Anda di halaman 1dari 19

F-35 Ligthning II

F-35 Lightning II atau Joint Strike Fighter adalah pesawat tempur generasi ke 5, produksi
kerjasama Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan BAE Systems. Pesawat super canggih
ini mempunyai kapabilitas "Stealth", tidak akan terlihat di radar lawan. Jumlah persenjataan
dan amunisi yang bisa dibawanya pun lebih bayak dibanding pesawat-pesawat tempur generasi
sebelumnya, seperti F-16 dan F-18.

F-35 Lightning II adalah pesawat canggih yang mampu mengelak dari radar lawan. Pesawat
ini merupakan hasil pengembangan dari pesawat X-35 dalam program Joint Strike Fighter.
Pesawat ini adalah pesawat tempur berkursi tunggal, bermesin tunggal, yang dapat melakukan
banyak fungsi, antara lain pertempuran udara-ke-udara (dogfight), dukungan udara jarak dekat,
serangan ke permukaan, dan pengeboman taktis.

F-35 Lightning JSF bentuknya seperti pesawat jet tempur modern, tetapi yang membuat jet ini
khusus adalah perangkat lunak dan kemampuan mengumpulkan data intelijen.

JSF juga merupakan pesawat mata-mata di angkasa. Pesawat ini dapat mengumpulkan
informasi dari angkasa luar, darat dan pesawat lain, dan kemudian mengirimkannya ke para
komandan di darat. Pilot mempunyai "mata dewa" saat perang. Dengan menekan sebuah
tombol, maka sebuah kamera yang berada di bawah akan mulai bekerja, yang berfungsi untuk
melihat keseluruhan pesawat.

Saat terbang, jet ini mengetahui cara melayang lebih baik daripada pilot Harrier terbaik. Pilot
tidak disibukkan dengan mengemudi sehingga lebih dapat memusatkan perhatian berperang.

Pengembangan pesawat ini dibiayai oleh Amerika Serikat, Britania Raya dan beberapa negara
lainnya. Pesawat demonstrasi, pertama kali terbang pada tahun 2000, dan pesawat versi
produksi pertama kali terbang pada 15 Desember 2006.

Program Joint Strike Fighter didirikan untuk mengantikan pesawat tempur lama, dengan
biaya pengembangan, produksi, dan operasi yang relatif kecil. Ini dicapai dengan membuat
pesawat tempur dengan tiga varian, yang masing-masing memiliki kesamaan 80%. Ketiga
varian tersebut adalah:

F-35A, Pesawat lepas landas dan mendarat konvensional (conventional takeoff


and landing, CTOL) yang akan menggantikan F-16 Fighting FalconAngkatan
Udara Amerika Serikat mulai tahun 2011.
F-35B, Pesawat lepas landas pendek dan mendarat vertikal (short-takeoff and vertical-
landing, STOVL) yang akan menggantikan AV-8 Harrier II dan F/A-18 Hornet Korps
Marinir Amerika Serikat serta Angkatan Laut Italia, dan Harrier GR7/GR9 Britania
Raya mulai tahun 2012.
F-35C, Pesawat kapal induk yang akan menggantikan F/A-18 Hornet (varian A/B/C/D
saja) Angkatan Laut Amerika Serikat mulai tahun 2012.

Ciri-ciri umum

Kru: 1
Panjang: 51.4 ft (15.67 m)
Rentang sayap: 35 ft (10.7 m)
Tinggi: 14.2 ft (4.33 m)
Luas sayap: 460 ft, (42.7 m)
Berat kosong: 29,300 lb (13,300 kg)
Berat isi: 44,400 lb (20,100 kg)
Berat maksimum saat lepas landas: 70,000 lb (31,800 kg)
Mesin: 1 Pratt & Whitney F135 afterburning turbofan
Dorongan kering: 28,000 lbf (125 kN)
Dorongan dengan pembakar lanjut: 43,000 lbf (191 kN)
Internal fuel:18,480 lb (8,382 kg)

Kinerja

Laju maksimum: Mach 1.67 (1,283 mph, 2,065 km/h)


Jangkauan: 1,200 nmi (2,220 km) on internal fuel
Radius tempur: 610 nmi (1,110 km) on internal fuel
Langit-langit batas: 60,000 ft (18,288 m)
Laju tanjak: classified (not publicly available)
Beban sayap: 91.4 lb/ft (446 kg/m)
Dorongan/berat:
With full fuel:0.84;
With 50% fuel:1.04 B:
g-Limits: 9 g
Persenjataan

