Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

ISBD merupakan sebagai program umum yang bersifat mengantar mahasiswa yamg

memiliki kemampuan personal.Kemampuan personal merupakan kaitan dengan kemampuan

individu untuk menempatkan diri sebagai anggota masuyarakat yang tidak terpisahkan dari

masyarakat itu sendiri

ISBD juga merupakan sebagai integrasi dari ISD dan IBD yang memberikan dasar-dasar

pengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mampu mengkaji

masalah sosial, kemanusian, dan budaya. Pendekatan ISBD juga merupakan akan memperluas

pandangan bahwa masalah sosial, kemanusian, dan budaya dapat didekati dari berbagai sudut

pandang. Dengan wawasan sehingga mampu mengkaji sebuah masalah kemasyarakatan yang

lebih kompleks, demikian pula dengan solusi pemecahannya

Problematika kebudayaan adalah sesuatu yang indah jika kebudayaan yang merupakan

harta yang turun temurun dari nenek moyang kita, dapat kita pertahankan kelestariannya. Tapi

perkembangan jaman tidak dapat dibendung, seiring dengan berjalanya waktu, maka kelestarian

kebudayaan tersebut harus dijaga karena kebudayaan hanyalah identitas diri dan merupakan

identitas bangsa. Bangsa yang memiliki identitas akan menjadi bangsa yang kuat dan menjadi

bangsa yang tidak mudah untuk dijajah oleh bangsa lain. Problematika kebudayaan sangat

berbahaya jika dibiarkan, karena kebudayaan merupkan jati diri bangsa, bila itu hilang maka

dengan sangat mudah bangsa itu akan hancur dan dijajah oleh bangsa lain. Oleh sebab itu

bagaimanapun juga caranya kita harus mempertahankan identitas bangsa kita yaitu kebudayaan.

1
Mulailah dengan mencintai kebudayaan daerah, dan serukan dalam hati yaitu: Aku Cinta

Indonesia.

2. Rumusan Masalah

Berdasarakan latar belakang tersebut di atas, maka setidaknya ada beberapa masalah yang

akan di bahas dalam makalah ini, yaitu :

Apakah pengertian dari kebudayaan?


Dalam problematika kebudayaan apa saja hambatan-hambatan kebudayaan yang terjadi?

Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah berdasarkan rumusan masalah di atas adalah :

Untuk memberitahukan pengertian dari kebudayaan.


Untuk memberitahukan macam-macam hambatan kebudayaan yang terjadi.

BAB II

2
PEMBAHASAN

1. Pengertian Kebudayaan

Budaya adalah bentuk jama dari Budi dan Daya yang berarti Cinta, kasra, dan rasa. Kata

budaya sebenarnya berasal dari bahasa sansekerta Budaya yaitu bentuk jama dari kata Budhi

yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa inggris, kata budaya berasal dari kata Culture, dalam

bahasa Latin berasal dari kata Colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan,

mengembangkan tanah (bertani)

Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti Culture, yaitu sebagai segala daya dan

aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. Dengan demikian dapat di simpulkan

bahwa kebudayaaan atau budaya menyangkut keseluruhan aspek kehidupan manusia baik

material maupun non-material. Sebagian besar ahli yang mengartikan kebudayaan seperti ini

kemungkinan besar sangat di pengaruhi oleh pandangan evolusionisme, yaitu suatu teori yang

menyatakan bahwa kebudayaan itu akan berkembang dari tahapan yang sederhana menuju

tahapan yang lebih konpleks.

2. Problematika Kebudayaan

Kebudayaan yang diciptakan manusia dalam kelompok dan wilayah yang berbeda-beda

menghasilkan keragaman kebudayaan. Tiap persekutuan hidup manusian (masyarakat, suku, atau

bangsa) memiliki kebudayaan sendiri yang berbeda dengan kebudayaan kelompok lain.

Kebudayaan yang dimiliki sekelompok manusia membentuk ciri dan menjadi pembeda dengan

kelompok lain. Dengan demikian, kebudayaan merupakan identitas dari persekutuan hidup

manusia.

3
Dalam rangka memenuhi hidupnya manusia akan berinteraksi dengan manusia lain,

masyarakat berhubungan dengan masyarakat lain, demikian pula terjadi hubungan antar

persekutuan hidup manusia dari waktu ke waktu dan terus berlangsung sepanjang kehidupan

manusia. Kebudayaan yang ada ikut pula mengalami dinamika seiring dengan dinamika

pergaulan hidup manusia sebagai pemilik kebudayaan. Berkaitan dengan hal tersebut kita

mengenal adanya pewarisan kebudayaan, perubahan kebudayaan, dan penyebaran kebudayaan.

