Anda di halaman 1dari 6

BUDIDAYA JERUK dipersiapkan batang bawah (understam/rootstock) yang dipilih

dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas, daya adaptasi
lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap
penyakit virus, busuk akar dan nematoda. Varietas batang
bawah yang biasa digunakan adalah Japanese citroen, Rough
lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange.
Setelah penyambungan tunas pucuk atau penempelan mata
tempel, segera disemprot menggunakan POC NASA (3-4
tutup/tangki ) + HORMONIK (1 tutup/tangki ).

3.1.2.1. Pengolahan Media Tanam


Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari tanaman lain atau
sisa-sisa tanaman. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis
jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: (a) Keprok dan Siem
jarak tanam 5 x 5 m; (b) Manis : jarak tanam 7 x 7 m; (c)
Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m; (d) Nipis : jarak tanam
4 x 4 m; (e) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m; (f) Besar : jarak
tanam (10-12) x (10-12) m.
Lubang tanam dibuat 2 minggu sebelum tanam. Tanah bagian
dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas. Tanah
berasal dari lapisan atas dicampur dengan 1-2 kg pupuk
kandang dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan.
I. PENDAHULUAN Pengembangbiakan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural
Prospek agribisnis jeruk di Indonesia cukup bagus karena GLIO dicampur 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000
potensi lahan produksi yang luas. Melalui program m2. Selanjutnya didiamkan di tempat yang terlindung dari
peningkatan kualitas sumberdaya petani jeruk serta didukung sinar matahari + 1 minggu dengan selalu menjaga
dengan hasil inovasi teknologi pemupukan dan hormon alami, kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).
pengelolaan hama dan penyakit terpadu, serta sistem budidaya
lainnya yang semuanya didasarkan pada semangat ramah 3.1.2.2. Teknik Penanaman
lingkungan akan meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim
produksi jeruk dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan. kemarau jika tersedia air untuk menyirami, tetapi sebaiknya
ditanam diawal musim hujan. Sebelum ditanam, perlu
II. SYARAT PERTUMBUHAN dilakukan: (a) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan;
Perlu 6-9 bulan basah (musim hujan), curah hujan 1000-2000 (b) Pengurangan akar; (c) Pengaturan posisi akar agar jangan
mm/th merata sepanjang tahun, perlu air yang cukup terutama ada yang terlipat.
di bulan Juli-Agustus. Temperatur optimal antara 25-30 C Setelah bibit ditanam, siramkan pupuk POC NASA yang telah
dan kelembaban optimum sekitar 70-80%. Kecepatan angin dicampur air secara merata dengan dosis 1 tutup POC
lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. NASA per liter air setiap pohon. Hasil akan lebih bagus jika
Ketinggian optimum antara 1-1200 m dpl. Jeruk tidak menggunakan SUPER NASA. Adapun cara penggunaan
menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. Jenis SUPER NASA adalah sebagai berikut: 1 (satu) botol SUPER
tanah Andosol dan Latosol sangat cocok, derajat keasaman NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan
tanah (pH tanah) adalah 5,5-6,5 . Air tanah optimal pada induk. Kemudian setiap
kedalaman 150-200 cm di bawah permukaan tanah. Pada 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi disiramkan setiap
musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. pohon.
Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar Beri mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas
10%. penyakit di sekitar bibit. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar
III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang.
3.1. Pembibitan Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi,
3.1.1. Cara generatif dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran.
Biji diambil dari buah dengan memeras buah yang telah Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh
dipotong. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus
selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Tanah persemaian berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.
diolah sedalam 30-40 cm dan dibuat petakan berukuran 1,15-
1,20 m membujur dari utara ke selatan. Jarak petakan 0,5-1m. IV. PEMELIHARAAN TANAMAN
Sebelum ditanami, tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2. Biji 4.1. Penyulaman
ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1,5 x 2 cm dan Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh.
langsung disiram larutan POC NASA + 1-2 cc/lt air. 4.2. Penyiangan
Persemaian diberi atap. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya,
15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan.
Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk 4.3. Pembubunan
kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir Jika ditanam di tanah berlereng, perlu diperhatikan apakah ada
(1:1:1) atau cukup dengan menggunakan tanah biasa disiram tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Penambahan tanah
POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10-15 perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat.
liter air. 4.4. Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan
3.1.2. Cara Vegetatif menghilangkan cabang yang sakit, kering dan tidak produktif.
Metode dengan cara penyambungan tunas pucuk dan Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada
penempelan mata tempel. Untuk kedua cara ini perlu jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pada
pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting menggulung dan membekas sampai daun dewasa.
atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan ditutup dengan Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR.
fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. Sebaiknya c. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)
celupkan dulu gunting pangkas ke dalam alkohol. Ranting Bagian diserang : daun muda. Gejala: alur melingkar
yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah. transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut,
4.5. Pemupukan Susulan menggulung, rontok. Pengendalian: semprotkan dengan
PESTONA. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam
tanah.
Umur Dosis Pupuk Makro (gr/pohon)
d. Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus
(tahun) Urea TSP KCl sp)
1 80 170 170 Bagian diserang : tangkai, daun dan buah. Gejala: bercak
2 160 325 250 keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau
coklat pada daun. Pengendalian: semprotkan PESTONA atau
3 250 500 325
Natural BVR.
4 325 170 425 e. Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)
5 400 210 500 Bagian diserang : buah. Gejala: lubang gerekan buah keluar
6 500 250 600 getah. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi, disemprot
PESTONA pada buah berumur 2-5 minggu.
7 600 300 700 f. Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)
8 700 325 780 Bagian diserang : tunas, daun muda dan pentil. Gejala: bercak
9 780 390 850 coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada
10 850 425 900 tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah
yang menjadi nekrosis. Pengendalian: semprotkan PESTONA
>10 g. Thrips (Scirtotfrips citri.)
Sebaiknya dilakukan analisis tanah Bagian diserang : tangkai dan daun muda. Gejala: helai daun
Dosis POC NASA mulai awal tanam : menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas
0-3 menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat
2-3 tutup/diencerkan secukupnya dan siramkan keabu-abuan kadang disertai nekrotis. Pengendalian: menjaga
sekitar pangkal batang setiap 4-5 bulan sekali agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari
(sesekali bisa disemprot ke daun) masuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami.
>3 Kemudian gunakan PESTONA atau Natural BVR.
3-4 tutup/diencerkan secukupnya dan siramkan h. Kutu dompolon (Planococcus citri.)
sekitar pangkal batang setiap 3-4 bulan sekali Bagian diserang : tangkai buah. Gejala: berkas berwarna
(sesekali bisa disemprot ke daun) kuning, mengering dan buah gugur. Pengendalian: gunakan
PESTONA. atau Natural BVR. Cegah datangnya semut
sebagai vektor kutu.
i. Lalat buah (Dacus sp.)
Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah Bagian diserang : buah yang hampir masak. Gejala: lubang
SUPER NASA 1-2 kali/tahun dosis 1 botol untuk + 200 kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian
pohon. Cara lihat pada Teknik Penanaman (Point 3.1.2.2.) dalam buah. Pengendalian: gunakan Perangkap lalat Buah.
4.6. Penggunaan Hormonik
Hormonik dapat diberikan terutama setelah tanaman berumur 5.2. Penyakit
2 tahun, atau diberikan sejak awal lebih bagus. Caranya a. CVPD
melalui penyiraman atau penyemprotan bersama dengan POC Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat
NASA (3-5 tutup POC NASA ditambah 1 tutup Hormonik). Diaphorina citri. Bagian yang diserang: silinder pusat
4.7.Pengairan dan Penyiraman (phloem) batang. Gejala: daun sempit, kecil, lancip, buah
Penyiraman jangan berlebih. Tanaman diairi sedikitnya satu kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye.
kali dalam seminggu pada musim kemarau. Jika air kurang Pengendalian: gunakan bibit tanaman bebas CVPD. Lokasi
tersedia, tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD.
mulsa. Gunakan Pestona atau Natural BVR untuk mengendalikan
4.8. Penjarangan Buah vektor.
Pada saat pohon jeruk berbuah lebat, perlu dilakukan b. Blendok
penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan, Penyebab: jamur Diplodia natalensis. Bagian diserang : batang
