Anda di halaman 1dari 18

1

SATUAN ACARA PENYULUHAN


TENTANG HIPERTENSI

Pokok bahasan : Hipertensi


Sasaran : Lansia yang berada di RT 005 RW 03 Kelurahan Kurao
Pagang
Waktu : 30 menit
Hari/ Tanggal : Kamis / 29 Desember 2016
Tempat : Mesjid Raya Ansharullah

A. Latar Belakang

Proses menua adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Proses
menua merupakan proses sepanjang hidup yang tidak hanya dimulai dari suatu waktu
tertentu, tetapi dimulai sejak permulaan kehidupan. Memasuki usia tua banyak mengalami
kemunduran misalnya kemunduran fisik yang ditandai dengan kulit menjadi keriput karena
berkurangnya bantalan lemak, rambut memutih, pendengaran berkurang, penglihatan
memburuk, gigi mulai ompong, aktivitas menjadi lambat, nafsu makan berkurang dan kondisi
tubuh yang lain juga mengalami kemunduran.
Salah satu penyakit yang ada pada lansia yaitu hiepertensi. WHO mengemukakan
bahwa hipertensi terjadi bila tekanan darah diatas 160/95 mmHg, sementara itu Smelttzer &
Bare (2002) mengemukakan bahwa hipertensi merupakan tekanan darah persisten atau terus
menerus sehingga melebihi batas normal dimana tekanan sistolik di atas 140 mmHg dan
tekanan diastolic di atas 90 mmHg.
Hipertensi merupakan kondisi yang paling umum dijumpai dalam perawatan primer.
Hipertensi menurut World Health Organization (WHO) adalah suatu kondisi dimana
pembuluh darah memiliki tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik 140 mmHg atau
tekanan darah diastolik 90 mmHg) yang menetap. Tekanan darah adalah kekuatan darah
untuk melawan tekanan dinding arteri ketika darah tersebut dipompa oleh jantung ke seluruh
tubuh. Semakin tinggi tekanan darah maka semakin keras jantung bekerja (WHO, 2013).
Menurut penyebabnya, hipertensi dikelompokkan menjadi 2 jenis yaitu hipertensi
primer (esensil) dan hipertensi sekunder.Hipertensi primer adalah hipertensi yang tidak jelas
penyebabnya, sedangkan hipertensi sekunder adalah hipertensi dengan penyebab tertentu
2

