Anda di halaman 1dari 9

8 ELEMEN LANGKAH PENGELOLAAN PROGRAM K3

A. Rekognisi

Health Risk Assessment/HRA : Mengenal total risiko kesehatan dan

kapasitas kerja seluruh pekerja dimulai dari data awal status kesehatan.

Penilaian risiko kesehatan :

1. Minimum : kebugaran, stress/emosi dan status gizi

2. Komprehensif : pemeriksaan fisik, kimia darah (profil lipid, gula arah, dll),

test reaksi.

Hasil HRA :

1. Status kesehatan pekerja

2. Kapasitas kerja

3. Profil faktor risiko kesehatan tertentu

4. Identifikasi gangguan kesehatan yang perlu penanggulangan segera

5. Identifikasi kondisi kesehatan yang merupakan kontra-indikasi dari

pemeriksaan selanjutnya

6. Identifikasi kondisi kesehatan yang perlu pemeriksaan lanjut

7. Perilaku hidup dan reaksi peserta terhadap program PKDTK

8. Aktivitas fisik

9. Status Gizi
Status Kesehatan meliputi keadaan dari sehat menjadi adanya perubahan

fisiologis, perubahan patologis, belum ada keluhan, sakit, cacat sementara,

cacat permanen hingga meninggal. Informasi dan Data Pendukung :

1. Aktivitas PKDTK yang ada

2. Persepsi pekerja tentang PKDTK

3. Karakteristik sosio-demografi pekerja

4. Perilaku kesehatan

5. Prevalensi risiko

6. Biaya medis

7. Premi asuransi dan kompensasi cacat

Contoh dari rekognisi ialah dilakukan tes darah pada para pekerja di

perusahaan X.

B. Analisis

Analisis dimaksudkan untuk :

1. Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku pekerja.

2. Memfasilitasi kegiatan saling menukar pengalaman dan ide antar pekerja

kemudian dilakukan negosiasi tentang kebutuhan PKDTK.

Dengan memperhatikan hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebagai

berikut :

1. Besarnya kontribusi masalah kesehatan terhadap biaya kesehatan

2. Produktivitas pekerja
3. Cacat yang mungkin timbul

4. Pertimbangan dana yang tersedia

5. Kemampuan dan akses terhadap fasilitas pendukung

6. Persepsi pekerja

Contoh: Apabila tes darah sudah dilakukan, maka hasil dari tes darah

tersebut dianalisis terkait penyakit apa yang terdapat pada pekerja perusahaan

X tersebut.

C. Perencanaan

Berdasarkan prioritas masalah dan kebutuhan , team mengembangkan

perencanaan yaitu perencanaan jangka panjang dan jangka pendek lengkap

dengan goal dan tujuan, strateginya, aktifitasnya, biaya dan jadwal

pelaksanaan. Biaya perencanaan hendaknya diajukan setiap tahun anggaran.

Perencanaan PKDTK dikembangkan berdasarkan:

Target perubahan yang ingin dicapai

Proses menuju target perubahan

Cara penilaian keberhasilan pencapaian target

Contoh: Selanjutnya, setelah hasil tes darah telah dianalisis, maka pihak

K3 suatu perusahaan membuat perencanaan terkait program yang akan

dilakukan dalam mengurangi risiko penyakit yang ditemukan.


D. Komunikasi

Komunikasi yang dimaksud ini melibatkan profesional kesehatan sebagai

komunikator dalam hal ini Manajemen dan wakil pekerja sebagai komunikan

menghasilkan pesan. Pesan yang dikomunikasikan menyangkut risiko

kesehatan, tujuan, manfaat, perencanaan dan implementasi pengendalian

dalam bentuk program PKDTK dengan tujuan mencapai konsensus dalam

penyusunan prioritas program dan mendapatkan dukungan dari manajemen

tingkat tertinggi serta melibatkan seluruh jajaran organisasi.

Contoh: Apabila perencanaan telah dilakukan, maka hal yang perlu

dilakukan adalah melakukan komunikasi terhadap pihak perusahaan terkait

program yang akan dibuat.

E. Persiapan

Persiapan ini meliputi: Kebijakan organisasi dan komitmen tertulis sebagai

landasan program SDM, saran dan prasarana. Elemen yang perlu

dipersiapkan:

a) Pernyataan tertulis tentang tujuan dan target PKDTK

b) Dukungan tertulis dari Top Managemen dan wakil pekerja

c) Menyusun organisasi/tim pelaksana

d) Melaksanakan koordinasi efektif dengan aktifitas kesehatan lainnya,

memilih media yang tepat untuk berkomunikasi antar divisi dan

departemen
e) Menyiapkan mekanisme umpan balik dari peserta program untuk evaluasi

dan perbaikan berkesinambungan

f) Menyiapkan sarana dan prasarana promosi

g) Menyiapkan prosedur untuk menjaga kerahasiaan informasi individu

(kode etik)

h) Menyiapkan sistem dokumentasi yang dapat menelusuri segala kegiatan

program, mengukur tingkat keikutsertaan pekerja dan outcomes sebagai

parameter keberhasilan program yang digunakan sebagai basis

pemantauan dan evaluasi

i) Menyiapkan format rekapitulasi dan analisis data yang relevan

j) Menyiapkan fasilitas pendidikan dan pelatihan

Contoh: Hal yang dilakukan selanjutnya adalah tahap persiapan. Persiapan

yang harus dilakukan disini adalah menyiapkan apa-apa saja hal yang

diperlukan dalam melakukan program tersebut.

