Anda di halaman 1dari 15

SKL 07

Zat aditif
1. -
2. -
3. -
4. -
5. -
6. -
7. -
8. -
9. -
10. -

SKL 08
Zat Adiktif dan Psikotropika
1. -
2. -
3. -
4. -
5. -
6. -
7. -
8. -
9. -
10. -

SKL 24
Ciri-ciri Makhluk Hidup
1. -
2. -
3. -
4. -
5. -
6. -
7. -
8. -
9. -
10. -

SKL 25
Kunci Determinasi
1. -
2. -
3. -
4. -
5. -
6. -
7. -
8. -
9. -
10. -

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 1


SKL 26
Klasifikasi Makhluk Hidup
1. -
2. -
3. -
4. -
5. -
6. -
7. -
8. -
9. -
10. -

SKL 27
Ekosistem
1. C
Pada jaring-jaring makanan di atas bila itik diserang wabah penyakit , maka populasi keong
mas akan meningkat, sedangkan populasi musang, tanaman padi, tikus, ular, elang dan
harimau akan menurun karena persediaan makanan terbatas.
2. C
Pada jaring-jaring makanan di atas bila katak diburu manusia, maka yang akan terjadi jumlah
belalang meningkat sedangkan populasi padi, tikus, ayam, ular dan elang akan berkurang
3. A
Pada jaring-jaring makanan diatas bila elang menurun karena diburu manusia, maka yang
akan terjadi populasi burung dan ular meningkat sedangkan tanaman menurun
4. D
Kijang merupakan mangsa bagi harimau sedangkan harimau merupakan pemangsa/ predator ,
maka pola interaksinya termasuk predasi
5. A
Pola interkasi antara lebah dan tanaman berbunga termasuk simbiosis mutualisme karena
keduanya saling diuntungkan, lebah mendapatkan sari bunga dari tanaman,
dan tanaman dibantu penyerbukannya
6. B
Pada gambar jaring-jaring makanan dapat kita lihat bahwa katak merupakan pemangsa
belalang, apabila jumlah katak berkurang maka, belalang dapat tumbuh dengan cepat. Akan
tetapi, jika populasi belalang meningkat maka padi akan menurun.
7. C
Elang merupakan pemakan ular, apabila jumlah elang menurun maka jumlah ular akan
meningkat karena laju pertumbuhan ular lebiih cepat dari pada laju kematian akibat dimakan
elang. Dengan demikian jumlah tikus dan katak akan menurun, karena jumlah ularnya lebih
banyak.
8. D
Apabila udang karang berkurang maka konsumen di depannya akan meningkat (siput),
akibatnya konsumen di depannya (remis) akan menurun jumlahnya, sehingga fitoplankton
dapat berkembang cepat. Ketersediaan fitoplankton banyak dapat menjadi makanan yang
lezat bagi zooplankton, sehingga zooplankton dapat bertambah banyak.
9. B
Untuk menjaga keseimbangan ekosistem dengan tepat dan ramah lingkungan adalah dengan
menambah populasi ular, karena ular dapat mengurangi jumlah tikus dengan cara
memangsanya
10. C

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 2


Konsumen puncak merupakan konsumen terakhir sebelum pengurai. Berdasarkan gambar,
konsumen puncaknya adalah elang

SKL 28
Kependudukan
1. C
Penjelasan :
Ketersediaan lahan hijau tetap atau bahkan menurun, sejalan dengan semakin bertambahnya
jumlah populasi manusia. Meningkatnya kepadatan populasi menusia diikuti dengan semakin
banyaknya lahan yang diperlukan untuk rumah, jalan, dan kebutuhan lainnya, yang banyak
membongkar lahan hijau.
2. C
Pembahasan :
Dampak pertumbuhan penduduk yang tak terkendali di suatu daerah akan mengakibatkan
berbagai masalah seperti : kebutuhan pangan, jika hal tersebut tidak ada usaha untuk
mengendalikannya maka grafik akan berbentuk kurva. Awalnya naik sampai batas waktu
tertentu kemudian akan menurun karena jumlah makanan tidak mencukupi/ tidak seimbang
dengan jumlah penduduk.
3. C
Pembahasan :
Dampak pertumbuhan penduduk yang tak terkendali di suatu daerah akan mengakibatkan
berbagai masalah seperti : kebutuhan air bersih, masalah lahan tempat tinggal, kebutuhan
udara bersih dan sebagainya.
4. D

Pembahasan :
Dampak pertumbuhan penduduk yang tak terkendali di suatu daerah akan mengakibatkan
berbagai masalah antara lain : kebutuhan air bersih, masalah lahan tempat tinggal, kebutuhan
udara bersih dan sempitnya lapangan kerja dan meningkatnya kriminalitas.
5. B
Pembahasan :
Akibat peningkatan penduduk yang tidak terkendali akan mengakibatkan dampak yang kurang
baik yaitu kebutuhan air bersih akan meningkat, lahan pertanian akan akan semakin sempit
karena di buat pemukiman, dan meningkatnya pencemaran.