Senjata api: 1 GAU-22/A 25 mm (0.984 in) cannon internally with 180 rounds
group="nb">fitted as an external pod with 220 rounds in the F-35B and F-35C
Titik keras: 6 external pylons on wings dengan kapasitas 15,000 lb (6,800 kg) and 2
internal bays with 2 pylons each for a total weapons payload of 18,000 lb dengan izin untuk
mengangkut:
Rudal:
Air-to-air: AIM-120 AMRAAM, AIM-132 ASRAAM, AIM-9X Sidewinder
Air-to-ground: AGM-154 JSOW, AGM-158 JASSM
Bom:
Mark 84, Mark 83 and Mark 82 GP bombs
Mk.20 Rockeye II cluster bomb
Wind Corrected Munitions Dispenser capable
Paveway-series laser-guided bombs
Small Diameter Bomb (SDB)
JDAM-series
A future nuclear weapon

Boeing P-8 Poseidon

Boeing P-8 Poseidon (dahulu Multimission Maritime Aircraft atau MMA) adalah pesawat
militer saat ini sedang dikembangkan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat (USN). Pesawat
sedang dikembangkan oleh Boeing Defense, Space & Security, dimodifikasi dari 737-800 . P-
8 dimaksudkan untuk melakukan anti-kapal selam (ASW) dan larangan pengiriman dan untuk
terlibat dalam peran intelijen elektronik (ELINT). Ini akan melibatkan membawa torpedo, rudal
anti-kapal SLAM-ER, dan senjata lainnya. Boeing P-8 Poseidon ini juga akan dapat
menjatuhkan dan memantau sonobuoys. Hal ini dirancang untuk beroperasi dalam
hubungannya dengan kendaraan udara tak berawak Broad Area Maritime Surveillance. P-8
juga telah dipesan oleh Angkatan Laut India .
Karakteristik umum

Kru: Penerbangan: 2
Panjang: 129 ft 5 in (39.47 m)
Lebar sayap : 123 ft 6 in (37,64 m)
Tinggi: 42 ft 1 in (12,83 m)
Berat kosong : 138.300 (62.730 kg)
Max. berat lepas landas : 189.200 (85.820 kg)
Powerplant : 2 CFM56-7B turbofan, 27.000 lbf (120 kN) masing-masing.
Kecepatan maksimum : 490 knot (907 km / h)
Cruise speed : 440 kn (815 km / h)
Rentang : 1.200 nm (2.222 km) 4 jam di stasiun (Anti-kapal selam misi perang)
Layanan langit-langit : 41.000 ft (12.496 m)

Persenjataan

(5 internal dan eksternal 6) SLAM-ER rudal , Ranjau dan Torpedo.

Avionics

Raytheon APY-10 multi-misi permukaan pencarian radar


(Sensor permukaan Lanjutan Airborne pencarian radar dan SIGINT paket yang akan
mengikuti pada sistem )
Boeing C-17 Globemaster III

Boeing C-17 Globemaster III adalah pesawat angkut militer besar. Pesawat ini dikembangkan
oleh McDonnell Douglas dari 1980-an hingga 1990-an untuk Angkatan Udara Amerika Serikat
(USAF). C-17 merupakan pengembangan dari dua pesawat kargo militer bermesin piston
sebelumnya, yaitu Douglas C-74 Globemaster dan Douglas C-124 Globemaster II.

C-17 di desain untuk melakukan misi airlift strategis, mengangkut tentara dan kargo ke seluruh
dunia, juga berperan sebagai airlift taktis, evakuasi medis dan tugas pengiriman amunisi dan
persediaan-persediaan lainnya.

Boeing, yang bergabung dengan McDonnell Douglas pada 1990-an, terus memproduksi C-17
untuk pelanggan di seluruh dunia setelah kebutuhan untuk Angkatan Udara AS terpenuhi. Saat
ini, C-17 dioperasikan oleh Angkatan Udara AS, Inggris, Australia, Kanada, Qatar, Uni Emirat
Arab dan NATO. India juga telah menetapkan order untuk 10 C-17.

Karakteristik Umum:

Kru Penerbangan: 3 hingga 2 pilot dan 1 loadmaster.


