Anda di halaman 1dari 3

Jurnal Oftalmologi Indonesia Vol. 5, No. 1, April 2007 : Hal. 1 - 5 I S S N . 1 6 9 3 - 2 5 8 7 Jurnal Oftalmologi Indonesia Vol. 5, No.

1, April 2007 2

Jurnal Oftalmologi Indonesia JOI Lensa Bantu JOI

LENSA BANTU UNTUK PEMERIKSAAN SEGMEN POSTERIOR


DENGAN LAMPU CELAH BIOMIKROSKOP
hasil pemeriksaan tidak optimal.5 Lensa kondensi dengan kekuatan + 60 D
digunakan untuk memberikan bayangan papil dan
makula yang baik, namun untuk menghasilkan
Ihsan , Wimbo Sasono bayangan yang jelas posisi lampu celah
Bag./SMF Ilmu Penyakit Mata Fakultas Kedokteran UNAIR/RSU Dr.Soetomo Surabaya biomikroskop harus ditarik sejauh mungkin ke
belakang. Lensa kondensi + 90 D memberikan
lapangan pemeriksaan yang paling luas dan dapat
digunakan walaupun pupil kecil. Sedangkan lensa
kondensi + 78 D merupakan salah satu lensa
ABSTRACT kondensi yang paling sering digunakan karena dapat
memberikan pembesaran bayangan sedang dan
Handheld lenses are useful for examining the posterior segment with slit-lamp biomicroscope. Handheld Gambar 1. lapangan pemeriksaan yang cukup luas. Selain itu
lenses can be divided into 2 types : noncontact and contact lens. The type of the lenses was grouped into different Prinsip pemeriksaan fundus dengan lensa Hruby.6
lensa ini mudah dipegang dan tidak membutuhkan
power range. There are many lenses available, each lens has its advantages and disadvantages. The most manipulasi lampu celah yang besar, sehingga sering
commonly used noncontact lens is +78 D condensing lens. For more detail examination contact lens can be used. digunakan bagi para pemula. Saat ini telah banyak
The most commonly used contact lens is Goldman three-mirror. The primary use of these lenses is the magnified dikembangkan lensa kondensi dengan desain lebih
and binocular evaluation of posterior pole and optic nerve. baik dengan kekuatan mulai dari + 54 D untuk
mendapatkan bayangan papil optik dan makula
Keyword: condensing lens, Goldman three-mirror, handheld lens yang lebih jelas sampai +132 D untuk mendapatkan
lapang pemeriksaan retina yang lebih luas.1,2,5,7

Gambar 2.
Posisi pasien pada pemeriksaan fundus dengan lensa Hruby5

PENDAHULUAN pada setiap lampu celah biomikroskop sebagai Lensa Bantu Kondensi
Pemeriksaan fundus dapat mengungkapkan asesoris. Penggunaan lensa ini dengan Merupakan lensa bikonvek dengan kekuatan +
adanya penyakit-penyakit pada mata atau penyakit meletakkannya di depan mata pasien dengan posisi 60 D, + 78 D, dan + 90 D. Karakteristik bayangan
sistemik lainnya. Pemeriksaan fundus dapat bagian yang konkav menghadap pasien dengan yang dihasilkan sama dengan oftalmoskop indirek
dilakukan memakai lampu celah biomikroskop jarak sekitar 10-20 mm dari mata yang diperiksa. yaitu nyata, diperbesar, terbalik dan stereoskopis.
dengan bantuan lensa bantu untuk mengevaluasi Lampu celah biomikroskop diatur selebar 2-3 mm Bayangan nyata terjadi jika bayangan didapat dari
makula, pembuluh darah, diskus, dan permukaan dengan iluminasi sedang dan pembesaran 10 kali perpotongan sinar bias. Semakin besar kekuatan
vitreoretina. 1,2,3, digerakkan ke depan ke arah pupil sampai tampak dioptri lensa yang digunakan maka bayangan yang
Dalam penggunaanya lensa bantu ini dapat bayangan fundus. Pembesarannya dapat diatur dibentuk akan semakin kecil namun lapang Gambar 4.
dibedakan atas dua macam, yaitu lensa bantu non sampai 16 kali1,5 pemeriksaan semakin luas.1,5,7 Pemeriksaan fundus biomikroskopis dengan lensa kondensi +60
kontak dan lensa bantu kontak. Lensa bantu non Bayangan yang dibentuk lensa Hruby adalah D (kiri) dan salah satu contoh gambar bagian retina yang bisa
kontak terdiri atas lensa kondensi dan lensa maya, tegak, diperkecil, dan stereoskopis. Bayangan dievaluasi (kanan).9
Hruby sedangkan lensa bantu kontak terdiri atas maya terjadi jika bayangan didapat dari perpotongan
lensa kontak langsung dan tidak langsung. Lensa perpanjangan sinar bias. Bayangan ini cukup Selain untuk pemeriksaan segmen posterior,
bantu ini digunakan untuk diagnostik maupun adekuat untuk evaluasi papil optikus, makula dan lensa non kontak juga dapat digunakan untuk
jaringan retina sentral.5 tindakan laser. Walaupun lebih tidak stabil
terapeutik (tindakan laser). 1,4
Kelemahan utama dari teknik ini adalah lapang dibandingkan lensa kontak, namun bermanfaat bila
pemeriksaan yang lebih kecil dibandingkan metode pemakaian lensa kontak merupakan kontra indikasi
LENSA BANTU NON KONTAK pemeriksaan yang lain. Fiksasi pasien yang kurang relatif. Misalnya pada pasien yang baru mengalami
baik, sulitnya mengatur posisi lampu celah pada trauma, kelainan epitel kornea akibat diabetes
Lensa Hruby
pasien dengan pupil yang sulit lebar, dan kekeruhan Gambar 3. mellitus, kelainan distrofi basal membran anterior
Merupakan lensa plano konkaf dengan
media refraksi yang bermakna akan menyebabkan Prinsip pemeriksaan fundus dengan lensa kondensi.6 kornea, atau erosi kornea yang berulang.
kekuatan -58,50 D. Lensa Hruby biasanya sudah ada

