Anda di halaman 1dari 13

BAB 33

EKSPANSI FUNGSI KARAKTERISTIK


FUNGSI-FUNGSI HALUS PIECEWISE
Sebuah kelas fungsi yang luas dapat direpresentasikan melalui deret infinit fungsi-
fungsi karakteristik dari soal Sturm-Liouville (lihat Bab 32).

Definisi:
Suatu fungsi f ( x ) adalah kontinu piecewise pada interval terbuka a< x <b jika (1)
f ( x) adalah kontinu disemua titik a< x <b dengan kemungkinan pengecualian pada
finit x 1 , x 2 , , x n
beberapa titik berjumlah dan (2) pada titik-titik diskontinuitas ini, limit

lim f ( x ) lim f ( x )
ujung-kanan dan ujung-kiri dari f ( x ) , masing-masing xxj
x> x j
dan xxj
x< x j
, eksis

( j=1,2, , n ) .

(Perhatikan bahwa suatu fungsi yang kontinu adalah kontinu piecewise)

Definisi :
Suatu fungsi f (x) adalah kontinu piecewise pada interval tertutup a x b jika (1)

kontinu piecewise pada interval terbuka a< x <b , (2) limit ujung-kanan dari f (x)

eksis pada x=a , dan (3) limit ujung-kiri dari f ( x) eksis pada x=b .

Definisi :
'
Suatu fungsi f (x) adalah halus piecewise pada [a ,b ] jika f (x) dan f ( x ) dua-

duanya kontinu piecewise pada [a ,b ] .

Teorema 33.1
Jika f ( x ) adalah halus piecewise pada [a ,b ] dan jika {e n ( x ) } adalah himpunan dari
semua fungsi karakteristik dari soal Sturm-Liouville (lihat Properti 32.3), maka

f ( x )= cn e n ( x) (33.1)
n=1

dimana
b

w ( x ) f ( x ) e n ( x ) dx
a
c n= b (33.2)
w ( x )e 2
n
( x ) dx
a

Representasi (33.1) berlaku pada semua titik dalam interval terbuka (a , b) di mana
f ( x) adalah kontinu. Fungsi w (x) dalam (33.2) diberikan dalam Pers. (32.6).

Karena soal-soal Sturm-Liouville yang berbeda biasanya menghasilkan himpunan-


himpunan fungsi karakteristik yang berbeda, suatu fungsi halus piecewise akan memiliki
banyak ekspansi dalam bentuk (33.1). Fitur-fitur utama dari fungsi-fungsi yang demikian
diperlihatkan oleh deret trigonometri yang dibahas berikut.

DERET SINUS FOURIER


Fungsi-fungsi karakteristik dari soal Sturm-Liouville y +y=0 ; y ( 0 )=0 ,

y ( L ) =0 , di mana L adalah suatu bilangan real positif, adalah

e n ( x )=sin ( nxL ) ( n=1,2, 3, ) . Jika kita masukan nilai-nilai ini ke dalam (33.1), kita

memperoleh

nx
f ( x )= cn sin (33.3)
n=1 L

Untuk soal Sturm-Liouville ini, w ( x ) 1, a=0 dan b=L ; sehingga

b L
nx L
w (x ) e 2
n ( x ) dx= sin 2
L
dx=
2
a 0

dan (33.2) menjadi


L
2 nx
c n= f ( x ) sin dx (33.4)
L0 L

Ekspansi (33.3) dengan koefisien-koefisien yang diberikan oleh (33.4) adalah deret sinus
Fourier untuk f ( x) pada (0, L) .

DERET COSINUS FOURIER


Fungsi-fungsi karakteristik dari soal Sturm-Liouville y +y=0 ; y ' ( 0 )=0 ,

y ' ( L ) =0 , di mana L adalah suatu bilangan real positif, adalah e 0 ( x )=1 dan

e n ( x )=cos ( nxL )(n=1,2, 3, ) . Disini =0 adalah nilai karakteristik yang memiliki

fungsi karakteristik e 0 ( x )=1 . Jika nilai-nilai ini dimasukan ke dalam (33.1), dimana

karena adanya tambahan fungsi karakteristik e 0 ( x ) penjumlahan ini sekarang dimulai dari
n=0 , memperoleh


nx
f ( x )=c 0 + cn cos (33.5)
n=1 L

Untuk soal Sturm-Liouville ini, w (x) 1 , a=0 dan b=L ; sehingga

b L b L
nx L
w ( x ) e 20 ( x ) dx= dx=L w ( x ) e2n ( x ) dx = cos2 L
dx=
2
a 0 a 0

Jadi (33.2) menjadi


L L
1 2 nx
c 0= f ( x ) dx c n= f ( x ) cos dx (n=1,2, ) (33.6)
L0 L0 L

Ekspansi (33.5) dengan koefisien-koefisien yang diberikan oleh (33.6) adalah deret cosinus
Fourier untuk f ( x) pada (0, L) .