Kapasitas muatan:
102 pasukan terjun payung atau
158 tentara dengan kursi palletized dan sidewall atau
53 tentara dengan kursi sidewall atau
36 liter dan 54 pasien atau
Kargo; Tank Abrams M1; 3 kendaraan stryker atau 6 kendaraan M1117
Payload: 77,5 ton
Panjang: 53 m
Rentang sayap: 51,75 m
Area sayap: 353 m2
Berat kosong: 128100 kg
Max. Berat lepas landas: 265350 kg
Powerplant 4 Pratt & Whitney F117-PW-100 turbofan, masing-masing 180 kN
Kapasitas bahan bakar: 134.556 L

Peforma:

Kecepatan jelajah: 450 knot, 515 mph, 830 km/h


Jangkauan: 10390 km
Service ceiling: 13716 m
Lepas landas: 2316 m
Jarak landing: 1060 m
B-2 Spirit
Northrop Grumman B-2 Spirit adalah pesawat perang berteknologi stealth yang digunakan
untuk pengemboman (Stealth Bomber). Pesawat yang dibuat dari bahan thermoplastic itu,
dipakai oleh Angkatan Perang Udara AS. "Northrop Grumman adalah kontraktor utama untuk
pembom Angkatan Udara AS siluman B-2 Spirit."

Pesawat ini pertama kali diperkenalkan kepada publik, 1988 dan terbang perdana, 17 Juli 1989,
dengan status masih aktif. Pesawat ini tidak mampu terbang cepat dan mudah dimusnahkan
jika terlihat. Oleh karena itu, Northrop Grumman telah mengembangkan lapisan penyerap radar
baru untuk melestarikan karakteristik dari stealth B-2 secara drastis, guna mengurangi waktu
perawatan. Bahan baru, yang dikenal sebagai bahan alternatif frekuensi tinggi (AHFM),
disemprotkan oleh empat robot yang dikendalikan secara independen.

Misi dari pesawat ini adalah menghancurkan basis atau pangkalan militer musuh, tanpa terlihat
radar. Kelebihan B-2 adalah mampu menembus perisai pertahanan udara (radar) yang canggih.
Pesawat ini mampu menyerang semua target dari ketinggian hingga 50.000 kaki, (16,656
kilometer) dari ketinggian laut, dengan jangkauan lebih dari 6.000 nm, tanpa mengisi bahan
bakar (unrefueled) dan lebih dari 10.000 nm dengan satu kali pengisian bahan bakar,
memberikan kemampuan untuk terbang ke titik manapun di dunia dalam beberapa jam.

Untuk tugas misi di luar negeri, telah pula dikembangkan sebuah sistem hangar yang bisa
diangkut ke berbagai tujuan, di berbagai negara. Sebuah sistem hangar, memiliki panjang 126
kaki, lebar 55 kaki dan tinggi 250 kaki. Hanggar pertama hangar telah didirikan di Diego Garcia
di Samudera Hindia.

Sebelum dikembangkan sistem hangar ini, setiap kali telah menunaikan sebuah misi, B-2 Spirit
harus kembali ke Whiteman AFB, untuk pemeliharaan fitur stealth dari pesawat tersebut. B-
2 Spirit digunakan untuk pertama kalinya selama Operasi Kebebasan Irak pada Maret / April
2003. Pada bulan Maret 2005, skuadron B-2 ditempatkan untuk pertama kalinya ke Pangkalan
Angkatan Udara Andersen di Guam, bersama pesawat tempur B-1 and B-52, untuk mendukung
dan memperkuat pertahanan Komando USAF Asia Pasifik. Sebagian lain difokuskan untuk
berperang di Timur Tengah.

Siluman-siluman itu kerap terlihat di area Kosovo, Iraq, dan Afghanistan. Pembuatan pesawat
futuristik berbentuk segitiga itu menghabiskan USD 737 juta 2,2 miliar per unit. Biaya
tersebut menjadikan pesawat bomber siluman menjadi pesawat militer termahal di dunia.
Bomber strategis B-2 Spirit hanya dimiliki dan dioperasikan oleh AS. Pesawat siluman ini
merupakan perpaduan antara daya jelajah terjauh, kapasitas angkut persenjataan terbesar, dan
teknologi stealth yang tak tertandingi oleh kekuatan militer udara mana pun. Tanpa pengisian
ulang bahan bakar, B-2 Spirit mampu menempuh penerbangan sejauh 6.000 mil laut, dan
dengan satu kali isi ulang bahan bakar di udara, pesawat ini bisa menempuh jarak 10.000 mil
laut. Dengan kapasitas angkut 20 ton persenjataan konvensional maupun nuklir dan
mengirimkannya pada kondisi cuaca yang tepat, B-2 memiliki kemampuan untuk mengubah
hasil dari suatu konflik hanya dengan satu misi pengeboman.

