Anda di halaman 1dari 5

Analisa ekonomi dimasudkan untuk mengetahui apakah pabrik yang dirancang dapat

menguntungkan atau tidak. Untuk itu pada prancangan pabrik Sodium Nitrat ini dibuat
evaluasi atau penilaian investasi yang ditinjau dengan metode :
1) Return Of Investment
2) Pay Out Time
3) Disconted Cash Flow rate Of Return
4) Break Even Point
5) Shut Down Point
Untuk meninjau faktor-faktor diatas perlu diadakan penafsiran terhadap beberapa faktor,
yaitu :
1) Penaksiran Modal Industri ( Total Capital Investment ) yang terdiri atas:
a) Modal Tetap ( Fixed Capital )
b) Modal Kerja ( Working Capital )
2) Penentuan Biaya Produksi Total ( Production Cost ) yang terdiri atas:
a) Biaya Pembuatan ( Manfacturing Cast )
b) Biaya Pengeluaran Umum ( General Expense )
3) Total Pendapatan
4) Analisa Kelayakan

Penaksiran Harga Peralatan


Harga peralatan akan berubah setiap saat tergantung pada kondisi ekonomi yang
mempengaruhinya. Untuk mengetahui harga peralatan yang pasti setiap tahun sangatlah sulit,
sehingga diperlukan suatu metode atau cara untuk memperkirakan harga alat pada tahun
tertentu dan perlu diketahui terlebih dahulu harga indeks peralatan teknik kimia pada tahun
tersebut.
Asumsi kenaikan harga dianggap linear, dengan menggunakan program Excel dapat
dicari dengan persamaan linear yaitu:

Tabel 1. Perkebangan Indeks Harga


Sumber; Chemical Enggineering Progress. Vol.107. Juni 2000
Persamaan yang diperoleh adalah: y = 4,357X 8317.8
Dimana: x = tahun
y = indeks harga
Sehingga diperoleh indeks pada tahun 2009 adalah 435.4
Harga alat didapat dari data di pasaran dalam negeri maupun luar negeri dan dihitung
dari tahun evaluasi menggunakan grafik yang tersaji menurut jenis alatnya, dimana harga alat
tersebut dibuat pada tahun referensi dengan indeks harga :

Nx
Ex= . Ey
Ny

Dimana: Ex = harga pembelian di tahun 2009


Ey = harga pembelian di tahun referensi
Nx = Indeks harga pada tahun 2009
Ny = Indeks harga pada tahun referensi
Untuk jenis alat yang sama tapi kasitasnya berbeda, harga suatu alat dapat diperkirakan
dengan mempergunakan persamaan pendekatan sebagai berikut;
Eb=Ea . [ ]Cb
Ca

Dimana : Ea = harga alat dengan kapasitas diketahui


Eb = harga alat dengan kapasitas dicari
Ca = kapasitas alat a
Cb = kapasitas alat b
x = ekponen. Umumnya = 0.6
bersarnya harga ekponen bermacam-macam tergantung dari jenis alat yang akan dicari
harganya. Harga x untuk bermacam-macam jenis alat dapat dipilih pada pater dan
Timmerhauss 3th ed, hal 170.

Dasar Perhitungan
Kapasitas Produksi = 45.000 ton/tahun
Satu tahun operasi = 330 hari
Umum pabrik = 10 tahun
Pabrik didirikan pada tahun = 2009
Indeks harga 2009 = 435,4
Upah buruh asing = US$ 20/man hour
Upah buruh indonesia = Rp 20.000.-/man hour
Nilai kurs US $ = Rp 9300.-

Perhitungan Biaya
a. Capital Investment
Capital investment adalah banyaknya pengeluaran-pengeluaran yang diperlukan untuk
mendirikan fasilitas-fasilitas pabrik dan untuk mengoprasikannya. Capital Investment
terdiri dari :
1. Fixed Capital Investment ( FCI )
Fixed Capital Investment adalah biaya yang diperlukan untuk mendirikan fasilitas-
fasilitas pabrik.
2. Working Capital Investment ( WCI )
Working Capital Investment adalah biaya-biaya yang diperlukan untuk menjalankan
usaha atau modal untuk menjalankan operasi dari suatu pabrik selama waktu tertentu
b. Manufacturing Cost
Manufacturing Cost merupan jumlah dari direct, indiret dan fixed manufacturing cost
yang bersangkutan dalam pembuatan produk.
1 . Direct Cost ( DC )
Direct Cost adalah pengeluaran yang bersangkutan khusus dalam pembuatan produk.
2 . Indirect Cost ( IC )
Indirect Cost adalah pengeluaran sebagai akibat tidak langsung karena operasi pabrik.
3 . Fixed Cost (FC)
Fixed Cost merupakan harga yang berkenaan dengan fixed capital dan pengeluaran
yang bersangkutan dimana harganya tetap.

c. General Expanse
General Expanse atau pengeluaran umum meliputi pengeluaran yang bersangkutan
dengan fungsi-fungsi perubahan yang tidak termasuk manufacturing cost.

d. Analisa Kelayakan
Untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh tergolong besar atau tidak dan untuk
mengetahui pabrik tersebut potensial untuk didirikan atau tidak, maka dilakuakan analisa
kelayakan.
1. Percent Return on Investment ( ROI )
ROI adalah perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh setiap tahun.
didasarkan pada kecepatan pengambilan modal tetap yang diinvestasikan.
Profit sebelum pajak
ROI= x 100
FCI

2. Pay Out Time ( POT )


POT adalah jumlah yang berselang, sebelum didapatkan suatu penerimaan
melebihi investasi awal atau jumlah tahun yang diperlukan untuk kembalinya
capital investment dengan profit sebelum dikurangi depresiasi.
3. Break Event Point ( BEP )
BEP adalah titik impas produksi, dimana pabrik dikatakan tidak untungdan tidak
rugi.
Fa+0.3 Ra
BEP= x 100
SaVa0.7 Ra

Fixed Capital Investment ( FCI )


Tabel 2. Capital Investment ( FCI )