Anda di halaman 1dari 3

Penatalaksanaan Encoparesis

Anak dan orang tua diberi informasi rinci pada subtipe dari encopresis
(psikoedukasi). Seperti dalam pengobatan enuresis, faktor yang tidak spesifik seperti
meningkatkan motivasi dan membangun hubungan yang baik sangat membantu.
Intervensi dari orangtua tidak efektif, seperti hukuman atau hal-hal tidak dapat
didiskusikan dengan orang tua. Asupan makanan anak dibatasi untuk makanan rendah
serat dan perubahan dalam diet anak dapat berguna. Jumlah cairan juga harus
meningkat, karena banyak anak-anak tidak minum cukup di siang hari.10

Toilet Training

Sebuah periode dasar dengan pengamatan dan pencatatan tidak diperlukan.


Sebagai gantinya, toilet training dimulai dari awal. Pelatihan ini diindikasikan untuk
kedua jenis encopresis. Anak-anak diminta untuk duduk di toilet tiga kali sehari,
setelah waktu makan. Hal ini sangat berguna sebagai refleks defekasi postprandial
yang paling aktif. Anak-anak diminta untuk duduk di toilet lima sampai sepuluh
menit. Sesi toilet ini adalah cara yang positif: anak-anak diperbolehkan untuk
membaca komik, buku, bermain dengan komputer atau ponsel, menggambar, dan
lain-lain. Mereka tidak diharapkan untuk buang air atau kotoran setiap saat.
Kerjasama dengan anak dapat ditingkatkan secara positif oleh system atau tanda
sederhana dengan imbalan kecil. Semua kritik atau hukuman harus dihindari.10

Obat pencahar

Dalam inkontinensia tinja, pelatihan toilet adalah aspek utama pengobatan.


Pencahar tidak diindikasikan. Pada anak-anak dengan sembelit, toilet training
dikombinasikan dengan obat pencahar adalah sebagai pengobatan rumatan. Enema
paling banyak digunakan dan direkomendasikan. Enema adalah prosedur pemasukan
cairan ke dalam kolon melalui anus. Enema dapat ditujukan untuk merangsang
peristaltic kolon supaya dapat buang air besar, membersihkan kolon untuk persiapan
pemeriksaan operasi. Enema mengandung fosfat seperti natrium hidrogen fosfat dan
natrium monohydrogen fosfat. Dosis yang dianjurkan adalah 30 ml / 10 kgbb atau
setengah enema untuk anak-anak pra-sekolah, enema pada anak sekolah. Seringkali
ini harus diulang beberapa kali. Sebuah alternatif adalah polyethylenglykol (PEG;
makrogol). Dosis besar diberikan hingga 1,5 g/kgbb/hari. Cairan mulut yang cukup
diperlukan untuk pencahar osmotik ini menjadi efektif. Setelah massa tinja besar,
dosis pemeliharaan yang lebih rendah harus diberikan. Melalui prosedur ini sukses
dicapai dalam 80% dari anak-anak dengan enema dan 68% dengan
polyethylenglykol.10

Pengobatan rumatan

Pengobatan rumatan sebagai pengobatan jangka panjang selama minimal


enam bulan sampai dua tahun. Pengobatan ini harus dilakukan dengan rutin untuk
menghindari re-akumulasi massa tinja.11

Selain pelatihan toilet tiga kali sehari setelah waktu makan, obat pencahar
paling efektif adalah pencahar polyethylglykol (PEG; makrogol), sebuah polimer
linear panjang yang mengikat air. Efek samping seperti sakit perut jarang terjadi.
Dosis awal adalah 0,4 g/kgbb/hari dalam dua dosis. Jika tinja terlalu keras, maka dosis
harus ditingkatkan. Kisaran terapi bervariasi dari 0,2 g/kg untuk 1,4 g/kgbb/hari.
Laktulosa dan disakarida kurang efektif dan memiliki efek samping yang lebih. Dosis
laktulosa cair berkisar dari 1 ml/kg untuk 3 ml/kgbb/hari dalam satu sampai tiga dosis.
Jika ada gangguan emosi dan perilaku komorbiditas, perlu diperlakukan secara
terpisah. Gangguan komorbiditas yang tidak diobati akan mengurangi kepatuhan, dan
hasil pengobatan encopresis tidak akan optimal.11,12

Perawatan dan Pengobatan

Secara umum, semakin dini pengobatan dimulai, maka semakin baik. Langkah
pertama dalam perawatan akan terfokus pada pembersihan usus dari sisa-sisa tinja
yang terkumpul. Setelah itu, pengobatan difokuskan pada upaya menciptakan usus
yang sehat. Ini termasuk melatih anak anda pergi ke toilet sesegera mungkin ketika
dorongan untuk buang air besar muncul. Ada beberapa metode untuk membersihkan
usus dan menghilangkan sembelit, seperti:

1) Psikoterapi

Jika anak anda merasa malu, bersalah, depresi atau rendah diri terkait dengan
encopresis, psikoterapi dapat membantu. Seorang psikolog dapat membantu
menangani perasaan anak anda dan juga memberikan teknik pada anak anda untuk
tidak menahan buang air besar.
2) Gaya Hidup & Pengobatan Rumah

Jangan gunakan pencahar ataupun produk herbal tanpa berkonsultasi dengan


dokter anak anda terlebih dahulu. Jika anak anda pernah dirawat karena
encopresis, penting bagi anda mengambil langkah-langkah untuk membentuk tinja
yang lebih lunak dan membiasakan buang air besar secara teratur. Tips berikut
dapat membantu:

Beri anak Anda makanan yang mencakup banyak buah-buahan, sayuran serta
makanan tinggi serat. Berikan pula asupan biji-bijian yang berwarna coklat
(tidak putih)

Mendorong untuk minum air. Air membantu tinja agar tidak mengeras.

Batasi anak dalam mengonsumsi susu dan lemak. Produk ini dapat
mengurangi gerakan usus. Namun, produk susu juga mengandung nutrisi
penting, jadi tanyakan kepada dokter anak anda berapa banyak susu yang
dibutuhkan anak anda setiap harinya.

Aturlah waktu pergi ke toilet. Biarkan anak anda menghabiskan lima menit
sendirian di toilet setelah makan dua sampai tiga kali setiap hari, tindakan ini
ditujukan untuk mendorong terjadi gerakan usus. Hal ini hanya berlaku untuk
anak-anak yang terlatih menggunakan toilet dan setidaknya berusia 4 tahun.

Khusus untuk yang menggunakan toilet duduk, letakkan tumpuan kaki dekat
toilet. Anak anda mungkin lebih nyaman dengan tumpuan kaki dan tumpuan
kaki dapat memudahkan ia ketika mengubah posisi kakinya, atau dia dapat
menempatkan lebih banyak tekanan pada perut, sehingga membuat gerakan
usus lebih mudah.

Menjalankan program toilet training secara teratur. Saat anda membantu anak anda
mengatasi encopresis, bersabarlah dan selalu berpikiran positif. Jangan memyalahkan,
mengkritik atau menghukum anak anda jika ia melakukan kesalahan. Sebaliknya,
berikan cinta, kasih sayang , dan dukungan anda.12