Anda di halaman 1dari 4

Gangguan sistem saraf pertanyaan walau sedikit bingung, tampak gelisah dan orientasi

terhadap sekitarnya menurun.


1. Peran Sistem Saraf pada Homeostasis 3. Stupor / Sopor
Homeostasis merupakan kemampuan tubuh untuk Mata tertutup dengan rangsang nyeri atau suara keras baru
mempertahankan keadaan setimbang terhadap faktor-faktor yang membuka mata atau bersuara satu dua kata. Motorik hanya
mempengaruhinya untuk berubah. Dalam hal ini, sistem saraf sangat berupa gerakan mengelak terhadap rangsang nyeri.
penting karena sistem saraf berfungsi sebagai sistem yang 4. Soporokoma / Semikoma
Mata tetap tertutup walaupun dirangsang nyeri secara kuat,
mendeteksi adanya perubahan dan sebagai sistem yang memutuskan
hanya dapat mengerang tanpa arti, motorik hanya gerakan
tubuh harus melakukan apa sehingga tubuh tetap dalam keadaan
primitif.
setimbang (homeostasis). 5. Koma
2. Manifestasi klinis gangguan sistem saraf Dengan rangsang apapun tidak ada reaksi sama sekali, baik
a. Tingkat kesadaran
Kesadaran adalah pengetahuan penuh atas diri, lokasi dan dalam hal membuka mata, bicara maupun reaksi motorik.
waktu (Corwin, 2001). Penurunan kesadaran adalah keadaan ( Harsono , 1996 )
b. Perubahan respon pupil dan gerakan bola mata
dimana penderita tidak sadar dalam arti tidak terjaga / tidak c. Perubahan pola nafas dan respon motoric
terbangun secara utuh sehingga tidak mampu memberikan respon Respon motorik menurut Glasgow Coma Scale:
3. Gangguan sirkulasi pada sistem saraf pusat
yang normal terhadap stimulus. Kesadaran secara sederhana dapat a. Stroke
dikatakan sebagai keadaan dimana seseorang mengenal atau Stroke mengacu kepada setiap gangguan neurologik mendadak
mengetahui tentang dirinya maupun lingkungannya yang terjadi akibat pembatasan atau terhentinya aliran darah
(Padmosantjojo, 2000). Dalam menilai penurunan kesadaran melalui sistem suplai arteri otak.
Faktor Resiko
dikenal beberapa istilah yaitu: - Demografi (usia,ras, etnis)
1. Kompos mentis - Faktor resiko yang memodifikasi (fibrilasi atrium, diabetes
Kompos mentis adalah kesadaran normal, menyadari seluruh
melitus, hipertensi, apnea tidur.
asupan dari panca indra dan bereaksi secara optimal terhadap - Faktor resiko utama (hipertensi kronik)
seluruh rangsangan baik dari luar maupun dalam. - Faktor resiko independen (obesitas)
1. Stroke Iskemik
Disebabkan oleh adanya bekuan (trombus) yang terbentuk di
2. Somnelen / drowsiness / clouding of consciousness dalam pembuluh otak. Bekuan juga bisa terbentuk di jantung
Mata cenderung menutup, mengantuk, masih dapat
dan kemudian terlepas dan dibawa melalui sistem arteri ke otak
dibangunkan dengan perintah, masih dapat menjawab
sebagai sebuah embolus. Terdapat beragam penyebab stroke
trombotik dan embolik primer, termasuk aterosklerosis, intraserebrum dan subaraknoid. Perdarahan yang cepat bisa
arteritis, keadaan hiperkoagulasi, dan penyakit jantung menyebabkan kerusakan fungsi ota dan kehilangan kesadaran.
struktural. Trombosis yang menjadi penyulit aterosklerosis Jika perdarahan berlangsung lambat, pasien kemungkinan
merupakan penyebab pada sebagian kasus stroke trombotik dan mengalami nyeri kepala hebat.
