Anda di halaman 1dari 33

CLINICAL SCIENCE SESSION

UROLITHIASIS
Dr. Gardika Praba Ramdana,Sp.B,FInaCS

Anggota Kelompok 10/2012


Universitas Islam Bandung

Ahmad Fauzi
Fatina Amira Nafisa
Viendri Firhans Nisa
Ginjal
Ginjal batas atas ginjal adalah vertebra toraks kedua
belas, dan batas bawah ginjal adalah lumbal ketiga. Ginjal
kanan terletak sedikit lebih rendah (kurang lebih 1 cm)
dibanding ginjal kiri
Fungsi ginjal :
Eksresi produk sisa metabolik dan bahkan kimia asing
Pengaturan keseimbangan air dan elektrolit, osmoalitas
cairan tubuh dan konsentrasi elektrolit, tekanan arteri,
keseimbangan asam-basa dan metabolisme ion kalisum
dan vitamin D
Sekresi, metabolisme, dan eksresi homon
Glukoneogenesis
Menghasilkan hormon antara lain: eritropoetin, yang
berperan dalam pembentukan sel darah merah. Renin
yang berperan dalam mengatur tekanan darah, serta
hormon prostaglandin.
Vaskularisasi Ginjal
Ureter
Ureter berbentuk tabung kecil yang
berfungsi mengalirkan urine dari pielum
ginjal ke dalam buli-buli
terdapat beberapa tempat yang ukuran
diameternya relatif lebih sempit dari
pada tempat lain fungsinya mencegah
terjadinya aliran balik urine dari vesika
urinria ke ureter atau refluks vesiko-
ureter pada saat buli-buli berkontaksi
Tempat-tempat penyempitan itu antara lain adalah:
Pada perabatasan antara pelvis renalis dan ureter atau pelvi
ureter junction
Tempat ureter menyilang arteri iliaka di ronggo pelvis
Pada saat ureter masuk ke vesika urinaria dalam posisi miring
dan berada di dalam otot vesika urinaria (intramural)
Ureter dibagi menjadi dua bagian
ureter pars abdominalis, yaiu yang berada dari pelvis renalis
sampai menyilang vasa ilika,
ureter pars pelvika, yaitu mulai dari persilangan dengan vsa
ilika sampai masuk buli-buli.
Vesika urinaria
Vesika urinaria terdiri atas 3 permukaan,
yaitu :

Permukaan superior yang


berbatasan dengan ronggo
peritoneum
Dua permukaan inferolateral
Permukaan superior. Permukaan
superior merupakan lokus minoris
(daerah terlemah) dinding vesika
urinaria.
Vesika urinaria berfungsi menampung
urine dari ureter dan kemudian
mengeluarkannya melalui uretra dalam
mekanisme miksi
Uretra
Uretra merupakan tabung yang
menyalurkan urine ke luar dari vesika
urinaria melalui proses miksi.
Secara anatomis uretra dibagi menjadi
2 bagian yaitu
uretra posterior tdd uretra pars
prostatia dan uretra pars membranesa
Uretra anterior tdd pars bulbosa, pars
penularis, fossa navukularis dan
meatus uretra eksterna
Panjang uretra
wanita kurang lebih 3-5 cm
uretra pria dewasa kurang lebih 23-25
cm (Perbedaan panjang inilah yang
menyebabkan keluhan hambatan
pengeluaran urine lebih sering ada
pria)
Definisi

Urolitiasis pembentukan batu


didalam sistem traktus urinarius
sehingga menimbulkan
manifestasi sesuai dengan derajat
penyumbatan yang terjadi ginjal,
ureter, kandung kemih atau uretra.
Epidemiologi

1,2 juta per tahun penduduk Amerika , dimana 14%


terdiri dari laki- laki dan 6% perempuan akan
mengalami urolitiasis, dengan kemungkinan rekuren
sebesar 50% terjadi dalam 5-10 tahun kemudian dan
75% terjadi kurang dari 20 tahun.

