Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Negara Indonesia adalah negara demokrasi. Kata demokrasi pasti sudah


tidak asing di telinga kita sebagai mahasiswa. Dari mulai sekolah dasar sampai
universitas pasti kita selalu dipertemukan dengan kata demokrasi. Yang selalu
ada di fikiran kita pasti demokrasi ialah pemerintahan dari rakyat oleh rakyat
untuk rakyat. Kedaulatan berada di tangan rakyat. Berarti semua kebijakan yang
dibuat pemerintah haruslah menomorsatukan kesejahteraan rakyat. Tapi
sadarkah kita bahwa demokrasi di Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan
kriteria suatu negara demokrasi?

Kita ambil contoh dari pemilihan umum. Salah satu ciri khas dari negara
demokrasi adalah diselenggarakannya pemilihan umum untuk memilih wakil
rakyat yang akan menduduki jabatan di pemerintahan. Jabatan-jabatan yang
diisi beraneka ragam, mulai dari Presiden, wakil rakyat di berbagai tingkat
pemerintahan, sampai kepala desa. Untuk mensukseskan suatu pemilu
dibutuhkan partisipasi aktif seluruh warga negara. Tapi apakah kita yakin bahwa
seluruh warga negara Indonesia sudah memenuhi kewajibannya untuk
berpartisipasi dalam pemilihan umum?

Inilah masalah yang akan di bahas dalam makalah ini. Karena dari tahun
ke tahun pasti ada saja warga yang tidak ikut berpartisipasi dalam pemilu. Bisa
kita lihat sendiri di internet bahwa jumlah partisipan dalam pemilu sangat jarang
berjumlah 100%. Ini membuktikan bahwa masih ada warga yang golput alias
tidak memilih. Padahal bila difikir-fikir apa susahnya untuk memilih, hanya perlu
datang ke TPS mengantri lalu memilih mana yang pantas jadi wakil rakyat. Jika
kasusnya sudah seperti ini masing-masing elemen demokrasi harus introspeksi
diri, baik itu pemerintah, partai politik, dan juga warganya sendiri.

Lebih khususnya lagi, dalam makalah ini akan dibahas peran kita sebagai
generasi muda untuk mensukseskan pemilu. Dengan suksesnya pemilu maka
masalah demokrasi di Indonesia akan berangsur membaik. Untuk itu, makalah
yang berjudul Peran Aktif Generasi Muda dalam Pemilihan Umum ini
diharapkan dapat membangkitkan kesadaran kita sebagai generasi muda untuk
selalu aktif berpartisipasi, jangan hanya belajar tapi juga harus dipraktekkan
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

BAB II

1
MASALAH

A. Identifikasi Masalah

1. Pemilu sebagai bagian dari penyelenggaran demokrasi


2. Rakyat memegang peranan penting dalam demokrasi
3. Generasi muda sebagai penerus bangsa
4. Generasi muda kurang menyadari perannya dalam demokrasi
5. Peran aktif generasi muda dalam pemilu

B. Rumusan Masalah

Apakah generasi muda sudah menyadari dan melaksanakan perannya dalam


demokrasi khususnya pemilu?

C. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui mengapa pemilu menjadi bagian dari demokrasi


2. Mengetahui mengapa rakyat memiliki peranan penting dalam demokrasi
3. Menyadarkan generasi muda bahwa merekalah penerus bangsa
4. Menyadarkan generasi muda akan kurangnya kesadaran mereka dalam
peranannya untuk demokrasi Indonesia
5. Mengetahui apa saja peran aktif generasi muda dalam pemilu dan
kaitannya dengan kesuksesan demokrasi
6. Mengetahui apakah generasi muda sudah menyadari dan melaksanakan
perannya dalam demokrasi khususnya pemilu

BAB III

PEMBAHASAN

2
A. Pemilu Bagian Dari Demokrasi

Pemilihan umum merupakan anak kandung demokrasi yang dijalankan


sebagai perwujudan prinsip kedaulatan rakyat dalam fenomena
ketatanegaraan.Pemilusebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang
dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemilu dilaksanakan
secara efektif dan efisien berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia,
jujur, dan adil.

