Anda di halaman 1dari 17

PRELIMINARY STUDY

Sintesis Anorganik
HIDROLISA PATI (STARCH) MENJADI GLUKOSA

oleh:

Muhammad Muhlis Rifai

NIM : 161411020

Kelas : 1A- D3 TEKNIK KIMIA

Jurusan Teknik Kimia


POLITEKNIK NEGERI =BANDUNG
HIDROLISA PATI (STARCH) MENJADI GLUKOSA

Perbedaan pati dengan selulosa


Dalam hal komposisi, selulosa mirip dengan pati. Mereka adalah
bentuk polimer molekul glukosa yang dihubungkan oleh 1,4 linage.
Rantai molekul glukosa yang membentuk pati bisa linear, campuran
atau bercabang. Selulosa adalah molekul organik yang paling
umum dan unit struktural utama dari tumbuhan. Hal ini terdiri dari
unit glukosa yang bergabung bersama oleh linkage glikosida.
Perbedaannya adalah dalam hubungan obligasi glukosa. Selulosa
memiliki beta 1,4 linkage sementara pati memiliki alpha 1,4
linkage. Selulosa adalah polisakarida struktural sementara pati
terutama polisakarida penyimpanan. Selulosa terjadi di alam
sebagai selulosa murni, lignin atau hemiselulosa. Sedangkan pati
terjadi dalam bentuk amilopektin dan amilosa. Pati ditindaklanjuti
oleh amilase dan selulosa oleh selulase. Pati dapat dipecah ke
maltosa dan kemudian menjadi glukosa. Selulosa di sisi lain, tidak
dapat dengan mudah dicerna oleh bantuan sebuah enzim selulase.
Selulosa berutang kekakuan untuk ikatan hidrogen begitu banyak
dalam integritas struktural molekul ini. Hal ini membuat
polisakarida struktural yang baik dan kaku.. Selulosa dan pati
keduanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh kita.
Selain itu, mereka termasuk dalam kelompok yang sama
karbohidrat. Memiliki berat molekul tinggi.
Pati , basah & kering
Amilosa merupakan polimer lurus dari D-glukosa yang
dihubungkan oleh ikatan -1,4-glikosidik dengan struktur cincin
piranosa. Berat molekul amilosa berkisar antara 105-106 dengan
derajat polimerisasi yang mencapai kisaran 500 6000. Banyaknya
gugus hidroksil yang terdapat dalam senyawa polimer glukosa
tersebut menyebabkan amilosa bersifat hidrofilik. Struktur molekul
amilosa dapat dilihat pada Gambar dibawah ini.

Gambar 3. Struktur molekul amilosa (Chaplin, 2006)

Sementara itu, amilopektin merupakan molekul polisakarida


dengan rantai cabang. Ikatan pada rantai utama adalah ikatan -1,4-
glikosidik, sedangkan ikatan pada titik cabang adalah ikatan -1,6-
glikosidik. Amilopektin mempunyai ukuran molekul yang sangat
besar dengan berat molekul yang mencapai 107-109 dan derajat
polimerisasi 3 x 105- 3 x 106. Struktur molekul amilopektin
ditunjukkan pada Gambar 4.
Gambar 4. Struktur molekul amilopektin (Chaplin,2006)