bobot buah serta kualitas buah. Buah yang dibuang meliputi atau cabang. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom
buah sakit, tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan yang menarik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-
daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. Hilangkan abuan, kulit kering dan mengelupas. Pengendalian:
buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama dan pemotongan cabang terinfeksi. Bekas potongan diolesi POC
sisakan hanya 2-3 buah. NASA + Hormonik + Natural GLIO. POC NASA dan
V. Hama dan Penyakit Hormonik bukan berfungsi mengendalikan Blendok, namun
5.1. Hama dapat meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit.
a. Kutu loncat (Diaphorina citri.) c. Embun tepung
Bagian diserang : tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. Penyebab: jamur Oidium tingitanium. Bagian diserang : daun
Gejala: tunas keriting, tanaman mati. Pengendalian: dan tangkai muda. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan
menggunakan PESTONA atau Natural BVR. Penyemprotan tangkai muda. Pengendalian: gunakan Natural GLIO pada
dilakukan menjelang dan saat bertunas, buang bagian yang awal tanam.
terserang. d. Kudis
b. Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.) Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. Bagian diserang :
Bagian diserang : tunas muda dan bunga. Gejala: daun daun, tangkai atau buah. Gejala: bercak kecil jernih yang
berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Garut, Kacang, dll), jeruk manis (Punten, Groveri
Pengendalian: pemangkasan teratur, gunakan Natural GLIO dan WNO, dll.), jeruk Siam Madu.
pada awal tanam. Iklim. Tanaman jeruk menghendaki sinar matahari
e. Busuk buah penuh (bebas naungan), suhu 13 - 35C (optimum 22
Penyebab: Penicillium spp. Phytophtora citriphora, - 23C), curah hujan 1.000 - 3.000 mm/th (optimum
Botryodiplodia theobromae. Bagian diserang : buah. Gejala: 1.500 - 2.500 mm/th), dan bulan kering (< 60 mm)
terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada selama 2 - 6 bulan (optimum 3 - 4 bulan berturut-
permukaan kulit. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis, turut).
gunakan Natural GLIO awal tanam
f. Busuk akar dan pangkal batang Tanah. Lahan ideal yaitu memiliki lapisan tanah
Penyebab: jamur Phyrophthora nicotianae. Bagian diserang : yang dalam, hingga kedalaman 150 cm tidak ada
akar, pangkal batang serta daun di bagian ujung. Gejala: tunas lapisan kedap air, kedalaman air tanah 75 cm,
tidak segar, tanaman kering. Pengendalian: pengolahan dan tekstur lempung berpasir, dan pH 6. Jika pH tanah
pengairan yang baik, sterilisasi tanah pada waktu penanaman, dibawah 5, unsur mikro dapat meracuni tanaman dan
buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. sebaliknya tanaman akan kekurangan jika pH diatas
gunakan Natural GLIO pada awal tanam 7.
g. Buah gugur prematur
Penyebab: jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria 2. Pemilihan Benih
sp. Bagian yang diserang: buah dan bunga. Gejala: dua-empat
minggu sebelum panen buah gugur. Pengendalian: gunakan
Natural GLIO pada awal tanam Benih bermutu baik memiliki kriteria : hasil okulasi mata
h. Jamur upas tempel dari Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) pada
Penyebab: Upasia salmonicolor. Bagian diserang : batang. batang bawah Japansche Citroen (JC) di dalam polibag,
Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, berlabel, tinggi tanaman 75 cm, dan pertumbuhan serta
batang kering dan sulit dikelupas. Pengendalian: kulit yang perakarannya normal.
terinfeksi dikelupas dan diolesi fungisida yang mengandung
tembaga atau belerang, kemudian potong cabang yang 3. Penyiapan lahan dan pemeliharaan
terinfeksi.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan a. Pengolahan Tanah dan penanaman. Sebelum tanam, lahan
menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dibebaskan dari batuan dan pohon besar. Untuk lahan sawah
dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar dan pasang surut, bidang tanam diolah menjadi surjan atau
penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah tukungan (gundukan = Jawa), sedangkan di lahan kering
hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dibuat lubang tanam (dalam = 0,75 m, lebar atau panjang =
dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. 0,6 m). Jarak tanam 5 x 4 m2 (jeruk keprok), 5 x 6 m2 (jeruk
manis), dan 6 x 7 m2 (pamelo). Baris tanam diatur sejajar arah
VI. Panen timur barat agar penyebaran sinar matahari optimal.
Buah jeruk dipanen saat masak optimal berumur + 28-36
minggu, tergantung jenis/varietasnya. Buah dipetik dengan Penutup lubang tanam dicampur pupuk kandang 20
menggunakan gunting pangkas. kg/lubang atau dibuat campuran 3 bagian tanah + 1 bagian
pasir + 2 bagian pupuk kandang jika tanahnya berat.
Panduan Budidaya Tanaman Jeruk Tambahkan 1 kg dolomite jika pH tanah < 5,5.

