Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI

Mekanisme Sistem Kardiovaskuler

Disusun oleh :

Christy Thong
60116038

PROGRAM STUDI Kedokteram


FAKULTAS Kedokteran
UNIVERSITAS CIPUTRA SURABAYA

2016
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sistem Kardiovaskuler hal yang utama juga penting didalam tubuh
makhluk hidup termasuk pada manusia. Sistem Kardiovaskuler atau juga
dikenal sebagai sistem peredaran darah merupakan suatu organ yang
memindahkan zat dari dan menuju sel-sel tubuh manusia. Sistem
kardiovaskuler terdiri dari jantung, darah dan pembuluh darah.
Dalam sistem kardiovaskuler yang kompleks ini, jantung memiliki peran
yang penting yaitu sebagai pompa yang membuat darah dapat mengalir ke
seluruh tubuh dan selain itu jantung memiliki kemampuan untuk
menimbulkan hantaran listrik. Jantung pada tubuh manusia menempati
diantara kedua paru-paru tepatnya pada bagian tengah rongga thorax. Jantung
memiliki besar kurang lebih sebesar kepalan tangan.
Laporan ini dibuat untuk mengevaluasi praktikum yang sudah dilakukan
untuk mengetahui (1) pengaruh rangsangan vagus pada jantung, (2) pengaruh
perubahan suhu pada kontraksi jantung, (3) pengaruh epinephrine pada
kontraksi jantung, (4) pengaruh ukuran pembuluh terhadap blood flow rate
dan (5) pengaruh tekanan darah terhadap blood flow rate.

1.2 Tujuan Praktikum


1.2.1. Kegiatan I : Examining the Effect of Vagus Nerve Simulation
Melihat pengaruh Nerves Vagus pada jantung.
Menerangkan terjadinya vagal escape pada rangsangan vagus
yang lama
Memahami fungsi dari SA node
1.2.2. Kegiatan II : Examining the Effect of Temperature on Heart
Rate.
Memahami definisi hypothermia dan hyperthermia.
Memahami pengaruh temperature panas dan dingin pada
jantung.
1.2.3. Kegiatan III : Examining the Effect of Chemical Modifier on
Heart Rate.
Membedakan pengaruh cholinergic dan adrenergic pada
jantung.
Memahami kerja agonis dan antagonis pada jantung.
Mengamati pengaruh epinephrine, pilocarpine, atropine dan
digitalis pada jantung.
Memahami pengaruh rangsangan simpatik dan parasimpatik
pada jantung.
1.2.4. Kegiatan IV : Studying The Effect of Blood Vessel Radius on
Blood Flow Rate.
Mengamati pengaruh ukuran (diameter) pembuluh darah
terhadap blood flow rate.
Mengamati perubahan ukuran (diameter) pembuluh darah
dalam tubuh.
Mampu menginterpretasi grafik ukuran pembuluh darah
terhadap blood flow rate.

1.2.5. Kegiatan V : Studying The Effect of Blood Flow Rate.


Mengamati pengaruh tekanan darah terhadap blood flow rate.
Menjelaskan struktur yang dapat mempengaruhi tekanan darah
dalam tubuh.
Membandingkan gambaran pengaruh perubahan tekanan darah
dengan perubahan diameter, viskostasitas dan panjang
pembuluh darah terhadap blood flow rate.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Anatomi jantung

Gambar 1. Bagian-bagian pada Jantung

Sumber :

http://4.bp.blogspot.com/-3yaFsy-
tWEk/U8N4OpkTVQI/AAAAAAAAAF8/zU8U5hA80OM/s1600/1c.JPG
2.1.1 Letak Jantung

Gambar 2. Letak Jantung


Sumber:
http://anatomijantung.xyz/wp-content/uploads/2015/12/anatomi-
300x249.jpg

Posisi jantung terletak diantar kedua paru dan berada ditengah tengah
dada, bertumpu pada diaphragm thoracis dan berada kira-kira 5 cm
diatas processus xiphoideus. Pada tepi kanan cranial berada pada tepi
cranialis pars cartilaginis costa III dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum.
Pada tepi kanan caudal berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa
VI dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Tepi kiri cranial jantung
berada pada tepi caudal pars cartilaginis costa II sinistra di tepi lateral
sternum, tepi kiri caudal berada pada ruang intercostalis 5, kira-kira 9
cm di kiri linea medioclavicularis.

