Anda di halaman 1dari 6

PENGATURAN SUHU RUANGAN DARI AC SENTRAL DENGAN

MENERAPKAN KONTROL LOGIKA FUZZY PADA LAB.


DASAR TELEKOMUNIKASI GEDUNG D3 LANTAI 3 PENS ITS

Satria Fauzana1, Arman Jaya 2, Era Purwanto 3


1
PENS-ITS, Surabaya, 2 PENS-ITS, Surabaya, 3 PENS-ITS, Surabaya
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS, Surabaya 60111
Email : satria_fauzana@yahoo.com,

Abstrak ruangan tidak terdapat setting suhu udara dingin yang


diinginkan.
Kebutuhan akan energi listrik merupakan salah satu Dengan melihat keadaan tersebut kami
yang sangat vital di sebuah institusi pendidikan yang menerapkan BAS pada lab. Dasar Telekomunikasi
besar seperti di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya gedung D3 PENS lantai 3 untuk penekanan komsumsi
(PENS) dan wajib diterapkan efisiensi energi di daya pada beban AC sentral dan memberi fasilitas
dalamnya. Untuk mendapatkan efisiensi energi listrik setting suhu diinginkan.
maka dibuatlah sebuah konsep efisiensi energi
mengenai penggunaan suatu beban yang mempunyai 2. Dasar Teori
dominasi yang cukup tinggi dalam konsumsi energi 2.1 PLC (Programmable Logic Kontroller)
seperti pada AC sentral yang terdapat di gedung D3 PLC yang digunakan adalah PLC Modicon
dan salah satunya akan diterapkan di Lab. Dasar Quantum keluaran produksi dari Scheneider Electric
Telekomunikasi. Konsep efisiensi energi ini yang dalam pemrogramannya menggunakan software
dioperasikan melalui PLC Modicon Quantum Unity Pro XL dengan struktur bahasa yang digunakan
Schneider menggunakan Kontrol Logika Fuzzy (KLF) tidak hanya Ladder logic saja, melainkan juga terdapat
yang menggunakan parameter-parameter input dari structured text (ST). PLC tersebut memiliki masukan
sensor motion atau Passive Infra Red (PIR), sensor digital 32 IN (4 grup x 8 poin) dan keluaran digital 32
suhu LM35, dan setting suhu pada HMI (Human OUT (4 grup x 8 poin) dengan operating voltage
Machine Interface). Dengan mengolah parameter- (maksimum) 19,2 sampai 30 Vdc. Semua rak yang
parameter input tersebut menggunakan KLF disediakan bisa dipasangkan dengan I/O module
diprediksikan akan didapatkan penghematan konsumsi discrete maupun analog.
daya AC sentral di Lab. Dasar Telekomunikasi sebesar
56.003% untuk pemilihan mode manual (setpoint) dari 2.2. KLF (Kontrol Logika Fuzzy)
penggunaan daya sebesar 367.2 kWH menjadi 161.556 Secara umum kontrol logika fuzzy memiliki
kWH per-bulan. Sedangkan untuk pemilihan mode kemampuan sebgai berikut :
otomatis didapatkan efisiensi energi sebesar 56.649% 1. Beroperasi tanpa campur tangan manusia
dari penggunaan energi listrik sebesar 367.2 kWH secara langsung, tetapi memiliki efektivitas
menjadi 158.184 kWh per-bulan. yang sama dengan pengendali manusia.
2. Mampu menangani sistim-sistim yang
Kata kunci: Efisiensi energi, AC sentral, HMI (Human kompleks, non-linier dan tak stasioner.
Machine Interface), KLF (Kontrol Logika Fuzzy), PIR 3. Memenuhi spesifikasi operasional dan kriteria
atau motion, sensor suhu LM35. kinerja.
Stuktur dasar sistim pengendali logika fuzzy
1. Pendahuluan ditunjukan pada gambar 2.1 berikut:
Gedung D3 PENS-ITS yang menghadap ke barat Kontroller

memiliki 6 (enam) laboratorium yang dialiri udara Data Base

dingin dari AC sentral. Salah satunya adalah - dE


-1

laboratorium Dasar Telekomunikasi lantai 3 (tiga) milik +


Z

+ Control
Fuzzyfikasi Defuzzyfikasi Proses/system Output
Jurusan Teknik Telekomunikasi PENS-ITS. Rule Base

