Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Dalam masyarakat modern dan di dalam organisasi modern, struktur tata-pembagian
tugas dan struktur tata-hubungan kerja disusun sedemikian rumitnya, karena kegiatan yang
harus dilakukan sangat kompleks. Salah satu ciri dari organisasi modern adalah penggunaan
staf yang terdiri dari berbagai macam staf dengan spesialisasi dan keahlian. Fungsi staf
adalah membantu pimpinan dalam menjalankan kepemimpinannya. Jadi staf adalah para
pembantu pimpinan yang terdiri dari pejabat-pejabat dengan berbagai spesialisasi.
Seperti yang kita ketahui, bahwa dalam suatu organisasi sangat diperlukan sekali
adanya pembagian tugas atau job description atau dalam istilah manajemen lebih dikenal
dengan istilah staffing. Dalam hal ini, staffing sangat diperlukan lantaran suatu organisasi
perusahaan tidak akan maju jika pembagian tugasnya tidak sesuai dengan kemampuan
sumber daya manusia. Seperti halnya dalam sebuah restoran; seorang cleaning staff tidak
akan bisa bekerja dengan maksimal jika ia ditempatkan pada posisi seorang chef. Akan tetapi
seorang chef akan sangat mampu bekerja secara maksimal jika ia ditempatkan pada
posisi cleaning staff. Mengapa demikian? Hal ini sangat berbanding terbalik sekali.
Alasan utamanya adalah, jika di nalar secara logika, semua chef pasti bisa
menjadi cleaning staff secara cepat tanpa pelatihan atau trainning yang lama. Akan tetapi
seorang cleaning staff akan memerlukan waktu yang sangat lama untuk menjadi seorang chef.
Dalam makalah kecil ini, penulis tidak akan memaparkan tentang apa itu job
description, cleaning staff, ataupunchef. Tetapi dalam makalah kecil ini penulis akan
memaparkan sedikit tentang staffing dan sesuatu yang berkenaan dengannya dengan bahasa
yang singkat, padat dan jelas sesuai dengan apa yang telah penulis peroleh dari berbagai
referensi yang telah penulis baca dan penulis rangkum.
Semoga dengan hadirnya makalah kecil ini, dapat memberi inspirasi serta kebarokahan
bagi penulis khususnya dan umumnya bagi para pembaca semua.

B. Rumusan masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan staffing ?
2. Apa saja tugas, peran dan macam-macam staf ?
3. Bagaimanakah proses staffing dilaksanakan ?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian staffing
Staffing adalah suatu proses yang berhubungan dengan rekrutmen, seleksi, dan orientasi
atau sosialisasi serta penempatan pegawai baru melalui mana organisasi tersebut memenuhi
atau mengisi sumber daya manusia dari tingkat manajer hingga karyawan.[1]
Staffing dan organizing sangat erat hubungannya. Organizing yaitu berupa penyusunan
wadah legal untuk menampung berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan pada suatu
organisasi, sedangkan staffing berhubungan dengan penerapan orang-orang yang akan
memangku masing-masing jabatan yang ada dalam organisasi atau perusahaantersebut.

B. Tugas, peran, macam dan fungsi staf [2]


1. Staf Penasihat (advisory staff atau technical staff)
Staf penasihat disebut juga staf pertimbangan. Dalam fungsi sebenarnya, staf tidak
berwenang untuk memutuskan sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan suatu rencana
tetapi lebih berfungsi sebagai pemikir (braintrust) bagi pimpinan dan melakukan kegiatan-
kegiatan ilmiah berdasarkan keahlian yang dimilikinya.
Staf penasihat juga bisa terbagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan kebutuhan
manajerial yang dibutuhkan, diantaranya :
Untuk bidang perencanaan, dapat diangkat staf perencanaan (planning staff)
Untuk bidang pengorganisasian, dapat diangkat staf organisasi (organizing staff)
Untuk bidang pemberian bimbingan, dapat diangkat staf pembinaan (motivating staff)
Untuk bidang pengawasan, dapat ditunjuk staf pengawasan (controlling staff)
Untuk bidang pengambilan keputusan, dapat diangkat staf pengambilan keputusan (decision
making staff)
2. Staf Pelayanan (service staff)
Staf pelayanan biasa disebut dengan staf khusus atau staf pembantu. Fungsi utama staf
pelayanan adalah memberikan layanan yang sebaik-baiknya pada pimpinan yang sifat
pelayanannya berkutat pada kegiatan operasional.
Dalam hal ini, yang termasuk staf pelayanan diantaranya ialah Bagian Kearsipan, Bagian
Ekspedisi, Bagian Pool Kendaraan, Bagian Kesejahteraan Pegawai, Bagian Pengadaan,
Bagian Rumah Tangga, Bagian Perlengkapan, Bagian Tatausaha, Bagian Umum, dan lain-
lain.
3. Spesialis
Spesialis atau staf khusus ialah seorang staf yang memiliki technical knowledge yang berbeda
dari staf dan pejabat lain pada suatu organisasi. Seorang spesialis biasanya bekerja pada suatu
perusahaan hanya untuk mencari pengalaman dalam menjalankan eksperimen dan
menggunakan fasilitas tidak tersedia pada organisasi atau tempat lain.
Dalam hal ini, hubungannya dengan perusahaan atau organisasi seringkali tidak dipandang
sebagai suatu bentuk pengabdian akan tetapi lebih dititik-beratkan pada ajang untuk mencari
pengalaman sebanyak-banyaknya.
Diantara peran seorang spesialis ialah sebagai berikut :
Sebagai sumber ide atau pendapat
Sebagai penjual usul
Sebagai organisator staf perencanaan
Sebagai pengumpul data
Mengadakan penilaian data dan menyiapkan rencana
Menentukan ikhtisar khusus dari rencana
Persetujuan terhadap rencana akhir (final plan)
Pelaksanaan rencana
Mengadakan hubungan dengan unit pelaksana
Pengawasan terhadap rencana

