Anda di halaman 1dari 26

Dalam pandangan Islam, Iptek juga di gambarkan sebagai cara mengubah suatu sumber

daya menjadi sumberdaya lain yang lebih tinggi nilainya, hal ini tercoverr dalam surat
Ar-Rad syat 11, yaitu :
Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah
keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa, pada dasarnya Al-Quran telah mendorong
manusia untuk berteknologi supaya kehidupan mereka meningkat. Upaya ini harus
merupakan rasa syukur atas keberhasilannya dalam merubah nasibnya.
Nah, dengan demikian dapatlah kita tarik kesimpulan sebagai berikut:
a. Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) adalah keilmuan yang tinggi yang dimiliki oleh
seseorang dan mampu menjadi alat untuk menyelesaikan masalah.
b. Pandangan Islam terhadap Iptek adalah Iptek merupakan suatu hal yang tidak bisa
ditinggalkan oleh seseorang, karena sangat pentingnya Iptek, maka hal tersebut sering disebut
dalam Al-Quran. dalam arti Islam sangat menganjurkan pengembangan Iptek

Di era yang modern dan super canggih sekarang begitu banyak pengaruh IPTEK dan Seni
terutama dalam bidang pendidikan. Zaman yang super canggih ini banyak mengubah gaya
hidup dan segala aspek dalamkehidupan manusia.
Manusia sebagai pengguna dan menikmati semua manfaat IPTEK sangat
mempengaruhi perkembangan zaman. Manusia sebagai subjek secara garis besar selama
manusia banyak menggunakan dan mengembangkan pengetahuan,tidak dapat di pungkiri
bahwa IPTEK dan Seni juga akan berkembang.
Peran Islam dalam perkembangan IPTEK secara dasar ada dua ,yaitu :
1. Menjadikan Akidah Islam sebagai paradigma pengetahuan. Seharusnya paradigma ini
lah yang harus kita gunakan khusus nya para kaum muslim, bukan paradigma sekuler
yang ada saat ini. Paradigma ini mewajibkan dan menjelaskan kepada kita bahwa
sebaiknya kita harus menggunakan paradigma ini sebagai landasan dasar ilmu
pengetahuan. Dengan itu kita dapat dengan mudah melihat sisi positik dari setiap aspek
IPTEK.
2. Menjadikan Syariat Islam yang lahir dan muncul dari Akidah Islam sebagai standar
pemanfaatan IPTEK dan Seni dalam kehidupan sehari-hari. Seharusnya kita umat muslim
dan muslimah menggunakan dan memiliki kriteria seperti ini secara spontan kehidupan
kita akan tenang karena kriteria ini menggunakan sitem halal-haram. Seharus nya kriteria
ini lah yang kita gunakan bukan standar pemanfaata yang sekarang ini. Standar ini
mengajarkan dan menjelaskan kepada kita baik buruk nya IPTEK itu karena kriteria ini
menerangkan bahwa kita boleh memanfaatkan IPTEK apabila itu mendatang banyak
manfaat bagi kita sesuai dengan ketentuan halal. Dan sebaliknya pula begitu.
Saat ini seiring dengan perkembangan zaman IPTEK di pengaruhi oleh budaya Barat.
Budaya yang dimana lebih mementingkan materi dan kesenangan semata banyak ditiru
para penduduk dunia ,khususnya kaum hawa. Budaya yang ditiru karena kecantikan dan
kebebasan tanpa memikirkan kerugian dan keburukannya.
Pandangan Al-Quran tentangilmu dan teknologi dapat diketahui prinsip- prinsipnya dari
analisis wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang
mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang
tidak diketahuinya (Q.S. Al-Alaq;1-5).
Istilah teknologi merupakan produk ilmu pengetahuan.
Dalam sudut pandang budaya, teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai
hasil penerapan praktis dari ilmu pengetahuan.
Meskipun pada dasarnya teknologi juga memiliki karakteristik obyektif dan netral.
Dalam situasi tertentu teknologi tidak netral lagi karena memiliki potensi untuk merusak
dan potensi kekuasaan. Disinilah letak perbedaan ilmu pengetahuan dengan teknologi.
Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), teknologi diartikan sebagai
kemampuanteknikyang berlandaskan
pengetahuan ilmu eksakta dan berdasarkan proses teknis.
Teknologi juga dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi
manusia juga sebaliknya dapat membawa dampak negative berupa ketimpangan-
ketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungannya yang berakibat
kehancuran alam semesta. Dalam pemikiran islam, ada dua sumber ilmu yaitu akal dan
wahyu. Keduanya tidak boleh dipertentangkan. Manusia diberi kebebasan dalam
mengembangkan akal budinya berdasarkan tuntunan Al-Qur an dan sunah rasul. Atas
dasar itu ilmu dalam pemikiran islam ada yang bersifat abadi (mutlak) karena bersumber
dari allah. Ada pula ilmu yang bersifat perolehan (nisbi) karena bersumber dari akal
pikiran manusia.

Penyikapan Terhadap Perkembangan IPTEKS


Dalam menghadapi perkembangan budaya manusia dengan perkembangan IPTEK yang
sangat pesat, dirasakan perlunya mencari keterkaitan antara sistem nilai dan norma-
norma Islam dengan perkembangan tersebut. Menurut Mehdi Ghulsyani (1995), dalam
menghadapi perkembangan IPTEK ilmuwan muslim dapat dikelompokkan dalam tiga
kelompok:
Kelompok yang menganggap IPTEK modern bersifat netral dan berusaha melegitimasi
hasil-hasil IPTEK moderen dengan mencari ayat-ayat Al-
Quran yang
sesuai.
Kelompok yang bekerja dengan IPTEK moderen, tetapi berusaha juga mempelajari
sejarah dan filsafat ilmu agar dapat menyaring elemen-elemen yang tidak islami.
Kelompok yang percaya adanya IPTEK Islam dan berusaha membangunnya. Untuk
kelompok ketiga ini memunculkan nama Al-Faruqi yang mengintrodusir
istilah islamisasi ilmu pengetahuan. Dalam konsep Islam pada dasarnya tidak ada
pemisahan yang tegas antara ilmu agama dan ilmu non-agama. Sebab pada dasarnya ilmu
pengetahuan yang dikembangkan manusia merupakanjalan untuk menemukan
kebenaran Allah itu sendiri. Sehingga IPTEK menurut Islam haruslah bermakna ibadah.
Yang dikembangkan dalam budaya Islam adalah bentuk-bentuk IPTEK yang mampu
mengantarkan manusia meningkatkan derajat spiritialitas, martabat manusia secara
alamiah. Bukan IPTEK yang merusak alam semesta, bahkan membawa manusia ketingkat
yang lebih rendah martabatnya. Dari uraian di
atas hakekat penyikapan IPTEK dalam kehidupan sehari-ari yang islami adalah
memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk meningkatkan martabat manusia dan
meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Kebenaran IPTEK menurut Islam
adalah sebanding dengan kemanfaatannya IPTEK itu sendiri.

