Anda di halaman 1dari 6

6 Itikaf

om
196

Itikaf
Menetapi sesuatu dan tinggal di situ
Menurut Bahasa

Itikaf Berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri

.c
Menurut Istilah kepada Allah Subhanahu wa Taala.
Syari

Anjuran Melakukan Itikaf

ia
Itikaf merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan
Daftar Bahasan dan sebuah ketaatan yang sangat mulia. Dari Aisyah Radhiyallahu
Pengertian Itikaf Anha ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam senantiasa

es
Anjuran Melakukan beritikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai
Itikaf Allah mewafatkannya .(1)
Hukum Itikaf Kita dan umat-umat sebelum kita telah diperintahkan oleh
Syarat-Syarat Itikaf Allah untuk melaksanakan ibadah itikaf. Allah Subhanahu wa
Waktu Itikaf Taala berfirman, Dan Kami telah perintahkan kepada Ibrahim dan
on
Itikaf di Sepuluh Ismail, Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf,
Malam Terakhir Bulan yang itikaf, yang rukudan yang sujud. (Al-Baqarah: 125).
Ramadhan
Hukum Itikaf
Hikmah di Balik
Anjuran Itikaf Itikaf merupakan ibadah sunnah yang dapat dilaksanakan
nd
Hal-Hal yang kapan saja. Akan tetapi lebih dianjurkan lagi pada sepuluh hari
Dibolehkan Bagi terakhir di bulan Ramadhan sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah
Orang yang Itikaf Shallallahu Alaihi wa Sallam.(2)
Hal-Hal yang Syarat-Syarat Sahnya Itikaf
Membatalkan Itikaf
hi

1-Niat
Seorang yang hendak beritikaf berniat
untuk berdiam diri di masjid dengan tujuan
fiq

mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah.


Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
Sesungguhnya balasan setiap amal itu tergantung
pada niatnya.(3) Masjid Jami
w.
ww

(1) HR. Bukhari


(2) Zadul Maad
(3) Muttafaq Alaih

www.fiqhindonesia.com
Bab Puasa 197
Itikaf

om
2-Hendaknya masjid tempat beritikaf 3-Suci dari Hadats Besar
adalah Masjid Jami atau Masjid Agung Tidak sah ibadah Itikaf yang dilakukan oleh
orang yang junub, wanita haid, wanita nifas karena
Makan tidak sah beritikaf di tempat selain
mereka semua dilarang tinggal dalam masjid.

.c
masjid, berdasarkan firman Allah subhanahu
wataala: dan janganlah kamu campuri mereka
(istri-istrimu), sedang kamu beritikaf dalam
masjid[Al-Baqarah: 187], dan berdasarkan cara yang Puasa Bukan Syarat

ia
dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam. karena apabila itikaf diadakan di
Sahnya Itikaf
masjid yang tidak didirikan salat berjamaah di Puasa bukan syarat sahnya itikaf,

es
dalamnya, akan mengakibatkan ditinggalkannya sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Umar
salat berjamaah, sedangkan mendirikan salat Radhiyallahu Anhuma bahwasanya Umar
jamaah dalam masjid wajib hukumnya, juga pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu
mengakibatkan seringanya peserta itikaf keluar, Alaihi wa Sallam seraya berkata, Dahulu di
maka hal ini mengurangi makna dan tujuan dari on masa jahiliyah aku pernah bernadzar untuk
itikaf. Bagi wanita tidak apa-apa baginya untuk beritikaf satu malam dalam Masjid Al-Haram,
beritikaf di masjid manapun, baik ada salat lalu Rasulullah menjawab, Tunaikanlah
jamaah di dalamnya ataupun tidak, dengan syarat nadzarmu.(1) Jika puasa merupakan syarat
tidak menimbulkan fitnah, jika terdapat hal-hal sahnya itikaf maka itikaf yang dilakukan Umar
yang menimbulkan fitnah, maka dilarang bagi di malam hari tidak sah. Hadits lain menyebutkan,
nd
wanita melaksanakannya. Dan yang lebih afdhal Rasulullah pernah beritikaf pada sepuluh
lagi adalah masjid yang dilaksanakan salat jumat hari terakhir di bulan Syawal.(2)Hadits ini
di dalamnya, akan tetapi ini tidak termasuk syarat menunjukkan bahwa puasa bukan syarat sahnya
itikaf. itikaf.
hi

(1) HR. Bukhari


(2) HR. Muslim
fiq

Waktu Melaksanakan Itikaf


Itikaf dapat dilaksanakan kapan saja dan
tidak memiliki batasan waktu minimal, sekalipun
dianjurkan agar tidak kurang dari satu hari atau
w.

satu malam. Karena tidak ada riwayat yang


menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi
wasallam atau para sahabatnya pernah beritikaf
kurang dari satu hari atau satu malam.
ww

www.fiqhindonesia.com
Bab Puasa
198 Fikih Ibadah Bergambar

om
Itikaf di Sepuluh Hari Terkahir Bulan Ramadhan
Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan waktu paling afdhal untuk beritikaf. Diriwayatkan
dari Aisyah Radhiyallahu Anha, ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam senantiasa
beritikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkannya.(1)

.c
Barang siapa yang berniat melaksanakan itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan maka
ia diharuskan melaksanakan shalat fajar pada malam 21 di masjid tempat ia beritikaf. Dari Aisyah
Radhiyallahu Anha, ia berkata, Rasulullah senantiasa itikaf pada bulan Ramadhan, setelah beliau

ia
melaksanakan shalat fajar, ia masuk ke biliknya tempat ia melaksanakan itikafnya .(2)
Itikaf berakhir pada saat matahari telah terbenam di hari terakhir bulan Ramadhan, namun dianjurkan
untuk meninggalkan tempat itikaf di pagi Hari Raya Idul Fithr. Sebagaimana diriwayatkan dari para

es
salafush shalih.

