Anda di halaman 1dari 11

ANALISA ASPEK PASAR

PETERNAK BEBEK PETELUR


Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi Kelayakan Bisnis
Dosen pengampu: Titi Rapini, SE, MM

Disusun oleh :
Andita Dewi Nastiti (14440808)
Agustina (14440838)

Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi S1 (Prosus)


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Jl. Budi Utomo No. 10 Ponorogo 63471 Jawa Timur, Indonesia
Tlp: (0352) 481124 Fax : (0352) 461796
e-mail : akademik@umpo.ac.id web : www.umpo.ac.id
Tahun Ajaran 2016/2017

PROFIL USAHA
Bidang Usaha

Nama Usaha : UD Jaya Abadi


Jenis Usaha : Peternakan telur bebek
Lokasi Usaha : Ds. Nglewan, Kec. Sambit, Kab. Ponorogo
Nama Pemilik : Budi Jatmiko
Alamat Pemilik : Ds. Nglewan, Kec. Sambit, Kab. Ponorogo

Informasi Usaha

Usaha yang dijalankan merupakan usaha perseorangan dibidang peternakan.

Pemilik adalah sebagai pemimpin atau manager dalam usaha ini dan mempekerjakan 2

orang karyawan. Target pasar yang dituju adalah semua kalangan masyarakat yang ingin

mengkonsumsi telur bebek dengan nilai gizi dan nutrisi yang cukup banyak.

ASPEK USAHA

Aspek pemasaran
a. Product ( Produk )
Usaha ini akan menghasilkan telur bebek sebagai penghasil utamanya, dan
kotoran bebek serta bebek afkir sebagai penghasil tambahan.
b. Price ( harga )

Rencana harga yang akan saya tawarkan mengacu pada penghasilan rata rata
masyarakat. Tujuannya agar harga yang saya tawarkan tidak terlalu membebankan
masyarakat untuk membeli telur dari usaha saya, oeh karena itu rencana harga yang
saya tawarkan adalah rata rata Rp 1.500,00 per butir. Tapi harga ini akan naik turun
sesuai dengan harga pasar.
c. Place ( tempat )
Usaha pemeliharaan itik secara intensif ( dikandangkan) umumnya dilakukan
dimana saja,namun lokasi yang ideal untuk budiaya itik untuk pemeliharaan adalah
jauh dari suara bising, mudah transportasi, dan mudah mendapatkan air besih.
Dalam pemeliharaan itik perlu sarana dan prasarana yang legkap agar itik mampu
berproduksi tinggi, mudah pengontrolannya dan mudah kontrol kesehatan.
Dan untuk lokasi usaha yang saya pilih adalah di tempat saya sendiri karena agar
memudahkan dalam pengawasan dan perawatannya.
Saluran distribusi usaha ini antara lain :
Langsung kepada konsumen (Produsen Konsumen)
Dijual dipasar ke pemasok ayam (Produsen Agen Konsumen)
Dijual ke warung makan (Produsen Distributor Konsumen)
d. Promotion ( Promosi )
Promosi yang saya lakukan agar telur saya cepat dikenal masyarakat antara lain :
dengan memasang iklan di media internet ( membuat blog, toko online, dll ) ,
memasarkan produk ke toko toko terdekat.
e. Pelayanan
Pelayanan yang saya terapkan dalam menjalankan usaha ini antara lain :
memberikan pelayanan yang ramah, mengatakan hal yang jujur kepada konsumen,
mengantarkan telur kepada konsumen jika membeli dalam jumlah banyak.

f. Permintaan
Permintaan pasarnya yang masih sangat tinggi menjadikan bisnis bebek petelur
sekarang ini memiliki prospek yang sangat bagus dan menjanjikan keuntungan yang
cukup besar. Bahkan sampai hari ini para peternakbebek di Indonesia belum bisa
memenuhi tingginya kebutuhan pasar domestik yang setiap pekan mengalami
peningkatan semakin pesat.

g. Penawaran
Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha peternakan bebek petelur pada
masa yang akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang memberikan nilai
lebih dan manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif maupun
lebih kompetitif karena sudah ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang
memberikan kemudahan bagi bagi penjual maupun pembeli dalam melakukan
transaksi atau sebatas bertukar informasi. Oleh karena itu, bagi pelaku usaha di sektor
ini harus mampu melakukan penawaran yang inovatif untuk menarik pasar.
h. Persaingan dan Peluang Usaha
Usaha peternakan bebek petelur yang masih sedikit membuat kualitas telur ini
semakin tinggi dan permintaan pun belum maksimal. Masih sedikitnya usaha dalam
bidang ini membuat peluang usaha ini terbuka lebar . Apalagi telur bebek
dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan telur asin.Konsumsi telur bebek
semakin meningkat seiring dengan peningkatan pola makan penduduk Indonesia yang
membutuhkan makanan untuk memenuhi salah satu menu gizi setiap hari.

