Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN EVALUASI

PROGRAM: LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA (LDKS) BAGI


PENGURUS OSIS SMAN 3 BANGKALAN MASA BAKTI 2016-2017

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Evaluasi Program Pendidikan Fisika yang dibimbing oleh
1. Dr. Supriyono Koes Handayanto, M.Pd, M.A
2. Dr. Muhardjito, M.S

OLEH:
Alfianti Nur laili 1603210800392
Evi Oktaviani 1603210800941
Rhischa Assabet Shilla 1603210800193

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
MEI 2017

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan sarana membelajarkan pengetahuan,
ketrampilan, dan sikap. Dalam hal membelajarkan pengetahuan,
ketrampilan, dan sikap ini berlangsung sepanjang hidup. Cara
membelajarkannya bisa dengan formal maupun informal. Cara formal
misalnya dengan menghadiri sekolah sedangkan informal di keluarga.
Kegiatan di sekolah merupakan jembatan atau transisi bagi anak dalam
rangka penanaman nilai-nilai demokrasi dan kepemimpinan dalam diri
seorang anak. Penanaman-penanaman nilai-nilai demokrasi dan
kepemimpinan ini biasanya dilakukan dengan mengajarkan kepada anak
melalui kegiatan kepemimpinan dikelas. Tetapi seiring dengan
perkembangan zaman seringkali kegiatan dikelas dirasa kurang untuk
mengajarkan nilai-nilai tersebut. Oleh karena itu dalam rangka untuk
mengaplikasikan nilai-nilai demokrasi dan kepemimpinan yang telah
diajarkan maka sekolah memberikan sarana kepada siswa berupa
organisasi-organisasi. Organisasi ini bertujuan mengajarkan kepada siswa
untuk memiliki sifat budi pekerti, tanggungjawab, dan disiplin sehingga
diharapkan dapat berguna sebagau bekal siswa yang nantinya akan terjun
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berdasarkan
beberapa organisasi-organisasi yang ada, OSIS merupakan salah satu
organisasi yang dapat melaksanakan nilai-nilai demokrasi dan
kepemimpinan di sekolah, karena OSIS merupakan satu organisasi yang
berada dalam lingkungan sekolah.
OSIS merupakan organisasi independen terbesar yang ada di
lingkungan sekolah yang menjadi naungan bagi organisasi-organisasi lainnya
yang berdiri di bawah pengawasan OSIS. Maju mundurya OSIS tergantung
pada kinerja kepengurusan dan kualitas kepemimpinan dari para pengurus
OSIS yang merupakan siswa-siswi pilihan yang telah lolos seleksi dan
dianggap layak serta mampu untuk mengelola OSIS selama 1 (satu) tahun
Masa Bhakti. Pemilihan pengurus OSIS untuk setiap periode dilakukan
melalui proses yang panjang dan dengan seleksi yang ketat untuk
menghasilkan satu tim kerja yang solid dan dapat bertanggung jawab
terhadap tugas yang diembannya. Salah satu tahapan pergantian pengurus
OSIS adalah Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang didalamnya
berisi tentang pendidikan dasar bagi seorang pemimipin agar dapat
menjalankan organisasi dengan baik.
Dalam rangka berakhimya kepengurusan OSIS Masa Bhakti 2015-2016,
maka stakeholder program memberikan kesempatan bagi evaluator untuk
mengevaluasi program ini ditinjau dari tercapai atau tidaknya tujuan
program. Evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan
Objectives-Based Studies. Hal ini sesuai dengan tujuan dari pendekatan
Objectives-Based Studies yaitu untuk menentukan dan menetapkan apa
yang ingin dicapai oleh suatu program dan untuk menentukan sampai sejauh
mana program telah mencapai tujuannya (Stufflebeam, 2014). Hasil dari
studi ini akan menjadi laporan yang selanjutnya digunakan sebagai dasar
penilaian dari program yang dilaksanakan.

B. Tujuan Program
Tujuan yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan pelatihan dasar
kepemimpinan bagi
pengurus OSIS SMAN 3 BANGKALAN,adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengembangkan potensi peseita didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab.
2. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kepribadian peserta
didik sebagai calon pemimpin, dalam menjalankan tugas pokok dan
fungsi kepemimpinannya dengan baik.
3. Peserta didik mempunyai kemampuan mengemukakan konsep dan
gagasan serta dapat menerapkannya demi kemajuan organisasi
dengan menerapkan prinsip KIS (koordinasi, integrasi, dan
sinkronisasi).
4. Peserta didik memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, emosional,
dan kecerdasankinestesis.
5. Meningkatkan dan memantapkan mutu kepemimpinan.
6. Meningkatkan kemampuan berganisasi dan kesadaran berpolitik
sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.
7. Meningkatkan dan mengembangkan serta memperluas wawasan
dalam tugas-tugas kepemimpinan.
8. Memberikan kesempatan belajar bagi peserta didik.
9. Mendorong, mendidik serta mengarahkan potensi kepeminpinan.
10. Menumbuhkan, meningkatkan dan memantapkan kesadaran dan
tanggung jawab sebagai warga negara khususnya generasi muda
sebagai penerus perjuangan bangsa.
11. Memberikan tuntunan dan meningkatkan pola pikir, sikap dan
perilaku, kepribadian, budi pekerti, sopan santun, dan disiplin.

