Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN LABORATORIUM

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

No. PERCOBAAN : 13

JUDUL : DESAIN PENGUAT TRANSISTOR


COMMON EMITER

NAMA PRAKTIKAN : Sevthia Nugraha

NAMA REKAN KERJA : Ade Zaskiatun N

Socrates Putra N

KELAS/KELOMPOK : TT-3A / 08

TANGGAL PELAKSANAAN PRAKTIKUM : 9 & 16 Desember2016

TANGGAL PENYERAHAN LAPORAN : 29 Desember 2016

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTAOKTOBER 2016


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Praktikum
Laboratorium Digital. Praktikum ini merupakan salah satu matakuliah yang wajib
ditempuh di Jurusan Elektro Politeknik Negeri Jakarta di Program Studi Teknik
Telekomunikasi.

Dengan selesainya laporan kerja praktek ini tidak terlepas dari bantuan banyak
pihak yang telah memberikan masukan-masukan kepada penulis. Untuk itu penulis
mengucapkan banyak terimakasih kepada Dosen Praktikum. Penulis menyadari bahwa
masih banyak kekurangan dari laporan ini, baik dari materi maupun teknik penyajiannya,
mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun sangat penulis harapkan.

Penulis

2
DAFTAR ISI

1. KATA PENGANTAR................................................................................................i

2. DAFTAR ISI.............................................................................................................ii

3. TUJUAN...................................................................................................................1

4. DASAR TEORI........................................................................................................1

5. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN.................................................................6

6. CARA MELAKUKAN PERCOBAAN....................................................................6

7. ANALISA.................................................................................................................9

8. HASIL DATA PERCOBAAN.................................................................................13

9. DAFTAR PUSTAKA
PERCOBAAN 13

DESAIN PENGUAT TRANSISTOR COMMON EMITER

1. TUJUAN
Menentukan titik kerja melalui pemberian tegangan basis sesuai dengan jenis
transistor dan arus output
Mengamati tegangan output dan menghitung penguatan tegangan
Menentukan respon frekuensi dan lebar bidang frekuensi

2. DASAR TEORI

Pada konfigurasi emitor bersama (common emitter) sinyal input diumpankan pada
basis dan output diperoleh dari kolektor dengan emitor sebagai groundnya. Gambar
2.1. (a) dan (b) menunjukkan Rangkaian penguat transistor common emiter.

Gambar 2.1. Rangkaian Penguat Transistor Common Emiter

2.1. Analisa DC

Analisa DC digunakan untuk menentukan titik kerja transistor, dimana nilai-nilai


yang ditentukan adalah: IB, IC, IE, VB, VBE, dan VCE! Cara untuk melakukan analisa
DC yaitu dengan melepas semua kapasitor (open-circuit). Gambar 2.2.
menunjukkan Rangkaian pengganti untuk analisa DC.

1
Gambar 2.2. Rangkaian pengganti untuk analisa DC

R2
VBB = R 1+ R 2 VCC

R1 x R2
RBB = R1//R2 = R 1+ R 2

1
( . )
R2 10

VE = VB VBE

1

VE(Q) 10 VCC

Faktor penguatan arus pada emitor bersama disebut dengan BETA ( . Seperti

halnya pada , istilah juga terdapat dc (beta dc) maupun ac (beta

ac). Definisi ac dengan VCE konstan adalah:

IC
=
IB

Istilah sering dikenal juga dengan hfe yang berasal dari parameter hibrid untuk

faktor penguatan arus pada emitor bersama. Data untuk harga hfe maupun ini

lebih banyak dijumpai dalam berbagai datasheet dibanding dengan . Umumnya

2
transistor mempunyai harga dari 50 hingga lebih dari 600 tergantung dari jenis

transistornya. Dalam perencanaan rangkaian transistor perlu diperhatikan bahwa

harga dipengaruhi oleh arus kolektor. Demikian pula variasi harga juga

terjadi pada pembuatan di pabrik. Untuk dua tipe dan jenis transistor yang sama serta

dibuat dalam satu pabrik pada waktu yang sama, belum tentu mempunyai yang

sama.

IC
=
IB

IC = . IB

IB + I C = I E

IC IE . IB

Persamaan input :

VBB = IB.RBB + VBE + IE.RE

= IB.RBB +VBE + ( .IB).RE

VBBVBE
IB = RBB + ( + 1 )

Persamaan output :

VCC = IC.RC + VCE +IE.RE

VCE = VCC IC.RC IE.RE

Saat transistor saturasi, VCE (sat) 0 V

3
VCC
IC (sat) = RC+

Saat IC < IC (sat)

IC = . I , saat I <I (sat)


B C C

Gambar 2.3. Menunjukkan Garis Beban dan Titik Kerja Transistor.

