Anda di halaman 1dari 36

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kebahagiaan dan kesejahteraan merupakan tujuan utama kehidupan


manusia. Berbagai cara dilakukan manusia untuk mencapai hal tersebut. Salah
satu paradigma1 atau acuan kebahagiaan dan kesejahteraan manusia adalah tolak
ukur ekonomi, dan demi mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan dalam bidang
ini, manusia mengacu pada berbagai pemikiran. Tentunya, setiap pemikiran yang
menjadi acuan ini berangkat dari worldview2 maupun intrest konstitusionalnya
masing-masing jika meminjam istilah Habermas. Seperti; sistem ekonomi

1
Paradigma atau aslinya paradigm, adalah Istilah sebuah konsep yang ambigous, paradigma
cenderung merujuk kepada dunia pola pikir atau pun teknis penyelesaian masalah yang dilakukan oleh
manusia. Istilah yang satu ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuan bernama Thomas Kuhn
melalui buku buatannya yang berjudul The Structure of Scientific Revolution. Saat pertama kali
diperkenalkan, istilah Paradigma tidak dijelaskan secara gamblang oleh Thomas Khun. Pada waktu itu,
paradigma hanya diutarakan sebagai termonologi kunci yang dipakai dalam model perkembangan ilmu
pengetahuan saja. Beberapa saat kemudian, barulah istilah Paradigma terdefenisi secara jelas oleh
Robert Fridrichs (merupakan orang pertama yang mengungkapkan apa itu paradigma secara jelas dan
gamblang). Menurut Robert Freidrichs, paradigma merupakan kumpulan tata nilai yang membentuk
pola pikir seseorang sebagai titik tolak pandangannya sehingga terbentuk citra subjektif seseorang
terhadap realita sehingga berujung pada ketentuan bagaimana cara untuk menangani realita tersebut.
Menurut Thomas Kuhn, pengertian paradigma adalah landasan berpikir ataupun konsep dasar yang
digunakan/ dianut sebagai model ataupun pola yang dimaksud para ilmuan dalam usahanya, dengan
mengandalkan studi-studi keilmuan yang dilakukannya. Menurut C. J. Ritzer, paradigma adalah
pandangan mendasar para ilmuan mengenai apa yang menjadi pokok permasalahan yang seharusnya
dipelajari oleh satu cabang ilmu pengetahuan tertentu. (Dilihat di https://pengertiandefinisi.com/
pengertian-paradigma/, pada hari Senin tanggal 08 Mei 2017, pada pukul 22:11 WIB).
2
Secara awam worldview atau pandangan hidup sering diartikan filsafat hidup. Setiap
kepercayaan, bangsa, kebudayaan atau peradaban dan bahkan setiap orang memiliki worldview
masing-masing. Cara manusia memandang dan mensikapi apa yang terdapat dalam alam semesta
bersumber dari beberapa faktor yang dominan dalam kehidupannya. Faktor itu boleh jadi berasal
dari kebudayaan, filsafat, agama, kepercayaan, tata nilai masyarakat atau lainnya. Luasnya
spektrum pandangan manusia tergantung kepada faktor dominan yang mempengaruhinya. Terma
yang dipakai secara umum untuk cara pandang ini dalam bahasa Inggris adalah worldview
(pandangan hidup) atau dalam bahasa Jerman adalah weltanschauung (filsafat hidup) atau
weltansicht (pandangan dunia). Menurut Ninian Smart, worldview adalah kepercayaan, perasaan
dan apa-apa yang terdapat dalam pikiran orang yang befungsi sebagai motor bagi
keberlangsungan, perubahan sosial dan moral Hampir serupa dengan Smart, Thomas F Wall
mengemukakan bahwa worldview adalah sistem kepercayaan asas yang integral tentang hakekat
diri kita, realitas, dan tentang makna eksistensi. (Dilihat di https://hamidfahmy.com/pandangan-
hidup-islam-islamic-worldview/, pada hari Senin tanggal 08 Mei 2017, pada pukul 22:30 WIB).
2

kapitalis dan sosialis adalah sistem yang lahir dari paham secular3 dan kemudian
menjelma menjadi sumber kebenaran peradaban.4 Sedangkan dalam Islam,
pemikiran ekonomi berkaitan erat dengan struktur metafisika5 dasar Islam yang
telah terformulasikan sejalan dengan wahyu, hadits, akal, pengalaman dan intuisi.
Ini berarti bahwa ilmu ekonomi dalam Islam merupakan produk dari pemahaman
(tafaqquh) terhadap wahyu yang memiliki konsep-konsep yang universal,
permanen, dinamis, pasti dan samar-samar, yang asasi dan yang tidak.

Setiap negara memiliki sistem ekonomi yang berbeda-beda. Sistem yang


dianut sebuah negara biasanya sesuai dengan paham ideologi negara tersebut.
Misalnya, sistem yang berdasarkan syariah Islam yaitu sistem ekonomi Islam.
Yang menganut sistem ini adalah negara-negara Islam yang ada di dunia,
walaupun begitu beberapa negara khususnya Indonesia telah menerapkan sistem
ekonomi Islam di mana dengan hadirnya beberapa perbankan yang berlabel
syariah.6 Negara yang berideologi komunisme biasanya akan menerapkan sistem
sosialis. Dan jika negara tersebut menganut paham kapitalisme maka cenderung
menganut sistem ekonomi kapitalis.

Sistem ekonomi yang dikenal oleh masyarakat secara global adalah sistem
ekonomi kapitalis dan sosialis. Sistem kapitalis dipengaruhi oleh semangat

3
Paham secular adalah paham yg bersifat keduniawian atau kebendaan (bukan bersifat
keagamaan atau kerohanian);, Sekularisme atau sekulerisme dalam penggunaan masa kini secara
garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan negara
harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan. Sekularisme dapat menunjang kebebasan
beragama dan kebebasan dari pemaksaan kepercayaan dengan menyediakan sebuah rangka yang
netral dalam masalah kepercayaan serta tidak menganakemaskan sebuah agama tertentu. (Dilihat
di https://id.wikipedia.org/wiki/Sekularisme, pada hari Senin tanggal 08 Mei 2017, pada pukul
22:37 WIB).
4
Hingga pertengahan abad ke-19 tidak banyak dijumpai petunjuk bahwa ilmu ekonomi
dapat diubah menjadi sumber kebenaran peradaban. Hanya ketika Tuhan dikatakan telah mati.
(Dilihat di Jhon Ralston Saul, Runtuhnya Globalisasi dan Penemuan Kembali Dunia, terj:
Dariyanto, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), hal. 64).
5
Metafisika adalah salah satu cabang filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai
penyebab segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada. Sebenarnya disiplin filsafat metafisika
telah di mulai semenjak zaman Yunani Kuno. Mulai dari filosof-filosof alam sampai Aristoteles
(284-322 SM). (Dilihat di https://parapsikolog.wordpress.com/arti-metafisika/ pada hari Senin
tanggal 08 Mei 2017, pada pukul 22:42 WIB).
6
Kehadiran pertama bank syariah di Indonesia dipelopori oleh berdirinya Bank Muamalat
pada tahun 1991 dan mulai beroperasi penuh tahun 1992. Kemunculan bank syariah sebagai salah
satu badan usaha di bidang keuangan tentunya berkaitan dengan perjalanan regulasi perbankan
sebagai landasan hukum dalam menjalankan usahanya tersebut.
3

mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dengan sumber daya yang


terbatas. Usaha kapitalis ini didukung oleh nilai-nilai kebebasan untuk memenuhi
kebutuhan. Kebebasan ini mengakibatkan tingginya persaingan diantara
sesamanya untuk bertahan. Sistem ekonomi kapitalis memiliki beberapa
kecenderungan antara lain: kebebasan memiliki harta secara perorangan,
kebebasan ekonomi dan persaingan bebas, serta ketimpangan ekonomi.
Sedangkan sistem ekonomi sosialis mempunyai tujuan kemakmuran bersama.
Filosofi ekonomi sosialis, adalah bagaimana bersama-sama mendapatkan
kesejahteraan. Ciri-ciri ekonomi sosalis diantaranya: pemilikan harta oleh negara,
kesamaan ekonomi, dan disiplin politik.

Selain dikenal dua sistem ekonomi tersebut yaitu kapitalis dan sosialis,
masyarakat juga mengenal sistem ekonomi lainnya, yaitu sistem ekonomi Islam,
yang sebenarnya telah ada sejak 14 abad yang lalu. Pemikiran ekonomi Islam
diawali sejak Nabi Muhammad SAW,7 dipilih sebagai seorang Rasul. Sistem
ekonomi Islam, lebih berkaitan dengan bangunan masyarakat yang perilakunya
lebih didasarkan atas sumber Islam yaitu, al-Quran8 dan al-Hadits.9 Sistem
ekonomi Islam dapat dipraktekan oleh masyarakat manapun juga.10

7
Kehidupan Muhammad SAW, dapat dianggap sebagai faktor penting dalam pertumbuhan
dan perkembangan Islam selanjutnya. Pemikiran ekonomi Islam pada masa Rasulullah SAW ini
telah berkembang melalui pengembangan kedua sumber ajaran Islam ini. Kedua sumber ini, secara
subtantif telah menggabungkan berbagai aturan hidup bagi umat Islam, baik dalam bidang
ekonomi, sosial, maupum agama. Perilaku Muhammad SAW, pada hakikatnya adalah refleksi dari
kedua sumber ajaran Islam ini. Oleh karena itu, pemikiran ekonomi Islam pada masa ini
bersumber pada al-Quran dan al-Sunnah. (Yadi Janwari, Pemikiran Ekonomi Islam, dari masa
Rasulullah hingga masa Kontemporer, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2016), cet. I, hal. 8-9).
8
Al-Quran adalah firman Allah SWT, yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW,
melalui malaikat Jibril. Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, secara berangsur-
angsur dalam rentang waktu sekitar dua puluh tiga tahun, yakni selama periode kenabian. Cara al-
Quran diturunkan secara berangsur-angsur tiada lain berfungsi agar kehadiran al-Quran dapat
merespons berbagai persoalan kehidupan masyarakat pada saat al-Quran itu diturunkan. Respons
yang diberikan al-Quran ini bisa menjustifikasi, reformasi, atau bahkan mengubahkan secara
total. (Yadi Janwari, Op. Cit, hal. 9).
9
Al-Hadits atau al-Sunnah merupakan perkataan, perbuatan, dan sikap yang diriwayatkan
Nabi Muhammad SAW, berdasarkan pada pengertian ini, al-Sunnah pada prinsipnya terdiri dari
tiga macam, yakni: (1) ucapan Nabi Muhammad SAW.; (2) perbuatan Nabi Muhammad SAW.;
(3) sikap atau persetujuan Nabi Muhammad SAW, terhadap perbuatan orang lain. (Yadi Janwari,
Op. Cit, hal. 10).
10
Prinsip dasar ekonomi Islam adalah kebebasan individu, hak terhadap harta,
ketidaksamaan ekonomi dalam batas yang wajar, jaminan sosial, distribusi kekayaan, larangan
menumpuk kekayaan, dan kesejahteraan individu dan masyarakat.
4

Sistem-sistem ekonomi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda.