C. Sasaran
Siswa dan siswa kelas X dan XI SMA Negeri 3 Bangkalan.

BAB II
METODE EVALUASI

A. Jenis Pendekatan
Berdasarkan tujuan dari program yang akan dievaluasi maka jenis
pendekatan yang dipilih pada evaluasi ini adalah pendekatan Objectives-
Based Studies. Stufflebeam (2014) menyatakan bahwa tujuan dari
pendekatan Objectives-Based Studies adalah untuk menentukan dan
menetapkan apa yang ingin dicapai oleh sebuah program dan untuk
menentukan sampai sejauh mana program telah mencapai tujuannya.
Program pelatihan dasar kepemimpinan bagi pengurus OSIS SMAN 3
Bangkalan untuk dilakukan evaluasi berdasarkan pada pendekatan
Objectives-Based Studies karena program ini termasuk program kontinyu
dan membutuhkan evaluasi yang dapat menentukan program ini telah
mencapai tujuannya.
Setelah evaluator melalukan studi terhadap program ini, hasil dari
evaluasi selanjutnya akan dijadikan laporan yang digunakan sebagai dasar
penilaian dari program yang telah dilaksanakan. Bagi pelaksana program,
laporan yang dihasilkan dari objectives-based study akan digunakan sebagai
diagnostic feedback untuk mengetahui mana program yang berhasil dan
mana program yang memerlukan perbaikan. Lalu bagi penyandang dana,
laporan ini akan digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan
selanjutnya. Apakah program akan dilanjutkan atau diteruskan, dikurangi
anggarannya atau ditambah anggarannya.

B. Tahap Evaluasi
Tahap evaluasi objectives-based study adalah sebagai berikut:
1. Penetapan tujuan operasional
Penetapan tujuan operasional yang didasarkan pada tujuan program.
Tujuan program awalnya dianalisis untuk menemukan indikator
ketecapaian dari program tersebut. Selanjutnya, indikator yang telah
ditemukan digunakan untuk penyusunan instrumen pengumpulan data
berupa pedoman wawancara.
2. Mengumpulkan data dan menganalisisa
Pengumpulan data ditekankan pada prosedur atau proses bagaimana
program tersebut berjalan, apakah sesuai tujuan ataukah tidak.

C. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut.
1. Melakukan wawancara singkat dengan stakeholder. Di dalam
program ini yang menjadi stakeholder adalah Kepala Sekolah,
Pembina OSIS dan Pengurus OSIS periode XXVI masa bakti
2015/2016 SMAN 3 Bangkalan tentang bagaimana cara mencapai
tujuan program.
2. Membuat pedoman wawancara terstruktur kepada stakeholder dan
beberapa murid guna mengetahui ketercapaian tujuan program,
prosedur yang digunakan agar tujuan program dapat tercapai,
kesulitan yang dihadapi saat melaksanakan program, biaya yang
dianggarkan untuk program, dll.
3. Melakukan observasi langsung di lapangan ketika program tersebut
berlangsung dengan dilengkapi instrument observasi. Intrumen
observasi dibuat disesuaikan dengan tujuan evaluasi program.

D. Data dan Sumber Data


1. Data yang diperoleh dari evaluasi program ini berupa data deskripsi
dari jawaban wawancara dan observasi lapangan yang didukung
dengan beberapa sumber data lainnya misalnya foto kegiatan ataupun
video jalannya kegiatan.
2. Sumber data diperoleh dari stakeholder, beberapa siswa yang terlibat
dalam program, dan observasi lapangan.

E. Teknik Analisis Data


Berdasarkan tujuan dari evaluasi program yang digunakan dalam studi
ini maka teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif.
Analisis kualitatif dengan mendeskripsikan temuan yang diperoleh selama
pengumpulan data. Dari data tersebut kemudian dianalisis sesuai dengan
strategi analisis menurut Madison(2005) meggunakan pengodean,
mengidentifikasi pola, membuat poin-poin penting dari sudut pandang
tertentu, dan menyajikan data (Creswell,2007). Setelah itu dilakukan
sintesis dari hasil analisis.