1
Jurnal Oftalmologi Indonesia Vol. 5, No. 1, April 2007 3 Jurnal Oftalmologi Indonesia Vol. 5, No. 1, April 2007 4

Lensa Bantu JOI Lensa Bantu JOI

kornea dinetralisir dengan permukaan lensa yang Lensa Kontak Tidak langsung
konkaf-plano. Salah satu kegunaan Lensa tiga Lensa bantu kontak tidak langsung merupakan
cermin Goldmann adalah membantu menemukan hal yang baru dalam pemeriksaan funduskopi
break bila dalam pemeriksaan oftalmoskop tidak dengan lampu celah. Lensa jenis ini terkenal karena
langsung break sulit ditemukan.1,5,7 stabil, stereoskopis dan pembesaran bayangan
Pemeriksa pemula mungkin bingung untuk fundus. Lensa ini terdiri dari satu seri lensa mulai dari
menggunakan cermin yang mana dalam memeriksa lensa untuk pemeriksaan sentral dari fundus dengan
pasien. Dengan jembatan keledai 'APE' dapat pembesaran bayangan yang besar sampai lensa
membantu. Dimulai dengan cermin yang berbentuk untuk pemeriksaan fundus yang lebih luas dengan
parabola dan diteruskan searah jarum jam, dengan pembesaran bayangan yang lebih kecil. Lensa
tujuan pemeriksaan sudut, perifer dan ekuator (APE kontak tidak langsung menghasilkan bayangan
= angle, peripher, equator). Kebingungan juga dapat fundus yang terbalik. Cara pemeriksaan dengan
Gambar 5. disebabkan karena bayangan yang dilihat terbalik menggunakan lensa ini sama seperti menggunakan
Beberapa contoh lensa kondensi non kontak secara antero-posterior namun tidak secara lateral. lensa kontak langsung.
Hal ini berbeda dengan oftalmoskop tidak langsung
Pelapis lensa (lens coating) digunakan sebagai yang terbalik secara anterior-posterior maupun PERBANDINGAN ALAT
anti refleksi untuk mendapatkan kontras bayangan secara lateral.6 Gambar 8. Perbandingan alat pemeriksaan untuk segmen
yang optimal, pantulan yang minimal dan Cara pemasangan Lensa Tiga Cermin dari Goldmann. 4
Tabel 1. posterior dapat dilihat pada table 2.
memperjelas transmisi laser diode pada tindakan
Geometri dan Fungsi Cermin Lensa Fundus. 1
laser sehingga tindakan laser dapat dilakukan lebih Saat ini dikembangkan juga jenis lensa kontak
Tabel 2.
aman dan akurat. Pada saat ini hampir semua lensa Cermin Inklinasi Struktur yang diperiksa langsung yang mirip dengan lensa tiga cermin dari Perbandingan alat untuk memeriksa segmen posterior mata.4
diagnostik juga dapat digunakan untuk tindakan Parabola 59o Sudut Bilik Mata Depan (BMD)
Goldmann, namun pada lensa ini ada empat cermin
TEHNIK LAPANG PEMERIKSAAN BAYANGAN
laser karena semua lensa bantu pada umumnya Persegi panjang 67o anterior ekuator posterior ora serata bantu.
telah dilapisi lapisan anti refleksi.11 Trapesoid 73o Fundus bagian ekuator Lensa Hruby 10 o
Tegak, maya, diperkecil
Lampu celah + Lensa Nyata, terbalik
kondensi
LENSA BANTU KONTAK + 78 D 30o Diperbesar 10 X
Penggunaan lensa ini ditempelkan langsung ke + 90 D 40o Diperbesar 7,5 X

