Anda di halaman 1dari 5

A.

Identifikasi Bahan:
1. Nama Tanaman : Bawang Merah (Alium cepa)
2. Bagian tanaman yang digunakan : Umbi
3. Nama Simplisia : Alium cepa L. Bulbul
4. Fitokimia : Senyawa fitokimia yang terdapat dalam
bawang merah yaitu allisin, alliin, allil propil disulfida, asam denolat, asam
fumarat, asam kafrilat, dihidroalin, floroglusin, fosfor, fitosterol, flavonol,
flavonoid, kaempfenol, kuersetin, kuersetin glikosida, pektin, saponin, sterol,
sikloaliin, triopropanal sulfoksida, propil disulfida, dan propil-metil disulfida
(Jaelani, 2007)
5. Khasiat : Senyawa fitokimia yang terkandung dalam
bawang merah mempunyai khasiat yaitu menurunkan kadar kolesterol darah,
menyembuhkan radang sendi, radang hati, radang tonsil, antioksidan, menurunkan
kadar lemak jahat, menyembuhkan kardiovaskuler, menghambat pertumbuhan
virus dan bakteri, mempertahankan keseimbangan elektrolit tubuh, menjaga fungsi
otot, mencegah penggumpalan darah dan merangsang fungsi kepekaan saraf
maupun kerja enzim pencernaan (Jaelani, 2007)
B. Tahapan Pembuatan Simplisia
1. Pemilihan Bahan Baku
Bahan Baku : Umbi lapis
Waktu Pengambilan Bahan : Pengambilan bahan baku dilakukan
pada saat umur tanaman mencapai kematangan yaitu pada umur 60-70
hari. Ditandai dengan daun tanaman menguning, pangkal daun lemas, dan
daun bagian atas mulai rebah. Sebagian umbi sudah ada di permukaan
tanah dan lapisan umbi penuh berisi (Samadi dan Cahyono, 2005)
Karakteristik
Warna : Merah mengkilap
Bentuk : Umbi bawang merah berbentuk bulat
dan berlapis-lapis
Kenampakan :-
Aroma : Bau menusuk, aroma khas.
Rasa : Agak pahit
2. Sortasi Basah
Sortasi basah dilakukan untuk memisahkan kotoran-kotoran atau bahan-bahan
asing lainnya dari bahan simplisia.
3. Cara Pencucian
Pencucian dilakukan untuk menghilangkan tanah dan pengotoran lainnya yang
melekat pada bahan baku. Kegiatan pencucian ini dilakukan dengan menggunakan air
bersih yang mengalir.
4. Bobot Basah
Setelah pencucian dilkaukan selanjutnya bahan baku simplisia ditimbang berat
basahnya.
5. Perajangan
Perajangan bahan simplisia dilakukan bertujuan untuk mempermudah proses
pengeringan, dan pengepakan
6. Cara Pengeringan
Pengeringan dilakukan bertujuan untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah
rusak dan awet, sehingga bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama
7. Sortasi Kering
Tujuan sortasi untuk memisahkan benda-benda asing pengotor-pengotor lain yang
masih ada dan tinggal pada simplisa kering
8. Bobot Kering
Setelah sortasi kering dilkaukan selanjutnya simplisia ditimbang berat keringnya
9. Pengepakan dan Penyimpanan
Pengepakan dapat menggunakan wadah toples, dimana wadah ini dapat
melindungi simplisia dari kerusakan dan dapat melindungi dari cemaran mikroba.
Disimpan pada suhu kamar (15 sampai 30). Kelembaban rendah untuk
menghindari penyerapan uap air.
10. Pemberian label
Bertujuan untuk mempermudah konsumen menemukan produk

C. Pengamatan
1. Sortasi Basah
Berat awal : 230,3 gr
Jenis Pencemar : Tanah, debu, akar
2. Pencucian
Berat awal : 230,3 gr
Berat setelah dicuci : 236,7
Masalah yang dihadapi: -
3. Perajangan
Jenis alat : Pisau
Tebal : 3mm-4mm
4. Pengerigan
Jenis : Oven dan sinar matahari
Lama pengeringan : 6 hari
5. Pengepakan
Ditaruh pada wadah toples kecil
6. Penyimpanan
Jenis : Penyimpanan Tertutup

D Pembahasan
DAFTAR PUSTAKA
Jaelani. 2007. Khasiat Bawang Merah. Yogyakarta: Kanisius
Samadi, Budi, Bambang Cahyono. 2005. Bawang Merah Intensifikasi Usaha Tani.
Yogyakarta: Kanisius