(obesitas, diabetes mellitus (DM), dsb).Dari kedua jenis hipertensi ini, hipertensi primer
adalah jenis yang paling sering dialami/terjadi di masyarakat.Karena sifatnya yang tidak
diketahui penyebabnya itulah hipertensi sering disebut sebagai The Silent Killeratau
pembunuh diam-diam.
Akibat lanjut dari hipertensi diantaranya adalah akan terjadi pemekarang pembuluh
darah, perdarahan, kematian sel otak : stroke, pada malam hari banyak kencing, gagal ginjal,
sesak nafas dan gagal jantung.
Menurut laporan the Eighth Joint National Committee ( JNC 7 ) tahun 2004 , tekanan
darah dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu normal (di bawah 120/80 mmHG),
prahipertensi (dari 120/80 mmHG sampai 139/89 mmHG), hipertensi tingkat I (dari 140/90
mmHG sampai 159/99 mmHG), hipertensi tingkat II (melebihi 160/100 mmHG) (JNC 7,
2004).
Pada orang yang berusia diatas 50 tahun, tekanan darah sistolik lebih besar dari 140
mmHg lebih berisiko terjadinya penyakit kardiovaskular bila dibandingkan dengan tekanan
darah diastolik, namun pada tahun 2008 terdapat sekitar 40% orang dewasa di seluruh dunia
berusia 25 tahun ke atas didiagnosa mengalami hipertensi.
Angka kejadian hipertensi begitu meningkat, dari sekitar 600 juta jiwa pada tahun
1980 menjadi 1 milyar jiwa pada tahun 2008 (WHO, 2013). Data statistik terbaru
menyatakan bahwa terdapat 24,7% penduduk Asia Tenggara dan 23,3% penduduk Indonesia
berusia 18 tahun ke atas mengalami hipertensi pada tahun 2014 (WHO, 2015).
Riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2007 yang diselenggarakan Kementrian
Kesehatan menunjukkan prevalensi Hipertensi di Indonesia (berdasarkan pengukuran tekanan
darah) sangat tinggi, yaitu 31,7% dari total penduduk dewasa. Prevalensi ini jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan Singapura (37,3%), Thailand (22,7%), dan Malaysia (20%). Dari
Riskesdas tahun 2007 tersebut, didapatkan bahwa Hipertensi yang merupakan salah satu
penyakit tidak menular, menempati prevalensi tertinggi secara Nasional, disusul penyakit
sendi (30,3%) dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)(25,5%).
Di Indonesia terjadi peningkatan prevalensi hipertensi. Secara keseluruhan prevalensi
hipertensi di Indonesia tahun 2013 sebesar 26,5%. Sedangkan Sumatera Utara didapatkan
prevalensi hipertensi sebesar 24,7% (Riskesdas, 2013).Hipertensi memilki prevalensi yang
lebih tinggi dari penyakit jantung (7,2%). Prevalensi hipertensi nasional rata-rata 31,7% yang
tertinggi dimilki Jawa Timur (37,4%).
Masyarakat di kelurahan Kurao Pagang RT 005 RW 003 wilayah kerja puskesmas
Nanggalo Padang menurut hasil observasi dan wawancara dari 40 orang lansia 20 orang
3

diantarannya menderita hipertensi. Menurut hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kejadian
penyakit hipertensi pada lansia diwilayah Kurao Pagang RT 005 RW 003 cukup besar, dan
dari keluhan yang dirasakan pasien sudah banyak menunjukkan adanya tanda-tanda
komplikasi seperti : sesak nafas, sering kencing terlebih dimalam hari, dan lain sebagainya.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka mahasiswa Program Studi S1 keperawatan
STIKes Mercubaktijaya Padang kelas 3b kelompok 2 tertarik melakukan penyuluhan tentang
hipertensi di RT 005 RW 03 di kelurahan Kurao Pagang tersebut untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat yang lebih optimal khususnya lansia.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat dapat mengerti dan
memahami tentang hipertensi
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta/lansia dapat :
a. Mengetahui pengertian dari hipertensi
b. Mengetahui penyebab hipertensi
c. Mengetahui tanda dan gejala dari hipertensi
d. Mengetahui akibat lanjut dari hipertensi
e. Masyarakat mengetahui cara penatalaksanaan hipertensi

C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik
Penyuluhan tentang hipertensi

2. Metode
Ceramah
Tanya jawab
Demonstrasi
4

3. Media dan Alat


Leaflet
LCD
Laptop
Mikrophone
Obat tradisional

4. Waktu dan Tempat


Hari/ tanggal : Kamis / 29Desember2016
Jam : 13.30-14.00 WIB
Tempat : Di Mesjid Ansharullah

5. Pengorganisasian dan Fungsinya


1. Moderator : Rima Okda Hafizah
Membuka acara
Memperkenalkan mahasiswa
Menjelaskan tujuan dan topik yang disampaikan
menjelaskan kontrak dan waktu presentasi
2. Presenter : Nofvilsa Efrida
Menyampaikan materi penyuluhan tentang penyakit hipertensi
3. Observer : Nirmala Ginta
Mengamati hasil penyuluhan tentang pencegahan hipertensi
Mencatat hasil pelaksanaan penyuluhan
Membuat laporan hasil penyuluhan yang telah dilaksanakan

4. Fasilitator : - Nova Susilawati


- Puttri Lawitra
- Rahma Zuldianita
- Rahmi Putri Roza
- Reza Yuni Sandra
- Ria Amya
- Riska Fadilah
- Riza Bakri Pratama
5

