Anda di halaman 1dari 4

76.

Pneumonitis aspirasi setelah menghirup makanan ketika makan direstoran


77. Antrakosis dan tuberculosis paru [pemeriksaan mikroskop, ro dan sputum]
78. Bronchitis karena infeksi Haemophilus influenza usia 5 tahun
79. Rhinitis alergik serbuk tumbuhan
80. Rhinitis akibat musiman/cuaca
81. Penyakit obstruksi jalan nafas kronik eksaserbasi akut
82. Tonsillitis akut akibat infeksi adenovirus
83. Malfungsi trakeostomi dng perdarahan
84. Bronchitis karena pekerjaan dengan menggunakan epoksi damar
85. Kronik messenteric lymphadenitis
86. Myocarditis toxoplasmosis
87. Varices esophageal dengan perdarahan
88. RBBB
89. SS Syndrome
90. Phlebitis infeksi staphylococcal
91. Gagal jantung dengan hypertensi
92. Stroke dengan infark cerebral
93. Hepatitis viral C kronik
94. Sifilis kongenital, bayi 18 bulan
95. Diare non-infektif pada bayi usia 3 minggu
96. TB paru, terkonfirmasi
97. Abses di kulit ketiak
98. Gastroenteritis dehydration due to infection
99. Ascariasis dengan gangguan usus
100. Campak dengan komplikasi pneumonia
101. Gejala sisa post infeksi poliomyelitis akut
102. Penyakit infeksi kaki-mulut
103. Malignant bronchial adenoma
104. Cholangiocarcinoma
105. Acute myelomonocytic leukaemia
106. Squamous cell carcinoma cervix uteri
107. Bilateral synchronous Wilms tumour
108. Hepatoma
109. Kanker ganas paru kiri lobus atas
110. Adenocarcinoma mammae LOQ
111. Kanker tulang metastase ke otak
112. Hypogammaglobulinemia
113. Thalassemia major
114. Hypochromic-microcytic anemia
115. Hyperimmunoglobulin E (Hyper-IgE) syndrome
116. Thrombotic thrombocytopenic purpura
117. Thrombocytopenia
118. Anemia akibat malaria vivak kronik
119. Anemia pada kanker lambung
120. DM tipe II dengan (terkait) angiopathy perifer, kaki kiri
121. Cystic fibrosis, masuk rawat akibat bronchitis pseudomanas kronik
122. Obesitas terkait Prader-Willi Syndrome
123. Medullary carcinoma kelenjar tiroid dengan hyperparathyroidism
124. Gouty arthropathy, tumit dan lutut kaki kiri.
125. Syphilitic aneurysm of aorta
126. Acute cor pulmonale
127. Biventricular failure
128. Dissection of abdominal aorta
129. Strangulated internal haemorrhoid
130. CVD
131. Stroke akibat perdarahan arteria cerebral
132. Hypertensi ginjal
133. Angina pectoris akibat sumbatan arteria koronaria
134. COPD (PPOM)
135. Miokard infark
136. Cardiomyopathy
137. Trichotillomania
138. Psychogenic impotence
139. Korsakovs psychosis
140. Huntingtons disease with dementia
141. Bipolar disorder, currently severity depressed but not psychotic.
142. Psychogenic asthma
143. Ketergantungan narkoba
144. IQ 50
145. Diabetic polyneuropathy
146. Herpesviral encephalitis
147. Congenital muscular dystrophy
148. Carpal tunnel syndrome
149. Chronic fatique syndrome
150. Meningitis TB
151. Meningoencephalitis pada parotitis epidemica
152. Grand mal epilepsy
153. Hemiplegia akibat CVA dengan perdarahan
154. Flaccid paralysis akibat poliomyelitis
155. Juvenile cataract
156. Tuberculosis choioretinitis
157. Progressive external ophthalmoplegia
158. Blindness right eye, with concurrent low vision left eye
159. Chronic simple glaucoma, both eye
160. Rabun dekat
161. Buta senja akibat hipovitamonisis A
162. Mata kering
163. Acute purulent otitis media
164. Mixed conductive and sensoneural hearing loss, bilateral
165. Glue ear
166. Aspergillosis in otitis externa