-
Namun AC sentral ini jarang digunakan karena
dirasa boros dengan daya konsumsi. Selain itu apabila Sensor

menggunakan AC sentral sering ditemui kendala untuk Gambar 2.1 Stuktur dasar sistim kontrol logika fuzzy
mengatur suhu ruangan. Hal ini disebabkan karena Stuktur kontrol logika fuzzy yang dikembangkan
pengaturan suhunya hanya terpusat pada satu titik saja tampak pada gambar 2.2 di bawah. Pada gambar 2.2
yaitu pada main panel AC sentral. Sehingga pada
tersebut terdapat proses kwantisasi, yaitu proses 3.3. Perencanaan Kontrol Logika Fuzzy Pada PLC
pengubahan sinyal masukan dalam hal ini error dan Dalam prosesnya, ada 5 (lima) tahapan dalam
delta error menjadi sinyal yang terkwantisasi (E dan membangunan logika fuzzy, yaitu menentukan crisp
dE) untuk diproses selanjutnya. input dan crisp output, menentukan fungsi keanggotaan,
Fuzzifikasi, Evaluasi aturan dan defuzzyfikasi.

Defuzzyfikasi
Error

Fuzzyfikasi
Kwantisasi

Proses
Aturan
3.3.1 Menentukan crisp input dan crisp output
Dalam pembuatan Kontrol Logika Fuzzy ini
menggunakan 2 buah input dan 1 buah ouput.

3.3.2 Fungsi keanggotaan


Gambar 2.2 Struktur pengendali logika fuzzy
Penerapan pada PLC (Programmable Logic
Controller), tahapan ini berupa deklarasi nilai pada
3. Rancangan Sistim
masing label pada 2 buah input dan 1 buah output,
3.1. Blok Diagram
misal untuk deklasi fungsi keanggotaan dari variabel
Berikut ini adalah blok diagram dari sistim secara
input Error sebagai berikut
keseluruhan:
largeneger:=-1500.0;
largeneger1:=-2000.0;
largeneger2:=-1500.0;
largeneger3:=-1000.0;

3.3.3 Fuzzifikasi
Ide dasar pembuatan proses fuzzifikasi ini
adalah dengan menggunakan rumus persamaan garis
lurus yang melewati dua buah titik.
Gambar 3.1. Blok Diagram Sistim

3.2. Skematik Diagram (1)


Building Automation System (BAS) ini dikontrol Penerapannya pada PLC akan menjadi sebagai
menggunakan metode kontrol logika fuzzy secara berikut :
keseluruhan sebagai berikut : a. Untuk bentuk Trapezoid.
{
if error <= largeneger2 then
errora:=1.0;
elsif error > largeneger2 and error <
largeneger3 then
errora:=( largeneger3- error)/(
largeneger3- largeneger2);
elsif error >= largeneger3 then
errora:=0.0;
end_if; }
Gambar 3.2. Skematik Diagram
b. Untuk bentuk Triangular.
Breakdown dari keseluruhan KLF di atas dibagi
{ if error <= smallneger1 then
menjadi dua, yaitu KLF untuk mode manual (setpoint)
errorc:=0.0;
dan mode otomatis (adaptif).
elsif error >= smallneger3 then
errorc:=0.0;
elsif error = smallneger then
errorc:=1.0;
elsif error > smallneger1 and error <
smallneger2 then
Gambar 3.3. Blok Diagram KLF mode manual errorc:=( error- smallneger1)/(
smallneger2- smallneger1);
Pembacaan elsif error > smallneger2 and error <
suhu riil smallneger3 then
Kontrol Kecepatan
Logika Fuzzy Motor AHU
errorc:=( smallneger3-error)/(
Aktivitas / Fuzzy smallneger3- smallneger2);
pergerakan end_if;
Gambar 3.4. Blok Diagram KLF mode otomatis }
3.3.4 Rule Evaluation Proses scanning input akan dimulai saat
Pada rule evaluation, akan digunakan metode sistim bekerja dalam keadaan kontrol otomatis.
AND. Karena menggunakan metode tersebut maka Waktu yang digunakan untuk sampling input selama
nilai yang diambil merupakan nilai terkecil (Minimal). 60 detik dan akan direset ulang selama 10 detik dan
Penerapannya pada PLC akan menjadi sebagai akan secara berulang menjalankan perintah tersebut.
berikut: Dari sampling input tersebut diproses menggunakan
if errora>=0.0 and derrora>=0.0 then KLF secara terus menerus untuk mencapai
if errora>derrora then kestabilan sistim.
rulemanu1:= derrora;
else 3.4.3. Proses Pengaktifan KLF
rulemanu1:= errora;
end_if;
end_if;

3.3.5 Defuzzifikasi
Pada dasarnya defuzzifikasi ada beberapa
metode. Tapi untuk proses BAS ini digunakan metode
COG (Center of Gravity).