BAB III
DATA DAN ANALISIS DATA

Dari data hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan strategi


analisis menurut Madison (2005) meggunakan pengodean, mengidentifikasi
pola, membuat poin-poin penting dari sudut pandang tertentu, dan
menyajikan data (Creswell,2007). Untuk data observasi poin-poin penting
yang dibuat didasarkan pada sudut pandang evaluator. Berikut data dan
analisis data dari program studi lapangan.
1. Wawancara singkat dengan stakeholder sebelum program
dilaksanakan. Wawancara singkat dengan stakeholder dilaksanakan
satu minggu sebelum program dilaksanakan. Wawancara bersifat
santai dan terstruktur. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
evaluator sebagai berikut.
Apakah yang melatarbelakangi Anda untuk membuat program
LDKS Pengurus OSIS ini?
Apa saja tujuan dari program LDKS Pengurus OSIS?
Bagaimana cara Anda untuk mencapai tujuan program LDKS
Pengurus OSIS?
Bagaimana dengan pembiayaan pelaksanaan program?
Apakah ada kendala selama mempersiapkan program?
Dari beberapa pertanyaan esensial tersebut diperoleh jawaban
atau data dari stakeholder yang sudah dianalisis sebagai berikut:
Seperti yang telah diketahui, bahwa OSIS merupakan organisasi
independen terbesar yang ada di lingkungan sekolah yang menjadi
naungan bagi organisasi-organisasi lainnya yang berdiri di bawah
pengawasan OSIS. Maju mundurnya OSIS akan bergantung pada
kinerja kepengurusan dan kualitas kepemimpinan para
pengurusnya yang merupakan siswa-siswi pilihan. Pemilihan
pengurus OSIS pun setiap periodenya dilakuka melalui proses yang
panjang dan dengan seleksi yang ketat untuk menghasilkan satu
tim kerja yang solid dan dapat bertanggung jawab terhadap tugas
yang diemban. Salah satu tahapan pergantian pengurus OSIS
adalah Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) ini yang di
dalamnya berisi tentang pendidikan dasar bagi seorang pemimpin
agar dapat menjalankan organisasi dengan baik.
Tujuan dari program LDKS ini adalah :
1) mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab
2) meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kepribadian
calon peserta didik sebagai calon pemimpin, dalam
menjalankan tugas pokok dan fungsi kepemimpinannya dengan
baik
3) peserta didik mempunyai kemampuan mengemukakan konsep
dan gagasan serta dapat menerapkannya demi kemajuan
organisasi dengan menerapkan prinsip KIS (Koordinasi,
Integrasi, dan Sinkronisasi)
4) peserta didik memiliki kecerdasan spiritual, intelektual,
emosional, dan kecerdasan kinestesis
5) meningkatkan dan memantapkan mutu kepemimpinan
6) meningkatkan kemampuan berorganisasi dan kesadaran
berpolitik sebagai warga negara yang baik dan bertanggung
jawab
7) meningkatkan dan mengembangkan serta memperluas
wawasan dalam tugas-tugas kepemimpinan
8) memberikan kesempatan belajar bagi peserta didik
9) mendorong, mendidik, serta mengarahkan potensi
kepemimpinan
10) menumbuhkan, meningkatkan, dan memantapkan
kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga negara
khususnya generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa
11) memberikan tuntunan dan meningkatkan pola pikir, sikap
dan perilaku, kepribadian, budi pekerti, sopan santun, dan
disiplin
Cara untuk mencapai tujuan program LDKS adalah dengan
mngadakan kegiatan pemberian materi di dalam ruangan dan di
lapangan. Materi-materi yang diberikan pada LDKS ini cukup
banyak dan menunjang tujuan dari kegiatan ini. Ada materi
program umum, pokok, dan penunjang. Materi program umum
disini merupakan latihan wajib yang harus diikuti oleh seluruh
peserta LDKS yang menunjang penanaman kesadaran berbangsa
dan bernegara. Untuk materi program pokok merupakan kegiatan
yang langsung diperlukan dalam usaha meningkatkan kemampuan
dibidang kepemimpinan. Sedangkan materi program penunjang
merupakan pengetahuan yang menunjang program-program pokok
yang diharapkan lebih membuka cakrawala, pandangan para
peserta dalam usaha meningkatkan kemampuan dibidang
kepemimpinan.
Untuk pembiayaan program dilakukan secara mandiri dengan
mematok biaya untuk masing-masing peserta sebesar Rp 150.000.
Biaya tersebut sudah disepakati para peserta. Selain itu juga
ditambah dana BOS dari sekolah dan kas kegiatan kesiswaan.
Biaya tersebut digunakan untuk jasa transportasi, konsumsi
peserta, penginapan, perlengkapan, obat-obatan, dan tiket taman
hiburan.
Kendala dalam mempersiapkan program sejauh ini masih belum
ada karena para peserta merasa antusias dengan program ini
sehingga mereka juga saling membantu dalam mewujudkan
program LDKS ini, misalnya para peserta juga membantu
menyiapkan perlengkapan, transportasi, dan konsumsi dalam
pelaksanaan program.
2. Observasi lapangan
Pada observasi lapangan ini diperoleh data dan analisis data sebagai
berikut.
Pembukaan program dibuka oleh Kepala SMAN 3 Bangkalan pada
Jumat, 14 Oktober 2016 di SMAN 3 Bangkalan pada pukul 13.00.
Dilanjutkan dengan pemberian materi kepemimpinan oleh kepala
sekolah
Kemudian materi keorganisasian OSIS disampaikan oleh wakil
kepala sekoah bidang kesiswaan
Materi mengenai program kerja disampaikan oleh wakil kepala
sekolah bidang kesiswaan dan para pembina sekbid
Acara dilanjutkan pada hari Sabtu, 15 Oktober 2016 dengan
agenda kegiatan lapangan di Dodik Bela Negara Malang dengan
berbagai materi mulai pagi hingga sore
Setelah maghrib diadakan pengajian
Kemudian acara hiburan (inagurasi)
Dilakukan pula jelajah malam untuk melatih mental para peserta
Acara pada hari Minggu pagi (16 Oktober 2016) diawali dengan
outbond kemudian penutupan acara LDKS oleh wakil kepala
sekolah bidang kesiswaan
Acara LDKS diakhiri dengan mengunjungi taman hiburan
Sengkaling untuk lebih mengakrabkan antar pengurus OSIS baru
3. Evaluator juga melakukan wawancara kepada salah satu peserta.
Berikut pertanyaannya.
Apakah ada kendala dalam hal menyiapkan transportasi dan
konsumsi?
Bagaimana dengan pembiayaan program LDKS ini? Apakah sudah
sesuai dengan fasilitas yang diperoleh? Apakah ada salah satu
teman yang keberatan dengan pembiayaan?
Apa saja manfaat yang diperoleh dari melaksakan program LDKS
ini?
Apa harapan kedepannya tentang program ini?
Berikan masukan untuk program LDKS ini!
Dari pertanyaan yang diajukan oleh evaluator diperoleh jawaban
sebagi berikut.
Tidak ada kendala dalam hal menyiapkan transportasi dan
konsumsi. Dalam menyiapkan transportasi saya dan teman-teman
bertukar informasi tentang jasa travel yang diketahui. Untuk
konsumsi jugatidak ada kesulitan.
Untuk masalah pembiayaan sudah sesuai tidak memberatkan.
Fasilitas yang diperoleh juga tidak mengecewakan. Semua sesuai
harapan.
Manfaat yang diperoleh dari LDKS ini sangat banyak sekali,
misalnya 1) saya dan teman-teman jadi lebih tahu tentang
bagaimana dan apa poin penting dalam merencanakan suatu
program kerja karena saya dan teman-teman terlibat aktif dalam
merencanakan program kerja; 2) banyak ilmu dan pengalaman
yang didapat; 3) belajar bersosialisasi dengan semua orang; 4)
belajar menjadi pemimpin atau figur yang baik untuk dicontoh; 5)
belajar disiplin dalam segala hal, dan masih banyak lagi, intinya
tidak ada kata rugi dari kegiatan tersebut.
Harapan kedepannya lebih banyak lagi materi-materi yang
diberikan agar para pengurus OSIS semakin baik lagi
Masukan untuk program ini sebaiknya terus ada dan tetap seperti
ini ada kegiatan di kelas dan di lapangan sehingga materi yang
diperoleh bisa langsung diterapkan juga.