Analisis jenis BSK di Semarang didapatkan paling


banyak batu Kalsium yaitu Kalium Oksalat (56,3%),
Kalsium Fosfat 9,2%, Batu Struvit 12,5%, Batu Urat
5,5% dan sisanya campuran.
Etiologi
Gangguan aliran Benda Jaringan
Idiopatik urin Infeksi Dehidrasi asing nekrosis Multifaktor
Proteus
mirabilis fragmen
fimosis kateter
>> urea
telur
striktur skistoso
uretra
ma
stenosis
meatus

hipertrofi
prostat

refluks
vesika
ureter

ureterokel
Komponen

Crystal component
step crystal formation : nucleation, growth, aggregation
primer component
Matrix component
2%-10%
predominan protein, hexose dan hexosamine
inhibitory role atau innocent bystander > tidak terlibat stone formation
Uronary ions

Calsium Oxalate Phosphate Uric acid

Sodium citrate magnesium sulfate

other
inhibitor
Batu asam
Batu kalsium Batu struvit urat Batu sistin Batu xanthine
Klasifikasi
Calcium calculi
Noncalcium calculi
Struvite (magnesium, amonium, phosphate)
Uric acid
Cystine (cyctine, ornithine, lysine, agrinine)
Xanthine
Indinavir
Rare (silicate, triamterene)
Patofisiologi
Patofisiologi
terjadi pengendapan dari
Etiologi
unsur yang biasanya
Faktor resiko
larut.

Kristal saling mengadakan


ketidakseimbangan antara kristal-kristal presipitasi membentuk inti
zat-zat pembentuk batu dan terlarut di batu (nukleasi) >> growth
inhibitor, dalam urine

agregat kristal mengadakan agregasi,


menempel pada agregat kristal masih rapuh
menarik bahan sehingga
epitel saluran kemih, dan belum cukup mampu
menjadi kristal yang lebih
membentuk retensi menyumbat saluran kemih.
besar.
kristal,

Batu yang tidak terlalu besar,


sehingga membentuk
menyumbat didorong oleh peristaltik dan
batu yang cukup besar
saluran kemih turun ke ureter menjadi batu
dan kuat
ureter
Diagnosis banding

Nefritis
Ureterolithiasis
Cholestitis
Radikulopaty
Appendisitis
Pyelonefritis akut
DIAGNOSIS
Berdasarkan Letak Batu:

1. Batu pelvis ginjal


Anamnesis
- Tanpa gejala atau adanya gejala: nyeri pinggang (kolik hingga nyeri
terus-menerus) -> karena adanya pilonefritis
Pemeriksaan Fisik
- Nyeri tekan atau nyeri ketok CVA -> karena adanya hidronefrosis
2. Batu Ureter
Anamnesis
- Gejala kolik: nyeri hilang timbul, mual, muntah
- Hematuria
- Gejala infeksi:
3. Batu Kandung Kemih
Anamnesis
- Aliran urin lancer kemudian menetes disertai nyeri
- Nyeri menetap di suprapubik

4. Batu Prostat
Anamnesis
- Asimtomatis (tidak menyebabkan gangguan pasase kemih)
5. Batu Uretra
Anamnesis
- Miksi tiba-tiba terhenti, menetes, nyeri
- Penyulit: diverticulum, abses, fistel, uremia
Pemeriksaan Penunjang

a. Laboratorium
- Urin (mikroskopik-endapan, biakan, sensitivitas kuman)
- Fungsi ginjal (ureum, kreatinin, elektrolit)
b. Radiologi
- Foto polos abdmen (90% batu radiopak)
- Foto pielogram iv (efek obstruksi)
Batu Pelvis Batu Prostat
Pielogram intravena
TATALAKSANA
Medikamentosa
Litotripsi
ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotripsy)
Pembedahan
Indikasi:
- Tidak tersedia alat litotriptor, ESWL, atau tidak berhasil dengan terapi
nonbedah
- Batu yang terletak di kaliks, bila terdapat hidrokaliks
- Batu pelvis bila terdapat hidronefrosis, infeksi, atau nyeri hebat
- Ukuran batu: litotriptor dapat memecahkan batu <3 cm.
- Tindakan bedah terbuka:
a. Pielolitotomi
b. Ureterolitotomi
c. sistolitotomi
- Tindak perkutan:
a. Nefrostomi
- Non invasive
a. litotripsi
KOMPLIKASI
Obstruksi, infeksi sekunder, dan iritasi berkepanjangan -> keganasan:
karsinoma epidermoid
Obstruksi -> hidronefrosis -> pionefrosis -> gagal ginjal
Uremia (karena gagal ginjal total)
Pada batu uretra -> diverticulum uretra
Batu uretra dgn obstruksi lama -> ekstravasasi kemih -> fistula di
daerah proksimal batu ureter