Bahwa dalam rangka pemenuhan hidupnya manusia akan berinteraksi dengan sesama,

masyarakat dengan masyarakat lain yang terjadi antar persekutuan hidup manusia sepanjang

hidup manusia. Berkaitan dengan hal tersebut kita mengenal adanya tentang kebudayaan yaitu :

Pewaris kebudayaan yaitu proses pemindahan,penerusan,pemilikan dan pemakaian dari

generasi ke generasi
Perubahan kebudayaan yaitu perubahan yang terjadi karena ketidaksesuaian diantara

unsur-unsur budaya
Penyebaran kebudayaan atau difusi adalah proses menyebarnya unsur-unsur kebudayaa

dari suatu kelompok ke kelompok yang lain atau dari masyarakat ke masyarakat yang

lain.

3. Pewarisan kebudayaan

Pewarisan kebudayaan adalah proses pemindahan, penerusan, pemilikan, dan pemakaian

kebudayaan dari generasi ke generasi secara berkesinambungan. Pewarisan budaya bersifat

vertical artinya budaya diwariskan dari generasi terdahulu kepada generasi berikutnya untuk

digunakan, dan selanjutnya diteruskan kepada generasi yang akan datang.

4
Pewarisan kebudayaan dapat dilakukan mmelalui ekulturasi dan sosialisasi, enkulturasi,

atau pembudayaan adalah proses mempelajari dan menyesuaikan pikiran dan sikap individu

dengan sistem norma, adat, dan peraturan hidup dalam kebudayaan. Proses enkulturasi di mulai

sejak dini, yaitu masa kanak-kanak, bermulai dari lingkungan keluarga, teman-teman

sepermainan, dan masyarakat luas. Sosialisasi atau proses pemasyarakatan adalah individu

menyesuaikan diri dengan individu lain dalam masyarakatnya.

Dalam hal pewarisan budaya bisa muncul masalah antara lain: sesuai atau tidaknya

budaya barisan tersebut dengan dinamika masyarakat saat sekarang, penolakan generasi

penerima terhadap warisan budaya tersebut, dan munculnya budaya baru yang tidak lagi sesuai

dengan budaya warisan.

Dalam suatu khusus, ditemukan generasi muda menolak budaya yang hendak diwariskan

oleh generasi pendahulunya. Budaya itu dianggap tidak lagi sesuai dengan kepentingan hidup

generasi tersebut, bahkan dianggap bertolak belakang dengan nilai-nilai budaya baru yang

diterima sekarang ini.

4. Perubahan kebudayaan

Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi sebagai akibat adanya

katidaksesuaian di antara unsur-unsur budaya yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang

fungsinya tidak serasi bagi kehidupan. Perubahan kebudayaan mencakup banyak aspek, baik

bentuk, sifat perubahan, dampak perubahan, dan mekanisme yang dilaluinya. Perubahan

kebudayaan di dalamnya mencakup perkembangan kebudayaan. Pembangunan dan modernisasi

termasuk pula perubahan kebudayaan.

5
Perubahan kebudayaan yang terjadi bisa memunculkan masalah, antara lain perubahan

akan merugikan manusia jika perubahan itu bersifat regres (kemunduran) bukan progres

(kemajuan); perubahan bisa berdampak buruk atau menjadi bencana jika dilakukan melalui

revolusi, berlangsung cepat, dan diluar kendali manusia.

5. Penyebaran kebudayaan

Penyebaran kebudayaan atau difuusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan

dari suatu kelompok ke kelompok lain atau suatu masyarakat ke masyarakat lain. Kebudayaan

kelompok masyarakat di suatu wilayah bisa menyebar ke masyarakat wilayah lain. Misalnya,

kebudayaan dari masyarakat barat (Negara-Negara Eropa) masuk dan mempengaruhi

kebudayaan timur (bangsa Asia dsan Afrika). Globalisasi budaya bisa dikatakan pula sebagai

penyebaran suatu kebudayaan secara meluas.

Dalam hal penyebaran kebudayaan, seorang sejarawan Arnold J. Toynbee merumuskan

beberapa dalil tentang radiasi budaya sebagai berikut.