Sistem ekonomi Islam misalnya, mengedepankan kepentingan pribadi dan
kepentingan umum selama tidak bertentangan dengan aturan syariat Islam. Sistem
ekonomi Islam memiliki sisi yang hampir sama dengan sistem lain tetapi di sisi
lain sangat berbeda dengan sistem yang ada. Kemudian sistem ekonomi kapitalis
yang mengedepankan kebebasan setiap individu tanpa ada campur tangan negara.
Setiap orang diperbolehkan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang
diinginkan. Sedangkan sistem ekonomi sosialis merupakan kebalikan sistem
ekonomi kapitalis. Setiap individu tidak memiliki hak atas kekayaan.Semua
dikuasai oleh negara untuk kesejahteraan bersama.

Perbedaan antara Ekonomi Islam dengan Konvensional bukan hanya pada


hal-hal yang aplikatif, namun terdapat pebedaan yang mendasar secara falsafah
yang digunakan. Oleh sebab itu, pemahaman tentang perbedaan kedua sistem ini
sangat diperlukan, untuk mengetahui dan menentukan sistem ekonomi yang
paling baik untuk diaplikasikan dalam kehidupan kita. Karena kehidupan manusia
selalu berkaitan dengan permasalahan ekonomi, baik untuk memenuhi kebutuhan
dan kesejahteraan, maupun sebagai media untuk melakukan ibadah.

Sehubungan dengan masalah ini, berikut akan dibahas secara singkat


perbedaan maupun perbandingan sistem ekonomi kapitalis,11 ekonomi sosialis dan
ekonomi Islam.12

B. RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang di atas, dapat ditarik beberapa pertanyaan dan fokus
kajian dalam paper ini yaitu, sebagai berikut :

11
Ekonomi kapitalis tidak diragukan adalah sistem ekonomi yang paling dominan di dunia
saat ini dan sistem ekonomi sosialis sebagai tandingannya.
12
Ekonomi Islam, baik sebagai ilmu maupun sistem, kini telah memasuki kategori untuk
dinyatakan sebagai sebuah paradigma ekonomi baru. Hal ini dibuktikan pula dengan semakin
maraknya diskursus tentang ekonomi Islam di berbagai universitas, baik di Barat maupun di
negara-negara Islam sendiri. Sementara ekonomi Islam sebagai sebuah sistem juga telah mulai
menampakkan kehadirannya, utamanya melalui kehadiran sistem keuangan dan perbankan Islam.
5

1. Apa pengertian Ekonomi Islam, Kapitalis dan Sosialis ?

2. Bagaimana sistem Ekonomi Islam, Kapitalis, dan Sosialis ?

3. Apa perbedaan dan kesamaan Ekonomi Islam, Kapitalis, Sosialis, dan


Ekonomi Pancasila ?

C. TUJUAN PENULISAN

Tujuan dari penulisan ini yaitu:

1. Untuk mengetahui definisi Ekonomi Islam, Kapitalis, dan Sosialis.

2. Untuk mengetahui sistem Ekonomi Islam, Kapitalis, dan Sosialis.

3. Untuk mengetahui dan mengungkap perbedaan juga kesamaan Ekonomi


Islam, Kapitalis, dan Sosialis.

4. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perbandingan Hukum


Ekonomi Syariah.
6

BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN EKONOMI ISLAM, SOSIALIS, DAN KAPITALIS

1. Pengertian Ekonomi Islam

Islam sebagai suatu sistem kehidupan manusia mengandung suatu


tatanan nilai dalam mengatur semua aspek kehidupan manusia baik
menyangkut sosial, politik, budaya, hukum, ekonomi dsb. Syariat Islam
mengandung suatu tatanan nilai yang berkaitan dengan aspek akidah, ibadah,
akhlaq dan muamalah. Pengaturan sistem ekonomi tidak bisa dilepaskan
dengan syariat Islam dalam pengertian yang lebih luas. Dengan demikian
sistem ekonomi Islam dapat didefinisikan sebagai sistem yang membantu
merealisasikan kesejahteraan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber-
sumber daya yang seirama dengan maqashid al-syari`ah13 tanpa mengekang
kebebasan individu, tidak menciptakan ketidakseimbangan makro ekonomi dan
ekologi yang berkepanjangan, atau tidak melemahkan solidaritas keluarga dan
sosial serta jaringan moral masyarakat.14

Ahmad al-Assal & Fatih Ahmad,15 menuturkan banyak beragam pendapat


yang mengutarakan definisi tentang ekonomi Islam. Muhammad Abduh al-
Arabi memaknai ekonomi Islam merupakan sekumpulan dasar-dasar umum
ekonomi yang disimpulkan dari al-Quran dan al-Hadis dan merupakan

13
Maqasid al-Syari'ah terdiri dari dua kata yakni dan . Maqasid adalah jamak
dari yang berasal dari fiil yang berarti mendatangkan sesuatu, juga berarti tuntutan,
kesengajaan dan tujuan. Syari'ah menurut bahasa berarti jalan menuju sumber air yang dapat pula
diartikan sebagai jalan ke arah sumber pokok keadilan. Ulama ushul fiqh mendefenisikan Maqasid
al-Syari'ah dengan makna dan tujuan yang dikehendaki dalam mensyariatkan suatu hukum bagi
kemaslahatan umat manusia. Maqasid al-Syari'ah dikalangan ulama ushul fikih disebut juga
dengan Asrar al-Syari'ah, yaitu rahasia-rahasia yang terdapat di balik hukum yang ditetapkan oleh
syara, berupa kemaslahatan bagi umat manusia baik di dunia maupun di akhirat.
14
Umer Chapra, Masa Depan Ilmu Ekonomi: Sebuah Tinjauan Islam, (Gema Insani Press,
pentrj: Ikhwan Abidin Basri, 2001), hal. 108.
15
Ahmad Muhammad al-Assal dan Fatih Ahmad Abdul Karim, Sistem, Prinsip, dan Tujuan
Ekonomi Islam, Terj. Imam Saefudin (Bandung: Pustaka Setia, 1999), hal. 215.
7

bangunan perekonomian yang didirikan atas landasan dasar-dasar tersebut


dengan lingkungan dan masanya.

M. Abdul Manan mendefinisikan dalam bukunya yang berjudul Teori


dan Praktik Ekonomi Islam, bahwa ekonomi Islam adalah ilmu pengetahuan
sosial yang mempelajari masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai
Islam. Beliau juga mengatakan bahwa Ekonomi Islam merupakan bagian dari
suatu tata kehidupan lengkap yang didasarkan pada empat bagian nyata dari
pengetahuan, yaitu al-Quran, al-Sunnah, al-Ijma16 dan al-Qiyas.17 Sementara
itu, H. Halide berpendapat bahwa yang di maksud dengan ekonomi Islam ialah
kumpulan dasar-dasar umum ekonomi yang disimpulkan dari al-Quran dan al-
Sunnah yang ada hubungannya dengan urusan ekonomi.18

Syed Nawab Husein Naqvi menegaskan ide sentral yang membatasi ilmu
ekonomi Islam dan yang menempatkannya berbeda dengan ilmu ekonomi
positif, adalah nilai-nilai etik/agama secara eksplisit dimasukkan dalam frame
work analisis ekonomi secara terpadu. Oleh karena itu, ilmu ekonomi Islam
merupakan upaya validitas ide filosofis (normatif) yang diaplikasikan dan
dipadukan dengan klaim validitas objektif (empiris).19

Monzer Kahf juga mengungkapkan tentang Pengertian Ekonomi Islam,


bahwa Ekonomi Islam adalah bagian dari Ilmu Ekonomi yang mempunyai sifat
interdisipliner. Dalam arti kajian ekonomi Islam ini tidak dapat berdiri sendiri
tetapi perlu penguasaan yang baik dan mendalam terhadap ilmu-ilmu syariah