Pesawat pengebom B-2 Spirit telah dikembangkan sejak tahun 1978 dibawah program ATB
(Advanced Technology Bomber). Program ATB ini baru diketahui publik pada tahun 1981.
Dan pada tanggal 22 November 1988, public baru mengetahui juga tentang keberadaan bomber
strategis buatan pabrikan Northrop Grumman ini yang kemudian melakukan penerbangan
perdananya pada 17 Juli 1989.

Sebagai pesawat bomber strategis yang sulit dicari tandingannya, B-2 Spirit tentu saja memiliki
harga yang sangat mahal, bahkan menjadi pesawat militer dengan harga yang paling mahal
yang pernah ada dalam sejarah penerbangan militer. Situs www.time.com menginformasikan
bahwa harga 1 unit B-2 Spirit adalah sebesar US$.2,4 miliar. Biaya operasional dan
perawatannya pun tidak kalah mahal. Untuk satu jam penerbangan, pesawat ini membutuhkan
perawatan selama 124 jam.

Spesifikasi Umum:

Kru: 2
Panjang: 69 ft (21 m)
Rentang sayap: 172 ft (52.4 m)
Tinggi: 17 ft (5.2 m)
Luas sayap: 5,000 ft (460 m)
Berat kosong: 158,000 lb (71.7 t)
Berat isi: 336,500 lb (152.6 t)
Berat maksimum saat lepas landas: 376,000 lb (171.0 t)
Mesin: 4 General Electric F118-GE-100 turbofans, 17,300 lbf (77 kN) masing-
masing.
Kinerja:

Laju maksimum: 410 knots (760 km/h, 470 mph)


Jangkauan: 5,600 nm (10,400 km, 6,400 mi)
Langit-langit batas: 50,000 ft (15,000 m)
Beban sayap: 67.3 lb/ft (329 kg/m)
Dorongan/berat: 0.205

Persenjataan:

2 internal bays for 50,000 lb (22,700 kg) of ordnance.

80 500 lb class bombs (Mk-82) mounted on Bomb Rack Assembly (BRA)

36 750 lb CBU class bombs on BRA

16 2000 lb class weapons (Mk-84, JDAM-84, JDAM-102) mounted on Rotary


Launcher Assembly (RLA)

16 B61 or B83 nuclear weapons on RLA


Northman E-2 Hawkeye
Grumman E-2 Hawkeye adalah pesawat bermesin turboprop sayap tinggi (high wing)
Amerika semua cuaca, pesawat berbasis kapal induk taktis udara , airborne early warning
(AEW). Pesawat ini twin turboprop dirancang dan dikembangkan selama 1950-an dan awal
1960-an oleh Grumman Aircraft Company untuk Angkatan Laut Amerika Serikat sebagai
pengganti sebelumnya E-1 Tracer, yang dengan cepat menjadi usang.

Walaupun AL AS sudah mempunyai keinginan sangat lama untuk platform pengintaian dan
survey udara, ternyata membutuhkan waktu yang lama untuk mewujudkan sebuah pesawat
pengintai yang dapat beroperasi pada kapal induk. Meskipun demikian, diperlukan beberapa
tahun lagi agar komputer mempunyai kekuatan yang cukup sehingga mampu mencari
(tracking) dan memproses lebih dari satu target pada satu waktu. Keinginan ini akhirnya
terwujud ketika Grunman dinyatakan sebagai pemenang kontrak AL untuk membuat pesawat
peringatan awal dan kontrol udara (airborne early warning and control=AWACS).

Desain Grumman terdapat mesin turboprop kembar yang dipasang di bawah sayap yang
dipasang-tinggi. Bodi pesawat yang panjang dapat diawaki oleh lima orang, termasuk tiga
spesialis misi. Terdapat "radom" berputar besar yang dipasang pada tiang di atas "juncture"
sayap. Untuk mengatasi aliran udara di sekitar "radome", pada ekornya terpasang empat sirip
pada ekor horizontal dengan dihedral signifikan. Desain ini pertama kali terbang pada 1960,
awalnya dikenal sebagai W2F-1, tetapi kemudian diberi nama E-2A Hawkeye sebelum mulai
beroperasi.