Sejak terbitnya fajar di hari ke 21


on
Itikaf di Sepuluh Hari Terkahir Bulan Ramadhan
nd
hi

uluh
Sep bulan
khir
tera madhan
Ra
fiq
w.

Sampai terbenamnya matahari di


hari terakhir bulan Ramadhan
ww

(1) HR. Bukhari


(2) HR. Bukhari

www.fiqhindonesia.com
Bab Puasa 199
Itikaf

om
Hikmah di Balik Ibadah Itikaf
Di antara hikmah itikaf adalah mengajak orang untuk tidak tergantung pada dunia atau menjadi
hamba dunia. Sebagaimana ia memberikan kesempatan untuk lebih tekun dan lebih banyak beribadah.

.c
Hal-hal yang Boleh Dilakukan Bagi Orang yang Beritikaf
1. Keluar masjid karena urusan yang mendesak. Seperti keluar untuk makan atau minum jika tidak
ada yang menyiapkan untuknya. Atau keluar untuk buang hajat. Aisyah Radhiyallahu Anha berkata,

ia
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika beritikaf, terkadang mengeluarkan kepalanya lalu
aku menyisir rambutnya(1), dan ia tidak masuk rumah kecuali ada keperluan yang mendasar .(2)

es
2. Menyisir dan merapikan rambut.
3. Memberikan nasihat atau ceramah yang bermanfaat, menanyakan kondisi sebagian kaum muslimin.
Akan tetapi tidak berlebihan karena akan bertentangan dengan maksud ibadah itikaf itu sendiri.
4. Menerima tamu dari kalangan keluarga atau kerabat, keluar mengantar mereka. Diriwayatkan dari
on
Shafiyah binti Huyay Radhiyallahu Anha, ia berkata, Pernah suatu ketika Rasulullah melaksanakan
itikaf lalu aku datang menemuinya, setelah aku hendak pulang ia berdiri dan mengantarku keluar(3).(4)

Hal-Hal yang Membatalkan Itikaf


nd
1. Keluar masjid tanpa ada keperluan mendesak walaupun hanya sesaat. Diriwayatkan dari Aisyah
Radhiyallahu Anha ia berkata, Dan Rasulullah tidak masuk ke rumahnya kecuali ada keperluan
manusiawi yang mendesak .(5)
2. Jima (bersenggama) dengan istri walaupun di malam hari. Allah Subhanahu wa Taala berfirman,
..Dan janganlah kamu campuri mereka itu sedang kamu beritikaf dalam masjid.. (Al-Baqarah: 187).
hi

Termasuk semua aktifitas yang semakna dengan jima seperti onani, atau bercumbu dengan istri dan
lain-lain.
3. Berniat mengakhiri itikaf
fiq

Jika seorang muslim telah meniatkan melakukan itikaf pada hari tertentu kemudian ia
menghentikannya maka ia boleh menggantinya. Aisyah Radhiyallahu Anha berkata, Ketika Rasulullah
Shallallahu Alaihi wa Sallam hendak beritikaf, beliau melaksanakan shalat fajar kemudian beliau
masuk ke tempatnya beritikaf(6) kemudian beliau memerintahkan untuk membuat bilik(7) untuknya
w.

yang beliau tempati selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, beliau juga memerintahkan membuat
bilik untuk istrinya Zainab dan istri-istrinya yang lain. Dan ketika beliau telah melaksanakan
shalat fajar beliau melihat ada banyak tenda, lalu beliau bertanya, Apakah kalian menginginkan
ww

(1) Arjalahu artinya menyisirkan rambutnya


(2) HR. Muslim
(3) Li yuqallibani artinya menjengukku di rumahku
(4) HR. Muttafaqun Alaihi
(5) HR. Muslim
(6) Mutakafihi artinya tempatnya beritikaf
(7) Al-khabaa artinya bilik atau tenda

www.fiqhindonesia.com
Bab Puasa
200 Fikih Ibadah Bergambar

om
kebaikan?(1)Lalu beliau meminta untuk membongkar(2)biliknya lalu beliau meninggalkan itikafnya
dan menggantinya 10 hari pertama di bulan Syawwal. Dalam riwayat lain disebutkan beliau beritikaf
di 10 hari terakhir bulan Syawwal.(3)
4. Seorang yang beritikaf tidak dibenarkan menjenguk orang sakit atau mengantar jenazah atau

.c
meninggalkan tempatnya beritikaf.

(1) Khaufan minhu artinya kekhawatiran jangan sampai ia tidak ikhlas


(2) Qawadha artinya membongkar biliknya

ia
(3) Muttafaqun Alaihi

es
on
nd
hi
fiq
w.
ww

www.fiqhindonesia.com
om
.c
ia
es
on
nd
hi
fiq
w.
ww

www.fiqhindonesia.com