167. Malignant chemodectoma, right middle ear.
168. OMP
169. Radang gendang telinga kiri
170. Congek telinga kanan
171. Tuli akibat ledakan bom
172. Radang jamur pada daun telinga.
173. Telinga mendengung
174. Bisu-tuli, congenital
175. Adenomatous rectal polyp
176. Chronic gastrojejunal ulcer
177. Obstructed left inguinal hernia
178. Diverticulitis of jejunum and ileum with perforation.
179. Postgastrectomy dumping syndrome
180. Gangguan fungsional gastrointestinal karena psikogenik
181. Abses esophagus akibat terminum Disinfectant
182. Kejang (spasm) esophageal
183. Kondisi permulaan gigi akan berlubang
184. Peritonitis akut akibat nosokomial infeksi E Coli.
185. Abses hati hematogenic akibat parasit Entamoeba histolytica
186. Post partum sindroma hepatorenal
187. Malabsorpsi intestinal post operasi gastrointestinal.
188. Hematemesis melena.
189. Trichorrhexis invaginata
190. Drug induced androgenic alopecia
191. Contact dermatitis due to cosmetics
192. Arthropathic psoriasis
193. Perforating granuloma annulare
194. Selulitis pada kuku jari tangan ke 5
195. Limfadenopati menyebar pada pasien HIV-AIDS
196. Pemphigus akibat obat sulfa
197. Kulit kering akibat kekurangan vitamin A
198. Dermatitis alergi pokok bayi
199. Kontak dermatitis akibat rantai jam tangan metal
200. Dermatitis akibat salep penisilin yang diberikan dokter
201. Pruritis ani akibat cacing kremi
202. Pruritis akibat gelisah dan banyak piker
203. Urticaria akibat udara dingin
204. Ulcer decubitus pasien IDDM
205. Renal tubulo-interstitial disorder due to brucellosis
206. Acute diffuse membranous glomerulonephri-tis
207. Acute cystitis with urolithiasis
208. Incomplete uterovaginal prolapsed
209. Glomerulitis in diabetes mellitus
210. Balanitis GO
211. Adenoma prostate
212. Stress incontinence urin
213. Batu kantong kemih disertai urethritis
214. Gangguan tubulo-interstitial ginjal pada penolakan organ tandur transplantasi
215. Pyonefrosis pada hidronefrosis disertai obstruksi akibat batu uretral
216. Haematuria kumat-kumat terus pada glomerulonefritis mesangiokapileri yang diffuse
217. Gagal ginjal disertai uremia kronik
218. Mumps orchitis
219. Pyrexia of unknown origin
220. False-positive Wassermann reaction for syphilis
221. Hyperglycaemia
222. Petechiae
223. Hallucination
224. Obervasi febris
225. Sakit kepala
226. Incidental pregnancy
227. Convalescence following surgery
228. Reversal of vasectomy (vasoplasty)
229. Patient has been in contact with cholera
230. Outcome of delivery: single live birth.
231. Minta surat keterangan sehat untuk masuk menjadi militer
232. Cabut spiral dan pasang baru
233. Bayi lahir dari Ibu HIV-AIDS, bayi masih Negative
234. Tindik telinga (ear piercing)
235. Sunat, ritual agama
236. Cabut jahitan dan pen
237. Renal dialysis rutin
238. Chemo-therapy untuk kanker
239. Mengepas gigi palsu (fitting)
240. Tidak memiliki satu lengan (kiri), akibat kecelakaan kerja
241. Memanage pace maker (pacu jantung)
242. Gonococcal pelviperitontis, pasien wanita dan resistant terhadap penicillin
243. Pasien demam tinggi. Didiagnosis dokter: Typhoid fever, ternyata resistent

terhadap chloramphenicol
244. Pasien bumil terserang malaria vivax, anemia dan resistent terhadap chloroquine.
245. Rubella arthritis
246. Gout of the big toe
247. Bilateral post-traumatic coxarthrosis
248. Osteolysis
249. Tuberculosis arthritis
250. Osteoartritis sendi bahu