Pertama, aspek atau unsur budaya selalu masuk tidak secara keseluruhan, melainkan

individual. Kebudayaan barat yang masuk ke dunia timur pada abad ke-19 tidak masuk secara

keseluruhan. Dunia timur tidak mengambil budaya barat secara keseluruhan, tetapi unsur

tertentu, yaitu teknologi. Teknologi merupakan unsur yang paling mudah di serap. Industrialisasi

di Negara-negar timur merupakan pengaruh dari kebudayaan barat.

Kedua, kekuatan menermbus suatu buda bebanding terbalik dengan nilainya. Makin

tinggi dan dalam aspek budayanya, makin sulit untuk diterima. Contoh religi adalah lapis dalam

6
dari budaya. Religi orang barat (Kristen) sulit di terima oleh orang timur dibanding teknologinya.

Alasannya, religi merupakan lapisan budaya yang paling dalam dan tinggi, sedangkan teknologi

merupakan lapis luar dari budaya.

Ketiga, jika satu unsure budaya masuk maka akan menarik unsure budaya lain. Unsure

teknologi asing yang diadopsi akan membawa masuk pula nilai budaya asing melalui orang-

orang asing yang bekerja di industri teknologi tersebut.

Keempat, aspek atau unsur budaya yang ditanah asalnya tidak berbahaya, bisa menjadi

berbahaya bagi masyarakat yang di datangi. Dalam hal ini, Toynbee memberikan contoh

nasionalisme. Nasionalisme sebagai hasil evolusi sosial budaya yang menjadi sebab tumbuhnya

Negara-negara nasional di Eropa abad ke-19 justru memecah belah system kenegaraan di dunia

Timur, seperti kesultanan dan kekhalifahan di Timur tengah.

Penyebaran kebudayaan (difusi) bisa menimbulkan masalah. Masyarakat penerima akan

kehilangan nilai-nilai budaya local sebagai akibat kuatnya budaya asing yang masuk. Contoh

globalisasi budaya yang bersumber dari kebudayaan Barat pada era sekarang ini adalah

masuknya nilai-nilai budaya global yang dapat memberi dapat negatif bagi perilaku sebagian

masyarakat Indonesia. Misalnya, pola hidup konsumtif, hedonism, pragmatis, dan individualistic.

Akibatnya, nilai budaya bangsa seperti rasa kebersamaan dan kekeluargaan lambat laun bisa

hilang dari masyarakat Indonesia.

Pada dasarnya, divusi merupakan bentuk kontak antar kebudayaan. Selain difusi, kontak

kebudayaan dapat pula berupa akulturasi dan asimilasi. Akulturasi berarti pertemuan antara dua

kebudayaan atau lebih yang berbeda. Akulturasi merupakan kontak antar kebudayaan, namun

masing-masing memperlihatkan unsure-unsur budayanya. Asimilasi berarti peleburan antar

7
kebudayaan yang bertemu. Asimilasi terjadi karna proses yang berlangsung lama dan intensiif

antara mereka yang berlainan latar belakang ras, suku, bangsa, dan kebudayaan. Pada umumnya,

asimilasi menghasilkan kebudayaan baru.

Beberapa Problematika Antaralain :

Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sitem kepercayaan.

Keterkaitan orang jawa terhadap tanah yang mereka tempati secara turun-temurun di yakini

sebagai peberi berkah kehidupan. Mereka enggan meninggalakan kampong halamannya atau

beralih pola hidup hidup sebagai petani , padahal hidup mereka umumnya miskin.

Hambatan budaya berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang. Hambatan

budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang ini dapat terjadi antara

masyarakat dan pelaksanaan pembangunan. Contonhnya: Program keluarga KB semula di tolak

masyarakat, mereka beranggapan banyak anak banyak rezeki.

Hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologo atau kejiwaan. Upaya untuk

mentransmigrasikan penduduk dari daerah yang terkena bencana alam banyak mengalami

kesulitan. Hal ini di sebabkan karena adanya kekhawatiran penduduk bahwa di tempat yamg

baru hidup mereka lebih sengsara di bandingkan dengan hidup mereka di tempat yang lama.

Masyrakat yang tersaing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luas. Masyarakat

daerah-daerah terpencil yang kurang komunikasi dengan masyarakat luas, karena pengetahuan

serba terbatas, seolah-olah tertutup untuk menerima program pembangunan.

Sikap Etnosantrisme.

