Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN OPERASI

Small Incision Cataract Surgery (SICS) OS + IOL

Oleh :
Karen Tizia Mogi
13014101230
Masa KKM 1 Desember-28 Desember 2014

Supervisior Pembimbing :
dr. Herny Poluan, SpM

BAGIAN ILMU PENYAKIT MATA


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2014
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan operasi

Small Incision Cataract Surgery (SICS) OS + IOL


telah dikoreksi dan disetujui pada Desember 2014 di bagian Ilmu Penyakit

Mata RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.

Operator

dr. Roy Umboh


LAPORAN OPERASI
Jumat, 5 Desember 2014

Nama : Marie Palar


Umur : 64 tahun
Agama : Kristen Protestan
Alamat : Tondano
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Diagnosis : Katarak Sinilis Stadium Matur OS
Jenis operasi : SICS + IOL
Operator : dr. Roy Umboh
Supervisior pembimbing : dr. Herny Poluan, SpM
Dokter muda : Karen Tizia Mogi, SKed

Persiapan Operasi
1. Periksa tanda-tanda vital (tekanan darah: 130/70 mmHg, nadi: 78x/ menit,
respirasi: 20x/ menit, suhu 36C).
2. Mata kiri ditetasi pantokain 0,5% sebanyak 1 tetes lalu ukur tekanan intra
okuler (TIO).
3. Tetes Timol sebanyak 1 tetes pada mata kiri.
4. Mata kiri ditetes dengan mydriatil 0,5% sebanyak 1 tetes pada mata kiri.
Jalannya Operasi
1. Penderita dibawa ke ruang operasi dan dibaringkan di atas meja operasi.
Mikroskop diatur sedemikian rupa sehingga lapangan pandang operasi jelas.
2. Mata kiri ditetesi pantokain 0,5% dilakukan spooling pada kantus medialis/
lateralis dari forniks posterior/ superior dengan campuran povidone iodine:
ringer laktat = 1:9. Daerah palpebra didesinfeksi dengan povidone iodine
kemudian dibilas dengan alkohol 70%.
3. Anestesi subtendon dengan lidokain 2% sebanyak 3 cc sambil dilakukan
massage sampai tekanan bola mata kembali dalam batas normal.
4. Tutup lapangan pandang operasi dengan doek steril besar dan kecil, pasang
eye spekulum pada mata kiri dan dilakukan fiksasi otot rektus arah jam 12.
5. Selama operasi kornea ditetesi dengan ringer laktat kemudian dilakukan
periotomi konjungtiva arah jam 12 sepanjang 8 mm. Perdarahan yang
terjadi dirawat dengan kapas pelintir dan kauter.
6. Selanjutnya dibuat grooving pada arah jam 12 7 mm. Dilakukan tunneling
sampai ke kornea sepanjang 2 mm, kemudian dilakukan sideport arah jam 9
dan dimasukkan trypan blue ke anterior dimasukkan viscoelastic melalui
sideport arah jam 12 dengan keratomi melalui tunnel.
7. Luka dilebarkan 9 mm, dimasukkan viscoelastic untuk membentuk COA,
dilakukan continous curve capsulorhexis.
8. Selanjutnya dilakukan hidroseksi dan hidroprolaps, supaya lensa berada di
depan iris. Lensa dilahirkan dengan menggunakan vectis.
9. Dilakukan irigasi aspirasi untuk mengeluarkan sisa-sisa korteks. Dimasukkan
viscoelastic ulang, lensa dimasukkan in the bag, kemudian dilakukan irigasi
aspirasi untuk mengeluarkan sisa viscoelastic. Dilakukan hidrasi pada
sideport, cek kembali tekanan bola mata.
10. Setelah itu dilakukan injeksi pada konjungtiva bulbi dengan gentamycin dan
dexamethason, kemudian diberikan gentamycin zalf pada mata kiri.
11. Tutup mata yang dioperasi dengan kassa steril.
12. Operasi selesai pukul 11:00 WITA dan pasien diistirahatkan di bangsal Irina F
Mata.