BAB IV
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan
Kesimpulan dari program ini adalah.
1. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi semua tujuan dari
program sudah tercapai
2. Dari kegiatan ini para peserta telah mendapatkan manfaat yang
diinginkan sesuai tujuan program ini

B. Rekomendasi
Rekomendasi untuk program ini adalah sebagai perbaikan program
selanjutnya. Berikut rekomendasinya.
1. lebih banyak lagi materi-materi yang diberikan agar para pengurus
OSIS semakin baik lagi
2. Program ini sebaiknya terus ada dan tetap ada kegiatan di kelas dan
di lapangan sehingga materi yang diperoleh bisa langsung diterapkan
juga

DAFTAR PUSTAKA
Creswell, John W. 2007. Qualitative Inquiry & Research Design Choosing
Among Five Approaches, Second Edition. USA: Sage Publication, Inc.

Karamustafaoglu, Sevilay. 2003. Improving the Science Process Skills Ability


of Science Student Teachers Using I Diagrams. Eurasian J. Phys.
Chem. Educ. 3(1):26-38

Permendikbud Tahun 2013 No. 65 Tentang Standar Proses

Stufflebeam, D. L., dan Coryn C. L. S. 2014. Evaluation Theory, Models, and


Applications. San Francisco, California: Jossey-Bass, A Wiley Brand.