Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN HASIL DISKUSI

MODUL THT
TRIGGER II

Oleh :

TUTORIAL III

Anggota :
1. Helma Firdinia
2. Harbella Geliem
3. Tefra Ferlian R
4. Ryan Aidil H
5. Mutiari Rizki
6. Avinda Novia C
7. Fuji Rahma Y
8. Nur Eliza
9. Raissa Talitha
10. Vinna Veronica
11. Melda Sari

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
PADANG
2015
Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena limpahan rahmat
dan karunia-Nyalah kami dari tutorial III dapat menyelesaikan laporan kami yang berjudul
TRIGGER II : TELINGAN KANAN BERAIR ini dengan tepat waktu, dibawah bimbingan dr.
Rika Amran, MARS.
Trigger ini akan kami jelaskan melalui step 1-5 dan 7, dan step 6 adalah belajar mandiri.
Didalam diskusi setiap mahasiswa diwajibkan untuk aktif memberikan argumentasinya. Tugas
ketualah yang mengkoordinir kondisi kelas agar tetap pada trigger.
Laporan yang kami buat, kami sadari banyak kekurangan didalamnya, untuk itu kami
mohon kritik dan saran yang membangun agar laporan yang akan datang dapat lebih baik. Akhir
kata, lebih dan kurang kami dari tutor 3 mohon maaf.

Padang, 30 Juni 2016


BAB I
PENDAHULUAN
Trigger II : telinga kanan berair
Dora 25 th datang ke poliklinin THT dengan keluhan telinga kanan berair hilang
timbul sejak 8 bulan yang lalu. Sejak kecil telinga sering keluar cairan apabila pilek dan
demam. Dora tidak pernah merasakan keluhan sakit kepala, mual dan muntah. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan cairan telingan kental kekuningan berbau dan terdapat
gangguan pendengaran pada telinga kanan. Pada pemeriksaan otoskopi, membran timpani
tampak perforasi dibagian central. Dora menanyakan ke dokter, apakah ini congek dan
membahayakan ?

BAB II
PEMBAHASAN

Step 1 Clarify Unfamiliar Terms

1. Otoskopi : alat untuk memeriksa bagian dalam telinga

Step 2 Define the Problem


1. Kenapa telinga pasien berair dan hilang timbul ?
2. Apa yang menyebabkan sekret telinga pasien kekuningan berbau ?
3. Apa yang menyebabakan gangguan pendengaran pada telinga kanan pasien ?
4. Apa yang menyebabkan terjadinya perforasi membran timpani ?
5. Apa diagnosa pasien pada trigger?
6. Bagaimana penatalaksanaan pasien pada trigger ?
Step 3 Braistorm Possible Hypothesis or Explanation
1. Telinga berair karena peningkatan sekret yang mukus dihasilkan oleh aktifitas kelenjar
sekretorik ditelinga tengan dan mastoid
2. Sekret yang kekuningan berbau timbul akibat reaksi inflamasi yang terjadi pada telinga
tengan terhadap bakteri
3. Pendengara menurun akibat terganggunya tulang tulang pendengaran
4. Karena beberapa sebab : terlambatnya pemberian AB dan virulensi kuman yang tinggi
5. Diagnosa : OMSK aktif tipe aman
6. Penatalaksanaan
- Aural toilet : H2O2 3%
- Obat tetes telinga
- Obat AB oral

Step 4 Arrange Explanation Into a Tentative Solution

Telinga kanan berair , hilang timbul


Step 5 Lerning Objective
Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan :
1. Dasar dasar penegakkan diagnosa
2. Definisi OMSK
3. Etiologi dari OMSK
4. Patogenesa dari OMSK
5. Klasifikasi dari OMSK
6. Penatalaksanaan OMSK tipe aman
7. Komplikasi OMSK

Step 7 Share the Result of Information Gathering and Private Study


1. Dasar Diagnosis
a. Anamnesis
- Sekret keluar dari telinga tengah, baik terus menerus atau hilang timbul. Serta
mungkin encer atau kental, bening atau berupa nanah
- Gangguan pendengan pada telingan yang sakit
- Riwayat OMA berulang
- Demam, vertigo, dan nyeri menunjukkan adanya komplikasi intratemporal
/intrakranial
b. Pemeriksaan fisik
- Otoskopi :
1. Kanalis akustikus eksterna dapat terlihat edema dan biasanya tampak keras
2. Sekret dapat berupa encer atau kental, bening atau berupa nanah
3. Perforasi membran timpani
4. Adanya jaringan granulasi yang terlihat pada kanalis media atau rongga telinga
tengah
5. Mukosa telinga tengah yang terlihat melalui perforasi membran timpani

c. Pemeriksaan penunjang
1. Laboratorium : apus sekret dari telinga tengah untuk biakan mikrobiologi aerob dan
anaerob serta uji sensitivitas
2. Tes fistula, dilakukan jika ada gejala vestibuler dengan inspeksi nasofaring termasuk
ostium tuba serta uji pendengaran dengan garpu tala
3. Pemeriksaan audiologi
4. Foto polos mastoid
5. Ct scan
Diagnosis : OMSK aktif tipe Aman ( benigna)
2. Definisi OMSK
Infeksi kronis telinga tengah, perforasi membran timpani, otorea dan sekret yang
keluar dari telinga tengah terus menerus atau hilang timbul. Yang berlangsung > 2 bulan,
dan adanya riwayat OMA sebelumnya
3. Etiologi OMSK
Penyebab OMSK antara lain:
a. Lingkungan
b. Genetik
c. Otitis media sebelumnya.
d. Infeksi
e. Infeksi saluran nafas atas
f. Autoimun
g. Alergi
h. Gangguan fungsi tuba eustachius.