Manfaat Teknologi dari Sudut pandang Islam


16 December 2009 at 11:41 (ISLAMI)

Pengembangan teknologi memerlukan usaha secara sungguh sungguh, baik dalam bentuk
penemuan sains sebagai basisnya, maupun penerapan dan pengembangan sains tersebut dalam
bentuk teknologi. Usaha pengembangan teknologi tersebut dilakukan karena diyakini memiliki
manfaat yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Di antara manfaat-manfaat teknologi
tersebut adalah :

a. Memperoleh Kemudahan

Kemampuan fisik manusia untuk meraih berbagai kebutuhan hidup sangat terbatas. Pandangan
mata, pendengaran telinga manusia terbatas, begitu pula kekuatan dan keterampilan tangan dan
kakinya. Kemampuan fisik manusia itu tidak sebanding dengan kebutuhan yang diinginkan.
Tetapi manusia sebagai khalifah Allah diberikan kemampuan akal-pikiran untuk
memanfaatkannya menemukan cara-cara yang tepat dan efektif guna meraih kebutuhan hidup
yang tidak mungkin dicapai melalui kemampuan fisik semata. Akal-pikiran manusia mampu
mendayagunakan segala yang Allah ciptakan di bumi ini. Kemampuan itu memang telah
ditentukan oleh Allah Swt sebagaimana Allah nyatakan dalam firman-Nya



(13 : )
Artinya: Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di
bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-
benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir (QS. Al-Jatsiyah (45):13).

Menurut Quraish Shihah dalam Wawasan Al-Quran, kata sakhara dalam ayat tersebut arti
harfiahnya menundukkan atau merendahkan, maksudnya adalah agar alam raya dengan segala,
manfaat yang dapat diraih darinya harus tunduk dan dianggap sebagai sesuatu yang posisinya di
bawah manusia. Karen aitu tidak wajar apabila hal itu justru terbalik, artinya tidak wajar sendiri
telah ditundukkan untuk manusia. Kepasrahan atau ketundukan manusia kepada sesuatu yang
lebih rendah, yang ditundukkan kepada manusia adalah suatu sikap yang tidak wajar, yang
bertentangan dengan maksud Allah, karena manusia sebagai khalifah-Nya memiliki derajat yang
lebih tinggi dibandingkan dengan segala makhluk yang Allah ciptaan.
Memperoleh kemudahan dalam hidup dengan mengembangkan potensi diri dan dengan
memanfaatkan segala yang Allah tundukkan bagi manusia di alam ini sejalan dengan kehendak
Allah. Allah menghendaki manusia memperoleh kemudahan, dan tidak menghendaki
menghadapi kesusahan hidup. Hal itu dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya:


(185 : )
Artinya: Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran
bagimu (QS. Al-Baqarah (2) :185).

Allah menyatakan, bahwa memang Allah sengaja memberikan berbagai kemudahan kepada
manusia agar manusia hidup dengan mudah.

(8 : )..
Artinya: Dan Kami memberimu kemudahan agar kamu memperoleh kemudahan. (QS.
al-Ala (87) : 8).

b. Mengenal dan Mengagungkan Allah.

Apabila manusia mampu menghayati akan makna sains dan teknologi yang dikembangkannya,
bahwa sernua itu bukan semata-mata karena faktor diri pribadi manusia, tetapi ada faktor lain di
luar dirinya, maka manusia akan memperoleh jalan untuk mengenal sesuatu yang lain di luar
dirinya itu, yaitu Yang Maha Agung, Yang Maha Kuasa, dan Yang Maha Bijaksana, yaitu Allah
SWT. Kesempurnaan alam dengan struktur dan sistemnya tidak bisa dibayangkan akan terbentuk
dengan sempurna apabila tidak ada kesengajaan pihak lain, yaitu Yang Maka Kuasa dan Maha
Sempurna. Semakin luas dan dalam pengetahuan manusia akan rahasia alam ini, maka semakin
dekat manusia untuk mengenal Pencipta alam ini, yaitu Allah, Sang Khalik. Ketika pertama
manusia mengembangkan teknologi bangunan, manusia telah diberikan contoh langit yang
tinggi, yang luas dan kokoh, yang tidak takut akan runtuh. Begitu pula ketika manusia
mengembangkan teknologi pesawat udara, Allah telah memberikan contoh bagaimana burung
bisa terbang di angkasa dengan stabil, mampu mempertahankan keseimbangan tanpa takut jatuh,
dan lain sebagainya. Karena itu ketika menerangkan berbagai struktur di alam ini, Allah
menyatakan bahwa semua itu menjadi pelajaran bagi manusia untuk lebih mengenal dan
mengangungkan Allah penciptanya. Hal itu dapat kita pahami dari berbagai ayat Al-Quran,
diantaranya:



(17)

(18)


(19)

(20)

( 21)

Artinya: (17) Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan?

(18) Dan langit, bagaimana dia ditinggikan?

(19) Dan gunung-gunung, bagaimana dia ditegakkan?

(20) Dan bumi, bagaimana dia dihamparkan?

(21) Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberikan
peringatan. (QS. Al-Ghasiyah (88): 17-21).

Dalam firman Allah menyatakan:


(190 : ) .

Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan
siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal . (QS. Ali Imran (3) : 190).

Teknologi, dan juga sains hanyalah sarana untuk lebih meningkatkan pengenalan manusia
kepada Allah Penciptanya. Kebesaran Allah akan lebih jelas bagi orang yang berpengetahuan
dibandingkan dengan orang yang kurang pengetahuannya. Karena itu Allah menyatakan :

(28 : )

Artinya: Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah di antara hamba hainba-Nya,
hanyalah orang yang berilmu pengetahuan. QS. Fathir (35) : 28).

c. Meningkatkan Kualitas Pengabdian Kepada Allah

Manusia diciptakan oleh Allah hanyalah untuk mengabdi kepada-Nya. Demikian dinyatakan oleh
Allah dalam firman-Nya:


(56 : ).
Artinya: Dan tidaklah Au menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi
kepada-Ku. (QS. al- Dzariyat (51) : 56).

Seluruh aktivitas hidup manusia hendaknya diwujudkan sebagai pelaksanaan pengabdian kepada
Allah tersebut. Pengabdian manusia kepada Allah di sini adalah pengabdian dalam arti luas, yaitu
seluruh aktivitas, yang memenuhi kriteria (1) diniatkan untuk menaati aturan Allah; (2)
dilakukan dengan mengikuti ketentuan yang diberikan alah, baik dalam bentuk kegiatan yang
telah ditentukan tata caranya maupun dalam bentuk penggalian jenis kegiatan yang bermanfaat
yang sejalan dengan nilai-nilai kebenaran yang ditunjukkan Allah; dan (3) dimaksudkan untuk
memperoleh ridha Allah.
Nilai sebuah pengabdian manusia kepada aalah membuat manusia harus mengesampingkan
kesenangan atau kepuasan pribadi, dengan catatan bahwa apa yang Allah ridhai bagi manusia
adalah sesuatu yang terbaik bagi manusia. Allah Maha Tahu akan segala sesuatu yang paling
bermanfaat bagi manusia, dan Allah tidak menginginkan kesenangan-Nya sendiri dengan
mengorbankan kepentingan manusia. Alah Maha Kaya dan Maha Kuasa sehingga Dia tidak
menginginkan apapun dari pengabdian manusia kepada-Nya. Kewajiban yang Allah berikan
pada manusia untuk mengabdi kepada-Nya adalah untuk kepentingan manusia sendiri, untuk
kemaslahatan manusia.