16
Ijma dalam pengertian bahasa memiliki dua arti. Pertama, berupaya (tekad) terhadap
sesuatu. disebutkan berarti berupaya di atasnya. Pengertian kedua, berarti
kesepakatan. Perbedaan arti yang pertama dengan yang kedua ini bahwa arti pertama berlaku
untuk satu orang dan arti kedua lebih dari satu orang. Ijma dalam istilah ahli ushul adalah
kesepakatan semua para mujtahid dari kaum muslimin dalam suatu masa setelah wafat Rasul SAW
atas hukum syara. (Wahbah al-Zuhaili, Ushul Fiqh al-Islami, hal 468-469.)
17
Qiyas menurut ulama ushul adalah menerangkan sesuatu yang tidak ada nashnya dalam
Al Quran dan hadits dengan cara membandingkan dengan sesuatu yang ditetapkan hukumnya
berdasarkan nash. Mereka juga membuat definisi lain, Qiyas adalah menyamakan sesuatu yang
tidak ada nash hukumnya dengan sesuatu yang ada nash hukumnya karena adanya persamaan illat
hukum. (Muhammad Abu Zahrah, Ushul Fiqh, hal 173).
18
M. Abdul Mannan, Teori dan Praktek Ekonomi Islam, (Yogyakarta: PT. Dana Bhakti
Wakaf, 1995), hal. 315.
19
Syed Nawab Haedar, Menggagas Ilmu Ekonomi Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2003), hal. 82).
8

dan ilmu pendukungnya. Bagi yang lintas keilmuan termasuk di dalamnya


terhadap ilmu-ilmu yang berfungsi sebagai tool of analysis; seperti matematika,
statistik, logika, ushul fiqh.20

Dari beberapa definisi di atas, penulis dapat menyimpulkan dan


memberikan interpretasi bahwa, Ekonomi Islam didefinisikan sebagai suatu
cabang ilmu pengetahuan yang berupaya untuk memandang, meneliti, dan
akhirnya menyelesaikan permasalahan-permasalahan ekonomi dengan cara
Islam yang bersumber dari al-Quran, al-Sunnah, al-Ijma, dan al-Qiyas.

2. Pengertian Ekonomi Kapitalis

Ekonomi Kapitalis salah satu sistem perekonomian yang sudah ada sejak
abad 18 masehi, diawali di inggris dan kemudian menyebar luas ke kawasan
Eropa Barat Laut dan Amerika Utara. Sistem Ekonomi Kapitalis adalah sistem
ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk
melaksanakan kegiatan perekonomian. Dalam sistem ini pemerintah dapat ikut
campur atau tidak sama sekali dalam sistem ekonomi ini.21

Rivai Wirasasmia, menuturkan bahwa faham kapitalisme berasal dari


Inggris pada abad ke-18, kemudian menyebar ke Eropa Barat dan Amerika
Utara. Kehadirannya berawal dari perlawanan terhadap ajaran gereja sehingga
tumbuh aliran pemikiran liberalisme di negara-negara Eropa Barat dan
merambah ke segala bidang termasuk bidang ekonomi. Liberalisasi di bidang
ekonomi inilah kemudian melahirkan faham kapitalisme.22

Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang aset-aset produktif


dan atau faktor-faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor
individu/swasta. Menurut Milton H. Spencer, penulis buku Contemporary
Economics (1977), kapitalis merupakan sistem organisasi ekonomi yang
dicirikan oleh hak milik individu (private ownership) atas alat-alat produksi

20
Dilihat di http://pengertiandefinisi.com/pengertian-ekonomi-islam-menurut-para-ahli/,
pada hari Selasa tanggal 09 Mei 2017 pada pukul 09:43 WIB.
21
Heri Sudarsono, Konsep Ekonomi Islam, (Yogyakarta: Ekonosia, 2004), cet. 3, hal. 91.
22
Rivai Wirasasmia, Kamus Ekonomi Lengkap, (Bandung: Pionir, 2002), hal. 144.
9

dan distribusi dan pemanfaatannya untuk mencapai laba dalam kondisi yang
kompetitif.23

Ekonomi Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan


kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan
perekonomian seperti memproduksi barang, manjual barang, menyalurkan
barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil
bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan
perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur
dalam ekonomi. Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur
nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing
dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya.24

Pada sistem ekonomi ini terdapat keleluasaan bagi perorangan untuk


memiliki sumber daya, seperti kompetisi antar individu dalam memenuhi
kebutuhan hidup, persaingan antar badan usaha dalam mencari keuntungan.

Dari pemaparan definisi ekonomi kapitalis di atas, penulis memberikan


pengertian bahwa, ekonomi kapitalis adalah sistem perekonomian yang
memberikan kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi secara individu
dan saling berlomba untuk mengumpulkan serta memiliki harta sebanyak-
banyaknya secara individu dan tidak mementingkan kelompok-kelompok lain.
Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri
sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk
memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi
untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara. Dan prinsip
Keadilan yang dianut oleh ekonomi kapitalis adalah setiap orang menerima
imbalan berdasarkan prestasi kerjanya. Dalam hal ini campur tangan
pemerintah sangat minim, sebab pemerintah berkedudukan sebagai
Pengamat dan Pelindung dalam perekonomian.

23
Prathama Rahardja dan Mandala Manurung, Pengantar llmu Ekonomi (Mikroekonomi &
Makroekonomi) Ed-3, (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2008)
hal. 469.
24
Dilihat di https://kinanzahirah.wordpress.com/2012/05/23/perbedaan-sistem-ekonomi-
sosialis-kapitalis-dan-islam/, pada hari Selasa tanggal 09 Mei 2017 pada pukul 11:51 WIB.
10

3. Pengertian Ekonomi Sosialis

Dari sudut pandang ekonomi, sosialisme adalah sebuah sistem ekonomi


yang dilandaskan pada prisip kebersamaan, di mana kepemilikan alat-alat
produksi (means of production) dan distribusi bersifat kolektif. Salah satu
bentuknya yang paling ekstrim adalah komunisme,25 dimana keputusan-
keputusan ekonomi disusun, direncanakan dan sekaligus dikontrol oleh
negara.26

Ekonomi Sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan


kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan
ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam
perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta
jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai
oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya.

Sistem ekonomi sosialis adalah sebuah sistem ekonomi yang menjadikan


negara sebagai pusat komando perekonomian. Dalam artian semua kegiatan
ekonomi masyarakat berupa produksi, distribusi dan kosumsi diatur secara
sistematis oleh negara.27

25
Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest der
Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik
yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848, teori mengenai komunis sebuah analisis
pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang
kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Komunisme juga diartikan sebagai sebuah pemahaman yang menekankan kepemilikan bersama
atas alat-alat produksi (tanah, tenaga kerja, modal) yang bertujuan untuk tercapainya masyarakat
yang makmur, masyarakat komunis tanpa kelas dan semua orang sama. Komunisme pada awal
kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana
yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang
lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya,
muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dan komunis
revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangan yang berbeda dalam
pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat
utopia. (Dilihat di https://id.wikipedia.org/wiki/Komunisme, pada hari Selasa tanggal 09 Mei 2017
pada pukul 12:36 WIB.
26
Deliarnov, Ekonomi Politik, (Penerbit Erlangga, 2006), hal. 39-40.
27
(Dilihat di http://www.pengetahuansosial.com/2016/10/pengertian-sistem-ekonomi-sosi
alis-ciri-kelebihan-kekurangan.html, pada hari Selasa tanggal 09 Mei 2017 pada pukul 13:53 WIB.
11

Sosialisme merupakan faham perlawanan terhadap kapitalisme.


Sosialisme bergerak untuk mengkritik fenomena kapitalis yang individualistik
dengan paradigma kolektivitas, yaitu kepemilikan negara merupakan hak
tertinggi atas segala hak individu, kecuali pada hak-hak tertentu yang secara
hukum sosialisme dan dengan syarat-syarat tertentu dapat dimiliki oleh
individu. Implikasi dari faham sosialisme telah menempatkan manusia hanya
sebagai mesin produksi, kemandirian individu terkebiri atas nama kepentingan
(kepemilikan) negara.

Sebagai respon terhadap era industrialisasi, sistem ekonomi sosialis


dimana Karl Marx28 sebagai rujukan utamanya, gencar mengkritik ekonomi
pasar yang dikembangkan oleh Adam Smith.29 Dalam kaca mata sosialis,
kapitalisme adalah sistem yang tidak adil dan busuk dari dalam. Dari sudut
moral, kapitalisme mewarisi ketidakadilan sebab ketidakpedulian pada
ketimpangan dan kesenjangan sosial dalam masyarakat. Dari sudut sosial,
sosialis memandang kapitalisme sebagai sumber konflik antar kelas, baik yang
borjuis dan proletar, antara tuan tanah dan buruh, dimana yang satu berperan
sebagai penindas (oppressor) sedang yang lainnya sebagai yang tertindas
(oppressed). Dari sudut ekonomi, sosialis memandang kapitalisme tidak lain
hanyalah alat bagi kapitalis untuk mengejar laba. Sedangkan ekonomi pasar
yang diciptakan kapitalisme bukanlah sebuah mekanisme untuk
memaksimumkan kesejahteraan privat individu-individu, melainkan sebagai
28
Karl Heinrich Marx (lahir di Trier, Prusia, 5 Mei 1818 meninggal di London, Inggris,
14 Maret 1883 pada umur 64 tahun) adalah seorang filsuf, tokoh sosiologi, pakar ekonomi politik
dan teori kemasyarakatan dari Prusia. Walaupun Marx menulis tentang banyak hal semasa
hidupnya, ia paling terkenal atas analisisnya terhadap sejarah, terutama mengenai pertentangan
kelas, yang dapat diringkas sebagai "Sejarah dari berbagai masyarakat hingga saat ini pada
dasarnya adalah sejarah pertentangan kelas", sebagaimana yang tertulis dalam kalimat pembuka
dari Manifesto Komunis. (Dilihat di https://id.wikipedia.org/wiki/Karl_Marx, pada hari Rabu
tanggal 10 Mei 2017 pada pukul 16:15 WIB).
29
John Adam Smith (lahir di Kirkcaldy, Skotlandia, 5 Juni 1723 meninggal di
Edinburgh, Skotlandia, 17 Juli 1790 pada umur 67 tahun), adalah seorang filsuf berkebangsaan
Skotlandia yang menjadi pelopor ilmu ekonomi modern. Karyanya yang terkenal adalah buku An
Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (disingkat The Wealth of Nations)
adalah buku pertama yang menggambarkan sejarah perkembangan industri dan perdagangan di
Eropa serta dasar-dasar perkembangan perdagangan bebas dan kapitalisme. Adam Smith adalah
salah satu pelopor sistem ekonomi Kapitalisme. Sistem ekonomi ini muncul pada abad 18 di Eropa
Barat dan pada abad 19 mulai terkenal di sana. (Dilihat https://id.wikipedia.org/wiki/AdamSmith,
pada hari Rabu tanggal 10 Mei 2017 pada pukul 16:33 WIB).
12

untuk memfasilitasi ketamakan para kapitalis mengangkangi nilai surplus


(surplus value) dan mengakumulasikan kekayaan.30

Dari pemaparan definisi di atas, penulis dapat menuangkan pendapat


bahwa, sosialisme merupakan faham perlawanan terhadap kapitalisme. Yang
mana bahwa sistem perekonomian sosialis adalah kegiatan ekonomi yang
diatur oleh pemerintah atau negara, dan pemerintah berperan sebagai pusat
komando perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara.