2.1.2 Ruang Jantung

Gambar 3. Ruang Jantung

Sumber :https://lh4.googleusercontent.com/-
EMBo2q1payg/TiVFqC4axFI/AAAAAAAABro/to_SCoBoaF0/s800/F
astStoneEditor.jpg
Jantung manusia dibagi menjadi empat ruang atau bagian
yaitu dua atrium dan dua ventrikel. fungsi bagian bagian jantung
tersebut adalah sebagai berikut :
Atrium
merupakan ruang jantung yang terletak di bagian atas.
Jantung memiliki dua atrium yaitu atrium kanan dan atrium kiri.
Atrium kanan berfungsi menerima darah yang banyak karbon
dioksida dari seluruh tubuh dan membawanya menuju ventrikel
kanan. Sedangkan Atrium kiri berfungsi menerima darah yang
banyak oksigen dari paru paru dan membawanya menuju
ventrikel kiri.

Ventrikel
merupakan ruang jantung yang terletak di bagian bawah.
Jantung memiliki dua vetrikel yaitu ventrikel kanan dan ventrikel
kiri. Ventrikel kanan berfungsi menerima darah yang banyak
karbon dioksida dari atrium kanan dan memompanya ke paru
paru. Sedangkan Ventrikel kiri berfungsi menerima darah yang
banyak oksigen dari atrium kanan dan memompanya ke seluruh
tubuh

2.1.3 Katup Jantung

empat katup jantung mengalirkan darah ke arah yang benar


dan mencegah darah mengalir dalam arah sebaliknya. Katup
atrioventrikular (AV) kanan dan kiri mengarahkan darah dari atrium ke
ventrikel selama diastol dan mencegah aliran balik darah dari ventrikel
ke atrium selama sistol. Katup semilunaris aorta dan pulmonal masing-
masing mengarahkan dari ventrikel ke aorta dan artie pulmonaris
selama sistol dan mencegah aliran balik darah dari kedua pembuluh
utama ini ke ventrikel selama diastol

2.2 Sistem Konduksi


Gambar 4. Sistem Konduksi

Sumber
http://2.bp.blogspot.com/JOC3plzI8XA/Ta2JdcjVRYI/AAAAAAAAA
FM/LY2V_E_CvpA/s1600/New+Picture+%252819%2529.png

Konduksi jantung adalah kondisi jantung melakukan rangsangan berupa


listrik yang dapat menyebabkan jantung berkontraksi dan relaksasi. Berikut
tahapan konduksi jantung:
1. SA node (sinoatrial) menghasilkan impuls yang berjalan di seluruh
dinding jantung yang menyebabkan kedua atrium berkontraksi. SA
node terletak di dinding atrium kanan dekat vena cava superior
2. AV node (atrioventrikular) terletak di atas katup trikuspidalis dan basis
septum interatriale. Ketika impuls dari SA node mencapai AV node,
terjadi jeda sekitar 1/10 detik. Jeda ini memungkinkan atrium
berkontraksi dan mengosongkan isinya terlebih dahulu.
3. Kemudian impuls dari AV node diteruskan ke sistem bundle branch
oleh Bundle HIS. Bundle branch merupakan bentuk percabangan dari
bundle HIS (RBB dan LBB)
a) RBB (right bundle branch) berfungsi memberi impuls ke otot
ventrikel kanan jantung
b) LBB (left bundle branch) terbagi menjadi dua:
1) LPV (left posterior vesicle) berfungsi meneruskan impuls ke
endokardium ventrikel kiri posterior dan inferior
2) LAV (left anterior vesicle) berfungsi meneruskan impulsk ke
endokaridum ventrikel kiri anterior dan superior
4. Di bagian ujung dari bundle branch terdapat sabut purkinje yang
berfungsi menghantarkan impuls menuju lapisan sub-endokardium
pada kedua ventrikel, sehingga terjadi depolarisasi yang diikuti oleh
kontraksi ventrikel. Hal ini menyebabkan ventrikel kanan memompa
ke paru-paru melalui arteri pulmonalis dan ventrikel kiri memompa ke
seluruh tubuh melalui aorta.

