Anda di halaman 1dari 25

TUGAS

MEKATRONIKA
MIMBAR ACRILIK PENGHITUNG ROKAAT MENGGUNAKAN
ARDUINO MEGA 2560

Kelompok 3
1. ROYYAN SAPUTRA (21050113120016)
2. RIGO MUHAMMAD H (21050113120005)
3. AGISTA KARMELIA (21050113120024)
4. MOCH. FIHKI FACHRIZAL (21050113120035)
5. MOHAMAD JULIAN REZA (21050013120046)
6. ADITYA ISPRAMUDITA O (21050113120048)
7. MUHAMMAD IQBAL PILIANG (21050113120050)
8. ROMANSYAH (21050110141029)

TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Lalat Belakang


Di zaman yang sedang mengalami kemajuan saat ini, teknologi informasi
sangatlah dibutuhkan oleh semua orang dimana seperti alat yang dapat
memudahkan manusia untuk melakuakan suatu hal, seperti saat kita melakukan
ibadah sholat tarawih, pada sholat tarawih kebanyakan orang lupa berapa rakaat
yang telah di lakukan seorang imam, karena banyaknya rakaat yang dilakukan pada
saat shalat tarawih. Oleh sebab itu dalam hal ini diperlukan alat penghitung rakaat
secara otomatis agar dapat memudah kan imam maupun makmum mengatahui
berapa rakaat saat kita melakukan ibadah shalat tarawih. Penghitung rakaat pada
mimbar yaitu menggunakan mikrokontroler berupa Arduino Mega 2560 sebagai
pemproses, lalu menggunakan masukan inputan berupa switch atau push buttom
yang dipakai pada alat ini yaitu push buttom dimana push bottom memeiliki
keakuratan yang tidak mengacak dibandingkan dengan switch lalu indicator untuk
menampilkan hasil ataupun output berupa LCD 16x2.
Dari latar belakang diatas bahwa dalam perumusan masalah akan dengan
pembuatan mimbar acrilik penghitung rakaat sholat, yang memanfaatkan push
buttom dengan mikrokontroler berupa Arduino mega 2560 sebagai proses inputan
pengontrol.

1.2 Tujuan
Tujuan pembuatan mimbar acrilik penghitung rakaat sholat yaitu sebagai berikut :
- Sebagai gambaran untuk membuat mimbar acrilik penghitung rakaat sholat.
- Untuk memenuhi syarat menyelesaikan tugas besar Mekatronika.
- Untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat saat perkuliahan.
BAB II

DASAR TEORI

2.1 Mimbar Acrilik

Mimbar acrilik merupakan mimbar yang terbuat dari paduan kayu dan acrilik,
acrilik yaitu berupakan plastik yang menyerupai kaca, namun memiliki sifat-sifat yang
membuatnya lebih unggul dari pada kaca dalam banyak cara salahsatunya dari perbedaan
sifatnya yaitu dari kelenturan dari akrilik (Acrylic) itu sendiri. Namun dahulu merek kelas
tinggi akrilik (Acrylic) dinamakan polycast, Lucite dan Plexiglas. Acrilik tidak mudah
pecah dan bahannya ringan maka dari itu bias dijadikan mibar, acrilik memiliki bentuk
transparan dan digunakan sebagai layar untuk menayangkan sebulan tampilan yang
transparan.

Gambar 2.1 Mimbar Acrilik


2.2 Alat dan Bahan

A. Arduino Mega 2560

Arduino Mega 2560 adalah papan pengembangan mikrokontroller yang berbasis


Arduino dengan menggunakan chip ATmega2560. Board ini memiliki pin I/O yang cukup
banyak, sejumlah 54 buah digital I/O pin (15 pin diantaranya adalah PWM), 16 pin analog
input, 4 pin UART (serial port hardware). Arduino Mega 2560 dilengkapi dengan sebuah
oscillator 16 Mhz, sebuah port USB, power jack DC, ICSP header, dan tombol reset. Board
ini sudah sangat lengkap, sudah memiliki segala sesuatu yang dibuthkan untuk sebuah
mikrokontroller. Dengan penggunaan yang cukup sederhana, anda tinggal menghubungkan
power dari USB ke PC anda atau melalui adaptor AC/DC ke jack DC.

