Anda di halaman 1dari 56

LAPORAN KINERJA

TAHUN KEDUA RPJMD KALTIM 2013-2018

Refleksi Tahun Kedua Kepemimpinan


DR. H. Awang Faroek Ishak &
H. M. Mukmin Faisyal, HP, SH, MH

Di awal kepemimpinan Gubernur DR. H. Awang Faroek


Ishak dan Wakil Gubernur H. M. Mukmin Faisyal HP, SH, MH
telah menyampaikan Visi Kaltim 2013-2018 Mewujudkan
Kaltim Sejahtera Yang Merata dan Berkeadilan Berbasis Visi Menuju
Agro Industri dan Energi Yang Ramah Lingkungan. Kaltim Maju
2018
Pelaksanaan pembangunan pada Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2008-2013 lalu telah
berhasil mencapai capaian indikator makro pembangunan
berupa : Capaian
1. IPM sebesar 73,71 (peringkat ke-5 Nasional); RPJMD
Kaltim
2. Tingkat Kemiskinan 6,06% (peringkat ke-7 Nasional)
2008-2013
3. Pertumbuhan Ekonomi 1,59%
4. Tingkat Inflasi 9,65%
5. Tingkat Pengangguran 8,90%
6. Indeks Kualitas Lingkungan 74,07

Tahun 2015 ini merupakan tahun kedua RPJMD Kaltim 2013-


2018 sebagai tahapan ketiga dari Rencana Pembangunan Jangka
Tahun 2015
Panjang Daerah (RPJPD) 2005-2025. Visi Kaltim 2013-2018 merupakan
didasari dengan spirit membangun masa depan ekonomi daerah Tahun Kedua
Kalimantan Timur yang berbasiskan sumber daya alam yang RPJMD
Kaltim
dapat diperbaharui dengan memperhatikan aspek lingkungan dan 2013-2018
tidak tergantung atas migas dan batubara yang masih
mendominasi hingga 63,04% dari total PDRB Rp. 519,93 Triliun
pada tahun 2014.
Dengan terbentuknya Kalimantan Utara berdasarkan
Undang-Undang No. 20 Tahun 2012 maka luas daratan wilayah
Kalimantan Timur berkurang menjadi 12,73 Juta Ha dengan jumlah
penduduk menjadi 3,3 Juta Jiwa yang meliputi 3 Kota dan 7
Tahun 2012
Kabupaten. Satu diantaranya adalah Kabupaten Mahakam Ulu Terbentuknya
merupakan daerah pemekaran baru dari Kabupaten Kutai Barat Kalimantan
Utara,
berdasarkan Undang-Undang No. 2 Tahun 2013. Karena itu,
Wilayah
evaluasi tahun kedua RPJMD Tahun 2013-2018 tidak Kaltim

1
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
mengikutsertakan Provinsi Kalimantan Utara. Berkurang
Untuk mewujudkan visi Gubernur dan Wakil Gubernur 2013-
2018 maka ditetapkan lima Misi yang sekaligus menjadi agenda
utama pembangunan, yaitu; (1) Mewujudkan kualitas sumber
2 daya manusia kaltim yang mandiri dan berdaya saing tinggi;
(2) Mewujudkan daya saing ekonomi yang berkerakyatan berbasis
sumber daya alam dan energi terbarukan; (3) Mewujudkan Visi Kaltim
Maju 2018
infrastruktur dasar yang berkualitas bagi masyarakat secara
Menetapkan
merata; (4) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang 5
profesional, transparan dan berorientasi pada pelayanan publik; Misi/Agenda
Utama
dan (5) Mewujudkan kualitas lingkungan yang baik dan sehat serta
Pembanguna
berperspektif perubahan iklim. n

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


Dalam proses penyusunan RPJMD 2013-2018 Provinsi
Kalimantan Timur dihadapkan pada sepuluh isu strategis
pembangunan, yaitu; (1) Pemekaran Kalimantan Utara; (2)
Perubahan Iklim Akibat Emisi Gas Rumah Kaca; (3)
Pengarusutamaan (Mainstreaming) Ekonomi Hijau Dalam
Perencanaan Pembangunan; (4) Pentingnya Pengembangan Agro-
Industri di Masa Depan; (5) Kelangkaan BBM dan Daya Listrik yang
Sepuluh isu
Tak Kunjung Terpecahkan; (6) Komitmen Atas Pemberantasan dan strategis
Pencegahan Korupsi; (7) Koordinasi Yang Lemah Antara Provinsi dihadapi
Kaltim saat
dan Kabupaten/Kota Dalam Pengendalian Ijin Eksploitasi; (8) ini.
Peningkatan Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan; (9)
Pencapaian MDGs; dan (10) Pencapaian MP3EI.
Kebijakan pembangunan Kalimantan Timur sudah sejalan
dengan Kebijakan pembangunan Nasional dibawah kepemimpinan
Presiden Republik Indonesia H. Joko Widodo dan Wakil Presiden
H. Yusuf Kalla yaitu Terwujudnya Indonesia Berdaulat,
Mandiri, dan Berkepribadian Berdasarkan Gotong Royong,
Joko Widodo
dengan pengembangan sektor unggulan Rencana Pembangunan & Yusuf Kalla
Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 yaitu : kedaulatan Mewujudkan
pangan, kedaulatan energi, kelautan dan kemaritiman, industri Indonesia
Berdaulat,
dan pariwisata, pembangunan infrastruktur, serta pembangunan Mandiri, dan
kualitas hidup manusia dan masyarakat. Berkepribadi
an
Proses pelaksanaan pembangunan RPJMN 2014-2019
Berdasarkan
dengan memperhatikan norma-norma : Gotong
1. Pembangunan harus dapat meningkatkan kualitas hidup Royong
manusia dan masyarakat;
2. Pembangunan tidak boleh menciptakan dan memperlebar
ketimpangan;
3. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh menurunkan daya dukung
dan menimbulkan kerusakan lingkungan.
Norma-Norma
Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat, prioritas Pelaksanaan
pembangunan Kalimantan Timur diarahkan pada: Pembangunan
RPJMN
1. Peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan; 2014-2019
2. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan;
3. Percepatan pengentasan kemiskinan;
4. Peningkatan dan perluasan kesempatan kerja;
5. Pengembangan ekonomi kerakyatan;
6. Percepatan transformasi ekonomi;

3
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
7. Pemenuhan kebutuhan energi ramah lingkungan;
8. Pengembangan agribisnis;
9. Peningkatan produksi pangan; 12 Prioritas
Pembanguna
10. Peningkatan kualitas infrastruktur dasar;
n Kaltim
4 11. Reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan;
12. Peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Sesuai dengan target pembangunan 5 tahun kedepan, pada


tahun 2018 ditargetkan IPM Kaltim mencapai 78, menurunkan
angka kemiskinan menjadi 5%, tingkat pertumbuhan ekonomi
mencapai 4,7% 5,3% dengan migas, tingkat inflasi
mencapai 5,5%, kesempatan kerja terbuka atau pengangguran
menurun hingga pada level 5,11%, dan indeks kualitas lingkungan

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


mencapai 82.
Disamping capaian indikator makro tersebut di atas terdapat
berbagai sasaran pembangunan penting lainnya yang harus
dicapai antara lain :
1. Meningkatnya pemanfaatan energi baru terbarukan hingga
mencapai bauran energi sebesar 3%; Target
Ekonomi
2. Meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap pelayanan
Makro Kaltim
infrastruktur dasar hingga mencapai Indeks Kepuasan Tahun 2018
Layanan Infrastruktur (IKLI) sebesar 7;
3. Terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas Korupsi
Kolusi dan Nepotisme (KKN) hingga mencapai Indeks Persepsi
Korupsi (IPK) sebesar 7;
4. Meningkatnya kualitas pelayanan publik hingga mencapai
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 85.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi


Kalimantan Timur telah berkomitmen dan berupaya untuk Sasaran
melakukan peningkatan kualitas pelayanan dasar masyarakat Pembanguna
n Kalimantan
menjadi lebih baik. Timur
Pencapaian target tersebut di atas hanya mungkin 2013-2018
terealisasi apabila investasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi
meningkat signifikan, inflasi dan jumlah penduduk terkendali,
percepatan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dengan
didukung oleh aparatur dan sistem birokrasi yang profesional
serta kondisi Kalimantan Timur yang aman dan damai.
Didalam RPJMD 2013-3018 Pemerintah Provinsi
merencanakan pembangunan program unggulan sesuai dengan
misi pembangunan, sebagai berikut :
Misi I : Mewujudkan Kualitas Sumber Daya
Manusia Kaltim yang Mandiri dan Berdaya Saing Tinggi,
beberapa program/kegiatan unggulan diantaranya :
Penyediaan beasiswa Kaltim Cemerlang bagi 250.000 orang;
Penyediaan kartu sehat bagi seluruh masyarakat miskin melalui
program Jaminan Kesehatan Provinsi;
Pembangunan Institut Teknologi Kalimantan (ITK);
Pembangunan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI);
Pembangunan Rumah Sakit Pratama di daerah;
Pembangunan Gedung Sekolah Khusus Olahragawan Internasional
(SKOI);

5
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
Pembangunan Education Centre.