Teknologi apabila dirancang dan dimanfaatkan secara benar dalam konteks tugas pengabdian
manusia tersebut, maka teknologi diyakini akan mampu meningkatkan kualitas pengabdiannya
kepada Allah. Jam misalnya, adalah produk teknologi yang dimanfaatkan oleh umat Islam setiap
hari untukl mengetahui waktu-waktu shalat sehingga umat Islam dapat menunaikan ibadah shalat
tepat pada waktunya, begitu pula kompas dimanfaatkan untuk mengetahui arah kiblat sehingga
tidak terjadi salah arah dalam shalat. Dalam hal produk teknologi pangan, dengan banyaknya
produk makanan yang beredar di masyarakat, kita mampu mengetahui komponen-komponen
yang dipergunakan sebagai bahan, proses pembuatannya, sehingga kita dapat mengetahui apakah
makanan yang kita konsumsi itu halal atau haram, begitu pula dengan produk-produk teknologi
lainnya.

Apabila berbagai kemajuan yang dicapai manusia diniatkan dan diarahkan untuk kepentingan
peningkatan kualitas pengabdiannya kepada Allah, maka kemajuan yang dicapai itu tidak
membuat manusia menjadi lalai akan tugas kehidupannya. Karena itu Allah memerintahkan
dalam firman-Nya:

(162 : )

Artinya : Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanyalah


untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. al- Anam (6) : 162).

d. Memperoleh Kesenangan dan Kebahagiaan Hidup

Kemudahan-kemudahan yang diperoleh manusia melalui pemanfaatan teknologi membuat


manusia dapat memperoleh kesenangan dan kebahagiaan hidup serta tetap dalam koridor
kesenangan dan kebahagiaan yang halal, yang diridhai Allah. Allah tidak menghendaki manusia
hidup susah, tetapi sebaliknya Allah menghendaki manusia hidup senang, hidup bahagia. Ketika
Allah menempatkan Adam dan istrinya di bumi, Allah berfirman:

(36 : ).

Artinya: . dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu
yang ditentukan (Qs. Al-Baqarah (2): 36).

Untuk memperoleh kesenangan dan kebahagiaan hidup yang disediakan oleh Allah itu, manusia
diberikan sarana kebutuhan yang serba lengkap di bumi, sebagaimana Allah nyatakan:

.
(29 : ).
Artinya: Dia-lah Alah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu sekalian dan
Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha
Mengetahui segala sesuatu (QS. Al-Baqarah (2): 29).

Sekalipun kesenangan dan kebahagiaan hidup itu sejak awal penciptaan manusia telah diizinkan
oleh Allah, tetapi Allah mengingatkan agar kesenangan itu jangan sampai membuat manusia lupa
diri, yang mengakibatkan manusia tergelincir dalam kesesatan dan dosa. Hal itu dapat kita
pahami dari peringatan Allah kepada Nabi Hud dan umatnya yang menjadi pelajaran bagi kita
semua sebagaimana difirmankan oleh Allah:

(48 : ).

Artinya: Difirmankan : Hai Nuh, turunlah dengan selamat dan sejahtera dan penuh
keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang- orang yang
bersamamu. Dan ada (pula) umat- umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam
kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami. (QS. Hud (11) :
48).

Tidak sedikit orang yang kelihatan hidupnya taat kepada Allah, kelihatan alim, kekeluargaannya
juga baik ketika hidup susah, tetapi begitu hidup senang dia lupa, terpedaya oleh kesenangannya.
Fenomena yang monumental dalam kasus tersebut adalah kasus Qarun yang diabadikan dalam
QS. 28 (al-Qashash) : 76-82. Qarun adalah simbol kekayaan dan kemegahan hidup sehingga
kunci bangunannya saja susah dibawa oleh. orang yang perkasa. Tetapi karena kesombongan dan
kelalaiannya itulah yang menyebabkan ia mendapat azab dari Allah sehingga ia dan kekayaannya
itu hilang ditelan bumi. Sebagaimana firman Allah :




81)


(82)

Artinya: (81) Maka kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka
tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia
termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).

(82) Dan jadilah orang-orang yang kemarin menciptakan kedudukan Karun itu berkata:
Aduhai, benarlah Allah melapangkan rizki bagi siapa yang Ia kehendaki dari hamba-hamba-Nya
dan menyempitkannya, kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia
telah membenamkan kita (pula). Aduhai, benarlah tidak beruntung orang-orang yang
mengingkari (nikmat Allah) (QS. Al-Qashash (28); 81-82).

e. Meningkatkan Kemampuan Memanfaatkan Kekayaan Alam

Seorang pekerja bangunan yang kuat dan masih muda, masih memiliki semangat kerja dan daya
tahan tubuh tinggi menggali tanah dengan peralatan tradisional untuk pondasi bangunan dalam
satu hari ia hanya mampu menggali beberapa meter kubik, begitu pula pekerja tambang, dan
lain-lain. Ketika para pekerja tersebut menggunakan peralatan berat, ia mampu meningkatkan
produktivitas kerja berlipat ganda. Bahkan banyak kekayaan alam yang tidak mungkin dideteksi
keberadaannya dan dilakukan eksplorasi tanpa menggunakan teknologi canggih, seperti sumber
minyak yang berada di kedalaman ribuan meter atau di dasar laut. Padahal semua itu disediakan
oleh Allah untuk kesejahteraan hidup manusia.

Teknologi meningkatkan kemampuan manusia melakukan eksplorasi kekayaan alam tersebut


secara optimal. Banyak negara, bangsa yang tidak memiliki kekayaan alam memadai tetapi
karena memiliki kemampuan teknologi canggih hidup lebih sejahtera dibandingkan dengan
negara, bangsa yang memiliki kekayaan alam melimpah tetapi teknologinya tertinggal. Jepang
umpamanya, adalah sebuah negara kecil, yang miskin akan kekayaan alam, tetapi kemajuan
teknologinya tinggi, ia lebih kaya dibandingkan dengan Indonesia yang kekayaannya melimpah
tetapi tertinggal kemajuan teknologinya dibandingkan dengan Jepang. Masih banyak negara di
dunia ini yang kaya seperti Jepang dan yang tertinggal seperti Indonesia.

