Anda di halaman 1dari 35

SKENARIO 3

MANAJEMEN KESEHATAN

drg. Dara bekerja di puskesmas Sumber Waras telahmelakukankegiatan


UKGS secara rutin. Hasil kegaiatan UKGS didapatkan prevalensi karies sebesar
85%. Drg daraa sebagai penanggung jawab program kesehatan gigi dan mulut
ingin membuat program yang dapat menurunkan prevalensi karies tersebut. Apa
saja yang menjadi tugas drg Dara di Puskesmas? Langkah-langkah manajemen
apa yang dilakukan drg Dara?

1
STEP 1

1 Manajemen Kesehatan: manajemen berasal dari kata manage yang


artinya mengatur atau mengolah. Jadi managemen kesehatan adalah suatu
kegiatan mengatur atau mengolah pada bidang keehatan atau pelayanan
kesehatan. Manajemen kesehatan juga merupakan suatu keterampilan
dalam mengatur petugas kesehatan maupun non petugas kesehatan agar
tercapai tujuan organisasi secara efektif. Dalam manajemen kesehata harus
efektif, efisien, dan rasional. Efekif dalam memilih alternative kegiatan
yang sesuai dengan tujuan organisasi, efisien dalam pemanfaatan sumber
daya, dan rasional dalam pengambilan keputusan dalam rangka mecapai
tujuan organisasi.
2 Puskesmas: unit kesehatan yang mencakup preventif, kuratif, promotif,
rehabilitatif
3 UKGS: singkatan dari Usaha Kesehatan Gigi Sekolah, yang merupakan
salah satu program kesehatan puskesmas yang sasarannya anak-anak
sekolah yang tujuannya untuk memelihara, meningkatkan pengetahuan
dan sikap terhadap kesehatan gigi dan mulut.
4 Prevalensi: banyaknya kasus penyakit yang terjadi pada waktu tertentu di
suatu wilayah yang mencakup kasus baru dan kasus lama. Selain itu
prevalensi juga bisa diartikan frekuensi terjadinya penyakit dalam suatu
populasi dalam titik waktu tertentu. Terdapat dua ukuran prevalensi, yaitu
point prevalence (prevalensi sesaat) dan period prevalence (periode
prevalensi).
5 Program Kesehatan Gigi dan Mulut: Program kesehatan gigi dan mulut:
kegiatan yang direncanakan dengan tujuan tertentu yang berhubungan
dengan kesehatan gigi dan mulut.

STEP 2

2
1. Mengapa UKGS rutin dilaksanakan namun prevalensi karies masih besar?
2. Mengapa diperlukan adanya manajemen kesehatan?
3. Apa saja usaha dokter gigi untuk menurunkan prevalensi karies?
4. Apa saja kegiatan UKGS?
5. Apa saja tujuan UKGS?
6. Apa saja fungsi manajemen kesehatan?

STEP 3

1. Mengapa UKGS rutin dilaksanakan namun prevalensi karies masih


besar?
Kesadaran siswa masih kurang dan kemungkinan juga teknik
penyampaian dari ukgs masih belum bisa diterima oleh siswa
kemungkinan tekniknya membosankan atau kurang menarik.
Prevalensi karies yang tinggi dapat disebabkan oleh kurang
maksimalnya kegiatan UKGS yang dilakukan, artinya kegiatan tersebut
mungkin hanya dilakukan untuk memenuhi tugas dari Kementrian
Kesehatan, sehingga pelaksanaannya kurang maksimal. Atau dapat juga
disebabkan kurangnya inovasi dalam pelaksanaan UKGS yang dilakukan.
Hal tersebut membuat perilaku kesehatan siswa tidak akan berubah,
sehingga prevalensi karies tetap tinggi.
Penyebab lainnya adalah tergantung jumlah siswa yang diberi
penyuluhan dan perawatan dalam kegiatan UKGS. Apabila jumlah siswa
yang diberi penyuluhan dan perawatan hanya sebagian kecil, maka
prealensi karies tentu akan tetap tinggi. Penyebab lain prevalensi karies
yang tinggi tidak hanya oleh faktor perilaku kesehatan, tetapi perlu
dianalisa kemungkinan adanya faktor lingkungan, misalnya kadar fluor
yang rendah pada sumber air yang dikonsumsi masyarakat dalam populasi
tersebut, sehingga menyebabkan tingkat karies yang tinggi.
Selain itu juga dapat dikarenekan beberapa hal seperti kurangnya
pemerataan promosi kesehatan contohnya di dalam suatu wilayah kerja
puskesmas terdapat 5 Sekolah Dasar namun yang dilaksanakan kegiatan
UKGS hanya 2 Sekolah Dasar saja, selain itu kurangnya kontrol orang tua
sehingga intake gizi dan juga pengontrolan frekuensi dan waktu dalam