Gambar 2.2 Arduino Mega


Spesifikasi Arduino Mega 2560
Microcontroller ATmega328
1. Operasi dengan daya 5V Voltage
2. Input Tegangan (disarankan) 7-12V
3. Input Tegangan (batas) 6-20V
4. Digital I / O Pins 14 (dimana 6 memberikan output PWM)
5. Analog Input Pin 6
6. DC Lancar per I / O Pin 40 mA
7. Saat 3.3V Pin 50 mA DC

pin power pada Arduino Uno :


1. GND. Ini adalah ground atau negatif.
2. Vin. Ini adalah pin yang digunakan jika anda ingin memberikan power langsung ke
board Arduino dengan rentang tegangan yang disarankan 7V - 12V
3. Pin 5V. Ini adalah pin output dimana pada pin tersebut mengalir tegangan 5V yang
telah melalui regulator
4. 3V3. Ini adalah pin output dimana pada pin tersebut disediakan tegangan 3.3V
yang telah melalui regulator
5. IOREF. Ini adalah pin yang menyediakan referensi tegangan mikrokontroller.
Biasanya digunakan pada board shield untuk memperoleh tegangan yang sesuai,
apakah 5V atau 3.3V

Pin Input dan output


1. Serial, memiliki 4 serial yang masing-masing terdiri dari 2 pin. Serial 0 : pin 0
(RX) dan pin 1 (TX). Serial 1 : pin 19 (RX) dan pin 18 (TX). Serial 2 : pin 17 (RX)
dan pin 16 (TX). Serial 3 : pin 15 (RX) dan pin 14 (TX). RX digunakan untuk
menerima dan TX untuk transmit data serial TTL. Pin 0 dan pin 1 adalah pin yang
digunakan oleh chip USB-to-TTL ATmega16U2
2. External Interrups, yaitu pin 2 (untuk interrupt 0), pin 3 (interrupt 1), pin 18
(interrupt 5), pin 19 (interrupt 4), pin 20 (interrupt 3), dan pin 21 (interrupt 2).
Dengan demikian Arduino Mega 2560 memiliki jumlah interrupt yang cukup
melimpah : 6 buah. Gunakan fungsi attachInterrupt() untuk mengatur interrupt
tersebut.
3. PWM: Pin 2 hingga 13 dan 44 hingga 46, yang menyediakan output PWM 8-bit
dengan menggunakan fungsi analogWrite()
4. SPI : Pin 50 (MISO), 51 (MOSI), 52 (SCK), dan 53 (SS) mendukung komunikasi
SPI dengan menggunakan SPI Library
5. LED : Pin 13. Pada pin 13 terhubung built-in led yang dikendalikan oleh digital pin
no 13. Set HIGH untuk menyalakan led, LOW untuk memadamkan nya.
6. TWI : Pin 20 (SDA) dan pin 21 (SCL) yang mendukung komunikasi TWI dengan
menggunakan Wire Library
7. Arduino Mega 2560 R3 memiliki 16 buah input analog. Masing-masing pin analog
tersebut memiliki resolusi 10 bits (jadi bisa memiliki 1024 nilai). Secara default,
pin-pin tersebut diukur dari ground ke 5V, namun bisa juga menggunakan pin
AREF dengan menggunakan fungsi analogReference(). Beberapa in lainnya pada
board ini adalah :
8. AREF. Sebagai referensi tegangan untuk input analog.
9. Reset. Hubungkan ke LOW untuk melakukan reset terhadap mikrokontroller. Sama
dengan penggunaan tombol reset yang tersedia.

B. LCD 16x2
Gambar 2.3 LCD 16x2

LCD (Liquid Crystal Display) adalah suatu jenis media tampil yang menggunakan
kristal cair sebagai penampil utama. LCD sudah digunakan diberbagai bidang misalnya
alalalat elektronik seperti televisi, kalkulator, atau pun layar komputer. Pada postingan
aplikasi LCD yang dugunakan ialah LCD dot matrik dengan jumlah karakter 2 x 16. LCD
sangat berfungsi sebagai penampil yang nantinya akan digunakan untuk menampilkan
status kerja alat.