6. A
Pembahasan:
Resiko kerusakan lingkungan/kualitas lingkungan sangat mungkin dipengaruhi oleh kepadatan
penduduk. Di mana kepadatan dipengaruhi oleh jumlah penduduk dan luas lahan. Semakin
tinggi jumlah penduduk maka kebutuhan dan ekses kehidupan mengalami peningkatan.
Ketersediaan sumber daya alam juga semakin terbatas sementara bahan buangan sisa
kehidupan justru meningkat. Hal inilah yang menjadikan kualitas lingkungan sangat
dipengaruhi oleh tinggi rendahnya jumlah penduduk.
7. B
Pembahasan:
Kebutuhan air bersih sangat tergantung dari seberapa besar jumlah penduduk di daerah
tersebut. Berdasar histogram maka daerah II memiliki jumlah penduduk paling sedikit, maka
sangat dimungkinkan bahwa daerah tersebut memerlukan air bersih juga sedikit.

8. D
Pembahasan :
Akibat peningkatan penduduk yang tidak terkendali akan mengakibatkan dampak yang
kurang baik yaitu kebutuhan air bersih akan meningkat, lahan pertanian akan semakin
sempit karena dibuat pemukiman, dan meningkatnya pencemaran.

9. A

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 3


Pembahasan :
Kualitas air bersih sangat tergantung dari seberapa besar jumlah penduduk di daerah
tersebut. Berdasarkan grafik A semakin tinggi jumlah penduduk maka sangat dimungkinkan
bahwa daerah tersebut kualitas air bersihnya juga semakin menuurun.

10. B
Pembahasan
Kualitas air bersih sangat tergantung dari seberapa besar jumlah penduduk di daerah
tersebut. Berdasarkan grafik semakin tinggi jumlah penduduk pada Q maka sangat
dimungkinkan bahwa daerah tersebut kualitas air bersihnya juga semakin menurun.

SKL 29
Pengelolaan Lingkungan
1. A.
Dengan mengolah limbah pabrik sebelum di buang ke sungai, maka dihasilkan limbah yang
tidak berpolutan ( polutan tidak melewbihi ambang batas, sehingga tidakmencemari air sungai.
2. D
- Aliran limbah dari pabrik tidak mungkin di tutup, dan tetap harus dialirkan ke suatu tempat
- Mermindahkan penduduk, tidak mungkin, karena tidak mengatasi masalah, dan dapat
menimbulkan masalah baru
- Hal itu tidak boleh dilakukan.

3. -
4. C
Dengan disemprotkannya herbisida, maka tumbuhan enceng gondok dan tanaman
mengganggu akan mati,sehingga kehidupan di kolam normal kembali.

5. C.
Air bersih tepap atau berkurang karena pemakaian meningkat, sumber daya alam tetap
pemakaian meningkat katena penduduk bertambah,maka keresediaannya menurun.

6. C.
Untuk data no 1, menambah polusi, data no 2 mengurangi co2
Data no 3 tidak terkait dengan udara, data no 4 dapat mengurangi co dan co2.
Jadi jawaban benar adalah C (2 dan 4)
7. C
Dengan mengolah limbah tersebut, semua masalah teratasi.

8. D
Opsi ABC Sulit di lakukan, dan sulit mengatasi polusi yang terjadi, jadi jawabnya D.

9. C.

Opsi ABD,tidak mencegah polusi bahkan D dapat menambah polusi, sehingga jawaban yang
tepat C.

