Anda di halaman 1dari 9

STRATEGI MENGHADAPI

PERSAINGAN
PASAR GLOBAL
Posted onFebruary 13, 2016 by lindapermatahalim
ABSTRAK

Pasar global merupakan kegiatan yang yang bertujuan untuk memajukan Negara.
Adanya pasar global bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat luas dan lebih
merata. Pasar global adalah pilihan strategis yang menarik bagi perusahaan, akan
tetapi bukanlah sumber daya strategis satu-satunya. Faktanya, untuk banyak
perusahaan, yang mampu bersaing dengan sukses di pasar global sekalipun, adalah
penting bagi mereka untuk tetap memperhatikan pasar domestik. Negara yang masuk
kedalam pasar global tersebut bisa tidak bisa harus menghadapi sebuah kompetisi atau
persaingan. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan diseluruh dunia ditantang
untuk menjadi lebih bersaing secara strategis dalam pasar domestic mereka.
Bagaimanapun, karena patokan untuk bersaing secara strategis berhubungan drngan
standard global, perusahaan yang meningkatkan kemampuan untuk persaingan
domestic secara bersamaan ikut pula meningkatkan daya bersaing global mereka.
Didalam usaha-usaha dalam menghadapi persaingan pasar global tersebut, semakin
maksimal usaha yang dilakukan, maka semakin besar pula daya saing yang akan
dihadapi. Dengan keadaan tersebut, terdapat dua kemungkinan yang akan dialami oleh
suatu Negara, yaitu menjadi perusahaan yang tumbang dan terkapar atau menjadi
perusahaan yang akan semakin maju dan berkembang. Dengan persaingan tersebut,
maka suatu Negara membutuhkan sebuah Strategi yang dapat menyongsong kemajuan
Negara. Karena Negara yang tidak memiliki kesiapan strategi dan mampu bersaing
dalam menghadapi pasar global tersebut, akan tergerus dan terpinggirkan. Strategi
yang dapat dilakukan dalam menghadapi persaingan pasar global yaitu dalam bidang
harga, produk, pemasaran, dan strategi lainnya.

Key Word (Kata Kunci) : Pasar Global, Persaingan, Strategi.

PENDAHULUAN
Persaingan Global merupakan suatu tahapan perkembangan fenomena budaya yang
mau tak mau harus dilalui oleh perjalanan peradaban maupun sendi-sendi kehidupan
manusia. Yang penting adalah, bagaimana menyikapi dan mempersiapkan diri
menyongsong datangnya fenomena tersebut.

Negara-negara di Eropa dalam menyikapi pasar global yaitu


dengan menumbuhkembangkan dan meningkatkan kelompok usaha kecil dan
menengah. Kebijakan untuk lebih memusatkan arah pandangan ke usaha kecil dan
menengah (UKM) telah menjadi kecenderungan waktu itu, di mana semakin
banyaknya dan meratanya peranan UKM tersebut, maka dinamika perekonomian akan
lebih cepat meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas dengan lebih merata.

Selanjutnya, ini bisa menjadi pandangan bagi negara-negara lain, bahwa UKM lebih
bisa diandalkan karena merupakan simbol kemandirian suatu negara. Akan tetapi,
seberapapun besar skala usaha yang dijalankan pada saat ini, akan selalu dihadapkan
pada permasalahan yang kadang membuat usaha tumbang dan terkapar, yaitu
persaingan. Semakin maju dan berkembang perekeonomian dalam suatu negara, maka
akan semakin ketat pula persaingan.

UMKM merupakan Usaha yang disebut dengan usaha emas. Hal ini dibuktikan pada
saan krisis moneter, UMKM mampu bertahan dan berkembang.

Perusahaan-perusahaan Indonesia dituntut mampu bersaing secara profesional pada


skala dunia (global) supaya dapat tetap survive dan bahkan berkembang. Kotter
(1992) mengingatkan bahwa globalisasi pasar dan kompetisi menciptakan suatu
perubahan yang sangat besar. Strategi yang tepat harus diaplikasi untuk meraih
keberhasilan melalui pemanfaatkan peluang-peluang yang ada pada lingkungan bisnis
yang bergerak cepat dan semakin kompetitif.