Oleh : Ir. Sutopo, MSI Awal musim hujan adalah saat paling tepat untuk penanaman
(Peneliti Balitjestro) di lahan kering. Setiap pohon dipasang ajir agar tanaman
tetap tegak saat angin kencang.
PENDAHULUAN
b. Pengaturan cabang. Arsitektur pohon jeruk perlu dibangun
Tidak berlebihan jika jeruk menjadi komoditas buah unggulan sejak dini dengan cara mengatur percabangan berpola 1 3
nasional karena memiliki nilai ekonomi tinggi, adaptasinya 9. Setiap pohon terdiri 1 batang utama yang mendukung 3
sangat luas, sangat populer dan digemari hampir seluruh cabang primer, dan setiap cabang primer mendukung 3 cabang
lapisan masyarakat, dan nilai impornya cenderung meningkat. sekunder.

Kunci sukses usahatani jeruk tidak hanya bergantung pada c. Pengairan. Saat pertumbuhan vegetatif baru, pembungaan
bibit unggul, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pemilihan dan pembentukan buah harus tersedia cukup air, dan setelah
lokasi, penyiapan lahan dan pemeliharaan tanaman. panen lahan dikeringkan sekitar 3 bulan guna memicu
pembungaan. Semakin besar ukuran tanaman atau semakin
1. Pemilihan lokasi kasar tekstur tanah, semakin banyak air yang dibutuhkan.
Pemasangan mulsa plastik hitam perak dapat menghemat air
dan mengendalikan gulma di lahan kering.
Tinggi tempat. Meskipun adaptasinya luas, beberapa
kelompok jeruk berproduksi optimal hanya jika
d. Pemupukan. Produksi optimal bisa dicapai jika tanaman
ditanam di dataran rendah (? 400 m dpl) : pamelo,
tidak hanya diberi pupuk buatan tetapi juga pupuk organik.
sebagian besar varietas Siam, keprok Tejakula dan
Tanaman muda banyak membutuhkan pupuk N, tetapi saat
Madura. Sedangkan sebagian lain berproduksi
memasuki usia produktif perlu N, P dan K yang berimbang
optimal jika ditanaman di dataran tinggi (? 700 m
(Tabel 1).
dpl): jenis keprok (Batu 55, Tawangmangu, Pulung,
Tabel 1. Rekomendasi Umum Pemupukan Tanaman Jeruk
Disain kebun

Umur (th) Gram/pohon kebun wisata


N P2O5 K 2O Kebun budidaya
01 1020 10 5
Pengaturan jarak tanam
1-2 2040 10 510
Kelengkapan sarana
2-3 4080 1030 1020 Kesiapan tanam

3-4 80120 3050 2040

45 120160 5080 4060


PEMANENAN
>5 2 % bobot panen (0,8% N + 0,4% P2O5 + 0,8%
K2O)
Umur buah siap panen