10. D
Opsi ABC tidak mungkin terjadi.

SKL 30
Sistem Gerak

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 4


1. Jawaban : B
Pembahasan : gambar yang ditunjuk adalah pertemuan antara tulang gelang bahu dengan
tulang lengan atas. Hubungan dua tulang tersebut termasuk sendi peluru yang dapat terjadi
gerakan tulang ke segala arah.
2. Jawaban : A
Pembahasan : gambar 1 gerakan dua arah, gambar 2 adalah sendi engsel terjadi gerakan
satu arah.
3. Jawaban : D
Pembahasan : sendi yang dibentuk oleh pertemuan tulang gelang panggul dengan tulang
paha adalah sendi peluru yang memungkinkan gerakan tulang ke segala arah/bebas
4. Jawaban : A
Pembahasan : sendi pada siku adalah sendi engsel yang memungkinkan gerakan satu arah
5. Jawaban : B
Pembahasan : X adalah gambar saluran Havers berfungsi mengangkut sari makanan dan
oksigen pada sel tulang.
6. Jawaban :D
Pembahasan : sendi pelana adalah persendian yang memungkinkan terjadi gerakan dua arah.
Pada gambar terdapat pertemuan antara ruas ibu jari dengan ruas tulang telapak tangan
7. Jawaban : C
Pembahasan : gambar yang ditunjuk adalah gambar sel otot polos. Terdapat pada organ
pencernaan (hati, lambung, usus), organ pernapasan (paru-paru), pembuluh darah dan alat
ekskresi(ginjal)
8. Jawaban : B
Pembahasan : ciri-ciri otot polos : bentuk gelondong, jumlah inti sel satu terletak di tengah,
cara kerja di luar kesadaran (tak sadar). Ciri-ciri otot jantung bentuk silindris bercabang, jumlah
inti sel banyak terletak di tengah, cara kerja di luar kesadaran (tak sadar)
9. Jawaban : A
Pembahasan : X adalah gambar otot biseps yang sedang kontraksi (memendek,
mengembung, menegang) dan Y adalah gambar otot triseps yang sedang relaksasi
(memanjang, mengecil, mengendur)
10. Jawaban : D
Pembahasan :skoliosis adalah kelainan pada tulang punggung yang bentuknya membengkok
ke kanan dan ke kiri.

SKL 31
Sistem Pencernaan
1. Pembahasan :
Pepsin mengubah protein menjadi pepton, tripsin mengubah pepton menjadi asam amino.
Jawaban : B
2. Pembahasan :
Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol, pepsin mengubah proten menjadi
pepton
Jawaban : D
3. Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol, renin menggumpalkan casein (protein
susu), ptialin mengubah amilum menjadi maltosa
Jawaban : D

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 5


4. Enzim yang dihasilkan oleh organ lambung adalah pepsin, renin, HCl
Jawaban : D
5. Enzim yang dihasilkan oleh organ lambung adalah pepsin, renin, HCl
Jawaban : B
6. Organ yang ditunjukk oleh nomor 3 adalah lambung, enzim yang dihasilkan pepsin mengubah
protein menjadi pepton, renin menggumpalkan casein (protein susu), HCl membunuh kuman
Jawaban : D
7. Enzim yang dihasilkan organ pankreas adalah tripsin mengubah pepton menjadi asam amino,
lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol, amilase mengubah amilum menjadi
glukosa
Jawaban : D
8. Enzim yang dihasilkan oleh Organ lambung adalah pepsin mengubah protein menjadi pepton,
renin menggumpalkan casein (protein susu), HCl membunuh kuman
Jawaban : C
9. Organ hati menghasilkan getah empedu yang berfungsi mengemulsikan lemak sehingga lebih
mudah dicerna
Jawaban : B
10. Enzim yang dihasilkan organ pankreas adalah tripsin mengubah pepton menjadi asam amino,
lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol, amilase mengubah amilum menjadi
glukosa
Jawaban : C

SKL 32
Sistem Pernafasan
1. C
2. A
3. D
4. A
5. D
6. D
7. A
8. D
9. C
10. B

1. Penyakit Bronchitis terjadi pada percabangan batang tenggorokan yang disebabkan oleh
infeksi bakteri.
2. Pada bagian bronchus terjadi proses penyaringan kembali oleh silia, penyaringan awal terjadi
pada rongga hidung.
3. Proses terjadinya pertukaran ksigen dengan carbondioksida pada paru-paru terjadi pada
bagian alveolus.
4. Udara pernapasan pada rongga hidung mengalami beberapa perlakuan diantaranya;
penyesuaian suhu udara pernapasan dan penyaringan debu.
5. Udara pernapasan pada rongga hidung mengalami beberapa perlakuan diantaranya;
penyesuaian suhu udara pernapasan dan penyaringan debu.
6. Penyakit asma disebabkan oleh 2 hal; yaitu: faktor keturunan dan alergi terhadap suatu benda,
sehingga mengakibatkan terjadinya penyempitan pada batang tenggorokan / saluran
pernapasan
7. Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobakterium tubercolosis
8. Pernapasan mempunyai tujuan memasukan Oksigen untuk menghasilkan energi

