Anda di halaman 1dari 9

1

BAB I
LANDASAN TEORI

1.1 Definisi Kewirausahaan

Topik mengenai kewirausahaan merupakan topik yang sedang hangat,


karena merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk mengembangkan sikap
dan kemampuan berwirausaha. Menurut Hisrich et al., dalam Wijanto (2009:3)
Kewirausahaan merupakan sebuah proses menciptakan sesuatu yang baru dan
bernilai, dengan memanfaatkan usaha dan waktu yang diperlukan, dengan
memperhatikan risiko sosial, fisik, dan keuangan, dan menerima imbalan dalam
bentuk uang dan kepuasan personal serta independensi. Dari definisi ini dapat
dilihat adanya empat aspek dasar dari kewirausahaan yaitu :

1. Kewirausahaan melibatkan proses penciptaan. Proses penciptaan disini


berarti menciptakan sesuatu yang baru. Penciptaan harus memiliki sebuah
nilai, baik untuk wirausaha sendiri maupun orang lain.
2. Kewirausahaan memerlukan waktu dan usaha. Hanya mereka yang melalui
proses kewirausahaan menghargai waktu dan usaha yang mereka gunakan
untuk menciptakan sesuatu yang baru.
3. Kewirausahaan memiliki risiko tertentu. Risiko ini mengambil berbagai
bentuk pada area keuangan, psikologi, dan sosial.
4. Kewirausahaan melibatkan imbalan sebagai wirausaha. Imbalan yang
penting adalah independensi, diikuti oleh kepuasan pribadi.

Menurut Coulter (Suryana dan Kartib, 2011: 25) kewirausahaan sering dikaitkan
dengan proses, pembentukan atau pertumbuhan suatu bisnis baru yang
berorientasi pada pemerolehan keuntungan, penciptaan nilai, dan pembentukan
produk atau jasa baru yang unik dan inovatif.

Zimmerer (Kasmir, 2011: 20) menyatakan bahwa kewirausahaan adalah suatu


proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan
menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha). Senada dengan
2

pendapat tersebut, Ropke (Suryana dan Kartib, 2011:25) mengemukakan bahwa


kewirausahaan merupakan proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi baru)
dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang telah ada (inovasi), tujuannya
adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat.
Meredith (Suryana, 2008: 17) mengemukakan bahwa:

Berwirausaha berarti memadukan watak pribadi, keuangan, dan sumber


daya. Oleh karena itu, berwirausaha merupakan suatu pekerjaan atau karier
yang harus bersifat fleksibel dan imajinatif, mampu merencanakan,
mengambil risiko, keputusan, dan tindakan untuk mencapai tujuan.

Pengertian dan definisi wirausaha menurut para ahli. Wirausaha atau


kewirausahaan adalah kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir
dan bathin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang mengejar
peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dituntut untuk
mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu
kreatifitas. Dan berikut pengertian dan definisi kewirausahaan menurut beberapa
para ahli :

1. Peter F Drucker kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan


berbeda (ability to create the new and different) .
2. Arif F. Hadipranata wirausaha adalah sosok pengambil risiko yang
diperlukan untuk mengatur dan mengelola bisnis serta menerima
keuntungan financial ataupun non uang.
3. Thomas W Zimmerer kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan
keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan
peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari.
4. Kathleen mengemukakan bahwa wirausaha adalah orang yang mengatur,
menjalankan, dan menanggung risiko bagi pekerjaan-pekerjaan yang
dilakukannya dalam dunia usaha.
5. Andrew J Dubrin wirausaha yaitu seseorang yang mendirikan dan
menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who
founds and operates an innovative business).
3

6. Robbin & Coulter Entrepreneurship is the process whereby an individual


or a group of individuals uses organized efforts and means to pursue
opportunities to create value and grow by fulfilling wants and need through
innovation and uniqueness, no matter what resources are currently
controlled. Kewirausahaan adalah proses dimana seorang individu atau
kelompok individu menggunakan upaya terorganisir dan sarana untuk
mencari peluang untuk menciptakan nilai dan tumbuh dengan memenuhi
keinginan dan kebutuhan melalui inovasi dan keunikan, tidak peduli apa
sumber daya yang saat ini dikendalikan.

Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil


Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:

1. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan


kemampuan kewirausahaan.
2. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang
dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari,
menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru
dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang
lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan


sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan
menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang wirausaha dalam
melaksanakan usaha/kegiatan.