4. Patogenesa OMSK
5. Klasifikasi OMSK
Berdasarkan Perforasi
1. OMSK tipe aman (tipe mukosa/benign/tanpa kolesteatom)
- Perforasi sentral : perforasi pada pars tensa dikelilingi sisa embran timpani ditepi
perforasi
- Tanpa kolesteatom
- Di sebut pula penyakit tubo timpani : perforasi membran timpani membuat ukosa telinga
tengah dan tuba eusthacius terpapar namun tidak menyebabkan inflamasi pada mastoid
b. OMSK tipe bahaya ( degan kolesteatom)
Tipe atikoantral = tipe ganas = tipe tidak aman = tipe tulang
Pada tipe ini ditemukan adanya kolesteatom dan berbahaya. Penyakit
atikoantral lebih sering mengenai pars flasida dan khasnya dengan terbentuknya kantong retraksi
yang mana bertumpuknya keratin sampai menghasilkan kolesteatom.
Kolesteatom adalah suatu massa amorf, konsistensi seperti mentega,
berwarna put ih, terdiri dari lapisan epitel bertatah yang telah nekrotis.

Penatalaksanaan OMSK tipe Aman


Shambough (2003)
Komplikasi
Paresis N. Fasialis
Kolesteatoma erosi tulang penyebaran infeksi ke dalam kanalis fasialis.
Terapi: dekompresi
Labirinitis
Kolesteatoma kerusakan pada bagian vestibuler labirin fistel infeksi masuk
labirinitis.
Gejala: vertigo, tuli saraf
Terapi: operasi
Petrositis
Peradangan os. petrosum
Gejala sindrom Gradenigo
Diplopia
Nyeri di daerah parietal, temporal, atau oksipital
Otore persisten
Terapi: operasi
Mastoiditis akut
Gejala:
Nyeri di belakang telinga
Nyeri tekan di daerah mastoid
Pendengaran
Terapi:
Konservatif (antibiotik, H2O2 3%)
Operasi
Abses ekstradural
Kolesteatoma erosi tegmen timpani/mastoid abses.
Gejala:
Nyeri telinga hebat
Nyeri kepala
Biasanya baru diketahui pada waktu operasi mastoidektomi
Tromboflebitis sinus lateralis
Invasi infeksi ketika melewati os mastoid trombosis sinus lateralis.
Gejala:
Demam
Terapi: operasi
Abses subdural
Perluasan tromboflebitis via pembuluh vena.
Gejala:
Demam, nyeri kepala
Penurunan kesadaran
Kejang
Meningitis
Gejala:
Kaku kuduk, demam, nyeri kepala
Terapi:
Antibiotik meningitis
Operasi mastoidektomi infeksi di telinga
Hidrosefalus otitis
Gejala:
Nyeri kepala persisten
Diplopia
Pandangan kabur
Mual, muntah
Abses otak
Gejala:
Nyeri kepala
Demam
Kejang
Bradikardi
prognosis
Prognosis dianggap baik bila tindakan pembedahan berupa kraniotomi, pemberian
antibiotik yang cepat dan tepat, umur penderita antara 10-20 tahun, adanya hasil kultur dan
sensitivity test, sumber infeksi jelas, dan tidak terdapat penurunan kesadaran.
Sedangkan prognosis buruk bila terdapat penurunan kesadaran (ensefalopati / koma)
umur penderita <10 tahun dan >20 tahun, terlambatnya pemberian antibiotik dan tidak
ditemukan kuman pada kultur.
BAB III
PENUTUP
III. 1. kesimpulan
Ny. Dora 25 th, di diagnosis dengan OMSK tipe aman, dengan dasar diagnosa
adanya perforasi membran timpani, dan sekret yang keluar dari telinga tengah terus menerus
serta riwayat OMA sebelumnya. OMSK disebabkan oleh banyak faktor, dan ditatalaksana
dengan terapi konservtif dan bisa juga degan operatif. Apabila OMSK tidak ditatalaksana dengan
baik maka akan menimbulkan komplikasi baik intratemporal /intrakranial.
DAFTAR PUSTAKA

Soepardi, Efiati Arsyad, dkk. 2014. TELINGA HIDUNG TENGGOROKAN KEPALA LEHER.
Jakarta : FK UI