Anda di halaman 1dari 2

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari cairan, yang berfungsi menjadi
pengangkut zat makanan ke seluruh sel tubuh dan mengeluarkan bahan sisa dari
hasil metabolisme sel untuk menunjang berlangsungnya kehidupan. Jumlah cairan
tubuh berbeda-beda tergantung dari usia, jenis kelamin, dan banyak atau
sedikitnya lemak tubuh.Pada bayi prematur jumlahnya sebesar 80% dari berat
badan, bayi normal sebesar 70-75% dari berat badan, sebelum pubertas
65-70% dari berat badan, orangdewasa normal sekitar 50-60% dari berat
badan. Kandungan air di dalam sel lemak lebih rendah dari pada kandungan air di
dalam sel otot, sehingga cairan total pada orang gemuk lebih rendah dari pada
mereka yang tidak gemuk.1

Oleh sebab itu, menjaga agar volume cairan tubuh tetap relatif konstan dan
komposisi elektrolit di dalamnya tetap stabil adalah penting bagi homeostatis.
Beberapa masalah klinis timbul akibat adanya abnormalitas dalam hal tersebut.
Gangguan cairan dan elektrolit dapat membawa penderita dalam kegawatan yang
kalau tidak dikelola secara cepat dan tepat dapat menimbulkan kematian.
Beberapa keadaan tersebut seperti hipovolemia, dehidrasi, hipervolemia, dan
edema.Untuk bertahan, kita harus menjaga volume dan komposisi cairan tubuh,
baik ekstraseluler (CES) maupun cairan intraseluler (CIS) dalam batas normal
dengan terapi cairan.1

Pada saat melakukan terapi cairan, perlu diperhatikan pula jenis cairan yang
digunakan untuk penggantinya. Cairan tersebut dapat berupa kristaloid atau koloid
yang masing-masing mempunyai keuntungan tersendiri yang diberikan sesuai
dengan kondisi pasien. Dalam keadaan tertentu adanya terapi cairan dapat pula
digunakan sebagai tambahan untuk memasukkan obat dan zat makanan secara
rutin atau dapat juga untuk menjaga keseimbangan asam basa.
2

1.2 Tujuan
Penyusunan referat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tambahan
bagi para pembaca, khususnya tenaga medis tentang terapi cairan.

1.3 Manfaat
Manfaat penyusunan referat ini adalah sebagai media pembelajaran dan
evaluasi terhadap manajemen terapi oksigen yang direkomendasikan secara
global dalam pelayanan kesehatan.