AL menerima 59 pesawat E-2A pada 1967, tetapi segera diupgrade menjadi E-2B standar
dengan pemasangan komputer prosesing yang lebih kuat dan peralatan pengisian bahan bakar
udara. Tak berapa lama kemudian, Grumman mulai memproduksi model E-2C baru yang
termasuk di dalamnya sustem avionic yang jauh lebih canggih dan mesin yang lebih bertenaga.
Pesawat-pesawat ini terus diupgrade secara kontinu dengan radar dan sensor baru, sistem
avionic yang lebh canggih, peralatan processing yang lebih baik dan upgrade software yang
memungkinkan pesawat ini untuk melakukan tracking terhadap 250 target dan mengkontrol 30
pesawat interceptor pada waktu bersamaan.

Dalam rangka untuk melindungi armada AS, E-2 juga digunakan oleh agen badan hukum untuk
melacak peredaran narkoba. E-2 juga popular di AL Prancis dan beberapa negara lain. Sekitar
150 pesawat E-2C Hawkeyes sedang dibuat dengan produksi berkecepatan rendah (low-rate
production). Sebuah varian baru yang disebut E-2D dengan peralatan elektronik baru juga
sedang dalam proses pengembangan.

Karakteristik umum:

Kru: 5 (Pilot, Copilot, Radar Officer (RO), Combat Information Center Officer (CICO),
Aircraft Control Officer (ACO))
Panjang : 57 ft 8.75 in (17.60 m)
Rentang sayap: 80 ft 7 in (24.56 m)
Tinggi: 18 ft 3.75 in (5.58 m)
Area sayap: 700 ft2 (65 m2)
Aspek rasio: 9.15
Berat kosong: 40,200 lb (18,090 kg)
Berat isi: 43,068 lb (19,536 kg)
Berat maksimum saat lepas landas: 57,500 lb (26,083 kg)
Powerplant: 2 Allison / Rolls-Royce T56-A-427 (E-2C), T56-A-427A (E-2D) turboprop,
5,100 shp (3,800 kW) each

Performance

Kecepatan maksimum: 350 knots (648 km/h or 402 MPH)


Kecepatan jelajah: 256 knots (474 km/h or 294 MPH)
Jangkauan: 1,462 nmi (2,708 km or 1,682 mi)
Ketahanan: 6 jam
Batas kemampuan ketinggian: 34,700 ft (10,576 m)
Beban sayap: 72.7 lb/ft2 (355 kg/m2)
Tenaga: 0.19 hp/lb (0.32 kW/kg)

Avionics

AN/APS-145 Radar, OL-483/AP IFF interrogator system, APX-100 IFF Transponder, OL-
698/ASQ Tactical Computer Group, AN/ARC-182 UHF/VHF radio, AN/ARC-158 UHF
radio, AN/ARQ-34 HF radio, AN/USC-42 Mini-DAMA SATCOM system
Boeing V-22 Osprey
Bell Boeing V-22 Osprey merupakan sebuah pesawat terbang militer tiltrotor sayap tinggi
(high wing) dengan kemampuan vertical takeoff and landing (VTOL) dan short takeoff and
landing (STOL). Pesawat ini didesain dengan menggabungkan kelebihan fungsionalitas
dari helikopter konvensional dengan performa jarak jauh dari pesawat terbang turboprop.

Pesawat terbang Osprey adalah pesawat terbang tiltrotor pertama yang diproduksi secara
massal, dengan sebuah proprotor berbilah tiga, mesin turboprop dan nasel transmisi dipasang
pada setiap ujung sayap. Pesawat ini dikategorikan sebagai pesawat angkat terdaya
oleh Federal Aviation Administration (FAA). Saat lepas landas dan mendarat, pesawat ini
biasanya dioperasikan dalam mode helikopter dengan nasel vertikal dan rotor horizontal.
Setelah terbang, nasel dirotasikan 90 kedepan untuk melakukan penerbangan horizontal,
menjadikan pesawat dalam mode turboprop konvensional yang lebih efisien dan cepat.
Kemampuan STOL dapat dicapai jika nasel dimiringkan 45 saat lepas landas dan mendarat.
Untuk mode penyimpanan dan transportasi kompak, sayap V-22 dapat diputar sehingga sejajar
dengan badan pesawat. Bilah proprotornya dapat juga dilipat sehingga pesawat ini dapat
disimpan secara efisien di kapal induk. Penggunaan bahan komposit pada pesawat ini mencapai
43% dari keseluruhan kerangka pesawat. Bilah-bilah proprotor juga menggunakan bahan
komposit.