2.2. Analisa AC

Analisa AC dgunakan untuk menentukan Zi, Zo, Av, dan Ai. Cara untuk melakukan
analisa AC yaitu semua kapasitor dihubung-singkat (short-circuit) dan sumber
tegangan DC juga dihubung-singkat (short-circuit).

Gambar 2.4. Menunjukkan Rangkaian Pengganti untuk Analisa AC

2.3. re Model

4
(a) Rangkaian Equivalent Hybrid (CB) (b) Rangkaian Equivalent Hybrid (CE)

Gambar 2.5. Rangkaian pengganti re Model

26 mV
re = IE

26 mV
rac = IB

IC I E .I
B

IC
I B=

26 mV 26 mV 26 mV
( )
rac = IB = IE/ = IE

rac = hie = . re

2.4. Impedansi input Zi:

Saat analisa ac, kapasitor CE = low impedance, sehingga RE = 0 (short


circuit)

R1 x R2
RBB = R1//R2 = R 1+ R 2

RBB x h ie
Zi = RBB//hie = RBB+ hie

5
atau

RBB x .
Zi = RBB // .re =
RBB+ .

2.5. Impedansi output Zo:

ZO = RC

2.6. Penguat Tegangan Av:

Vo = -Io.RC = -IC.RC

= -. Ib. RC

Vi
( )
= - hie .RC


( )
=- hie RC Vi

Vo
( )
Av = Vi = - hie RC

RC
Av =-

2.7. Penguat Arus Ai :

Pembagi arus antara RBB dan hie

RBB
Ib = RBB +h ie Ii

Ib RBB
Ii = RBB +h ie

Pada sisi output:

6
Io
=
Ib

Io Io Ib
Ai = Ii = Ib . Ii

RBB
Ai = RBB +h ie .

RBB
Ai = . = Jika RBB hie
RBB

RBB
Ai = Penguat arus rc model
RBB + RE

3. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN

No. Alat-alat dan Komponen Jumlah


1. Resistor
R1 = 97.64 k 1
R2 = 20 k 1
RC = 1 k 1
RE = 1 k 1
RS = 1 k 1
RL = 1.5 k 1
2. Transistor BC 107 1
3. Kapasitor 10 F 3
4. Power Supply DC 1
5. Multimeter Analog 1
6. Function Generator 1
7. Osciloscope 1
8. Protoboard 1
9. Kabel-kabel penghubung Secukupnya

7
4. LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN

Langkah-langkah melakukan percobaan menguji titik kerja transistor adalah


sebagai berikut:

4.1. TITIK KERJA TRANSISTOR

1. Catatlah karakteristik transistor BC107 dari datasheet.


2. Transistor BC107 digunakan sebagai penguat transistor common emiter dengan
bias pembagi tegangan. Hitunglah nilai R1, R2, RC, dan RE bila VCC = 10 V dan
IC(Q) = 1 mA.
3. Hitunglah VCE(Q)! Apakah VCE(Q) x IC(Q) < PD(max)?
4. Buatlah rangkaian bias pembagi tegangan seperti gambar 4.1. dengan VCC = 10 V
dan nilai-nilai R1, R2, RC, dan RE hasil perhitungan pada langkah 2!

Gambar 4.1. Rangkaian Bias Pembagi Tegangan Penguat Common Emiter

5. Ukurlah IB, IC, IE, VBE, dan VCE, catatlah hasil pengukuran pada tabel 6.1.

4.2. RANGKAIAN PENGUAT TRANSISTOR COMMON EMITER


6. Buatlah rangkaian seperti Gambar 4.2. dengan VIN (AC) = 80 mVpp Gelombang
sinusoida, frekuensi 1KHz, RS = 1k, dan RL = 1.5 k
7. Catatlah hasil pengukuran VOUT pada tabel 6.2!
8. Amati dengan menggunakan osciloscope VB, VE, VBE, VCE, dan VOUT,
gambarlah hasil pengamatan tersebut!
9. Ulangi langkah 6 dengan harga VIN(AC) = 0.2 Vpp dan 1 Vpp pada frekuensi yang
sama.

8
Gambar 4.2. Rangkaian Penguat Transistor Common Emiter

4.3. RANGKAIAN PENGUAT TRANSISTOR COMMON EMITER

10. Buatlah rangkaian seperti gambar 4.2!


11. Aturlah function generator pada gelombang sinusoidal, frekuensi 1 KHz,
hubungkan ke input rangkaian. Amati outputnya menggunakan osciloscope.
12. Aturlah amplitudo sinyal input sehingga diperoleh amplitudo sinyal output
maksimum tanpa cacat.
13. Catatlah nilai tegangan input dan tegangan output pada saat tersebut, catat pada
tabel 6.3.
14. Gambarlah VIN dan VOUT, sehingga terlihat berbeda phasa!
15. Ubahlah frekuensi function generator sesuai dengan yang tertera pada tabel, jagalah
agar tegangan input tetap, catatlah besar tegangan output untuk setiap frekuensi!