8
Sikap Etnosantrisme yang mengagung-agungkan budaya, suku bangsa sendiri dan menganggap

rendah suku budaya lain. Sikap ini akan mudah memicu timbulnya kasus-kasus sara. Yakni

pertentangan suku, agama, ras dan antar golongan.

Sikap tradisionalisme

Sikap ini sangat mengagung-agungkan budaya tradisional sedemikian rupa, yang menganggap

hal-hal baru itu merusak tatanan hidup mereka yang sudah mereka miliki secara turun-temurun.

Perkembangan IPTEK sebagai hasil kebudayaan, sering kali disalah gunakan oleh manusia,

sebagai contoh: Nuklir dan Bom di buat justru untuk saling menyakiti bahkan saling membunuh

bukan untuk melestarikan generasi. Dan obat-obatan diciptakan dalam salah gunakan yang justru

mengganggu kesehatan manusia.

6. Unsur-Unsur Kebudayaan

Kebudayaan mengandung unsur antara lain; Kenyakinan, Mata pencarian, Bahasa,

pengetahuan, Teknologi, Sistem sosial,Kekerabatan,penanggalan,Tata pemukiman.

Berkembangnya kebudanyaan dikarenakan adanya kesadarn manusia, kondisi masyarakat

dan hubungan dan kebudaan lain.

7. Aktivitas Kebudayaan

Terminologi yang menunjukan aktifitas kebudayaan antara akulturasi, asimilasi, difusi,

dan lain-lain. Kebudayaan itu memiliki jiwa, ibarat manusia hidup yang dinamis dan tidak statis.

Selain kebudaaan itu hidup, kebudayaan pun dapat terkena kematian. Kematian kebudayaan

terjadi karena manusia yang dulu hidup di dalam sebuah kebudayaan, meninggalkan baik

secara sadar atau tidak kebudayaan itu, biasanya, karena ketertarikan kepada kebudayaan

9
lain.Manusia adalah jiwa kebudayaan.Ketika manusia meninggalkan kebudayaan yang telah

melembaga tersebut kematian bagi sebuah kebudayaan.

Keunggulan kebudayaan Indonesia;

- Kekayaan akan keragaman kebudayaan daerah Indonesia

- Sumber daya alam yang melimpah dan berkualitas

- Wilayah yang strategis

Problematika;

- Adanya pandangan bahwa kebudayaan itu statis

- Rendahnya minat sebagian masyarakat dalam menghayati kebudayaan daerah

- Rendahnya apresiasimasyarakat dalam menghayati kebudayaan daerah

- Rendahnya apresiasi masyarakat terhadap nilai-nilai budaya daerah

- Ketertarikan sebagian masyarakat terhadap pengaruh kebudayaan barat/asing

Pencitraan yang kuat tentang kebudayaan Indonesia.

Kebudayaan Indonesia

Kebudayaan Indonesia adalah salah satu dari sekian banyak kebudayaan yang ada di

dunia. Keberadaannya sama dengan kebudayaan lain telah memakan waktu yang cukup

10
lama.Berbicara tentang kebudayaan Indonesia maka kita akan berbicara tentang sejarah panjang

pertemuan antar kebudayaan daerah Indonesia dengan kebudayaan dari luar Indonesia.

Pertemuan antar kebudayan-kebudayaan di Indonesia, sudah dimulai sejak masuknya

agama Hindu dan Budha. Kebudayaan daerah Indonesia yang masih sederhana kemudian

bertemu dengan agama Hindu dan Budha yang menjadi sedemikian meluas dan dianut oleh

banyak masyarakat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya kerajaan yang pernah

ada di wilayah Barat dan Tengah.

Indonesia yang menganut agama tersebut seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya,

Pejajaran dan Majapahit. Pada masa kerjaan Majapahit, kebudayaan Indonesia mencapai

kebersamaannya dengan menyatukan kerajaan yang ada di Indonesia oleh Patih Gajah Mada,

yang terkenal dengan Sumpah Palapa.

Kesatuan ini jelas menjadikan kebudayaan di Indonesia semakin menunjukkan dinamis.

Terlihat mulai munculnya berbagai persoalan kebudayaan, salah satunya seperti hubungan

kerajaan di daerah dengan Majapahit. Keadaan ini semakin terlihat, ketika agama Islam mulai

banyak dianut oleh masyarakat di Indonesia, bahkan hingga tingkat kerajaan. Perubahan

keyakinan ini membuat banyak perubahan di bidang lain, kesetaraan antara sesama manusia,

semakin berkembangnya sastra, berdirinya kerajaan-kerjaan baru dan lain-lain.