3
menggosok gigi kurang optimal dan perilaku dari anak tersebut misalnya
sering memakan makanan cepat saji yang banyak mengandung sukrosa
sehingga dapat meningkat prevalensi karies

2. Mengapa diperlukan adanya manajemen kesehatan?


a Untukmencapaitujuanorganisasi.
Manajemendibutuhkanuntukmencapaitujuan yang ada
dalamorganisasitersebut.
b Untukmenjagakeseimbangandiantaratujuan-tujuan yang
salingbertentangan.
Manajemendibutuhkanuntukmenjagakeseimbanganantaratujuan,
sasaran dan kegiatan yang bertentangan dari pihak-pihak yang
berkepentingandenganorganisasi, seperti ; pimpinan, pegawai,
masyarakat, pemerintah (pemerintahdaerah), dll.
c Untukmencapaiefisiensi dan efektivitas.
Efisiensiadalahkemampuanuntukmenyelesaikanpekerjaandenganbe
nar,
sedangkanefektivitasmerupakankemampuanuntukmemilihtujuan
yang tepatatauperalatan yang tepatuntukpencapaiantujuan yang
telahditetapkan.
d Berhubungan dengan jalannya program kesehatan, manajemen
diperlukan untuk tercapainya tujuan suatu program. Program akan
berjalan dengan baik apabila manajemennya baik. Dengan adanya
manajemen, suatu program lebih terstuktur sehingga dapat
diketahui hambatan, keperluan, dan biaya dari suatu program serta
evaluasi dari program yang sebelumnya sudah dilaksanakan.

3. Apa saja usaha dokter gigi untuk menurunkan prevalensi karies?


Usaha yang dapat dilakukan oleh dokter gigi untuk menurunkan
prevalensi karies yaitu dengan cara promotif. Promotif ini bisa dengan
cara lebih membuat promosi kesehatan atau penyuluhan menjadi menarik.
Selain itu, mungkin dari segi bahasa yang digunakan bisa dipilih bahasa
yang persuasif karena anak sekolah, khususnya anak SD mudah

4
dipengaruhi. Selain itu juga dibutuhkan tindakan preventi, misalnya
dengan memberikan TAF.

4. Apa saja kegiatan UKGS?


Kegiatan UKGS
itudiantaranyaadalahmelakukanpenyuluhanbersamatentangpentingnyamen
jagakesehatangigidanmulut,
selainitubisamelakukanmenggosokgigibersamadengandibantuoleh guru
yang terdapatpadasekolahtersebutdanjugadapatmelakukankumur-kumur
yang mengandung flour untukdaerah yang rawankaries. Dan apabila
sarana dan prasarana pelayanan kesehatan telah memadai, dapat dilakukan
usaha kesehatan perorangan, yaitu melakukan perawatan medis yang
dibutuhkan individu, misalnya scalling, penambalan gigi karies, dan
pencabutan.

5. Apa saja tujuan UKGS?


UKGS sendiri merupakan kepanjangan dari Usaha Kesehatan Gigi
Sekolah. Yang pastinya tujuan utamanya adaah anak sekolah. Tujuan
UKGS antara lain agar dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, tindakan
terhadap kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut. Selain itu juga dapat
memupuk sejak dini tanggung jawab untuk menjaga kesehatan gigi dan
mulut agar dapat hidup sehat dan meingkatkan derajat kesehatan gigi dan
mulut.

6. Apa saja fungsi manajemen kesehatan?


Agar dalam proses administrasi juga lebih mudah dan teratur
sehingga tidak terdapat kerancauan.

5
6
STEP 4

Pusat Pelayanan
Kesehatan
Tugas Dokter
Gigi
Identifikasi
Masalah
Kesehatan Gigi
dan Mulut

Program Manajeme
Kesehat n
an Kesehatan

Fungsi Langkah-
Manajemenen langkah
Kesehatan manajemen
kesehatan

7
STEP 5

Mahasiswadiharapkanmampumemahami :

1. Tugasdoktergigi di Puskesmas
2. Program kesehatan di Puskesmas
3. Definisi dan fungsimanajemenkesehatan
4. Langkah-langkahmanajemenkesehatan
5. Program dan langkah-langkah manajemen yang sesuai dengan kasus di
skenario