Misi II : Mewujudkan Daya Saing Ekonomi yang Kegiatan


Unggulan
Berkerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam Dan Energi
Pada Misi I
Terbarukan, beberapa program/kegiatan unggulan diantaranya : Pembanguna
6 n Kaltim
1. Program kredit tanpa agunan bagi usaha kecil;
2. Penyediaan permukiman layak huni untuk 10.000 masyarakat
berpenghasilan rendah;
3. Penyediaan air bersih dan listrik di seluruh desa di Kalimantan
Timur;
4. Program pembangunan pembangkit listrik tenaga gas berasal
dari pengolahan limbah pabrik kelapa sawit (PLTBG-POME);
5. Swasembada pangan melalui program membangun berbagai

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


sarana dan prasarana pertanian;
6. Penciptaan lapangan kerja antara lain dengan membangun
sentra-sentra produksi, termasuk membangun Samarinda
Trans Studio, Kaltim Zoo, Balikpapan Mall.
Kegiatan
Misi III : Mewujudkan Infrastruktur Dasar yang Unggulan
Pada Misi II
berkualitas bagi Masyarakat secara merata, beberapa Pembanguna
program/kegiatan unggulan diantaranya : n Kaltim
1. Penyediaan sarana dan prasarana transportasi dan
komunikasi yang menghubungkan seluruh wilayah
kecamatan;
2. Jalan Provinsi dan Nasional kualitas kelas I;
3. Pembangunan jalan tol Balikpapan Samarinda;
4. Penyelesaian pembangunan jembatan Pulau Balang;
5. Pembangunan jembatan Tol Balikpapan Penajam Paser Utara
(PPU);
6. Pembangunan jembatan kembar Samarinda;
7. Pembangunan infrastruktur pendukung pelabuhan peti kemas
Kariangau Balikpapan;
8. Pembangunan pelabuhan Maloy serta sarana dan prasarana
pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta
Trans Kalimantan (MBTK);
9. Penyelesaian pembangunan Bandara Sultan Aji Muhammad Kegiatan
Unggulan
Sulaiman, Sepinggan Balikpapan; Pada Misi III
10. Penyelesaian pembangunan Bandara Samarinda Baru; Pembanguna
11. Pembangunan Bandara Maratua Kabupaten Berau; n Kaltim

12. Pembangunan Bandara di Perbatasan;


13. Penyelesaian Bendungan Sungai Wain Balikpapan;
14. Pembangunan Tower Komunikasi di daerah perbatasan.

Misi IV : Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan


yang Profesional, Transparan dan Berorientasi pada
Pelayanan Publik, beberapa program/kegiatan unggulan
diantaranya :
1. Reformasi birokrasi dan pelayanan publik;
2. Penguatan Perizinan Terpadu Satu Pintu.

Misi V : Mewujudkan Kualitas Lingkungan yang Baik dan


Sehat serta Berperspektif Perubahan Iklim, beberapa
program/kegiatan unggulan diantaranya :
Penerapan program Kaltim Hijau;

7
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
Pemanfaatan 100.000 Ha lahan terdegradasi untuk pertanian dan
perkebunan rakyat non sawit. Kegiatan
Unggulan
Pada Misi IV
Pembanguna
Perkiraan kebutuhan investasi Provinsi Kalimantan Timur n Kaltim
8 tahun 2013-2018 sebesar Rp. 282,195 Triliun. Sedangkan
kapasitas fiskal Kalimantan Timur tahun 2013-2018 adalah
sebesar Rp. 106,408 Triliun sehingga terjadi kesenjangan investasi
sebesar Rp. 175,787 Triliun. Kesenjangan investasi ini diharapkan
mendapat dukungan dari pihak Swasta dan Pemerintah.
Pada Tahun 2015 yang merupakan tahun kedua pelaksanaan Kegiatan
RPJMD Kaltim 2013-2018 (Provinsi dan Kabupaten/Kota) jumlah Unggulan
alokasi anggaran pembangunan sebesar Rp. 56,36 Triliun yang Pada Misi V
terdiri dari APBD Provinsi sebesar Rp. 11,48 triliun, APBD Pembanguna

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


Kabupaten/Kota sebesar Rp. 30,17 Triliun dan APBN Provinsi n Kaltim
sebesar Rp. 7,50 Triliun dan APBN Kabupaten/Kota sebesar Rp.
9,36 Triliun.
Sebagai wujud tanggung jawab Pemerintah Provinsi
Kalimantan Timur, menjadi wajib bagi kami menyampaikan Kesenjangan
Fiskal dan
Laporan Tahun Kedua Pelaksanaan RPJMD tahun 2013-2018 Kebutuhan
sampai Bulan Desember 2015 sebagai gambaran secara objektif, Investasi
langkah-langkah yang telah ditempuh, pencapaian sasaran Menjadi Hal
pembangunan dan kendala yang masih dihadapi dalam Yang Serius
pelaksanaan pembangunan tersebut.
Walaupun kondisi ekonomi global mempengaruhi pertumbuhan Pertumbuha
n Ekonomi
ekonomi Kaltim pada Triwulan III 2015 yang mengalami
-2,42%
penurunan hingga -1,63% tanpa migas, akan tetapi berbagai dengan
program yang dilakukan Pemerintah telah memberikan perubahan migas &
-1,63%
yang cukup nyata terhadap kemajuan pembangunan. Hal ini dapat tanpa migas.
dilihat dari capaian indikator makro pembangunan yaitu IPM
sebesar 73,82 (peringkat ke-3 Nasional); Tingkat Kemiskinan IPM Kaltim
6,23% (peringkat ke-7 Nasional); Tingkat Inflasi 3,8%; Tingkat Peringkat 3
Nasional
Pengangguran 7,50%; dan Indeks Kualitas Lingkungan 78,29.
Tahun 2014 PDRB Kaltim sebesar Rp. 519,93 triliun
menempatkan Kaltim diposisi ke-7 nasional. Sampai dengan
Triwulan ke III Tahun 2015 PDRB Kaltim telah mencapai Rp 368,73
dan PDRB perkapita tahun 2014 mencapai Rp. 154,5 Juta.
Investasi di Kalimantan Timur sampai dengan triwulan III
tahun 2015 telah mencapai 30,92 Triliun yang terdiri PMDN
Rp.8,81 Triliun dan PMA Rp. 22,10 Triliun. Untuk mencapai target
pertumbuhan ekonomi sebesar 4,7-5,3% hingga tahun 2018 perlu PDRB Kaltim
Triwulan III
upaya kerja keras dengan target investasi sebesar Rp. 44,19
Tahun 2015
Triliun yang bersumber dari investasi PMDN dan PMA. mencapai
Sampai dengan bulan Oktober tahun 2015 Ekspor Kaltim Rp. 368,73
telah mencapai US$ 14,77 Milyar yang terdiri dari ekspor migas Triliun,
sebesar US$ 5,45 Milyar dan non migas sebesar US$ 9,32 Milyar.
Pada Tahun 2015 ini di bidang reformasi birokrasi, penilaian
Total
akuntabilitas kinerja pemerintahan tahun 2014 Kalimantan Timur Investasi
meraih predikat kategori B+ dari Kementerian Pendayagunaan Kaltim
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Pada tahun 2015 ini Sampai
Dengan
Kaltim juga meraih posisi terbaik pertama secara Nasional dalam Triwulan III
Keterbukaan Informasi Publik. Tahun 2015
Disamping peningkatan pencapaian kinerja pembangunan, mencapai
30,92 Trilyun
Kalimantan Timur masih menghadapi permasalahan dalam
pelaksanaan pembangunan pada :
1. Menurunnya pendapatan daerah untuk membiayai kegiatan
pembangunan daerah;

9
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
2. Regulasi berubah-ubah yang tidak menguntungkan bagi
daerah;
3. Eksploitasi sumber daya alam tidak memberikan Ekspor
kesejahteraan bagi masyarakat Kalimantan Timur; Kaltim
4. Kurangnya dukungan Kabupaten/Kota dan Masyarakat dalam sampai
10 Bulan
pembebasan lahan untuk pembangunan. Oktober
2015
Untuk melihat secara lengkap capaian kinerja pembangunan sebesar Rp.
US$ 14,77
Kalimantan Timur dan permasalahan yang dihadapi, disampaikan Milyar
berdasarkan 5 (lima) Misi Utama Pembangunan Kaltim sebagai
berikut :