Melalui Pemilu, pemerintahan sebelumnya yang tidak memihak rakyat


bisa diganti. Jika pemimpin yang dipilih oleh rakyat pada Pemilu sebelumnya
ternyata kebijakannya tidak memihak rakyat maka rakyat bisa bertanggungjawab
dengan tidak memilihnya lagi di Pemilu berikutnya.

Inilah kelebihan demokrasi melalui Pemilu langsung. Cara seperti ini


berusaha benar-benar mewujudkan pemerintahan yang dari rakyat, oleh rakyat
dan untuk rakyat. Demokrasi menghendaki, kekuasaan tidak dipegang oleh
segelintir orang, tetapi oleh kita semua dengan melakukan pengecekan ulang
dan perbaikan-perbaikan secara bertahap. Melalui Pemilu langsung, masyarakat
pemilih bisa menilai apakah pemerintahan dan perwakilan pantas dipilih kembali
atau justru perlu diganti karena tidak mengemban amanah rakyat.

Sebagai salah satu alat demokrasi, Pemilu mengubah konsep kedaulatan


rakyat yang abstrak menjadi lebih jelas. Hasil Pemilu adalah orang-orang terpilih
yang mewakili rakyat dan bekerja untuk dan atas nama rakyat. Tata cara seleksi
mencari pemimpin dengan melibatkan sebanyak mungkin orang telah
mengalahkan popuralitas model memilih pemimpin dengan penunjukan
langsung atau pemilihan secara terbatas.
Fungsi Utama Pemilu :
1. Sarana memilih pejabat publik
2. Sarana pertanggungjawaban pejabat publik
3. Sarana pendidikan politik rakyat

Dengan demikian, Pemilu adalah gerbang perubahan untuk mengantar


rakyat melahirkan pemimpin yang memiliki kemampuan untuk menyusun
kebijakan yang tepat, untuk perbaikan nasib rakyat secara bersama-sama.
B. Rakyat Memegang Peranan Penting Dalam Demokrasi

Demokrasi, pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.


Rakyat menjadi kata yang sering muncul dalam pengertian umum demokrasi.
Itu menunjukkan bahwa rakyat merupakan unsur penting dalam demokrasi.

3
Rakyat juga merupakan salah satu unsur terbentuknya suatu negara.
Suatu wilayah tidak akan diakui sebagai negara bila tidak memiliki rakyat. Begitu
pun dengan demokrasi. Tanpa rakyat demokrasi hanyalah kata tak bermakna.

Tujuan utama dari demokrasi ialah untuk menyejahterakan rakyat,


tentulah rakyat harus ada dalam demokrasi. Bukan hanya ada, tapi juga harus
turut berperan aktif dalam penyelenggaraan negara. Karena percuma saja jika
hanya pemerintah yang aktif tanpa diiringi dengan rakyat, ujung-ujungnya akan
kembali menciptakan pemerintahan yang otoriter bukannya mewujudkan
demokrasi.

Padahal demokrasi memberi peluang agar rakyat berpartisipasi


dalam bidang poltik diantaranya :
1. Partisipasi lewat partai politik dengan cara menjadi anggota parpol
ataupun beberapa organisasi kecil di masyarakat
2. Mengontrol dan mengkritisi kinerja pemerintah dalam hal kebijakan
politik
3. Membangun suatu sarana sosialisasi politik agar membantu upaya
peningkatan identitas nasional dan integrasi nasional
4. Selalu ingin berperan dalam pengambilan keputusan politik lewat
aksi demo maupun ikut serta dalam pemilu.

Peran ini sangat penting dalam perkembangan negara Indonesia


terlebih karena kita sudah pernah merasakan rezim keotoriteran yang
tidak bebas dalam meakukan partisipasi politik. Peran dalam bidang
politik sangat penting karena bersentuhan langsung dengan kebijakan
maupun keputusan politik yang diambil untuk kepentingan bersama
yaitu seluruh rakyat Indonesia dan untuk menyukseskan pelaksanaan
demokrasi di Indonesia.