Fitur LCD 16x2


Fitur LCD 16x2 yaitu sebagai berikut :
1. Terdiri daro 16 karakter dan 2 baris.
2. Mempunyai 192 karakter yang tersimpan.
3. Terdapat karakter generator terprogram
4. Dapat dialamati dengan mode 4-bit dan 8-bit
5. Dilengkapi dengan back light

Spesifikasi
1. Ground GND
2. VCC
3. Constrast sebagai Pengatur kontras
4. RS Instruction/Register Select
5. RW Read/Write LCD Registers
6. Pin 7 sampai 14 berupa data I/O D0-D7
7. Blacklight (+) VCC
8. Blacklight (-) Ground

Cara Kerja LCD


Pada aplikasi umumnya RW diberi logika rendah 0. Bus data terdiri dari 4-bit atau
8-bit. Jika jalur data 4-bit maka yang digunakan ialah DB4 sampai dengan DB7.
Sebagaimana terlihat pada table diskripsi, interface LCD merupakan sebuah parallel
bus, dimana hal ini sangat memudahkan dan sangat cepat dalam pembacaan dan
penulisan data dari atau ke LCD. Kode ASCII yang ditampilkan sepanjang 8-bit
dikirim ke LCD secara 4-bit atau 8 bit pada satu waktu. Jika mode 4-bit yang
digunakan, maka 2 nibble data dikirim untuk membuat sepenuhnya 8-bit (pertama
dikirim 4-bit MSB lalu 4-bit LSB dengan pulsa clock EN setiap nibblenya). Jalur
kontrol EN digunakan untuk memberitahu LCD bahwa mikrokontroller mengirimkan
data ke LCD. Untuk mengirim data ke LCD program harus menset EN ke kondisi high
1 dan kemudian menset dua jalur kontrol lainnya (RS dan R/W) atau juga
mengirimkan data ke jalur data bus.

Saat jalur lainnya sudah siap, EN harus diset ke 0 dan tunggu beberapa saat
(tergantung pada datasheet LCD), dan set EN kembali ke high 1. Ketika jalur RS
berada dalam kondisi low 0, data yang dikirimkan ke LCD dianggap sebagai sebuah
perintah atau instruksi khusus (seperti bersihkan layar, posisi kursor dll). Ketika RS
dalam kondisi high atau 1, data yang dikirimkan adalah data ASCII yang akan
ditampilkan dilayar. Misal, untuk menampilkan huruf A pada layar maka RS harus
diset ke 1. Jalur kontrol R/W harus berada dalam kondisi low (0) saat informasi pada
data bus akan dituliskan ke LCD. Apabila R/W berada dalam kondisi high 1, maka
program akan melakukan query (pembacaan) data dari LCD. Instruksi pembacaan
hanya satu, yaitu Get LCD status (membaca status LCD), lainnya merupakan instruksi
penulisan. Jadi hampir setiap aplikasi yang menggunakan LCD, R/W selalu diset ke
0. Jalur data dapat terdiri 4 atau 8 jalur (tergantung mode yang dipilih pengguna),
DB0, DB1, DB2, DB3, DB4, DB5, DB6 dan DB7. Mengirim data secara parallel baik
4-bit atau 8-bit merupakan 2 mode operasi primer. Untuk membuat sebuah aplikasi
interface LCD, menentukan mode operasi merupakan hal yang paling penting.

Mode 8-bit sangat baik digunakan ketika kecepatan menjadi keutamaan dalam
sebuah aplikasi dan setidaknya minimal tersedia 11 pin I/O (3 pin untuk kontrol, 8 pin
untuk data). Sedangkan mode 4 bit minimal hanya membutuhkan 7-bit (3 pin untuk
kontrol, 4 pin untuk data). Bit RS digunakan untuk memilih apakah data atau instruksi
yang akan ditransfer antara mikrokontroller dan LCD. Jika bit ini di set (RS = 1), maka
byte pada posisi kursor LCD saat itu dapat dibaca atau ditulis. Jika bit ini di reset (RS
= 0), merupakan instruksi yang dikirim ke LCD atau status eksekusi dari instruksi
terakhir yang dibaca.

untuk gambar skematik LCD 16x2 adalah sebagai berikut:


Gambar 2.4 Skematik LCD 16x2

I2C (Inter Integrated Circuit)


I2C digunakan untuk meminimalkan penggunaaan pin pada saat menggunakan
display LCD 16x2. Normalnya sebuah LCD 16x2 akan membutuhkan sekurang-
kurangnya 8 pin, namun dengan I2C hanya akan dibutuhkan 4 pin.