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 6


9. Tenggorokan ( trachea ) , cabang batang tenggorokan ( bronchus ) , percabangan kecil (
broncheolus ), alveolus
10. Tulang rawan pada batang tenggorokan mempunyai fungsi untuk menjaga batang
tenggorokan selalu dalam kondisi terbuka, untuk memudahkan udara keluar masuk

SKL 33
Sistem Peredaran Darah
1. Kunci C
Pembahasan: lihat rangkuman materi

2. Kunci A
Pembahasan: lihat rangkuman materi

3. Kunci C
Pembahasan : Kapiler merupakan pembuluh darah kecil, sangat tipis hanya tersusun oleh
selapis endothelium. Di kapiler terjadi pertukaran oksigen dari darah dengan karbondioksida
dari jaringan

4. Kunci D
Pembahasan: lihat rangkuman materi

5. Kunci B
Pembahasan: lihat rangkuman materi

6. Kunci B
Pembahasan :Peredaran darah besar adalah proses peredaran darah dalam tubuh yang
melalui jantung dua kali. Seperti contoh: darah dari seluruh tubuh (2) akan mengalir melalui
pembuluh balik (4) membawa CO2 menuju ke jantung (5) (serambi dan bilik kanan), kemudian
dari jantung darah akan menuju ke paru-paru (1) CO2 ditukar dengan O2 dan dari paru-paru
menuju ke jantung (5) dari jantung (serambi dan bilik kiri) darah yang kaya O2 menuju ke
seluruh tubuh (2) melalui pembuluh arteri (3)
7. Kunci A
Pembahasan: sel darah merah berfungsi mengangkut oksigen sel darah putih berfungsi
membunuh kuman penyakit

8. Kunci B
Pembahasan: meninggalkan jantung kaya oksigen kecuali arteri pulmonalis
Pembuluh nadi (arteri) mengalirkan darah kaya O 2 ditandai alirannya meninggalkan jantung
menuju ke seluruh tubuh (organ-organ tubuh ). Kecuali arteri pulmonalis dari jantung ke paru-
paru mengangkut CO 2
Pembuluh balik (vena) :
Pembuluh yang mengalirkan darah kaya CO 2 ditandai alirannya dari seluruh tubuh menuju
jantung. Kecuali vena pulmonalis dari paru-paru ke jantung mengangkut O 2
1) arteri pulmonalis : alirannya dari bilik kanan ke paru-paru, kaya CO 2
2) vena pulmonalis : alirannya dari paru-paru, ke bilik kiri kaya O 2
3) vena cava superior : alirannya dari tubuh bagian atas ke jantung, kaya CO 2
4) vena cava inferior : alirannya dari tubuh bagian bawah ke jantung, kaya CO 2
5) arteri renalis : alirannya dari jantung ke ginjal kaya O 2
9. Kunci D
Pembahasan:
Penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah di bagi dua kelompok yaitu --
penyakit yang menyangkut sel darah seperti anemia, haemofilia, leukemia.
Penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah seperti varises, ambeien, arteriosklerosis,
atherosclerosis.
10. Kunci C
Pembahasan :
Leukemia : pertumbuhan leukosit melebihi jumlah normal dan memakan sel-sel darah
merah
Thalassemia : sel darah merah bentuknya tidak beraturan, kecil sehingga mengakibatkan
daya ikat terhadap oksigen berkurang
Hemofilia : penyakit keturunan ditandai kekurangan faktor pembeku darah sehingga jika
terjadi luka, darah sukar membeku

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 7


Anemia : penyakit akibat kekurangan sel darah merah sehingga proses pengikatan
oksigen terganggu

SKL 34
Sistem Ekskresi
1. Gambar Tanda H adalah ureter berfungsi sebagai saluran urine dari ginjal ke kantung kemih
Jawab: (B)
2. Gambar Tanda Z adalah tubulus kontortus proksimal tempat berlangsungnya reabsorbsi, yaitu
penyerapan zat-zat yang masih diperlukan tubuh.
Jawab: (C)
3. Gambar Tanda X adalah pelvis ginjal (rongga ginjal) berfungsi menampung urine yang akan
keluar ke ureter
Jawab: (A)
4. Gambar, Tanda X adalah pelvis renalis (rongga ginjal) berfungsi menampung urine yang akan
ke luar ke ureter
Jawab: (D)
5. 1. Ginjal
2. ureter
3. kantung kemih
4. uretra
Jawab: ( A)
6. Pada proses filtrasi , semua zat-zat dalam darah mampu menembus dinding kapiler dan juga
mampu menembus gromelurus dan kapsula bowman. Dua komponen darah yang tidak
mampu menembus filter ini adalah sel darah dan plasma protein. Filtrat hasil saringan yang
tidak mengandung sel darah dan plasma protein disebut urine primer. Apabila ditemukan
protein dan albumin pada urine seseorang hal itu mengindikasikan adanya kerusakan alat
filtrasiyaitu pada glomerulus dan kapsula bowman pada ginjal. Orang yang demikian ini
mengalami penyakit albuminuria.
Jawab D)
7. Urutan proses pembentukan urine hingga urine ke luar tubuh
Tubulus kontortus proksimal- lengkung henletubulus kontortus distal-- tubulus
kolektivus --- pelvis renalis- ureter- kantung kemih -- uretra
Jawab: ( B)
8. Sebagai organ ekskresi hati mengeluarkan empedu
Jawab: ( B)
9. Kulit sebagai organ ekskresi mengeluarkan keringat
Jawab: (B)
10. 1. Kelenjar keringat
2. akar rambut
3. Pembuluh darah
4. ujung saraf .
Jawab : (A)

SKL 35
Sistem Reproduksi Manusia
1. D
2. A
3. B
4. B
5. B
6. C

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 8


7. C
8. D
9. C
10. D

SKL 36
Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan
1. C. kambium yang berfungsi membantu pertumbuhan sekunder (membesarkan) batang
2. B. Floem mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh
3. A. Stomata tempat terjadinya pertukaran gas
4. A. Pengangkutan zat
5. B. Xilem untuk mengangkut bahan fotosintesis
6. A. Palisade
7. B. 1 dan 3
8. B. Meristem
9. C. R (bulu akar berfungsi untuk mengefektifkan penyerapan )
10. C. 2 dan 3

SKL 37
Fotosintesis
1. D 6. D
2. A 7. B
3. A 8. B
4. A 9. B
5. D 10. C

SKL 38
Reproduksi Tumbuhan dan Hewan
1.C
Pembahasan: tanaman lengkuas melakukan perkembangbiakan secara vegetative dengan Rhizoma
(akar rimpang)

2. C
Pembahasan : Hydra melakukan perkembangbiakan secara vegetative dengan tunas

3. C
Pembahasan : tumbuhan lumut dan tumbuhan jamur berkembangbiak secara vegetative dengan
spora

4. D
Pembahasan : konjugasi adalah perkembangbiakan secara generative yang tidak dapat dibedakan
antara gamet jantan dan gamet betina.

5. B
Pembahasan : Geragih(stolon) yaitu perkembangbiakan dengan individu baru terbentuk dari batang
yang tumbuh menjalar diatas atau dibawah permukaan tanah

6. D

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 9


Pembahasan : merunduk adalah cara perkembangbiakanyang dilakukan dengan merundukkan atau
membengkokkan cabang tanaman sampai ke tanah

7. C
Pembahasan : Paramaecium dan Amoeba melakukan perkembangbiakan dengan membelah diri

8. C
Pembahasan : Tumbuhan paku, tumbuhan lumut dan jamur dapat berkembangbiak dengan spora

9. A
Pembahasan : Planaria dapat berkembangbiak dengan membentuk individu baru dari potongan tubuh
induknya

10.B
Pembahasan : Hydra dan Rhizopus selain dapat berkembang biak secara vegetative juga dapat
berkembangbiak secara generative dengan konjugasi

SKL 39
Pewarisan Sifat
1. Kunci jawaban : A (HHTT)
Pembahasan :
P Kelinci bulu kasar tebal X Kelinci bulu halus tipis
hhTT HHtt
hT Ht

