Anda di halaman 1dari 4

BAB III

METODE PENGUMPULAN DATA

3.1. Lokasi dan Waktu


Pengumpulan data bayi dilakukan di RW.06 Kelurahan Tandang, kecamatan
Tembalang. Waktu pengambilan data primer dan sekunder dilaksanakan pada tanggal 11
dan 13 Mei 2017.
3.2. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi adalah bayi di RW.06 Kelurahan Tandang, kecamatan Tembalang.
b. Sampel
Sampel adalah 8 bayi usia q<1 tahun di RW.06 Kelurahan Tandang, kecamatan
Tembalang.
3.3. Variabel dan Definisi Operasional
Variabel Definisi Operasional Skala
Status gizi bayi Merupakan status gizi bayi yang dinilai dengan Ordinal
menggunakan indikator BB/PB.
Kategori status gizi :
Sangat kurus : <-3 SD
Kurus : -3SD sampai dengan <-2 SD
Normal : -2SD sampai dengan 2 SD
Gemuk : >2 SD
Merupakan status gizi bayi yang dinilai dengan
menggunakan indikator BB/U.
Kategori status gizi :
Gizi buruk : <-3 SD
Gizi kurang: -3SD sampai dengan <-2 SD
Gizi baik : -2SD sampai dengan 2 SD
Gizi lebih : >2 SD
Pengetahuan Asi Pengetahuan Asi Eksklusif yang dimaksud Ordinal
Eksklusif adalah persentase jumlah skor jawaban benar
atas pernyataan terkait Asi Eksklusif yang
diperoleh melalui pengisian kuisioner.
1. 80%-100% jawaban benar = Baik
2. 70%-79% jawaban benar = Kurang
3. <70% jawaban benar = Sangat kurang
Sikap tentang Sikap tentang Asi Eksklusif yang dimaksud Ordinal
Asi Eksklusif adalah persentase jumlah skor sikap yang benar
atas pernyataan terkait Asi Eksklusif yang
diperoleh melalui pengisian kuisioner.
1. >50% sikap benar = Baik
2. <50% sikap benar= Kurang
Praktek Asi Praktek Asi Eksklusif yang dimaksud adalah Ordinal
Eksklusif persentase jumlah skor praktek yang benar atas
pernyataan terkait Asi Eksklusif yang diperoleh
melalui pengisian kuisioner.
1. >50% praktek benar = Baik
2. <50% praktek benar= Kurang
Pengetahuan Pengetahuan MPAsi yang dimaksud adalah Ordinal
MPAsi persentase jumlah skor jawaban benar atas
pernyataan terkait MPAsi yang diperoleh
melalui pengisian kuisioner.
4. 80%-100% jawaban benar = Baik
5. 70%-79% jawaban benar = Kurang
6. <70% jawaban benar = Sangat kurang
Sikap tentang Sikap tentang MPAsi yang dimaksud adalah Ordinal
MPAsi persentase jumlah skor sikap yang benar atas
pernyataan terkait MPAsi yang diperoleh
melalui pengisian kuisioner.
3. >50% sikap benar = Baik
4. <50% sikap benar= Kurang
Praktek MPAsi Praktek MPAsi yang dimaksud adalah Ordinal
persentase jumlah skor praktek yang benar atas
pernyataan terkait MPAsi yang diperoleh
melalui pengisian kuisioner.
3. >50% praktek benar = Baik
4. <50% praktek benar= Kurang
3.4.Pengumpulan Data
1. Instrumen
Instrumen (alat dan bahan) yang digunakan dalam pengumpulan data sebagai berikut:
a. Kuesioner Identitas
b. Kuisioner Asi Eksklusif
c. Kuisioner MPASI
d. Kuisioner Recall 24 jam
e. Alat ukur timbangan bayi (baby scale)
f. Alat ukur panjang badan bayi (Infantometer)
g. Alat ukur pita lengan dan lingkar kepala
2. Data Primer
a. Data Identitas Diri
b. Data Antropometri
c. Data Asi Eksklusif (Pengetahuan, Sikap, Praktek)
d. Data MPASI (Pengetahuan, Sikap, Praktek)
e. Data Asupan Recall 24 jam
3. Data Sekunder
a. Data SKDN Posyandu RW.06 Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang
b. Data KMS bayi
4. Cara Pengumpulan Data
1. Data Primer
a. Data Identitas
Data didapatkan melalui wawancara dengan ibu responden.
b. Data Antropometri
- Pengukuran berat badan dengan baby scale
- Pengukuran panjang badan dengan infantometer
- Pengukuran lingkar lengan dan lingkar kepala dengan pita ukur
c. Data Asi Eksklusif (Pengetahuan, Sikap, Praktek)
Data didapatkan melalui kuisioner yang diisi oleh ibu responden.
d. Data MPASI (Pengetahuan, Sikap, Praktek)
Data didapatkan melalui kuisioner yang diisi oleh ibu responden
e. Data Asupan Recall 24 jam
Data didapatkan melalui wawancara dengan ibu responden.
2. Data Sekunder
a. Data SKDN Posyandu RW.06 Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang
Data didapatkan dari kader posyandu.
b. Data KMS bayi
Data didapatkan dari ibu responden.
3.5.Pengolahan dan Analisis Data
Pengolahan dan analisis data primer menggunakan program Microsoft Excel.
Semua data diinput ke dalam sheet dan kemudian diinterpretasikan.