Anda di halaman 1dari 3

SJ: Orang Yang Memakan Riba

16 Jul 2013 in Soal Jawab Amir HT, Tsaqofah 2 Comments

(Rangkaian Jawaban asy-Syaikh al-Alim Atha bin Khalil Abu ar-Rasytah Amir Hizbut
Tahrir atas Berbagai Pertanyaan di Akun Facebook Beliau)

Jawaban Pertanyaan: Orang Yang Memakan Riba

Kepada Adi Victoria

Pertanyaan:

Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Amir kami, perkenankan saya menyampaikan pertanyaan seputar riba.

Apakah orang yang memakan riba kekal di neraka Jahannam ataukah tidak?

Seperti yang ada di buku Taysr f Ushul at-Tafsr surat al-Baqarah ayat 275.

Terima kasih. Nama saya Adi Victoria dari kota Samarinda Indonesia.

Jawaban:

Wa alaikum as-salam wa rahmatullah wa barakatuhu.

Orang yang bermuamalah dengan riba ada dua jenis:

Pertama: jenis orang yang mengimani bahwa riba adalah haram, meski demikian
dia melakukan riba. Orang ini melakukan dosa besar. Dia harus dijatuhi sanksi di
dunia oleh daulah al-Khilafah. Dan jika dia tidak dijatuhi sanksi yang syari di dunia,
maka ia dijatuhi sanksi di akhirat. Dia akan masuk neraka tetapi tidak kekal di
neraka selama ia tidak menghalalkan riba. Yakni dia mengimani bahwa riba adalah
haram. Akan tetapi dia melakukan kemaksiatan itu. Orang yang bermaksiat jika
meninggal di atas Islam maka dia tidak kekal di neraka. Hal itu sesuai sabda
Rasulullah SAW dalam hadits Muttafaq alayh dari Anas bin Malik bahwa Nabi SAW
bersabda:

Keluar dari neraka orang yang berkata: l ilaha ill Allah tiada tuhan kecuali Allah-

Artinya dia tidak kekal di neraka.

Kedua, jenis orang yang menghalalkan riba. Yakni dia mengatakan bahwa riba
adalah halal dan dia mati di atas hal itu. Maka orang ini menjadi kafir, sebab ia
mengingkari apa yang sudah malumun min ad-dn bi adh-dharrah. Dan riba itu
diharamkan di al-Quran dengan ayat-ayat yang qathiy tsubut dan qathiy ad-
dilalalah. Maka siapa yang menghalalkan riba dan mati di atas hal itu maka ia kafir
dan orang ini kekal di neraka. Artinya, orang yang melakukan riba dan mengingkari
bahwa riba adalah haram, maka orang ini mati di atas kekufuran dan kekal di
neraka.

Dalil atas hal itu adalah firman Allah SWT di surat al-Baqarah ayat 275:

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti
berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan
mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat),
sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual
beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan
dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang
telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah)
kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah
penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (TQS al-Baqarah [2]: 275)

Akhir ayat tersebut datang sebagai komentar terhadap orang-orang

mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba

Artinya mereka menjadikan riba sebagai halal seperti jual beli. Jadi mereka
mengingkari (kafir terhadap) firman Allah SWT:

padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

Mereka ini jika telah disampaikan kepada mereka bahwa riba adalah haram dan
bukannya halal, lalu mereka beriman dan bertaubat dan meninggalkan muamalah
riba dan mencukupkan diri dengan modal harta mereka, maka Allah SWT dengan
karunia-Nya mengampuni mereka apa yang sudah lalu. Dan jika mereka tetap
berkeras bahwa riba adalah halal dan mereka terus melakukan riba mengingkari
firman Allah SWT:

padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

Dan mereka mati di atas hal itu maka mereka

adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (TQS al-Baqarah [2]:


275)

Ringkasnya yang dipahami dari nas-nas syari adalah:

Orang yang melakukan riba dan dia mengimani bahwa riba itu haram, maka orang
itu bermaksiat dan fasik. Jika dia mati di atas Islam, dia tidak kekal di neraka. Akan
tetapi dia dijatuhi sanksi sampai yang dikehendaki oleh Allah kemudian dia keluar
dari neraka dengan izin Allah SWT.

Orang yang melakukan riba dan dia mengingkari bahwa riba adalah haram. Artinya
ia menghalalkan riba dan mati di atas hal itu, maka ia mati di atas kekufuran dan
kekal di neraka.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang mukmin ash-shiddiqin,


orang-orang yang mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan
menghalalkan apa yang dihalalkan oleh Allah, berpegang kepada hukum-hukum
syara sesuai konteksnya, orang-orang yang Allah muliakan dengan Islam di dunia
dan Allah menolong mereka atas musuh-musuh mereka, dan Allah memuliakannya
dengan Islam di akhirat dan Allah masukkan mereka ke surga-Nya dan Allah
himpunkan mereka bersama para nabi, ash-shiddiqun, para syuhada dan orang-
orang shalih dan mereka adalah sebaik-baik teman.

Saudaramu

Atha bin Khalil Abu ar-Rasytah

28 Syaban 1434