Dua buah mesin Rolls-Royce AE 1107C pada kedua ujung sayap dihubungkan dengan poros
penggerak ke kotak roda gigi pusat bersama, sehingga satu buah mesin dapat menggerakkan
kedua proprotor jika salah satu mesin mengalami kegagalan. Sebagian besar misi Osprey
menggunakan mode penerbangan sayap tetap untuk mengurangi keausan pada komponen
pesawat dan menekan biaya operasi.

Ciri-ciri umum

Kru: Four (pilot, copilot and two flight engineers/crew cheifs)


Kapasitas:
24 orang (duduk), 32 orang (di lantai), atau
9.070 kg (20.000 lb) kargo internal, atau 6.800 kg (15.000 lbkg) of external cargo
(dual hook)
1 kendaraan Growler
Panjang: 17,5 m (57 ft 4 in)
Diameter baling-baling:: 11,6 m)
rentang sayap: 14 m (45 ft 10 in)
Lebar dengan rotor: 25,8 m (84 ft 7 in) (38 ft 0 in)
Tinggi: 6,73 m/22 ft 1 in dengan mesin vertikal (mode helikopter) (5,5 m/17 ft 11 in
hingga ujung ekor)
Luas piringan: 212 m)
Luas sayap: 28 m (301.4 ft) (2.268 ft)
Berat kosong: 15.032 kg (33.140 lb)
Berat isi: 21.500 kg (47.500 lb)
Berat maksimum saat lepas landas: 27.400 kg (60.500 lb)
Mesin: 2 Rolls-Royce Allison T406/AE 1107C-Liberty turboshaft, 4.590 kW (6.150
hp) masing-masing

Kinerja

Laju maksimum: 509 km/h (275 knots) pada permukaan laut / 305 kn (565 km/h; 351 mph)
pada 15,000 ft (4,600 m)[19]
Laju jelajah: 446 km/h (241 knots) pada permukaan laut
Jangkauan: 1.627 km (879 nmi)
Radius tempur: 722 km (390 nmi)
Jangkauan feri: 3.590 km (1.940 nmi) dengan tangki bantu
Langit-langit batas: 7.620 m (25.000 ft)
Laju tanjak: 11,8 m/s (2.320 ft/min)
Muat piringan: 102.23 kg/m (20.9 lb/ft)
Power/massa: 427 W/kg (0.259 hp/lb)

Persenjataan

1 7.62 mm (0.308 in) senapan mesin M240 atau 0.50 in (12.7 mm) senapan mesin M2
Browning di rampa kargo.
1 7.62 mm (.308 in) GAU-17 minigun, dudukan perut, mampu tarik, kontrol jarak-jauh
dalam sistem Remote Guardian System [opsional][20][21]
Boeing F/A-18E/F Super Hornet
Boeing F/A-18E/F Super Hornet adalah pesawat tempur militer bermesin ganda berbasis
carrier varian tempur multirole berdasarkan McDonnell Douglas F/A-18 Hornet. Varian F/A-
18E Kursi single dan F/A-18F kursi tandem yang lebih besar dan lebih menguntungkan dari
turunan lanjutan F/A-18C dan D Hornet. Super Hornet memiliki senapan 20 mm internal dan
dapat membawa rudal udara-ke-udara dan senjata udara-ke-permukaan. Bahan bakar tambahan
dapat dilakukan dengan sampai lima tangki bahan bakar eksternal dan pesawat dapat
dikonfigurasi sebagai tanker udara dengan menambahkan sistem pengisian bahan bakar udara
eksternal.