Soal-soal dengan Penyelesaian

{
2
x +1 x 0
33.1. Tentukan apakah f ( x )= 1 x <0 adalah kontinu piecewise pada [1, 1] .
x
Fungsi yang diberikan adalah kontinu di semua titik pada [1, 1] kecuali

pada x=0 . Dengan demikian, jika limit ujung-kanan dan ujung-kiri eksis pada

x=0 , f (x) akan menjadi kontinu piecewise pada [1, 1] . Kita memiliki

1
lim f ( x ) =lim ( x 2 +1 )=1 lim f ( x )=lim =
x 0 x 0 x 2 x 0 x
x>0 x>0 x <0 x< 0

Karena limit ujung-kiri tidak eksis, f (x) tidak kontinu piecewise pada [ 1, 1 ] .

{
sin x x >1
0 0 x 1
33.2. Apakah f ( x ) = kontinu piecewise pada [2, 5] ?
e x 1< x <0
3
x x 1

Fungsi yang diberikan adalah kontinu pada [2, 5] kecuali pada dua titik
x 1=0 x 2=1 x=1 ).
dan . (Perhatikan bahwa f (x) adalah kontinu pada
Pada kedua titik diskontinuitas, kita menemukan bahwa

f ( x )=lim 0=0 lim f ( x )=lim e x =e0=1


x 0 x 0 x 0
x>0
lim
x 0
x>0

dan
x 1 3
lim f ( x )= lim e =e lim f ( x ) = lim x =1
x 1 x1 x 1 x 1
x>1 x >1

Karena semua limit yang diminta eksis, f (x) adalah kontinu piecewise pada
[2, 5] .

33.3. Apakah fungsi

{
2
x + 1 x <0
f x = 10 x 1
( )
2 x +1 x> 1
halus piecewise pada [ 2, 2 ] ?

x 1=1
Fungsi ini adalah kontinu di semua titik pada [2, 2] kecuali pada .

Karena limit-limit yang diminta eksis pada x 1 , f ( x) adalah kontinu piecewise. Jika

f ( x) dideferensiasikan, kita memperoleh

{
2 x x< 0
'
f ( x )= 0 0 x <1
2 x>1

x 1=1
Turunannya tidak eksis pada tapi kontinu pada semua titik lainnya dalam
[ 2, 2 ] . Pada x 1 limit yang diminta eksis; jadi f ' ( x ) adalah kontinu

piecewise. Dengan demikian f ( x ) adalah halus piecewise pada [ 2, 2 ] .

33.4. Apakah fungsi

{
1 x <0
f ( x )= x 0 x 1
x 3 x >1

halus piecewise pada [1, 3] ?

Fungsi f ( x) adalah kontinu di semua titik pada [1, 3] kecuali pada


x 1=0 x1
. Karena limit-limit yang diminta eksis pada , f ( x) adalah kontinu

piecewise. Jika f ( x) dideferensiasikan, kita memperoleh

{
0 x <0
1
f ' ( x )= 0< x< 1
2 x
3 x 2 x >1

x 1=0
yang adalah kontinu di semua titik pada [1, 3] kecuali pada dua titik
x 2=1 x1
dan dimana turunannya tidak eksis. Pada ,
lim 1
x 0
lim f ' ( x )= x>0
=
x x1 2x
x> x1

'
Jadi, salah satu dari limit yang diminta tidak eksis. Dengan demikian f (x ) tidak

kontinu piecewise, sehingga f (x) tidak halus piecewise pada [ 1, 3 ] .