Aspek Teknis

a. Peralatan
Peralatan yang saya perlukan untuk usaha ini antara lain :
No Nama Jumlah Cara Memperoleh
1 Kandang Bebek 3 kotak ( 40 meter x26 meter ) membuat sendiri
2 Lampu 9 Buah membeli
3 Tempat Pakan / Minum @ 100Buah membeli
4 Alat Kebersihan 1 set Membeli

b. Legalitas
Sebelum memulai usaha, kita harus mendapat perizinan untuk mendirikan usaha.
Hal pertama yang saya lakukan adalah meminta izin kepada warga sekitar ( RT/
RW ). Setelah warga sekitar memberikan izin , langkah selanjutnya adalah
meminta surat perizinan kepada RT / RW setempat. Perizinan yang lain adalah
SIUP dan NPWP.

c. Bahan Baku
Bahan baku yang saya perlukan untuk mendirikan usaha ini antara lain :
No Nama Jumlah
1 Bibit bebek usia produktif ( 5 bulan ) 1000 ekor
2 Pakan bebek sudah termasuk katul , aking dll 30.000 kg
3 Vitamin + Vaksin 20 bungkus

d. Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang saya butuhkan untuk usaha ini adalah 3orang .1 bertugas
sebagai manager , 1 orang bertugas sebagai pengurus peternakan, dan 1 orang bertugas
sebagai sopir.
Untuk kriteria pemilihan karyawan disini tidak dibutuhkan keahlian khusus yang
terpenting karyawan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan dan mempunyai
semangat kerja yang tinggi.
e. Pembibitan
Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang
telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.
1. Pemilihan bibit dan calon induk
Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baikadalah
sebagai berikut :
a. membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya
b. memelihara induk itik yaitu pejantan +betina itik unggul untuk mendapatkan
telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
c. membeli DOD ( Day Old Duck ) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya
maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat. Ciri
DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning
mengkilap.Pemilihan bibit
Bibit yang saya pilih untuk usaha ini adalah , bibit itik yang berusia produktif
yaitu yang berusia 5 bulan. Di sini saya membeli bibit dari daerah Ponorogo.Pakan
dan vitamin nya juga saya peroleh dari situ.
f. Kapasitas produksi
Dalam satu kandang yang berukuran 45 x 28,8 meter kira kira bisa menampung
330 ekor itik beserta tempat makan dan minum.

g. Pemeliharaan kandang
Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi
tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.Sama halnya seperti ternak ayam,
maka ternak itik juga memerlukan kandang terutama pada malam hari. Oleh karena itu
kandang itik harus memenuhi syarat- syarat sebagai berikut :
Mempunyai luas yang cukup untuk jumlah itik yang di pelihara
Terpisah dari tempat pemukiman/rumah
Mempunyai ventilasi udara yang cukup
Cukup masuk sinar matahari, kandang sebaiknyamenghadap ke timur.
Mudah dibersihkan, lantaikandang harus lebih tinggidari tanah sekelilingnya
danharus padat lantainya. Tinggikandangnya harus cukup bagipeternak untuk
bekerjadidalamnya.
Di dalam kandang tersedia alatperlengkapan pokok (tempat makan, tempat
minum, alatpemanas buatan, tempatbertelur) bagi kepentinganhidup itik yang
bersangkutan.
Terletak di daerah yang tenang,aman dan mempunyaisumber air yang cukup
danbersih.
h. Hama dan penyakit
Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:
penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa
penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana
perkandangan yang kurang tepat.

SUMBER DATA

Pemeliharaan bebek petelur akan menghasilkan telur untuk konsumsi dan juga
faeces (kotoran) yang berguna untuk pupuk. Telur untuk konsumsi diperdagangkan dalam
bentuk segar dan olahan. Telur asin adalah merupakan bentuk olahan dari telur bebek
yang diperdagangkan di Indonesia. Subsititusi telur bebek adalah telur ayam (ayam
kampung dan ayam ras). Ternyata kandungan telur bebek ditinjau dari kandungan lemak,
protein, kalsium, besi dan Vitamin A per butirnya lebih tinggi dibandingkan dengan
kandungan telur ayam.
Hanya kandungan kalori telur bebek lebih rendah dibandingkan dengan telur
ayam. Dengan demikian kandungan nilai gizi telur bebek secara umum lebih tinggi
dibandingkan dengan telur ayam. Perbandingan nilai gizi telur bebek dan telur ayam
dapat dilihat dalam Tabel 3.1 di bawah ini.