Eksplorasi kekayaan alam diingatkan oleh Allah agar jangan sampai tak terkontrol sehingga
berubah menjadi eksploitasi alam, yang mengakibatkan kerusakan alam, terganggunya
keseimbangan lingkungan, karena justru akan mengakibatkan timbulnya malapetaka bagi
manusia, seperti banjir, pencemaran lingkungan, ,dan lain-lain. Dalam firman Allah:




(41 : ).
Artinya: Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan
manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar
mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS. Ar-Rum (30):41).

Bumi ini Allah ciptakan dengan baik, artinya memiliki kesempurnaan dankeseimbangan
sehingga dapat bertahan dan menyediakan berbagai kebutuhan hidup manusia. Karena itu Allah
mengingatkan agar pemanfaatan kekayaan alam yang ada di bumi ini jangan sampai
mengganggu keseimbangan alam tersebut. Hal itu Allah ingatkan dalam firman-Nya:




(56 : ).
Artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah)
memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan
harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang
berbuat baik. (QS. al-Araf (7) : 56).

f. Menumbuhkan Rasa Syukur Kepada Allah.

Bagi orang beriman, sekecil apapun nikmat yang ia dapatkan dari rezeki halal yang diberikan
Allah kepadanya akan melahirkan rasa syukur kepada-Nya sebagai pemberi nikmat. Apalagi
dengan kemajuan teknologi yang mampu melipat-gandakan nikmat itu kepadanya, maka rasa
syukur kepada-Nya pun juga akan berlipat ganda. Rasa syukur kepada Allah yang paling ringan
adalah mengucapkan alhamdulillahi rabbil alamin , namun hakikat syukur yang sebenarnya
adalah memanfaatkan nikmat itu secara, benar untuk meningkatkan ketakwaannya kepada Allah.
Karena itu diperlukan tekad, kesungguhan untuk mewujudkan rasa syukur dalam amal kehidupan
secara riil. Allah mengingatkan:

(7 : ).
Artinya: Dan (ingatlah) tatakala Tuhanmu memaklumkan Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih . QS. Ibrahim (14) : 7).

Sekalipun demikian, memang banyak manusia, bahkan kebanyakan manusia tidak menyadari
kalau nikmat itu adalah anugerah Allah sehingga ia tidak mensyukuri nikmat tersebut. Hal ini
juga diingatkan oleh Allah dalam firman-Nya:


(243 : ).

Artinya: Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia, tetapi kebanyakan
manusia tidak bersyukur (QS. Al-Baqarah (2): 243).

Teknologi membuat manusia semakin mudah meraih keinginannya, semakin ringan beban hidup
yang harus ditanggung, semakin besar hasil yang bisa diperoleh. Kemudahan, keringanan, dan
kenikmatan itu tidak mustahil membuat manusia semakin lupa kepada Allah, semakin jauh dari-
Nya, apabila tidak disikapi secara cermat dan diiringi dengan iman yang teguh. Karena itu ilmu
pengetahuan dan teknologi harus dilandasi oleh iman agar pemanfaatannya terarah untuk
meningkatkan kualitas takwanya kepada Allah SWT.

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun ucapkan kehadirat Allah Swt. atas rahmat dan karunia-Nya
penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pandangan Islam Dalam Perkembangan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas mata kuliah Seminar Pendidikan Agama Islam.
Di zaman ini yang disebut zaman modern, kehidupan manusia tidak dapat lepas dari
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Segala aktivitas kehidupan pasti
berhubungan dengan IPTEK, IPTEK sendiri bertujuan untuk memudahkan segala aktivitas
manusia agar efektiv dan berkualitas, namun dari banyaknya dampak positif IPTEK terdapat
dampak negatif yang ditimbulkan oleh IPTEK. Sehingga perlulah ada yang membatasi IPTEK
mengatur penggunaannya. Makalah ini akan menjelaskan bagaimana agama islam mengatur
IPTEK itu sendiri dengan judul makalah Keadilan Hukum Pembunuhan Dalam Islam
Pada kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen
Seminar Pendidikan Agama Islam, Ibu Dra.Hj Titing Rohayati M.Pd. atas bantuan dan dorongan
yang telah diberikan. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu penyusun mengharapkan kritik maupun saran yang membangun demi kesempurnaan
makalah ini di masa yang akan datang. Penyusun mengharapkan pembaca dapat mempelajari dan
mengerti maksud dari pembahasan yang disampaikan serta mendapat ilmu dan manfaatnya.
Amin.

Bandung,Oktober 2013
Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah........................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan Makalah....................................................................... 2
D. Manfaat Penulisan Makalah..................................................................... 3
E. Metode Makalah ...................... 3
F. Sistematiaka Makalah.............................................................................. 3
BAB II KAJIAN TEORI
Kajian Teori ............................................................................................. 5
BAB III PEMBAHASAN
A. Pengaruh positif dan negatif perkembangan IPTEK................................. 10
B. Pandangan Islam terhadap Ilmu Pengetahuan dan teknologi................... 14
C. Cara Islam Dalam Memfilter Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi.................................................................................................. 23
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................ 29
B. Saran........................................................................................................... 29
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sangatlah berpengaruh pada cara
serta pola hidup masyarakat sekarang ini, dimana hampir semua aspek dalam kehidupan sangat
dipengaruhi oleh adanya perkembangan IPTEK. Hal Itu terbukti dari semakin banyaknya orang
yang dalam kehidupannya sehari-hari sangat bergantung pada teknologi, contoh produk dari
kemajuan IPTEK yang tidak bisa lepas dari setiap orang salah satunya televisi, Handphone,
ditambah lagi internet yang sedang marak di setiap penjuru dunia termasuk pelosok negeri. Pada
dasarnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat bermanfaat bagi kehidupan
masyarakat untuk mempermudah pekerjaan manusia dalam kehidupan sehari-hari, namun
besarnya manfaat kemajuan IPTEK tersebut seiringan juga dengan pengaruh negatifnya dalam
semua bidang bahkan berpengaruh pada akhlak (perilaku), pola pikir/keyakinan(aqidah) , dan
cara hidup manusia itu sendiri. Sehingga pada kenyataannya teknologi telah menimbulkan
keresahan dan ketakutan dikarenakan kekhawatiran akan adanya penyalahgunaan teknologi oleh
orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Melihat problematika tersebut maka kita harus mengingat kembali pada agama atau
kenyakinan yang berfungsi sebagai pondasi dimana didalamnya sudah terdapat aturan dan
batasan-batasan dalam menjalankan kehidupan, agama yang terbaik tersebut adalah agama islam.
Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan segala aspek kehidupan dan segalanya
telah diatur sesuai dengan perintah dari Allah SWT, termasuk pada perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi bukan sesuatu yang bebas nilai, ketika IPTEK disalahgunakan maka
itu merupakan perbuatan zalim yang tidak disukai oleh Allah SWT.

