Anda di halaman 1dari 5

MERENSI BUKU YANG BERJUDUL

TUBUH RENTA INI SIAP MENJAGAMU

Disusun Oleh :
1. Antok Sedewo ( )
2. Eka Nikmah T. (13)
3. Fani Ambarwati (15)
4. Khoirul Mukhlisin (20)

Kelas : X SOS 1

SMA NEGERI 1 SUKODONO


TAHUN PELAJARAN 2016/2017
IDENTITAS BUKU
Judul : Tubuh Renta Ini Siap Menjagamu
Nama Pengarang : Eldelwels Almira
Nama Penerbit : Zettu
Tahun Penerbit : 2014
Edisi : 2014
Tebal buku: 181 halaman
ISBN : 978-602-7999-89-3

SINOPSIS
Buku novel ini adalah novel yang memberikan informasi yang luas untuk
pembaca mengenai bahwa manusia harus memberikan motivasi/dorongan dengan cara
memberikan kasih sayang kepada orang terdekat sekitar kita.
Kasih sayang sang kakek begitu besar kepada kami hingga membuat kami merasa
semakin dekat saat dia telah pergi dengan senyuman di bibir tanpa pernah mau
menunjukkan rasa sakit yang diberitanya. Ucapan demi ucapan, pesan demi kesan tak
pernah kami lupakan. Rekaman terakhir Dona yang menginspirasi keluarga bahwa kasih
sayang seorang kakek akan terekam dengan indah dihati kami yang dicintainya dengan
tulus.
Melihat kakek nenek yang satu kami, kami melihat begitu iri melihatnya
walaupun merek sudah lansia cinta dan kasih sayang mereka yang tulus sering terlihat
hingga usai telah menua. Kami selalu merasakan sentuhan hangat yang mereka sajikan
saat, bagaimanapun kondisinya. Kami keluarga pun akan selalu meniru cinta kasih sang
kakek nenek pada saatnya.
Revo adalah anak cowok yang jahil dan periang seharian hanya bermain dengan
manis kucing manis yang dimilikinya begituRevo mengganggu si kucing tak segan
menyakarnya. Hanya kepada kakek lah Revo mengadu dengan segan kakek memberikan
dan mengajarkan kepada Revo agar tidak memaksakan kehendak ke siapapun, pada
hewan pula, begitun ketika melakukan sesuatu harus lepas, bebas tanpa beban atau
merugikan orang lain. Menajalani hidup harus menyamankan diri dan orang lain. Revo
pun mengerti dengan contoh sederhana yang diberikan oleh kakek.
Sebuah samsak tua kakek mengajarkan arti penting kehidupan kepada ku bahwa
jangan mudah dengan meluapkan segala bentuk emosi di jalan, karena hidup adalah
anugrah, bukan beban petaka. Ketika manusia bisa bijak memaknai arti hidup untuk
berjuang, berusaha, berdoa dan tegar, maka hidupnya pun akan bahagia, tidak sia-sia
seperti samsak ini bila ku merasa bimbang akan ku pukul sampai rasa bimbang ku hilang.
Melihat Oky sedih atas melihat nilai rapotnya yang tak memuaskan hati sang
nenekpun menasehatiku, dengan mengumpamakan sebuah pensil yang tumpul dan
penghapus yang telah aku gunakan selepas ujian berlanjut. Banyak orang sering
mengeluh saat mendapatkan kesulitan menjalani hidup tanpa mau melihat seberapa jauh
usaha dan doa yang telah dia lakukan. Malah sebagian dari mereka menjadi beban
lingkungan, baik keluarga maupun teman. Sering mereka tidak sadar perlakuannya
melukai/merugikan orang lain maupun dirimu sendiri karena merasa frustasi tanpa
benyak aksi, serta cenderung menyalahkan orang lain tanpa mau melihat tabiat diri
sendiri.
Melihat kami dulu kecil hingga kami dewasa kakek selalu menanamkan budi
pekerti luhur bagi kita dengan berbagai cara dan berbagai aksi lucu kakek. Karena kakek
juga ingin turut mendidik kami menjadi manusia yang jauh lebih sempurna dan berguna