Sumber: Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan (2013) dalam Suharno dan Amri (2015)

Berdasarkan kenyataan yang ada saat ini, perkembangan permintaan terhadap


telur bebek selalu meningkat dari tahun ke tahun. Sebagian besar konsumen telur bebek
adalah penduduk di kota-kota besar. Disamping untuk konsumsi rumah tangga,
konsumen lainnya yang sangat potensial adalah restoran, rumah makan, kapal-kapal laut,
rumah sakit, asrama-asrama, perusahaan-perusahaan tertentu, dan juga konsumen jamu.
Jumlah konsumsi telur bebek dan telur ayam di beberapa kecamatan yang ada di
kabupaten Ponorogo sebagai berikut:

Penduduk Konsumsi Telur Bebek Konsumsi Telur Ayam


No Tahun
Ponorogo (butir) per bulan (butir) per bulan
1 2013 863.890 269.000 148.000
2 2014 865.809 281.000 244.000
3 2015 867.393 304.000 283.000

Segi potensial dari konsumsi telur bebek adalah adanya kecenderungan sebagian
orang yang menganggap telur bebek lebih berkhasiat untuk campuran jamu godokan
dibanding dengan telur ayam. Begitu juga untuk pembuatan martabak, disebutkan telur
bebek mutlak diperlukan dan bahkan ada yang berpendapat tidak dapat digantikan
dengan telur ayam. Sebagai informasi tambahan, selain untuk dikonsumsi, telur bebek
juga dipergunakan oleh industri. Industri yang mempunyai kecenderungan untuk
menggunakan telur bebek adalah industri kosmetik dan farmasi. Bahkan, telur bebek
mempunyai potensi besar untuk dijadikan tepung telur.

Data produksi tahun 2015:

Produksi Telur Bebek (butir) Produksi Telur Ayam (butir)


Campuran jamu 114.000 Campuran jamu 89.000
Campuran martabak 126.000 Campuran martabak 93.000

TAHAPAN ANALISA

Rata-rata konsumsi ikan pertahun perorang :


12 : 3 = 4 butir
Presentase rata-rata kenaikan jumlah penduduk 3 tahun kedepan :
100 % + 0,203% = 100,203% pertahun

Estimasi Penawaran Telur Bebek Untuk 3 Tahun Kedepan (dalam satuan butir)
Karena data penawaran hanya tersedia satu tahun maka digunakan pendekatan penawaran tahun
2015 diprosentasekan dengan jumlah permintaan tahun 2015, sebab untuk proyeksi 3 tahun
kedepan tersedia estimasi permintaan.

# Tingkat permintaan konsumsi telur bebek tahun 2015:

304.000 x 12 = 3.648.000 butir

#Tingkat penawaran konsumsi telur bebek tahun 2015:

240.000 butir

# Permintaan yang belum terpenuhi (peluang) tahun 2015:

3.648.000 240.000 = 3.408.000 butir

#Peluang

(3.408.000 : 3.648.000) x 100% = 93% dari jumlah total permintaan (konsumsi telur bebek)
PENUTUPAN

Kesimpulan

Usaha ternak bebek petelur dapat dilaksanakan di seluruh lokasi, kecuali lokasi

yang gaduh dan lalu lalang kendaraan bermotor serta dekat dengan pemukiman. Usaha

ternak bebek petelur umumnya masih dilakukan secara tradisional. Sedangkan cara

pengusahaan bebek petelur yang semi intensif dan intensif akan memberikan peluang

menciptakan keuntungan lebih baik dan kepastian usaha yang tinggi. Usaha ternak bebek
petelur memerlukan sarana produksi yang sebagian besar berasal dari daerah setempat.

Dengan demikian kelancaran produksinya dapat lebih terjamin.

Selanjutnya, mengingat tenaga kerja yang dibutuhkan dapat juga dipenuhi dari

daerah setempat, maka usaha ternak bebek petelur tidak akan mengakibatkan gangguan

sosial dan keamanan di lokasi usaha ini dilaksanakan. Pemasaran telur hingga saat ini

tidak dijumpai masalah, artinya pasar masih mampu menyerap telur yang dihasilkan oleh

peternak bebek. Bahkan dijumpai adanya gejala pihak peternak tidak mampu menjawab

tantangan pasar agar memasok lebih banyak lagi.