5. PERTANYAAN DAN TUGAS


1. Hitunglah IB, IC, IE, VBE, dan VCE, catatlah hasil pengukuran pada tabel 6.1.
Bandingkan hasil pengukuran dengan hasil perhitungan, bila terjadi perbedaan,
Jelaskan!
2. Hitunglah penguatan tegangan rangkaian penguat common emiter tersebut!
3. Apakah ada perbedaan bentuk gelombang VB, VE, V BE, VCE, dan VOUT pada
VIN(AC) = 80 mVpp, 0.2 Vpp dan 1 Vpp? Jelaskan!
4. Hitunglah VOUT pada rangkaian penguat transistor menggunakan model ac Ebers
Molls! Bandingkan hasil perhitungan ini dengan hasil pengukuran pada Tabel 6.2!
5. Bagaimana dengan fasa VIN dengan VOUT?
6. Hitunglah penguatan tegangan (Av = VOUT/VIN) dan hitung Av dalam dB pada
bermacam frekuensi lalu cantumkan pada tabel!
7. Gambarkan grafik respon frekuensi pada kertas grafik (semilog)!
8. Pada frekuensi berapa penguatan turun d B dari penguatan maksimum?
9. Berapa lebar bidang frekuensi penguat ini?

9
10. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini!

JAWABAN

1. Perbedaan antara pengukuran dan perhitungan terjadi akibat kesalahan praktikan


dalam merangkai design common emitter atau kesalahan lingkungan maupun pada
kondisi alat kurang baik.

No. IB IC IE VB VBE VCE


0.94 0.61
Ukur 4A 1.65 0.68 8.2
mA mA
Hitung 5A 1 mA 1 mA 1.7 0.7 8

2. Penguatan tegangan yang didapatkan dari perhitungan hasil pengukuran adalah


- Vin = 80 mV
Av = Vout/Vin = 0.7 Vpp / 0.08 Vpp = 8.75 kali
- Vin = 0.2 Vpp Av = Vout/Vin = 2.4 Vpp / 0.2 Vpp = 1.2 kali
- Vin = 1 Vpp
Av = Vout / Vin = 6.08 Vpp / 1 Vpp = 6.08 kali
- Vin = 27 mVpp
Av = Vout/Vin = 0.228 Vpp / 0.027 Vpp = 8.44 kali

3. Terjadi perbedaan. Terlihat jelas pada Vout. Karena semakin besar input

10
yang diberikan maka output pun semakin besar pula. sehingga semakin besar
output maka akan memotong gelombang sinusoidal sehingga tidak sempurna.
4. Berlakuuntuksemuanilai input :
V 0,7 V
r ' e = BE = =697,61
I E 1,003 103 A

80 mV
'
V =I B ( r e + R E )
0,08 V =I B ( 697,61 + 1000 )

I B=4,71 105 A

V out =I B RC =4,71 105 A 103 =0,047 V

0,2 V
'
V =I B ( r e + R E )
0,2 V =I B ( 697,61 +1000 )

I B=1,17 104 A

V out =I B RC =1,17 104 A 104 =1,17 V

1V
V =I B ( r ' e + R E )

1V =I B ( 697,61 +1000 )

I B=5,89 104 A

V out =I B RC =5,89 104 A 10 4 =5,89V

Gelombang output yang dihasilkan berbalik fasa 180 derajat terhadap


gelombanginputnya.Dan amplitudo dari output menjadilebih besar daripada
amplitudo inputnya padakondisitersebutmenunjukkanterjadinya penguatan.

22
5. Pembalikan fasa terjadi karena selama setengah siklus tegangan masuk yang positif
arus basis naik, mengakibatkan arus kolektor juga naik. Hal tersebutmenimbulkan
penurunan tegangan yang lebih besar melintas tahanan kolektor. Sehingga,
tegangan kolektor turun dan kita memperoleh setengah siklus negatif yang pertama
pada tegangan keluar. Sebaliknya, pada setengah siklus tegangan masuk yang
negatif arus kolektor lebih sedikit mengalir dan penurunan tegangan melintas
tahanan kolektor berkurang. Dengan demikian, tegangan kolektor tanah naik dan
kita memperoleh setengah siklus positif pada tegangan keluar.

6.

