Anda di halaman 1dari 63

Bentley, Ian, dkk

1.Permeabilitas

2. Keragaman (mixuse)

3. Kejelasan (Legibility)

4. Kekuatan (Robustness)

5. Kesesuaian Visual

6. Kekayaan

7. Personalisasi

8. Gabungan 7 unsur responsive


Permeabilitas Publik dan
pribadi;
Permeabilitas dan ruang
publik;
Pengaturan Blok;
Zona Publik
Zona Privat
Prinsip:
Permeabilitas dalam sistem ruang publik
tergantung pada banyaknya rute
alternatif yang diberikan suatu tempat
(permeabilitas fisik)
Jelas terlihat (Permeabilitas visual)
Memberikan lebih banyak pilihan rute;
Meningkatkan permeabilitas visual;
Skala Pembangunan Meningkat

Susunan Hirarki

Pemisahan
Hubungan ke daerah Sekitarnya

Menempatkan rute-rute Baru

Intensitas penggunaan

Struktur Blok
Konsep struktur tata ruang
kota merupakan dasar
pemikiran penataan ruang
kota berdasarkan prinsip
desentralisasi pusat-pusat
pelayanan. Konsep ini
penting dirumuskan sebagai
pedoman untuk
menciptakan sistem kota
dengan perkembangan
yang lebih merata, tidak
terpolarisasi pada satu
kawasan saja.
mempertimbangkan hasil
analisis kemampuan lahan,
karakteristik struktur, dan
bentuk kota yang ada saat
ini, pola jaringan
transportasi yang ada serta
kemungkinan
perkembangannya di masa
yang akan datang.
PATHS

DISTRICK NODES

LANDMARKS EDGES
PENAFSIRAN TEMPAT
MAKNA TEMPAT
Penting :
Pada ruang publik yang
dikunjungi orang dengan
berbagai latar belakang
Penafsiran yang diberikan
pada suatu tempat dapat
memperkuat nilai renposive
pada tiga tingkatan yang
berbeda:
a. Menunjang
kejelasannya dari segi
bentuk (massa
bangunan) dan tata
guna;
b. Menunjang
Keanekaragaman;
c. Menunjang Kekuatan,
pada skala besar
maupun kecil.
Petunjuk Kontekstual
Petunjuk Tata guna
Mulai dengan menganalisis pola-pola
berskala besar pada kumpulan petunjuk bagi
tiap tata guna, hubungan vertikal maupun
horizontal-mencari petunjuk yang serupa
yang dapat menggambarkan struktur visual
utama.
Petunjuk skala kecil seperti pintu masuk atau
jalan-jalan alternatif bertujuan
mengembangkan rancangan lebih terperinci;
Menetapkan sumber-sumber yang menjadi
orientasi
Keputusan terkait cara meningkatkan pengalaman bagi pengguna
Kekayaan tidak hanya persoalan
visual, indera lainnya juga
mempunyai implikasi
perancangan:
Indera gerakan
Indera penciuman
Indera pendengaran
Indera peraba

Pengalaman inderawi pada


kesempatan yang berbeda
RASA GERAKAN RASA PENCIUMAN
Pilihan akan pengalaman kinetik Indera ini tidak dapat diarahkan, pilihan
melalui gerakan menyiratkan pengalaman diperoleh dengan bergerak
kemungkinan yang berbeda dari suatu menjauh dari sumber ke arah sumber
tempat (tempat diluar bangunan dan lain
rute-rute sirkulasi
RASA PENDENGARAN RASA PERABA
Kendali yang terbatas terhadap apa Pengguna dapat menentukan bentuk
yang kita dengar, dan ini merupakan seperti apa yang ingin dirasakan
pilihan dari sekian bunyi yang ada. Dengan bergerak kita dapat merasakan
(konteks keruangan yang kecil) atau menghindari angin atau sinar
matahari
Wining and dining Freihausviertel
in Spittelberg Where the creative scene makes it home, hip
The revitalized establishments are also booming.
Bedermeier district
near the
MuseumsQuartier has
countless

Karmelitermarkt
Interesting food and
contemporary art
are transforming the
area around the
Karmelitermarkt

The Vienna Naschmarkt


Viennas best-knwn market has around 120 market stands and
restaurants for a colorful
Idyllic Franziskanerplatz

Yppenplatz and Brunnenmarkt


The area around Yppenplatz square is one of Viennas most vibrant.
Cara mencapai lingkungan yang berkarakter atau nilai-nilai identitas
ruang/lingkungan
Memperbaiki Tataguna yang berubah
fasilitas Terkait perubahan waktu
Mengubah citra Sebagai pernyataan akan
tempat selera dan nilai dari
pengguna: personalisasi
penegasan (affirmative);
Pengguna merasakan citra
yang ada tidak sesuai:
personalisasi perbaikan
Faktor Pengaruh terhadap aspek
personalisasi
Kondisi Lahan Penguasaan atas Tanah Uang yang dihabiskan untuk
personalisasi
kepermanenan
Tipe bangunan Berpenghuni relatif lama Ruang publik tidak bertahan lama
sehingga perlu dorongan untuk
mempertahankan identitas
Teknologi Usaha membangun
1.Permeabilitas

2. Keragaman (mixuse)

3. Kejelasan (Legibility)

4. Kekuatan (Robustness)

5. Kesesuaian Visual

6. Kekayaan

7. Personalisasi