = total kewajiban dibagi dengan ekuitas pemegang saham(Variabel Rasio)
AUDit = variabel dummy mengambil nilai 1 jika auditor perusahaan adalah salah satu
perusahaan akuntansi Big Four, yaitu, PwC, KPMG, E & Y, atau D & T, dan 0
sebaliknya
FFit = free float diukur sebagai rata-rata jumlah saham yang diperdagangkan pada
hari terakhir dari bulan selama tahun fiskal dibagi dengan jumlah saham biasa
yang beredar di akhir tahun fiskal (Variabel Rasio).
Persamaan ini menggunakan metode regresi Ordinary Least Square karena Y
termasuk variabel kuantitatif (rasio) & X terdapat variabel dummy pada AUD.

Persamaan 4

ACCit = perbedaan antara NI dan CFO (Variabel Rasio)


Sizeit = Ln dari total aset(Variabel Rasio)
Growthit = Persentase dari perubahan penjualan (Variabel Rasio)
Eissueit = Persentase dari perubahan ekuitas umum(Variabel Rasio)
Dissueit = Persentase dari perubahan total hutang (Variabel Rasio)
Turnit = Penjualan dibagi Total aset(Variabel Rasio)
LEVit = total kewajiban dibagi dengan ekuitas pemegang saham(Variabel Rasio)
CFOit = Arus kas dari kegiatan operasional dihitung menggunakan total aset(Variabel
Rasio)
AUDit = variabel dummy mengambil nilai 1 jika auditor perusahaan adalah salah satu
perusahaan akuntansi Big Four, yaitu, PwC, KPMG, E & Y, atau D & T, dan 0
sebaliknya
FFit = diukur rata-rata jumlah saham yang diperdagangkan pada hari terakhir dari
bulan selama tahun fiskal dibagi dengan jumlah saham biasa yang beredar di
akhir tahun fiskal(Variabel Rasio)

Persamaan ini menggunakan metode regresi Ordinary Least Square karena Y


termasuk variabel kuantitatif (rasio) & X terdapat variabel dummy pada AUD.
Persamaan 5

Sizeit = Ln dari total aset(Variabel Rasio)


Growthit = Persentase dari perubahan penjualan (Variabel Rasio)
Eissueit = Persentase dari perubahan ekuitas umum(Variabel Rasio)
Dissueit = Persentase dari perubahan total hutang (Variabel Rasio)
Turnit = Penjualan dibagi Total aset(Variabel Rasio)
LEVit = total kewajiban dibagi dengan ekuitas pemegang saham(Variabel Rasio)
AUDit = variabel dummy mengambil nilai 1 jika auditor perusahaan adalah salah satu
perusahaan akuntansi Big Four, yaitu, PwC, KPMG, E & Y, atau D & T, dan 0
sebaliknya
FFit = free float diukur sebagai rata-rata jumlah saham yang diperdagangkan pada
hari terakhir dari bulan selama tahun fiskal dibagi dengan jumlah saham biasa
yang beredar di akhir tahun fiskal(Variabel Rasio)
CFOit = Arus kas dari kegiatan operasional dihitung menggunakan total aset(Variabel
Rasio)
SPOit =variabel nominal sama dengan 1 jika laba bersih skala dengan total aset
adalah antara 0 dan 0,01

Persamaan 5 ini menggunakan metode logit (regresi kualitatif) karena variabel Y


menggunakan variabel dummy pada period.

Persamaan 6

EPS = laba bersih per saham dihitung berdasarkan turunan dari harga pada awal periode
(Variabel Nominal)
Return = adalah logaritma natural dari rasio harga saham 6 bulan setelah akhir tahun fiskal
terhadap harga saham 6 bulan sebelum akhir tahun fiskal, disesuaikan dengan
dividen dan stock split (Variabel Rasio)
BAD = pada 1 perusahaan i dengan hasil negatif pada tahun t dan 0 sebaliknya (Variabel
Dummy)

Persamaan ini menggunakan metode logit (regresi kualitatif) karena EPS (y)
merupakan varibel nominal yang termasuk variabel kulitatif .

Persamaan 7

P = Harga saham (Variabel Nominal)


BVE = nilai buku per saham(Variabel Rasio)
EPS = laba bersih per saham (Variabel Rasio)
Post = variabel dummy mengambil nilai 1 untuk periode sejak 2007 dan 0 sebaliknya

Persamaan ini menggunakan metode logit (regresi kualitatif) karena P (y) merupakan
variabel nominal yang termasuk kategori variabel kualitatif.

Persamaan 8

Return = adalah kode klasifikasi standar industri perusahaan.