Perhatikan FirmanNya:

Artinya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan
berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan
janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-
orang yang berbuat kerusakan. (QS. Al Qashash: 77)
Bahkan dalam islam menuntut ilmu itu hukumnya wajib, seperti yang telah diterangkan dalam
hadits: Rasulullah saw bersabda: "Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin
maupun muslimah)." (HR. Ibnu Majah). Oleh karena itu, penulis akan membahas mengenai
peran agama islam dalam meluruskan problematika tersebut dengan mengangkat judul
Pandangan Islam dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut.
1. Bagaimana IPTEK yang sesuai dengan syariat islam?
2. Bagaimana pengaruh positif dan negatif perkembangan IPTEK dalam kehidupan masyarakat?
3. Bagaimana cara Islam dalam memfilter (solusi) perkembangan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi?
C. Tujuan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui
dan mendeskripsikan:
1. Pengaruh positif dan negatif perkembangan IPTEK
2. Pandangan Islam terhadap Ilmu Pengetahuan dan teknologi
3. Cara islam dalam memfilter perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
D. Manfaat Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoretis maupun secara
praktis. Secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai
pengembangan konsep penelitian tindakan kelas. Secara praktis makalah ini diharapkan
bermanfaat bagi:
1. Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan konsep keilmuan khususnya tentang
peranan islam dalam ilmu pengetahuan dan teknologi
2. Pembaca/guru, sebagai media informasi tentang konsep penelitian tindakan kelas baik secara
teoretis maupun praktis
E. Metode Makalah
Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah
metode deskriptif. Melalui metode ini penulis akan menguraikan permasalahan yang dibahas
secara jelas dan komprehensif. Data teoretis dalam makalah ini dikumpulkan dengan
menggunakan teknik studi pustaka, artinya penulis mengambil data melalui kegiatan membaca
literatur yang relevan dengan tema makalah. Data tersebut diolah dengan teknik analisis isi
melalui kegiatan mengeksposisikan data serta mengaplikasikan data tersebut dalam konteks tema
makalah.
F. Sistematika Makalah
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan makalah
D. Manfaat makalah
E. Metode makalah
F. Sistematika makalah
BAB II KAJIAN TEORI
BAB III PEMBAHASAN
A. Pengaruh positif dan negatif perkembangan IPTEK
B. Pandangan Islam terhadap Ilmu Pengetahuan dan teknologi
C. Cara islam dalam memfilter perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

BAB III
PEMBAHASAN
A. Iptek Yang Sesuai Dengan Syariat Islam
Seperi kita ketahui, teknologi kini telah merembet dalam kehidupan manusia bahkan dari
kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun. Dimana upaya tersebut merupakan cara atau
jalan mewujudkan kesejahteraan dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Atas dasar
kreatifitas, akalnya, manusia mengembangkan iptek dalam rangka untuk mengolah SDA yang di
berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Islam pun tidak menghambat kemajuan Iptek, tidak anti produk teknologi, tidak akan
bertentangan dengan teori-teori pemikiran modern yang teratur dan lurus, asalkan dengan
analisa-analisa yang teliti, obyekitf dan tidak bertentangan dengan dasar al-Qur`an 1(3):
1. Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam al-Qur`an
Bagi ilmuwan al-Qur`an adalah inspirator, maknanya bahwa dalam al-Quran banyak
terkandung teks-teks (ayat-ayat) yang mendorong manusia untuk melihat, memandang, berfikir,
serta mencermati fenomena-fenomena alam semesta ciptaan Tuhan yang menarik untuk
diselidiki, diteliti dan dikembangkan. Al-Quran menantang manusia untuk menggunakan akal
fikirannya seoptimal mungkin.
Al-Qur`an memuat segala informasi yang dibutuhkan manusia, baik yang sudah diketahui
maupun belum diketahui. Informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi pun disebutkan
berulang-ulang dengan tujuan agar manusia bertindak untuk melakukan nazhar. Nazhar adalah
mempraktekkan metode, mengadakan observasi dan penelitian ilmiah terhadap segala macam
peristiwa alam di seluruh jagad ini, juga terhadap lingkungan keadaan masyarakat dan
historisitas bangsa-bangsa zaman dahulu. Sebagaimana firman Allah berikut ini:

Artinya: Katakanlah (Muhammad): lakukanlah nadzar (penelitian dengan


menggunakan metode ilmiah) mengenai apa yang ada di langit dan di bumi ...
( QS. Yunus ayat 101)

Artinya: Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah Allah; Karena itu
berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang
mendustakan (rasul-rasul). (QS. Ali Imran: 137)





Artinya:Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?. (QS.
Az-Zariyat: 21)
Dalam al-Qur`an terdapat ayat-ayat yang memberikan motivasi agar manusia menggunakan
akal fikiran untuk membaca dan mengamati fenomena-fenomena alam semesta. Teks-teks al-
Quran yang terkait dengan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebagai berikut:
2. Al-Qur`an Sebagai Produk Wujud Iptek Allah
Al-Qur`an menuntun manusia pada jalur-jalur riset yang akan ditempuh sehingga manusia
memperoleh hasil yang benar. Al-Qur`an juga sebagai hudan memberi kecerahan pada akal
manusia, kebenaran hasil riset dapat diukur dari kesesuaian rumus baku, dan antara akal dengan
naql.
Al-Qur`an merupakan rumus baku, alam semesta dengan segala perubahannya sebagai
persoalan yang layak dan perlu dijawab,Solusi tentang teka-teki alam semesta akan terselesaikan
dengan benar jika digunakan formula yang tepat yaitu al-Qur`an. Dengan demikian ayat-ayat
kauniyah dan ayat-ayat Quraniyah akan berjalan secara pararel dan seimbang. Ilmu pengetahuan
seperti ini jika menjelma menjadi teknologi maka akan menjadikan teknologi berbasiskan Quran
atau teknologi yang Quranik.
Banyak ayat Al-Quran yang menyinggung tentang pengembangan iptek, seperti wahyu
pertama QS. Al-`Alaq 1-5 menyuruh manusia untuk membaca, menulis, melakukan penelitian
dengan dilandasi iman dan akhlak yang mulia. Sedangkan perintah untuk melakukan penelitian
secara jelas terdapat dalam QS. Al-Ghasiyah, ayat 17-20