3.4. Flowchart Sistim


3.4.1. Proses Pemilihan Mode Sistim

Gambar 3.7. Flowchart pemilihan mode sistim

KLF akan mulai bekerja saat salah satu


mode sistim dipilih pada panel display HMI dan
memenuhi persyaratan ada perkuliahan pada
laboratorium tersebut. Apabila salah satu input
tidak terpenuhi maka KLF tidak berjalan. Saat
sistim otomatis tapi dalam keaadaan tidak ada
Gambar 3.5. Flowchart pemilihan mode sistim kuliah maka akan terus terjadi proses scaning
input perkuliahan.
Dalam menjalankan sistim ini terdapat
langkah awal yaitu pemilihan proses mode sistim. 3.5. Penempatan sensor motion atau Passive
Terdapat dua mode sistim yaitu, mode manual InfraRed (PIR) dan sensor suhu LM35 di Lab.
sistim (dengan setpoint) dan mode otomatis sistim Dasar Telekomunikasi.
(tanpa setpoint). Untuk design penempatan dari sensor motion
beserta sensor LM35 untuk di Lab. Dasar
3.4.2. Proses Scanning Input Telekomunikasi gambar 3.5 di bawah ini
START

OTOMATIS

Y
SCANING
SAMPLING INPUT
INPUT

END

Gambar 3.8. Penempatan Sensor PIR dan LM35 di Lab.


Dasar Telekomunikasi
Gambar 3.6. Flowchart proses scanning input
Ada 2 buah PIR dalam ruangan 9 m x 7.2 m
luasnya 64.8 m2. Sedangkan tinggi ruang kelas = 3 m.
Dan untuk jangkauan dari PIR itu sendiri sebagai
berikut

Gambar 4.2 Data Output kecepatan motor AHU

Tabel 4.1. Perbandingan Nilai Simulasi dan Implementasi


mode manual (sepoint)
Nilai Nilai Output
Output
Derror Error fuzzy
Matlab
Gambar 3.9. Jangkauan Sensor PIR (Real) (Real) (Real)
Sudut yang terbentuk dengan jarak 3 meter dari lantai 0.0 -1570.0 8.0 8.76
adalah . Untuk mencari jari-jari jangkauan maka : 0.0 -510.0 7.0 7.08
0.0 -230.0 5.6538 5.53
0.0 0.0 3.0 3.0
0.0 150.0 2.625 2.09
0.0 500.0 2.0 1.24
(1) -100.0 -1570.0 8.0 8.76
Jadi jari-jari jangkauan PIR adalah 1.73 meter, maka -100.0 -510.0 7.0 7.08
luas jangkauan dari PIR adalah -100.0 -230.0 6.6634 6.658
-100.0 0.0 6.0 6.0
-100.0 150.0 4.5 3.53
(2) -100.0 500.0 2.0 1.24
100.0 -1570.0 8.0 8.76
4. Hasil Penelitian 100.0 -510.0 7.0 7.08
4.1 Simulasi KLF untuk mode manual. 100.0 -230.0 5.6538 5.53
Untuk pemilihan mode manual digunakan KLF
100.0 0.0 3.0 3.0
yang inputnya dari sensor LM35 menghasilkan
100.0 150.0 2.625 2.09
parameter error dan derror.
100.0 500.0 2.0 1.24

4.2. Simulasi KLF untuk mode otomatis (adaptif)


Untuk pemilihan mode manual digunakan KLF
yang inputnya pembacaan suhu riil dari sensor LM35
dan jumlah aktivitas / pergerakan dari sensor motion
Gambar 4.1. Uji Simulasi KLF pada Matlab untuk mode (PIR).
manual

Input KLF error sendiri dibagi menjadi 7


membership function yaitu ELN, EMN, ESN, EZ, ESP,
EMP dan ELP yang diartikan selisih nilai setpoint dan
pembacaan suhu.
Input KLF derror sendiri dibagi menjadi 7 Gambar 4.3. Uji Simulasi KLF pada Matlab untuk mode
membership function yaitu DLN, DMN, DSN, DZ, otomatis
DSP, DMP dan DLP yang diartikan selisih error
sebelumnya dengan error yang baru. Input KLF suhu sendiri dibagi menjadi 7
Sedangkan data output kecepatan motor AHU membership function yaitu veryvery small, verysmall,
yang terbagi dalam 7 membership function yaitu very small, medium, big, very big dan veryverybig yang
very slow,very slow, slow, medium, fast, very fast, dan diartikan pembacaan suhu dari sensor suhu LM35.
very very fast Input KLF PIR sendiri dibagi menjadi 7
. membership function yaitu very very pasif, very pasif,
pasif, sedang, aktif, very aktif dan very very aktif yang
diartikan jumlah pergerakan / aktivitas yang dideteksi
oleh sensor motion (PIR).
Sedangkan data output kecepatan motor AHU Karakteristik motor AHU antara daya
sama dengan KLF mode manual. motor(kW) dengan kecepatan motor (rpm)
.Berikut ini adalah pengujian output dengan cara

