Anda di halaman 1dari 6

Perbedaan Standar Profesi IT di Indonesia,

dengan Luar Negeri

Standar Profesi Teknologi Indormasi di Indonesia

Saat ini Teknologi Informasi (TI) berkembang sangat pesat. Secara tidak
langsung dinamika industri di bidang ini juga meningkat dan menuntut para
profesionalnya rutin dan berkesinambungan mengikuti aktifitas menambah ketrampilan
dan pengetahuan baru. Perkembangan industri TI ini membutuhkan suatu formalisasi
yang lebih baik dan tepat mengenai pekerjaan profesi yang berkaitan dengan keahlian dan
fungsi dari tiap jabatannya. Hal ini menimbulkan kebutuhan untuk dibentuknya suatu
standar profesi di bidang tersebut. Para profesional TI, sudah sejak lama mengharapkan
adanya suatu standar kemampuan yang kontinyu dalam profesi tersebut. Masih
banyaknya pekerjaan yang belum adanya standardisasi dan sertifikasi Profesi IT di
indonesia, dikarenakan Standardisasi Profesi IT yang diperlukan Indonesia adalah standar
yang lengkap, dimana semua kemampuan profesi IT di bidangnya harus di kuasai tanpa
kecuali, profesi IT seseorang mempunyai kemampuan, dan keahlian yang berbeda dengan
bidang yang berbeda-beda, tapi perusahaan membutuhkan sebuah Pekerja IT yang bisa
di semua bidang, dapat dilihat dari sebuh lowongan kerja yang mencari persyaratan
dengan kriteria yang lengkap yang dibutuhkan perusahaan.
Sertifikasi berbeda dengan ujian, lisensi ataupun registrasi. Registrasi mungkin
berguna untuk statistik, tetapi tidak praktis untuk diterapkan akan lebih bermanfaat
dengan sertifikasi. Untuk sertifikasi, inisiatif harus lahir dari sektor industri dan untuk
bidang teknologi informasi sebaiknya berfokus pada model SRIG-PS (Special Regional
Interest Group on Profesional Standardisation

Model dan standar profesi di Eropa (Inggris, Jerman dan Perancis).

Standar Praktek yang dikembangkan oleh COTEC adalah kode sukarela yang
dirancang untuk membantu Asosiasi Nasional untuk membangun dan mengembangkan
kode nasional sesuai dengan standar Eropa praktek untuk terapis okupasi. Hal ini
dimaksudkan untuk penerapan umum namun dapat dimodifikasi untuk daerah spesialis
misalnya pediatri praktek, kepedulian masyarakat, dan lain-lain.
Apabila ada kelompok yang ingin melakukan seperti ini, setiap masalah yang berhadapan
dengan standar praktek harus diberikan kebijakan dan pertimbangan informasi karena
mereka telah disertakan untuk relevansi mereka untuk satu atau kegiatan lain dari praktek
profesional kami. Hal yang sangat penting adalah isu-isu yang termasuk dalam standar
praktek, saat ini harus relevan dengan anggota profesi yang menggunakannya.
Standar praktek COTEC adalah pernyataan kebijakan yang membantu untuk mengatur
dan menjaga standar praktek profesional yang baik. Dalam kasus dimana keputusan harus
dibuat tentang perilaku tidak profesional dari seorang ahli terapi kerja, kode dapat
digunakan sebagai panduan standar perilaku profesional yang benar. Wakil untuk
COTEC diminta untuk memastikan bahwa penutur aslinya yang menterjemahkan kode
kedalam bahasa Eropa lainnya karena terdapat frase dan istilah yang sulit diterjemahkan.
Terdapat dua bagian utama dalam dokumen ini, yaitu :

Kode Etik Federasi Dunia Kerja Therapist


Standar Praktek COTEC yang dirancang tahun 1991 dan diperbaharui tahun 1996

1. Pribadi Atribut

Pekerjaan therapist memiliki integritas pribadi, kehandalan, keterbukaan pikiran


dan loyalitas yang berkaitan dengan konsumen dan bidang professional dan
keseluruhan. Pekerjaan terapis merupakan pendekatan terhadap semua konsumen yaitu
menghormati dan memperhatikan situasi masing-masing konsumen. Pekerjaan ini juga
tidak bertindak diskriminasi terhadap para konsumen. Rahasia informasi pribadi para
konsumen akan dijamin dan setiap rincian pribadi yang disampaikan berdasarkan
persetujuan mereka.