Artinya: Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan? Dan
langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi
bagaimana ia dihamparkan?
(QS. Al-Ghasiyah: 17-20)
Dari ayat-ayat tersebut, maka munculah di lingkungan umat Islam suatu kegiatan
observasional yang disertai dengan pengukuran, sehingga ilmu tidak lagi bersifat kontemplatif
seperti yang berkembang di Yunani, melainkan memiliki ciri empiris sehingga tersusunlah dasar-
dasar sains.
Bagi masyarakat sekarang iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek
dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek
lebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek yakin
kan akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek
terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidak dapat dipungkiri. Peran Islam dalam
perkembangan iptek, adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek.
Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolak ukur dalam
pemanfaatan iptek, bagaimana pun juga bentuknya. Iptek yang boleh dimanfaatkan, adalah yang
telah dihalalkan oleh syariah Islam. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan, adalah
yang telah diharamkan syariah Islam. Bagaimanapun sebagai ilmuwan yang meletakkan
sandaran pada kaidah-kaidah agama khususnya al Qur'an, Hadist Nabi dan Siroh Nabawiyyah
kita tidak boleh begitu saja tergiur dengan produk IPTEK yang bukan terlahir dari sifat rahim
Allah. Yang kita butuhkan dari semua itu adalah keridhoan Allah SWT.
Saintis Muslim seyogyanya menaruh perhatian pada ajaran Agama baik ketika akan
melakukan riset, menerima teori atau mengembangkan IPTEK sebab apa yang dihasilkannya
sepenuhnya untuk kebutuhan manusia, sedangkan Agama (Islam) suatu sistem nilai hidup di
dunia yang mengantarkan hidup yang kekal dan sesungguhnya kehidupan. Jadi, yang dimaksud
menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber
kepada al-Qur`an dan al-Hadits, tapi yang dimaksud, bahwa iptek wajib berstandar pada al-
Qur`an dan al-Hadits. Ringkasnya, al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek, dan
bukannya sumber (mashdar) iptek. Artinya, apa pun konsep iptek yang dikembangkan, harus
sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits, dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-
Hadits itu. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits, maka konsep
itu berarti harus ditolak. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah
hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam
menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang.
Maka Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan
pemikiran (qaidah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. Ini bukan berarti menjadi
Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan, melainkan menjadi standar bagi
segala ilmu pengetahuan. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat
diterima dan diamalkan, sedang yang bertentangan dengannya, wajib ditolak dan tidak boleh
diamalkan.
B. Pengaruh Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Kehidupan Manusia
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi segala aspek kehidupan, baik itu di
bidang sosial, ekonomi, pendidikan maupun kebudayaan. Perkembangan dunia IPTEK yang
demikian pesatnya telah memberikan manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat
manusia. Kegiatan komunikasi yang sebelumnya menuntut peralatan yang begitu rumit, kini
sudah digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja alat teknologi telah
mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.
Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer,
seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu
dan aktivitas manusia. Kemajuan IPTEK yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui
dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Bagi kebanyakan orang, IPTEK dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada bahkan
tidak sedikit orang yang memuja hal tersebut dan diyakini akan memberi umat manusia
kebahagiaan. Memang, tidak dapat dipungkiri adanya IPTEK turut membantu dalam hal
kesejahteraan hidup manusia.Seperti yang kita ketahui bahwa di era serba modern seperti saat
ini, peran IPTEK dalam kehidupan sehari-hari tentunya sangat berpengaruh. Hal ini tidak
terlepas dari aktivitas kita yang kerap kali ditunjang dengan IPTEK itu sendiri yang mampu
menjawab tuntutan pekerjaan yang lebih cepat, mudah, murah dan menghemat waktu.
Tidak dapat dipungkiri, kini kita telah menjadi budak dari peradaban IPTEK. Bagaiman
tidak, banyaknya masyarakat yang sekaligus berperan sebagai pengguna IPTEK, membuktikan
bahwa kehidupan yang mereka lakoni tak pernah lepas dari peran IPTEK. Kemajuan yang sering
diartikan sebagai modernisasi, menjanjikan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam
melalui ilmu pengetahuan, meningkatkan kesejahteraan material melalui teknologi dan
meningkatkan efektivitas kemampuan pelajar melalui penerapan organisasi yang berdasarkan
pertimbangan kesadaran. Karena dengan ilmu pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi
pula, manusia dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah dibayangkan.
Di satu sisi, teknologi memiliki keuntungan bagi orang yang menggunakannya. Misalkan saja
dalam hal berbagi informasi, setiap orang dapat mengakses informasi dunia dengan cepat dan
mudah, sehingga mereka dapat menyadari bahwa dunia seakan berada di genggaman mereka.
Suatu akses yang tentunya akan memperkaya manusia dengan segudang informasi yang dapat
meningkatkan pengetahuan dan kreativitasnya. Begitu banyaknya pengaruh dari kemajuan
IPTEK bagi manusia entah itu positif ataupun negatif. Berikut ini adalah dampak positif dan
negatif perkembangan IPTEK dalam berbagai bidang kehidupan.
1. Sosial
Pada dasarnya IPTEK tidak hanya dapat di manfaatkan bagi kalangan pekerja dan pelajar,
namun semua kalangan dapat memanfaatkan dan menggunakan IPTEK dimana pun dan kapan
pun. Membicarakan IPTEK sangat luas cangkupannya, untuk mengetahui dampak
perkembangan IPTEK terhadap kehidupan munusia dalam kehidupan sehari-hari, kita ambil satu
aspek dalam IPTEK yaitu penggunaan internet dan dampaknya di bidang sosial
a. Dampak Positif
1) Sebagai media komunikasi
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, dan untuk dapat bertahan hidup
manusia pun membutuhkan manusia lain untuk saling berkomunikasi. Dengan kemajuan IPTEK
dalam bidang internet dan telepon memudahkan manusia untuk bisa tetap berkomunikasi
meskipun di batasi jarak. Dengan demikian kebutuhan sosial dalam hidup manusia bisa
terpenuhi.
2) Sebagai media pertukaran data
Dalam proses perkembangan manusia tidak semua hal yang dapat dilakukan manusia merupakan
sesuatu yang alamiah dan dengan begitu saja dapat muncul. Namun dalam melakukan segala
sesuatu pasti ada sebuah contoh/ gambaran yang dapat menjadi referensi manusia untuk dapat
melakukan segala sesuatu. Misalnya: seorang anak bayi bisa berjalan bukan saja karena dia
berlatih, namun juga karena dia melihat kebanyak orang disekitarnya dalam melakukan segala
sesuatu dilakukan dengan berjalan dan bukan merangkak.
Begitu pula dalam kehidupan dewasa, manusia pun memerlukan contoh-contoh atau referensi
yang menjadi penggambaran atau pembelajaran dalam kehidupannya. Dengan adanya internet
orang bisa bertukar informasi berupa data-data penting. Bukan sekedar untuk informasi tapi juga
dapat untuk menambah ilmu pengetahuan.
Misalnya: data-data observasi dari berbagai belahan dunia.
3) Sebagai lahan informasi
Selain membutuhkan komunikasi, manusia juga membutuhkan informasi yang berguna untuk
menambah ilmu pengetahuan dan juga menambah wawasan dengan dunia luar, yang mungkin
tidak dapat di dapatkan jika tanpa bantuan IPTEK.
Karena informasi adalah sesuatu yang sifatnya tidak terbatas, sama halnya dengan ilmu
pengetahuan. Jika kita mencari hanya dengan cara yang manual mungkin hasil informasi yang
kita dapatkan tidak semaksimal yang kita dapatkan melalui bantuan internet.
4) Kemudahan transaksi atau bisnis
Dalam menjalani kehidupan manusia pasti berkembang dan tumbuh, dan untuk melakukan itu
manusia membutuhkan makanan dan minuman yang membantu mereka tumbuh. Di jaman yang
modern, makanan tidaklah dengan mudah begitu saja didapatkan. Manusia harus bisa bekerja
untuk mendapatkan uang, lalu bisa mencukupi kebutuhannya salah satunya adalah makan.
Setiap bidang pekerjaan manapun membutuhkan perkembangan IPTEK untuk menunjang
kesusksesan dan kemajuan dari pekerjaan tersebut. Baik dari kalangan perusahaan, bisnis online,
wirausaha, pabrik, maupun produksi rumahan yang dikelola oleh ibu-ibu yang mengisi waktu
kosongnya.
b. Dampak Negatif
1) Pornografi
Dalam pemanfaatannya IPTEK bukan hanya di nikmati oleh pekerja dan orang dewasa akan
tetapi dipergunakan juga oleh kalangan pelajar dan anak-anak yang tidak dalam pengawasan
orang tuanya. Meskipun dalam tujuan pengembangan sebuah inovasi adalah untuk memberikan
suatu hal positif untuk manusia , tapi ada saja pihak-pihak yang menyalah gunakannya menjadi
suatu hal yang negatif.Salah satunya adalah pornografi, anak-anak/pelajar yang memiliki banyak
waktu kosong selalu memanfaatkan waktunya untuk bermain internet. Baik yang disengaja
