Anda di halaman 1dari 2

Tarumanegara

Latar Belakang Berdiri


Menurut naskah Wangsakerta, pada abad ke-4 M terdapat sejumlah pengungsi dari
India yang melarikan diri ke pulau dan beberapa wilayah Nusantara untuk mencari
perlindungan. Mereka mengungsi ke wilayah Nusantara karena terdapat perang besar di
India, yakni kerajaan Palawa dan Calankayana yang melawan Kerajaan Samudragupta.
Sebagian besar para pengungsi berasal dari kerajaan Palawa dan Calankayana, pihak
yang kalah dalam peperangan tersebut. Salah satu rombongan pengungsi Calankayana
dipimpin oleh Jayasingawarman yang tidak lain adalah Maharesi. Kemudian
Jayasingawarman membuka pemukiman baru di dekat Sungai Citarum yang diberi nama
Tarumadesya atau Desa Taruma. Menginjak sepuluh tahun, banyak penduduk berdatangan ke
Desa Taruma sehingga berkembang menjadi desa yang besar yang pada akhirnya menjadi
kota (Nagara). Semakin pesatnya berkembangan kota Taruma, Jayasingawarman membentuk
menjadi Kerajaan yang bernama Tarumanegara pada tahun 358.

Berakhirnya
Runtuhnya kerajaan Tarumanegara akibat adanya pengalihan kekuasaan, yakni dari
Raja ke-12 Linggawarman kepada menantunya, Tarusbawa. Pada pemerintahan Tarusbawa,
pusat Kerajaan Tarumanegara dialihkan ke kerajaannya sendiri, yakni Kerajaan Sunda
(bawahan Tarumanegara) yang pada akhirnya Kerajaan Tarumanegara diganti dengan nama
Kerajaan Sunda. Demikian tentang Sejarah Kerajaan Tarumanegara yang meliputi berdirinya
kerajaan, masa kejayaan dan keruntuhan, serta raja yang memerintah Kerajaan
Tarumanegara.

Sriwijaya
Latar Belakang Berdiri
Menurut Prasasti Kedukan Bukit, Kerajaan Sriwijaya didirikan oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa Ia
memimpin 20.000 tentara di Minanga Tamwan (Ibu Kota Kerajaan Melayu) yang diliputi perasaan
senang karena kemenangan menaklukkan Kerajaan Malayu . Pada tahun 680 di bawah
kepemimpinan Jayanasa, wilayah Kerajaan Melayu, Jambi dan Bengkulu takluk di bawah Sriwijaya. Di
akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa, antara lain Tarumanegara berada di bawah pengaruh
Sriwijaya. Menurut catatan, pada masa ini pula wangsa (dinasti) Sailendra mulai berkuasa di Jawa
Tengah. Ia merupakan keturunan langsung Sriwijaya.
Berakhir
1. Kerajaan Sriwijaya berulang kali diserang oleh Kerajaan Colamandala dari India yang
diperintah oleh Raja Rajendracoladewa.
2. Kerajaan taklukan Sriwijaya (Ligor, Tanah Genting Kra, Kelantan, Pahang, Jambi, dan
Sunda) banyak yang melepaskan diri dari Sriwijaya.
3. Terdesak oleh perkembangan kerajaan di Thailand yang meluaskan pengaruhnya ke arah
selatan (Semenanjung Malaya).
4. Kerajaan Sriwijaya terdesak dengan pengaruh Kerajaan Singasari yang menjalin hubungan
dengan Kerajaan Melayu (di Jambi).
5. Mundurnya perekonomian dan perdagangan Kerajaan Sriwijaya karena bandar-bandar
pentingnya sudah melepaskan diri dari Kerajaan Sriwijaya.
6. Adanya serangan dari Raja Dharmawangsa 990 M.
7. Pengiriman ekspedisi Pamalayu atas perintah Raja Kertanegara, 1275 1292.
8. Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai.
9. Adanya serangan kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih
Gajah Mada, 1477. Sehingga Sriwijaya menjadi taklukkan Majapahit.

Mataram kuno
Latar belakang berdiri