Frekuensi (Hz) Vin (Vpp) Vout(Vpp) Av Av (dB)


100 29.6 80 2.7 8.63
150 31.2 152 4.87 13.75
200 36.8 184 5 13.98
300 36 200 5.55 14.89
500 31.2 216 6.92 16.8
800 32 232 7.25 17.2
1K 27 248 9.18 16.26
10 K 29.6 240 8.1 10.17
30 K 32.8 244 7.44 17.43
50 K 30.4 240 7.89 17.94
60 K 31.2 236 7.56 17.57
70 K 29.6 240 8.11 17.60
75 K 26.4 236 8.94 19.02
80 K 28.8 244 8.47 18.56
100 K 27.2 244 8.97 19.05
200 K 28 236 8.43 18.52
300 K 30.4 232 7.63 17.65
500 K 32 228 7.125 17.05
1M 31.2 176 5.64 15.02

22
300

250

200

150
Vout(Vpp) Vin (Vpp)
100

50

7.

8. PadaFrekuensi 500kHz sudah mulai turun hampir -3dB. Sedangkan pada 1MHz
sudahmelewati range frekuensi kerja.

9. 9. 100 Hz 500 kHz


10. Kesimpulan
Penguat common emitor memiliki sifat menguatkan tegangan puncak amplitudo
dari sinyal masukan.
Semakin tinggi nilai tegangan input (Vin) yang diberikan, maka nilai tegangan
keluaran dari Vout akan semakin besar pula. Sehingga menyebabkan penguatannya
semakin besar.
Sinyal output yang dihasilkan berbalikfasa 180 derajat terhadap sinya linputnya.

22
DATA HASIL PERCOBAAN

No. Percobaan : 01 Pelaksanaan Praktikum: 9&16 Desember


Judul : Penguat Transistor 2016
Common Emiter Penyerahan Laporan : 29 Desember 2016
Mata Kuliah : Laboratorium Analog Nama Praktikan :Sevthia Nugraha
Kelas : TT-3A / 08 Nama Rekan Kerja : Ade Zaskiatun N
Tahun Akademik : 2016 Socrates Putra N

TITIK KERJA TRANSISTOR


VCC = 10 V R1 = 97.64 k
IC(Q) = 1 mA R2 = 20 k
Transistor BC107 RC = 1 k
Hfe () = 200 RE = 1 k
PD(max) = 300 mW

Tabel 6.1. Rangkaian bias tegangan penguat transistor common emiter

No. IB IC IE VB VBE VCE


Ukur 4A 0.94 mA 0.61 mA 1.65 0.68 8.2
Hitung 5A 1 mA 1 mA 1.7 0.7 8

Tabel 6.2. Rangkaian penguat transistor common emiter

VOUT
VIN (AC)
Ukur Hitung
80 mVpp 0.7 Vpp -74.3 mVpp
0.2 Vpp 2.4 Vpp -185 mVpp
1 Vpp 6.08 Vpp -929 mVpp
42 mVpp (keadaan normal) 228 mVpp -25 mVpp

19
BENTUK GELOMBANG
Vin (ac) = 80mVpp
f = 1 KHz

VB

VE VBE

VCE VOUT

19
BENTUK GELOMBANG
Vin (ac) = 0.2 Vpp
f = 1 KHz

VB

VE VBE

VCE VOUT

19
BENTUK GELOMBANG
Vin (ac) = 1 Vpp
f = 1 KHz

VB

VE VBE

VCE VOUT

19
BENTUK GELOMBANG
Vin (ac) = 42mVpp
f = 1 KHz

VB

VE VBE

VCE VOUT

19
Tabel 6.3. Penguatan Tegangan Av, Respon Frekuensi, dan Lebar Bidang Frekuensi

Frekuensi (Hz) Vin (Vpp) Vout(Vpp) Av Av (dB)


100 29.6 80 2.7 8.63
150 31.2 152 4.87 13.75
200 36.8 184 5 13.98
300 36 200 5.55 14.89
500 31.2 216 6.92 16.8
800 32 232 7.25 17.2
1K 27 248 9.18 16.26
10 K 29.6 240 8.1 10.17
30 K 32.8 244 7.44 17.43
50 K 30.4 240 7.89 17.94
60 K 31.2 236 7.56 17.57
70 K 29.6 240 8.11 17.60
75 K 26.4 236 8.94 19.02
80 K 28.8 244 8.47 18.56
100 K 27.2 244 8.97 19.05
200 K 28 236 8.43 18.52
300 K 30.4 232 7.63 17.65
500 K 32 228 7.125 17.05
1M 31.2 176 5.64 15.02

19
DAFTAR PUSTAKA

Indra. 2014. Penguat Common Emitor. www.swaraunib.com [20Desember 2016]

Wulansari, Rizqia. 2013. DasarElektronika. http://rizqiaawulansari.wordpress.com

[20 Desember 2016]

Sabrina. 2012. Penguat Transistor. http://abisabrina.wordpress.com [22 Desember


2016]

19