4. Infeksi pada sistem saraf pusat
embolus dari pembuluh darah besar atau jantung merupakan
a. Meningitis virus dan ensefalitis
penyebab tersering stroke embolik. Paling sering terjadi adalah Meningitis virus adalah infeksi yang mengenai meninges,
sumbatan aliran di arteria karotis interna. cendeerung bersifat jinak dan swasirna. Ensefalitis virus adalah
a. Stroke Lakunar
infeksi yang mengenai jaringan parenkim otak dan sifatnya lebih
Terjadinya infark lakunar karena penyakit pembuluh-halus
serius. Virus awalnya menggandakan diri kemudian menyebar ke
hipertensf dan menyebabkan sindrom stroke yang biasanya
SSP melalui sistem vaskular. Sawar darah otak tidak dapat
muncul dalam beberapa jam atau kadang-kadang lebih lama.
b. Stroke Trombotik Pembuluh Darah Besar memberikan perlindungan yang sempurna sehingga virus bisa
Sebagian besar terjadi saat tidur. Berkaitan dngan lesi
masuk. Ensefalitis melibatkan reaksi inflamasi parenkim otak,
aterosklerotik yang menyebabkan penyempitan atau stenosis
menyebabkan degenarasi dan fagositosis sel-sel otak.
di arteria karotis interna. Terjadi mendadak dan total. Meningitis virus menyebabkan gejala sakit kepala, demam, dan
c. Stroke Embolik
kaku kuduk dengan awitan mendadak. Pasien juga dapat
Akibat embolus yang berasal dari jantung kemudian
mengalami nyeri tenggorokan, mual, muntah, nyeri
mencapai otak melalui arteria karotis aatau vertebralis. Bisa
abdominal. Ensefalitis virus terjadi dengan penurunan tingkat
menyebabkan stroke hemoragik. Menimbulkan defisit
kesadaran, kejang, dan gejala-gejala fokal, tergantung
neurologik mendadak.
d. Stroke Kriptogenik: Merupakan stroke tanpa penyebab daerah otak yang kena.
b. Sindrom reye
yang jelas.
Sindrom reye merupakan disfungsi multiorgan akut yang
2. Stroke Hemoragik
Disebabkan oleh lesi vaskular intraserebrum mengalami menimbulkan efek paling mematikan pada otak dan hepar. Secara
ruptur sehingga terjadi perdarahan ke dalam subaraknoid atau patologis, terdapat pembengkakan otak dengan cedera pada
langsung ke dalam jaringan otak. Lesi vaskular yang dapat mitokonria neuronal. Terjadi infiltrasi lemak pada hepar yang
menyebabkan perdarahan subaraknoid adalah anuerisma menyebar cepat ke seluruh parenkim.
c. Infeksi bakterial
sakular (berry) dan malformasi arteriovena (MAV). Dapat
Berbagai infeksi bakteri yang menginfeksi mening dan parenkim
disebebkan juga pemakaian kokain atau amfetamin karena zat-
otak.
zat ini menyabbakan hipertensi berat dan pendarahan d. Abses otak
Abses otak adalah suatu proses infeksi yang melibatka pernkim ataupun degeneratif, tetapi disebabkan oleh serangan atau benturan
otak, terutama disebabkan oleh penyebaran infeksi dari fokus yang fisik dari luar, yang dapat mengurangi atau mengubah kesadaran
berdekatan atau melalui sistem vaskular. Riawayt sebelumnya yang mana menimbulkan kerusakan kemampuan kognitif dan fungsi
menderita otitis media, mastoiditis, sinusitis supuratif, atau infeksi fisik (Langlois, Rutland-Brown, Thomas, 2006). Trauma atau cedera
pada wajah, kulit kepala, atau tengkorak. Bronkiektasis, abses kepala juga dikenal sebagai cedera otak, yaitu gangguan fungsi
paru, empiema, dan endokarditis bakterial juga diketahui normal otak karena trauma tumpul maupun trauma tajam (Batticaca,
menyebabkan abses otak. Secara umum, abses terletak berdekatan 2008).