Gambar 2.5 I2C (Inter Integrated Circuit)


C. Push Button
Push button switch (saklar tombol tekan) adalah perangkat / saklar sederhana
yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik dengan
sistem kerja tekan unlock (tidak mengunci). Sistem kerja unlock disini berarti saklar
akan bekerja sebagai device penghubung atau pemutus aliran arus listrik saat tombol
ditekan, dan saat tombol tidak ditekan (dilepas), maka saklar akan kembali pada
kondisi normal.
Sebagai device penghubung atau pemutus, push button switch hanya memiliki
2 kondisi, yaitu On dan Off (1 dan 0). Istilah On dan Off ini menjadi sangat penting
karena semua perangkat listrik yang memerlukan sumber energi listrik pasti
membutuhkan kondisi On dan Off.
Karena sistem kerjanya yang unlock dan langsung berhubungan dengan
operator, push button switch menjadi device paling utama yang biasa digunakan
untuk memulai dan mengakhiri kerja mesin di industri. Secanggih apapun sebuah
mesin bisa dipastikan sistem kerjanya tidak terlepas dari keberadaan sebuah saklar
seperti push button switch atau perangkat lain yang sejenis yang bekerja mengatur
pengkondisian On dan Off.

Gambar 2.6 Push Button

Spesifikasi Push Button


1. Voltase input : 24VDC
2. Alarm Current : 100mA
3. Ukuran : 138mm X 70mm
4. Berat : 270g
5. Joint Volume : DC-30V 1A

Fungsi Kerja
Gambar 2.7 Fungsi Kerja Push Button

Berdasarkan fungsi kerjanya yang menghubungkan dan memutuskan, push


button switch mempunyai 2 tipe kontak yaitu NC (Normally Close) dan NO
(Normally Open).

1. NO (Normally Open), merupakan kontak terminal dimana kondisi


normalnya terbuka (aliran arus listrik tidak mengalir). Dan ketika tombol
saklar ditekan, kontak yang NO ini akan menjadi menutup (Close) dan
mengalirkan atau menghubungkan arus listrik. Kontak NO digunakan
sebagai penghubung atau menyalakan sistem circuit (Push Button ON).
2. NC (Normally Close), merupakan kontak terminal dimana kondisi
normalnya tertutup (mengalirkan arus litrik). Dan ketika tombol saklar push
button ditekan, kontak NC ini akan menjadi membuka (Open), sehingga
memutus aliran arus listrik. Kontak NC digunakan sebagai pemutus atau
mematikan sistem circuit (Push Button Off).

D. Resistor

Komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang
mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan
umumnya terbuat dari bahan karbon. Dari hukum Ohms diketahui, resistansi berbanding
terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor
disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol (Omega).

Resistor dalam teori dan prakteknya di tulis dengan perlambangan huruf R. Dilihat
dari ukuran fisik sebuah resistor yang satu dengan yang lainnya tidak berarti sama besar
nilai hambatannya. Nilai hambatan resistor di sebut resistansi.

Gambar 2.8 Resistor

E. Kabel Jumper

Kabel jumper atau kabel penghubung merupakan penghubung kaki-kaki komponen


IC, resistor, kapasitor, diode, dan komponen-komponen elektronika lainnya baik ke
breadboard maupun ke arduino.
Gambar 2.9 Kabel jumper

F. Breadboard

Solderless breadboard atau singkatnya breadboard, atau ada yang menyebutnya


protoboard, adalah papan yang berisi lobang dan sambungan yang disusun sedemikian rupa
yang digunakan untuk membuat rangkaian elektronik tanpa perlu menyolder. Tanpa
breadboard, kita harus menyambung kaki-kaki komponen dengan kabel atau menyoldernya
di atas PCB. Untuk kebutuhan pembuatan prototype atau belajar Arduino hal tersebut tidak
efisien.

Gambar 2.10 Breadboard.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Perancangan Mimbar Acrilik Penghitung Rakaat


A. Desain gambar teknik

Gambar 3.1 Mimbar Acrilik Penghitung Rakaat

B. Flowchart

Alur penjelasan perancangan mimbar acrilik penghitung rakaat sholat.