2.4 Siklus Jantung


Gambar 5. Siklus Jantung

http://4.bp.blogspot.com/ZXotonobrho/TWMTof32DKI/AAAAAAAAAB
8/NzkhhZTE8-
k/s1600/Skema+aktifitas+kerja+jantung+untuk+memompa+darah.jpg

Sistol dan diastol merupakan dua periode yang menyusun satu siklus
jantung.Diastole adalah kondisi relaksasi, yakni saat jantung terisi oleh darah
yang kemudian diikuti oleh periode kontraksi atau sistole. Satu siklus jantung
tersusun atas empat fase (Saladin, 2003),

1. Pengisian ventrikel (ventricular filling)

Adalah fase diastolik, saat ventrikel mengembang dan


tekanannya turun dibandingkan dengan atrium. Pada fase ini, ventrikel
terisi oleh darah dalam tiga tahapan, yakni pengisian ventrikel secara
cepat, diikuti dengan pengisian yang lebih lambat (diastasis), hingga
kemudian proses diakhiri dengan sistole atrial. Hasil akhir diperoleh
EDV (End Diastolic Volume), yang merupakan volume darah total yang
mengisi tiap ventrikel, besarnya kurang lebih 130 mL.

2. Kontraksi isovolumetrik (isovolumetric contraction)


Mulai fase ini, atria repolarisasi, dan berada dalam kondisi
diastole selama sisa siklus. Sebaliknya, ventrikel mengalami
depolarisasi dan mulai berkontraksi.Tekanan dalam ventrikel meningkat
tajam, namun darah masih belum dapat keluar dari jantung dikarenakan
tekanan pada aorta dan pulmonary trunk masih lebih tinggi
dibandingkan tekanan ventrikel, serta masih menutupnya keempat katup
jantung. Dalam fase ini, volume darah dalam ventrikel adalah
tetap,sehingga dinamakan isovolumetrik

3. Pompa ventrikuler (ventricular ejection)

Tekanan sistolik meningkat karena ventrikel masih berkontraksi.


Pada waktu yang sama, volume ventrikel akan menurun karena katup
aorta telah terbuka dan darah mengalir daru ventrikel ke aorta.
4. Relaksasi isovolumetrik (isovolumetric relaxation)
Awal dari diastol ventrikuler, yakni saat mulai terjadinya
repolarisasi. Fase ini juga disebut sebagai fase isovolumetrik,
karena katup AV belum terbuka dan ventrikel belum menerima
darah dari atria.
2.5 Curah Jantung dan Kontrolnya

Curah jantung, jumlah darah yang disemprotkan oleh masing-masing


ventrikel setiap menit, ditentukan oleh kecepatan jantung kalo isi
sekuncup.
Kecepatan jantung bervariasi sesuai dengan perubahan keseimbangan
pengaruh parasimpatis dan simpatis pada nodus SA. Stimulasi
parasimpatis memperlambat kecepatan jantung, dan stimulasi simpatis
mempercepatnya
Isi sekuncup bergantung pada (1) tingkat pengisian ventrikel, dengan
peningkatan volume diastolik akhir menyebabkan peningkatan isi
sekuncup melalui hubungan panjangan-tegangan (hukum Frank-straling
untuk jantung, suatu bentuk kontrol instrinsik) dan (2) tingkat stimulasi
simpatis, dengan peningkatan stimulasi simpatis menyebabkan
peningkatan kontraktilitas jantung, yaitu peningkatan kekuatan kontraksi
dan peningkatan isi sekuncup pada volume diastolik akhir tertentu (kontrol
ekstrinsik)
Beban awal jantung (beban kerja jantung sebelum kontraksi dimulai)
adalah tingkat pengisian. Beban akhir jantung (beban kerja jantung setelah
kontraksi dimulai) adalah tekanan darah arteri
BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1 Alat dan bahan