Kecepatan motor (rpm)


1500
merubah-ubah nilai dari kedua input ataupun salah
satunya. 1000

500
Tabel 4.2. Perbandingan Nilai Simulasi dan Implementasi
mode otomatis 0
Nilai Output 0.27 0.37
Nilai Suhu Output 0.56 0.88
1.34 1.94
Motion fuzzy
(oC) Matlab 2.77 3.88
(Real) (Real) Daya motor (kW)
20.5 5.0 2.0 1.3
20.5 15.0 2.0 1.3 Gambar 4.4. Karakteristik motor AHU antara daya motor
20.5 25.0 2.75 2.28 dengan kecepatan motor
20.5 35.0 2.75 2.86
24.5 5.0 2.75 2.28 Tabel 4.4. Konsumsi daya AC sentral lab. Dasar
Telekomunikasi selama 1 minggu sebelum implementasi BAS
24.5 15.0 3.75 3.71
24.5 25.0 5.5 5.36 Jumlah Konsumsi Energi
24.5 35.0 5.75 5.71 Hari
Jam Kuliah Daya (KWatt-
Kuliah
28.5 5.0 5.5 5.36 (Jam) (KWatt) Hours)
28.5 15.0 7.25 8.04 Senin 5.0 3.88 19.40
28.5 25.0 7.5 8.22 Selasa 5.66 3.88 21.96
28.5 35.0 7.75 8.47 Rabu 7.5 3.88 29.10
30.5 5.0 6.0 6.0 Kamis 5.5 3.88 21.34
30.5 15.0 8.0 8.7 Jumat 0.0 3.88 0.00
30.5 25.0 8.0 8.7 Total Konsumsi Energi (KWatt-hours) 91.80
30.5 35.0 8.0 8.7
Dari tabel 4.4. di atas menunjukkan total
4.3. Konsumsi energi listrik sebelum terpasang BAS konsumsi energi AC sentral sebelum implementasi
BAS selama 1 minggu sebesar 91.8 kWh atau 91800
Tabel 4.3. Pengujian motor AHU sebelum terpasang BAS Wh. Sehingga konsumsi energi listrik yang digunakan
AC sentral dalam 1 (satu) bulan dapat ditemukan
Analog Frequency Motor Motor Motor Power sebesar 367.2 kWH atau 367200 WH.
Input Output Current Voltage Speed output
(Vdc) (Hz) (A) (V) (rpm) (kWatt)
1 9.7 1.7 42 292 0.27 3.4. Efisiensi energi untuk mode manual (setpoint)
1.5 14.7 2.2 63 443 0.37
Tabel 4.5. Prediksi Konsumsi daya AC sentral lab. Dasar
2 19.8 3.0 85 593 0.56 Telekomunikasi selama 1 minggu setelah implementasi BAS
2.5 24.8 3.9 116 742 0.88 untuk mode manual (setpoint)
3 29.8 4.7 162 892 1.34
3.5 34.7 5.4 216 1042 1.94 Jumlah Konsumsi Energi
Hari
4 39.7 6.2 277 1191 2.77 Jam Kuliah Daya (KWatt-
Kuliah
4.5 44.8 7.0 350 1341 3.88 (Jam) (KWatt) Hours)
Senin 5.0 1.707 8.535
Dari tabel 4.3 di atas menunjukkan pengujian Selasa 5.66 1.707 9.662
inverter terhadap motor AHU pada AC sentral. Rabu 7.5 1.707 12.803
Berdasarkan tabel di atas konsumsi daya 3.88 kW Kamis 5.5 1.707 9.389
pada frekuensi 44.8 Hz inilah yang akan digunakan Jumat 0.0 1.707 0.0
sebagai asumsi konsumsi daya motor sebelum Total Konsumsi Energi (KWatt-hours) 40.389
terpasang BAS.
Dari tabel 4.5 di atas menunjukkan konsumsi
energi motor AHU pada AC sentral selama 1 (satu)
minggu (senin-jumat) berdasarkan jadwal kuliah.
Pada tabel di atas menunjukkan bahwa selama 1
(satu) minggu konsumsi energi motor AHU pada AC
sentral sebesar 40.389 kWH atau 40389 WH.
Sehingga konsumsi energi listrik yang digunakan AC
sentral dalam 1 (satu) bulan jika menggunakan mode
manual (setpoint) dapat ditemukan sebesar 161.556 manual (setpoint) diprediksi akan didapatkan efisiensi
kWH atau 161556 WH. energi sebesar 56.003% dalam 1 (satu) bulan jadwal
Sehingga dapat dihitung energy savings dalam kuliah dari penggunaan energi sebesar 367.20 kWH
1 (satu) minggu jika menggunakan mode manual menjadi 161.556 kWH. Sedangkan untuk mode
(setpoint) adalah sebesar 51.411 kWH atau 51411 otomatis diprediksi akan didapatkan efisiensi energi
WH. Dan jika dihitung dalam 1 (satu) bulan energy sebesar 56.649% dalam 1 (satu) bulan jadwal kuliah
savings yang didapat adalah sebesar 205.644 kWH dari penggunaan energi sebesar 367.20 kWH menjadi
atau 205644 WH. 159.184 kWH
Berikut ini adalah perhitungan efisiensi energi
jika menggunakan mode manual (setpoint) dalam 1
(satu) bulan. 6. Daftar Pustaka