B. SISTEM EKONOMI ISLAM, SOSIALIS, DAN KAPITALIS

1. Ekonomi Islam

a) Sistem Ekonomi Islam

Gagalnya sistem ekonomi kapitalis maupun sosialis dalam


menciptakan kesejahteraan masyarakat mengharuskan adanya pemecahan.
Karena itu, negara-negara muslim sangat membutuhkan suatu sistem yang
lebih baik yang mampu memberikan semua elemen untuk berperan dalam
mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Sistem ekonomi Islam bukanlah
sistem ekonomi alternatif maupun sistem ekonomi pertengahan; sistem
ekonomi Islam merupakan sistem ekonomi solutif atas berbagai
permasalahan yang selama ini muncul.

Sebagai suatu sistem hidup ajaran Islam dapat diklasifikasikan


menjadi dua bagian. Pertama yang berhubungan dengan ibadah khususnya
yang mengandung hubungan dimensi vertikal. Sedangkan yang kedua,
yang berhubungan dengan permasalahan hubungan antar sesama mahluk
(muamalat).31 Kedua sub-sistem ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Karena keduanya merupakan komplementer satu dengan yang lainnya.
Jika keduanya dipisahkan maka manusia akan mendapatkan kehinaan.32

30
Deliarnov, Op. Cit, hal. 41-43.
31
Islam memiliki ajaran yang membentangkan dua bentuk hubungan yang harmonis, yaitu
hablun min Allah dan hablun min al-annas.
32
Hal ini ditegaskan dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 112, yaitu:




















13

Dengan demikian, pemikiran ekonomi Islam lahir dari kenyataan


bahwa Islam adalah sistem yang diturunkan oleh Allah kepada seluruh
manusia untuk menata seluruh aspek kehidupannya dalam seluruh ruang
dan waktu. Karakter agama Islam yang paling kuat adalah sistem dan
penataan yang ada. Islam dengan begitu, merupakan konsep tentang
sebuah proyek peradaban,33 maka secara kronologis perkembangan dalam
memahami pemikiran ekonomi Islam mengalami perkembangan dari masa
ke masa, yang dimulai dari masa turunnya wahyu, masa penyebaran Islam,
masa ijtihad (penyusunan ilmu-ilmu), masa stagnasi pemikiran Islam,
masa inflasi ideologi (terjadinya konflik antara ideologi Islam, Sosialis dan
Kapitalis) dan masa Islamisasi ilmu pengetahuan (yaitu; terjadinya
Islamisasi ilmu ekonomi).

Karakteristik utama sistem ekonomi Islam adalah; pertama: tidak


membedakan antara ekonomi dengan etika, sebagaimana juga Islam tidak
membedakan antara ilmu dengan akhlak, politik dengan etika, dan lain
lain, sehingga dalam mengarungi kehidupannya seorang muslim haruslah
memiliki budi pekerti dan akhlak yang mulia seperti yang dicontohkan
oleh nabi Muhammad SAW.34 Individu maupun kelompok disatu sisi
diberi kebebasan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya, namun di






























Artinya: "Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika
mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia dan mereka
kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. yang demikian itu
karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi tanpa alasan yang benar.
yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas."
33
Lebih lanjut lihat: M. Sayyid Qutb, Muqawwamat al-Tashawwur al-Islami, Dar al-
Shuraq, S.M.N.
34
Hal ini ditegaskan dalam hadits, yaitu Rasulullah SAW, bersabda:
Artinya: Sesungguhnya Aku (Muhammad) diutus pada Kamu sekalian adalah untuk
menyempurnakan akhlak yang mulia (HR. Bukhori dan Muslim). Dalam hadits yang mulia ini,
Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam menjelaskan bahwa salah satu tujuan dan tugas beliau
yang terpenting adalah menanamkan dasar akhlak yang mulia dan menyempurnakannya serta
menjelaskan ketinggiannya. Hal ini tentunya menunjukkan urgensi, peran penting tazkiyatun nufus
dan pengaruh besarnya dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sesuai dengan manhaj
kenabian. Hal ini karena, tazkiyatun nufus tidak ada kecuali dengan akhlak yang mulia,
keistiqamahan padanya dan dakwah kepada ketinggian dan indahnya akhlak tersebut, sehingga
dakwah Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam memperbaiki akhlak manusia tidak terlepas dari
tazkiyatun nufus (pensucian jiwa).
14

sisi lain, ia terikat dengan iman dan etika, sehingga ia tidak bebas mutlak
dalam permasalahan ekonomi untuk menginvestasikan modalnya atau
membelanjakan hartanya yang akan dapat merugikan bagi orang lain.
Masyarakat muslim juga tidak bebas tanpa kendali dalam memproduksi
segala sumber daya alam yang ada, yang dapat berakibat merusaknya,35
mendistribusikannya atau mengkonsumsinya. Ia terikat dengan ikatan
akidah dan etika mulia, disamping juga dengan hukum-hukum Islam.36

Di dalam Islam kita menemukan praktek-praktek bisnis yang


menggabungkan antara etika dan ekonomi, seperti; larangan untuk
mengurangi takaran dan timbangan,37 larangan memakan riba,38 anjuran
untuk menafkahkan harta yang dimiliki agar tidak menumpuk pada orang

35
Hal ini ditegaskan dalam al-Quran surat Ar-Rum ayat 41:
Artinya: telah nampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka
sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
36
Sebagai misal, dalam memandang masalah minuman keras, Islam dengan jelas dan tegas
menyebutkannya : Hai orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,
(berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji (yang) termasuk
perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
Sesungguhnya setan itu termasuk hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara
kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah
dan sembahyang, maka berhentillah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu), Al-Quran Surat
Al-Maidah ayat 90-91, Minuman keras atau khamar, dari sisi ekonomi mungkin sangat
menguntungkan seperti dapat membuka lapangan pekerjaan, akan tetapi larangan tersebut sifatnya
final secara kompleks dan meyeluruh, yaitu larangan bagi pembuatnya (produsennya),
penyalurnya, orang yang mengantarkan barang tersebut (transportasinya), orang yang menjualnya,
orang yang membelikannya, dan orang yang menuangkannya.
37
Hal ini ditegaskan dalam al-Quran surat al-Muthoffifiin ayat 1-6, yang artinya: (1)
Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang), (2) (yaitu) orang-
orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, (3) dan apabila
mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi, (4) Tidakkah orang-
orang itu mengira, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, (5) pada suatu hari yang
besar, (6) (yaitu) pada hari (ketika) semua orang bangkit menghadap Tuhan seluruh alam.
38
Hal ini ditegaskan dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 275-276, yang artinya: (275). orang-
orang yang Makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang
kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah
disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal
Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai
kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa
yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada
Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka;
mereka kekal di dalamnya. (276). Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah, dan Allah
tidak menyukai Setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.
15

tertentu,39 larangan mempunyai sifat kikir40 dan untuk membersihkan


hartanya.

Menurut Yusuf Qardhawi,41 karakteristik sistem ekonomi Islam, yaitu:

1. Ekonomi Ilahiyyah

Ekonomi Islam adalah ekonomi Ilahiyyah, karena titik berangkatnya dari


Allah, tujuannya mencari ridha Allah dan cara-caranya tidak bertentangan
dengan syariat-Nya. Kegiatan ekonomi, baik produksi, konsumsi,
penukaran dan distribusi diikatkan pada prinsip Ilahiyyah dan pada tujuan
Iilahi.

2. Ekonomi Akhlak

Hal yang membedakan antara sistem Islam dengan sistem lainnya, adalah
bahwa antara ekonomi dan akhlak tidak pernah terpisah antara ilmu
dengan akhlak, antara politik dan akhlak, antara perang dengan akhlak.
Akhlak adalah daging dan urat nadi kehidupan Islam. Karena risalah Islam
adalah risalah akhlak, sehingga Rasulallah bersabda: Sesungguhnya
tidaklah aku diutus, selain hanya untuk menyempurnakan akhlak.

39
Hal ini ditegaskan dalam al-Quran surat al-Hasyr ayat 7, yang artinya: Apa saja harta
rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari
penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di
antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka
terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.
40
Hal ini ditegaskan dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 261-262, yang artinya: (261).
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan
Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir
seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha
Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. (262). Orang-orang yang menafkahkan hartanya di
jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-
nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh
pahala di sisi Tuhan mereka. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka
bersedih hati.
41
Yusuf Qardhawi, Norma dan Etika Ekonomi Islam, (Jakarta: Gema Insani Press, 2000),
hal. 89.
16

3. Ekonomi Kemanusiaan

Manusia dalam sistem ekonomi Islam ini adalah sasaran sekaligus


merupakan sarana. Tujuan dan sasaran utama Islam adalah merealisasikan
kehidupan yang baik bagi manusia dengan segala unsur dan pilarnya.
Dalam segala fase kehidupan manusia, mulai dari masa kanak-kanak
sampai dengan masa tua. Dalam segala keadaan hidupnya, sehat dan sakit,
lemah dan kuat, susah dan senang, sebagai pribadi maupun sebagai
masyarakat.