Kewirausahaan dilihat dari sumber daya yang ada di dalamnya adalah


seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan asset
lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada
sebelumnya dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi,
dan aturan baru.
4

Kewirausahaan dalam arti proses yang dinamis adalah kewirausahaan


merupakan sebuah proses mengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu
yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan
dana pendukung, fisik, dan resiko social, dan akan menerima reward yang berupa
keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal. Melalui pengertian tersebut
terdapat empat hal yang dimiliki oleh seorang wirausahawan yakni :

1. Proses berkreasi yakni mengkreasikan sesuatu yang baru dengan


menambahkan nilainya. Pertambahan nilai ini tidak hanya diakui oleh
wirausahawan semata namun juga audiens yang akan menggunakan hasil
kreasi tersebut.
2. Komitmen yang tinggi terhadap penggunaan waktu dan usaha yang
diberikan. Semakin besar fokus dan perhatian yang diberikan dalam usaha
ini maka akan mendukung proses kreasi yang akan timbul dalam
kewirausahaan.
3. Memperkirakan resiko yang mungkin timbul. Dalam hal ini resiko yang
mungkin terjadi berkisar pada resiko keuangan, fisik dan resiko sosial.
4. Memperoleh reward. Dalam hal ini reward yang terpenting adalah
independensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan pribadi.
Sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai suatu bentuk
derajat kesuksesan usahanya.

1.2 Definisi Wirausaha (Entrepreneur)

Ada banyak pemahaman mengenai apa itu wirausaha, ada yang menganggap
sebagai orang yang berhasil mengambil resiko, orang yang berani menghadapi
ketidakpastian, orang yang membuat rencana kegiatan sendiri, atau orang yang
menciptakan kegiatan usaha dan kegiatan industri yang sebelumnya tidak ada
(Alma, 2010: 25). Menurut Alma (2010: 5), wirausaha adalah seorang innovator,
sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melihat peluang-peluang,
mempunyai semangat, kemampuan dan pikiran untuk menaklukan cara berpikir
lamban.
5

Menurut Kuratko (2009: 21), wirausaha merupakan proses dinamis dari visi,
perubahan, dan penciptaan yang membutuhkan usaha dan semangat terhadap
penciptaan dan implementasi ide baru dan solusi kreatif. Secara terperinci Kuratko
(2009: 4) menjelaskan bahwa wirausaha adalah seorang innovator atau
pengembang yang mampu mengenali dan mengambil peluang; mengubah
peluang tersebut menjadi ide yang workable/marketable; penambahan nilai pada
ide tersebut melalui waktu, usaha, uang, atau keterampilan; mampu melihat resiko
dari lingkungan yang kompetitif sebagai pertimbangan dari keputusan
implementasi ide tersebut; dan mampu mengidentifikasi hasil atau penghargaan
dari usaha yang dilakukan.

Seperti yang dijelaskan Kuratko, menurut Meredith (Suryana dan Kartib,


2011: 28), wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat
dan menilai kesempatan usaha mengumpulkan serta sumber daya yang
dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan
yang tepat guna memastikan kesuksesan. Zimmerer, Scarborough, dan Wilson
(2008: 4) menyatakan bahwa:

Wirausahawan adalah seseorang yang menciptakan bisnis baru dengan


mengambil risiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan
pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang signifikan dan
menggabungkan sumber daya yang diperlukan sehingga sumber daya-
sumber daya itu bisa dikapitalisasikan.

Menurut Dewanti (2008: 4) wirausahawan adalah orang yang menciptakan


bisnis dengan mengambil resiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan
dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang dan menggabungkan
sumber daya yang diperlukan untuk mendirikannya. Pendapat senada
disampaikan oleh Steinhoff dan Burgess (Suryana dan Kartib,2011: 27) yang
menyatakan bahwa wirausaha merupakan orang yang mengorganisasi,
mengelola, dan berani menanggung risiko untuk menciptakan usaha baru dan
peluang berusaha.
6

Suryana (2008: 3) menyatakan bahwa wirausaha adalah orang yang berani


menghadapi risiko dan menyukai tantangan. Kasmir (2011:19) juga
mengungkapkan hal serupa bahwa wirausahawan (entrepreneurs) adalah orang
yang berjiwa berani mengambil risiko membuka usaha dalam berbagai
kesempatan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa wirausaha adalah seseorang yang berani


mengambil resiko dan memiliki kemampuan untuk melihat dan mengevaluasi
peluang bisnis, serta mampu memperoleh sumber daya yang diperlukan untuk
mengambil keunggulan darinya dan berinisiatif mengambil tindakan yang tepat
untuk mencapai kesuksesan.

