Anda di halaman 1dari 5

ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI

A. Letak Usaha
a. Strategi Produksi

Sebelum menentukan produk-produk apa saja yang akan kami jual di Club Cafe,
terlebih dahulu kami melihat respon pasar dengan membuat beberapa sampel makanan dan
minuman untuk melihat respon pelanggan, apakah sesuai dengan keinginan calon pelanggan
atau tidak. Apabila respon dari calon pelanggan terhadap suatu sampel kurang baik, maka
produk tersebut tidak akan kami jual, sebaliknya jika suatu sampel mendapat respon yang
bagus, maka kami akan menetapkan sampel tersebut sebagai salah satu produk Club Cafe.

b. Perencanaan Kualitas
Realibility, kami memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan sesuai dengan hal-hal
yang telah kami janjikan, yaitu kualitas makanan dan minuman yang baik dan terjamin
kebersihannya.
Responsiveness, pelayanan di Club Cafe ini dilakukan dengan sigap, karena selain
produk kami yang terjamin kualitasnya, para karyawan juga sudah terlatih dalam
melayani pelanggan.
Assurance, karyawan yang ada pada Club Cafe memiliki kemampuan melayani
pelanggan dengan sangat baik, ramah, dan mengetahui segala hal tentang Club Cafe.
Tangibles, selain mengutamakan kualitas produk makanan dan minuman yang dijual,
Club Cafe juga memberikan fasilitas yang sebaik mungkin bagi pelanggan, seperti
fasilitas Wi-fi, ruangan ber AC, proyektor, dan printer.

c. Tata Letak (layout) fasilitas

Ruangan 2 lantai dengan spesifikasi lantai pertama menggunakan AC dan rungan


tertutup dengan desain kursi dan meja yang sudah tertata rapi. Untuk di lantai 2, kami
mengkonsepkan duduk tanpa menggunakan kursi atau bisa dikatakan lesehan dengan fasilitas
tambahan berupa proyektor untuk menghibur para konsumen. Lalu kami juga memberikan
fasilitas lain berupa printer, karena keberadaan kami yang berada di area sekitar kampus,
maka konsumen kami mayoritas mahasiswa yang mungkin nanti akan berkunjung ke tempat
kami sambil mengerjakan tugas. Jadi kami menyediakan printer untuk para pelanggan kami
yang mungkin nanti ingin mencetak tugas-tugas mereka.
ASPEK LINGKUNGAN HIDUP (AMDAL)

Dalam Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (AMDAL) disebutkan bahwa AMDAL merupakan kajian mengenai dampak
besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan atau kegiatan yang
direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan
tentang penyelenggaraan usaha dan atau kegiatan. Dalam kajian AMDAL, yang nantinya
akan dilakukan proses adalah dampak positif dan negative dari suatu rencana kegiatan atau
proyek, yang dipakai pemerintah dalam memutuskan apakah suatu kegiatan atau proyek
layak atau tidak layak lingkungan.

Aspek dampak lingkungan merupakan analisis yang paling dibutuhkan pada saat ini,
karena setiap proyek yang dijalankan akan memiliki dampak yang sangat besar terhadap
lingkungan di sekitarnya, antara lain:

Dampak terhadap air


Dampak terhadap tanah
Dampak terhadap udara
Dampak terhadap kesehatan manusia

Pada akhirnya pendirian usaha akan berdampak terhadap kehidupan fisik, flora dan
fauna yang ada di sekitar usaha secara keseluruhan.

a. Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)

KA-ANDAL adalah suatu dokumen yang berisi tentang ruang lingkup serta
kedalaman kajian ANDAL. Ruang lingkup kajian ANDAL meliputi penentuan dampak-
dampak penting yang akan dikaji secara lebih mendalam dalam ANDAL dan batas-batas
studi ANDAL. Sedangkan kedalaman studi berkaitan dengan penentuan metodologi yang
akan digunakan untuk mengkaji dampak. Penentuan ruang lingkup dan kedalaman kajian ini
merupakan kesepakatan antara Pemrakarsa Kegiatan dan Komisi Penilai AMDAL melalui
proses yang disebut dengan proses pelingkupan.
b. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL):

ANDAL adalah dokumen yang berisi telaahan secara cermat terhadap dampak
penting dari suatu rencana kegiatan. Dampakdampak penting yang telah diindetifikasi di
dalam dokumen KAANDAL kemudian ditelaah secara lebih cermat dengan menggunakan
metodologi yang telah disepakati. Telaah ini bertujuan untuk menentukan besaran dampak.
Setelah besaran dampak diketahui, selanjutnya dilakukan penentuan sifat penting dampak
dengan cara membandingkan besaran dampak terhadap kriteria dampak penting yang telah
ditetapkan oleh pemerintah. Tahap kajian selanjutnya adalah evaluasi terhadap keterkaitan
antara dampak yang satu dengan yang lainnya. Evaluasi dampak ini bertujuan untuk
menentukan dasar-dasar pengelolaan dampak yang akan dilakukan untuk meminimalkan
dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif.

c. Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL):

RKL adalah dokumen yang memuat upaya-upaya untuk mencegah, mengendalikan


dan menanggulangi dampak penting lingkungan hidup yang bersifat negatif serta
memaksimalkan dampak positif yang terjadi akibat rencana suatu kegiatan. Upaya-upaya
tersebut dirumuskan berdasarkan hasil arahan dasar-dasar pengelolaan dampak yang
dihasilkan dari kajian ANDAL.

d. Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL):

RPL adalah dokumen yang memuat program-program pemantauan untuk melihat


perubahan lingkungan yang disebabkan oleh dampak-dampak yang berasal dari rencana
kegiatan. Hasil pemantauan ini digunakan untuk mengevaluasi efektifitas upaya-upaya
pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan, ketaatan pemrakarsa terhadap peraturan
lingkungan hidup dan dapat digunakan untuk mengevaluasi akurasi prediksi dampak yang
digunakan dalam kajian ANDAL.

Konsep AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

Usaha cafe wajib melakukan AMDAL untuk bisnisnya. Karena usaha cafe merupakan
usaha yang menghasilkan limbah, terutama limbah cair, dan limbah plastic bungkus. Berikut
daftar limbah beserta cara penanggulangannya:
No Jenis Limbah Cara Mengatasinya
1 Bungkus plastic Disediakan kantong plastic
kemasan berukuran besar sebagai
tempat penampungan
sementara, setelah
terkumpul kemudian di
daur ulang.
2 Sisa air pencucian Di salurkan ke septic-tank agar
tidak berdampak langsung
terhadap lingkungan sekitar.
3 Sisa makanan dan Disediakan tempat sampah
sampah selain yang nantinya akan dibuang di
plastic tempat pembuangan akhir

Dengan adanya dampak negatif akan limbah cafe tersebut, bukan berarti usaha cafe
harus dilarang, tetapi perlu dilakukan pengelolaan limbah yang tepat, sehingga limbah
tersebut tidak menimbulkan pencemaran lingkungan sesuai standar batas yang ditetapkan
pemerintah.