- Rizka Azilla Azzhari


- Shinta Meiza Putri
- Septi Naralita Surya
- Sri Ulfa Afriwan Chantya
- Sintya Tranova
- Tiara Asparina Sari
- Yuni Elisa
- Yurika Annika Putra
- Yeni Afriyani Agustin
Memotivasi peserta untuk berperan aktif selama jalannya
kegiatan
Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir
Membuat absensi penyuluhan
Membagikan leaflet
6. Setting Tempat

Keterangan :

: Fasilitator : Peserta : Moderator

: Observer : Presenter
6

7. Susunan Acara

No Waktu KegiatanPenyuluhan KegiatanPeserta


1 5 Menit Pembukaan :
Mengucapkan salam. Menjawabsalam
Memperkenalkan mahasiswa dan Memperhatikan
pembimbing Memperhatikan
Menjelaskan topic dan tujuan. Memperhatikan
Menjelaskan kontrak waktu dan Menyetujui
bahasa
2 20Menit Pelaksanaan :
Menggali pengetahuan lansia Mengemukakan
tentang defenisi hipertensi pendapat.
Memberi reinforcement positif. Mendengarkan.
Menjelaskan defenisi hipertensi Memperhatikan.
Menggali pengetahuan lansia Mengemukakan
tentang penyebab hipertensi pendapat.
Memberi reinforcement positif. Mendengarkan.
Menjelaskan penyebab Penyakit Memperhatikan.
hipertensi
Menggali pengetahuan lansia Mengemukakanp
tentang tanda dan gejala endapat
hipertensi
Memberi reinforcement positif. Mendengarkan.
Menjelaskan tentang tanda dan Memperhatikan
gejala hipertensi
Menggali pengetahuan lansia Mengemukakan
tentang akibat lanjut atau pendapat
komplikasi dari hipertensi
Memberi reinforcement positif Mendengarkan.
Menjelaskan tentang akibat lanjut Memperhatikan
atau komplikasi hipertensi
Menggali pengetahuan lansia Mengemukakan
tentang cara penatalaksanaan pendapat
7

hipertensi
Memberi reinforcement positif Mendengarkan
Menjelaskan tentang cara Memperhatikan
penatalaksanaan hipertensi

3 5 Menit Penutup
Memberikan kesempatan kepada Bertanya
lansia untuk bertanya
Menjawab pertanyaan audien mendengarkan
Mengevaluasi bersama-sama audien mengemukakan
atas materi yang telah dibahas. pendapat
Menyimpulkan materi penyuluhan Mendengarkan dan
yang telah dibahas. memperhatikan.
Mengucapkan salam. Menjawab salam

8. Kriteria hasil

1. Evaluasi Struktur
a) Pengaturan tempat diharapkan sesuai dengan rencana.
b) Lansia diharapkan dapat hadir sesuai dengan waktu yang telah
ditetapkan
c) Mahasiswa diharapkan mampu menjalankan fungsi pengorganisasian
dengan baik
d) Tempat dan media penyuluhan diharapakan dapat digunakan sesuai
rencana.
e) Lansia diharapkan memperhatikan dan mendengarkan dengan baik

2. Evaluasi Proses
a) Selama proses berlangsung diharapkan lansia dapat mengikuti seluruh
kegiatan penyuluhan.
b) Selama kegiatan berlangsung diharakan lansia berperan aktif.
8

c) Selama kegiatan berlangsung diharakan lansia mengajukan pertanyaan.


d) Peran mahasiswa sebagai pemberi penyuluhan diharapkan terlaksana
sesuai tujuan.