1.3 Keuntungan dan Kelemahan Menjadi Wirausaha

Pengambilan keputusan menjadi wirausaha memiliki sisi positif dan negatif


yang dapat disebut sebagai keuntungan dan kelemahan menjadi wirausaha.
Menurut Dewanti (2008: 9) manfaat menjadi wirausahawan dan pemilik bisnis
yaitu:
1. Peluang untuk mengendalikan diri sendiri untuk menentukan sasaran
yang penting.
2. Kesempatan melakukan perubahan yang dianggap penting.
3. Peluang untuk menggunakan potensi sepenuhnya. Bisnis merupakan alat
aktualisasi diri dimana pertumbuhan diri hanya dibatasi oleh bakat dan
kekuatan sendiri.
4. Peluang untuk meraih keuntungan tanpa batas.
7

Tabel 1.1 Perbandingan Manfaat Antara Pekerja dan Pengusaha

URAIAN PEKERJA PENGUSAHA


Hasil minimal yang Gaji + tunjangan Keuntungan perusahaan
diterima
Hasil maksimal yang Bonus atau insentif Laba dari total omset
akan diterima bila Invetaris kendaraan Investasi aktiva tetap
mencapai target dari (milik sendiri)
pekerjaan (kontribusi ke
perusahaan)
Pendapatan dari usaha Sebagian kecil milik Sebagian besar milik
pribadi perusahaan

Sumber : Hendro et, al (2006 : 38)

5. Peluang untuk berperan bagi masyarakat dan medapatkan pengakuan atas


usaha sendiri. Memberikan citra yang baik bagi perekonomian nasional
atau masyarakat sekitarnya adalah kepuasan pribadi baginya.
6. Peluang melakukan sesuatu yang disukai.

Pendapat serupa juga disampaikan Alma (2010: 4) keuntungan menjadi


wirausaha adalah:

1. Terbuka peluang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri.


2. Terbuka peluang untuk mendemonstrasikan kemampuan serta potensi
seseorang secara penuh.
3. Terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara
maksimal.
4. Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha-usaha
konkrit.
5. Terbuka kesempatan untuk menjadi bos.
8

Lambing dan Kuehl (Suryana, 2009:70) berpendapat bahwa keuntungan


berwirausaha adalah:

1. Otonomi. Pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha


menjadi seorang bos yang penuh kepuasan.
2. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. Tantangan awal atau
perasaan bermotivasi yang tinggi merupakan hal yang menggembirakan.
Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan
keuntungan sangat memotivasi wirausaha.

Ada beberapa kelemahan dalam berwirausaha. Menurut Dewanti (2008:9)


manfaat menjadi wirausahawan dan pemilik bisnis yaitu:

1. Pendapatan yang tidak pasti


2. Resiko kehilangan seluruh investasi.

Tabel 1.2. Perbandingan Risiko Antara Pekerja dan Pengusaha

URAIAN PEKERJA PENGUSAHA


Minimal Diberi peringatan (SP) Rugi kecil atau tidak
untung
Sedang PHK Rugi besar
Maksimal Tidak/belum mendapat Bangkrut, namun sebelum
pekerjaan lagi bangkrut pekerja yang
tidak berpotensi akan
diberhentikan dahulu agar
tidak bangkrut untuk
diganti dengan yang lebih
baik

Sumber : Hendro et, al (2006 : 38)

3. Bekerja lama dan kerja keras.


4. Mutu hidup yang rendah sampai bisnisnya mapan.
9

5. Ketegangan mental yang tinggi yang terjadi akibat penanaman modal


yang berdampak pada kekhawatiran akan terjadinya bangkrut.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Alma (2010:4), kelemahan


berwirausaha yaitu:

1. Memperoleh pendapatan yang tidak pasti, dan memikul berbagai risiko.


2. Bekerja keras dan waktu/jam kerjanya panjang.
3. Kualitas kehidupannya masih rendah sampai usahanya berhasil, sebab dia
harus berhemat.
4. Tanggung jawabnya semakin sangat besar, banyak keputusan yang harus
dia kurang menguasai permasalahan yang dihadapinya.

Kelemahan berwirausaha menurut Lambing dan Kuehl (Suryana, 2009:70)


yaitu:

1. Pengorbanan personal. Pada awalnya, wirausaha, harus bekerja dengan


waktu yang lama dan sibuk.
2. Beban tanggung jawab. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis,
baik pemasaran, keungan, personal, maupun pengadaan dan pelatihan.
3. Kecilnya margin keuntungan dan besarnya kemungkinan gagal.
Wirausaha menggunakan sumber dana miliknya sendiri, maka margin
laba/keuntungan yang diperoleh relatif kecil.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa


keuntungan menjadi wirausaha yaitu memiliki kesempatan untuk mencapai
tujuan yang dikehendaki sendiri, memiliki peluang untuk menggunakan potensi
sepenuhnya, membantu masyarakat dengan usaha-usaha yang nyata,
berkesempatan menjadi bos, bebas melakukan apapun pada usahanya, termotivasi
untuk sukses, bebas mengelola keuangan sendiri, dan mendapatkan laba.
Adapun kelemahan menjadi wirausaha yaitu pendapatan tak pasti, jam
kerjanya panjang, tanggung jawab besar yang meliputi semua hal, pada awal
usaha labanya kecil dan memiliki kemungkinan gagal.