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


Permasalaha
n
Pembanguna
n di Kaltim

Capaian
Kinerja
Tahun
Pertama
RPJMD
2013-2018

11
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
12

MISI I

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


MEWUJUDKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA KALTIM YANG
MANDIRI DAN BERDAYA SAING TINGGI

Misi pertama Kaltim Maju 2018 adalah Mewujudkan


Misi I
Kualitas Sumber Daya Manusia Kaltim yang Mandiri dan Meningkatk
Berdaya Saing Tinggi. an Kualitas
Dalam misi pertama ini pembangunan dilaksanakan SDM Kaltim

untuk mencapai satu tujuan yaitu Meningkatkan kualitas


SDM Kaltim dan lima sasaran yaitu (1) Meningkatkan
Indeks Pembangunan Manusia (IPM); (2) Meningkatkan
Angka Melek Huruf; (3) Meningkatnya Rata-Rata lama
Sekolah; (4) Meningkatnya Angka Harapan Hidup; dan (5)
Meningkatnya Pendapatan Perkapita.
IPM Kaltim
Capaian pembangunan sumber daya manusia cukup
2014
baik yang ditandai dengan peningkatan Indeks Mencapai
Pembangunan Manusia (IPM) yaitu pada tahun 2013 adalah 73,82
73,21 atau peringkat ke 4 secara nasional menjadi 73,82
tahun 2015 atau naik peringkat ke 3 secara nasional.
Salah satu komposit pembentuk IPM adalah indikator
makro untuk bidang Pendidikan yaitu Angka melek huruf
yang ditargetkan pada tahun 2015 sebesar 98,50%
realisasinya telah mencapai sebesar 98,64%, dan Rata-rata Angka Melek
lama sekolah di tahun 2014 ditargetkan 10 tahun dan Huruf Tahun
2015
realisasinya masih mencapai nilai 9,6 tahun. Belum Sebesar
tercapainya target tersebut disebabkan masih adanya 98,64%
melampaui
budaya patriarki yang tidak mengutamakan pendidikan
target RPJMD
pada anak perempuan usia sekolah dan masih dijumpai

13
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
anak usia sekolah tidak melanjutkan ke jenjang SMA/SMK
terutama di daerah-daerah perbatasan dan daerah
terpencil.
Program untuk mendukung pencapaian target yang
14 ditetapkan melalui peningkatan pendidikan dan
pengembangan sumberdaya masyarakat, melalui kegiatan
unggulan antara lain :
1. Pemberian Beasiswa kaltim Cemerlang dari target
50.000 orang terealisasi 2.350 orang siswa miskin, dan
beasiswa pendidikan tinggi untuk 47.650 orang pada
tahun 2015;
2. Peningkatan kualifikasi Guru melalui tingkat pendidikan

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


setara S1/D4 sebanyak 10.020 guru atau mencapai
65,30% dari target 55% ;
3. Program pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui
kegiatan Penyediaan Sarana dan Prasarana PAUD.
Upaya tersebut hanya mampu mencapai Angka
Parsitipasi Kasar (APK) PAUD 49,77% dari target 60%.

4. Program Pendidikan Wajib Belajar Sembilan Tahun


melalui kegiatan Pembangunan Gedung Sekolah telah
berjalan dengan baik dimana angka Partisipasi Murni
(APM) SD/MI/SDLB mencapai 97,68% dari target
97,86%.
5. Program pendidikan menengah melalui kegiatan
Pembangunan Gedung Sekolah Unggulan dan Bantuan
Alat Praktek dan Peraga. Upaya tersebut hanya mampu
mencapai Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/MA/SMK
74,24% dari target 76,64%.
6. Pengembangan pendidikan keaksaraan telah mencapai
penurunan buta huruf sebanyak 0,34% yaitu angka
melek huruf dari 98,30% tahun 2014 menjadi 98,64%
tahun 2015.
7. Pengembangan budaya baca melalui sistem IT
perpustakaan terintegrasi dan pembinaan minat baca
pada masyarakat berjalan dengan baik walaupun
mencapai 1 orang membaca 3 judul buku per tahun dari
target 1 orang membaca 4 judul buku per tahun.
8. Pembangunan Gedung Sekolah Khusus Olahragawan
Internasional (SKOI), pada tahun 2015 telah terealisasi
dan telah operasional mendidik 425 siswa/atlit dari
target 440 siswa/atlit.

Komposit IPM selanjutnya untuk bidang kesehatan


yang ditunjukan dengan angka harapan hidup telah
mencapai 73,62 tahun dari target 71,75. Kenaikan angka
harapan hidup di Kalimantan Timur karena Pemerintah
Provinsi telah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan meliputi :
1. Peningkatan sarana prasarana Rumah Sakit Umum
Daerah AW. Syahrani Samarinda, Tarakan, Kanujoso

15
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
Djatiwibowo Balikpapan, Atma Husada sebagai unit
pelayanan rujukan;
2. Pengembangan Puskesmas 24 Jam sebanyak 110 unit
dan Rumah Sakit Pratama sebanyak 6 unit melalui
16 bantuan keuangan ke Kabupaten/Kota;
3. Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat telah berhasil
menurunkan angka morbiditas menjadi 9,18;
4. Peningkatan pencegahan dan penanggulangan penyakit
menular telah berhasil menurunkan prevalensi HIV/AIDS
< 0,5 dari target < 1, Prevalensi Tuberculosis (TB) 68
per 100.000 penduduk dari target 80 per 100.000
penduduk, angka kejadian malaria akibat malaria 0,2

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


per 1000 penduduk dari target < 2 per 1000 penduduk;
5. Pengembangan standarisasi pelayanan kesehatan telah
berhasil meningkatkan akreditasi rumah sakit ditiga
rumah sakit umum daerah;

Untuk komposit daya beli masyarakat melalui


pendapatan per kapita telah mencapai Rp. 61,17 juta
melampaui target Rp. 48,65 juta (perhitungan
menggunakan tahun dasar 2010). Upaya yang dilaksanakan
meliputi :
1. Perlindungan dan pengembangan lembaga
ketenagakerjaan yang mampu meningkatkan besaran
Upah Minimum Provinsi (UMP) sama dengan Kebutuhan
Hidup Layak (KHL) sebesar Rp 2,16 juta;
2. Peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam
pembangunan untuk meningkatkan kemampuan
perempuan dalam berwirausaha dan Pengembangan
Desa Prima (Perempuan Indonesia Maju Mandiri);

17
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
18

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


MISI II
MEWUJUDKAN DAYA SAING EKONOMI YANG BERKERAKYATAN
BERBASIS SUMBER DAYA ALAM DAN ENERGI TERBARUKAN

Pada misi kedua yaitu Mewujudkan Daya Saing


Misi II
Ekonomi Yang Berkerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam Mewujudka
Dan Energi Terbarukan menekankan pada dua tujuan yaitu n Daya
meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pendapatan Saing
Ekonomi
masyarakat dengan sasaran (1) menurunnya tingkat Yang
pengangguran; (2) tingkat kemiskinan; (3) meningkatnya Berkerakyat
an Berbasis
daya beli masyarakat; dan (4) menurunnya indeks gini; dan
Sumber
meningkatkan pertumbuhan ekonomi hijau dengan Daya Alam
sasaran (1) meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang dan Energi
Terbarukan
berkualitas; (2) meningkatnya konstribusi sektor pertanian
dalam arti luas; (3) tercapainya swasembada pangan; dan
(4) meningkatnya pemanfaatan energy terbarukan.
Capaian indikator pembangunan dalam rangka
menurunkan angka pengangguran tahun 2015 mencapai
7,50% dari target 7,00 %. Namun demikian capaian
indikator pembangunan penanggulangan kemiskinan di

19
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
Kaltim pada tahun 2015 ditargetkan sebesar 5,75% dalam
Angka
realisasi sampai dengan bulan maret 2015 sebesar 6,23%. Penganggur
Belum tercapainya target tersebut disebabkan oleh hal-hal an Tahun
sebagai berikut : 2015
Mencapai
20 1. Adanya migrasi penduduk pencari kerja dari luar Kaltim 7,50% dan
yang pada umumnya berpendidikan rendah dan tidak Kemiskinan
Mencapai
memiliki keterampilan kerja;
6,23%
2. Adanya perubahan garis kemiskinan dimana
masyarakat yang semula berada pada posisi rentan
miskin akhirnya berubah menjadi masyarakat miskin;
3. Kualitas SDM Kaltim yang masih belum memenuhi
syarat dalam mengisi peluang kerja, sehingga hanya

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


bekerja pada sektor non formal yang pendapatannya
rendah dan tidak tetap;

Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka


menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran, antara
lain :
1. Pembangunan Rumah Layak Huni sebagai upaya
mengurangi jumlah rumah yang tidak layak huni bagi Pembanguna
masyarakat miskin, Pemerintah Provinsi telah n Rumah
Layak Huni
membangun 287 Unit ditahun 2015; Di Tahun
2. Pemberian bantuan jaminan kesehatan masyarakat 2015
melalui Jamkesprov bagi masyarakat miskin 73%; Mencapai
287 Unit
3. Pemberian beasiswa pendidikan bagi 2.052 siswa miskin;
4. Penyaluran beras untuk masyarakat miskin (Raskin)
kepada 122.930 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM);
5. Fasilitasi Program Keluarga Harapan (PKH) berupa
penyaluran Bantuan Tunai Langsung Masyarakat kepada
100 RTSM, Bantuan Usaha Ekonomi Produktif 100 RTSM,
Pelatihan Keterampilan berwirausaha bagi Penyandang
Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sebanyak 800
orang;
6. Peningkatan pemberdayaan masyarakat desa melalui
bantuan peralatan teknologi tepat guna dengan
penerima manfaat 308 RTM;
7. Bimbingan teknis kewirausahaan perempuan sebanyak
250 orang;
8. Pelatihan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja
bagi 1.896 orang pencari kerja serta pelatihan
kewirausahaan kepada 650 pencari kerja; dan
penampungan pekerja sementara untuk pekerjaan padat
karya sebanyak 340 orang;
9. Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar
kawasan hutan di 7 Desa;
10. Pelatihan keterampilan pengembangan budidaya ternak
sebanyak 75 orang peternak miskin;
11. Pembentukan desa tangguh bencana di 4 Desa dalam
rangka mengantisipasi peningkatan tingkat kemiskinan
akibat bencana;
12. Perluasan informasi kebutuhan pasar kerja melalui Bursa