3. Evaluasi Hasil
a. 70 % lansia mampu menyebutkan tentang pengertian hipertensi
b. 70 % lansia mampu menyebutkan penyebab hipertensi
c. 70 % lansia mampu menyebutkan tanda dan gejala hipertensi
d. 70 % lansia mampu menyebutkan akibat lanjut hipertensi
e. 70 % lansia mampu menyebutkan cara penatalaksanaan hipertensi
9

MATERI

HIPERTENSI

I. Pengertian Hipertensi
Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan yang menetap dari tekanan
darah sistemik dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik di
atas 90 mmHg (Thomson & Cotton, 1997). Pada populasi manula, hipertensi
didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg
(Brunner & Suddarth, 2001). Hipertensi merupakan peningkatan secara abnormal dan
terus menerus pada tekanan darah yang Universitas Sumatera Utara disebabkan satu
atau beberapa faktor yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam
mempertahankan tekanan darah secara normal (Hayens, Leenen, & Soetrisno, 2003;
Dekker, 1996). Hipertensi memiliki dua tipe yaitu hipertensi esensial atau primer dan
hipertensi sekunder. Hipertensi esensial atau primer terdiri atas hipertensi jinak
dimana terdapat suatu peningkatan progresif lambat dari tekanan darah selama periode
bertahun-tahun dan hipertensi maligna yang merupakan bentuk hipertensi yang lebih
progresif, dimana sering dicapai tingkat tekanan darah yang sangat tinggi. Hipertensi
sekunder merupakan hipertensi sebagai akibat sekunder penyakit yang sudah ada
sebelumnya seperti penyakit renal, darah, endokrin, serebral, dan kardiovaskular
(Thomson & Cotton, 1997).
Jenis-jenis hipertensi adalah:
1. Hipertensi ringan: Jika tekanan darah sistolik antara 140 159 mmHg dan atau
tekanan diastolik antara 90 95 mmHg
2. Hipertensi sedang: Jika tekanan darah sistolik antara 160 179 mmHg dan atau
tekanan diastolik antara 100 109 mmHg
3. Hipertensi berat: Jika tekanan darah sistolik antara 180 209 mmHg dan atau
tekanan diastolik antara 110 120 mmHg
(http://lifestyle.okezone.com/read/2012/05/07/482/625373/3-jenis-pencegahan-
hipertensi-di-indonesia, diakses tanggal 8 Maret 2016)
10

II. Penyebab Hipertensi


Penyebab hipertensi antara lain adalah :
Stres,
Usia,
Merokok,
Obesitas (kegemukan),
Alkohol,
Faktor keturunan,
Faktor lingkungan (gaduh/bising)

III. Tanda dan Gejala Hipertensi


Tanda dan gejala yang biasanya terjadi :
Pusing
Rasa berat di tengkuk
Mudah marah
Telinga berdenging
Sukar tidur
Sesak nafas
Mudah lelah
Mata berkunang-kunang
Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:
sakit kepala
kelelahan
mual
muntah
sesak nafas
gelisah
pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada
otak, mata, jantung dan ginjal.
11

IV. Akibat Lanjut Hipertensi


Efek pada organ :
1. Otak
Pemekaran pembuluh darah
Perdarahan
Kematian sel otak : stroke
2. Ginjal
Malam banyak kencing
Kerusakan sel ginjal
Gagal ginjal
3. Jantung
Membesar
Sesak nafas (dyspnoe)
Cepat lelah
Gagal jantung

V. Penatalaksanaan diet Hipertensi


Pengaturan makan
- Makanan yang harus dibatasi atau dihindari :
1. Sumber karbohidrat
Biscuit, kue-kue yang diolah dengan margarine dan soda kue, krackers
2. Sumber protein hewani
Ikan asin, telur asin, baso, sosis, dendeng, abon, kornet, sarden, daging asap, keju,
dan bahan makanan lain yang diawetkan dengan garam
3. Sumber protein nabati
Selai kacang
4. Sayuran
Sayuran yang diawetkan dengan garam
5. Buah
Buah yang diawetkan dengan garam
6. Sumber lemak
Margarine, santan kental, lemak hewan, minyak untuk goreng
12

7. Lain lain
Kecap, tauco, terasi, petis, saos, bumbu instan, keripik, kerupuk, minuman
bersoda, soda kue

- Makanan yang dianjurkan


1. Beras, kentang, ubi, mie, maezena, hunkue, terigu, gula pasir.
2. Kacang-kacangan dan hasilnya seperti kacang hijau, kacang merah, kacang
tanah, kacang tolo, tempe, tahu tawar, oncom.
3. Minyak gorng, margarine tanpa garam.
4. Sayuran dan buah-buahan tawar.
5. Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, kunyit,
kencur, laos, lombok, salam, sere, cukak.