4. Ekonomi Pertengahan

Pertengahan yang adil merupakan roh dari ekonomi Islam. Sebagaimana


firman Allah dalam QS. Al-Baqarah (2): ayat 143:
















Artinya: Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam),
umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan)
manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan)
kamu. dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu
(sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang
mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. dan sungguh (pemindahan
kiblat) itu terasa Amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi
petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu.
17

Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada


manusia.

b) Konsep Ekonomi Islam

Ekonomi Islam memiliki sifat dasar sebagai ekonomi robbani dan


insani. Dikatakan ekonomi robbani karena ekonomi Islam sarat dengan
tujuan dan nilai-nilai Ilahiyah. Sedangkan ekonomi Islam dikatakan
memiliki dasar sebagai ekonomi insani, karena sistem ekonomi Islam
dilaksanakan dan ditujukan untuk kemashlahatan manusia. Di antara
konsep ekonomi Islam yaitu:

1. Konsep Tauhid;42

2. Konsep Rububiyyah;43

3. Konsep Khilafah;44

4. Konsep Tazkiyah;45

c) Prinsip-Prinsip Dasar Ekonomi Islam

Prinsip-prinsip dasar ekonomi Islam menurut Umar Chapra adalah:46

42
Wahbah al-Zuhaili menyebutkan, tauhid merupakan prinsip Islam, di samping keadilan.
Artinya hukum Islam berpijak di atas landasan tauhid dalam menegakan keadilan dengan cara
menghukumi dengan benar (al-haq), membantu yang teraniaya, menolong fakir miskin, dan
senantiasa melakukan al-amr bi al-maruf wa al-nahy an al-munkar. (Atang Abd. Hakim, Fiqih
Perbankan Syariah, (Bandung: PT Refika Aditama, 2011), cet. I, hal. 146).
43
Tauhid rububiyah adalah tauhid yang menyatakan bahwa Allah saja yang menentukan
rezeki untuk segenap makhluk-Nya, dan Dia pulalah yang akan membimbing setiap insan yang
percaya kepada-Nya ke arah keberhasilan.
44
Dasar ini memberikan ketegasan kepada segenap umat manusia tentang fungsi dan tujuan
keberadaanya di muka bumi ini. Dalam konteks pembangunan, khalifatullah fil ard berarti bahwa
manusia adalah agent of development.
45
Tazkiyah berarti penyucian (purification). Dalam konteks muamalah proses ini mutlak
sebelum manusia diserahi tugas sebagai agent development. Jikalau proses ini dapat terlaksana
dengan baik maka apapun aktivitas muamalah yang dialakukan olehnya tidak akan berakibat
kecuali untuk kebaikan bagi dirinya sendiri, masyarakat dan lingkungannya.
46
Umer Chapra, The Future of Economics, (terj), (Jakarta: Gema Insani Press, 2001), hal.
202-206.
18

1) Prinsip tauhid, tauhid adalah fondasi keimanan Islam. Ini bermakna


bahwa segala apa yang di alam semesta ini didesain dan dicipta
dengan sengaja oleh Allah SWT, bukan kebetulan dan semuanya pasti
memiliki tujuan. Tujuan inilah yang memberikan signifikansi dan
makana pada eksistensi jagat raya, termasuk manusia yang menjadi
salah satu penghuni di didalamnya.

2) Prinsip khilafah, manusia merupakan khalifah Allah SWT di muka


bumi dengan dibekali perangkat baik jasmani maupun rohani untuk
dapat berperan secara efektif sebagai khalifah-Nya.47 Implikasi dari
prinsip ini adalah:

1) Persaudaraan yang universal;

2) Sumber daya adalah amanah;

3) Gaya hidup sederhana;

4) Kebebasan manusia;

3) Prinsip keadilan, keadilan adalah salah satu misi utama ajaran Islam,48
implikasi dari prinsip ini adalah:

1) Pemenuhan kebutuhan pokok manusia;

2) Sumber-sumber pendapatan yang halal dan thayyib;

3) Distribusi pendapatan dan kekayaan yang merata;

4) Pertumbuhan dan stabilitas;

47
Hal ini ditegaskan dalam al-Quran surat al-Baqarah ayat 30 yang artinya: Dan
(ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan
padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih
dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih
mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
48
Adiwarman Karim memberikan penjelasan bahwa salah satu prinsip yang sangat penting
dalam melaksanakan kegiatan ekonomi Islam adalah keadilan. Berperilaku adil tidak hanya
berdasarkan kepada Al-Quran dan Al-Hadits, tetapi didasarkan pula pada pertimbangan hukum
alam, yang didasarkan pada keseimbangan dan keadilan. Keadilan dalam ekonomi dapat
diterapkan secara menyeluruh, antara lain dalam penentuan harga, kualitas produk, perlakuan
terhadap para pekerja, dan dampak dari kebijakan ekonomi yang dikeluarkan. (Dilihat di
Adiwarman A. Karim, Ekonomi Mikro Islam Edisi ketiga, (Jakarta, PT. Rajagrafindo Persada,
2010), hal. 38).
19

d) Ciri-Ciri Ekonomi Islam

a) Aqidah sebagai substansi (inti) yang menggerakkan dan mengarahkan


kegiatan ekonomi.

b) Syariah sebagai batasan untuk memformulasi keputusan ekonomi.

c) Akhlak berfungsi sebagai parameter dalam proses optimalisasi kegiatan


ekonomi.

2. Ekonomi Kapitalis

a) Sistem Ekonomi Kapitalis

Di bawah dominasi kapitalisme, ekonomi konvensional saat ini


sedang menghadapi masa krisis dan re-evaluasi. Kapitalisme menghadapi
serangan kritik dari berbagai penjuru. Mulai dari Karl Max sampai pada era
tahun 1940-an,1950-an, 1960-an, bahkan di awal abad 21 kritikan tersebut
semakin tajam dan meluas. Seperti Joseph Schumpeter49, Paul Omerod50,
Umar Ibrahim Vadillo51, Critovan Buarque52, sampai kepada Joseph
Stigliz53. Banyak indikasi kegagalan kapitalisme tersebut, anatara lain.

49
Sejak awal, Joseph Schumpeter meragukan kapitalisme. Dalam konteks ini ia
mempertanyakan, Can Capitalism Survive?. No, I do not think it can. (Dapatkah kapitalisme
bertahan?. Tidak, saya tidak berfikir bahwa kapitalisme dapat bertahan). Selanjutnya ia
mengatakan, Capitalism would fade away with a resign shrug of the shoulders, (Kapitalisme
akan pudar/mati dengan terhentinya tanggung jawabnya untuk kesejahteraan). (Heilbroner, 1992).
50
Paul Omerod dalam buku The Death of Economics (1994). Menuliskan bahwa ahli
ekonomi terjebak pada ideologi kapitalisme yang mekanistik yang ternyata tidak memiliki
kekuatan dalam membantu dan mengatasi resesi ekonomi yang melanda dunia. Mekanisme pasar
yang merupakan bentuk dari sistem yang diterapkan kapitalis cenderung pada pemusatan kekayaan
pada kelompok orang tertentu.
51
Mirip dengan buku Omerod, muncul pula Umar Vadillo dari Scotlandia yang menulis
buku, The Ends of Economics yang mengkritik secara tajam ketidakadilan sistem moneter
kapitalisme. Kapitalisme justru telah melakukan perampokan terhadap kekayaan negara-negara
berkembang melalui sistem moneter fiat money yang sesungguhnya adalah riba.
52
Critovan Buarque, ekonom dari universitas Brazil dalam buknya, The End of
Economics Ethics and the Disorder of Progress (1993), melontarkan sebuah gugatan terhadap
paradigma ekonomi kapitalis yang mengabaikan nilai-nilai etika dan sosial. Paradigma ekonomi
kapitalis tersebut telah menimbulkan efek negatif bagi pembangunan ekonomi dunia, yang disebut
Fukuyama sebagai Kekacauan Dahsyat dalam bukunya yang paling monumental, The End of
Order (1997), yakni berkaitan dengan runtuhnya solidaritas sosial dan keluarga.
53
Sejalan dengan Omerod dan Vadillo, belakangan ini muncul lagi ilmuwan ekonomi
terkemuka bernama E. Stigliz, pemegang hadiah Nobel ekonomi pada tahun 2001. Stigliz adalah
Chairman Tim Penasehat Ekonomi President Bill Clinton, Chief Ekonomi Bank Dunia dan Guru
Besar Universitas Columbia. Dalam bukunya Globalization and Descontents ia mengupas
20

pertama, Ekonomi konvensional yang berlandaskan pada sistem ribawi,


ternyata semakin menciptakan ketimpangan pendapatan yang hebat dan
ketidak-adilan ekonomi. Kedua, Ekonomi kapitalisme tersebut juga telah
menciptakan krisis moneter dan ekonomi di banyak negara. Di bawah
sistem kapitalisme, krisis demi krisi terjadi terus menerus, sejak tahun
1923, 1930, 1940, 1970, 1980, 1990, 1997 bahkan sampai sekarang.
Banyak negara senantiasa terancam krisis susulan di masa depan jika
sistem kapitalisme terus dipertahankan. Ketiga, Ekonomi kapitalisme
banyak memiliki kekeliruan dan kesalahan dalam sejumlah premisnya,
terutama rasionalitas ekonomi yang telah mengabaikan moral dimensi
moral.