21
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
Kerja Online yang dapat di akses oleh para Pencari kerja,
dan penyelenggaraan Job Market Fair untuk
memfasilitasi peluang kesempatan kerja kepada Pencari
kerja;
22 13. Pelatihan kewirausahaan dan kecakapan hidup bagi 120
orang pemuda pengangguran; Pelatihan kecakapan
hidup bagi 80 orang remaja putus sekolah;
14. Fasilitasi kemitraan usaha bagi 200 UMKM; Bimbingan
teknis bagi 200 pelaku UMKM; Pelatihan kewirausahaan
bagi 880 calon wirausahawan baru;

Tingkat kesejahteraan masyarakat sangat didukung

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


oleh tingkat inflasi yang terkendali. Laju inflasi Provinsi
Kalimantan Timur hingga 2015 menurun dibandingkan Inflasi Kaltim
tahun sebelumnya dari 7,66% menjadi 3,80%. Laju inflasi Tahun 2015
ini memenuhi target laju infasi yang di tetapkan dalam Mencapai
3,88%
RPJMD sebesar 5-7 %.
Walaupun tingkat inflasi terkendali, capaian tingkat
kesejahteraan masyarakat masih belum mencapai target,
Paritas Daya
hal ini ditunjukkan oleh daya beli masyarakat dan indeks Beli Tahun
gini. Paritas daya beli Kaltim tahun 2015 mencapai 2015
Sebesar
Rp.11,019 Juta. Indeks Gini atau ketimpangan pendapatan Rp. 653.700
penduduk Kalimantan Timur Tahun 2014 sebesar 0,3332 dari
target 0,34. Akan tetapi Capaian Indeks Gini di Kalimantan
Indeks Gini
Timur tidak terlalu timpang bila dibandingkan dengan Indeks Kaltim Tahun
Gini Nasional sebesar 0,413. 2014
Mencapai
Upaya yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi untuk
0,3332 dari
mengatasi kesenjangan dan daya beli masyarakat antara target 0,34
lain :
Pengembangan pasar dan distribusi barang/produk di 30
lokasi.
Penguatan koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah
(TPID) untuk mengendalikan kestabilan harga 4
kelompok komoditi bahan pokok.
Pemberian subsidi ongkos angkut untuk daerah
terpencil, pedalaman dan perbatasan.
Pengembangan bandara perintis di Maratua, Data Dawai.
Pembangunan dermaga sungai di Kecamatan Long Pertumbuha
Bagun dan Kecamatan Tabang. n Ekonomi
Capaian pertumbuhan ekonomi yang berkualitas masih Kaltim
Dengan
belum sesuai harapan, hal ini sangat dipengaruhi kondisi Migas
ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi Kaltim (dengan Sampai
Dengan
migas) pada triwulan III tahun 2015 mengalami
Triwulan III
pertumbuhan sebesar -2,42% dari target 3,2%-3,7%, Tahun 2015
Pertumbuhan ekonomi Kaltim (tanpa migas) -1,63 dari Mencapai
-2,42%
target 7%-7,3%. Sampai dengan triwulan III tahun 2015
besaran PDRB Kalimantan Timur (dengan migas) atas dasar
harga berlaku tercatat sebesar Rp 368,73 triliun, lebih
PDRB Kaltim
rendah dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 519,92 triliun. Tahun 2015
Dari sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada Dengan
Migas Atas
tahun 2015 sangat dipengaruhi oleh subsektor
Dasar Harga

23
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
pertambangan migas. Sampai triwulan III Tahun 2015 Sektor Berlaku
Sebesar Rp.
Pertambangan dan Penggalian menghasilkan kontribusi 368,73
terbesar dalam PDRB Kalimantan Timur yaitu Rp 166,29 Triliun
triliun (45,10%), dengan sumbangan Pertambangan Tanpa
24 Migas sebanyak Rp 108,92 triliun. Selanjutnya diikuti sektor
Industri Pengolahan sebesar Rp 74,79 triliun (20,28%).
Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar Rp 29
triliun dan sementara sektor Pertanian, Kehutanan dan
Perikanan masih berkontribusi sebesar 7,48% yang
didominasi oleh Sub. Sektor Perkebunan dan Perikanan.
Transformasi struktur ekonomi ke arah sumberdaya
alam yang terbaharukan masih berjalan lambat. Lambatnya

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


proses tranfromasi struktur ekonomi di Kaltim terkendala
pada keterbatasan kualitas dan kuantitas infrastruktur
pendukung proses hilirisasi produk-produk unggulan non
migas, seperti CPO, Karet dan produk pertanian tanaman
pangan. Investasi pada sektor energi dan infrastruktur yang
merupakan prasyarat utama dalam proses produksi hilirisasi
produk-produk tersebut.
Realisasi investasi fisik sebagaimana ditunjukkan
melalui Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi
Investasi
faktor penghambat di tengah perbaikan ekonomi Kaltim Triwulan III
pada tahun 2015. Data realisasi investasi pada triwulan III- Tahun 2015
2015 mencapai Rp22,10 Triliun untuk Penanaman Modal Mencapai
Rp 22,10
Asing (PMA) dan Rp 8,81 triliun untuk Penanaman Modal Triliun
Dalam Negeri (PMDN). Investasi PMA mayoritas bergerak
pada sektor primer yaitu pertambangan serta perkebunan,
sementara investasi PMDN banyak bergerak pada sektor
sekunder yang didominasi oleh industri kimia serta
perkebunan yang padat modal. Disamping itu untuk
meningkatkan daya saing investasi didaerah semua izin
investasi dan usaha maka program reformasi birokrasi
perizinan investasi yang akan dilaksanakan adalah
membangun Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
semua jenis usaha.
Kedepan dalam rangka mencapai pertumbuhan
ekonomi yang hijau, dan pemberdayaan ekonomi
kerakyatan, pemerintah berkomitmen untuk mendorong
arus masuk investasi pada sektor riil dengan membangun
pola jaringan kerja antar perusahaan besar dengan Industri
Kecil Menengah yang berbasis produk-produk unggulan
daerah. Disamping itu, kawasan-kawasan industri seperti
Kawasan Industri Maloy sebagai pusat pengolahan produk
unggulan daerah kedepan (CPO) perlu segera dipercepat
pembangunan sarana dan prasarana penunjang untuk
mempercepat proses hilirisasi CPO yang diharapkan
membawa dampak peningkatan nilai tambah dan
penyerapan tenaga kerja.
Walaupun tranformasi ekonomi berjalan lambat, akan
tetapi Kontribusi sektor pertanian dalam arti luas dalam
PDRB Kaltim telah menunjukkan peningkatan, yaitu

25
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
mencapai 7,48% dari target 7%. Akan tetapi pencapaian
kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB tersebut masih
belum didukung oleh subsektor pertanian tanaman pangan.
Produksi beras tahun 2015 sebesar 463.070 ton dengan
26 tingkat konsumsi sebesar 402.366 ton beras sehingga
tingkat rasio pemenuhan beras baru mencapai 70,17%.
Upaya yang telah dilakukan untuk peningkatan
konstribusi sektor pertanian dalam PDRB Kaltim, antara
lain :
1. Ekstensifikasi perkebunan sawit seluas 1,30 juta Hektar.
2. Pengembangan pemasaran hasil produksi peternakan.
3. Ekstensifikasi penanaman baru komoditi perkebunan non

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


sawit seluas 143.156 Hektar.
4. Pengembangan kawasan ternak sebanyak 10 kawasan di
areal eks tambang dan perkebunan kelapa sawit,
pengembangan sapi potong sebanyak 1.005 ekor sapi.
5. Peningkatan dan pengembangan kawasan budidaya laut,
air payau dan air tawar sebanyak 529.052 ton.
6. Peningkatan sarana dan prasarana perikanan tangkap
yang telah meningkatkan capaian produksi perikanan
sebanyak 125.565 ton.
7. Pengembangan agribisnis peternakan yang telah
meningkatkan populasi sapi bakalan sebanyak 150 ekor Peningkatan
dengan capaian produksi daging sapi potong sebanyak produksi
Padi di
52.915,05 ton. Kaltim
8. Pengembangan bibit dan budidaya sapi brahman cross Mencapai
4,27 ton/ha
sebanyak 10.950 ekor
Kendala yang dihadapi dalam peningkatan produksi
padi di Kaltim adalah rendahnya rata-rata produktivitas padi
yang hanya mencapai 4,27 ton/ha. Rendahnya produksi
disebabkan antara lain :
a. Beberapa kabupaten yang dulunya merupakan lumbung
beras Provinsi Kalimantan Timur terutama kabupaten
Malinau dan Bulungan, sekarang menjadi wilayah
Provinsi Kalimantan Utara;
b. Berkurangnya lahan pertanian produktif akibat alih
fungsi lahan khususnya sawah ke sektor tambang,
perkebunan, dan peruntukan lainnya selama 10 tahun
terakhir seluas 10.300 ha;
c. Rendahnya laju percetakan sawah baru akibat
minimnya lahan yang sesuai di lokasi Kawasan
Budidaya Non Kehutanan serta kurangnya jumlah petani
sawah di Kaltim;