Perilaku hidup sehat


1. Tidak merokok.
2. olahraga teratur
3. Periksa tekanan darah secara teratur, terutama jika usia sudah mencapai 40 tahun.

Bagi yang sudah sakit


1. Berobat secara teratur.
2. Jangan menghentikan, mengubah, dan menambah dosis dan jenis obat tanpa petunjuk
dokter.
3. Konsultasikan dengan petugas kesehatan jika menggunakan obat untuk penyakit lain
karena ada obat yang dapat meningkatkan memperburuk hipertens

Pengobatan tradisonal untuk Hipertensi


1) DAUN SALAM
Kandungan Daun Salam Kandungan yang dapat menurun tekanan darah:
a) Kalium
b) Efek diuretik
c) Tanin
d) Alkaloid
e) Niasin
13

Mekanisme Daun Salam Terhadap Hipertensi


Tekanan darah dipengaruhi oleh cardiac output (CO) dan systematic vascular
resistance (SVR). cardiac output (CO) adalah volume darah yang keluar dari ventrikel
kiri (ventrikel kanan) lalu masuk ke aorta (atautrunkus pulmonalis) setiap menit.
cardiac output (CO) merupakan hasil dari stroke volume (SV) dikali heart rate (HR).
stroke volume (SV) adalah volume darah yang keluar dari ventrikel dalam 1 kali
kontraksi, heart rate HR adalah banyaknya detak jantung setiap menit. Renin
mengubah angiotensinogen menjadi angiotensin I dan angiotensin converting enzim
(ACE) mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II yang akan mempengaruhi
tekanan darah pada renin angiotensin aldosterone pathway. Terjadi vasodilatasi
arteriol dan bila produksi renin dan ACE menurun sehingga tekanan darah akan turun
(Tortora & Derrickson, 2009).

Proses pembuatan air rebusan daun salam


- Siapkan 1 genggam (10-15 lembar) daun salam muda yang sudah dicuci.
- Siapkan 300 ml (3 gelas) air.
- Rebus daun salam dalam air d) Tunggu beberapa saat sampai air menjadi 150
ml.
- Setelah dingin, air rebusan daun salam siap diminum.
- Air rebusan daun salam diminum sehari 2 kali sebelum makan. Keterangan:
Diminum 2 kali sehari sebelum makan pagi dan sore hari (Nisa, 2012).

2) BAWANG PUTIH
Kandungan Bawang putih Kandungan yang dapat menurun tekanan darah:
a) Allisin
b) Adrenosin

Mekanisme Bawang Putih Terhadap Hipertensi


Allicin dan komponen sulfur lain yang terkandung di dalam bawang putih
dipercaya sebagai bahan aktif yang berperan dalam efek antibakteri bawang putih. Zat
aktif inilah yang dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri dengan spektrum yang luas,
hal ini telah dievaluasi di dalam banyak penelitian, bahwa bawang putih memiliki
aktivitas antibakteri yang cukup tinggi dalam melawan berbagai macam bakteri, baik
14

itu bakteri gram negatif maupun bakteri gram positif. Beberapa bakteri yang telah
terbukti memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap aktivitas antibakteri bawang putih
ialah Staphylococcus, Vibrio, Mycobacteria, dan spesies Proteus (Mikaili, 2013).
Allicin (diallyl thiosulfinate) merupakan salah satu komponen biologis yang paling
aktif yang terkandung dalam bawang putih. Komponen ini, bersamaan dengan
komponen sulfur lain yang terkandung dalam bawang putih berperan pula
memberikan bau yang khas pada bawang putih (Londhe, 14 2011). Allicin tidak ada
pada bawang putih yang belum dipotong atau dihancurkan (Majewski, 2014).