Proporsi amilosa dan amilopektin dari berbagai sumber pati


berbeda-beda demikian juga dengan bentuk dan ukuran granula yang
disusunnya. Umumnya pati memiliki proporsi amilopektin yang jauh
lebih besar jika dibandingkan dengan amilosa. Kandungan amilosa
pada kebanyakan sumber pati biasanya berkisar antara 20-30% dan
amilopektin 70-80% (Chaplin, 2006). Adanya perbedaan
karakteristik granula pati akan sangat berpengaruh pada sifat fisik,
sifat kimia dan sifat fungsional pati. Viskositas, ketahanan terhadap
pengadukan, gelatinisasi, pembentukan tekstur, kelarutan pengental,
kestabilan gel, cold swelling dan retrogradasi dipengaruhi oleh rasio
amilosa dan amilopektin serta ukuran granula pati.
Perbandingan amilosa dan amilopektin akan mempengaruhi
sifat kelarutan dan derajat gelatinisasi pati. Semakin besar kandungan
amilopektin maka pati akan lebih basah, lengket dan cenderung
sedikit menyerap air. Sebaliknya, jika kandungan amilosa tinggi, pati
bersifat kering, kurang lengket dan mudah menyerap air
(higroskopis).
Molekul amilosa dan amilopektin menyusun granula pati
dengan pola tertentu (Jane, 2006). Struktur amilosa yang lurus
cenderung berada pada bagian amorphous dari granula pati.
Sementara itu, amilopektin yang dapat membentuk struktur double
heliks bertanggung jawab terhadap bagian kristalin granula pati.
Rantai-rantai samping amilosa dan amilopektin yang berdampingan
dapat saling berinteraksi sehingga memberikan integritas pada
granula pati yang disusunnya.

Hidrolisa Pati
Hidrolisis pati atau polisakarida dalam bidang keilmuan
merupakan langkah awal untuk mengetahui struktur molekul dari
polisakarida yang diinginkan. Hidrolisis pati dengan sejumlah
larutan asam (suasana asam) akan menghasilkan unit-unit
monosakarida. Hidrolisis pati umumnya berjalan lambat sehingga
diperlukan katalisator dengan menggunakan asam. Asam-asam yang
biasa digunakan adalah asam klorida, asam asetat, asam fosfat, dan
asam sulfat. Secara mikro, mekanisme kerja katalis dapat dijelaskan
sebagai terjadinya tumbukan antar elektron yang mengakibatkan
adanya perubahan konfigurasi elektron sehingga didapat unsur baru
yang pada akhirnya menghasilkan senyawa baru.
Hidrolisis dengan menggunakan asam menyebabkan
gelatinasi sempurna dari semua pati, dan menghasilkan hidrolisat
yang mudah disaring. Akan tetapi didapat juga produk reverse yaitu
garam-garam dan timbulnya warna akibat kerja katalitik yang tidak
spesifik. Pati yang derajat kemurnianya kurang, mengandung
kontamin protein yang akan ikut terhidrolisis bila digunakan asam,
hal ini merupakan penyebab timbulnya warna coklat pada produk.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap reaksi hidrolisa :

1. Katalisator
Hampir semua reaksi hidrolisa memerlukan katalisator untuk
mempercepat jalannya reaksi. Katalisator yang dipakai dapat berupa
enzim atau asam sebagai katalisator, karena kerjanya lebih cepat.
Asam yang dipakai beranekaragam mulai dari asam klorida (Agra
dkk, 1973; Stout & Rydberg Jr., 1939), Asam sulfat sampai asam
nitrat.

2. Suhu dan tekanan


Pengaruh suhu terhadap kecepatan reaksi mengikuti
persamaan Arhenius. Semakin tinggi suhu, maka semakin cepat
jalannya reaksi.