Perjalanan kebudayaan Indonesia dipengaruhi oleh, masuknya Portugis menandakan

sebuah masa ketika penjajahan melanda wilayah nusantara. Ditutupnya Terusan Suez membuat

banyak negara di belahan dunia Barat mengalihkan perhatiannya untuk mencari rempah-rempah.

Tokoh-tokoh seperti Vasco da Gama, Marcopolo, Bartholomeus Diaz, mencari sebuah wilayah

perdagangan baru. Salah satu wilayah yang ditemukan sampailah mereka di tanah nusantara dan

11
memulai sebuah masa yang panjang, dalam penjajahan. Nusantara yang memiliki kesabaran

tersebut mulai menapaki jalan menuju persatuan. Masa tersebut, dipenuhi dengan berbagai

peperangan di berbagai daerah , mulai dari Aceh hingga Maluku. Peperangan yang digerakan

oleh semangat mempertahankan diri. Dengan menggunakan taktik memecah belah atau devide et

impera, perlawanan yang diberikan oleh para pejuang di daerah mulai tidak berarti. Perlawanan

masih diberikan, mulai dari kecil-kecilan hingga memuncak pada perlawanan secara

keseluruhan terhadap penjajahan. Akhirnya memperoleh kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus

1945, Penjajahan yang terjadi selama masa tersebut, bukan hanya kisah perlawanan fisik, tetapi

juga tentang perlawanan kebudayaan. Oleh karena,terjadi perubahan yang besar dalam banyak

bidang.Dalam hal ini dapat disoroti perubahan bentuk pemerintahan. Perubahan bentuk

pemerintahan, dari kerajaan kepada negara, menjadi sebuah perubahan yang menuntut adanya

kesatuan wilayah dan kebudayaan di Indonesia. Pada masa ini pula, polemik tentang dasar

negara, bahasa, Undang-Undang Dasar, dan persoalan kebudayaan nasional mulai terlhat. Sudah

banyak usaha yang dilakukan untuk merumuskan apa itu kebudayaan Indonesia.Kekayaan

Kebudayaan yang sedemikian hebat dari wilayah Indonesia, membuat para perumus tidak ingin

menghilangkan kebudayan yang sudah lama hidup. Kekayaan kebudayaan yang telah telah

terkenal kebesarannya ke Tiongkok dan Eropa.Namun, usaha perumusan belum membuahkan

hasil yang memuaskan.Masyarakat Indonesia telah teralihkan perhatiannya kepada kebudayaan

yang dibawa oleh Eropa dan Amerika.

Upaya pengembangan kebudayaan Indonesia

12
Jujur
Tanggung Jawab
Menepati janji
Toleransi
Membiasakan hidup bersih.
Menuntut ilmu kapan dan dimanapun juga
Menjalaini kehidupan sehari-hari dengan berpedoman pada kebudayaan Indonesia
Tanamkan minat sejak dini pada kebudayaan daerah Indonesia
Mempelajari dan mengenali kebudayaan daerah Indonesia (tarian,kerajinan tangan, Seni

bertutur, alat musik daerah membangun rumah teknik kebudayaan daerah dan lain-lain).

Sudah saatnya kebudayaan Indonesia memiliki kesejajaran dengan budaya barat. Oleh karena

itu, mulai disadari bahwa kebudayaan daerah di Indonesia memiliki keunggulan mulai dari

pandangan tentang alam hingga pranata sosial. Dan masyarakat barat juga mulai menyadari

kekurangan kebudayaan mereka sendiri, yang terlihat lewat gairah dan ketertarikan kepada

kebudayaan Timur sebagai penawar kegelisahan mereka Mengenali dan mengembangkan

kebudayaan Indonesia adalah tugas yang diemban oleh setiap warga negara Indonesia. Jangan

tinggalkan kebudayaan Indonesia karena kekayaan menunggu untuk dikenali, dikembangkan,

hingga akhirnya dapat hidup mencapai kebesarannya, yang dulu pernah dimiliki.

8. Problematika Kebudayaan Indonesia

Menelusuri pergulatan kebudayaan di Indonesia, akan ditemukan sebuah fenomena yang

lazim dihidupi yaitu, ke-rendah-diri-an masyarakat Indonesia terhadap kebudayaannya sendiri.