Pada sistem ekonomi ini terdapat keleluasaan bagi perorangan untuk


memiliki sumber daya, seperti kompetisi antar individu dalam memenuhi
kebutuhan hidup, persaingan antar badan usaha dalam mencari keuntungan.
Prinsip Keadilan yang dianut oleh ekonomi kapitalis adalah setiap orang
menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya. Dalam hal ini campur
tangan pemerintah sangat minim, sebab pemerintah berkedudukan sebagai
Pengamat dan Pelindung dalam perekonomian.

b) Tokoh Pendiri Sistem Ekonomi Kapitalis

John Adam Smith adalah tokoh yang mendirikan sistem ekonomi


kapitalis. Beliau lahir di Kirkcaldy, Skotlandia. Ayahnya adalah pengacara
dan pengawas keuangan bea nasabah. Di usianya yang ke-14, Adam Smith
belajar di Universitas Glasgow. Di tempat tersebut ia belajar filsafat moral,
matematika dan ekonomi politik. Banyak karya monumentalnya yang
menjadi rujukan ekonom setelahnya bahkan sampai sekarang. Dua karya
monumental yang berbicara tentang mekanisme pasar adalah The Thory of
Moral Sentiments sebagai karya pertamanya yang terbit (1759) disusul An

dampak globalisasi dan peranan IMF (agen utama kapitalisme) dalam mengatasi krisis ekonomi
global maupun lokal.
21

Inquiry Into The Nature And Causes Of The Wealth of Nations54 atau lebih
dikenal sebagai Wealth of Nations (1776), buku yang meneguhkan
ketokohan Adam Smith sebagai Founding Father ekonomi kapitalis.

Adam Smith memandang bahwa ada sebuah kekuatan tersembunyi yang


akan mengatur pasar (invisible hand), maka pasar harus memiliki laissez-
faire atau kebebasan dari intervensi pemerintah. Pemerintah hanya bertugas
sebagai pengawas dari semua pekerjaan yang dilakukan oleh rakyatnya.55

c) Karakteristik Sistem Ekonomi Kapitalis

Ciri dominan dari system kapitalis adalah; Pertama, Kebebasan


memiliki harta secara perorangan. Hak milik perorangan merupakan
elemen penting kapitalisme. Dalam paham kapitalisme tidak berlaku istilah
hak milik berfungsi sosial. Pemberian hak milik secara mutlak akan
menciptakan perilaku individu untuk menggunakan semaksimal mungkin
sumber daya yang dimiliki dan berdampak pada distribusi pendapatan
masyarakat. Kedua, Persaingan bebas (Free competition). Persaingan bisa
terjadi antar produsen dalam menghasilkan produk, persaingan bisa terjadi
antara penyalur produk, persaingan bisa terjadi antar karyawan untuk
mendapatkan pekerjaan, persaingan bisa terjadi antar pemilik modal dan
seterusnya. Ketiga, Kebebasan penuh. Kapitalisme identik dengan
kebebasan (liberalisme/ laisses faire) , yang dianggap sebagai iklim yang
paling sesuai dengan sendi kapitalisme. Liberalisme adalah suatu paham
yang berpendapat dan bercita-cita bahwa manusia dilahirkan di dunia
mempunyai hak untuk bebas seperti yang diinginkannya. Keempat,
Mementingkan diri sendiri. Aktivitas individu diyakini tidak akan
membawa kekacauan, bahkan sebaliknya akan membawa kemakmuran

54
Muhammad Hambali, Konsep Kapitalisme Tentang Peran Negara Dibidang Ekonomi,
diakses dari https://marx83.wordpress.com/2009/07/25/104/ pada hari kamis tanggal 11 Mei 2016
pukul 13:41 WIB.
55
Dilihat di https://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Smith pada hari Kamis tanggal 11 Mei
2016 pukul 15:08 WIB.
22

bangsa-bangsa. Adam Smith56 mengatakan Bukan berkat kemurahan hati


tukang daging, tukang pembuat bir dan tukang roti kita dapat makan siang,
akan tetapi karena mereka memperhatikan kepentingan pribadi mereka.
Kita bicarakan bukan kepada rasa kemanusiaan mereka melainkan cinta
mereka kepada diri mereka sendiri. Kelima, Harga sebagai penentu (Price
system). Paham serba bebas (laissez faire) akan tercipta keseimbangan
baru yang mampu membawa kepada kemakmuran masyarakat. Apabila
terjadi kelebihan faktor produksi, maka akan tidak terserap oleh pasar
sehingga akan terjadi pengurangan faktor produksi tersebut karena
mekanisme pasar dan sebaliknya. Kondisi semacam ini akan dapat
memunculkan tingkat efektifitas dan efisiensi yang tinggi. Keenam:
Campur tangan pemerintah minimum. Doktrin laissez faire sistem ekonomi
merupakan orde alamiah (natural orde) yang tunduk pada hukum alam
(natural law). Campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi akan
menghambat proses pengaturan diri (self regulation).57

d) Pilar-Pilar Sistem Ekonomi Kapitalis

1) Hak milik swasta (Private Property)

Merupakan elemen pokok dari kapitalisme yang menjamin bahwa


setiap orang mempunyai hak untuk mencapai barang-barang ekonomi
dan sumber-sumber daya melalui cara yang legal, mengadakan
perjanjian-perjanjian sehubungan dengan penggunannya dan apabila
perlu menjualnya, kekayaan merupakan hak alamiah terlepas dari
kekuasaan Negara.

2) Dibina oleh tangan yang tak terlihat (the invisible hand)

56
Adam Smith adalah penganut aliran klasik terkenal. Ia lahir di kota Kirkcaldy
Scotlandia. Belajar filsafat dan pernah menjadi guru besar logika di Universitas Glasgow. Tahun
1766 ia pergi ke Perancis dan bertemu dgn para penganut liberalisme. Tahun 1776 ia menerbitkan
Penelitian Alam dan Sebab-sebab Kekayaan Manusia. Buku inilah yg dikatakan kritikus Edmund
Burke sebagai karya tulis teragung yg pernah ditulis manusia.
57
Dilihat http://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/publik/ciri-ciri-sistem-ekonomi-kapitalis
pada hari Kamis tanggal 11 Mei 2017 pada pukul 16:55 WIB.
23

Untuk mencapai hal yang terbaik untuk masyarakat, setiap individu


dalam sebuah masyarakat kapitalistik dimotivasi oleh kekuatan-
kekuatan ekonomi sehingga ia akan bertindak sedemikian rupa untuk
mencapai kepuasan terbesar dengan pengorbanan atau biaya yang
sekecil-kecilnya.

3) Individualisme ekonomi (laissez faire)

Pernyataan ini menjadi kata kunci kapitalisme. Dalam arti bahwa


tiadanya intervensi pemerintah akan menyebabkan timbulnya
individualisme ekonomi dan kebebasan ekonomi. Intervensi
pemerintah dibatasi pada aktivitas-aktivitas tertentu.

4) Persaingan dan pasar bebas (free market competition)

Prinsip bekerjanya mekanisme pasar menyebabkan terjadinya


persaingan. Persaingan terjadi antara penjual barang-barang yang
serupa untuk menarik pembeli; antara pembeli untuk mencapai
barang-barang yang mereka inginkan; antara pekerja untuk
memperoleh pekerjaan, antara pihak majikan untuk memperoleh
pekerja, antara pembeli dan penjual sumber-sumber daya untuk
mencapai syarat yang sebaik-baiknya.

e) Kelebihan dan Kekurangan Ekonomi Kapitalis

1) Kelebihan ekonomi kapitalis58

Pertama, penganut mazhab kapitalis menyatakan bahwa kebebasan


ekonomi dapat membuat masyarakat memiliki banyak peluang untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kedua, persaingan bebas di antara individu akan mewujudkan tahap


produksi dan tingkat harga pada tingkat yang wajar dan akan
membantu mempertahankan penyesuaian yang rasional di antara
58
M. Abdul Mannan, Teori dan Praktek Ekonomi Islam, (Yogyakarta: PT. Dana Bhakti
Wakaf, 1995), hal. 315.
24

kedua variabel. Persaingan akan mempertahankan keuntungan dan


upah pada tingkat yang sederhana.

Ketiga, para ahli ekonomi kapitalis menyatakan bahwa motivasi


untuk mendapatkan keuntungan merupakan tujuan yang terbaik,
sebanding dengan tujuan untuk memaksimumkan hasil.

2) Kelemahan ekonomi kapitalis

Pertama, persaingan bebas yang tidak terbatas, mengakibatkan


banyak keburukan dalam masyarakat apabila ia mengganggu kapasitas
kerja dan sistem ekonomi serta munculnya semangat persaingan
diantara individu. Sebagai contoh hak individu yang tidak terbatas
untuk memiliki harta mengakibatkan distribusi kekayaan yang tidak
seimbang dalam masyarakat dan pada akhirnya akan merusak sistem
perekonomian.

Kedua, adanya perbedaan yang radikal (jelas) antara hak-hak majikan


dan pekerja, penerima upah tidak mempunyai kesempatan yang sama
dengan saingannya, sehingga ketidakadilan ini memperdalam gap
(jurang) antara yang kaya dan miskin.

Ketiga, sistem ekonomi kapitalis, disatu pihak memberikan seluruh


manfaat produksi dan distribusi di bawah penguasaan para ahli, yang
mengesampingkan masalah kesejahteraan masyarakat banyak dan
membatasi mengalirkan kekayaan di kalangan orang-orang tertentu
saja. Di pihak lain menjamin kesejahteraan semua pekerja (yang
merupakan sebagian faktor produksi) kepada beberapa orang yang
hanya mementingkan diri sendiri.