Proses pembuatan Bawang Putih


- ambil 3 siung bawang putih yang dikupas kulitnya hingga bersih
- tumbuk sampai halus
- tambahkan air - gelas
- Minum secara rutin tiga kali sehari sebanyak dua sendok makan.

3) DAUN SELEDRI
Kandungan Daun Seledri Kandungan yang dapat menurun tekanan darah:
a) Butylpthalide
b) Phthalides

Mekanisme Daun Seledri Terhadap Hipertensi


Apigenin menginduksi apoptosis melalui up-regulation dari p53 dengan jalan
meningkatkan kestabilan atau transkripsi protein p53 . Apigenin mempunyai efek di
p53 sama dengan dan Bax di sel kanker prostat manusia, data fungsional
menunjukkan bahwa kehadiran mutan p53 atau overexpression dari Bcl-XL
menghambat proses induksi apoptosis dari apigenin. Pada keratinocytes, apigenin
menunjukkan kestabilan pada protein p53 oleh ganguan dari interaksi denganh mdm2,
yangmana targetnya adalah p53, tanpa adanya tingkat modulasi mRNA p53.
Berlawanan dengan uji awa pada PCR dengan menggunakan sel NUB-7; yang
diberikan apigenin menunjukkan adanya peningkatan mRNA p53 setelah 1 - 4 jam
setelah pemberian. Bagaimanapun mekanisme apigenin yang bekerja pada proses up-
regulation dan aktivasi p53 belum terpublikasi sebelumnya dan memerlukan
penelitian yang lebih lanjut. Efek apigenin pada pasangan sel isogenik termasuk wild-
15

type dan mutan p53 dari sel kanker kolon juga disarankan untuk menanbah data
megenai efek apigenun pada sel kanker jenis yang lain dengan tetap menggunakkan
parameter pada fungsi protein p53.

Proses pembuatan air rebusan Daun Seledri


- Ambil daun seledri
- lalu cuci sampai bersih,
- tambahkan air bersih - gelas
- Setelah itu remas-remaslah dengan tangan, kemudian diperas dan saring untuk
diambil airnya.
- Minum secara rutin tiga kali sehari sebanyak dua sendok makan.

4) BUAH TIMUN
Kandungan Buah Timun Kandungan yang dapat menurun tekanan darah:
Menurut pendapat Isnaini M, (2009) memaparkan bahwasannya bagian
mentimun yang terasa keras termasuk kulitnya banyak mengandung mineral yang
penting bagi tubuh yang salah satunya adalah silika. Silika mempunyai peranan yang
tidak sedikit dalam pembentukan jaringan konektif yang meliputi otot, tulang, dan
instraseluler. Zat yang terkandung dalam mentimun ini pula yang baik untuk
kesehatan kulit. Mentimun juga mengandung zat yang berfungsi untuk menjaga suhu
untuk berpengaruhi baik terhadap pencernaan. Air mentimun juga baik untuk menjaga
kesehatan ginjal jika diminum rutin setiap hari sebanyak satu sendok teh. Vitamin A,
B komplek, C, dan E berfungsi sebagai antioksidan, selain itu kandungan mineral
yang bermanfaat bagi kesehatan bagi kesehatan. Kandungan kalori yang rendah dalam
mentimun cocok bagi yang menjalani diet.