Kalimantan Timur masih harus bekerja keras kedepan


melalui upaya Intensifikasi dan Ekstensifikasi. Upaya
intensifikasi ditempuh melalui perbaikan input produksi
yaitu sarana dan prasarana produksi, teknologi bercocok
tanam dan peningkatan sumberdaya manusia petani serta
mekanisasi pertanian pra dan pasca panen. Sedangkan
upaya ektensifikasi melalui perluasan areal tanam dan
pengembangan kawasan produksi dengan terbitnya

27
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
Keputusan Gubernur Kaltim nomor 520/K.106/2015 tentang
Penetapan Kecamatan Sentra Produksi Tanaman Pangan dan
Hortikultura se Kalimantan Timur.
Isu pangan global kedepan dan membangun
28 ketahanan pangan nasional di luar Pulau Jawa, perlu
ditindaklanjuti Kalimantan Timur dengan memanfaatkan
potensi luas lahan dan sumberdaya air yang dapat
dimanfaatkan menjadi sumber air baku, Kalimantan Timur
memiliki potensi menjadi lumbung beras nasional dengan
pengembangan food estate di Berau, Paser, Penajam Paser
Utara, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Kutai Barat.
Upaya yang telah dilakukan untuk mencapai

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


swasembada pangan, antara lain :
1. Pengembangan bibit unggul pertanian/ perkebunan
berupa 5.460 batang benih buah-buahan, 20 Kg biji
Japanis Citrus.
2. Pengembangan penangkar benih kedelai seluas 20 Ha di
Kabupaten Berau (5 Ha), Kabupaten Kutai Timur (5 Ha),
Kabupaten Kutai Kartanegara (5 Ha), Kabupaten Penajam
Paser Utara (5 Ha) dan pengembangan penangkar benih
unggul Nasional seluas 70 Ha di Kabupaten Paser (10
Ha), Kabupaten Penajam Paser Utara (10 Ha), Kabupaten
Kutai Kartanegara (10 Ha), Kabupaten Kutai Timur (10
Ha), Kabupaten Kutai Barat (10 Ha) dam Kabupaten
Berau (10 Ha).
3. Pengembangan tanaman padi unggul lokal berupa
bantuan saprodi padi mayas kepada masyarakat seluas
150 hektar di 5 Kabupaten dan saprodi pengembangan
ubi kayu seluas 80 hektar di 4 Kabupaten/Kota, saprodi
pengembangan padi lokal seluas 135 hektar di 6
Kabupaten.
4. Pengembangan tanaman hortikultura berupa bantuan
Saprodi Durian/Lai seluas 110 Ha di Kabupaten Berau
(50 Ha) dan Kabupaten Kutai Timur (60 Ha); Saprodi
Pisang seluas 175 Ha di Kabupaten Kutai Timur; Saprodi
Jeruk seluas 130 Ha di Kabupaten Paser (50 Ha),
Kabupaten Penajam Paser Utara (50 Ha) dan Kutai
Kartanegara (30 Ha); Saprodi pepaya seluas 20 Ha di
Kota Samarinda (10 Ha) dan Kota Balikpapan (10 Ha),
Saprodi Jeruk Nipis seluas 15 Ha di Kabupaten Kutai
Kartanegara, Saprodi Cabai sebanyak 17 unit di
Kabupaten Kutai Kartanegara (3 Unit), Kabupaten
Penajam Paser Utara (3 Unit), Kabupaten Paser (3 Unit),
Kabupaten Kutai Timur (3 Unit) dan Kota Samarinda (2
Unit); Saprodi Tanaman Buah seluas 12 Ha di Kabupaten
Kutai Kartanegara dan Kabuapetn Penajam Paser Utara;
Benih Kelengkeng sebanyak 2.250 pohon di 3 Kabupaten
Kutai Kartanegara (750 pohon), Kota Samarinda (750
pohon) dan Kota Balikpapan (750 pohon).
5. Pengembangan tanaman sayuran berupa bantuan
Saprodi Tanaman Sayuran di 3 Unit Demplot; Saprodi

29
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
Bawang Merah seluas 11 Ha di Kabupaten Berau (4 Ha),
Kabupaten Kutai Kartanegara (4 Ha), Kabupaten Kutai
Timur (1 Ha) dan Kota Balikpapan (2 Ha).
6. Tabulapot cabai sebanyak 16.000 pot di Kabupaten Kutai
30 Timur (4.000 pot), Kota Balikpapan (4.000 pot), Kota Rasio
Samarinda (4.000 pot) dan Kota Bontang (4.000 pot). Elektrifikasi
di Kaltim
7. Penerapan teknologi pertanian/perkebunan melalui
Mencapai
pengadaan sarana dan prasarana teknologi 78,76%
pertanian/perkebunan tepat guna berupa alat mesin Dengan
Desa
pertanian : Hand Traktor 30 unit, Power Thresher 20 unit, Berlistrik
Cultivator 10 unit dan Combine Harvester 7 unit. 95,80%
8. Pengembangan kawasan produksi pertanian berupa

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


bantuan Saprodi Benih sebanyak 7.500 Kg, Pupuk
Hayati, Pupuk Organik Granul dan Pembenah Tanah
seluas 300 hektar di Kabupaten Kutai Barat (200 Ha) dan
Kabupaten Mahakam Ulu (100 Ha).

Capaian pemanfaatan energi terbarukan


menunjukkan hasil yang menggembirakan, hal ini
ditunjukkan oleh Persentase bauran energi baru terbarukan.
Rasio elektrifikasi di Kaltim telah mencapai 78,76% dengan
desa berlistrik 95,80 %, dari target Rasio Elektrifikasi
adalah sebesar 73% dan desa berlistrik sebesar 90 %.
Bauran enegi yang berasal dari EBT mencapai 1,01 % dari
target 1,12 % di tahun 2015.
Jumlah ketersediaan listrik saat ini sebesar 637,68 MW
dimana terdapat daftar tunggu yang belum terpasang
sebesar 150 MW. Dengan asumsi laju pertumbuhan
keperluan energi listrik sebesar 16% pertahun dan untuk
mengejar pertumbuhan ekonomi dan investasi selama tahun
2015-2019, diperlukan pembangunan pembangkit listrik
Energi
dengan total 1.680 MW, pembangunan jaringan tranmisi TT Terbarukan
sepanjang 1880 kms beserta trafo dan gardu induknya. Dengan
Berbagai upaya Pemerintah Provinsi untuk Inovasi
Pengolahan
peningkatan pemanfaatan energy terbarukan antara lain : Limbah
1. Pembangunan pembangkit listrik tenaga gas yang berasal Pabrik
Kelapa Sawit
dari pengolahan limbah pabrik kelapa sawit (PLTBG-
(PLTBG-
POME) berkerja sama dengan perusahan perkebunan POME)
sawit dan PLN melalui skema bisnis yang disepakati.
Hingga tahun 2015 telah ada 3 PKS (PT. Rea Kaltim, PT.
Prima Mitra Jaya, dan PT. Indonesia Plantation Sinergy)
yang telah membangun PLTBG-POME dengan total daya
yang dihasilkan sebesar 10,8 MW, bila di hitung
penurunan emisi yang telah dihasilkan adalah sebesar
127.167 ton CO2eq. Satu PKS (PT. Tanjung Buyu Perkasa)
dalam proses konstruksi pemabangunan PLTBG-POME
dengan kapasitas 2 X 1,5 MW dan berpotensi
menurunkan emisi sekitar 29.219 ton CO2eq/tahun.
Dengan jumlah potensi limbah yang akan di hasilkan dari
62 pabrik kelapa sawit (yang telah beroperasi dan
rencana dibangun) dengan total kapasitas 2660 ton

31
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
TBS/jam bila digunakan untuk pembangkit listrik akan
menghasilkan daya sebesar 53 MW dan akan mengurangi
emisi sebesar 1,2 juta ton CO2e/tahun.
2. Pemasangan PLTS terpusat sebanyak 2 unit di Desa
32 Kendesiq Kecamatan Siluq Ngurai Kabupaten Kutai Barat
dan Desa Memahaq Teboq Kecamatan Long Hubung
Kabupaten Mahakam Ulu.
3. PLTS Tersebar sebanyak 906 unit di 13 Desa yang berada
di kawasan perbatasan wilayah Kabupaten Kutai Barat
dan Kabupaten Mahakam Ulu.