C. Generasi Muda Sebagai Penerus Bangsa

Pemuda merupakan generasi penerus sebuah bangsa, kader


bangsa, kader masyarakat dan kader keluarga. Pemuda selalu

4
diidentikan dengan perubahan, betapa tidak peran pemuda dalam
membangun bangsa ini, peran
pemuda dalam menegakkan keadilan, peran pemuda yang menolak
kekuasaan.

Didalam masyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang


potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber
insani bagi pembangunan bangsanya. Sejarah telah mencatat kiprah
pemuda- pemuda yang tak kenal waktu yang selalu berjuang dengan
penuh semangat biarpun
jiwa raga menjadi taruhannya. Indonesia merdeka berkat pemuda-
pemuda Indonesia yang berjuang seperti Ir. Soekarno, Moh.Hatta,
Sutan Sjahrir, Bung Tomo dan lain-lain

Dalam sebuah pidatonya, Presiden Soekarno pernah


mengobarkan semangat juang pemuda. Apa kata Soekarno Beri aku
sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia. Begitu besar
peranan pemuda di mata Soekarno, jika ada sembilan pemuda lagi
maka Indonesia menjadi negara Super
Power.

Lalu bagaimanakah dengan pemuda masa kini? apakah tugas


kita sebagai pemuda? dan apakah semangat pemuda sekarang sudah
mulai redup? seolah-olah atau kesannya pemuda sekarang malu untuk
mewarisi semangat nasionalisme.

Generasi muda sebaiknya :

1. Bersikap antusias dalam menghadapi berbagai isu, baik yang


terkait langsung maupun tidak langsung dengan kehidupan mereka
sehari-hari.
2. Memainkan peranan penting dalam kelangsungan hidup berbangsa
dan bernegara sekaligus sebagai kelompok yang potensial
untuk mendukung pembangunan.
3. Bersikap progresif, yakni mau berfikir diluar pakem yang telah
membudaya (think out of the box), untuk menemukan hal-hal baru
yang berguna bagi
kehidupan umat manusia.
4. Mampu dan dapat berfikir kritis dalam menghadapi realitas sosial
politik yang sedang terjadi.

Catatan bagi kita para generasi muda yang akan memimpin bangsa ini
kelak ialah sudahkah kita memiliki sikap seperti yang disebutkan di
atas?

5
D. Generasi Muda Kurang Menyadari Perannya Dalam Demokrasi

Sudahlah jelas bahwa kita adalah generasi muda penerus bangsa. Lalu
apakah kita hanya akan berdiam diri saja tanpa berkontribusi untuk negara?
Sadarkah kita kalau kita sedang dijajah? Bukan dijajah fisik tapi dijajah otak dan
pikiran. Adakah sebersit gagasan di benak kita bahwa sudah saatnya kita
merubah bangsa ini menjadi lebih baik lagi?

Tapi kenyataan yang kita dapat sekarang justru sangat mengherankan.


Sekarang adakah diantara kita para pemuda yang selalu antusias jika ada
kasus-kasus baru di bangsa ini? Mungkin ada tapi hanya sebagian kecil. Lalu
kemana yang lain? Mereka asik dalam kesenangan duniawi, asik dalam
kehidupan mereka dengan berbagai gaya hidup yang sedang tren saat ini. Kita
tidak dilarang untuk bersenang-senang tapi kita juga harus menyempatkan diri
untuk memikirkan bangsa ini, bertekad dan berusaha mewujudkan kehidupan
yang lebih baik lagi dari sekarang.

Dalam kaitannya dengan demokrasi ialah peran serta generasi muda.


Apakah seluruh generasi muda sudah tahu bagaimana caranya berorganisasi?
Dan tahu bagaimana caranya memanfaatkan demokrasi untuk membawa
perubahan baru? Atau mereka hanya menikmati kebebasan yang telah diraih
sejak tragedi 12 Mei 1998 tanpa ingin membalas jasa para pahlawan reformasi
yang gugur terlebih dulu?