STEP 7

1. TUGAS DOKTER GIGI DI PUSKESMAS


Tugas dokter gigi kondisional. Tergantung dokter gigi itu menjabat
sebagai apa di puskesmas itu sendiri. Selain menjabat sebagai dokter gigi,
bisa juga menjabat sebagai manajer di puskesmas tersebut.
Tugas pokok dari dokter gigi yaitu :
Memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut melalui
saran pelayanan kesehatan meliputi promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitative untuk meningkatkan kesehatan masyarakat serta
membina peran serta masyarakat dalam rangka kemandirian di
bidang kesehatan gigi dan mulut.
Tugas dokter gigi di puskesmas :
a Memimpin pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan gigi
b Melakukan pencatatan pada rekam medik dengan baik,
lengkap serta dapat dipertanggungjawabkan
c Melaksanakan pengawasan, pengendalian dan evaluasi
kegiatan pelayanan kesehatan gigi
d Mengidentifikasi, merencanakan,memecahkan masalah,
mengevaluasi kinerja program kesehatan gigi dan mulut
e Membantu upaya masyarakat dalam meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat

8
f Memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi
dan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis
pasien
g Merujuk pasien ke dokter gigi lain yang mempunyai
keahlian yang lebih baik, apabila tidak mampu melakukan
suatu pengobatan / pemeriksaan
h Merahasiakan segala sesuatu yng diketahui tentang pasien
i Membimbing dan mengawasi perawat gigi dalam medis
teknis
j Bertanggung jawab dalam pencatatan dan pelaporan
tentang pelayanan kesehatan gigi
k Menerbitkan surat keterangan dokter gigi
Sedangkan, jika dokter gigi menjabat sebagai manjaer di
puskesmas juga terdapat tingkatannya yang terbagi menjadi 3 kelompok,
yaitu :
1 Top Manajemen (Manajemen puncak)
Top manajemen seringkali disebut sebagai manajemen puncak.
Kelompok yang berada pada tingkatan ini disebut dengan top manajer. Top
manajemen terdiri atas kelompok yang berjumlah kecil, mereka berada
pada tingkatan paling atas dari segitiga manajerial. Top manajemen
bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi secara
umum. Mereka menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing
hubungan organisasi dengan lingkungannya. Top Manajemen juga dikenal
sebagai manajer pada tingkat perencanaan strategis, dimana keputusan
pada tingkatan ini seringkali memiliki dampak pada keseluruhan
organisasi. Keahlian yang harus dimiliki para manajer tingkat puncak
adalah keahlian konseptual, artinya keahlian untuk membuat dan
merumuskan konsep untuk dilaksanakan oleh tingkat manajer di
bawahnya. Contoh orang-orang yang berada dalam kelompok ini seperti
kepala puskesmas, direktur RSGM.

2 Middle Manajemen (Manajemen Menengah)


Tingkatan ini sering juga disebut sebagai tingkat kendali
manajemen(management control level), karena tingkatan middle
manajemen bertanggung jawab untuk menjalankan rencana dan

9
memastikan tercapainya tujuan sehingga dapat juga disebut sebagai tingkat
taktis. Selain itu, tugas dari middle manajemen adalah mengarahkan
kegiatan manajer lain, juga mengarahkan kegiatan-kegiatan yang
melaksanakan kebijakan organisasi. Pada middle manajemen ini dituntut
keterampilan human skill/kemampuan hubungan antarmanusia.
Keterampilan human skill yakni kemampuan untuk bekerja sama dengan
orang lain, dengan melakukan komunikasi yang efektif, memotivasi staf
sehingga mampu menerapkan kepemimpinan secara efektif dan juga
dengan komunikasi yang persuasif dan bersahabat akan membuat
karyawan merasa dihargai serta mereka akan bersikap terbuka kepada
atasan. Contoh orang-orang yang berada dalam kelompok ini seperti
manajer regional, kepala divisi.
3 First Line Manajemen (Manajemen Lini Pertama)
Kelompok orang yang berada pada tingkatan first line
manajemenmerupakan manajer operasional yang mengawasi operasi-
operasi organisasi, serta sebagai supervisor atau manajer penyedia.
Manajer ini terlibat langsung dan mengimplementasikan rencana-rencana
khusus yang dibuat oleh manajer menengah sehingga tingkatan ini
seringkali disebut tingkat kendali operasional (operational control level).
Manajer ini tidak membawahi manajer-manajer lain dan harus memiliki
keahlian teknis yaitu mencakup keahlian prosedur, teknik, pengetahuan,
dan keahlian di bidang khusus.