EPS = laba bersih per saham (Variabel Rasio)
Post = variabel dummy mengambil nilai 1 untuk periode sejak 2007 dan 0 sebaliknya

Persamaan ini menggunakan metode logit karena retirn merupakan variabel nominal
yang termasuk variabel kualitatif.
INTERPRETASI HASIL

Tabel 1. Desciptive Statistics for Variables Studied


2005-2006 2007-2008
M SD M SD
Test Variables
NI 0,007 0,045 0,008 0,058
CFO 0,013 0,073 0,006 0,077
ACC -0,039 0,066 -0,023 0,730
CFO 0,066 0,065 0,056 0,067
SPO 0,161 0,367 0,133 0,339
EPS 0,195 0,310 0,284 0,372
BVE 2,761 1,370 3,037 1,640
P 5,088 3,438 10,572 0,675
Return -0,130 2,678 1,186 7,365
Control Variables
LEV 1,380 1,100 1,448 1,191
Growth 0,153 0,247 0,173 0,283
Eissue 0,042 0,147 0,158 0,334
Dissue 0,168 0,318 0,178 0,369
Turn 0,724 0,456 0,762 0,468
Size 7,765 0,956 7,994 1,078
CFO 0,066 0,065 0,056 0,067
AUD 0,090 0,287 0,087 0,282
FF 0,009 0,007 0,018 0,013

Tabel 1 menunjukkan deskriptif statistik dari sample variabel-variabel diantara periode 2007-
2008 dan dibawah tahun 2007 yaitu 2005-2006. Dari hasil tersebut mmenunjukkan tidak ada
perbedaan yang signifikan pengidentifikasian untuk growth (prosentase dari perubahan
penjualan) dengan LEV antara periode.

Tabel 2. Comparisons of Earnings Management


Earnings Management 2005-2006 2007-2008
Variability of NI* 0,002 0,003a
Variability of NI* over CFO* 0,420 0,761
Correlation of ACC* and CFO* -0,058 -0,055
Timely loss recognition, Return BAD coefficient -0,003 0,000
Small positive NI (SPO) 0,049b
a
Denotes significant difference between periods at < 0,01
b
Denotes significant difference between periods at < 0,05

Tabel 2 di atas menunjukkan perbandingan manajemen laba sebelum tahun 2007 dengan
setelah adoption IFRS. Hasil di atas mengungkapkan bahwa manajemen laba perusahaan
pada umumnya lebih rendah setelah mengadopsi IFRS. Tes variabilitas laba bersih NI*,
menunjukkan bahwa laba menjadi lebih tidak stabil sejak tahun 2007 sebagai variabilitas
bersih dari perubahan pendapatan residual secara signifikan lebih besar bagi perusahaan
selama 2007 dan 2008. Nilai signifikansi secara statistik pada tingkat 0,01 menunjukkan
bahwa adanya indikasi earning smoothing yang rendah setelah konvergensi standar IFRS.
Menurunnya tingkat earning smoothing dikonfirmasi lebih lanjut oleh perubahan substansial
dalam rasio dari earning variability, NI*, over cash flow variability, CFO*. Koefisien
yang signifikan dan positif bagi SPO menyiratkan bahwa perusahaan memiliki
kecenderungan lebih untuk mengelola pendapatan arah positif kecil pada periode sebelumnya
(Periode adalah 1) dari pada periode kedua.

Tabel 3. Value Relevance Regression Result


Paramete
r SE t value
Panel A : Price model:
P*it = 0 + 1BVEit + 2EPSit +3POSTit +4BVEit POSTit + 5EPSit POSTit + it (7)
Intercept -5,631 0,281 -20,06 < 0,001
BVE 0,698 0,108 6,43 < 0,001
EPS 4,567 0,479 9,54 < 0,001
POST 2,06 0,376 5,48 < 0,001
BVE POST 0,228 0,142 1,6 0,109
EPS POST 7,469 0,627 11,92 < 0,001
Adjusted R2 0,538
N 3,24
Panel B: Return model:
Return*it = 0 + 1POSTit + 2EPSit + 3EPSit POSTit + it (8)
Intercept -1,105 0,159 -6,96 < 0,001
POST 0,008 0,229 0,03 0,973
EPS 2,224 0,434 5,13 < 0,001
EPS POST 3,873 0,558 6,94 < 0,001
Adjusted R2 0,103
N 3,24