Komputer atau laptop
Software PhysioEx 9.0: Laboratory Simulations in Physiology

3.2 Prosedur kerja


3.2.1 Kegiatan I
Bukalah software PhysioEx dan klik Exercise 6: Cardiovasculer
Physiology.
Klik acticity 2: Examining the Effect of Vagus Nerve Simulation.
Klik introduction kemudian jawablah pre-lab quiz.
Klik tab experiment dan mulailah melakukan percobaan.
Ikuti instruksi percobaan dalam software.
3.2.2 Kegiatan II
Bukalah software PhysioEx dan klik Exercise 6: Cardiovasculer
Physiology.
Klik acticity 3: Examining the Effect of Temperature on Heart Rate.
Klik introduction kemudian jawablah pre-lab quiz.
Klik tab experiment dan mulailah melakukan percobaan.
Ikuti instruksi percobaan dalam software, catatlah hasil percobaan
yang dilakukan dan isilah tabel.
3.2.3 Kegiatan III
Bukalah software PhysioEx dan klik Exercise 6: Cardiovasculer
Physiology.
Klik acticity 4: Examining the Effect of Chemical Modifier on
Heart Rate.
Klik introduction kemudian jawablah pre-lab quiz.

Klik tab experiment dan mulailah melakukan percobaan.


Ikuti instruksi percobaan dalam software, catatlah hasil percobaan
yang dilakukan dan isilah tabel.
3.2.4 Kegiatan IV
Bukalah software PhysioEx dan klik Exercise 5: Cardiovasculer
Dynamics.
Klik acticity 1: Studying The Effect of Blood Vessel Radius on
Blood Flow Rate.
Klik introduction kemudian jawablah pre-lab quiz.
Klik tab experiment dan mulailah melakukan percobaan.
Ikuti instruksi percobaan dalam software, catatlah hasil percobaan
yang dilakukan dan isilah tabel.
3.2.5 Kegiatan V
Bukalah software PhysioEx dan klik Exercise 5: Cardiovasculer
Dynamics.
Klik acticity 4: Studying The Effect of Blood Flow Rate.
Klik introduction kemudian jawablah pre-lab quiz.
Klik tab experiment dan mulailah melakukan percobaan.
Ikuti instruksi percobaan dalam software, catatlah hasil percobaan
yang dilakukan dan isilah tabel.

BAB IV

HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Hasil Pengamatan


4.1.1 Kegiatan I : Examining the Effect of Vagus Nerve Simulation
4.1.2 Kegiatan II : Examining the Effect of Temperature on Heart Rate.
Tabel 1. Data Praktikum
4.1.3 Kegiatan III : Examining the Effect of Chemical Modifier on Heart
Rate.

Tabel 2. Data Praktikum


4.1.4 Kegiatan IV : Studying The Effect of Blood Vessel Radius on Blood
Flow Rate.
Tabel 3. Data Praktikum
4.1.5 Kegiatan V : Studying The Effect of Blood Flow Rate.
Tabel 4. Data Praktikum
4.2 Pembahasan
4.2.1 Kegiatan I : Examining the Effect of Vagus Nerve Simulation
Berdasarkan percobaan kegiatan 1 untuk mengetahui
pengaruh rangsangan vagus pada jantung yang telah dilakukan
adalah nervus vagus menurunkan kekuatan kontraksi otot jantung
dan juga frekuensi denyut jantung. Hal ini dapat terjadi karena
nervus vagus merukapan sistem saraf parasimpatis. Sistem
parasimpatis itu sendiri adalah saraf yang
melemahkan/memperlambat frekuensi denyut jantung.