33.5. Tentukanlah deret sinus Fourier untuk f ( x )=1 pada [0,5] .

Dengan menggunakan Pers. (33.4) L=5 , kita memiliki

L 5
2 nx 2 nx
c n= f ( x ) sin dx = (1 ) sin dx
L0 L 50 5

x=5

[
2 5
5 n
cos
nx
5 ] x =0
=
2
n
[ 1cosn ] = 2 [1(1 )n ]
n

Jadi Pers. (33.3) menjadi



2 nx
1=
n
[ 1(1 ) ] sin
n

5
n=1

4 x 1 3 x 1 5 x

(sin + sin
5 3 5
+ sin
5 5
+ ) (1)

Karena f ( x )=1 adalah halus piecewise pada [0,5] dan kontinu di semua titik

dalam interval terbuka (0, 5) , maka menurut Teorema 33.1 bahwa (1) berlaku

untuk semua x dalam (0, 5) .

33.6. Tentukanlah deret cosinus Fourier untuk f ( x )=x pada (0, 3) .

Dengan menggunakan Pers. (33.6) L=3 , kita memiliki

L 3
1 1 3
c 0= f ( x ) dx= x dx =
L0 30 2
L 3
2 nx 2 nx
c n= f ( x ) cos dx= x cos dx
L0 L 30 3

2 9 9 6

(
3 n
2 2
n n )
cos n 2 2 = 2 2 [ (1 )n1]

Jadi Pers. (33.5) menjadi



3 6 nx
x= + 2 2 [ (1 ) 1 ] cos
n

2 n =1 n 3

3 12 x 1 3 x 1 5 x
2 3 9 (
2 cos + cos + cos
3 25 3
+ )
Karena f ( x )=x adalah halus piecewise pada [0,3] dan kontinu di semua titik

dalam interval terbuka (0, 3) , maka menurut Teorema 33.1 bahwa (1) berlaku

untuk semua x dalam (0, 3) .

( ) 0 x2
33.7. Tentukanlah deret sinus Fourier untuk f x = 2 x >2 { pada (0, 3) .

Dengan menggunakan Pers. (33.4) L=3 , kita memperoleh

3
2 nx
c n=
30
f ( x ) sin
3
dx

2 3
2 nx 2 nx

3 0
( 0 ) sin
3
dx+ ( 2 ) sin
32 3
dx

x=3
0+
4 3
3 n[cos
nx
3 ] x=2
=
4
n[cos
2 n
3
cos n ]
Pers. (33.3) menjadi

f ( x )=
n=1
4
n[cos
2n
3
n
(1 ) sin ]
nx
3
Lebih lanjut lagi,

2 1 4 1 6
cos = , cos = ,cos =1,. ..
3 2 3 2 3

Jadi,

4 1 x 3 2 x 2 3 x
f ( x )= (
2
sin sin
3 4
+ sin
3 3 3
) (1)

Karena f (x) adalah halus piecewise pada [0,3] dan kontinu di semua titik

dalam (0, 3) kecuali pada x=2 , maka menurut Teorema 33.1 bahwa (1)

berlaku di semua titik dalam (0, 3) kecuali pada x=2 .

x
33.8. Tentukanlah deret sinus Fourier untuk f ( x )=e pada (0, ) .

Dengan menggunakan Pers. (33.4) L= , kita memperoleh

nx
sin nx+ n cos
ex

1+ n2

x=0 x=

nx 2
dx=

e x sin

2
c n=
0

n

e cos
2 1
( )
1+ n2

Pers. (33.3) menjadi



2 n
e=
x
n=1 1+ n 2
[ 1e (1 ) ] sin nx
n
Maka menurut Teorema 33.1 persamaan terakhir ini berlaku untuk semua x pada

(0, ) .

x
33.9. Tentukanlah deret cosinus Fourier untuk f ( x )=e pada (0, ) .

Dengan menggunakan Pers. (33.6) L= , kita memperoleh


1 1
c 0= e x dx= (e x 1)
0

nx
cos nx +n sin
ex

1+ n2

x=0 x=

nx 2
dx=

x
e cos

2
c n=
0

n 1

e cos
2 1
( )
1+ n2

Pers. (33.5) menjadi



1 2 1
e x = ( e 1 ) +
n=1 1+n2
[ (1 )n e 1 ] cos nx

Seperti pada soal 33.8, persamaan terakhir ini berlaku untuk semua x pada

(0, ) .

x
33.10. Tentukanlah ekspansi untuk f ( x )=e dalam bentuk fungsi-fungsi karakteristik dari

soal Sturm-Liouville
''
y + y=0 ; y ' ( 0 )=0 , y ( ) =0.
Dari soal 32.20, kita memiliki ( 12 ) x
e n ( x )=cos n
untuk n=1,2, Jika

kita masukan fungsi-fungsi ini dan w ( x ) 1 , a=0 dan b= ke dalam Pers.


