Anda di halaman 1dari 3

Laporan Refleksi Kasus Komuda

Alimentari

Nama : Nurina Ulfah

Nim : 20120310010

Rumah Sakit : RSUD Wates

Tanggal Kunjungan : 9 & 16 Desember 2013

1. Pengalaman
Seorang pasien bernama Toib M. Yordan berumur 18 bulan datang
ke rumah sakit pada tanggal 7 Desember 2013. Datang dengan kondisi
badan yang lemas dengan keluhan BAB cair lebih dari 3 kali dalam sehari
disertai dengan muntah sejak tanggal 4 desember 2013. Pasien
didiagnosa menderita diare cair akut dengan dehidrasi tak berat.
Penanganan pada pasien tersebut dengan diberikan cairan IVDF Ringer
Laktat, Lacbon, Zinc, Injeksi Ondansetron dan rehidrasi plan B.

2. Masalah yang dikaji


Mengapa pada pasien diare cair akut dengan dehidrasi tak berat
tersebut diberikan Lacbon, Zinc, dan rehidrasi plan B? Sudah tepatkah?

3. Analisis Kritis
Diare adalah suatu keadaan bertambah kekerapan dan keenceran
BAB. Normalnya adalah 1-3 kali sehari dan banyaknya 200-250 gram.
Diare dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain karena infeksi
bakteri dan noninfeksi (induksi obat, diet, dll). Diare dikatakan akut apabila
terjadi <2 minggu. Dehidrasi tak berat adalah dehidrasi deengan gejala
pasien terlihat gelisah, mata cekung, ingin minum terus dan turgor kulit
perut kembali lambat.
Pada pasien ini diberikan Lacbon. Indikasi pemakaian obat ini salah
satunya diberikan pada pasien yang menderita diare akut. Lacbon
merupakan obat yang berisi Lactobacillus Sporogenes hidup tidak kurang
dari 50 juta dalam bentuk spora. Mekanisme kerja obat ini adalah
membuat suasana gastrointestinal menjadi baik, dengan cara
meningkatkan jumlah bakteri positif dan menekan jumlah bakteri negatif.
Lactobacillus digunakan untuk mengobati dan mencegah diare termasuk
jenis infeksi diare rotavirus pada anak-anak.
Pasien ini juga diberikan Zinc. Zinc merupakan mikronutrien yang
dibutuhkan tubuh dalam skala kecil yang penting untuk sintesis protein,
pertumbuhan sel, fungsi kekebalan tubuh dan transportasi air dan
elektrolit dalam usus. Pada penelitian menunjukkan bahwa pemberian Zinc
pada pasien diare memiliki manfaat yaitu pemberian zinc bersama dengan
oralit dapat mengurangi durasi dan tingkat keparahan diare selama tiga
bulan. WHO pun telah merekomendasikan pemberian Zinc ini untuk
mengurangi keparahan diare dan mencegah kejadian lebih lanjut.
Pasien ini juga diberikan perlakuan rehidrasi plan B. Pasien ini
didiagnosis terkena diare cair akut dengan dehidrasi tak berat. Untuk
tingkat dehidrasi pada pasien ini dapat kita lihat dari keadaan pasien yang
gelisah, mata cekung, rasa haus dan turgor kulit lambat. Dari poster
tatalaksana diare maka gejala-gejala yang ditunjukkan pasien tersebut
menunjukkan pasien menderita diare dengan dehidrasi tak berat/ringan.
Maka sesuai dengan petunjuk tatalaksananya maka pasien diberikan
rehidrasi dengan plan B. Rehidrasi plan B sendiri adalah pemberian oralit
sebanyak 75 ml/KgBB/6 jam.
Jadi, terapi-terapi yang diberikan pada pasien ini sudah tepat.
Karena pemberian Lacbon sangat bermanfaat untuk mengembalikan
keadaan gastrointestinal menjadi normal kembali. Pemberian zinc juga
bermanfaat untuk mengurangi durasi dan frekuensi dari diare tersebut dan
juga sebagai pencegahan terjadinya diare kembali. Dan perlakuan
rehidrasi plan B sudah sangat tepat untuk memulihkan keadaan dehidrasi
ringan yang dialami pasien.

4. Dokumentasi
Nama : Toib M. Yordan
Usia : 18 bulan
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Kedung Banteng, Temon Kulon, Temon.
Gejala :
Badan lemas,
BAB Cair >3 kali sehari
Ampas (+)
Lendir (-)
Darah (-)
Muntah
Keadaan Umum :
Gelisah
Rasa haus
Turgor kulit lambat
Tidak mau makan
Menangis kuat
Air mata (+)
Mata cekung (+)
Demam (-)
Suhu : 35,8oC
Nadi : 100x
Abdomen: Supel dan Peristaltik (+)

Terapi :

IVFD RL
Lacbon 2x 1 tab
Zinc 1x20 mg
Rehidrasi plan B
Injeksi Ondansetron
5. Referensi
Ilmu Penyakit Dalam FKUI jilid II
Poster Tata Laksana Diare WHO
www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo
www.who.int

Dokter Pembimbing FKIK UMY,

Dr. Ditha Ria Selyana, Sp.Pd)