7. Perbedaan LMN dan UMN
dengan tempat asal infeksi.
Upper Motor Neuron (UMN) adalah neuron neuron yang
5. Peningkatan tekanan intracranial
Tekanan intrakranial (TIK) merupakan tekanan dalam kranium berasal dari korteks motoric serebri atau batang otak yang seluruhnya
termasuk otak dan cairan serebrospinal (CSF), yang menggambarkan dengan serat saraf sarafnya ada di dalam sistem saraf pusat. Lower
tekanan pembuluh darah intracranial. Jika otak, darah dan cairan Motor Neuron (LMN) adalah neuron neuron motoric yang berasal
serebrospinalis volumenya terus menerus meninggi, maka dari sistem saraf pusat tetapi serat serat sarafnya keluar dari sistem
mekanisme penyesuaian ini akan gagal dan terjadilah tekanan tinggi saraf pusat dan membentuk sistem saraf tepi dan berakhir di otot
intrakranial (Adams RD, Youmans JR). rangka.
Etiologi tekanan tinggi intracranial 8. Gangguan medulla spinalis
Volume intrakranial yang meninggi (Adams RD 1989) Volume a. Syok spinal
Suatu keadaaan disorganisasi fungsi medula spinalis yang
intrakranial yang meninggi dapat disebabkan oleh Tumor serebri,
fisiologis dan berlangsung untuk sementara waktu, keadaan ini
Infark yang luas, Trauma, Perdarahan, Abses, Hematoma
timbul segera setelah cedera dan dapat berlangsug dari beberapa
ekstraserebral, Acute brain swelling
Dari faktor pembuluh darah meningginya tekanan vena karena jam hingga beberapa minggu. Pada stadium akut, aktivitas refleks
kegagalan jantung atau karena obstruksi mediastinal superior, di bawah cedera medula spinalis hilang sebagian atau seluruhnya.
tidak hanya terjadi peninggian volume darah vena di piameter dan Gangguan persarafan simpatis desendens ke pembuluh darah yang
sinus duramater, juga terjadi gangguan absorpsi cairan mendilatasi pembuluh darah dan menyebabkan terjadinya hoptensi
serebrospinalis. Obstruksi pada aliran dan pada absorpsi dari dan bradikardi.
b. Cedera medula spinalis servikal
cairan serebrospinalis, maka dapat terjadi hidrosefalus
6. Trauma kepala dan otak
Menurut Brain Injury Association of America, cedera kepala
adalah suatu kerusakan pada kepala, bukan bersifat kongenital
menyebabkan spasme arteriola berat dan peningkatan tekanan
darah. Rangsangan parasimpatis menyebabkan denyut jantung
menurun secara kompensatorik, tetapi tekanan darah tetap
meningkat dan bahkan terus meningkat karena lesi medula spinalis
c. Disrefleksia autonom
Disrefleksia autonom (hiperrefleksia) merupakan reaksi yang mengganggu respons autonom desendens yang secara normal
berpotensi mengancam nyawa dan dapat terjadi setiap saat setelah memberikan timbal balik negatif terhadap aliran parasimpatis dari
seseorang dengan transeksi medula spinalis sebagian atau lengkap medula.
d. Cedera medula spinalis torakal-Lumbal-Sakral
pulih dari syok spinal. Lesi medula spinalis mengganggu jaras
Ada di Pathway
spinotalamikus normal, membawa impuls ke otak dari reseptor 9. Degenerasi pada sistem saraf
Ada PPT
sensorik di bawah lesi pada medula. Akibatnya adalah keluarnya
10. Peran perawat : pengkajian dan intervensi
refleks simpatis dari bagian torakolumbal medula dibawah lesi. 11. Pemberian obat SSP : golongan stimulasi SSP dan penekanan
Gangguan impuls asedens mencetuskan aliran simpatis yang SSP