Ke-rendah-diri-an ini muncul dari hubungan antara kebudayaan Barat dengan kebudayaan daerah

di Indonesia, Barat yang sering diposisikan sebagai pihak superior dan kebudayaan daerah di

Indonesia sebagai pihak inferior.Rendah diri ini disebabkan oleh penjajahan, kerusakan perilaku

masyarakat Indonesia, dan pencitraan yang kuat dari media tentang keunggulan kebudayaan

Barat. Namun, dari beberapa sebab tersebut, yang terus terjadi hingga saat ini dan yang paling

13
mendasar adalah pencitraan. Dikatakan mendasar karena pada saat penjajahan pun sudah terjadi

pencitraan tersebut.

Ungkapan khusus seperti, ilmiah, keren, funky, dan gaul adalah ungkapan yang

menujukkan kondisi rendah diri. Ungkapan-ungkapan tersebut seringkali dilekatkan kepada

kebudayaan Barat, sedangkan kebudayaan daerah di Indonesia, sepertinya jauh dari ungkapan

ungkapan tersebut. Hal ini memang tidak sepenuhnya bermasalah, karena Barat memang

memiliki keunggulan dalam bidang-bidang tertentu, seperti sains. Namun, penilaian kebudayaan

Barat lebih superior dan kemudian fenomena masyarakat Indonesia meninggalkan kebudayaan

yang sudah lama dihidupi, tentu menjadi suatu masalah. Kebudayaan daerah di Indonesia

ditingglakan hanya karena dicitrakan tidak ilmiah, keren dan sebagainya. Padahal, mulai disadari

bahwa kebudayaan daerah di Indonesia memiliki keunggulanmulai dari pandangan tentang

alam hingga pranata sosial. Dan juga masyarakat Barat mulai menyadari kekurangan kebudayaan

mereka sendiri-yang terlihat lewat gairah dan ketertarikan kebudayaan Timur sebagai penawar

kegelisahan mereka.

Secara singkat, dapat dikatakan permasalahan ini muncul karena pencitraan dan harus

juga diselesaikan dengan pencitraan. Sudah saatnya kita melihat bahwa kebudayaan Indonesia

memiliki kesejajaran dengan kebudayaan Barat, hanya saja kebudayaan Indonesia kurang

dicitrakan dan kurang dikenali oleh sebagian masyarakat Indonesia yang hidup mulai masa 70-

an. Tentu, usaha untuk mengenali kebudayaan Indonesia adalah tugas yang diemban oleh setiap

warga negara Indonesia.Pengenalan ini merupakan salah satu modal untuk memiliki dan

mengembangkan kebudayaan Indonesia. Minimnya pengenalan ini, merupakan salah satu faktor

yang membuat rendahnya rasa kepemilikan dan keinginan untuk mengembangkan kebudayaan.

Mengembangkan kebudayaan, adalah hal yang harus dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

14
Jangan tinggalkan kebudayaan Indonesia karena kekayaannya menunggu untuk dikenali,

dikembangkan, hingga akhirnya dapat hidup mencapai kebesarannya, yang dulu pernah dimiliki.

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

15
Setelah penulis menyelesaikan pembahasan tentang Problematika Kebudayaan maka

penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa :

Problematika itu adalah hambatan-hambatan atau kesulitan-kesulitan dalam mengebangkan pola

pikir dan pola hidup dalam masyarakat. Di Negara kita, Indonesia juga sering di jumpai hal-hal

yang menghambat atau hal-ahal yang berkaitan dengan problematika kebudayaan.

2. Saran

Marilah kita menjaga dan melestarikan kebudayaan kita sehingga apa yang menjadi milik

kita tidak di a mbil alih oleh Negara lain, karna apa yang menjadi milik kita harus kita jaga

dengan sepenuhnya, jangan setelah di ambil alih oleh Negara lain kita baru bertindak.

DAFTAR PUSTAKA

Hermanto.,Winarno.(2011).Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, jakarta:Penerbit Bumi Aksara.

Puturistik (2010).problematika kebudayaan.from

16
http://puturistik.blogspot.com/2010/06/problematika kebudayaan.html?m=1 15 oktober 2012

Yahwa ki (2011).problematika kebudayaan.from http://yahwa

ki.blogspot.com/2011/07/problematika kebudayaan.html?m=1 15 oktober 2012

17