F1 HhTt
Kelinci bulu halus tebal
F1 X F1
Kelinci bulu halus tebal Kelinci bulu halus tebal
HhTt HhTt
HT, Ht, hT, ht HT, Ht, hT, ht
F2 :

HT Ht hT ht

HT HHTT HHTt HhTT HhTt
Ht HHTt HHtt HhTt Hhtt
hT HhTT HhTt hhTT hhTt
ht HhTt Hhtt hhTt hhtt

Keturunan kedua (F2) yang dapat digunakan untuk bibit unggul (kelinci berbulu halus tebal)
memiliki genotip HHTT
2. Kunci : C (BBpp)
Pembahasan :
P Kucing bulu belang ekor panjang X Kucing bulu hitam ekor bundel
BBPP bbpp
BP bp

F1 BbPp
Kucing bulu belang ekor panjang
F1 X F1
Kucing bulu belang ekor panjang Kucing bulu belang ekor panjang
BbPp BbPp
BP, Bp, bP, bp BP, Bp, bP, bp
F2 :

BP Bp bP bp

BP BBPP BBPp BbPP BbPp

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 10


Bp BBPp BBpp BbPp Bbpp
bP BbPP BbPp bbPP bbPp
bp BbPp Bbpp bbPp bbpp

Keturunan kedua (F2) yang dapat digunakan untuk bibit unggul (kucing bulu belang ekor
bundel) memiliki genotip BBpp
3. Kunci : A (MMBB)
Pembahasan :
P Apel merah besar X Apel merah besar
MmBb MmBb

F1 :

MB Mb mB mb

MB MMBB MMBb MmBB MmBb
Mb MMBb MMbb MmBb Mmbb
mB MmBB MmBb mmBB mmBb
mb MmBb Mmbb mmBb mmbb

Keturunan yang dapat digunakan untuk bibit unggul (apel merah besar) adalah : MMBB

4. Kunci : B (BBtt)
Pembahasan :
P : padi bulir besar berbatang tinggi X padi berbulir besar berbatang tinggi
BBTt BbTt
BT, Bt BT, Bt, bT, bt
F1 :

bt
BT Bt bT

BT BBTT BBTt BbTT BbTt

Bt BBTt BBtt BbTt Bbtt

F1 X F1
Padi bulir besar batang pendek Padi bulir besar batang pendek
BBtt Bbtt
Bt, Bt Bt, bt
F2
bt
Bt

Bt BBtt Bbtt

Bt BBtt Bbtt

Genotip F2 yang dapat digunakan sebagai bibit unggul (padi berbulir besar dan gen berbatang
pendek) adalah BBtt

5. Kunci : A (1)

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 11


Pembahasan :

P mangga manis buah kecil X mangga asam buah besar


Mmbb mmBb
Mb, mb mB, mb

F1
mb
mB

Mb MmBb (1) Mmbb (2)

Mb mmBB (3) Mmbb (4)

Keterangan fenotip :
1. Manga manis buah besar
2. Manga manis buah kecil
3. Manga asam buah besar
4. Manga asam buah kecil
Fenotip yang dapat disilangkan untuk menghasilkan bibit unggul adalah fenotip nomor 1

6. Kunci : C (6 X 14)
Pembahasan :

BP Bp bP bp

BP 1 2 3 4

Bp 5 6 (BBpp) 7 8

bP 9 10 11 12

bp 13 14 (Bbpp) 15 16

Dari hasil keturunan kedua di atas, genotip yang paling baik disilangkan untuk mendapatkan
bibit unggul (bulir besar umur pendek) adalah genotip nomor 6 (BBpp) dengan genotip nomor
14 (BBpp)

BBpp X Bbpp
Padi bulir besar batang pendek Padi bulir besar batang pendek
Bp Bp, bp

BBpp, Bbpp

padi bulir besar umur pendek


7. Kunci : A (11 X 12)
Pembahasan :

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 12



HT Ht hT ht

HT 1 2 3 4
Ht 5 6 7 8
hT 9 10 11 (hhTT) 12 (hhTt)
ht 13 14 15 16

Bila masyarakat menyukai kelinci yang berambut putih tebal, genotip F2yang
dapatdisilangkan untuk menghasilkan kelinci putih berambut tebal sebagai bibit unggul
adalah genotip nomor 11 (hhTT) dan nomor 12 (hhTt)

hhTT X hhTt
kelinci berambut putih tebal kelinci berambut putih tebal
hT hT, ht

hhTT = putih tebal


hhTt = putih tebal

8. Kunci : D (90 tanaman)


Pembahasan :