2. Perilaku dalam tim terapi pekerjaan dan dalam tim multi disiplin

Pekerjaan terapis bekerja sama dan menerima tanggung jawab dalam satu tim
yang mendukung tujuan medis dan psikososial yang telah ditetapkan. Pekerjaan terapis
adalah menyediakan laporan tentang kemajuan intervensi mereka dan memberikan
anggota lain dari tim dengan informasi yang relevan. Pekerjaan terapis berpartisipasi
dalam pengembangan profesional melalui belajar sepanjang hidup dan selanjutnya
menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kerja profesional
mereka.

3. Promosi profesi

Pekerjaan terapis mempunyai komitmen untuk memperbaiki dan


mengembangkan profesi pada umumnya. Mereka juga prihatin terhadap promosi terapi
okupasi yang lain, masyarakat organisasi professional dan pengaturan badan-badan
nasional seta internasional tingkat regional.

4. Standar praktek konsumen

Untuk tujuan standar COTEC Praktek Konsumen, istilah yang digunakan untuk
menjelaskan pasien, klien dan atau wali. Hal ini juga termasuk mereka yang merupakan
tanggung jawab terapis kerja.

Model dan standar profesi di USA dan Kanada

Pejabat Keuangan Pemerintah Asosiasi dari Amerika Serikat dan Kanada


adalah organisasi profesional pejabat publik bersatu untuk meningkatkan dan
mempromosikan manajemen profesional sumber daya keuangan pemerintah dengan
mengidentifikasi, mengembangkan dan memajukan strategi fiskal, kebijakan, dan
praktek untuk kepentingan publik.
Untuk mencapai tujuan tersebut, aparat pemerintah membiayai semua yang
diperintahkan untuk mematuhi standar hukum, moral, dan profesional perilaku dalam
pemenuhan tanggung jawab profesional mereka. Standar perilaku profesional diatur
sebagaimana dalam kode ini untuk meningkatkan kinerja semua orang yang terlibat
dalam keuangan publik.

1. Pribadi Standar

Petugas pembiayaan pemerintah harus menunjukkan dan mendedikasikan cita-


cita tertinggi, kehormatan dan integritas dalam semua hubungan masyarakat serta
pribadi untuk mendapat rasa hormat, kepercayaan dan keyakinan yang mengatur
pejabat, karyawan dan masyarakat. Mereka harus mematuhi praktek profesional yang
telah disetujui dan merupakan standar yang dianjurkan.

2. Tanggung Jawab Pejabat Publik

Petugas pembiayaan pemerintah harus mengakui dan bertanggung jawab sebagai


pejabat di sektor publik. Mereka harus menjunjung tinggi undang-undang, konstitusi,
dan peraturan yang mengatur tindakan mereka dan melaporkan pelanggaran hukum
kepada pihak yang berwenang.

3. Pengembangan Profesional

Petugas pembiayaan pemerintah bertanggung jawab untuk menjaga kompetensi


mereka sendiri, untuk meningkatkan kompetensi kolega mereka dan untuk memberikan
dorongan bagi mereka yang ingin memasuki bidang keuangan pemerintah. Petugas
pembiayaan pemerintah bertanggung jawab kepada petugas keuangan untuk
meningkatkan keunggulan dalam pelayanan publik.

4. Integritas Profesional Informasi

Petugas pembiayaan pemerintah harus menunjukkan integritas profesional dalam


penerbitan dan pengelolaan informasi. Mereka harus sensitif dan responsif terhadap
pertanyaan dari masyarakat dan media dalam kerangka kebijakan pemerintah negara
bagian atau lokal.

5. Integritas Profesional Hubungan

Petugas pembiayaan pemerintah harus bertindak dengan kehormatan, integritas


dan kebijakan dalam semua hubungan profesional. Mereka akan mempromosikan
kesempatan kerja yang sama sehingga tidak terdapat diskriminasi, pelecehan atau
praktik yang tidak adil lainnya.
6. Konflik Kepentingan

Petugas pembiayaan pemerintah harus secara aktif menghindari munculnya


kenyataan yang berbenturan dengan kepentingan. Mereka tidak akan menggunakan
milik umum atau sumber daya demi kepentingan pribadi atau politik.