F. Implementasi

Dalam pelaksanaannya hendaknya kegiatan di awasi dan diberikan

dukungan peralatan yang dibutuhkan, serta partisipasi aktif dari para team dan

pengambil keputusan sangat membantu lancarnya pelaksanaan. Pelaksanaan

dilaksanakan sesuaikan dengan rencana yang dibuat, walaupun ada


kemungkinan perubahan di tengah proses pelaksanaan apa bila

diperlukan.Implementasi dapat dilakukan dengan berbagai bentuk yakni :

a. Sesi kelompok

Metodenya berupa: penyuluhan, diskusi kelompok, role playing, problem

solving dan simulasi.

Tujuan, memberikan pengetahuan, meningkatkan kesadaran, memberikan

kesempatan tanya-jawab dan mendapatkan dukungan serta terjadi interaksi

antar teman sekerja.

Lokasi dapat dilakukan di ruang rapat/auditorium yang mencukupi.

b. Konsultasi personal/pendampingan

Tujuan, memberikan kesempatan pengembangan keterampilan individual

dalam berperilaku sehat dan/atau bekerja sehat, serta pelaksaan terapi

perilaku.

Lokasinya dapat di kantor pribadi, klinik, ruang rekrasi saat sepi

pengunjung

c. Praktek perilaku sehat

Melibatkan dan mengikut-sertakan peserta program

Hal-hal yang perlu disesuaikan: Posisi program PKDTK dalam organisasi

Alokasi sumber daya yang ada Metode pelatihan dan pendidikan yang akan

diterapkan Pertimbangan isu praktikal.

1. Metode Implementasi Metode Implementasi Pilot Projek.


Tujuan : menilai kelayakan program skala besar melalui uji coba program

skala kecil

Hal yang diperlukan :

a. Kelompok sasaran

b. Lokasi kerja terpilih

c. Evaluasi kelayakan

2. Metode Implementasi Bertahap

a. Jumlah elemen program

b. Lokasi atau unit kerja

c. Eselon

d. Jumlah pekerja

3. Metode Implementasi sekaligus Total Program

a. Komitmen manajemen level atas

b. Dukungan SDM dan dana besar

c. Evaluasi jangka panjang 510 tahun

d. Evaluasi jangka pendek untuk menyempurnakan program

Contoh: Pelaksanaan Program K3 yang bertujuan untuk mengurangi risiko

penyakit yang telah ditemukan pada tahap analisis.


G. Evaluasi

Monitoring dan Evaluasi merupakan hal yang sangat penting untuk

melihat seberapa baiknya program tersebut terlaksana, untuk mengidentifikasi

kesuksesan dan masalah-masalah yang ditemui dan umpan balik (feedback)

untuk perbaikan.Faktor-faktor yang mempengaruhi metode evaluasi

1. Tujuan program

2. Dasar perbandingan

a) Perubahan jangka waktu tertentu

b) Perubahan antar kelompok

c) Perubahan berdasarkan standar (normatif, historikal, teoritis, absolut

atau kompromi)

3. Sumber daya yang ada : Pencatatan sederhana, uji statistik sampai analisis

epidemiologis

Ditinjau dari dimensi waktu, dapat dilakukan evaluasi terhadap dampak,

yaitu:

a. Dampak jangka pendek : Perubahan yang terjadi dalam pola berfikir,

pemahaman dan perilaku, berkurangnya risiko, meningkatnya kapasitas

kerja dan status kesehatan.

b. Dampak jangka panjang : Menurunkan biaya medis, kemangkiran, angka

kesakitan dan angka kematian muda akibat PJK atau lainnya, hubungan
yang lebih harmonis antara manajemen-pekerja, meningkatnya

produktivitas dan profitabilitas.

Contoh: Evaluasi ini dilakukan untuk melihat apakah program yang telah

dibuat berhasil atau tidak.

H. Kontinuitas

Program yang bekesinambungan dikembangkan berdasarkan apresiasi

termasuk penghargaaan bagi pekerja yang berhasil mencapai target. Apabila

belum berhasil, dikembalikan lagi untuk melakukan dari siklus semula.

Dengan demikian program PKDTK dapat berkembang dan mencapai sasaran.