Inilah yang menjadi kelemahan dari bangsa kita, boleh kita


membanggakan pemerintahan kita, pemimpin kita, menteri-menteri kita. Tapi
tidakkah kita ingat bahwa kelak kita akan menjadi seperti mereka? Lalu apa
yang sudah kita persiapkan? Mulai sekarang persiapkan lah diri kita :

1. Berpartisipasi dalam organisasi di masyarakat dengan jabatan apapun.


2. Belajarlah untuk musyawarah mufakat
3. Jangan kudet dengan berita-berita terkini di Indonesia
4. Jangan jadi manusia pasif yang jarang berkomunikasi hanya karena sekarang
komunikasi bisa lewat gadget
5. Kurangi budaya barat yang kurang baik

Sadarkan diri kita, jangan asik dengan dunia sendiri, tren diikuti terus
tanpa ada habisnya. Sekarang, tanamkan dan camkan dalam otak kita sekarang.
Bayangkan 10 20 tahun ke depan mau dibawa kemana bangsa ini? Mau
dijadikan seperti apa bangsa ini? Tunjukkan pada pejuang kemerdekaan bahwa
kita bisa dan akan terus selalu meneruskan perjuangan mereka.

E. Peran Aktif Generasi Muda Dalam Pemilu


Seperti yang disebutkan di awal bahwa pemilu adalah anak
kandung dari demokrasi. Lalu sebagai generasi muda apa yang
seharusnya kita lakukan bila ada pemilu?

Hal yang paling mendasar dan wajib diikuti ialah ikut dan
berpartisipasi langsung dalam kegiatan pemilihan umum. Bukannya
menjadi golongan putih alias golput dengan berbagai macam alasan.
Tadi hanyalah hal mendasar jika kita ingin berperan aktif. Ada hal lain
yang lebih baik lagi yang bisa kita lakukan, seperti ;

1. Menjadi anggota aktif dalam partai politik


2. Menyaksikan / mengikuti debat politik antar elite politik lewat
berbagai media
3. Mengikuti kampanye pemilihan umum
4. Ikut aksi unjuk rasa dengan damai
5. Memberikan suara dalam pemilihan umum untuk memilih
bupati/wali kota, anggota DPRD, DPR RI, dan presiden.

Selain itu kita sebagai generasi muda kita juga harus tahu, apa yang
harus dilakukan sebelum dan sesudah pemilu?

1. Memahami esensi dan tata cara pemilu


2. Mengenal Siapa yang di pilih
3. Menguatkan diri untuk menjadi pemilih yang baik dan bertanggung
jawab

Oleh sebab itu, pencerdasan pendidikan politik merupakan


kunci utama menyonsong pemilu yang lebih baik dan juga sebagai
kontrol keberjalanan pemerintahan agar berjalan dengan baik.

Ada 3 macam ciri generasi muda / mahasiswa berkaitan dengan


perannya dalam pemilu, yaitu :

1. Mahasiswa Aktivis Parpol, yang telah memiliki pilihan yang jelas,


fanatik, dan giat mengajak orang lain untuk memilih parpol yang
diusungnya.
2. Mahasiswa Apatis / Golput yang melihat pemilu tak lebih dari ajang
reguler yang digunakan oleh parpol untuk memperoleh kekuasaan
tanpa menghasilkan perubahan apa-apa.
3. Mahasiswa Biasa yang meletakkan pemilu sebagai ajang akbar
politik yang mesti diikuti sebagai warga negara yang baik.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan generasi muda lebih tepatnya


mahasiswa dalam menyikapi penyelenggaraan Pemilu di Indonesia?
1. Melakukan Pendidikan Politik Kepada Masyarakat
Hak dan kewajiban sebagai insan akademis dan warga negara
dalam sistem demokrasi di Indonesia
Partisipasi politik dan inisiatif mahasiswa untuk berperan serta
dalam menghasilkan karakter pemimpin ideal bangsa
Menjaga independensi dan netralisir kampus

