Anda di halaman 1dari 5

METODE KONVENSIONAL

Pengujian kekerasan dengan metode Brinell bertujuan untuk menentukan kekerasan suatu material
dalam bentuk daya tahan material terhadap bola baja (identor) yang ditekankan pada permukaan
material uji tersebut (speciment). Metoda uji kekerasan diperkenalkan oleh Johan August
Brinell pada tahun 1900an ini merupakan uji kekerasan lekukan yang pertamakali dan sudah banyak
digunakan dan di susun standarisasinya.

Uji kekerasan ini berupa pembentukan lekukan pada permukaan logam memakai bola baja yang
ditekan dengan beban tertentu. Beban diterapkan selama waktu tertentu, biasanya 30 detik, dan
diameter lekukan diukur dengan mikroskop, setelah beban tersebut dihilangkan. Permukaan logam
yang akan diuji harus relatif halus, rata dan bersih dari debu atau karat.

Angka kekerasan brinell (HB) dinyatakan sebagai beban P dibagi luas permukaan lekukan. Pada
prakteknya, luas ini dihitung dari pengukuran mikroskopik. Selanjutnya Angka Kekerasan Brinell
BHN dapat ditentukan dari persamaan berikut:

Parameter-parameter dasar pada pengujian Brinell (Dieter, 1987), diilustrasikan dalam gambar
berikut:

LEEB HARDNESS

Dikembangkan pada pertengahan 1970-an, metode Leeb (atau Equotip) diterima secara luas
sebagai instrumen portabel pertama untuk mengukur kekerasan komponen logam dalam hitungan
detik. Nama "Rebound" nama berasal dari sifat dasar dari tes.
Metode Rebound atau pantulan didasarkan pada pengukuran tegangan yang menunjukkan
hilangnya energi dari impact body setelah menumbuk benda uji. Dalam alat uji yang menggunakan
prinsip Rebound, pegas mendorong impact body melalui tabung pengarah sehingga menumbuk
benda uji.
Impact Body menumbuk benda uji tanpa hambatan, magnet yang ada menghasilkan tegangan
dalam sistem kumparan yang mengelilingi tabung pengarah impact body. Indentor yang biasanya
terbuat dari tungsten carbide atau diamond ball, yang terletak di ujung impact body, menumbuk
benda uji, menyebabkan impact body memantul dari permukaan benda uji dengan kecepatan yang
lebih lambat. Lebih lunak benda uji, akan lebih besar bekas lekukan yang terjadi pada benda uji
yang menyebabkan kehilangan energy yang lebih besar dan kecepatan pantulan yang lebih lambat,
yang pada akhirnya menghasilkan tegangan lebih rendah.

beberapa alat Hardness Tester seperti pada gambar di bawah ini:

Nilai kekerasan (HL) dihitung dari rasio kecepatan tumbukan dan rebound. Nilai kekerasan (HL) ini
kemudian dapat diubah oleh perangkat lunak untuk menampilkan konvensional nilai kekerasan
konvensional dalam skala HRC, HV atau HB.

Gambar diatas menunjukkan konsep dasar perhitungaan dalam skala Leeb (HL), sedangkan
gambar di bawah ini beberapa dokumentasi kegiatan uji kekerasan (Hardness tester).
KONVERSI ANGKA KEKERASAN HL KE SKALA BRINELL

Seperti yang dijelaskan diatas skala brinell tetap merupakan skala yang sudah dipakai cukup luas,
untuk mengkonversi Angka Kekerasan Leeb (HL) ke brinell (HB) pada logam dapat menggunakan
table di bawah ini.
Atau dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

HB = 0.436 HL + 514.317

PERKIRAAN KEKUATAN (TARIK) BAJA DARI ANGKA KEKERASAN BRINELL

Selenjutnya kuat tarik baja dapat ditentukan dengan menggunakan table berikut ini:
Atau dengan menggunakan persamaan berikut:

Kuat Tarik Baja (MPa) = 3.482 HB 28.772