Cara pemanenan
Berikan pupuk kandang sekali setahun sebanyak 20 40 kg
per pohon untuk umur 1 4 tahun dan 40 60 kg untuk umur
diatas 4 tahun. Pupuk mikro diberikan 2 3 kali saat
Pengangkutan

pertunasan dengan menyemprotkan senyawa atau pupuk daun


yang mengandung unsur seng, tembaga, mangan, dan besi.
Sortir/grading

e. Penjarangan Buah. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan PASCA PANEN


buah bermutu tinggi dan menjaga kestabilan produksi.
Caranya yaitu sisakan 2 buah per tandan menggunakan TUJUAN PASAR
gunting pangkas. Kriteria buah yang dibuang : cacat, terserang
hama penyakit, dan ukurannya paling kecil.
Pasar tradisional
f. Pengendalian Hama Penyakit. Sampai sekarang penyakit
CVPD belum bisa disembuhkan. Pencegahanya adalah
Pengepul
dengan menanam bibit yang sehat dan mengendalikan pengecer
serangga kutu loncat (Diaphorina citri). Penggunaan
pestisida sebaiknya diprioritaskan pada periode kritis yaitu Pasar modern
pada fase pertunasan.
Supermarket
4. Panen Restoran

Panen dilakukan saat buah mencapai kematangan optimal,


sekitar 8 bulan dari pembungaan dan nilai brik sari buah
sebesar 10%. Lakukan panen saat cuaca cerah, gunakan
gunting pangkas, jangan memanjat pohon, dan masukkan buah TANAMAN YANG DI USAHAKAN
kedalam keranjang yang dilapisi karung plastik.
Apel

Jeruk
AGRO EKOSISTEM
(kecocokan lokasi/lahan) Kopi

Jambu biji daging merah


Kesuburan tanah
Buah Naga
Ketinggian tempat, suhu / iklim
Strawberry
Curah hujan sesuai
Sayur-sayuran
Kelembaban
Paprika
Topografi / geomorfologi
TANAMAN APEL
Sumber air
Malus sylvestris Mill

PERSIAPAN LAHAN
Faktor yang menpengaruhi
Tanaman subtropis yang di Indonesia
dapat di buahkan 2 kali dalam setahun Curah hujan
Daerah pengembangan di Kab Malang
dan sekitarnya Ketersediaan unsur hara

Di budidayakan mulai tahun 1937

VARITAS-VARITAS APEL PENJARANGAN TUNAS DAN BUAH

Apel Manalagi
Penjarangan tunas, buah bertujuan untuk
mendapatkan ukuran buah yang
Apel Rome Beauty
seragam, buah yang di buang

Apel Jonathan (Anna)


Adalah :

Buah yang tumbuh kurang normal


Apel Wanglin
Menyisakan satu atau dua buah
Apel Red Beauty pertangkai
Tunas - tunas yang tidak
Apel Greeny Smith produktif

TIGA (3) LANGKAH PEMECAHAN MASA Pembungkusan buah


DORMANSI
Pembungkusan buah di lakukan pada
Perompesan yaitu suatu kegiatan apel manalagi untuk mendapatkan
warna buah yang baik
mengugurkan daun untuk
mempercepat pertumbuhan Dilakukan pada umur buah 3,5
bulan
Pemangkasan yaitu pemotongan
Mengunakan kertas semen/koran
tunas -tunas untuk mempercepat
pertumbuhan
PEMUPUKAN
Penelungan yaitu melengkungkan
cabang untuk mendapatkan tunas- SIKLUS SERANGAN BERDASARKAN PASE
tunas baru serta pengaturan cabang TUMBUH TANAMAN

HAMA DAN PENYAKIT

TANAMAN APEL APEL MANALAGI


Managemen tanaman apel

PEROMPESAN, PEMANGKASAN DAN


Ciri ciri:
PENELUNGAN Buah:
Rasa manis
Perompesan daun Warna hijau kekuning-
Manual kuningan
Kimia
Pemangkasan cabang
Tunas-tunas rapat APEL ANNA
Tunas-tunas penyakit Ciri-ciri:
Penelungan
Rasa asam
Tunas-tunas tegak / lateral
Warna Kulit merah
PEMBUNGAAN Renyah
Banyak air
Umur panen 4 bulan
Jus

TERIMA TERIMA KASIH