Anda di halaman 1dari 4

Hordeolum

No. Dokumen : /UKP/SOP/


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/
UPTD Puskesmas dr. Hj.Siti Maisaroh
Ttd. Ka. UPTD Puskesmas Tanjung Enim
Tanjung Enim Nip.197401122002122001
Pengertian Hordeoulum adalah peradangan supuratif kelenjar kelopak mata.
Biasanya merupakan infeksi Staphylococcus pada kelenjar sebasea
kelopak.
Tujuan Sebagai pedoman di dalam memberikan penatalaksanaan terhadap
hordeolum agar pasien mendapatkan tindakan dan terapi yang cepat
dan tepat
Kebijakan Keputusan kepala Puskesmas Tanjung Enim Nomor Tahun
tentang Pemberian layanan klinis
Referensi Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Primer, Bakti Husada IDI Edisi revisi Tahun 2014
Alat & Bahan Peralatan bedah minor
Langkah- Hasil Anamnesis (Subjective)
langkah Gejala utama hordeolum adalah kelopak yang bengkak dengan rasa
sakit dan mengganjal, merah, dan nyeri bila ditekan, serta perasaan
tidak nyaman dan sensasi terbakar pada kelopak mata.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)


Pemeriksaan Fisik Oftalmologis:
Ditemukan kelopak mata bengkak, merah, dan nyeri pada perabaan. Nanah
dapat keluar dari pangkal rambut (hordeolum eksternum. Apabila sudah terjadi
abses dapat timbul undulasi

Pemeriksaan Penunjang:
Tidak diperlukan

Penegakan Diagnostik (Assessment)


Diagnosis Klinis:
Penegakan diagnosis dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Diagnosis Banding:
1. Selulitis preseptal
2. Kalazion
3. Granuloma piogenik
Komplikasi:
1. Selulitis palpebra
2. Abses palpebra

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Non medikamentosa
1. Mata dikompres hangat 4-6 kali sehari selama 15 menit setiap
kalinya untuk membantu drainase. Tindakan dilakukan dengan
mata tertutup.
2. Kelopak mata dibersihkan dengan air bersih ataupun dengan sabun
atau sampo yang tidak menimbulkan iritasi, seperti sabun bayi. Hal
ini dapat mempercepat proses penyembuhan. Tindakan dilakukan
dengan mata tertutup.
3. Jangan menekan atau menusuk hordeoulum. Hal ini dapat
menimbulkan infeksi yang lebih serius.
4. Hindari pemakaian make-up pada mata, karena kemungkinan hal itu
menjadi penyebab infeksi
5. Jangan memakai lensa kontak karena dapat meneyebarkan infeksi
ke kornea

Medikamentosa
1. Pemberian terapi topical dengan Oxytetrasiklin salep mata atau

kloramfenikol salep mata setiap 8 jam. Apabila menggunakan


kloramfenikol tetes mata sebanyak 1 tetes tiap 2 jam
2. Pemberian terapi oral sistemik dengan Eritromisin 500mg pada
dewasa dan anak sesuai dengan berat badan atau dikloksasilin 4
kali sehari selama 3 hari.

Konseling & Edukasi


Penyakit hordeolum dapat berulang sehingga perlu diberi tahu pasien
dan keluarga untuk menjaga higiene dan kebersihan lingkungan.

Rencana Tindak Lanjut


Bila dengan pengobatan konservatif tidak berespon dengan baik, maka
prosedur pembedahan mungkin diperlukan untuk membuat drainase
pada hordeolum.
Diagram Alir
Keluhan
kelopak yang bengkak dengan rasa sakit dan
Pasien datang mengganjal, merah, dan nyeri bila ditekan, serta
perasaan tidak nyaman dan sensasi terbakar pada
kelopak mata.

Pemeriksaan Fisik:
Pemeriksaan Fisik Oftalmologis:
Ditemukan kelopak mata bengkak, merah, dan nyeri
pada perabaan. Nanah dapat keluar dari pangkal
rambut (hordeolum eksternum). Apabila sudah terjadi
abses dapat timbul undulasi

Diagnosis
Hordeolum

Penatalaksanaan
Non medikamentosa
1. Mata dikompres hangat 4-6 kali sehari selama 15 menit setiap kalinya
untuk membantu drainase. Tindakan dilakukan dengan mata tertutup.
2. Kelopak mata dibersihkan dengan air bersih ataupun dengan sabun atau
sampo yang tidak menimbulkan iritasi, seperti sabun bayi. Tindakan
dilakukan dengan mata tertutup.
3. Jangan menekan atau menusuk hordeoulum.
4. Hindari pemakaian make-up pada mata
5. Jangan memakai lensa kontak

Medikamentosa
1. Terapi topical: Oxytetrasiklin salep mata atau kloramfenikol salep mata
setiap 8 jam. Apabila menggunakan kloramfenikol tetes mata sebanyak 1
tetes tiap 2 jam
2. Terapi oral: Eritromisin 500mg pada dewasa dan anak sesuai dengan
berat badan atau dikloksasilin 4 kali sehari selama 3 hari

Pasien
pulang

Hal-hal yang Kriteria rujukan


perlu 1. Bila tidak memberikan respon dengan pengobatan konservatif
diperhatikan 2. Hordeolum berulang
Unit Terkait Poli Umum
Poli Lansia
Poli Anak
Dokumen Rekam Medis
Terkait
Rekaman No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan
Historis
Perubahan