4.2.2 Kegiatan II : Examining the Effect of Temperature on Heart Rate.


Pada percobaan pengaruh suhu pada kontraksi jantung yang
sudah dilakukan didapatkan hasil bahwa semakin turun suhunya
maka heart rate nya juga semakin turun, sedangkan semakin tinggi
suhunya maka heart ratenya juga akan semakin tinggi. Hal ini
dapat terjadi karena panas memingkatkan permeabelitas membrane
otot jantung terhadap ion yange mengatur frekuensi denyut jantung
yang menghasilkan peningkatan proses perangsangan. Sehingga
suhu sangat mempengaruhi heart rate.

4.2.3 Kegiatan III : Examining the Effect of Chemical Modifier on Heart


Rate.

Pada percobaan yang sudah dilakukan didapatkan hasil


bahwa epinephrine memiliki fungsi yang sama seperti saraf
simpatis yaitu memcepat frekuensi denyut jantung. Selain itu
epinephrine termasuk hormon adrenaline, dimana adrenaline itu
dapat meningkatkan permeabelitas membran sel otot terhadap Na+
dan Ca2+. Na+ dan Ca2+ berfungsi sebagai bahan untuk kontraksi
otot.

4.2.4 Kegiatan IV : Studying The Effect of Blood Vessel Radius on Blood


Flow Rate.
Pada percobaan ini didapatkan hasil pengamatan yaitu tabel
pengamatan yang memberikan keterangan bahwa saat radius
dinaikin maka flow nya akan ikut naik. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa semakin besar ukuran pembuluh darah, maka
semakin besar pula blood flow rate yang dihasilkan.

4.2.5 Kegiatan V : Studying The Effect of Blood Flow Rate.


Pada percobaan ini didapatkan data praktikum yaitu tabel
hasil pengamatan yang menyatakan bahwa saat pressure nya
dinaikan maka flownya juga akan naik. Sehingga didapatkan
kesimpulan bahwa semakin besar/kuat tekanan darah maka
semakin besar pula blood flow rate yang dihasilkan.

4.3 Review Sheet


4.3.1 Kegiatan I : Examining the Effect of Vagus Nerve Simulation
1. Explain the effect that extreme vagus nerve stimulation had on
the heart. How well did the results compare with your
prediction?
The heart rate surely decreased and after all the heart
stopped as I predicted.
2. Explain two ways that the heart can overcome excessive vagal
stimulation.
First, sympathetic reflexes. Second, initiation of a rhythm
by the purkinje fibers
3. Describe how the sympathetic and parasympathetic nervous
systems work together to regulate heart rate.
The sympathetic nervous system increases heart rate and
parasympathetic decreases heart rate.
4. What do you think would happen to the heart rate if the vagus
nerve was cut?
Then the heart rate would increase and never regulate

4.3.2 Kegiatan II : Examining the Effect of Temperature on Heart Rate.


1. Explain the effect that decreasing the temperature had on the
frog heart. How do you think the human heart would respond?
How well did the results compare with your prediction?
When the temperature get colder, the heart rate get slower
as prediction.
2. Describe why Ringer's solution is required to maintain heart
contractions.
To beat, heart need some electrolytes. Ringer's solution
provides that matters.
3. Explain the effect that increasing the temperature had on the
frog heart. How do you think the human heart would respond?
How well did the results compare with your prediction?
The hotter the temperature the faster the heart rate in case of
the frog as predicted.

4.3.3 Kegiatan III : Examining the Effect of Chemical Modifier on Heart


Rate.

1. Describe the effect that pilocarpine had on the heart and why it
had this effect. How well did the results compare with your
prediction?
Pilocarpine decreased heart rate, 60 to 46 as predicted.
2. Atropine is an acetylcholine antagonist. Does atropine inhibit or
enhance the effects of acetylcholine? Describe your results and
how they correlate with how the drug works. How well did the
results compare with your prediction?
Atropine increased heart rate, 60 to 70 as predicted.
3. Describe the benefits of administering digitalis.
Administering digitalis helps, inhibits or imitates the action
of acetycholine. So, it can be used to contol body.