2. Melakukan Pemantauan Pemilu


Dalam pertarungan politik tentunya banyak aktor-aktor yang akan
ikut didalam dinamika tersebut, baik sebagai peserta (partai, caleg,
capres dan cawapres) maupun panitia (KPU dan Panwas)

3. Membantu Atau Menggantikan Peran Media Massa Dalam


Menjalankan Fungsinya Dengan Baik
Mahasiswa harus dapat mencerdaskan dan membuat masyarakat
kritis dalam menyikapi tindakan (baca: manuver) politis partai,
caleg, dan capres, khususnya iklan-iklan politik. Tentunya hal ini
membutuhkan usaha yang cukup meletihkan, tetapi hal itu tidak
dapat dijadikan alasan untuk kita tidak bertindak. Bukan juga karena
kita sedang menempuh studi di bidang yang kurang atau bahkan
tidak berhubungan dengan politik.

4. Mencerdaskan Diri Secara Pribadi


Banyak mencari tahu tentang politik dan pemilu,
Banyak mengupdate informasi dan menghadiri seminar atau
diskusi tentang politik dan pemilu. Usaha ini dapat dibantu
oleh satgas pemilu atau lembaga sejenis yang ada di kampus.
Mencerdaskan orang-orang yang berada di sekitar kita

Belakangan ini mahasiswa sering dicibir karena cuma pintar


teori tapi miskin aplikasi. Pergaulan yang cendrung eksklusif dan
hedonis semakin menguatkan stigma negatif mahasiswa. Oleh karena
itu, untuk mengembalikan bargaining position mahasiswa sebagai
motor perbaikan bangsa mahasiswa harus bertindak nyata, praktekkan
semua teori yang mereka pelajari untuk menyukseskan pemilu di
Indonesia.

Apakah Generasi Muda Sudah Menyadari Dan Melaksanakan


Perannya Dalam Demokrasi Khususnya Pemilu?
Jawabannya mungkin berbeda-beda bagi setiap orang. Ada yang
bilang ya ada yang bilang tidak / belum. Kenyataannya data menunjukkan
bahwa jumlah partisipan Pemilu menurun.

1999 : 92,6% dengan jumlah golput 7,3%


2004 : 84,1% dengan jumlah golput 23.4%
2009 : 70,9% dengan jumlah golput 29,1% ( Pemilu Legislatif )
2014 : 75,2% dengan tingkat golput 24,8% (Pemilu Legislatif)

Mencengangkan bukan? Melihat bahwa jumlah partisipan


jumlahnya tak pernah mencapai 100%. Bukankah itu berarti tingkat
golput semakin meningkat? Dan rata-rata orang yang golput adalah
kalangan generasi muda yang masih sehat fisiknya masih kuat
untuk berjalan ke TPS. Padahal mereka hanya perlu datang,
mengantri, lalu memilih dan selesailah tugas sederhana mereka
sebagai warga negara yang baik.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan para generasi mudah tidak mau
memilih alias golput dalam pemilu :

1. Kurangnya Kesadaran Diri Mereka Sendiri


Mereka terkadang merasa tidak peduli atau bahkan tidak mau ikut
campur jika berhubungan dengan politik. Padahal yang harus
mereka tahu bahwa satu suara mereka sangat berarti dalam pemilu.
Suara kita mahal harganya dan sangat tidak wajar kalau suara kita
bisa dibeli.

2. Kurangnya Pengetahuan Akan Politik


Banyak diantara kita yang tidak tau menau apa itu politik dan
sebagainya. Selama ini kita belajar di sekolah tentang demokrasi
tapi mempraktekkannya pun kita tak mau dan tak mampu. Itulah
kelemahan generasi muda kita, lebih banyak bicara tapi action
nyatanya tidak atau kurang ada.

Apalagi bagi warga warga yang tinggal di daerah-daerah yang


kadang tidak mengerti sama sekali tentang demokrasi. Mereka lah
yang biasanya menjadi incaran parpol dalam hal money politic.