dari dirinya.
Melihat gadis kecil bermuka riang, cucu kakek satu-satunya bermain di taman
kota bersama teman-temannya mengejarkan kami bahwa manusia hidup harus punya
skala prioritas untuk keutamaan hidupnya agar tidak ada penyesalan di kemudian hari,
sayangilah anak-anak seperti kami dengan hati bukan materi. Pentingkanlah orang-orang
terdekat kita untuk senantiasa terjaga dan bisa bersama disaat bahagianya.
Malam itu adalah malam genap 100 hari kakek meninggal, mendengar kejujuran
nenek yang tak berani nenek ungkapkan kepada kakek hanya sebatas ceker ayan yang
dipermasalahkan aku dapat mengambil penghargaan yang dapat diambil dari cerita nenek.
Komunikasi, keterbukaan, kejujuran adalah hal yang sangat dasar utuh dan sempurnanya
sebuah hubungan bisa langgeng. Tanpa hal tersebut tak akan ada jalinan kasih abadi yang
bisa membahagiakan semua pihak. Begitu besar kejujuran nenek kepada ku tentang ceker
ayan itu.
Tuhan telah mengatur semua kehidupan dialam ini dengan isinya seindah
mungkin. Segala bentuk rencana dan garisnya, telah diperhitungkan dengan sangat adil
dan baik maka kita harus meyakini segala sesuatu musibah yang menimpa kita, tentu akan
ada penyelesaiannya. Tuhan telah menakar semuanya dengan sangat cermat dan begitu
tepat selama kita topang hati menghadapi kehidupan tanpa keluhan/limpahan. Kemudia
aku sadar kemudia aku segera mengambil wudhu dan memohon apun atas segala
kekhilafan dan bersujud syukur atas nikmat-Nya.
Melihat Rosi terbaring di tempat tidur rumah sakit nenek tak tega melihatnya
setelah itu nenek menceritakan sebuah cerita khayalan di luar terpaksa nenek berbohong
agar Rosi tetap semangat menghadapi penyakitnya. Jika dibutuhkan, seorang perlu
dimotivasi dengan sebuah kebohongan agar dia menjadi lebih semangat menghadapi
cobaan dan tetap bisa terus bisa punya harpan. Tak selamanya kebohongan itu sesuatu
yang buruk jika dibutuhkan untuk kebaikan. Seroang nenek tidak akan tinggal diam
melihatku murung dan sedih.
Kita hidup tidak sendiri, sebagai mhkluk sosial kita tentu saling membutuhkan
satu dengan yang lain. Kita menanam kebaikan maka kita pun akan memetik kebaikan
itu. Keterkaitan rasa kita dengan sekitar akan sangat mempengaruhi apa yang akan kita
dapat.
Bukti teletubis adalah bukit yang mencertitakan ketekunan kakek dan masyarakat.
Bukit unik bukit dari perpindahan bukit disanan menjadi bukit disini dari cerita bukit itu
aku dapat mengambil suatu kesan sebuah tekat baja akan menghasilkan sebuah kebaikan
saat manusia yang menjalaninya ikhlas dan pantang menyerah semangat adalah kunci
kesuksesan meraih cita-cita mulia itu.
Masih begitu lekat kenangan bersamanya. Kakekku semangatku pejuang tanggu
guru tebesar di keluarga kami ia selalu memperhitungkan amal dan ibadahnya. Hingga ia
ingin bercita-cita naik haji dengan uang sendiri. Sehingga kakek mengajarkan kami
bahwa banyak guru di sekitar kita yang bisa melatih rasa bersyukur kita, keikhlasan
menjalani hidup yang tak mudah. Guru besar di jalan, mereka yang sepertinya secara
meteri di bawah kita, namun secara hati jauh diatas kita.
Kejujuran sangat mahal dizaman sekarang ini. Namun, tak sedikit orang yang
sangat jujur melakukan sesuatu penuh keikhlasan menjalani hidup tanpa keluhan.