kornea dan memerlukan anestesi topikal serta jelly Lensa Tiga Cermin
viskus untuk melindungi kornea. Penggunaan lensa Goldmann Diperbesar 10 X
Lensa sentral 20o Nyata, tegak
kontak untuk penyaringan (screening) tidak praktis Cermin Sampai perifer Terbalik anterior-
sebab membutuhkan proses pemeriksaan yang posterior

lama dan memerlukan persiapan yang lebih rumit Oftalmoskop tidak


daripada bila menggunakan lensa bantu non kontak. langsung Nyata, terbalik
+ 14 D 40o Diperbesar 4 X
Penggunaannya terbatas untuk evaluasi yang lebih Gambar 6.
+ 20 D 45o Diperbesar 3 X
Skema Jalannya Sinar pada Pemeriksaan dengan Lensa Tiga 50o
detil bila pada pemeriksaan oftalmoskop tidak + 30 D Diperbesar 2 X
Cermin dari Goldmann.6
langsung ditemukan kelainan.1,2,5 Gambar 9.
Oftalmoskop langsung 5o Nyata, tegak
Contoh lensa empat-cermin (Lensa Karickhoff).10 Diperbesar 14 X
Lensa Kontak Langsung
Salah satu contoh lensa jenis ini adalah lensa Lensa ini mempunyai 4 cermin bantu dan
kontak tiga cermin dari Goldmann, yang mempunyai masing masing cermin tersebut ditandai dengan titik PEMELIHARAAN LENSA
cermin dengan berbagai bentuk dengan inklinasi untuk mempermudah orientasi. Lensa di aksis Cara Membersihkan
sudut tertentu.(Tabel 2.1) Permukaan lensa yang sentral untuk melihat gambaran fundus sekitar 360. Membersihkan lensa harus hati-hati agar tidak
menghadap permukaan kornea berbentuk konkaf Cermin bantu dengan satu titik, bersudut 620 untuk menimbulkan goresan yang akan menyebabkan
dan mempunyai radius kurvatura yang sedikit curam melihat sudut bilik mata depan. Cermin dengan lensa menjadi rusak. Biasanya setiap produk
Gambar 7. tanda 2 titik, bersudut 670 untuk melihat ora serata.
daripada permukaan kornea. Lensa bagian sentral Skema Bagian Fundus yang diperiksa pada Pemeriksaan dengan menyertakan tehnik perawatan, namun secara
ini mempunyai kekuatan +64 D dengan radius Lensa Tiga Cermin dari Goldmann, (1) Lensa kontak bagian Cermin dengan tanda 3 titik, bersudut 760 untuk umum cara membersihkan lensa pada dasarnya
kurvatura 7,6 mm, digunakan untuk evaluasi daerah sentral, (2) Cermin trapesoid (midperifer/ekuator), (3) Cermin melihat mid ekuator. Dan cermin dengan tanda 4 titik, sama . Segera setelah dilepas dari mata pasien,
sentral fundus okuli (sekitar 30o). Kekuatan refraktif persegi panjang (perifer), (4) Cermin Parabola (sudut irido bersudut 800 untuk melihat daerah mid periferal. lensa dibilas dengan air dingin atau hangat.
Jurnal Oftalmologi Indonesia Vol. 5, No. 1, April 2007 5