Dirancang dan awalnya diproduksi oleh McDonnell Douglas, Super Hornet pertama terbang
pada tahun 1995. Produksi penuh dimulai pada bulan September 1997, setelah merger antara
McDonnell Douglas dan Boeing bulan sebelumnya. Super Hornet memasuki layanan dengan
Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1999, menggantikan Grumman F-14 Tomcat sejak
tahun 2006, dan melayani di samping Hornet asli. Royal Australian Air Force (RAAF), yang
telah mengoperasikan F/A-18A sebagai pesawat tempur utama sejak tahun 1984, memesan
F/A-18F pada tahun 2007 untuk menggantikan penuaan armada F-111. RAAF Super Hornet
mulai beroperasi pada Desember 2010.

Ciri-ciri umum

Kru: F/A-18E: 1, F/A-18F: 2


Panjang: 60 ft 1 in (18.31 m)
Rentang sayap: 44 ft 8 in (13.62 m)
Tinggi: 16 ft (4.88 m)
Luas sayap: 500 ft (46.5 m)
Berat kosong: 32,081 lb (14,552 kg)
Berat isi: 47,000 lb (21,320 kg) (in fighter configuration))
Berat maksimum saat lepas landas: 66,000 lb (29,937 kg)
Mesin: 2 General Electric F414-GE-400 turbofans
Dorongan kering: 13,000 lbf (62.3 kN) masing-masing
Dorongan dengan pembakar lanjut: 22,000 lbf (97.9 kN) masing-masing
Internal fuel capacity: F/A-18E: 14,400 lb (6,780 kg), F/A-18F: 13,550 lb (6,354 kg)
External fuel capacity: 5 480 gal tanks, totaling 16,380 lb (7,381 kg)
Kinerja

Laju maksimum: Mach 1.8 (1,190 mph, 1,915 km/h) at 40,000 ft (12,190 m)
Jangkauan: 1,275 nmi (2,346 km) clean plus two AIM-9s
Radius tempur: 390 nmi (449 mi, 722 km) for interdiction mission
Jangkauan feri: 1,800 nmi (2,070 mi, 3,330 km)
Langit-langit batas: 50,000+ ft (15,000+ m)
Laju tanjak: 44,882 ft/min (228 m/s)
Beban sayap: 94.0 lb/ft (459 kg/m)
Dorongan/berat: 0.93
Design load factor: 7.6 g

Persenjataan

Senjata api: 1 20 mm (0.787 in) M61A2 Vulcan nose-mounted Gatling-style cannon,


578 rounds
Titik keras: 11 total: 2 wingtips, 6 under-wing, and 3 under-fuselage dengan
kapasitas 17,750 lb (8,050 kg) external fuel and ordnance
Rudal:
Air-to-air missiles:
4 AIM-9 Sidewinder or 4 AIM-120 AMRAAM, and
2 AIM-7 Sparrow or 2 AIM-120 AMRAAM
Air-to-surface missiles:
AGM-65 Maverick
AGM-84H/K Standoff Land Attack Missile Expanded Range (SLAM-ER)
AGM-88 HARM Anti-radiation missile (ARM)
AGM-154 Joint Standoff Weapon (JSOW)
AGM-158 Joint Air-to-Surface Standoff Missile (JASSM)
Anti-ship missile:
AGM-84 Harpoon
Long Range Anti-Ship Missile (LRASM), in the future
Bom: **JDAM precision-guided munition (PGMs)
Paveway series of laser-guided bombs
Mk 80 series of unguided iron bombs
CBU-78 Gator
CBU-87 Combined Effects Munition
CBU-97 Sensor Fuzed Weapon
Mk 20 Rockeye II
Lain-lain:
SUU-42A/A Flares/Infrared decoys dispenser pod and chaff pod or
Electronic countermeasures (ECM) pod or
AN/ASQ-228 ATFLIR Targeting pods or
up to 3 330 U.S. gallon (1,200 L) Sargent Fletcher drop tanks for ferry
flight or extended range/loitering time or
1 330 U.S. gal (1,200 L) tank and 4 480 U.S. gal (1,800 L) tanks for aerial
refueling system (ARS).

Avionik

Hughes APG-73 or Raytheon APG-79 Radar


Northrop Grumman/ITT AN/ALE-165 self-protection jammer pod or BAE
Systems AN/ALE-214 integrated defensive electronic countermeasures system
Raytheon AN/ALE-50 or BAE Systems AN/ALE-55 towed decoy
Northrop Grumman AN/ALR-67(V)3 radar warning receiver
MIDS LVT or MIDS JTRS datalink transceiver