Mirisnya sebagian besar dari golongan ini adalah orang-orang kecil. Kami lalu berfikir
senang/tidak yang penting kami memberi sesuatu dengan cara yang diinginkannya.
Hari itu adalah hari ke-3 nenekku meninggal. Aku adalah cucu kesayangan nenek.
Banyak nasihat nenek yang begitu berguna dan kuingat. Mati hidup manusia adalah hak
krerogative Allah yang maha adil dengan segala perhitungan rencanannya. Apa yang
menimpa kita tentu adalah yang terbaik. Namun, kita tak harus terjebak di dalam lembah
kedukaan selamanya karena hidup harus tetap terus berjalan hingga ajal kita tiba.
Walaupun kakek sudah tua tapi jiwa hatinya masih sesemangat anak muda, malah
anak muda itu malas-malasan takut dengan suatu halangan. Kakek memotivasiku sampai
aku bisa mengambil kesannya setiap manusia selalu mengalami badai dalam perjalanan
hidupnya sebagai ujian. Yakinlah badai pasti akan berlalu, ketika butuh, ketika kita tengah
sulit menghadapinya, butuh semangat dan tekat untuk segera keluar dari badai dan akan
ada hasil. Buah dari keberanian melawan badai selama kita memohon lindungan tuhan
sebagai sang pemilik kehidupan.
Hidup kita adalah hidup puzle-puzle rumit yang indah ketika satu dengan lainnya
saling bergandengan, berdekatan dan saling mengikat tanpa mau lepas. Butuh ketahanan
dan kesabaran untuk merangkainya menjadi gambar kehidupan yang indah. Hanya butuh
cinta, setia dan saling menghargai satu dengan yang lainnya, maka hidup akan mudah dan
selalu indah selamanya. Contoh yang begitu indah dari kakek dan nenek.
Kami sangatlah rindu dengan nenek karena ia selalu berusaha mengajarkan
kebaikan kepada keturunannya. Dengan cara sederhana dia ingin selalu dianggap ada dan
setia untuk keluarganya. Tabah dan tegar kami menghadapi kenyataan bukan berarti kami
kehilangan jiwa dan cinta nenek tapi kami tetap mengenang nenek.
Menjadi bahagia butuh perjuangan panjang tidaklah mudah namun, juga tidak
susah saat kita bisa memahami kehendak dengan senantiasa ikhlas dan besyukur
sebenarnya merupakan anugerah-Nya juga. Di ibaratkan ulat menjadi kepompong lalu
menjadi kupu-kupu cantik yang mengelilingi aneka warna, wangi bunga dan siap
menghisap manisnya madu. Sehingga kuingin menikmati madu itu dari cangkir sebagai
wadanya sebagai perlambang perjuanganku untuk masa depan yang gemilang.
Aku selalu mendabakan kehadirannya. Sebab, cinta melebihi siapapun merekapun
tak segan mencurahkan seluruh kasih sayangnya untuk tanpa lelah, tanpa pamrih hingga
kapanpun. Jutaan cium dan peluk serta kemanjaan akan tulus mereka berikan untukku
sebagai penerus kebaikan, pewaris sekian wejangannya.
Hati mereka akan sepi hidup mereka akan terasa begitu sunyi saat jauh dari riuh
suara dan gandengan tangan kecilku. Mereka akan menjagaku dengan tubuh rentanya
hingga nafas terhenti terhela.

KELEBIHAN
Novel ini menggunakan gaya bahasa yang kompleks sehingga pembaca jelas dan mudah
dimengerti memiliki alur yang tidak membosankan, membuat para pembaca ingin terus
menyimak kisahnya hingga akhir, karena novel ini memberikan motivasi dalam kasih
sayang kepada orang sekitar kita.

KEKURANGAN
Intonasi bahasa kurang jelas, penulisan kata banyak yang salah, kurangya kosa kata yang
benar dalam penulisan kalimatnya.