Banyak perusahaan-perusahaan di dunia dan di Indonesia telah menyadari hal tersebut


dan memilih strategi perusahaan yang tepat. Namun tidak sedikit pula dari mereka
yang tidak memperhitungkan implikasi langsung strategi perusahaan tersebut terhadap
sumber daya manusia. Negara yang tidak memiliki kesiapan strategi dan mampu
bersaing dalam menghadapi pasar global tersebut, akan tergerus dan terpinggirkan.

Lalu bagaimanakah sebaiknya strategi usaha atau perusahaan di Indonesia dalam


menghadapi kompetisi pasar global tersebut.
PEMBAHASAN

Pasar Global

Pasar global adalah kebijakan dimana Pemerintah tidak melakukan diskriminasi


terhadap impor dan mengganggu ekspor. Kebijakan pasar bebas tidak berarti
pemerintah meninggalkan semua control dan pajak impor dan ekspor, melainkan
bahwa menahan diri dari tindakan yang khusus dirancang untuk menghambat
perdagangan, seperti hambatan tarif, pembatasan mata uang, dan kuota impor.

Pasar global adalah pilihan strategis yang menarik bagi perusahaan, akan tetapi
bukanlah sumber daya strategis satu-satunya. Faktanya, untuk banyak perusahaan,
yang mampu bersaing dengan sukses di pasar global sekalipun, adalah penting bagi
mereka untuk tetap memperhatikan pasar domestik.

Dengan demikian, perusahaan-perusahaan diseluruh dunia ditantang untuk menjadi


lebih bersaing secara strategis dalam pasar domestic mereka. Bagaimanapun, karena
patokan untuk bersaing secara strategis berhubungan dengan standard global,
perusahaan yang meningkatkan kemampuan untuk persaingan domestic secara
bersamaan ikut pula meningkatkan daya bersaing global mereka.

Strategi Menghadapi Persaingan Pasar Global

1. Pemilihan Produk
Terdapat tiga kategori produk dalam kontinum lokal sampai global: produk lokal,
produk internasional, dan produk global.

Produk Lokal adalah produk yang dalam konteks perusahaan tertentu. Produk
Internasional adalah produk yang dianggap mempunyai potensial untuk diperluas
kesejumlah pasar nasional. Produk global adalah produk yang dirancang untuk
memenuhi kebutuhan pasar global.
Dalam memilih produk yang akan dipasarkan ke pasar global, sebaiknya memilih
produk sebagai berikut :

Produk yang mampu bersaing dalam segi kualitas.


Tingkatkan diferensiasi produk dengan menambahkan keunggulan pada sebuah
produk, atau bangun awareness terhadap keunggulan yang ada dan manfaatnya.
Tekankan adanya resiko pada harga yang murah.
Memilih produk yang The First, The Best, dan
Penemuan Produk. Kalau pelanggan potensial tidak sanggup membeli suatu
produk, strategi yang ditunjukkan adalah penemuan. Dengan kata lain, sebuah
perusahaan mungkin perlu mengembangkan rancangan produk yang baru
seluruhnya untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan dengan biaya dapat
dijangkau oleh pelanggan potensial.

2. Perang Harga
Strategi penetapan harga yang efektif untuk pasar internasional adalah strategi yang
dipengaruhi oleh persaingan dan biaya dalam mengambil keputusan menyankut harga.
Empat langkah yang menentukan harga dasar:

1). Menetapkan elastisitas harga dari permintaan.

2). Buat perkiraan biaya tetap dan variable dari proses manufaktur dengan volume
penjualan yang diproyeksikan. Biaya adaptasi produk harus diperhitungkan.

3). Tetapkan semua biaya yang berhubungan dengan program pemasaran.

4). Pilih harga yang memberikan marjin kontribusi paling tinggi.

Dari empat penentuan harga diatas, maka dapat digunakan sebagai acuan dalam
penetapan harga dalam persaingan pasar global. Selain itu, strategi lain yang dapat
menyongsong persaingan dalam bidang harga yaitu :

Gunakan sistem Dumping, tawarkan everyday low price atau menjual produk
lebih rendah daripada yang biasanya dikenalkan pada produk yang sama di
pasar domestic atau di Negara asal. Tunjukan bahwa Indonesia memiliki
keunggulan biaya dimata pesaing (cost advantage)
Harga Komplek. Tawarkan harga paket (bundled prices), paket harga dua
produk (two-part pricing), kuantiti diskon, harga promosi, atau program
loyalitas untuk beberapa produk, beli dua dapat satu.
Sesuaikan harga produk regular dalam merespon perubahan harga pesaing atau
potensi lain untuk memasuki pasar.