3. Ekonomi Sosialis

a) Sistem Ekonomi Sosialis


25

Sistem ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang diatur oleh


negara. Dalam sistem ini, berlangsungnya perekonomian sepenuhnya
menjadi tanggung jawab suatu negara atau pemerintah pusat. Sistem ini
telah banyak digunakan oleh negara-negara di Eropa Timur yang menganut
paham komunis. Sistem ekonomi sosialis disebut juga sistem ekonomi
terpusat. Karena segala sesuatunya harus diatur oleh negara, dan
dikomandokan dari pusat. Pemerintahlah yang menguasai seluruh kegiatan
ekonomi. Sistem perekonomian sosialis merupakan sistem perekonomian
yang menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata dan tidak
adanya penindasan ekonomi.

Untuk mewujudkan kemakmuran yang merata pemerintah harus ikut


campur dalam perekonomian. Oleh karena itu, hal tersebut mengakibatkan
potensi dan daya kreasi masyarakat akan mati dan tidak adanya kebebasan
individu dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Dasar yang digunakan dalam sistem ekonomi sosialis adalah ajaran


Karl Marx, di mana ia berpendapat bahwa apabila kepemilikan pribadi
dihapuskan, maka tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-
kelas sehingga akan menguntungkan semua pihak. Negara yang menganut
sistem ini seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara komunis lainnya.

Sistem ekonomi sosialis merupakan bentuk resistensi dari sistem


ekonomi kapitalis yang dituding sebagai penyebab tidak tercapainya
kesejahteraan yang merata. Jika sistem ekonomi kapitalis sepenuhnya
menyerahkan siklus ekonomi pada mekanisme pasar yang berkembang.
Maka dalam sistem ekonomi sosialis, pemerintah mempunyai andil besar
dalam mengatur roda perekonomian di sebuah negara. Mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, sampai pengawasan terhadap rantai
perekonomian masyarakat.59

b) Tokoh Pendiri Sistem Ekonomi Sosialis

59
Dilihat di http://www.berpendidikan.com/2015/09/pengertian-dan-ciri-ciri-sistem-ekono
mi-sosialis.html, pada hari Kamis tanggal 11 Mei 2017 pada pukul 18:32 WIB.
26

St. Simon

Claude Henri de Rouvroy Comte de Saint Simon. Lebih dikenal Henri


de Saint Simon. Beliau lahir 17 Oktober 1760 di Paris, Prancis, daerah
pinggiran miskin, namun dari keluarga terkemuka. Ayahnya putra kedua
Louis-Francois de St. Simon seorang tentara. Saint Simon dididik secara
private oleh para tutor pribadinya, dan belajar otodidak. Usia 17 tahun ikut
pendidikan militer kemudian bertugas koloni Perancis di Amerika, sebagai
kapten artileri di Yorktown tahun 1781.

Dipandang sebagai bapak sosialisme karena dialah orang pertama


yang menyerukan perlunya sarana-sarana produksi dimiliki sepenuhnya
oleh pemerintah atau negara.

Karl Marx

Lahir di Trier, Jerman 5 Mei 1818. Berasal dari keluarga Yahudi kelas
menengah, Marx kuliah ilmu hukum di universitas Bonn. Setahun
kemudian pindah ke universitas Berlin untuk belajar filsafat. Pada usia 23
tahun ia meraih gelar doktor filsafat. Gagal menjadi dosen, Marx muda
kemudian menjadi wartawan dan akhirnya lebih banyak menjadi aktivis
politik dan penulis.

Karl Marx yang merupakan sosialis radikal yang memiliki pandangan


bahwa hak individual harus dihapus, termasuk hak kepemilikan tanah. Di
samping itu kaum tani bukan golongan yang penting dalam masyarakat
yang bergerak menuju masyarakat sosialis sejati. Marx berpendapat
demikian karena faham dialekti materialismenya, yang menganggap bahwa
sejarah bisa berubah hanya disebabkan oleh factor-faktor produksi dan
penguasaan sarana produksi oleh kaum proletar yang selama ini diperas
oleh kaum kapitalis.

c) Karakteristik Sistem Ekonomi Sosialis

Pertama, kepemilikan harta dikuasai negara. Kedua, setiap individu


memiliki kesamaan kesempatan dalam melakukan aktivitas ekonomi.
27

Ketiga, disiplin politik yang tegas dan keras. Keempat, tiap warga negara
dipenuhi kebutuhan pokoknya. Kelima, proyek pembangunan dilaksanakan
negara. Keenam, posisi tawar menawar individu terbatas.

d) Ciri Ekonomi Sosialis

1) Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme)

Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sebagai


individu-individu fiksi belaka. Dan tidak adanya pengakuan atas hak-
hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.

2) Peran pemerintah sangat kuat

Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga


tahap pengawasan. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi
semuanya diatur oleh negara.

3) Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran


kolektivisme (masyarakat sosialis) dan Pola produksi (aset dikuasai
individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis).

e) Kelebihan dan Kekurangan Ekonomi Sosialis

1) Kelebihan ekonomi sosialis

a) Disediakannya kebutuhan pokok


b) Didasarkan perencanaan negara
c) Produksi dikelola oleh negara

2) Kelemahan ekonomi sosialis

a) Sulit melakukan transaksi


b) Membatasi kebebasan
c) Mengabaikan pendidikan moral
28

C. PERBEDAAN EKONOMI ISLAM, SOSIALIS, DAN KAPITALIS

Dari pemaparan di atas penulis menganalisis sekaligus menemukan


perbedaan antara ekonomi Islam, ekonomi Kapitalis, dan Ekonomi Sosialis, yaitu:
Ekonomi Islam mempunyai suatu konsep yang berbeda mengenai kekayaan,
semua kekayaan di dunia adalah milik dari Allah SWT yang dititipkan kepada
kita, dan kekayaan yang kita miliki harus di peroleh dengan cara yang halal, untuk
mencapai al-Falah (makmur dan sukses) dan Saadah Haqiqiyah (kebahagian
yang abadi baik di dunia dan akhirat). Ketika Islam menginginkan mendirikan
sebuah perusahaan atau mempunyai properti atau mencari keuntungan sebanyak-
banyaknya, maka harus ditempuh dengan jalan usaha yang maksimal yang sesuai
dengan ketentuan dari prinsip prinsip syariah. Yang sangat penting dalam
transaksi Ekonomi Islam adalah tidak adanya unsur riba (interest),60 maisir
(judi),61 dan gharar (ke tidak pastian).62

Sementara konsep dari ekonomi kapitalis di mana sumber kekayaan itu


sangat langka dan harus di peroleh dengan cara bekerja keras di mana setiap
pribadi boleh memiliki kekayaan yang tiada batas, untuk mencapai tujuan
hidupnya. Dalam sistem ekonomi kapitalis perusahaan dimiliki oleh perorangan.
Terjadi nya pasar (market) dan terjadinya demand and supply63 adalah ciri khas
dari ekonomi kapitalis. Keputusan yang diambil atas isu yang terjadi seputar

60
Riba secara etimologi bermakna ziyadah (tambahan). Secara linguistik, riba mempunyai
arti tumbuh dan membesar. Adapun secara terminology, terdapat beberapa definisi riba dari para
ulama. Dilihat di buku Khosyiah, M.Ag, Fiqih Muamalah Perbandingan, (Bandung; Pustaka
Setia, 2014), hal. 169.
61
Maisir secara harfiah adalah memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras
atau mendapat keuntungan tanpa bekerja. Judi dalam terminologi agama diartikan sebagai suatu
transaksi yang dilakukan oleh 2 (dua) pihak untuk kepemilikan suatu benda atau jasa yang
menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain dengan cara mengaitkan transaksi tersebut
dengan suatu tindakan atau kejadian tertentu.
62
Gharar menurut bahasa adalah khida; penipuan. Dari segi terminologi: penipuan dan
tidak mengetahui sesuatu yang diakadkan yang didalamnya diperkirakan tidak ada unsur kerelaan.
63
Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu
ekonomi, adalah penggambaran atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan
penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga
dan kuantitas yang terjual di pasar. Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan
dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Permintaan adalah
jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga,
dan pada waktu tertentu.
29

masalah ekonomi sumbernya adalah dari kalangan kelas bawah yang membawa
masalah tersebut ke level yang lebih atas.

Lain halnya dengan konsep ekonomi sosialis, dimana sumber kekayaan itu
sangat langka dan harus diperoleh melalui pemberdayaan tenaga kerja (buruh), di
semua bidang, pertambangan, pertanian, dan lainnya. Dalam sistem Sosialis,
semua Bidang usaha dimiliki dan diproduksi oleh Negara. Tidak terciptanya
market (pasar) dan tidak terjadinya supply dan demand, karena Negara yang
menyediakan semua kebutuhan rakyatnya secara merata. Perumusan masalah dan
keputusan di tangani langsung oleh negara.

Berikut adalah tabel yang menerangkan tentang tiga perbedaan konsep


sistem perekonomian Islam, Kapitalis, dan Sosialis.

Konsep Islam Kapitalis Sosialis


Sumber kekayaan Sumber kekayaan
Sumber Kekayaan
Sumber sangat langka sangat langka
alam semesta dari
Kekayaan (scarcity of (scarcity of
ALLAH SWT
resources) resources)
Setiap pribadi Sumber kekayaan
Sumber kekayayan
dibebaskan untuk didapat dari
yang kita miliki
Kepemilikan memiliki semua pemberdayaan
adalah titipan dari
kekayaan yang di tenaga kerja
ALLAH SWT
perolehnya (buruh)
Kesetaraan
Untuk mencapai ke
Tujuan Gaya penghasilan di
makmuran/sucess
hidup Kepuasan pribadi antara kaum buruh
(Al-Falah), di
perorangan dan kemakmuran
dunia dan akhirat
bersama
30

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Definisi Ekonomi Islam, Sosialis, dan Kapitalis

Ekonomi Islam didefinisikan sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan yang


berupaya untuk memandang, meneliti, dan akhirnya menyelesaikan
permasalahan-permasalahan ekonomi dengan cara Islam yang bersumber dari
al-Quran, al-Sunnah, al-Ijma, dan al-Qiyas.