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


MISI III
MEWUJUDKAN INFRASTRUKTUR DASAR YANG BERKUALITAS BAGI
MASYARAKAT SECARA MERATA

33
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
Misi ketiga Kaltim Maju 2018 adalah Mewujudkan Misi III
34 Infrastruktur Dasar Yang Berkualitas Bagi Masyarakat Secara Mewujudka
n
Merata, dengan tujuan Menyediakan Infrastruktur Dasar Infrastruktur
Yang Berkualitas. Adapun sasaran pembangunan Dasar Yang
Berkualitas
infrastruktur adalah meningkatnya kepuasan masyarakat Bagi
terhadap pelayanan infrastruktur dasar dengan indikator Masyarkat
Secara
indeks kepuasan layanan infrastruktur dasar dimana tahun
Merata
2015 ditargetkan sebesar 6,0 dengan kategori cukup.
Indeks kepuasan layanan infrastruktur ini merupakan

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


ukuran umpan balik untuk mengetahui tingkat kepuasan
masyarakat atas pembangunan infrastruktur oleh
Pemerintah Provinsi serta memberikan gambaran perspektif
masyarakat secara obyektif, komprehensif dan kredibel baik
pembangunan fisik maupun aspek manfaatnya.
Pemerintah Provinsi pada tahun 2015 melakukan
survey Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI)
terhadap masyarakat di 10 Kab/Kota dengan hasil sebesar Hasil Survey
6,2 dengan kategori cukup. Nilai ini meningkat dibandingkan Indeks
Kepuasan
tahun 2014 dimana nilai Indeks Kepuasan Layanan Layanan
Infrastruktur hanya sebesar 5,9 dengan kategori cukup. Infrastruktur
Secara umum dengan adanya penilaian indeks (IKLI)
Tahun 2015
kepuasan layanan infrastrukur ini, telah menggambarkan Sebesar 6,2
bahwa masyarakat merasa terbantu dengan produk/output (Kategori
Cukup)
pembangunan infrastruktur saat ini karena sudah lebih baik
dari sebelumnya walaupun ketersediaan serta kualitasnya
masih perlu ditingkatkan. Untuk itu Pemerintah Provinsi
terus berupaya melakukan percepatan pembangunan
infrastruktur agar hasilnya dapat segera dirasakan oleh
masyarakat.
Sebagai upaya untuk pemenuhan infrastruktur dasar
yang berkualitas guna mendukung pertumbuhan ekonomi
dan kelancaran aktivitas sosial masyarakat secara merata
serta dalam rangka meningkatkan daya saing daerah,
beberapa capaian dalam pelaksanaan pembangunan bidang
infrastruktur adalah sebagai berikut :
1. Bidang Prasarana Jalan dan Jembatan
Jalan Provinsi kondisi Mantap Tahun 2015 telah
mencapai 57,19 % dibandingkan tahun 2014 mencapai
52,20 %.
Kondisi Jalan dengan kapasitas daya mampu 10 Ton
pada tahun 2015 telah dicapai 6,78 % 65,25 Km. Tahun 2015
Pembangunan jalan Tol Balikpapan Samarinda Kondisi Jalan
Mantap
sepanjang 99,02 Km untuk Segmen Km.13 Provinsi
BalikpapanSamboja dibiayai melalui Multi Years Mencapai
Contract (MYC) sumber dana APBD Provinsi, 57,19%

sedangkan Segmen Km.13Sepinggan Balikpapan


didanai melalui APBN dan Loan China. Untuk segmen II
(Samboja-Palaran I) sepanjang 23,26 kilometer,

35
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
segmen III (Samboja-Palaran II) sejauh 21,9 kilometer,
dan segmen IV (Palaran-Jembatan Mahkota II)
sepanjang 17,7 kilometer sedang dalam tahap lelang Lanjutan
pembangunan oleh BPJT. Pembanguna
n Jalan Tol
36 Untuk meningkatkan daya saing investasi dan Balikpapan
mendukung pengembangan kawasan Industri Samarinda
Didanai
Kariangau dan Buluminung, dibangun jalan akses
APBN dan
menuju kawasan tersebut antara lain; Pembangunan Loan China
Jalan Km.38 - Semoi - Sepaku Petung dengan Rigid
Pavement Efektif 8,2 Km; Peningkatan Jalan Km. 38
Balikpapan - Sp. Samboja dengan Aspal Efektif 3 Km;
Peningkatan Jalan Km 5.5 Balikpapan Kariangau

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


Rigid Pavement Efektif 7,49 Km; Pembangunan Jalan
Akses Jembatan Pulau Balang dengan sisi Penajam
Rigid Pavement Effektif 1 Km dan sisi Balikpapan
Pekerjaan Tanah Effektif 1,7 Km; Pembangunan
Jembatan P. Balang Bentang Pendek (400M);
Pembangunan jalan tol samarinda Km.13 Balikpapan -
Simpang Km.38 Samboja Segmen 1 4,83 Km, Segmen
2 3,45 Km, Segmen 3 5,9 Km, Segmen 4 3,9 Km, dan
Segmen 5 3,28 Km.
Dalam mendukung operasional KEK Maloy Batuta
Trans Kalimantan (MBTK) dilaksanakan pembangunan
infrastruktur pendukung antara lain ; jalan akses
menuju kawasan 12,5 km; Pembangunan Jembatan
Sangkulirang-Batu lepok-Talisayan 25 Meter;
Pembangunan jembatan ruas jalan Tj. Redeb
Talisayan 60 Meter; Peningkatan Jalan Sangkulirang -
Talisayan Effektif 3 Km Aspal; Pembangunan Jalan
Dalam Kawasan Maloy Efektif 2 Km = Rigid, Tanah =
1,5 Km; Lanjutan Pemb. Fas. Sisi Darat berupa
pematangan lahan untuk Heliport dan jalan akses ke
Trestle sepanjang 160 M. Sedangkan untuk
pembangunan Pelabuhan Maloy Sisi Laut telah
dilanjutkan pembangunannya melalui APBN.
Tahun 2015 Pemerintah Provinsi juga memprioritaskan
pembangunan transportasi dalam rangka membuka
akses daerah-daerah terisolir di perbatasan dan
pedalaman, antara lain : pembangunan jalan Sakaq
Lotoq - Sp. Abit Kahala Kota Bangun dengan rigid
pavement efektif 1 Km; Pembangunan jalan Long Tahun 2015
Bagun Long Pahangai Long Apari dengan timbunan Terbuka
Akses
berbutir efektif 7 Km; Pembangunan jembatan Long
Transportasi
Bagun Long Pahangai 60 meter. Hingga tahun 2015 Di
masih terdapat 10 Kecamatan yang belum terakses Perbatasan &
Pedalaman
sarana transportasi darat, tahun 2014 melalui Untuk 2
kerjasama TNI telah membuka akses transportasi Kecamatan
darat untuk 2 (dua) Kecamatan yaitu Long Bagun dan
Long Pahangai.

2. Bidang Prasarana Perhubungan

37
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
Pembangunan Bandara Samarinda Baru sedang
dilaksanakan pembangunan sisi darat. Pada tahun
2014 telah dibangun konstruksi Ground Service
Equipment (jalan servis peralatan) dari sisi darat ke sisi
38 udara atau sebaliknya, sepanjang 687 Meter. Kemudian
pada tahun 2015 dilaksanakan pembangunan
konstruksi runway (pre loading) 101.250 M2.
Pembangunan Bandara Maratua Kabupaten Berau Bandara
dalam rangka mendukung pariwisata dan menjaga Maratua
Sebagai
kedaulatan NKRI telah dilakukan pekerjaan overlay Pendukung
landas pacu sepanjang 1.300 Meter x 30 Meter pada Pariwisata
tahun 2015.

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


Pembangunan bandara perbatasan Datah Dawai untuk
meningkatkan akses transportasi kawasan perbatasan. Pembanguna
Pada tahun 2015 dilakukan pekerjaan perpanjangan n Bandara di
landas pacu bandara Datah Dawai 2.625 M2. Sehingga Kawasan
Perbaasan
saat ini telah terbangun landas pacu 1.600 x 45 Meter. (Bandara
Pembangunan Pelabuhan Maloy Sisi Darat dilakukan Datah
Dawai)
pembangunan causeway dan pembangunan sisi laut
dilaksanakan memlui APBN yang saat ini dalam
tahapan pembangunan trestle.