Tabel 3 menunjukkan hasil empiris tentang perbandingan nilai relevansi. Temuan


menunjukkan bahwa perusahaan umumnya bukti nilai yang lebih tinggi relevansi sejak tahun
2007. Nilai relevansi pertama diukur dalam hal kemampuan ukuran akuntansi 'untuk
menjelaskan harga saham dengan Persamaan 7 adalah sebagai berikut :
P*it = -5,631 + 10,698 + 24,567 +32,06 +40,228+ 57,469+ it....................................(7)
Koefisien b 5 dari 7,469 untuk EPSit POSTit secara signifikan positif pada tingkat
0,01. Koefisien b 4 dari 0,228 untuk BVEit POSTit tidak signifikan. Oleh karena itu,
Earning Per Share (EPS) menunjukkan penjelasan yang kuat untuk variasi harga saham sejak
2007.
Dari hasil di atas juga diketahui Adjusted R2 sebesar 0,538 yang berarti variabel bebas (BVE,
POST, BVE POST, EPS POST) mempengaruhi logit sebesar 53,8% sedangkan sisanya
46,2% dipengaruhi variabel lain di luar model.

Nilai relevansi juga diukur dari segi kemampuan laba 'untuk menjelaskan kembali dengan
persamaan 8 adalah sebagai berikut :
Return*it = -1,105 + 10,008 + 22,224 + 33,873 + it.......................................................(8)
Koefisien b 3 dari 3,873 untuk EPSit POSTit secara signifikan dan positif pada tingkat 0,01.
Laba untuk tahun 2007 ke depan memberikan lebih banyak penjelasan untuk variasi dari
pengembalian. Nilai relevansi yang lebih tinggi lagi diidentifikasi untuk earning reported
setelah standar substansial IFRS-konvergen menjadi wajib di Cina. Peningkatan relevansi
nilai konsisten dengan hasil dari manajemen laba menurun sejak tahun 2007.
Dari hasil di atas juga diketahui Adjusted R2 sebesar 0,103 yang berarti variabel bebas (BVE,
POST, BVE POST, EPS POST) mempengaruhi logit sebesar 10,3% sedangkan sisanya
89,7% dipengaruhi variabel lain di luar model.

Tabel 4. Comparisons Between Firms Using Auditors of Different Quality


2005-2006 2007-2008
Earnings management when AUD = 0
Variability of NI* 0,002 0,003a
Variability of NI* over CFO* 0,434 0,790
Correlation of ACC* and CFO* -0,620 -0,052
Timely loss recognition, Return Bad coefficient -0,015 -0,001
b
Small positive NI (SPO) 0,059
Earnings management when AUD = 1
Variability of NI* 0,001 0,001
Variability of NI* over CFO* 0,275 0,401
Correlation of ACC* and CFO* -0,006 -0,110
Timely loss recognition, Return Bad coefficient 0,084 0,016
Small positive NI (SPO) -0,171
Value relevance change measured by 5EPSit POSTit in the
Price model
AUD =0 7,498c
AUD = 1 5,730d
Value relevance change measured by 5BVEit POSTit in the
Price model
AUD =0 0,371c
AUD = 1 -0,606
Value relevance change measured by 3EPSit POSTit in the
Return model
AUD =0 4,031c
AUD = 1 3,079
Note : AUD = 0 when firms do not use Big Four; AUD =1 when firms use Big Four.
a
Denotes significant difference between periods at < 0,01
b
Denotes significant difference between periods at < 0,05
c
Denotes significant difference between periods at < 0,01
c
Denotes significant difference between periods at < 0,05

Tabel 4 menunjukkan tingkat yang lebih besar dari peningkatan kualitas antara perusahaan
dengan non-Big Four auditor setelah perubahan standar. kualitas akuntansi menunjukkan
peningkatan yang signifikan bagi perusahaan yang tidak menggunakan jasa auditor Big Four
untuk tingkat yang lebih besar. Misalnya, peningkatan variabilitas NI* signifikan pada
tingkat 0,01 bagi perusahaan tanpa Big Four namun tidak signifikan bagi perusahaan-
perusahaan menggunakan Big Four. SPO adalah signifikan positif untuk non-Big Four
pengguna pada tingkat 0,05 tetapi tidak signifikan untuk Big empat pengguna. Perubahan
nilai relevansi yang diukur dengan koefisien EPSit POSTit signifikan pada tingkat 0,01
untuk pengguna non-Big Four tapi signifikan pada tingkat 0,05 atau tidak signifikan untuk
pengguna Big Four dalam price model atau return model. Perbedaan lebih jelas terletak pada
tingkat signifikan BVEit POSTit koefisien untuk pengguna non-Big Four, menunjukkan
bahwa pengguna non-Big Four mengalami peningkatan yang signifikan dalam nilai relevansi
melaporkan nilai buku per saham setelah perubahan standar. Seperti temuan menyediakan
bukti empiris untuk nilai superior adopsi IFRS oleh entities of poorer quality di pelaporan
keuangan, di mana IFRS relevan.