Ekonomi Kapitalis adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan


untuk melakukan kegiatan ekonomi secara individu dan saling berlomba
untuk mengumpulkan serta memiliki harta sebanyak-banyaknya secara
individu dan tidak mementingkan kelompok-kelompok lain. Dalam
perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai
dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk
memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi
untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.

Sosialisme merupakan faham perlawanan terhadap kapitalisme. Yang mana


bahwa sistem perekonomian sosialis adalah kegiatan ekonomi yang diatur
oleh pemerintah atau negara, dan pemerintah berperan sebagai pusat
komando perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian
negara.

2. Sistem Ekonomi Islam, Sosialis, dan Kapitalis


31

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa suatu sistem hidup ajaran
Islam dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian. Pertama yang berhubungan
dengan ibadah khususnya yang mengandung hubungan dimensi vertikal.
Sedangkan yang kedua, yang berhubungan dengan permasalahan hubungan
antar sesama mahluk (muamalat). Kedua sub-sistem ini tidak dapat
dipisahkan satu sama lain. Karena keduanya merupakan komplementer satu
dengan yang lainnya. Jika keduanya dipisahkan maka manusia akan
mendapatkan kehinaan.

Karakteristik ekonomi Islam terbagi kedalam empat bagian, yaitu:

1. Ekonomi Ilahiyyah

2. Ekonomi Akhlak

3. Ekonomi Kemanusiaan

4. Ekonomi Pertengahan

Pada sistem ekonomi kapitalis terdapat keleluasaan bagi perorangan untuk


memiliki sumber daya, seperti kompetisi antar individu dalam memenuhi
kebutuhan hidup, persaingan antar badan usaha dalam mencari keuntungan.
Prinsip Keadilan yang dianut oleh ekonomi kapitalis adalah setiap orang
menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya. Dalam hal ini campur
tangan pemerintah sangat minim, sebab pemerintah berkedudukan sebagai
Pengamat dan Pelindung dalam perekonomian.

Dalam sistem ekonomi sosialis terdapat beberapa karakteristik yang harus


diketahui oleh semua orang terutama penganut sistem ini, diantaranya yaitu:
Pertama, kepemilikan harta dikuasai negara. Kedua, setiap individu memiliki
kesamaan kesempatan dalam melakukan aktivitas ekonomi. Ketiga, disiplin
politik yang tegas dan keras. Keempat, tiap warga negara dipenuhi kebutuhan
pokoknya. Kelima, proyek pembangunan dilaksanakan negara. Keenam,
posisi tawar menawar individu terbatas.

3. Perbedaan antara Ekonomi Islam, Sosialis, dan Kapitalis


32

Sistem ekonomi yang dikenal oleh masyarakat secara global adalah sistem
ekonomi kapitalis dan sosialis. Sistem kapitalis dipengaruhi oleh semangat
mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dengan sumber daya yang
terbatas. Usaha kapitalis ini didukung oleh nilai-nilai kebebasan untuk
memenuhi kebutuhan. Kebebasan ini mengakibatkan tingginya persaingan
diantara sesamanya untuk bertahan. Sistem ekonomi kapitalis memiliki
beberapa kecenderungan antara lain: kebebasan memiliki harta secara
perorangan, kebebasan ekonomi dan persaingan bebas, serta ketimpangan
ekonomi. Sedangkan sistem ekonomi sosialis mempunyai tujuan
kemakmuran bersama. Filosofi ekonomi sosialis, adalah bagaimana bersama-
sama mendapatkan kesejahteraan. Ciri-ciri ekonomi sosalis diantaranya:
pemilikan harta oleh negara, kesamaan ekonomi, dan disiplin politik.

Selain dari ekonomi sosialis dan kapitalis, masyarakat juga mengenal dengan
sistem ekonomi Islam yang lebih berkaitan dengan bangunan masyarakat
yang perilakunya lebih didasarkan atas sumber Islam yaitu, al-Quran dan al-
Hadits. Sistem ekonomi Islam dapat dipraktekan oleh masyarakat manapun
juga.

Perbedaan antara Ekonomi Islam dengan Konvensional bukan hanya pada


hal-hal yang aplikatif, namun terdapat pebedaan yang mendasar secara
falsafah yang digunakan. Oleh sebab itu, pemahaman tentang perbedaan
kedua sistem ini sangat diperlukan, untuk mengetahui dan menentukan sistem
ekonomi yang paling baik untuk diaplikasikan dalam kehidupan kita. Karena
kehidupan manusia selalu berkaitan dengan permasalahan ekonomi, baik
untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan, maupun sebagai media untuk
melakukan ibadah.
33

Daftar Pustaka

Referensi Buku

Ahmad Muhammad al-Assal dan Fatih Ahmad Abdul Karim, Sistem, Prinsip, dan
Tujuan Ekonomi Islam, Terj. Imam Saefudin (Bandung: Pustaka Setia,
1999).

Adiwarman A. Karim, Ekonomi Mikro Islam Edisi ketiga, (Jakarta, PT.


Rajagrafindo Persada, 2010).

Atang Abd. Hakim, Fiqih Perbankan Syariah, (Bandung: PT Refika Aditama,


2011), cet. I.

Deliarnov, Ekonomi Politik, (Penerbit Erlangga, 2006).

Heri Sudarsono, Konsep Ekonomi Islam, (Yogyakarta: Ekonosia, 2004), cet. 3.

Jhon Ralston Saul, Runtuhnya Globalisasi dan Penemuan Kembali Dunia, terj:
Dariyanto, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008).

Khosyiah, M.Ag, Fiqih Muamalah Perbandingan, (Bandung; Pustaka Setia,


2014).

M. Abdul Mannan, Teori dan Praktek Ekonomi Islam, (Yogyakarta: PT. Dana
Bhakti Wakaf, 1995).

Muhammad Abu Zahrah, Ushul Fiqh.

M. Sayyid Qutb, Muqawwamat al-Tashawwur al-Islami, Dar al-Shuraq, S.M.N.

Prathama Rahardja dan Mandala Manurung, Pengantar llmu Ekonomi


(Mikroekonomi & Makroekonomi) Ed-3, (Jakarta: Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2008).
34

Rivai Wirasasmia, Kamus Ekonomi Lengkap, (Bandung: Pionir, 2002), hal. 144.

Syed Nawab Haedar, Menggagas Ilmu Ekonomi Islam, (Yogyakarta: Pustaka


Pelajar, 2003), hal. 82).

Umer Chapra, Masa Depan Ilmu Ekonomi: Sebuah Tinjauan Islam, (Gema Insani
Press, pentrj: Ikhwan Abidin Basri, 2001), hal. 108.
Umer Chapra, The Future of Economics, (terj), (Jakarta: Gema Insani Press,
2001), hal. 202-206.

Wahbah al-Zuhaili, Ushul Fiqh al-Islami, hal 468-469.

Yadi Janwari, Pemikiran Ekonomi Islam, dari masa Rasulullah hingga masa
Kontemporer, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2016), cet. I, hal. 8-9.

Yusuf Qardhawi, Norma dan Etika Ekonomi Islam, (Jakarta: Gema Insani Press,
2000).

Muhammad Hambali, Konsep Kapitalisme Tentang Peran Negara Dibidang


Ekonomi, diakses dari https://marx83.wordpress.com/2009/07/25/104/
pada hari kamis tanggal 11 Mei 2016 pukul 13:41 WIB.

Referensi Internet

https://pengertiandefinisi.com/ pengertian-paradigma/, pada hari Senin tanggal 08


Mei 2017, pada pukul 22:11 WIB

https://hamidfahmy.com/pandangan-hidup-islam-islamic-worldview/, pada hari


Senin tanggal 08 Mei 2017, pada pukul 22:30 WIB

https://id.wikipedia.org/wiki/Sekularisme, pada hari Senin tanggal 08 Mei 2017,


pada pukul 22:37 WIB

https://parapsikolog.wordpress.com/arti-metafisika/ pada hari Senin tanggal 08


Mei 2017, pada pukul 22:42 WIB

http://pengertiandefinisi.com/pengertian-ekonomi-islam-menurut-para-ahli/, pada
hari Selasa tanggal 09 Mei 2017 pada pukul 09:43 WIB.

https://kinanzahirah.wordpress.com/2012/05/23/perbedaan-sistem-ekonomi-
sosialis-kapitalis-dan-islam/, pada hari Selasa tanggal 09 Mei 2017 pada
pukul 11:51 WIB.
35

https://id.wikipedia.org/wiki/Komunisme, pada hari Selasa tanggal 09 Mei 2017


pada pukul 12:36 WIB.

http://www.pengetahuansosial.com/2016/10/pengertian-sistem-ekonomi-sosi alis-
ciri-kelebihan-kekurangan.html, pada hari Selasa tanggal 09 Mei 2017
pada pukul 13:53 WIB.

https://id.wikipedia.org/wiki/Karl_Marx, pada hari Rabu tanggal 10 Mei 2017


pada pukul 16:15 WIB

https://id.wikipedia.org/wiki/AdamSmith, pada hari Rabu tanggal 10 Mei 2017


pada pukul 16:33 WIB.

https://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Smith pada hari Kamis tanggal 11 Mei 2016


pukul 15:08 WIB.

http://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/publik/ciri-ciri-sistem-ekonomi-kapitalis
pada hari Kamis tanggal 11 Mei 2017 pada pukul 16:55 WIB.

http://www.berpendidikan.com/2015/09/pengertian-dan-ciri-ciri-sistem-ekono mi-
sosialis.html, pada hari Kamis tanggal 11 Mei 2017 pada pukul 18:32
WIB.
36