3. Bidang Prasarana Sumber Daya Air


Pada tahun 2015, untuk mendukung kegiatan
pembangunan prasarana pengambilan dan saluran
Pembanguna
pembawa dalam rangka memenuhi kebutuhan air baku
n Bendung
dilakukan pekerjaan Bendungan Sungai Wain Kota Sungai Wain
Balikpapan berupa bangunan pelimpah (mercu Untuk
Kebutuhan
pelimpah 80 meter, pintu pengatur 2 buah, dan
Air Baku
jembatan pelimpah 80 meter); Pekerjaan perkuatan Kawasan
tebing Sitiu Kabupaten Paser 135 Meter; Pekerjaan Industri
Kariangau
perkuatan bendungan Lombok Kabupaten Paser 97
Balikpapan
Meter.
Untuk mendukung kebutuhan air baku juga dilakukan
pekerjaan pembangunan sumur-sumur air tanah di
Kawasan Industri Kariangau dan Buluminung sebanyak
1 (satu) unit sumur pantau.
Dalam rangka mendukung peningkatan produksi
pangan, dilakukan pekerjaan peningkatan jaringan
irigasi D.I. Semurut Kab. Berau saluran primer 975
meter, saluran sekunder 2.400 meter; peningkatan
jaringan irigasi D.I. Biatan Kab. Berau saluran primer
1.193 meter; pembangunan daerah rawa Tabalar Kab.
Berau tanggul 1.238 meter, saluran primer 2.350
meter, saluran sekunder 1.800 meter, saluran kolektor
1.050 meter, jalan inspeksi 570 meter.
Dalam rangka upaya optimalisasi pengendalian banjir
Kota Samarinda, pada tahun 2015 dilakukan pekerjaan
pembangunan reservoir pengendali banjir pada Sistem
Karang Asam Kecil penyelesaian tubuh bendungan 60
Meter dan pemasangan instrumentasi bendungan,
normalisasi saluran/sungai 817 meter ; Pembangunan

39
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
pengendali banjir sistem Loa Janan dan Rapak Dalam
Normalisasi
peningkatan drainase 96 Meter, tanggul kolam retensi dan
Loa hui 700 meter, pembuatan kolam retensi 2,8 Perkuatan
hektar; Pembangunan pengendali banjir sistem Karang Tebing
Sungai dan
40 Asam Besar dan Loa Bakung, Normalisasi sungai Loa Pembanguna
Bakung 1.500 Meter, peningkatan saluran drainase n Bendali
jalan M.Said 900 meter; Pengendali banjir sistem Untuk
Mengatasi
Karang Mumus 713 Meter; Pembangunan pengendali Banjir di Kota
banjir Sungai Buluh Kabupaten Kutai Kartanegara 100 Samarinda
Meter; Peningkatan drainase pasang surut Handil 5
(Lima) sepanjang 2.520 Meter; Pembangunan
kanalisasi kelurahan Gunung Elai Kota Bontang 273

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


Meter; Normalisasi Sungai Guntung Kota Bontang 233
Meter; Peningkatan saluran drainase jalan Ilham
Maulana Sangatta 675 Meter;
Pembangunan reservoir air baku 1 (satu) unit di
Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur.
Pembangunan pos hidrologi sebanyak 6 (enam) unit.
Pembangunan pengaman pantai, Pantai Pejala Kab.
Penajam Paser Utara 307 meter, Pantai Tanjung Tengah
Kab. Penajam Paser Utara 318 meter, Pantai Manggar
Kota Balikpapan 50 meter, Pantai Berah Basah Kota
Bontang 150 meter, Pantai P. Sambit Kab. Berau 232
meter.
4. Bidang Cipta Karya dan Permukiman
Lanjutan pembangunan Convention Hall.
Untuk pengembangan kinerja pengelolaan air minum
dan air limbah dilakukan kegiatan penyediaan sarana
dan prasarana air minum bagi masyarakat
berpenghasilan rendah yang berupa pekerjaan
pengadaan/pemasangan pipa air minum/air bersih
diameter 150-75 mm sepanjang 1.000 Meter; Kegiatan
prasarana dan sarana air limbah yang berupa
pekerjaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)
sebanyak 2 unit di Sangatta dan Balikpapan; Kegiatan
pengembangan sistem distribusi air minum yang
berupa pekerjaan pembangunan IPA 10 Liter/detik di
Desa Sekerat Kabupaten Kutai Timur, Panjang jaringan
distribusi pipa Manggar 4.866 Meter, dan sistem
distribusi air minum Kota Samarinda (Bendang Raya -
Ring Road).

41
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
42

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


MISI IV
MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG PROFESIONAL,
TRANSPARAN DAN BERORIENTASI PADA PELAYANAN PUBLIK

Misi keempat Kalimantan Timur Maju 2018 adalah Misi IV


Mewujudka
Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Profesional, n Tata Kelola
Transparan dan Berorientasi Pada Pelayanan Publik. Pemerintaha
Pada misi keempat ini terdiri dari satu tujuan dan tiga n Yang
Profesional,
sasaran. Satu tujuan tersebut adalah mewujudkan tata Transparan
kelola pemerintahan yang baik, sementara tiga sasaran dan
tersebut adalah (1) Terwujudnya Pemerintahan Yang Bersih Berorientasi
Pada
dan Bebas KKN, (2) Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pelayanan
Pelayanan Publik, (3) Meningkatnya Kapasitas dan Publik

43
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
Akuntabilitas Kinerja.
Sasaran pertama terwujudnya pemerintahan yang
bersih dan bebas KKN dapat dilihat pada indikator Indeks
Persepsi Korupsi (IPK). Pada tahun 2015 target IPK
44 ditetapkan sebesar 5,7 dengan realisasi mencapai 5,58.
Untuk pengelolaan keuangan daerah tahun 2014
Kalimantan Timur mendapat opini BPK WTP sedangkan 2015
ditargetkan opini BPK mencapai WTP. Opini BPK
Sasaran kedua terwujudnya peningkatan kualitas Tahun 2014
pelayanan publik ditandai dengan Indeks Kepuasan kaltim
Mendapatka
Masyarakat (IKM) yang meningkat. Hasil pelaksanaan n Predikat
survey IKM yang berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, WTP

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


hampir keseluruhan unit pelayanan masuk dalam kategori
baik. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan
skor Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 75, sampai
dengan akhir Desember 2015 skor IKM meningkat menjadi
76,65.
Sasaran ketiga meningkatnya kapasitas dan
akuntabilitas kinerja. Berdasarkan evaluasi Kementerian PAN
dan RB RI terhadap Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (AKIP)
Capaian
pada tahun 2015 diperoleh nilai/skor rata-rata 76,00 atau Akuntabilitas
dengan predikat penilaian BB, dari target 74,00 (B+). Kinerja
Pemerintah
Pemerintah Provinsi bertekad akan meningkatkan kinerja (AKIP)
melalui program peningkatan kualitas manajemen berbasis Mendapatka
kinerja. n Predikat BB

Dalam rangka meningkatkan kualitas demokrasi


Kalimantan Timur maka pada tahun 2015 ditargetkan Indeks
Demokrasi Indonesia (IDI) sebesar 70 dan realisasinya
mencapai 77,76 , hal ini menunjukan bahwa terjadi
peningkatan keberfungsian lembaga-lembaga demokrasi
(sistem demokrasi) dalam masyarakat (kehidupan demokrasi) Tahun 2015
sehingga warganya mendapatkan apa yang diinginkan atau Indeks
apa yang mereka percayai sebagai yang terbaik. Demokrasi
Indonesia
Berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah (IDI)
Provinsi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang Mencapai
77,76
profesional, transparan dan berorientasi pada pelayanan
publik, antara lain :
1. Penguatan kelembagaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
(PTSP).
2. Peningkatan pelayanan publik dengan penerapan Survei
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
3. Peningkatan kualitas manajemen berbasis kinerja
melalui pengembangan dan penerapan Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
4. Pendidikan politik masyarakat dan penyusunan Indeks
Demokrasi Indonesia (IDI).
5. Pengembangan zona integritas menuju wilayah bebas
korupsi/wilayah birokrasi bersih dan melayani terutama
pada unit pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah.
6. Pencegahan dan pemberantasan KKN.
7. Peningkatan kinerja pemerintah daerah.

45
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
8. Peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan
daerah.
9. Pembinaan dan pengembangan aparatur.
10. Pengembangan data statistik dan spasial.
46

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


MISI V
MEWUJUDKAN KUALITAS LINGKUNGAN YANG BAIK DAN SEHAT
SERTA BERPREFEKTIF PERUBAHAN IKLIM

47
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
48

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


Misi kelima Kalimantan Timur Maju 2018 adalah
Mewujudka
Mewujudkan Kualitas Lingkungan Yang Baik dan Sehat
Serta Berpresfektif Perubahan Iklim.
Pada misi kelima ini terdiri dari satu tujuan dan dua
sasaran. Tujuan tersebut adalah Meningkatkan kualitas
lingkungan hidup, dan dua sasaran diantaranya adalah (1) Berpresfektif
Meningkatnya Indeks kualitas lingkungan, (2) Menurunnya
Tingkat Emisi Gas Rumah Kaca.
Tercatat bahwa Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
(IKLH) Kalimantan Timur mencapai 75,28 dari target 79,24.
Permasalahan utama rendahnya indeks kualitas lingkungan
hidup tersebut disebabkan oleh rendahnya tutupan lahan
akibat kebakaran hutan dan aktivitas pertambangan.
Disisi lain laju deforesterasi (41.817 ha/tahun) yang
lebih tinggi dari kemampuan kita untuk melakukan
rehabilitasi lahan menyebabkan Kalimantan Timur
merupakan provinsi penyumbang emisi gas rumah kaca ke
4 terbesar dari 34 provinsi di Indonesia dengan rata rata
52,8 juta ton CO2eq/tahun.Sebesar 73 % emisi gas rumah
kaca yang dihasilkan di Kalimatan Timur adalah berasal
dari perubahan hutan dan lahan untuk pemanfaaan yang
lain. Saat ini elastisitas emisi Kalimantan Timur mencapai
1.611 Ton CO2eq/Juta $ PDRB belum mencapai target
sebesar 1.458 Ton CO2eq/Juta $ PDRB yang ditetapkan
pada tahun 2015.
Dalam upaya menciptakan dan mendorong
pertumbuhan sekor-sektor yang memiliki nilai ekonomi dan
nilai tambah tinggi namun menghasilkan emisi yang
rendah, pada tahun 2015 telah dilakukan berbagai upaya
antara lain :
Melalui penerbitan peraturan daerah nomor 1 tahun
2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup;
Penataan Penguatan pelaksanaan moratorium
penerbitan izin tambang dan lahan gambut melalui
penerbitan Surat Edaran Gubernur tentang Penundaan
ijin pertambangan;
Rehabilitasi hutan dan lahan berupa kegiatan
penanaman batang bibit pohon hingga tahun 2015 ini

49
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
seluas 180.125,68 hektar;
Rehabilitasi hutan mangrove seluas 36 hektar.
Rehabilitasi reklamasi lahan pasca tambang berupa
pengawasan lingkungan pertambangan 29 perusahaan.
50 Pembinaan perkebunan ramah lingkungan melalui
pengembangan biomasa sebagai energy terbarukan
dari perkebunan berupa penyerahan 2 unit alat bio
oil/syngas di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai
Timur; Fasilitasi integrasi sawit sapi berupa penyerahan
3 unit alat biogas dan 3 unit alat chopper di Kabupaten
Kutai Kartanegara.
Penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan
lingkungan hidup sebanyak 111 perusahaan.