Lensa Bantu JOI

Kemudian dibersihkan dengan beberapa tetes anestesi topikal serta jelli viskus untuk melindungi
sabun cair yang lembut dan dibilas kembali dengan kornea. Penggunaannya terbatas untuk evaluasi
air sampai bersih. Lensa dikeringkan dengan kain yang lebih detil bila pada pemeriksaan oftalmoskop
katun yang lembut atau tissue yang tidak bertiras. tidak langsung ditemukan kelainan.
Biasanya setiap produsen lensa juga menyertakan Pedoman perawatan untuk masing-masing
kain pembersih khusus yang sesuai dengan lensa produk lensa biasanya disertakan oleh setiap
yang mereka produksi.8,10 produsen lensa. Hal ini untuk menjaga agar lensa
tersebut tahan lama dan tidak timbul goresan yang
Cara Desinfeksi dapat mengganggu dalam proses pemeriksaan.
Cairan desinfektan yang dapat digunakan
adalah Glutaraldehid 2 % atau Sodium Hipoklorit 10
% (dapat dibuat dengan mencampur cairan pemutih
rumah tangga dan air bersih dengan perbandingan
1:10). Lensa direndam selama 20-25 menit. Tidak DAFTAR PUSTAKA
dianjurkan menggunakan larutan alkohol, aseton, 1. Zadnik K. 1997. The ocular examination: measurements
atau hidrogen peroksida karena akan merusak and findings. Philadelphia. WB Saunders company: 268 270
2. Federman JL, Gouras P, Hermann S,et al. 1994. Retina and
permukaan lensa. Perlu diketahui bahwa tidak vitreous. New York. Mosby:56 57
semua lensa bantu boleh direbus atau diautoklaf 3. Vaughan, D G, Asbury, T, Riordan-Eva, P, Oftalmologi Umum,
sistem uap. 8,10 Jakarta, Penerbit Widya Medika, 2000, hal 45 47
4. Wilson FM, 1996. Practical Ophthalmology: A manual for
PEMBAHASAN beginning residents. San fransisco. American Academy of
Ophthalmology. Hal 304, 317 320., 347 351
Pemeriksaan funduskopi dengan 5. Casser L, Fingerret M, Woodcame HT. 1997. Atlas primary
menggunakan lampu celah biomikroskop eye care procedures. Connecticut. Appleton & Lange: 238
membutuhkan lensa tambahan untuk dapat melihat 250
segmen posterior bola mata. Lensa bantu seperti 6. Miller KM, Atebara NH, Fellenz M et al. 2003 2004 . Basic and
clinical science course section 3: Optics, refraction, and
yang telah diuraikan diatas dibagi dua macam, yaitu contact lenses. San Fransisco. The Foundation of the
lensa non kontak dan lensa kontak. Lensa non american academy of ophthalmology: 256 262
kontak dalam penggunaannya tidak ditempelkan di 7. Regillo CD, Benson WE. 1998. Retinal detachment:
kornea, sedangkan lensa kontak harus ditempelkan diagnosis and management. New York. Lippincot Raven :
92 94
ke kornea. 8. Volk Ophthalmic Catalog 2005. available from
Lensa non kontak ada 2 macam, yaitu lensa www.volk.com. Accessed on December 2005
Hruby dan lensa kondensi. Lensa Hruby 9. Kanski JJ, Tanner V, Damato BE, et al. 2005. Diseases of
menghasilkan bayangan fundus yang tegak, maya. ocular fundus. China. Elsevier Ltd: 1 7
10. Ocular instruments product catalog. available from
diperkecil, dan lapang pemeriksaan sempit sehingga www.ocular-instruments.com. Accessed on December 2005
hanya bisa memeriksa kutub posterior saja. Fiksasi 11. Kimura AE. 1992. Contact and non-contact lenses in
pasien yang kurang baik, sulitnya mengatur posisi photocoagulation therapy. Laser surgery in ophthalmology.
lampu celah menyebabkan hasil pemeriksaan tidak California. Appleton & Lange. Hal: 7 14
optimal. Lensa kondensi menghasilkan bayangan
fundus yang nyata, diperbesar, dan terbalik. Lensa
kondensi + 78 D merupakan salah satu lensa
kondensi yang paling sering digunakan karena
memberikan pembesaran bayangan sedang dan
lapangan pemeriksaan yang cukup luas. Selain itu
lensa ini mudah dipegang dan tidak membutuhkan
manipulasi lampu celah yang besar.
Lensa bantu kontak dalam penggunaannya
ditempelkan pada kornea dan membutuhkan