P Padi bulir besar batang tinggi X Padi bulir kecil batang pendek
BBpp bbPP
Bp bP
F1 BbPp
Padi bulir besar batang pendek

F1 X F1
Padi bulir besar batang pendek Padi bulir besar batang pendek
BbPp BbPp
F2

BP Bp bP bp

BP BBPP (1) BBPp (2) BbPP (3) BbPp (4)

Bp BBPp (5) BBpp (6) BbPp (7) Bbpp (8)

bP BbPP (9) BbPp (10) bbPP (11) bbPp (12)

bp BbPp (13) Bbpp (14) bbPp (15) bbpp (16)

Rasio fenotip F2 =
Padi bulir besar batang pendek = 9 (1, 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, 13)
Padi bulir besar batang tinggi = 3 (6, 8, 14)
Padi bulir kecil batang pendek = 3 (11, 12, 15)
Padi bulir kecil batang tinggi = 1 (16)

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 13


Jika keturunan kedua sebanyak 160 tanaman, maka jumlah tanaman yang dapat dijadikan
bibit unggul (padi bulir besar batang pendek) adalah = 9/16 X 160 tanaman = 90 tanaman

9. Kunci : D (kktt)
Pembahasan :

Sifat bulir pulen batang pendek lebih disukai masyarakat. Apabila tanaman padi hasil
persilangan tersebut di atas disilangkan dengan sesamanya, genotip yang dapat menghasilkan
bibit unggul adalah kktt

kktt X kktt
padi bulir pulen batang pendek padi bulir pulen batang pendek
kt kt
kktt
padi bulir pulen batang pendek

10. Kunci : A (25 %)


Pembahasan :
P Kucing hitam halus X Kucing putih kasar
HHKK hhkk

F1 Kucing hitam halus


HhKk

F1 X Induk Resesif
Kucing hitam halus Kucing putih kasar
HhKk hhkk
HK, Hk, hK, hk hk

F2
HK Hk hK hk

Hk HhKk Hhkk hhKk hhkk

HhKk : hitam halus (25%)


Hhkk : hitam kasar (25 %)
hhKk : putih halus (25 %)
hhkk : putih kasar (25 %)

SKL 40
Bioteknologi
1. C

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 14


Kultur jaringan teknologi memperbanyak tanaman dengan cara menanam jaringan tumbuhan
dalam media khusus. Keunggulan teknologi ini adalah dapat menghasilkan bibit tanaman yang
banyak dalam waktu singkat dengan sifat yang sama dengan induknya
2. D
Tanaman poliploid, yaitu tanaman dengan kromosom lebih dari sepasang pada setiap selnya,
misalnya semangka tanpa biji
3. A
Sudah jelas
4. D
Kultur jaringan teknologi memperbanyak tanaman dengan cara menanam jaringan tumbuhan
dalam media khusus. Keunggulan teknologi ini adalah dapat menghasilkan bibit tanaman yang
banyak dalam waktu singkat dengan sifat yang sama dengan induknya
5. C
Inseminasi buatan, yaitu reproduksi secara kawin dengan cara menyuntikkan sperma dengan alat
khusus/inseminator
6. C
Kultur jaringan teknologi memperbanyak tanaman dengan cara menanam jaringan tumbuhan
dalam media khusus. Keunggulan teknologi ini adalah dapat menghasilkan bibit tanaman yang
banyak dalam waktu singkat dengan sifat yang sama dengan induknya
7. A
Transgenik, merupakan rekayasa genetika dengan menyisipkan DNA makhluk hidup ke DNA
makhluk hidup lain sehingga diperoleh makhluk hidup dengan sifat khusus. Dampak negatifnya
dapat menghilangkan makhluk hidup aslinya (hilangnya plasma nutfah)
8. B
Transgenik, merupakan rekayasa genetika dengan menyisipkan DNA makhluk hidup ke DNA
makhluk hidup lain sehingga diperoleh makhluk hidup dengan sifat khusus. Dampak negatifnya
dapat menghilangkan makhluk hidup aslinya (hilangnya plasma nutfah)
9. A
Vertikultur, merupakan teknik bercocok tanam secara vertikal sehingga dapat dilakukan pada
lahan yang sempit
10. A
Antibodi monoklonal

Modul IPA SMP SIAP UN Kab. Magelang Page 15