3. Takut Salah Pilih


Alasan satu ini lucu mungkin. Buat apa kita takut untuk memilih,
padahal jika kita tahu latar belakang seputar calonnya, visi misinya,
kerja nyatanya, pasti kita tahu mana yang harus kita pilih. Justru
dengan kita tidak memilih nantinya kita akan menyesal kalau suatu
saat pemimpin yang terpilih nanti tidak sesuai dengan harapan kita.

Jika sudah seperti ini kita tinggal bilang saja kepada mereka. Jangan
mau hidup enak jangan mau hidup sejahtera dengan pemimpin
yang bagus jika kita saja tidak mau memilih pemimpin yang
berkualitas, dan jangan salahkan pemerintah kalau suatu saat kita
sengsara, siapa suruh tidak memilih mana pemimpin yang
berkualitas.

BAB IV

KESIMPULAN
Pemilu merupakan bagian terpenting dalam demokrasi. Negara
yang menganut paham demokrasi berarti negara tersebut harus
melakukan berbagai kebijakan dengan tujuan utamanya ialah
kesejahteraan rakyat. Dengan kata lain segala hal yang berbau politik,
dan hal-hal yang terjadi di pemerintahan harus mempertimbangkan
aspirasi rakyat.

Calon pemimpin yang mengurus negara juga haruslah


pemimpin yang berkualitas, untuk itu rakyat diberi kesempatan
untuk memilih mana pemimpin yang bisa membawa negara ini
menjadi lebih baik dari sebelumya.

Tapi justru rakyat terutama para generasi muda kurang


memanfaatkan hak tersebut. Mereka justru tidak sadar akan peran
mereka, tidak sadar akan kewajiban mereka untuk turut aktif dalam
pemilu. Mereka lebih memilih untuk golput karena tidak mau
berurusan dengan politik. Padahal suara mereka menentukan
bagaimana pemerintahan Indonesia kedepannya. Nanti apabila
pemimpin yang terpilih adalah pemimpin yang tidak sesuai dengan
aspirasi mereka pastilah mereka baru menyadari kenapa bisa
negara ini dimpimpin oleh mereka yang kurang berkualitas.

BAB V
SARAN

Sebagai warga negara yang baik, kita sebagai generasi muda


harusnya ikut berperan aktif dalam demokrasi mulai dari hal terkecil
yakni ikut memilih dalam pemilu. Tingkatkan kesadaran kita bahwa
suara kita dapat merubah Indonesia untuk kedepannya.

Jangan lupa untuk aktif mencari tahu profil-profil bakal calon


pemimpin, cari tahu bibit bebet bobotnya, dan pilihlah mana yang
sesuai dengan hati nurani kita mana yang sesuai menurut
pandangan kita.

Dan ingat jangan sampai kita ikut terjerumus ke dalam money


politic. Sekarang bayangkan saja suara kalian bisa dibeli dengan
uang. Apa uang itu bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan
hidup selama 5 tahun ke depan? Pasti tidak kan. Pikirkan lagi
sebelum ikut dengan hal-hal yang tidak baik seperti itu. Lebih baik
tanamkan dari awal bahwa yang seperti itu harus dihapus dari
kebiasaan bangsa ini

Bila perlu ikutlah dan aktiflah dalam organisasi-organisasi


yang ada di sekolah ataupun di kampus, belajarlah untuk bisa
berorganisasi. Belajarlah untuk bisa bermusyawarah mufakat. Dari
situ kita bisa mengenal demokrasi sejak awal. Bukankah itu juga
sebagai persiapan bagi kita kelak di kemudian hari saat kita akan
memimpin bangsa ini?

Mulailah aktif dari muda. Jangan mau jadi manusia yang pasif
yang mau saja disuruh-suruh dan apa aja harus nurut. Berusahalah
aktif, praktekkan setiap yang diajarkan di sekolah ke kehidupan
demokrasi saat ini.