3. Pencampuran (pengadukan)
Supaya zat pereaksi dapat saling bertumbukan dengan sebaik-
baiknya, maka perlu adanya pencampuran. Untuk proses batch, hal
ini dapat dicapai dengan bantuan pengaduk atau alat pengocok (Agra
dkk,1973).
4. Perbandingan zat pereaksi
Kalau salah satu zat pereaksi berlebihan jumlahnya, maka
keseimbangan dapat menggeser ke sebelah kanan dengan baik. Oleh
karena itu, suspensipati yang kadarnya rendah member hasil yang
lebih baikdibandingkan kadar patinya tinggi.
Kondisi Operasi saat Hidrolisis Pati
Proses hidrolisis pati dalam suasana asam pertama kali
ditemukan oleh Kirchoff pada tahun 1912, namun produksi secara
komersial mulai terjadi sejak tahun 1950. Pada proses ini sejumlah
pati diasamkan hingga pH 2 kemudian dipanaskan dengan uap pada
tanki bertekanan pada suhu 120 140oC. Derajat konversi yang
diperoleh bergantung pada konsentrasi asam, waktu konversi, suhu,
dan tekanan selama reaksi.
Beberapa ilmuwan mencoba mengembangkan
parameterparameter reaksi guna mendapatkan hasil reaksi yang
lebih baik dan lebih efisien, misalnya, merekomendasikan untuk
menghidrolisis pati dengan HCl atau asam sulfat pada suhu 100 oC
paling lama selama 75 menit. Percobaan ini dikembangkan lagi
olewh Somogy dengan cara menentukan parameter konsentrasinya.
pada penemuannya diketahui bahwa campuran antara 0,5 % larutan
pati dengan larutan H2SO4 4N pada suhu 100 oC selama 75 menit
dapat menghasilkan 96% D-glukosa. Sementara itu, Bourne
menemukan bahwa hidrolisis pati dengan asam oksalat 1gr/cm3
pada suhu 100oC selama 4 jam akan menghasilkan glukosa sebagai
produk utama.

Hidrolisis Pati secara Enzimatis


Enzim merupakan senyawa protein kompleks yang dihasilkan
oleh sel-sel organisme dan berfungsi sebagai katalisator suatu reaksi
kimia (Harwati dkk,1997). Kerja enzim sangat spesifik, karena
strukturnya hanya dapat mengkatalisis satu tipe reaksi kimia saja
dari suatu substrat, seperti hidrolisis, oksidasi dan reduksi. Ukuran
partikel mempengaruhi laju hidrolisis. Ukuran partikel yang kecil
akan meningkatkan luas permukaan serta meningkatkan kelarutan
dalam air (Saraswati, 2006). Temperatur hidrolisis berhubungan
dengan laju reaksi. Makin tinggi temperatur hidrolisis, maka
hidrolisis akan berlangsung lebih cepat. Hal ini disebabkan
konstanta laju reaksi meningkat dengan meningkatnya temperatur
operasi. Enzim dapat diisolasi dari hewan, tumbuhan dan
mikroorganisme (Azmi, 2006).
Gula reduksi terutama dalam bentuk glukosa diperoleh dari
hidrolisis pati oleh enzim amilase yang terdapat pada kapang
Rhizopus. Selain dari pati, glukosa dapat diperoleh dari hidrolisis
isoflavon glikosida oleh kapang Rhizopus (Septiani dkk., 2004). pH
untuk enzim acid fungal amilase optimum pada 4 5 dan untuk
enzim glukoamilase pada 3,5 5 (Novo,1995).
Hidrolisis amilosa oleh a-amilase terjadi melalui dua tahap.
Tahap pertama adalah degradasi menjadi maltosa dan maltotriosa
yang terjadi secara acak. Degradasi ini terjadi secara cepat diikuti
pula dengan menurunnya viskositas dengan cepat. Tahap kedua
relatif lambat dengan pembentukan glukosa dan maltosa sebagai
hasil akhir. Sedangkan untuk amilopektin, hidrolisis dengan
aamilase menghasilkan glukosa, maltosa dan berbagai jenis a-limit
dekstrin yang merupakan oligosakarida yang terdiri dari 4 atau lebih
residu gula yang semuanya mengandung ikatan a-1,6 glikosidik
(Suhartono, 1989).

Energi aktivasi
Energi aktivasi adalah sejumlah energi minimum yang
diperlukan oleh suatu zat untuk dapat bereaksi hingga terbentuk zat
baru. Reaksi kimia dapat berlangsung endoterm maupun eksoterm.
Reaksi endoterm spontan, apabila energi yang diperlukan cukup
diambil dari lingkungan saja.
Namun banyak reaksi yang harus dipanaskan agar dapat
bereaksi. Reaksi eksoterm spontan, terjadi langsung saat zat-zat
dicampur. Semua reaksi pembakaran eksoterm,namun memerlukan
energi ambang untuk memulai reaksi, karena tak cukup hanya
mengambil dari lingkungan saja. Semua energi untuk bereaksi ini
adalah energi aktivasi.

Isomer
Isomer adalah senyawa kimia yang memiliki rumus molekul
sama yang berarti bahwa terdiri dari jumlah yang sama dari jenis
atom yang sama , tetapi memiliki struktur atau pengaturan yang
berbeda dalam ruang.
Isomer glukosa
Banyaknya isomer
Alkana
Di alkana, hanya ada isomer kerangka Semakin bertambah jumlah
atom C pada rumus molekul suatu alkana maka semakin banyak
isomernya seperti yang tertera ditabel bawah ini:

jJumlah atom C C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10

Rumus molekul C4H10 C5H12 C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 C10H22


Jumlah isomer 2 3 5 9 18 35 75

Alkena
Pada senyawa alkena, keisomeran dimulai dari senyawa dengan
rumus kimia C4H8 sama seperti senyawa alkana. Jenis isomer yang
dapat terjadi pada senyawa alkena yaitu isomer struktur, isomer
posisi, isomer fungsional, dan isomer geometri.

Alkuna
Pada senyawa alkuna, keisomeran dimulai dari senyawa butuna
dengan rumus kimia (C4H6) memiliki jenis isomer yaitu isomer
posisi, isomer kerangka/rantai, dan isomer fungsi.
Perbedaan siklik dan aromatic
Aromatik
Senyawa aromatik adalah salah satu dari kelas besar senyawa
kimia tak jenuh yang ditandai dengan satu atau lebih cincin planar
atom bergabung dengan ikatan kovalen dari dua jenis yang berbeda.
Stabilitas yang unik dari senyawa ini disebut sebagai aromatisitas.
Senyawa aromatik adalah benzena, turunan benzena atau kadang
senyawa aromatik heterosiklik. Cincin benzena adalah struktur
planar sebagai lawan dari banyak senyawa kimia lainnya. Tapi
ketika sebuah kelompok tambahan terikat pada cincin benzena,
seluruh struktur akan jatuh.
Gugus terbesar dari senyawa aromatik adalah mereka yang
satu atau lebih dari hidrogen benzena digantikan oleh beberapa
atom atau gugus lain, seperti dalam toluena (C6H5CH3) dan asam
benzoat (C6H5CO2H). Senyawa aromatik polisiklik merupakan
rakitan dari cincin benzena yang berbagi sisi-misalnya, naftalen
(C10H8). Senyawa aromatik heterosiklik mengandung setidaknya
satu atom selain karbon dalam cincin. Contohnya termasuk piridin
(C5H5N), di mana satu nitrogen (N) menggantikan satu gugus CH,
dan purin (C5H4N4), di mana dua nitrogen menggantikan dua
gugus CH. Senyawa aromatik heterosiklik, seperti furan (C4H4O),
tiofena (C4H4S), dan pirol (C4H4NH), mengandung cincin
beranggota lima di mana oksigen (O), sulfur (S), dan NH, masing-
masing, menggantikan Unit HC = CH
Siklik
Senyawa siklik adalah senyawa - senyawa karbon yang rantai C-
nya berlingkar danrantai lingkarannya itu memungkinkan
mempunyai rantai cabang. Senyawa siklik dibagi menjadi dua :
A. Senyawa karbosiklik yaitu senyawa siklik yang lingkarannya
berisi atom - atom C saja.Senyawa karbosiklik terbagi lagi menjadi
senyawa aromatik dan senyawa asiklik. senyawa asiklik adalah
senyawa karbosiklik yang dapat dianggap sebagaisenyawa alifatik
dengan rantai C yang berlingkar. Senyawa aromatik adalah
senyawa karbosiklik yang lingkarannya hanya berisi 6atom C yang
mengikat dengan suatu ikatan yang bukan ikatan tunggal dan ikatan
rangkap,melainkan suatu ikatan yang khas bagi molekul C6H6.
Contoh : Benzena
B. Senyawa heterosiklik adalah sejenis senyawa kimia yang
mempunyai struktur cincin yang mengandung atom selain karbon,
seperti belerang, oksigen, ataupunnitrogen yang merupakan bagian
dari cincin tersebut. Senyawa-senyawaheterosiklik dapat berupa
cincin aromatik sederhana ataupun cincin non-aromatik.Beberapa
contohnya adalah piridina (C5H5N) dan pirimidina (C4H4N2)
Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang
rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat
rantai samping. Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa alisiklik
dan aromatik. Senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang
membentuk rantai tertutup.
Senyawa aromatik yaitu senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C
yang membentuk rantai benzena.
Perbedaan kovalen dan van der waals
van der waals
Gaya Van Der Waals termasuk gatya Tarik menarik dan tolak
menolak antara atom, molekul dan permukaan serta antar molekul
lainnya. Gaya ini relative lebih lemah dibandungkan ikatan kovalen
namun demikian tetap memiliki peranan yang besar dalam kimia
supramolekul, biologi structural, polimer, nanoteknologi, kimia
permukaan, dan fisika bahan padat. Gaya ini juga mempunyai
pengaru terhadap senyawa organic , termasuk larutan polar non
polar. Seluruh gaya ini bersfat anistropik ada orientasi relative
molekul kecuali pada da gas mulia.
Gaya Van Der Waals terjadi akibat interaksi antara molekul-
molekul non polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar
(Gaya dipole-dipol) atau antara molekul non polar dengan molekul
polar (Gaya dipole-dipol terinduksi). Ikatan Van Der Waals
terdapat antar molekul zat cair atau padat dan sangat lemah. Gaya
Van Der Waals dahulu dipakai untuk menunjukkan semua jenis
gaya tarik-menarik antar molekul. Namun kini merujuk pada pada
gaya-gaya yang timbul dari polarisasi molekul yang terlemah
menjadi dipole seketika. Pada saat tertentu, moleku-molekul dapat
berada dalam fase dipole seketika ketika salah satu muatan negative
berada di sisi tertentu. Dalam keadaan dipol ini, molekul dapat
menarik atau menolak electron lain dan menyebabkan atom lain
menjadi dipole. Gaya tarik menarik yang muncul sesaat ini
merupakan gaya Van Der Waals.
Kovalen
Ikatan kovalen merupakan salah satu ikatan kimia yang terjadi
akibat penggunaan pasangan elektron bersama, dimana hanya bisa
dilihat dengan struktur Lewis. Ada beberapa atom yang sukar
melepas atau menerima elektron karena memerlukan atau
membebaskan energi yang besar untuk berlangsungnya proses
tersebut. Untuk membentuk konfigurasi elektron gas mulia, atom-
atom ini saling berikatan melalui pemakaian pasangan elektron
bersama. Pemakaian pasangan elektron bersama terjadi pada atom-
atom nonlogam. Ikatan antaratom nonlogam yang terjadi melalui
pemakaian pasangan elektron bersama disebut ikatan kovalen.

Jenis monomer pada pati


Molekul organik seperti protein, karbohidrat, lipid dan asam
nukleat terbuat dari subunit sederhana yang disebut monomer.
Belajarlah mengidentifikasi dan menggambarkan berbagai jenis
monomer yang penting bagi sistem kehidupan. Monomer adalah
suatu subunit molekul kecil yang dapat dikombinasikan dengan
subunit yang sama untuk membentuk molekul yang lebih besar.
Dalam sistem kehidupan, seperti tubuh kita sendiri, molekul-
molekul yang lebih besar meliputi karbohidrat, lipid, asam nukleat
dan protein. Monomer dari kelompok organik adalah:
Karbohidrat monosakarida
Lipid gliserol dan asam lemak
Asam nukleat nukleotida
Protein asam amino
monosakarida
Monosakarida adalah monomer dari karbohidrat. Karbohidrat
seperti gula dan pati menyimpan energi. Lainnya, seperti selulosa
dan kitin, bersifat struktural di alam. Beberapa monosakarida adalah
isomer. Ini berarti bahwa mereka memiliki rumus kimia yang sama
tetapi pengaturan yang berbeda dari atom. Contoh dari sepasang
isomer adalah glukosa dan fruktosa. Mereka berdua memiliki rumus
C6 H12 O6, tetapi glukosa memiliki cincin dengan lima karbon dan
satu oksigen, sedangkan fruktosa memiliki cincin dengan empat
karbon dan satu oksigen. Sebuah glukosa dan fruktosa tunggal
tunggal bergabung membentuk disakarida yang disebut sukrosa.
Glukosa merupakan sumber energi bagi makhluk hidup. Hal
ini mudah dipecah oleh kebanyakan sel dalam proses yang disebut
glikolisis. Banyak sel memecahnya lebih lanjut selama respirasi
aerobik. Monomer glukosa dapat disatukan untuk membuat pati dan
glikogen. Tanaman menyimpan energi sebagai pati, sedangkan
hewan menyimpannya sebagai glikogen. Karbohidrat struktural,
seperti selulosa dalam dinding sel tumbuhan dan kitin di
exoskeleton serangga, juga terbuat dari monomer glukosa.
Fruktosa adalah monosakarida dengan rasa yang sangat
manis. Ini memiliki rumus kimia yang sama seperti glukosa, tetapi
pengaturan yang berbeda dari atom (isomer).
Gliserol dan asam lemak adalah komponen dasar dari lipid.
Lipid meliputi lilin, minyak dan lemak. Beberapa digunakan untuk
penyimpanan energi. Lainnya melindungi bagian tulang tubuh.
Lilin dapat melindungi tanaman atau hewan dari dehidrasi
permukaan. Lipid juga merupakan komponen penting dari
membran sel, seperti juga beberapa imunoglobulin dan steroid.
Gliserol adalah molekul rasa manis dengan aplikasi dalam
makanan dan industri farmasi. Ini adalah tulang punggung molekul
trigliserida.
Suatu asam lemak terbuat dari gugus karboksil dengan rantai
karbon terpasang. Ketika rantai karbon tidak memiliki ikatan ganda
atau tiga, itu dikatakan jenuh. Ini berarti bahwa setiap karbon telah
terikat dengan dua atom hidrogen, kecuali yang terakhir, yang telah
terikat dengan tiga. Dalam lemak tak jenuh, ada satu atau lebih asam
lemak yang memiliki satu atau lebih ikatan ganda atau tiga. Ikatan
ini terbentuk antara karbon berurutan.
Sebuah nukleotida adalah komponen dasar asam nukleat,
seperti DNA dan RNA. Setiap nukleotida terdiri dari gula, gugus
fosfat dan basa nitrogen. Dalam RNA, gula adalah ribosa. Dalam
DNA, gula adalah deoksiribosa
Asam amino adalah komponen dasar protein yang melayani
banyak fungsi, termasuk struktur imunoglobulin dan enzim. Asam
amino memiliki gugus amino bermuatan positif di satu sisi dan
kelompok karboksil bermuatan negatif di sisi lain. Terikat pada
atom karbon pusat kelompok variabel yang disebut kelompok R.
Kelompok ini berbeda untuk setiap asam amino. Ada 20 asam
amino dalam sel manusia.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.gurupendidikan.com/polimer-pengertian-
sifatklasifikasi-dan-jenis-beserta-contohnya-lengkap/

http://halosehat.com/gizi-nutrisi/panduan-gizi/pati

http://eltracytaocktora.blogspot.co.id/2012/09/amilum-
atauamilosa.html

https://www.plengdut.com/hidrolisis-reaksi-pengertian-
dancontoh-hidrolisis/7537/

http://himatekpolbanofficial.blogspot.co.id/2014/02/hidrolisa
-pati-starchmenjadi-glukosa.html

http://panduscholar.blogspot.co.id/2015/12/isolasi-
danidentifikasi-karbohidrat.html

http://kimiadasar.com/ikatan-kovalen/