prediksi efisiensi energi (1bulan) [1] Sibigtroth, James M., "Fuzzy Logics", April,
1992, AI Expert.
= (205.644/367.20) x 100%
[2] Bolton, William. Programmable Logic
= 56.003% Kontroller (PLC): Sebuah Pengantar, Penerbit
Erlangga, Anggota IKAPI
[3] Dwitya Nugraha, Syechu. Rancang Bangun
3.5. Efisiensi energi untuk mode otomatis
Building Automation Sistim Dengan
Tabel 4.6. Prediksi Konsumsi daya AC sentral lab. Dasar Menerapkan Kontrol Logika Fuzzy Untuk
Telekomunikasi selama 1 minggu setelah implementasi BAS Pengaturan Kipas Angin Dan Air Conditioner
untuk mode otomatis Pada Gedung D4 Lantai 3, Proyek Akhir
Program D4 Politeknik Elektornika Negeri
Jumlah Konsumsi Energi Surabaya, 2011.
Hari
Jam Kuliah Daya (KWatt- [4] Suhriadi, Akhmad, Rancang Bangun Sistim
Kuliah
(Jam) (KWatt) Hours) Efisiensi Energi Listrik di Laboratorium
Senin 5.0 1.682 8.410 Rangkaian Listrik Gedung D3 , Proyek Akhir
Selasa 5.66 1.682 9.520 Program D4 Politeknik Elektornika Negeri
Rabu 7.5 1.682 12.615 Surabaya, 2010.
Kamis 5.5 1.682 9.251 [5] Unity Pro XL 4: Standard Block Library
Jumat 0.0 1.682 0.0 [6] Unity Pro XL Manual Schneider Electric
Total Konsumsi Energi (KWatt-hours) 39.796 [7] Tutorial Vijeo Designer, Telemecanique
[8] PowerLogic Series 800 Power Meter PM810,
Dari tabel 4.6 di atas menunjukkan konsumsi Reference manual
energi motor AHU pada AC sentral selama 1 (satu) [9]
minggu (senin-jumat) berdasarkan jadwal kuliah. Pada http://.zenex.pl/SchneiderElectric/MAGELIS/
tabel di atas menunjukkan bahwa selama 1 (satu) XBTGT_Tutorial.html
minggu konsumsi energi motor AHU pada AC sentral
sebesar 39.796 kWH atau 39796 WH. Sehingga
konsumsi energi listrik yang digunakan AC sentral
dalam 1 (satu) bulan jika menggunakan mode manual
(setpoint) dapat ditemukan sebesar 159.184 kWH atau
159184 WH.
Sehingga dapat dihitung energy saving dalam 1 (satu)
minggu jika menggunakan mode otomatis adalah
sebesar 52.004 kWH atau 52004 WH. Dan jika dihitung
dalam 1 (satu) bulan energy saving yang didapat adalah
sebesar 208.016 kWH atau 208016 WH.
Berikut adalah perhitungan efisiensi energi jika
menggunakan mode otomatis dalam 1 (satu) bulan.

prediksi efisiensi energi (1bulan)


= (208.016/367.20) x 100%
= 56.649%

5. Kesimpulan
Dengan penggunaan BAS untuk mengontrol
konsumsi energi penggunaan AC sentral untuk mode