3. Mengembangkan Modal Manusia


Mengacu pada pengetahuan dan kemampuan tenaga kerja perusahaan. Dengan kata
lain, karyawan dipandang sebagai sumber modal. Salah satu sarana mengembangkan
modal manusia ialah program pelatihan dan pengembangan.

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan suatu hal yang urgen.
Kualitas SDM berhubungan dengan produk yang dihasilkan, jika diproduksi oleh
SDM yang berkualitas, maka produk yang dihasilkan adalah produk yang berkualitas.

4. Moving, Caring, dan Inovating.


Moving adalah kemampuan perusahaan untuk mengadaptasikan antara harapan
konsumen terhadap suatu produk dan kemampuan untuk memenuhinya. Kemampuan
perusahaan dalam memenuhi permintaan konsumen yang akan menang dalam
persaingan.
Dalam mewujudkan semua keiginan konsumen ini, agar berhasil baik, moving harus
disertai dengan caring dan inovating. Yang dimaksud dengan caring adalah
kepedulian kepada konsumen. Dalam tahap caring ini perusahaan berusaha
memahami sebaik mungkin apa yang dibutuhkan konsumen.
Untuk mewujudkan keinginan konsumen tersebut, inovasi dalam bidang produk
meliputi kelengkapan produk dan juga teknologi terbaru. Inovasi ini tentunya hanya
akan berhasil dipasaran apabila proses caring berjalan bagus. Dengan adanya loyalitas
ini persaingan usaha menjadi tidak begitu berat, tinggal bagaimana kita menjaga
pelangan.

5. Strategi Pemasaran
Komunikasi Pemasaran (Periklanan)
Periklanan dapat didefinisikan sebagai komunikasi yang disponsori, yang ditempatkan
dalam media massa dengan bayaran tertentu. Strategi dalam periklanan suatu produk
dapat dilakukan dengan :

Gunakan iklan yang efektif dan kreatif.


Karena produk sering kali berada pada tahap yang berbeda dalam daur hidupnya
diberbagai pasar nasional, dan terdapat perbedaan budaya, sosial, dan ekonomi yang
mendasar di pasar, maka daya tarik yang paling efektif untuk suatu produk mungkin
bervariasi dari pasar yang satu ke pasar yang lain.

Pengarahan Seni.
Ini memperhatikan presentasi visual (bahasa tubuh) periklanan cetak dan disiarkan.

Hanya dialog atau narasi pendek yang dipergunakan dalam iklan televisi,
dengan isi penjelasan minimal. Semakin banyak seseorang berbicara, orang lain
semakin kurang memercayai.
Humor digunakan untuk menciptakan ikatan perasaan bersama.

6. Keunggulan Lokasi
Perusahaan mendirikan fasilitas diberbagai Negara untuk menekan biaya dasar barang
atau jasa yang dihasilkan. Misalnya, mereka mungkin memiliki akses yang lebih
mudah terhadap biaya tenaga kerja murah, energi dan sumber daya alam lainnya.

Keunggulan lokasi lainnya termasuk akses kepada peralatan atau sumber daya penting
dan kepada pelanggan.

7. Strategi Aliansi
Strategi Aliansi dan perjanjian kerjasama adalah kekuatan yang bermanfaat dan
berarti bagi perusahaan dalam industri yang sama untuk bersaing pada skala global
dengan tetap menjaga kebebasan mereka. Menyusun kerjasama perusahaan dalam
negeri dalam perusahaan asing dengan strategi yang matang, dengan alasan sebagai
berikut :
1). Untuk merebut persaingan dalam produksi atau pemasaran, penurunan harga dapat
menjadi perbedaan, dan itu memberikan memberikan perusahaan pada harga yang
bersaing.

2). Untuk mengisi celah dalam keahlian dan pengetahuan teknik dari pasar lokal
(kebiasaan membeli dan pemilihan produk dari konsumen, kebiasaan lokal dan
seterusnya).

Kerjasama antara perusahaan lokal dengan perusahaan asing yang mempunyai


kelebihan, bagaimanapun kolaborasi antar perusahaan yang tidak terikat, dengan
motif yang berbeda-beda dan mungkin dengan tujuan yang bertentangan, itu tidak
mudah. Tanpa penambahan kekuatan, melakukan hubungan yang dingin dan
mengharapkan untuk mendapatkan keuntungan takkan pernah terwujud.