maupun tidak pasti banyak hal-hal yang berbau pornografi yang muncul, sehingga dapat merusak
mental dan moral dari kehidupan anak-anak dan pelajar.
2) Penipuan
Bukan hanya anak-anak/pelajar bahkan orang-orang dewasa pun juga bias terkena dampak
negatif dari perkembangan IPTEK yang sudah semakin maju. Dalam pemanfaatan internet pada
umumnya untuk berkomunikasi dan transaksi berbisnis, tapi bayak juga oknum-oknum yang
tidak bertanggung jawab menggunakan peluang tersebut untuk mencari keuntungan diri sendiri
dengan cara menipu.
3) Kecanduan
Kecanduan adalah suatu tahap kesukaan/keasyikan yang sudah tidak dapat dikontrol lagi. Disini
super ego (norma) sudah tidak dapat mengontrol id maupun ego. Sehingga menyebabkan
rusaknya mental perilaku dari manusia tersebut. Dia hanya bisa menghabiskan waktunya di balik
layar monitor tanpa bersosialisai dengan lingkungan nyata.
2. Budaya
Pesatnya kemajuan IPTEK tentunya membawa banyak perubahan terhadap kebudayaan di
Indonesia. Tidak bisa di pungkiri bahwa kemajuan teknologi informasi memang harus terjadi di
negara Indonesia ini, agar negara Indonesia tidak kalah saing dengan negara lain.
a. Dampak Positif
Kemajuan IPTEK memberikan dampak yang positif dalam konteks budaya bagi Indonesia,
diantaranya:
1) Pertukaran informasi dan kebudayaan berlangsung sangat cepat.
2) Memudahkan pekerjaan manusia.
3) Pekerjaan yang dilakukan seseorang menjadi lebih efektif dan efisien
b. Dampak Negatif
Dari banyaknya pengaruh positif perkembangan teknologi informasi, tentunya akan
menimbulkan juga dampak negatif, diantaranya:
1) Masuknya budaya asing yang tidak baik untuk anak Indonesia.
Maksudnya kita tahu bahwa ABG sangat cepat untuk menangkap informasi yang di dapatnya,
jika informasi itu membawa pengaruh buruk untuk dirinya tentu itu tidak baik untuk dirinya
sendiri dan orang lain. Disitulah diperlukan pengawasan dari orang tua.
2) Lupa akan waktu
Sebagai mana kita tahu bahwa belakangan ini telah muncul banyak game online. Dari game
online ini seseorang bisa saja lupa akan waktu dimana dia terlalu asik akan game yang
dimainkannya. Seperti lupa akan kewajibanya sebagai umat beragama, baik itu shalat, ngaji dan
lain lain.
3) Merosotnya nilai moral
Kemerosotan nilai moral sangat mungkin sekali terjadi karena dari perkembangan teknologi
informasi ini orang bisa cepat memperoleh informasi yang diinginkannya. Contohnya sekarang
internet sudah tidak asing lagi di telinga. Dari internet ini seseorang bisa dengan mudahnya
mengunduh film porno. Dari film porno ini kemerosotan nilai moral pun bisa terjadi dikalangan
warga masyarakat, terutama kaula muda dan pelajar.
Dari wacana di atas kita bisa simpulkan bahwa dari banyaknya pengaruh positif dari teknologi
informasi ternyata banyak pula pengaruh negatifnya. Untuk meminimalisasi pengaruh negatif itu
tergantung pada diri kita sendiri. Dimana kita harus pintar-pintar memanfaatkan kemajuan
teknologi informasi ini agar kebudayaan yang dari dulu kita anut, tidak rusak oleh dampak
negatif dari teknologi informasi itu sendiri.
3. Pendidikan
Media internet sebagai salah satu produk dari kemajuan IPTEK sangat dimungkinkan untuk
melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau
tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi
langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa
dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara
diatas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak
sepenuhnya. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga
diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web
dan dapat di download oleh siswa.
a. Dampak Positif
Berikut ini adalah dampak positif IPTEK di bidang pendidikan.
1) Sebagai media informasi, karena dengan menggunakan internet lebih memudahkan kita dalam
memperoleh informasi dari seluruh dunia.
2) Sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana
setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide
web jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar
informasi dengan cepat dan murah.
3) System pembelajaran tidak harus tatap muka dengan guru karena dengan kemajuan TIK
khusunya Internet kita bisa melakukan V-class. Dan masih banyak yang lainnya.
b. Dampak Negatif
Berikut merupakan dampak negatif dari kemajuan teknologi yang disalahgunakan:
1) merusak moral pelajar dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet,
pornografi pun merajalela. Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi
program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses. Di
internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan
kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
2) Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia
internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat
menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
3) Penipuan dan Penculikan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu.
Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda
dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
4) Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak
perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari
situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak
persetujuan dari pengunjungnya.
4. Ekonomi
Perkembangan IPTEK juga memiliki andil kuat dalam memajukan perekonomian
masyarakat, berikut ini dampak positif dan negative dari perkembangan IPTEK dalam bidang
ekonomi.
a. Dampak Positif
1) Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
2) Terjadinya industrialisasi
3) Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi
menuju ke tempat penawaran/penjualan. Dibalik dampak positifnya yang sangat menguntungkan
ternyata, kemajuan teknologi memiliki dampak negatif yang sangat merugikan. Mengapa
demikian? Salah satu faktornya adalah ulah dari manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab
yang menyalahgunakan fungsi dari kemajuan teknologi tersebut. Mereka tidak berfikir apa
dampak yang akan terjadi pada generasi penerus bangsa kita selanjutnya.
4) Produktivitas dunia industri semakin meningkat
Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek
teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung
secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa
depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda
telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen
secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat
dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting
konsumen tidak perlu pergi ke toko.
5) Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan
pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan
berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan.
Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan
yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga
kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan
tenaga kerja yang berubah tersebut.
6) Carding
Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit
adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling
banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu
mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu
yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk
kepentingan kejahatan mereka.
b. Dampak Negatif
Di bidang ekonomi dampak negative dari kemajuan IPTEK yang paling sering dijumpai adalah
berbagai bentuk penipuan.
C. Cara Islam Dalam Memfilter Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
Ilmu pengetahuan yang terus berkembang pesat dan membentuk cabang ilmu masing-masing
secara spesifik yang dikenal dengan disiplin ilmu. Ilmu pengetahuan yang berisi tentang teori-
teori yang telah dikembangkan dalam bentuk aplikasi praktis itu disebut dengan teknologi,
teknologi merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang berkembang secara mandiri,
menciptakan dunia tersendiri. Akan tetapi teknologi tidak mungkin berkembang tanpa didasari
ilmu pengetahuan yang kokoh. Maka ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi satu kesatuan tak
terpisahkan. keduanya berkembang pesat dalam kehidupan manusia modern saat ini yang
memberikan manfaat dalam membantu manusia mencapai kesejahteraan hidup.
Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sekarang ini, tidak bisa dipungkiri, banyak
menghantarkan manusia kepada kemudahan efektivitas, dan efesiensi hidup. Dengan IPTEK
manusia telah mampu meraih apa yang dulu dianggap sesuatu yang mustahil. Namun disisi lain,
kemajuan IPTEK membawa akses negatif dan destruktif yang merugikan dan mengancam
keberlangsungan umat manusia dan alam lingkungan. Proses dehumanisasi dan terancamnya
keseimbangan ekologis dan kelestariannya alam, merupakan imbas negatif dari kemajuan
IPTEK. Oleh karena itu, ilmuwan tidak cukup hanya dengan ilmunya saja, tetapi harus dibekali
dengan iman dan takwa.
Dengan begitu, hasil-hasil kemajuan IPTEK akan dijadikan sebagai sarana bagi manusia
untuk mengeksiskan dirinya sebagai khalifah di bumi, di samping sebagai abdun, hamba Allah.
Ilmuwan yang beriman dan bertaqwa akan memanfaatkan kemajuan IPTEK. Menjaga,
memelihara, melestarikan, keberlangsungan hidup manusia dan keseimbangan ekologi dan
bukan untuk fasad fil ardh (Kerusakan di bumi). Firman Allah SWT:



Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan
manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka,
agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS.Ar.Ruum: 41)
Dari ayat diatas, menjelaskan kerusakan yang disebabkan oleh tangan-tangan manusia yang
akan berdampak kembali pada manusia itu sendiri. Fenomena ini telah terasa salah satunya
disebabkan oleh penyalahgunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada dasarnya Ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam islam di arahkan untuk meningkatkan kualitas kemanusiaan.
IPTEK merupakan alat atau media bukan tujuan.(Toto Suryana:2008:140) Oleh karena itu ilmu
pengetahuan dan teknologi jangan sampai mengatur manusia sebagai penciptannya. Untuk itu
diperlukan upaya-upaya untuk menyertakan nilai-nilai ke dalam IPTEK yang disebut dengan
Islamisasi ilmu pengetahuan,Islamisasi ilmu pengetahuan bertujuan untuk menyertakan nilai-
nilai islam ke dalam ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ilmu tidak berdiri sendiri di
tempat netral, namun menjadi dasar pemikiran ilmiah saat ini.(Toto Suryana: 2008:140)
Cara islam sendiri memfilter ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu sesuai dengan paradigma
islam yaitu Aqidah islam sebagai dasar IPTEK dan syariat islam menjadi standarisasi IPTEK,
Dibawah ini adalah pemaparannya.
1. Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek
Ini adalah cara pertama islam memfilter perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
dikehidupan manusia, yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi
iptek. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw.
Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. Bukan
paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Diakui atau tidak, kini umat Islam telah telah
terjerumus dalam sikap mengekor Barat dalam segala-galanya; dalam pandangan hidup, gaya
hidup, termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. paradigma sekuler inilah yang bisa
menjelaskan, mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam, diajarkan sistem
ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. Eksistensi paradigma sekuler itu
menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan
keyakinan dan keimanan muslim. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak
belakang dengan Aqidah Islam.
Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. Ini tentu perlu perubahan fundamental dan
perombakan total. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini, dengan
paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang
seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia.
Namun di sini perlu dipahami dengan seksama, bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan
landasan iptek, bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits,
tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-
Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya.
2. Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek
Cara islam memfilter perkembangan IPTEK kedua Islam dalam perkembangan iptek, adalah
bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Ketentuan halal-haram (hukum-
hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek, bagaimana pun juga
bentuknya. Iptek yang boleh dimanfaatkan, adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam.
Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan, adalah yang telah diharamkan syariah Islam.
Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang
mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan
ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. Antara lain firman Allah:
xs y7n/uur w cqYBs 4Lym x8qJj3ys $yJ tyfx
OgoYt/ NO w ( #rgs NhRr& %[`tym $JiB |
. Ms% (#qJk=|ur $VJ=n@
Artinya : Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka
menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka
tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu
.berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (Qs. an-Nisaa` [4]: 65)

Firman Allah yang lainnya :


iB O3n/ wur` (q7?$# ! $tB tAR& N3s9#)
(#q7Fs? ` B mRr u!$u9rr& 3 Wx=s% $B
tbr.xs?
Artinya : Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti
pemimpin-pemimpin selain-Nya[i/]
(Qs. al-Araaf [7]: 3).
Sabda Rasulullah Saw:
Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya, maka
perbuatan itu tertolak. [HR. Muslim].
Kontras dengan ini, adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim
yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. Standar pemanfaatan iptek menurut
mereka adalah manfaat, apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. Selama
sesuatu itu bermanfaat, yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia, maka ia dianggap benar dan
absah untuk dilaksanakan. Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama.
Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan, mengapa orang Barat
mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral, tidak berperikemanusiaan, dan bertentangan
dengan nilai agama. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia
tak berdosa, memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio
pada ibu pengganti), mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual,
bukan seksual), mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang
berbahaya, dan seterusnya.
Karena itu, sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan
standar yang benar. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya
meliputi segala sesuatu, yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi
manusia, dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. Standar itu adalah segala
perintah dan larangan Allah Swt. yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah
Islam.