4. Distinguish between cholinergic and adrenergic chemical


modifiers. Include examples of each in your discussion.
Cholingeric and adrenergic modifiers inhibit, mimic, or
enhance the action of acetylcholine in the body. Atropine is
acholingeric antagonist that blocks the acetylcholine
receptor increasing the heart rate. Pilocarpine is a direct
actingcholinergic agonist that decreases the heart rate.
Epinephrine is an adrenergic agonist and binds to adrenergic
receptorincreases heart rate. This mimics effect of the
sympathetic nervous system.

4.3.4 Kegiatan IV : Studying The Effect of Blood Vessel Radius on Blood


Flow Rate.
1. Explain how the body establishes a pressure gradient for fluid
flow.
By heart constraction, the pressure gradient is established.
2. Explain the effect that the flow tube radius change had on flow
rate. How well did the results compare with your prediction?
The flow tube radius incresed the flow rate, as I predicted.
3. Describe the effect that radius changes have on the laminar flow
of a fluid.
When radius incresed, flow of a fluid get more free to flow
than when radius is lower. The other way, when radius is
narrow the flow of a fluid is restricted that rate is low.
4. Why do you think the plot was not linear? (Hint: look at the
relationship of the variables in the equation). How well did the
results compare with your prediction?
In graph, line is not stright, because radius and flow rate
have not just simple proportion. Flow rate have proportion
with the fourth power of radius.

4.3.5 Kegiatan V : Studying The Effect of Blood Flow Rate.


1. Explain the effect that pressure changes had on flow rate. How
well did the results compare with your prediction?
Increaasing the pressure changes had on flow rate. This was
consistent with my prediction.
2. How does the plot differ from the plots for tube radius, viscosity,
and tube length? How well did the results compare with your
prediction?
Plot between the flow rate and pressure makes straight line,
only pressure among all factor.
3. Explain why pressure changes are not the best way to control
blood flow.
It has just proportion with flow rate, while fourth power of
radius has proportion with flow rate.
4. Use your data to calculate the increase in flow rate in
ml/min/mm Hg.
245.4 ml/min/mmHg
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

1. Sistem kardiovaskuler memiliki fungsi untuk mempertahankan kualitas


dan kuantitas dari cairan yang ada di dalam tubuh agar tetap dalam
keadaan homeostatis.
2. Semakin tinggi suhu semakin cepat pula denyut jantung
3. Semakin besar ukuran pembuluh darah, maka semakin besar pula blood
flow rate yang dihasilkan.
4. Semakin besar/kuat tekanan darah maka semakin besar pula blood flow
rate yang dihasilkan.
5. Epinephrine memiliki fungsi yang sama seperti saraf simpatis yaitu
mempercepat frekuensi denyut jantung.
6. Nervus Vagus memiliki fungsi yang sama seperti saraf parasimpatis yaitu
memperlambat frekuensi denyut jantung.
5.2 Saran

1. Untuk petugas lab diharapkan dapat menyiapkan dan memeriksa computer


yang akan digunakan untuk praktikum sehingga diharapkan saat praktikum
berlangsung tidak ada masalah pada komputer karena masih banyak
mahasiswa yang complain karena komputernya adanya masalah seperti
saat lagi melakukan praktikum komputernya tiba-tiba mati dan juga ada
beberapa komputer yang tidak dapat digunakan yang mengakibatkan
beberapa siswa harus berbagi komputer bersama teman. Hal seperti ini
menganggu proses kegiatan praktikum.
2. Untuk mahasiswa yang melakukan praktikum diharapkan untuk lebih teliti
dan membaca panduan praktikum dengan benar sehingga saat praktikum
berlangsung masing-masing mahasiswa mengerti apa yang harus
dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA

Sherwood, Lauralee. Fisiologi Manusia, dari Sel ke Sistem. Ed. Ke-8. Jakarta: EGC,
2013:492-98, 510-13, 522.

Guyton, Arthur C, John E. Hall. Textbook of Medical Physiology. Ed. Ke-12. SG.
ELSEVIER Inc, 2001: 460 -466.

Scribd (2016) Retrieved from https://www.scribd.com/doc/311706703/Tgs-Kel-3-


Kardiovaskuler-Jantung-Terbaru-Copy
[ diakses pada 15 november 2016 ]
LAMPIRAN