Anda di halaman 1dari 3

PUSKESMAS WAWONDULA KECAMATAN

TOWUTI
KABUPATEN LUWU TIMUR
KERANGKA ACUAN KERJA Mengetahui :
Kepala Puskesmas
PROGRAM P2 SURVEILANS Wawondula

PROGRAM
P2 SURVEILANS
H.Sahmuddin, SKM
Nip :
197205021992031007
NO.DOK NO.REVISI : TGL.BERLAKU : HAL :

A. PENDAHULUAN

Survailens epidemiologi merupakan kegiatan yang sangat penting dalam manajemen


kesehatan untuk memberikan dukungan data dan informasi epidemiologi agar pengolaan
program kesehatan dapat berdaya guna secara optimal. Informasi epidemiologi yang
berkualitas, cepat dan akurat merupakan evidence atau bukti untuk di gunakan dalam proses
pengambilan kebijakan yang tepat dalam pembangunan kesehatan. Dalam rangka
pelaksanaan survailans epidemiologi. Direktorat jendral PPM & PL telah membuat beberapa
produk hokum survailans sebagai pedoman pelaksanaan survailans yang perlu di ketahui oleh
semua jajaran kesehatan (Dinas kesehatan provinsi,dinas kesehatan kabupaten/kota,
puskesmas dan rumah sakit) khususnya surveilans serta pihak pihak yang terkait dalam
pelaksanaan survailans
Dasar hukum/ketentuan perundangan dan peraturan dimaksud adalah:
1. Peraturan Pemerintah RI no 25 tahun 2000, Bab II pasal 2 ayat 3. 10.j menyatakan bahwa
salah satu kewenangan pemerintah di bidang kesehatan adalah surveilans epidemiologi
serta pengaturan pemberantasan dan penanggulangan wabah penyakit
2. undang-undang No 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular
3. Surat keputusan menteri kesehatan No 1479 tahun 2003 tentang surveilans terpadu
penyakit
4. Peraturan menteri kesehatan tentang sistem kewaspadaan dini KLB no 949 tahun 2004
5. surat keputusan menteri kesehatan no 1116 tahun 2003 tentang pedoman
penyelenggaraan surveilans epidemiologi kesehatan.

B. LATAR BELAKANG

Untuk menuju Indonesia sehat maka pemerintah mencanangkan program survailans


epidemiologi penyakit, penyelenggaraan survailans epidemiologi kesehatan wajib di lakukan
oleh setiap instasi kesehatan provinsi, instansi kesehatan kabupaten/kota dan lembaga
masyarakat dan swasta baik secara fungsional atau structural. survailans epidemiologi bukan
hanya sekedar pengumpulan data dan penyelidikan KLB saja tetapi kegunaan dari surveilans
epidemiologi lebih dari itu misalnya untuk mengetahui jangkauan dari pelayanan Masalah
kesehatan, untuk meramalkan terjadinya wabah dan masih banyak lagi, manfaat dari
surveilans epidemiologi, umumnya survailans epidemiologi di gunakan untuk:
1. Mengetahui dan melengkapi gambaran epidemiologi dari suatu penyakit
2. Untuk menentukan penyakit mana yang di prioritaskan untuk diobati atau di berantas
3. Untuk meramalkan terjadinya wabah
4. Untuk menilai dan memantau pelaksanaan program pemberantasan penyakit menular
dan program-program kesehatan lainnya seperti program mengatasi kecelakaan, program
kesehatan gigi, program kesehatan gigi, program gizi dan lain lain
C. TUJUAN

a. Tujuan Umum
Tersedianya data dan informasi epidemiologi sebagai dasar manajemen

kesehatan untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan,

pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, program kesehatan dan

peningkatan kewaspadaan serta respon Kejadian Luar Biasa yang cepat

dan tepat
b. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui distribusi, frekekuensi, dan determinan penyakit

di suatu wilayah khususnya di wilayah kerja Puskesmas Wawondula

2. acuan kinerja penyelenggara P2 Surveilans Puskesmas Wawondula dengan harapan


pelaksanaan kegiatan P2 Surveilans dapat dilaksanakan secara efisien serta dapat
meningkatkan kenerja yang tinggi dan bersinergi dengan program program lain.

3. Mendeteksi terjadinya KLB di wilayah kerja Puskesmas Wawondula

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN


Secara rinci program kerja Surveilans Puskesmas Wawondula adalah :
1. Penyusunan KAK dan RAB
2. Penyusunan jadwal kegiatan P2 Surveilans
3. Pelaksanaan kegiatan P2 surveilans
4. Penyelidikan Epidemiologi kasus penyakit yang berpotensi mewabah /KLB
5. Pencatatan dan pelaporan mingguan, bulanan dan kasus KLB

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN DAN SASARAN


Pelaksanaan dilakukan melalui Penyelidikan Epidemiologi, Sistem Kewaspadaan Dini
(SKD), pencatatan dan pelaporan mingguan , bulanan dan kasus KLB bila ada kasus KLB,
analisis data dan evaluasi.
F. Sasaran KAK
- TIM P2
- Pengelolah P2 Surveilans
- Masyarakat

NO KEGIATAN PELAKSANAAN ((BULAN)


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 PE KASUS POTENSIAL KLB X X X X X X X X X X X X Bila ad
kasus
2 REVIEW RECORDING X X X
3 SURVEILANS AKTIF X X
4 PENCATATAN DAN PELAPORAN (W2) X X X X X X X X X X X X Setiap
minggu
5 PENCATATAN DAN PELAPORAN BULANAN X X X X X X X X X X X X
6 KONSULTASI PROGRAM KE DINKES X X
G. JADWAL KEGIATAN SURVEILANS PUSKESMAS WAWONDULA TAHUN 2017

H. MONITORING EVALUASI

1. Evaluasi kasus potensi KLB dilakukan setiap akhir trimester untuk mengetahui

kecenderungan (trend) kasus.


2. Evaluasi pelaporan W2 dilakukan setiap minggu dan di rekap di akhir bulan
3. Evaluasi W1 dilakukan bila ada kasus KLB

I. PENCATATAN DAN PELAPORAN


Pencatatan dan pelaporan dilakukan setiap minggu sesuai format W2 di laporkan setiap
minggu berjalan, Laporan bulanan sesuai format Surveilans terpadu berbasis puskesmas dan
di laporkan setiap akhir bulan. Pencatatan dan pelaporan untuk kasus KLB dibuat sesuai
format W1 bila ada kasus KLB.