Anda di halaman 1dari 3

LABORATORIUM PRESTASI MESIN

JURUSAN TEKNIK MESIN


UNIVERSITAS DIPONEGORO
III. DASAR TEORI

PENGUJ1AN MESIN PENDINGIN Mesin refrigerasi yang digunakan dalam percobaan ini
adalah jenis siklus kompresi uap. Secara skematik
I. PENDAHULUAN
peralatan pengujian diperlihatkan pada Gambar 3.1
Proses pendingin (refrigerasi) merupakan proses
pemindahan energi panas yang terkandung di dalam suatu
ruangan. Sesuai dengan hukum kekekalan energi maka
kita tidak dapat menghilangkan energi tetapi hanya dapat
memindahkannya dari satu substansi ke substansi lainnya.
Untuk pemindahan energi panas ruangan dibutuhkan suatu
fluida penukar kalor yang disebut refrigeran. Mesin
pendingin umumnya bekerja dengan memanfaatkan siklus
termodinamika kompresi uap.
Gambar 3.1 Skema peralatan pengujicn mesin refrigerasi
II. TUJUAN PRATIKUM kompresi uap
Dalam praktikum ini para praktikan diharapkan mampu: 1 Refrigeran yang digunakan pada mesin refrigerasi adalah
1. Mengetahui karakteristik dan prinsip kerja dari Freon-22
sistem pendingin siklus kompresi uap. 2 Kompresor adalah kompresor torak
2. Mengetahui bagian-bagian dari sistem pendingin 3 Kondensor adalah penukar panas jenis koil bersirip.
dan dapat mengoperasikan sistem pendingin. 4 Pada pengujian ini hanya digunakan alat ekspansi jenis pipa
3. Mengetahui parameter-parameter unjuk kerja dari kapiler.
mesin pendingin. 5 Setiap seksi masuk dan keluar dari komponen utama
mesin refrigerasi dipasang pressure gauge dan
1
termometer untuk mengetahui kondisi refrigeran pada
seksi tersebut. IV. RUMUS PERHITUNGAN

Cara kerja dari siklus refrigerasi kompresi uap adalah Rumus perhitungan yang digunakan pada pengujian

sebagai berikut: mesin pendingin adalah sebagai berikut:

Fluida kerja dikompresikan di dalam kompresor


1. Laju Aliran Massa Refrigeran (mref)
dari tingkat keadaan 1 ke tingkat keadaan 2. Pada
P V I cos
tekanan tinggi ini fluida kerja diembunkan di dalam
mref = (h2 h1 ) = h2 h1 (kg/s).......4.1
kondensor ke tingkat keadaan 3 dan kemudian
2. Kapasitas Kompresor (Q comp)
diekspansikan dengan alat ekspansi ke tingkat keadaaan
Q comp = mref ( h2 h1 ) (kW)....................4.2
4 dan menguap di dalam evaporator kembali ke tingkat
3. Kapasitas Kondensor (Q cond)
keadaan 1. Apabila untuk proses-proses diatas diterapkan
Q cond = mref ( h2 h3 ) (kW).....................4.3
dalam diagram tekanan dan entalpi maka siklusnya akan
4.Dampak Refrigeran (href)
terlihat seperti pada gambar 3.2.
href = h1 h4 (kJ/kg)....................................4.4
5. Laju Aliran Kalor Pendingin (Qevap)
Qevap = mref ( h1 h4 )(kW) ....................4.5
6. Coefficient of Performance (COP).
h1 h4
COP = h2 h1 ........................................4.6
7. Performance Factor (PF)
h2 h1

Gambar 3. I : Siklus Kompresi Uap PF = h1 h4 ...........................................4.7


Gambar 3.2 Siklus kompresi uap pada diagram P-h
2
dimana: a. Temperatur refrigeran di titik 1, 2, 3, dan 4.
mref = laju aliran massa refrigeran (kg/s)
b. Tekanan refrigeran di titik 1, 2, 3,dan 4.
P = daya kompresor (kW)
h = entalpi (kJ/kg) 6. Mematikan peralatan uji.
Q = daya (kW)

V. PROSEDUR PENGUJIAN
Prosedur percobaan yang dilakukan adalah sebagai
berikut: VII. DIAGRAM DAN ANALISA

1. Menghubungkan kabel listrik mesin pendingin Buatlah diagram hasil praktikum kemudian analisa

dengan sumber listrik. dengan menggunakan rumus-rumus di dasar teori.

2. Menjalankan motor kompresor. 1. Diagram P-h ideal


2. Diagram P-h aktual
3. Menjalankan fan kondensor. 3. Diagram T-s ideal
4. Menunggu beberapa saat sampai kondisi steady. 4. Diagram T-s aktual

5. Mencatat beberapa data setiap terjadi perubahan


suhu pada T2 setiap kenaikan 1oC dan data lain
diantaranya: