Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Belerang atau Sulfur adalah unsure kimia dalam SPU yang memiliki lambing
S dan nomor atom 16. Belerang merupakan unsur non-logam yang tidak berasa.
Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam,
belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral-
mineral sulfida dan sulfat. Belerang adalah unsur penting untuk kehidupan dan
ditemukan dalam 2 asam amino.
Belerang di Indonesia banyak terdapat bebas di daerah gunung berapi. Selain
terdapat sebagai unsur bebas, juga terdapat dalam bentuk senyawa logam dalam
bijih belerang. Belerang digunakan terutama untuk membuat asam sulfat. Pada
industri ban, belerang digunakan untuk vulkanisasi karet yang bertujuan agar ban
bertambah ketegangannya serta kekuatannya. Selain itu belerang juga digunakan
dalam pembuatan pupuk, bubuk mesiu, korek api, insektisida, dan fungisida.
Sebagai bagian dari ilmu kimia, kimia anorganik mempelajari berbagai
macam kriteria dari belerang itu sendiri, mulai dai pengertian,sumber, hingga
siklus belerang. Dengan tujuan agar kita tahu memanfaatkan belerang sesuai
dengan sifatnya, sehingga tidak merugikan makhluk hidup khususnya manusia.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kelimpahan belerang di alam?
2. Bagaimana sifat belerang?
3. Apa sajakah kegunaan belerang bagi kehidupan?
4. Bagaimana cara pengekstrasian belerang?
5. Bagaimana sifat dan cara pembuatan senyawa-senyawa belerang?
6. Bagaimana siklus belerang?
7. Dampak apa yang ditimbulkan dari pemakaian belerang?

1
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui kelimpahan belerang di alam
2. Untuk mengetahui sifat belerang
3. Untuk mengetahui kegunaan belerang
4. Untuk mengetahui cara pengekstrasian belerang
5. Untuk mengetahui sifat persenyawaan belerang serta pembuatannya
6. Untuk mengetahui siklus belerang
7. Untuk mngetahui dampak yang ditumbulkan dari penggunaan belerang

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. KELIMPAHAN BELERANG

Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki

lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak

berbau dan multivalent. Belerang dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat

kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau

sebagai mineral- mineral sulfida dan sulfat. Ia adalah unsur penting untuk

kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya

terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek

api, insektisida dan fungisida.

Pada mulanya unsur ini disebut brimsone yang berarti batu yang mudah

terbakar. Belerang juga terdapat dalam gas alam, minyak bumi, dan batu bara.

Dalam keadaan bebas, umumnya belerang terdapat di daerah gunung berapi.

Adapun dalam bentuk senyawanya, belerang ditemukan dalam bentuk mineral

3
sulfida, seperti besi sulfida (FeS2), gips (CaSO4.2H2O), dan seng sulfida (ZnS).

Belerang terkandung dalam gas alam seperti H2S dan SO2.

B. SIFAT BELERANG

Nama, Lambang, Nomor atom sulfur, S, 16

Deret kimia nonmetals

Golongan, Periode, Blok 16, 3, p

Penampilan Kuning lemon

Massa atom 32.065(5) g/mol

Konfigurasi elektron [Ne] 3s2 3p4

Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 6

Ciri-ciri fisik

Fase solid

Massa jenis (sekitar suhu kamar) (alpha) 2.07 g/cm

Massa jenis (sekitar suhu kamar) (beta) 1.96 g/cm

Massa jenis (sekitar suhu kamar) (gamma) 1.92 g/cm

Massa jenis cair pada titik lebur 1.819 g/cm

Titik lebur 388.36K


(115.21 C, 239.38
F)

Titik didih 717.8K

4
(444.6 C, 832.3 F)

Titik kritis 1314 K, 20.7 Mpa

Kalor peleburan (mono) 1.727 kJ/mol

Kalor penguapan (mono) 45 kJ/mol

Kapasitas kalor (25 C) 22.75 J/


(molK)

Tekanan uap

P/Pa 1 10 100 1 k 10 k 100 k

padaT/K 375 408 449 508 591 717

Ciri-ciri atom

Struktur kristal Orthorhombic

Bilangan oksidasi 1, 2, 4, 6
(strongly acidicoxide
)

Elektronegativitas 2.58 (skala Pauling)

Energi ionisasi ke-1: 999.6 kJ/mol


(detail) ke-2: 2252 kJ/mol

ke-3: 3357 kJ/mol

Jari-jari atom 100 pm

Jari-jari atom (terhitung) 88 pm

Jari-jari kovalen 102 pm

Jari-jari Van der Waals 180 pm

Resistivitas listrik (20 C) (amorphous)

5
21015 m

Konduktivitas termal (300 K) (amorphous)


0.205 W/(mK)

Modulus ruah 7.7 Gpa

Skala kekerasan Mohs 2.0

Nomor CAS 7704-34-9

C. SUMBER-SUMBER DI ALAM
Unsur sulfur dapat di peroleh dari mata air panas dan kawasan gunung
berapi di berbagai belahan dunia, terutama di sepanjang lingkaran api pasifik.
Sulfur di alam terdapat dalam keadaan bebas maupun sebagai bijih sulfida, FeS2,
PbS, ZnS, dan sebagai sulfat CaSO4.2H2O dan MgSO4.7H2O.Unsur sulfur kita
temukan pada gunung berapi misalnya di pegunungan dieng, pegunungan tengger
dan bromo. Selain itu belerang bebas terdapat sebagai deposit belerang di dalam
perut bumi. Belerang terdapat dalam dua bentuk alotrop (polimorf).Kedua alotrof
ini adalah belerang rombik, berwarna kuning yang di sebut belerang (tidak
leleh 112,8C). Pada suhu 95,6C, belerang rombik berubah menjadi belerang
monokolin yang di sebut belerang (titik leleh 119,25C). Unsur ini mendidih
pada 444,6C.Satuan struktur kedua bentuk alotrop dalam keadaan cair mengerut
menjadi lingkar S8. Jika belerang cair di panaskan ,viskositasnya berubah karena
perubahan struktur dalam molekul belerang.
Pada suhu agak di atas titik leleh , terbentuk cairan berwarna kuning muda
yang terdiri dari satuan S8. Jika suhu di naikan lagi, warna cairan menjadi gelap,
dan kira-kira pada 160C, berupa lingkar S8 putus menjadi rantai spiral panjang
(belerang ) dengan beberapa satuan S6 ( belerang ) antara 160C dan
180C, viskosita cairan mencapai maksimum dan tidak dapat di tuang.Unsur
belerang berupa campuran satuan S8,S6,S4 dan S2 komposisinya bergantung pada
suhu. Jika cairan belerang ( pada 250C 350 C ) di tuang kedalam air dingin ,
di peroleh belerang plastis, berupa serat yang terutama berbentuk .Jika di biarkan
, lama kelamaan berubah menjadi belerang rombik.
Senyawa-senyawa belerang juga terdapat sebagai pengotor (impuritis) pada gas
alam, minyak bumi, dan batu bara. Senyawa belerang termasuk logam sulfida
seperti pirit (besi sulfida), sinabar (merkuri sulfida), galena (plumbum sulfida),
sfalerit (zink sulfida), dan stibnit (antimoni sulfida), dan logam sulfat seperti

6
gipsum ( kalsium sulfat ) alunit ( kalium aluminium sulfat, dan barit ( barium
sulfat ).

D. KEGUNAAN BELERANG
1) Belerang bersama KNO3 digunakan dalam pembuatan serbuk mesiu.
2) Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak,
cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit.
3) Salah satu penerapan penting kimia sulfur ialah dalam pengolahan kayu
menjadi pulp kayu yang digunakan di dalam kertas dan karton.
4) Untuk menghilangkan jerawat, panu, kudis, kurap, juga untuk berbagai
masalah kulit lainnya seperti ketombe, alergi, dan mengurangi jumlah minyak
berlebihan di kulit.
5) Belerang digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan juga berperan
sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk
fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asam sulfat,
bahan kimia yang sangat penting.
6) Belerang juga digunakan untuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya,
untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang
merupakan insultor yang baik.

E. EKSTRAKSI BELERANG
Bagaimana proses untuk mengekstraksi belerang dijelaskan sebagai berikut.
1. Proses Frasch

7
Cadangan bawah tanah belerang biasanya terdapat pada kedalaman antara
150-750 m dan tebalnya kira-kira 30 m. Pipa berdiameter 20 cm dimasukkan
hingga ke dasar endapan belerang. Pipa lain yang lebih kecil, berdiameter 10 cm
dan lebih pendek dimasukkan dalam pipa pertama. Pipa terakhir, bediameter 2,5
cm dimasukkan ke dalam pipa kedua. Pipa terakhir mempunyai panjang setengah
dari pipa pertama. Mula-mula air bersuhu 165oC dialirkan ke bawah melalui pipa
pertama. Air panas ini akan melelehkan belerang di sekitarnya dan mendorong
cairan belerang naik melalui pipa. Air bertekanan tinggi dipompa melalui pipa
yang paling kecil, menghasilkan buih bermassa jenis kecil yang akan naik ke
permukaan tanah melewati pipa berukuran sedang. Buih ini mengandung
belerang, udara, dan air. Di permukaan tanah, campuran ini didinginkan dan
menghasilkan kristal belerang berwarna kuning dari cairannya yang berwarna
ungu. Kristal belerang dihancurkan dengan dinamit menjadi pecahan yang
berukuran lebih kecil sehingga mudah diangkut ke tempat lain.

2. Proses Claus.

8
Pada proses Claus, mula-mula gas alam dialirkan dalam etanol amin,
HOCH2CH2NH2 dan terjadi reaksi:
HOCH2CH2NH2(l) + H2S(g) HOCH2CH2NH3+ + HS-
Setelah dipisahkan, campuran kemudian dipanaskan sehingga H2S dilepaskan
sebagai gas. Gas ini kemudian dicampur dengan gas oksigen untuk membakar
sepertiga H2S menjadi gas SO2 dan air. Gas SO2 bereaksi dengan H2S sisa
membentuk belerang dan air.
2H2S + 3O2 2SO2 + 2H2O4H2S + 2SO2 6S + 4H2O
3. Pemanasan Pirit.
Pirit dipanaskan tanpa udara akan menyebabkan dekomposisi S22- menjadi
belerang dan FeS.
FeS2 FeS + S

F. SENYAWA BELERANG
1. Asam sulfat
Senyawa belerang yang penting adalah asam sulfat. Asam sulfat banyak
digunakan dalam industri pupuk, detergen, bahan peledak, obat-obatan, zat
pewarna, plastik, pembersih minyak bumi, pembersih logam dari karat, dan
menetralkan basa. Ada dua macam proses untuk membuat asam sulfat, yaitu
proses kamar timbale dan proses kontak.

a. Pembuatan
1) Pembuatan Asam Sulfat (Proses Kontak)

9
Pembuatan asam sulfat menurut proses kontak industri lainnya yang
berdasarkan reaksi kesetimbangan yaitu pembuatan asam sulfat yang dikenal
dengan proses kontak. Reaksi yang terjadi dapat diringkas sebagai berikut:
a) Belerang dibakar dengan udara membentuk belerang dioksida
b) Belerang dioksida dioksidasi lebih lanjut menjadi belerang trioksida.
c) Belerang trioksida dilarutkan dalam asam sulfat pekat membentuk asam pirosulfat.
d) Asam pirosulfat direaksikan dengan air membentuk asam sulfat pekat.

Reaksi:
S(s) + O2(g) SO2 (g)
2SO2 + O2(g)

H2S2O7(aq)+H2O2 H2SO4

Pabrik asam sulfat memerlukan belerang dioksida yang dapat diperoleh dari :
a. Pembakaran belerang
S + O2 SO2
b. Pirit (seng sulfida)
Pada pemanggangan bijih-bijih logam ini, dihasilkan sulfur dioksida sebagai hasil
samping
4FeSO4 + 11O2 2Fe2O3 + SO2 2ZnS + 3O2 2ZnO + 2SO2
c.Anhidrit.CaSO4
CaSO4 + 2C 2CO2 + CaS
CaS + 3CaSO4 4CaO + 4SO2
Untuk mempermudah pengenalan asal dari gas oksida belerang dan terjadinya
asam sulfat di atmosfer dapat dilihat skema berikut ini :
c.Thiosulfat
Dalam sejumlah senyawa sebuah atom belerang dianggap menggantikan sebuah
atom oksigen. Belerang bereaksi dengan ion sulfit membentuk.
sebuah ion sulfat : S + SO32- S2O32-

d. Kegunaan sulfur mempunyai banyak kegunaan diantaranya sebagai

10
bahan baku pembuatan asam sulfat, pembuatan karbon di sulfida, CS2 (bahan
baku serat rayon)
serta pada proses vulkanisasi karet (ikatan silang belerang akan memperkuat
polimer karet).

2) Pembuatan H2SO4 dengan proses kamar timbal


Proses kamar timbale sudah digunakan lebih kurang 200 tahun yang lalu.
Proses tersebut menggunakan ruang reactor yang dinding nya dilapisi timbale
(Pb), oleh sebab itu dinamakanproses kamar timbale. Dalam ruang itu,
dihasilkan H2SO4. Lapisan Pb akan bereaksi dengan H2SO4membentuk endapan
atau lapisan tipis PbSO4 yang menahan reaksi lebih lanjut dengan H2SO4.
Bahan dasar pembuatan H2SO4tersebut adalah belerang yang dibakar,
membentuk gas SO2. Gas SO2 yang bertemperatur tinggi kemudian direaksikan
dengan uap nitrogen dioksida yang berfungsi sebagai katalisator dan selanjutnya
digunakan untuk membuat gas SO3. Selanjutnya gas SO3 dimasukkan atau
dipompakan kedalam kamar timbale dan direaksikan dengan air,
membentuk H2SO4.

b. Sifat
Asam sulfat bukanlah oksidator yang sangat kuat, namun merupakan
dehydrator yang sangat kuat bagi karbohidrat dan zat organik lainnya, sering kali
memecahkan senyawa karbohidrat menjadi unsur karbon.
Sifat korosif asam sulfat dapat merusak benda-benda dari logam, karena
logam akan teroksidasi baik dengan asam sulfat encer maupun pekat. Asam sulfat
pekat dapat menarik molekul air dari senyawa-senyawa lain dalam proses
dehidrasi.
Biasanya asam sulfat dipikirkan hanya sebagai asam saja, namun
sesungguhnya asam sulfat dapat bereaksi menurut lima cara yang berbeda, yaitu
sebagai suatu asam, pengering terhadap air, pengoksidasi, agen sulfonasi dan
sebagai suatu basa.

3. Hidrogen sulfida

11
a. Kejadian dan pembuatan
Hydrogen sulfida terdapat dalam kuantitas yang besar dalam gas alam.
Dalam labolatorium, hydrogen sulfida biasa disediakan dengan cara mereaksikan
besi (II) sulfida dengan asam klorida encer .
b. Sifat-sifat hidrogen sulfida
Sifat fisika
Hidrogen sulfida merupakan gas yang tidak berwarna, baunya tajam. Bila
konsentrasi di udara hingga 10 ppm menyebabkan kematian.
Sifat kimia
a) Sebagai asam
Merupakan asam lemah. Bila terdpat ion-ion hidroksil akan
terbentuk hidrogen sulfida dan sulfida.
b) Sebagai pereduksi
Hidrogen sulfida terbakar di udara dan menghasilkan belerang,
namun belerang akan terbakar dan terbentuk belerang dioksida.

4. Sulfida
Sulfida logam kurang bersifat ion daripada oksidanya. Hidrolisis sulfida
bersifat parsial pada kedaan dingin, namun pada pendidihan menjadi sempurna
karena gas hydrogen sulfida yang terbentuk cepat menguap. Sebagian besar
sulfida-sulfida logam bersifat kovalen, dan tidak larut dalam air .

5. Belerang oksida
a. Belerang dioksida
Pembuatan
Belerang dioksida ketika ada belerang yang terbentuk diudara. Dalam
labolatorium, dihasilkan melalui reaksi suatu sulfit dengan asam sulfat encer, atau
hydrogen sulfit dengan asam kuat encer .
Sifat fisika

12
Merupakan gas yang tidak berwarna, baunya menusuk . Titik didihnya
-10 OC dan mencair pada suhu 2 OC dengan tekanan 3 atm.
Sifat kimia
Bila dilarutkan dalam air, sebagian kecil dari yang larut bereaksi
membentuk asam sulfit. Belerang dioksida yang berada diudara merupakan
sumber hujan asam.
b. Belerang trioksida
Pembuatan
Dibuat dengan melewatkan campuran belerang dioksida dan oksigen
melalui katalisator platina apad suhu + 400 OC, kemudian dikondensasikan
sebagai padatan putih.
Sifat fisika
Belerang trioksida bberapa berbentuk polimetrik .
Sifat kimia
Merupakan oksida asam yang kuat. Berubah menjadi asap ketika udara
lembab, dan bereaksi secara keras dengan air membentuk asam sulfat.

6. Hidrogen Biner
Hidrogen Sulfida adalah sebuah bahan kimia laboratorium yang penting, karena di
pakai secara luas dalam analisis kualitatif. Zat ini dapat dengan mudah di buat
dengan aksi asam terhadap sulfida logam, atau dengan hidrolisis tioasetamida :
FeS + 2HCl H2S + FeCl2
CH3CSNH2 + H2O H2S + CH3CONH2
Hidrogen Sulfida adalah gas yang beracun dan dapat larut dalam air.
H2S + H2O H3O+ +HS-

7. Polisulfida Logam
Belerang tidak hanya terikat bersama dalam belerang unsur, tetapi dapat bereaksi
juga dengan ion sulfida dengan membentuk ion polisulfida.

13
BaS + 2S BaS3 Ion polisulfida ukurannya berkisar dari S22- sampai
S63-. Kristal polisulfida yang paling terkenal, yaitu bijih besi yang umum seperti
pirit (FeS2).

8. Oksida dan Asam okso


a. SO2 dan SO3
Sulfur dioksida (SO2) adalah gas tidak berwarna. Berbau khas memerihkan mata
dan dapat merusak saluran pernapasan, sebab apabila terisap oleh pernapasan
secara berlebihan akan bereaksi dengan air dalam saluran pernapasan dan
membentuk asam sulfit yang akan merusak jaringan dan menimbulkan rasa sakit.
Sulfur dioksida dapat terbentuk pada pembakaran batubara yang mengandung
belerang, dan pemanggangan bijih sulfida. Sulfur dioksida dapat melarut dengan
baik dalam air.
SO2(g) + H2O(l) H2SO3 (aq).
Sampai kini belum ditemukan sepesi H2SO3 dalam larutan, dan dianggap bahwa
jika SO3 dialirkan kedalam air terbentuk suatu hidrat, namun telah dikenal garam
hidrogen sulfit dan garam sulfit. Setengah dari sulfur dioksida berasal dari
pembangkit energi dan proses industri yang menggunakan bahan baku yang
mengandung belerang. Meskipun pada keadan biasa SO3 sukar terbentuk pada
keadaan tertentu, SO2 dapat dioksida menjadi SO3. London smog / smog kelabu
terjadi dari campuran SO partikulat dan kabut, zat dalam partikulat dapat
mengkatalisa pembentuk SO3 dari SO2 dan dengan udara lembab dapat
menghasilkan kabut yang mengandung asam sulfat.Sifat SO2 yang mudah larut
dan menghasilkan asam seperti dijelaskan di atas mengakibatkan persoalan
lingkungan seperti misalnya hujan asam.Terjadinya hujan asam yaitu dari
pembakaran bahan bakar posil seperti minyak dan batu bara akan di hasilkan NOx
dan SOx juga partikel lain.Polutan akan tinggal beberapa lama di udara dan
kemudian musnah terdeposisi kepermukaan bumi , selama polutan diudara,
kualitas udara menurun yang dapat berakibat langsung pada kesehatan manusia
seperti sesak napas / gatal-gatal di kulit. Polutan seperti oksida sulfur (SO2)
dan dioksida nitrogen (NO2) melalui reaksi oksidasi dengan ozon akan berubah
menjadi (SO3) dan NO3 selanjutnya berubah menjadi senyawa sulfat dan
senyawa nitrat.
Senyawa-senyawa tersebut akan berpindah dari atmosfer kepermukaan bumi
melalui hujan dan deposisi langsung sehingga di kenal dengan deposisi basah dan
deposisi kering. Proses deposisi basah terjadi dengan pembentukan awan dan
akhirnya turun sebagai hujan salju atau kabut yang mengandung asam.Deposisi
asam yang terkandung dalam hujan dapat menggambarkan kondisi keasaman air
hujan dalam angka pH. Kategori angka pH mengindikasikan hujan basa atau

14
asam. Bila air hujan mempunyai nilai pH di bawah 5,6 di katakan telah terjadi
hujan asam di daerah tersebut.

G. SIKLUS BELERANG
Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai
mineral- mineral sulfide dan sulfate .Belerang (S) adalah unsur penting untuk
kehidupan dan ditemukan dalam bentuk senyawa asam amino unit kecil dari
protein. Protein ini penting pertumbuhan .
Tumbuhan mendapat sulfur dari dalam tanah dalam bentuk sulfat
anorganik (SO4). Dari mekanisme metabolisme ditubuhnya dibentuklah sulfat
organik entah dalam protein atau yang lainnya yang kemudian bisa berpindah ke
tingkat tropi kehidupan lainnya.
Tumbuhan yang mengandung sulfat organik itu jika dimakan hewan
sehingga sulfur berpindah ke hewan lewat rantai makanan begitu seterusnya , jika
masih berada di Tubuh mahkluk hidup maka sulfat masih dalam kondisi Sulfat
Organik.
Jika manusia , hewan dan tumbuhan mati diuraikan menjadi gas H2S atau
menjadi sulfat an organnik lagi. gitu .Sulfur direduksi oleh bakteri menjadi sulfida
dan kadang-kadang terdapat dalam bentuk sulfur dioksida atau hidrogen sulfida.
Hidrogen sulfida ini seringkali mematikan mahluk hidup di perairan dan
pada umumnya dihasilkan dari penguraian bahan organik yang mati.

H. DAMPAK NEGATIF DAN POSITIF BELERANG

1. Dampak negatif belerang :


- pencemaran udara
- bila larut dalam air, akan meningkatkan senyawa asam dalam air yang
menyebabkan matinya beberapa jenis organisme sehingga merusak
keseimbangan ekosistem
- dapat menyebabkan hujan asam.Dampak dari hujan asam ini antara lain:
Mempengaruhi kualitas
air permukaan, Merusak tanaman, Melarutkan logam-logam berat yang
terdapat dalam
tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan.

15
- jika terhirup dalam jumlah banyak, maka penghirupnya akan mengalami
kesulitan bernapas yang berujung kematian
2. Dampak positif belerang :
- Sebagai sumber mata pencaharian bagi warga sekitar penambangan belerang
seperti membangun pemandian air panas belerang, pertambangan manual dan
souvenir dari belerang.
- S + SO32- S2O32-d. Kegunaan sulfur mempunyai banyak kegunaan
diantaranya sebagai
bahan baku pembuatan asam sulfat, pembuatan karbon di sulfida, CS2 (bahan
baku serat rayon)
serta pada proses vulkanisasi karet (ikatan silang belerang akan memperkuat
polimer karet).

16
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sulfur merupakan salah satu unsur kimia dalam table priodik dengan simbol S,
nomer atom 16 dan termasuk dalam periode tiga.Unsur belerang di alam di
temukan sebagai unsur bebas dan sebagai senyawaan. Cara pembuatan sulfur
dilakukan dalam dua tahap yaitu dengan cara proses kontak dan proses pompa
frasch Sulfur dalam bentuk senyawa sangat penting dalam kehidupan diantaranya
sebagai pembuatan bahan baku asam sulfat dan vulkanisasi karet. Selain berguna
untuk kehidupan, sulfur juga mempunyai dampak yang berbahaya bagi kehidupan

17
misalnya senyawa-senyawa belerang yang bertindak sebagai zat pencemar yang
berbahaya adalah SO2 dan SO3 yang dapat menyebabkan radang paru-paru dan
tenggorokan (merusak saluran pernapasan ) dan hujan asam.

B. Saran
Sudah lama diketahui bahwa belerang sangat penting untuk tanaman danhewan.
Mineral ini juga sangat penting untuk banyak reaksi dalam tiap sel hidup.
Belerang merupakan salah satu unsur dalam asam amino metionin, sistein dan
sistin, vitamin biotin serta tiamin. Seperti unsur penting yang lain, belerang
dilaporkan berperan khusus dalam metabolisme tanaman dan hewan. Tanah di
Indonesia, terutama di daerah bercurah hujan tinggi bisa saja defisiensi terhadap
belerang dan unsur-unsur hara lain, sebagai akibat adanya pencucian, di samping
akibat penggunaan pupuk anorganik yang belebiha

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Hiskia. 2001. Kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung: PT. Citra Aditya
Bakti.
Anshory, Irfan. 2005. Kimia SMU. Jakarta.: Erlangga.
Sudarmo,Unggul. 2006. Kimia SMA.Jakarta: Erlangga.
Wilkinson dan Cotton. 2007. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: Universitas
Indonesia.

18
Ratih,Dkk. 2002. Kimia 2B. Jakarta : Bumi aksara
http://www.tekmira.esdm.go.id/data/belerang/ulasan.
http://ms.wikipedia.org/wiki/sulfur
http://id.answers.yahoo.com
http://tech.groups.yahoo.com/group kimia_indonesia/message/5424
http://smk3ae.wordpress.com/2008/07/15/metode-pengolahan-detergen/
http://kun.co.ro/2007/01/10/
http://id.wikipedia.org/wiki/Karet
http://rusiman.bpdas-pemalijratun.net/index.php?option=com_

19