Gambar 3.2 Flowchart mimbar acrilik penghitung rakaat sholat

3.2 Cara Kerja Mimbar Acrilik Penghitung Rakaat Sholat.


Pada gambar flowchart di atas dapat kita jelaskan Mimbar Acrilik Penghitung
Rakaat Sholat yaitu sebagai berikut :

Setiap 2 sujud merupakan 1 rokaat sujud, di mana saat objek di tekan pada push
button maka masuk sinyal pada mikrokontroller Arduino Mega 2560. Setiap Arduino
merupakan sinyal prosessing yang akan mengelolah sinyal yang akan diteruskan ke LCD,
dimana LCD merupakan ouput, maka dari itu pada LCD akan menampilkan hasil dari objek
tersebut. Lalu pada saat menekan resset maka akan menghitung ulang rokaat mulai dari
awal.

3.3 Pemasangan Komponen

Berikut ini merupkana skema setiap komponen pada Mimbar Acrilik Penghitung
Rakaat Sholat dimana digunakan kabel jumper untuk menghubungkan setiap kaki
komponen dengan arduino Mega maupun breadboard arduino.

Gambar 3.3 Pemasangan Komponen


3.4 Kode Pemograman

Dibawah ini merupakan kode pemograman dari Mimbar Acrilik Penghitung Rakaat
Sholat yang akan di upload pada Arduino mega 2560 :
Penjelasan dari koding

const int switchPin = 7; menjelaskan bahwa input pushbutton menggunakan pin


digital nomor 7.
int hits = 0; int switchState = 0; int prevSwitchState = 0; merupakan penentuan
kondisi awal saat sistem berjalan.
LiquidCrystal_I2C lcd(0x3F, 16, 2); merupakan pengalamatan dari LCD 16x2.

lcd.begin(); untuk memulai tampilan dari LCD.


pinMode(switchPin,INPUT); merupakan penentuan switchPin sebagai input.
lcd.clear(); untuk menghilangkan tampilan.
lcd.setCursor(0, 0); untuk menentukan tampilan LCD pada baris pertama.
lcd.print(" KALAU SHOLAT") merupakan kata yang akan muncul pada
barisan pertama.
lcd.setCursor(0, 1); untuk menentukan tampilan LCD pada baris yang kedua.
lcd.print(" YANG KHUSUK"); kata yang akan muncul pada barisan ke dua.

void loop() untuk menuliskan fungsi dari program


switchState = digitalRead(switchPin); dimana switchState merupakan hasil dari
pembacaan digital pada switchPin,
if (switchState != prevSwitchState) { merupakan fungsi untuk membandingkan
switchState dengan preswitchState.
if (switchState == LOW) merupakan jika switcState tidak di tekan maka
logikanya adalah off atau 0.
hits = hits + 1; jika push button di tekan sekali maka akan bertambah satu di
setiaptekanan 1 pada push button selalu bertambah 1.
lcd.setCursor(0, 0); dan lcd.print("RAKAAT:"); kata yang akan muncul pada
baris pertama di LCD.
if( hits == 2){ lcd.setCursor(0, 1); lcd.print("Satu");} kondisi pada saat push
button telah di tekan 2 kali maka akan menampilkan pada barisan kedua di
LCD yaitu berupa tulisan Satu.

3.5 Hasil Pembuatan Mimbar Acrilik Penghitung Rakaat Sholat.

Dibawa ini merupakan hasil jadi dari pembuatan Mimbar Acrilik Penghitung Rakaat
Sholat
Gambar 3.4 Tampilan awal saat belum di tekan

Gambar 3.5 Tampilan saat di tekan satu kali


Gambar 3.6 Tampilan saat di tekan 2 kali
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari penulisan laporan pembuatan mimbar acrilik penghitung rakaat sholat ini
dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :

1. Mimbar Acrilik penghitung rakaat sholat merupakan alat untuk mengingatkan


imam atau mamum agar tidak lupa pada rakaat yang sedang di laksanakannya.

4.2 Saran

Mudah-mudahan alat dapat di terapkan dan di komersilkan di setiap masjid ataupun


mushola.