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


PENGHARGAAN DARI PEMERINTAH, LEMBAGA INDEPENDEN DALAM
CERMIN KEBERHASILAN PEMBANGUNAN
KALIMANTAN TIMUR

Sejalan dengan pelaksanaan pembangunan mewujudkan Visi dan


Misi Kaltim Maju 2018, sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2015
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mendapat berbagai
penghargaan dari Pemerintah, lembaga independen sebagai bentuk
pengakuan pihak lain serta cerminan keberhasilan pembangunan
Kalimantan Timur. Berikut beberapa prestasi dan penghargaan yang
diperoleh baik penghargaan selaku Gubernur, Wakil Gubernur maupun
yang diterima oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
1. MENS OBSESSION AWARD. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek
Ishak dianugerahi penghargaan sebagai salah satu tokoh yang paling
inspiratif dalam satu dekade terakhir dalam kategori Most
Inspirational Regional Leaders Mens Obsession Awards 2014.
2. SERTIFIKAT ISO. Gubernur Awang Faroek menerima piagam Museum
Rekor Dunia Indonesia kepada RSUD Tarakan sebagai Rumah Sakit
Pertama di Indonesia yang meraih Sertifikat ISO 22301 :
2012.
3. PENGHARGAAN TEPPA. Prestasi membanggakan kembali diraih
Pemprov Kaltim, setelah Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan
Pengendalian Pembangunan (UKP4) memberikan penghargaan sebagai
Provinsi Terbaik I Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran

51
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
(TEPPA). Posisi terbaik kedua diraih Provinsi Jawa Barat dan Jawa
Timur.
4. KONI AWARD. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menerima
penghargaan KONI Award atas dedikasinya di bidang pembangunan
52 olahraga dari KONI Pusat.
5. PENGHARGAAN Community Social Responsibility (CSR).
Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak kembali mendapat
penghargaan, kali ini datang dari La Tofi School of CSR, berupa
National Award for CSR Leading Region, penghargaan terhadap
komitmen Pemprov Kaltim
6. PENGHARGAAN PTSP. Kaltim Meraih penghargaan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu (PTSP) peringkat ke-4 setelah Jawa Timur, Sumatra
Selatan dan Yogyakarta.

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


7. BINTANG JASA. Gubernur Kaltim Dr H Awang Fareok Ishak menerima
Bintang Jasa Utama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
8. PENGHARGAAN RADIO. Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak
menerima penghargaan Suara Adhi Prakarsa dari Ketua Dewan LPP RRI
Pusat.
9. PENGHARGAAN AKIP. Pemprov Kaltim sebagai Terbaik Predikat B
Plus dalam penilaian pengelolaan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (AKIP) 2014. Penilaian tersebut diberikan Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN
dan RB) bagi kementerian/lembaga serta provinsi dan menempatkan
Kaltim berada di posisi ketiga nasional setelah Yogyakarta dan Jawa
Timur
10. PENGHARGAAN KETERBUKAAN INFORMASI. Kaltim memperoleh
Penghargaan sebagai Peringkat III Keterbukaan Informasi.
Penghargaan diberikan karena Kaltim berhasil melaksanakan UU No.
14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
11. PENGHARGAAN TNI. Gubernur Awang Faroek Ishak menerima
Penghargaan Inovasi Panglima TNI 2014.
12. CITRA ABDI KESEHATAN. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak
menerima penghargaan Citra Abdi Kesehatan sebagai tokoh peduli
investasi SDM kesehatan di Kaltim oleh Dewan Kesehatan Kaltim.
Penghargaan diberikan kepada Gubernur Awang Faroek Ishak karena
dianggap sebagai sosok kepala daerah dengan berbagai terobosan
dan kebijakan di bidang kesehatan antara lain memprogramkan
Puskesmas 24 Jam dan Rumah Sakit Pratama, IPM semakin meningkat
dari tahun ke tahun.
13. WEBSITE Dinas Perkebunan Kaltim kembali meraih penghargaan
sebagai juara II Nasional setelah Jawa Timur.
14. PENGHARGAAN MENTERI PU. Pemerintah Provinsi Kaltim keluar
sebagai Juara II setelah Yogyakarta untuk Penilaian Kinerja Pemerintah
Daerah Pekerjaan Umum (PKPD-PU) 2014 Sub Bidang Jasa Konstruksi
dari Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat RI.
15.Gubernur Kalimantan Timur memperoleh BEST CONTRIBUTING
GOVERNORS ATAU PEMIMPIN YANG GIGIH BERKONTRIBUSI
TERHADAP RAKYAT KALTIM MEWUJUDKAN EKONOMI KHUSUS.
16.KALTIM PROVINSI TERBAIK DI REGIONAL KALIMANTAN.
Penghargaan Yang Diberikan Oleh Tempo Media Grup
17. PENGHARGAAN PANGRIPTA NUSANTARA 2015 UNTUK KALTIM.
Sebagai peringkat ke-dua untuk perencanaan terbaik Nasional.

53
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
18. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berhasil meraih penghargaan
pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan
Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
19. Kaltim memperoleh penghargaan BKN Award 2015 untuk Kategori
54 Pengelolaan Kepegawaian Terbaik Nasional.
20. Kaltim memperoleh penghargaan dalam keterbukaan informasi
badan publik Tahun 2015 dari Presiden RI.
21. Kaltim meraih penghargaan wahana Tata Nugraha tahun 2015
bidang lalu lintas dan angkutan jalan raya dari Kementerian
Perhubungan.

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur


Penghargaan memang bukan tujuan, karena kerja yang dilakukan
jajaran Pemprov Kaltim adalah untuk kesejahteraan rakyat dengan slogan
Membangun Kaltim untuk Semua. Namun dengan penghargaan
tersebut merupakan pengakuan atas keseriusan kerja dari jajaran birokrasi
di daerah ini dengan dukungan seluruh warga masyarakat Kaltim. Berbagai
keberhasilan, kemajuan dan prestasi yang telah dicapai seperti yang
tergambar pada laporan kinerja pembangunan ini, menunjukkan bahwa
Provinsi Kalimantan Timur di usianya yang ke-59 ini sudah semakin
berubah.
Kaltim semakin maju dan pembangunannya berkembang pesat.
Seperti yang disampaikan oleh Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang
Yudhoyono pada peresmian dan ground breaking proyek-proyek MP3EI di
Balikpapan 15 September 2014 lalu mengatakan bahwa Kaltim bukan lagi
sebagai The Sleeping Giant (Raksasa Tidur) akan tetapi dalam
pembangunannya sudah mampu berlari kencang yang mengalahkan
provinsi-provinsi lain se-Kalimantan. Hal senada juga diakui oleh Presiden
Joko Widodo dalam kunjungannya ke Kaltim menjelang Pemilu 4 Juli 2014
lalu bahwa Kaltim adalah aset Nasional, dan pembangunannya harus lebih
baik serta masyarakatnya harus sejahtera. Dalam setiap pemanfaatan
sumber daya alam (SDA) yang dieksploitasi harus berdampak positif
terhadap kesejahteraan masyarakat di provinsi Kalimantan Timur.
Tujuan pembangunan pada dasarnya adalah dalam rangka untuk
mendorong pertumbuhan (pro growth), menciptakan dan memperluas
lapangan kerja (pro job), mengurangi kemiskinan (pro poor) dan
mendukung terciptanya keadaan lingkungan yang lebih baik (pro
environment).
Dengan semangat HUT ke-59 Provinsi Kalimantan Timur ini,
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengucapkan terima kasih seluruh
komponen masyarakat Kalimantan Timur atas dukungan dan partisipasinya
dalam penyelenggaraan pembangunan. Pemerintah berharap agar
pelaksanaan pembangunan kedepan terus mendapat dukungan,
partisipasi, dan pengawalan dalam pelaksanaannya, sehingga target dan
sasaran pembangunan yang telah direncanakan dapat dicapai untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur.

Membangun Kaltim Untuk Semua

Samarinda, 31 Desember 2015


GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR

55
Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur
DR. H. AWANG FAROEK ISHAK

56

Laporan Kinerja Tahun Kedua RPJMD Kalimantan Timur