Standar Profesi di Amerika dan Eropa

Satu hal penting mengapa profesi pustakawan dihargai di Amerika adalah


bahwa dari sejarahnya, perkembangan profesi pustakawan di Amerika Serikat sejalan
dengan sejarah pembentukan Amerika Serikat sebagai negara modern dan juga
perkembangan dunia akademik. Pada masa kolonial, tradisi kepustakawanan di dunia
akademik merupakan bagian dari konsep negara modern, utamanya berkaitan dengan
fungsi negara untuk menyediakan dan menyimpan informasi. Oleh karena itu, profesi
purstakawan dan ahli pengarsipan mulai berkembang pada masa itu.
Sejalan dengan itu, posisi pustakawan mengakar kuat di universitas-universitas dan
tuntutan profesionalitas pustakawan pun meningkat. Untuk menjadi seorang
pustakawan, Seseorang harus mendapatkan gelar pada jenjang S1 pada area tertentu
terlebih dahulu untuk bisa melanjutkan ke jenjang S2 di bidang perpustakaan. Khusus
untuk pustakawan hukum, beberapa sekolah perpustakaan memiliki jurusan khusus
pustakawan hukum.
Untuk memastikan hal ini, dibentuklah panduan profesi pustakawan yang
memastikan seorang pustakawan harus memiliki gelar profesional pustakawan. Selain
harus memiliki sertifikat, para pustakawan profesional ini pun juga terus
mengembangkan pendidikan profesinya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan di area
tertentu yang berkaitan dengan pengolahan dokumen. Hal ini penting untuk
menghadapi perkembangan dunia elektronik yang juga berpengaruh terhadap
kebutuhan pengguna dan proses pengolahan.
Sementara itu, pekerjaan-pekerjaan teknis yang berkaitan dengan manajemen
dan pengelolaan perpustakaan seperti scanning dokumen, jaringan internet,
memasang sistem katalog dalam jaringan komputer, dikerjakan ahliahli yang
berfungsi sebagai staf teknis perpustakaan. Umumnya mereka memiliki latar
belakang pendidikan di bidang Teknologi Informasi. Mereka staf teknis dan bukan
pustakawan.
Hal ini tentu berbeda dengan kondisi di Indonesia. Profesi pustakawan
seringkali ditempatkan hanya sebagai pekerjaan teknis, tukang mengolah katalog,
mencari dan mengembalikan buku perpustakaan ditempatnya, serta memfotokopi
dokumen yang dibutukan pengguna. Tidak ada pembagian fungsi dan tugas yang
tegas antara pustakawan dan staf teknis. Contoh lainnya adalah hubungan profesi
pustakawan dengan profesi ahli bahasa. Pustakawan di Amerika Serikat bekerjasama
dengan The Modern Language Association menyusun panduan yang berkaitan
dengan informasi linguistik yang berisi materimateri, metodemetode dan bahkan
halhal mengenai etika yang berkaitan dengan linguistik. Banyak pustakawan hukum
di Amerika Serikat yang juga memiliki gelar hukum dan aktif melakukan penelitian
dan kontribusi lainnya terhadap profesi hukum. Sehingga, pustakawan tidak berfungsi
sekedar sebagai supervisi dan kolektor dokumen saja. Selain itu, hubungan antar
pustakawan dengan profesi yang didukungnya, misalnya dalam dunia akademik,
menjadi setara.

KESIMPULAN

Standar profesi disetiap negara berbeda satu sama lain, karena pada setiap negara
mempunyai kriteria yang mengacu pada kemampuan dari masyarakat di Negara tersebut.
Negara Indonesia mengacu pada kompetensi masyarakatnya dengan menggunakan
kemampuan profesi IT di bidangnya yang harus di kuasai tanpa kecuali. Standarisasi
profesi yang berada di Eropa dan Amerika memiliki Pustakawan yang bekerjasama
dengan The Modern Language Association menyusun panduan yang berkaitan dengan
informasi linguistik yang berisi materimateri, metodemetode dan bahkan halhal
mengenai etika yang berkaitan dengan linguistik. Banyak pustakawan hukum di Amerika
Serikat yang juga memiliki gelar hukum dan aktif melakukan penelitian dan kontribusi
lainnya terhadap profesi hukum. Jadi penentu standarisasi profesi mengacu pada
kemampuan atau kompetensi dari masyarakat yang ada dinegaranya masing-masing.