C. Proses yang berkaitan dengan staffing


1. Rekrutmen Sumber Daya Manusia
Dengan selesainya perincian-perincian pekerjaan, langkah berikutnya dalam mengisi masing-
masing staf adalah perekrutan sumber daya manusia. Hal ini diperlukan karena adanya
persaingan yang hebat antar organisasi atau perusahaan untuk memperoleh sumber daya
manusia yang pantas dan cakap.[3]
2. Seleksi Sumber Daya Manusia
Seleksi adalah pemilihan tenaga dari sekelompok calon tenaga kerja atau pelamar potensial
atau yang terbaik untuk satu jabatan atau posisi tertentu. Seleksi dapat dilakukan melalui tes
tertulis, wawancara atau tes keahlian.
3. Orientasi dan Penempatan Sumber Daya Manusia
Sebelum dilaksanakan oerientasi dan penempatan sumber daya manusia, suatu organisasi atau
perusahaan biasanya melakukan training atau pelatihan pada masing-masing staf baru
tersebut sesuai dengan jabatan atau posisi yang akan ditempati.
Dalam hal ini, yang sering melakukan training ialah para seniornya atau departemen
pelatihan dalam suatu perusahaan atau organisasi. Kalaupun para staf baru tersebut sudah
mahir dalam posisi yang akan ditempati, biasanya dari pihak perusahaan akan memberikan
tes ke-profesionalan kerja.
4. Pengembangan Sumber Daya Manusia
Mengembangkan para pegawai adalah suatu yang pokok. Ini merupakan pondasi manajemen
yang baik. Pegawai yang berkualitas merupakan suatu aset kekayaan organisasi atau
perusahaan dan usaha untuk mengembangkan aset ini adalah suatu investasi.
Ciri-ciri tertentu dari usaha pengembangan pegawai memerlukan pembahasan, diantaranya
adalah :
Dukungan manajemen puncak. Ini haruslah dibuktikan dengan mengadakan kepemimpinan
yang teguh, sumber-sumber dan fasilitas-fasilitas yang realistis secara kuat.
Yang dilatih berkembang sendiri. Usaha-usaha terencana untuk mengembangkan haruslah
mencakup kemungkinan bagi yang dilatih untuk mengikuti pengembangan sendiri.
Penggunaan peta organisasi, buku petunjuk dan uraian pekerjaan. Media-media ini
memberikan latar belakang informasi dasar yang terperinci, terhadap syarat-syarat
pengembangan yang dipastikan.[4]
5. Penilaian Kinerja
Menilai (appresiation) itu sendiri mempunyai kualitas memotivasi. Mengukur kinerja
karyawan bisa dilakukan secara objektif maupun subjektif. Penilaian biasa dilakukan pada
satu periode tertentu, misalnya mingguan, bulanan, triwulan, kwartal, atau semester.[5]
6. Kompensasi
Kompensasi biasanya dinamakan gaji, bonus, atau tunjangan. Semakin banyak kompensasi
yang didapat, semakin besar pula tenaga yang dikeluarkan serta tanggungjawab yang
diemban.

BAB III
PENUTUP

Demikian yang dapat penulis paparkan. Jika banyak kekurangan itu karena kodrat
penulis sendiri sebagai manusia yang penuh dengan kesalahan. Dan jika ada kelebihan itu
semata-mata karena Alloh Azza Wa Jalla, Yang Maha Sempurna. Saran dan kritik dari
pembaca sangat penulis harapkan dari para cerdik pandai demi perbaikan makalah ini dimasa
yang akan datang.