Manfaatkan kemungkinan kerjasama. Bentuk strategic partnersip dengan


menawarkan kerjasama ekslusif dengan supplier, reseller, atau penyedia jasa yang
berhubungan dengna bisnis anda.

8. Strategi Pemayaran Pasar


Tujuan strategi pemayaran pasar adalah memperoleh tingkat hasil imbalan yang tinggi
seraya mempertahankan tingkat komitmen sumber daya yang rendah. Perusahaan
yang mengikuti strategi ini memilih target pasar yang lebih mudah tersedia sambil
meminimalkan risiko dan investasinya. Metode masuk pasarnya lebih sering dengan
pengeksporan atau pemberian lisensi.

Keberhasilan strategi ini sangatlah tergantung pada pilihan agen, distributor, atau
licensees. Tanggung jawab pemasaran dan distribusi jatuh ke tangan mitra di luar
negeri. Perusahaan akan berupaya mematok harga yang tinggi guna menangguk
marjin tinggi.

9. Memandang Kompetisi sebagai Sebuah Energi


Kata KOMPETISI banyak ditafsirkan sebagai sebuah drama yang selalu melahirkan
Pemenang sekaligus mencetak sekumpulan Orang Kalah. Sebagai
konsekuensinya, Pemenang akan ditafsirkan sebagai sosok yang menjulang di
puncak kejayaan, yang akan dipandang dengan wajah menengadah oleh kaum
Terkalahkan. Sungguh menyedihkan bila alam semesta ini pada akhirnya dikotak-
kotakkan sebagai winner-looser.

Tuhan Sang Pencipta alam semesta ini sudah menyerukan untuk Berlomba-lomba di
dalam kebaikan. Ini artinya, hakikat sejati dari kompetisi akan jauh lebih dalam dari
sekedar menang-kalah. Ada energi positif yang sangat besar, yang mengandung
berjuta manfaat, yang dikandung oleh drama bernama KOMPETISI ini.

Kompetisi dapat diartika sebagai sebuah bentuk Pusaran. Dimana Sang pemenang
adalah pusat orbitnya, sementara peserta lainnya akan berputar mengelilinginya.
Tidak ada istilah kalah-menang di sini, karena kewajiban sang pemenang adalah
membagi ilmunya, membagi pengalamannya, menebar energi positifnya, kepada siapa
saja yang mengorbit di sekelilingnya. Sedangkan kewajiban peserta lainnya adalah
membuka diri untuk menyerap energi, menyerap ilmu, menyerap pengalaman dari
sang pusat orbit, sang pemenang. Inilah sebuah bentuk SINERGI.

Dengan pandangan demikian, maka Negara Indonesia akan lebih siap dan Optimis
dalam menghadapi Pasar Global.

PENUTUP

Pasar global adalah kebijakan dimana Pemerintah tidak melakukan diskriminasi


terhadap impor dan mengganggu ekspor. Kebijakan pasar bebas tidak berarti
pemerintah meninggalkan semua control dan pajak impor dan ekspor, melainkan
bahwa menahan diri dari tindakan yang khusus dirancang untuk menghambat
perdagangan, seperti hambatan tarif, pembatasan mata uang, dan kuota impor.

Globalisasi pasar dan kompetisi menciptakan suatu perubahan yang sangat besar.
Strategi yang tepat harus diaplikasi untuk meraih keberhasilan melalui pemanfaatkan
peluang-peluang yang ada pada lingkungan bisnis yang bergerak cepat dan semakin
kompetitif.

Banyak perusahaan-perusahaan di dunia dan di Indonesia telah menyadari hal tersebut


dan memilih strategi perusahaan yang tepat. Namun tidak sedikit pula dari mereka
yang tidak memperhitungkan implikasi langsung strategi perusahaan tersebut terhadap
sumber daya manusia. Negara yang tidak memiliki kesiapan strategi dan mampu
bersaing dalam menghadapi pasar global tersebut, akan tergerus dan terpinggirkan.

Strategi yang dilakukan berupa strategi dalam faktor Harga, Produk, Sumber Daya
Manusia, Pemasaran, Kerja sama, dan pandangan terhadap persaingan untuk
menumbuhkan energi dalam bersaing.