(33.2), untuk pembilang kita memperoleh:
b

a 0
( 12 ) x dx
w ( x ) f ( x ) en ( x ) dx= e x cos n

x=

[ ( ) ( ) ( )]
x
e 1 1 1
cos n x+ n sin n x
1
2
2 2 2
( )
1+ n
2
x=0

( )
1+ n
[ 1 2 ( 12 ) (1) +1]
e n n

dan untuk penyebut :


b

w ( x ) e ( x ) dx= cos 2( n 12 ) x dx
2
n
a 0

x=

[ ]
x sin ( 2 n1 ) x
+ =
2 1 2
4 n ( )
2 x =0

Jadi,

c n=
2

[ 1+ n ( )]
1
[
1 ( )
2
e n
1
2
(1 )n +1
]
2

dan Pers. (33.1) menjadi

( 12 ) cos n 1 x
1+ (1 )n e n
ex=
2

n=1 1
1+( n )
2 ( 2)
2
Melalui Teorema 33.1 persamaan yang terakhir ini berlaku untuk semua x dalam

(0, ) .

33.11. Tentukanlah ekspansi untuk f ( x )=1 dalam bentuk fungsi-fungsi karakteristik dari

soal Sturm-Liouville
''
y + y=0 ; y ( 0 )=0 ; y ' ( 1 )=0 .

Kita dapat menunjukan bahwa fungsi-fungsi karakteristiknya adalah

e n ( x )=sin n( 12 ) x (n=1,2, ) . Jika kita masukan fungsi-fungsi ini dan

w ( x)1 , a=0 dan b=1 ke dalam Pers. (33.2), untuk pembilang kita

memperoleh:
b 1

w ( x ) f ( x ) en ( x ) dx= sin n
a 0
( 12 ) x dx
1

|(
1 1

1
1 2 ( )
cos n x =
1
2( )
n
0
n
2 )
dan untuk penyebut:
b 1

w ( x ) e ( x ) dx= sin2 (n 12 ) x dx
2
n
a 0

x=1

[ ]
x sin ( 2 n1 ) x 1
=
2 1 2
4 n
2 ( ) x=0

Jadi,

2
c n=
1
( )
n
2

dan Pers. (33.1) menjadi


1=
2


( 12 ) x
sin n

n=1 1
n
2

Melalui Teorema 33.1 persamaan yang terakhir ini berlaku untuk semua x dalam
(0, 1) .

Soal-soal Tambahan

33.12. Tentukanlah deret sinus Fourier untuk f ( x )=1 pada (0,1) .

33.13. Tentukanlah deret sinus Fourier untuk f ( x )=x pada (0,3)

2
33.14. Tentukanlah deret cosinus Fourier untuk f ( x ) x pada (0, ) .

33.15. Tentukanlah deret cosinus Fourier untuk {


f ( x )= 0 x 2
2 x >2 pada
(0, 2) .

33.16. Tentukanlah deret cosinus Fourier untuk f ( x )=1 pada (0, 7) .

33.17. Tentukanlah deret sinus Fourier untuk {


f ( x )= x x 1
2 x >1 pada (0, 2).

33.18. Tentukanlah ekspansi untuk f ( x )=1 dalam bentuk fungsi-fungsi karakteristik dari

soal Sturm-Liouville
''
y + y=0 , y ' ( 0 )=0 , y ( ) =0 .

33.19. Tentukanlah ekspansi untuk f ( x )=x dalam bentuk fungsi-fungsi karakteristik dari

soal Sturm-Liouville y ' ' + y=0 ; y ( 0 )=0 , y ' ( )=0 .

33.20. Tentukan apakah fungsi-fungsi berikut adalah kontinu piecewise pada [1, 5] :
{
2
x x2

{
1
f ( x )= 4 0< x< 2 x>2
(a) f ( x )= ( x2 )2
x x 0 (b)
5 x 21 x 2

1 1
f ( x )= f ( x )=
(c) ( x2) (d) (x +2)

33.21. Manakah di antara fungsi-fungsi berikut yang halus piecewise pada [2, 3] ?

{
x 3 x <0
{
x
f ( x )= sin x 0 x 1 f ( x )= e x<1
(a) (b) x x1
x 25 x x>1

{
2
f ( x )= ( x11/) 3x 1
(c) f ( x )=ln|x| (d) ( x1 ) x >1