Mekanisme Buah Timun Terhadap Hipertensi


Rendah sodium Salah satu alasan lain penggunaan mentimun untuk hipertensi
adalah karena ia hanya sedikit mengandung sodium. Asupan sodium berlebihan dapat
menyebabkan tekanan darah tinggi, serta menyulitkan untuk diturunkan kembali.
Dengan demikian, membantu menurunkan tekanan darah tinggi dengan mentimun
adalah pilihan yang tepat. Mengandung kalium Kalium merupakan mineral yang
sangat penting untuk mengontrol tekanan darah. Mentimun adalah sumber terbaik
16

kalium, yaitu menyediakan sekitar 442 mg kalium. Asupan kalium yang


direkomendasikan setidaknya adalah 4.700 mg per hari. Selain itu, Sayuran lain dan
berbagai jenis buah-buahan, kacang-kacangan , ikan dan yogurt juga merupakan
sumber kalium yang baik. Baca juga: Kegunaaan kalium bagi kesehatan manusia,
disini Kontrol berat Badan Mentimun sangat baik untuk membantu mengurangi
kelebihan berat badan atau obesitas, karena faktor darah tinggi Anda mungkin karena
akibat kegemukan. Jika Anda berhasil menurunkan berat badan menjadi normal,
makan kemungkinan besar darah tinggi yang Anda alami juga akan membaik.
Mentimun plusn kulit, dengan berat 301 g atau hampir 11 on hanya mengandung 45
kalori. Lebih dari 95 persen dari berat mentimun adalah air, yaitu yang merupakan
nutrisi bebas kalori yang dapat menekan nafsu makan alami.

Proses pembuatan air rebusan Buah Timun


- Ambil 2 buah timun
- Cuci dengan air mengalir sampai bersih
- Kemudian di parut
- peras dan saring untuk diambil airnya.
- Minum sehari dua sampai tiga kali. Ramuan ini diminum sekali habis.
17

PENUTUP

KESIMPULAN

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang umum terjadi dalam
masyarakat kita.Keadaan itu terjadi jika tekanan darah pada arteri utama didalam tubuh
terlalu tinggi. Hipertensi kini semakin sering dijumpai pada orang lanjut usia.
Penyakit hipertensi sering disebut sebagai the silent disease.Umumnya penderita tidak
mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya.
Hipertensi dapat dikelompokkan dalam dua kategori besar, yaitu primer dan
sekunder.Hipertensi primer artinya hipertensi yang belum diketahui penyebabnya dengan
jelas.Berbagai faktor diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer, seperti
bertambahnya umur, stres psikologis, dan hereditas (keturunan).Sekitar 90 persen pasien
hipertensi diperkirakan termasuk dalam kategori ini. Golongan kedua adalah hipertensi
sekunder yang penyebabnya boleh dikatakan telah pasti, misalnya Dalam pasien dengan
diabetes mellitus atau ginjal yang tidak berfungsi, pemakaian kontrasepsi oral, dan
terganggunya keseimbangan hormon yang merupakan faktor pengatur tekanan darah. Faktor
pemicu hipertensi dapat dibedakan atas yang tidak dapat dikontrol (seperti keturunan, jenis
kelamin, dan umur) dan yang dapat dikontrol (seperti kegemukan, kurang olahraga, merokok,
serta konsumsi alkohol dan garam).Hipertensi memang dapat mengakibatkan kejadian
dengan konsekwensi yang serius, namun hipertensi dapat di diagnosa dengan mudah dan di
kendalikan dengan modifikasi pola hidup sehat dan medikasi.
Cara yang paling baik dalam menghindari tekanan darah tinggi adalah dengan
mengubah ke arah gaya hidup sehat, pengaturan pola makan yang baik dan aktivitas fisik
yang cukup. seperti aktif berolahraga, Mengatur diet atau pola makan seperti rendah garam,
rendah kolesterol dan lemak jenuh, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, tidak
mengkonsumsi alkohol dan rokok.
Padang, 28 Desember 2016
Diketahui oleh :

Dosen pembimbing Pembimbing Klinik


18

( ) ( )

DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth, 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, edisi 8. Jakarta : EGC
(http://dokumen.tips/documents/sap-hipertensi-55b08640a3f78.html, diakses tanggal 27
Desember 2016)
(http://lifestyle.okezone.com/read/2012/05/07/482/625373/3-jenis-pencegahan-hipertensi-di-
indonesia, diakses tanggal 27 Desember 2016)