2. PROGRAM KESEHATAN DI PUSKESMAS


a) Usaha peningkatan mutu gizi
Masalah gizi di Indonesia masih rawan dipemukiman kumuh,
didaerah perkotaan yang sering dilanda musim kering seperti di NTT dan
NTB.
Terdapat program IDT ( Inpres Desa Tertinggal) antisipasi dokter
puskesmas untuk mengatasi masalah gizi didesa khususnya untuk
kelompok ibu hamil dan balita. Program ini bertujuan agar meningkatkan

10
status gizi masyarakat dengan usaha pemantauan status gizi kelompok
masyarakat yang punya resiko tinggi, terutama pada kelompok ibu hamil
dan balita.
Program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bersifat
penyuluhan dan pemulihan. PMT (penyuluhan) dilakukan melalui
demonstrasi pemilihan bahan makanan yang bergizi dan cara memasak
yang benar agar kandungan gizi tidak hilang. PMT (pemulihan) dilakukan
melalui pemberian makanan bersifat suplementasi seperti vit.A, sulfas
ferrosus, susu,dsb.
Kegiatan :
1. Memantau pertumbuhan anak dengan penimbangan anak secara
rutin setiap bulan di puskesmas atau posyandu.
2. Pemeriksaan Hb pada ibu hamil secara rutin.
3. Mengembangkan kegiatan perbaikan status gizi dengan cara
bekerja sama dengan masyarakat serta dinas pertanian, peternakan
ditingkat kecamatan.
4. Memberikan penyuluhan gizi kepada masyarakat.
5. Pemberian Vit. A untuk bayi 2x setahun, dan tablet besi atau sulfas
ferros untuk ibu hamil yang sifatnya suplemen, kemudian
pemberian obat cacing untuk anak yang kurang gizi karena
gangguan parasit cacing.

b) Usaha Kesehatan Lingkungan


Menanggulangi atau menghilangkan unsur-unsur fisik pada
lingkungan sehingga faktor lingkungan yang kurang sehat tidak menjadi
faktor timbulnya penyakit di suatu masyarakat. Sasarannya adalah
tempat-temlat umum seperti pasar, tempat ibadah, restoran, dan sumber
air minum penduduk.
Kegiatan :
1. Memperbaiki sistem pembuangan kotoran manusia
- pembuatan,penyediaan jamban keluarga
- penyuluhan kesehatan lingkungan dengan cara demonstrasi
pembuatan jamban keluarga yang baik dan benar.
2. Menyediakan air bersih

11
- penyuluhan melalui demonstrasi tentang pembuatan sumur
yang benar
- mengadakan penyuluhan kesehatan tentang air minum sehat
- perlindungan sumber air minum penduduk
3. Pembuangan sampah
pembuangan sampah yang baik dengan mengajak
masyarakat untuk kerja bakti dan gotong royong untuk
membersihkan lingkungam sekitar tempat tinggal masing-
masing.
c) Usaha Pengobatan
Memberikan pengobatan dan perawatan di puskesmas. Sasarannya yaitu
masyarakat yang mengunjungi puskesmas.
Kegiatan :
- Menegakkan diagnosa memberikan pengobatan kepada penserita
yang berobat
- Mengirim atau merujuk penderita sesuai dengan jenis pelayanan
yang diperlukan.
- Menyelenggarakan puskesmas keliling, terutama untuk daerah
wilayah puskesmas yang belum punya puskesmas pembantu serta
wilayah pemukiman penduduk yang sulit sarana transpotasinya.
d) KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
Merupakan program untuk meningkatkan Kesehatan ibu dan anak dalam
bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu
hamil, ibu bersalin, ibu meneteki, bayi dan anak balita serta anak
prasekolah.

Tujuan Umum:
1 Menurunkan kematian (Mortality) dan kejadian sakit (Mobility)
dikalangan ibu, kegiatan ini ditujukkan untuk menjaga kesehatan
ibu selama kehamilan, pada saat bersalin, dan saat menyusui.
2 Meningkatkan derajat kesehatan anak, melalui pemantauan gizi
dan pencegahan sedini mungkin berbagai penyakit menular yang
bisa dicegah dengan imunisasi dasar sehingga anak tumbuh dan
berkembang secara optimal
Ruang Lingkup Kegiatan:

12
Kegiatan KIA terdiri dari kegiatan pokok dan integrative. Kegiatan
integrative adalah kegiatan program lain(misalnya kegiatan Imunisasi
merupakan kegiatan pokok P2M) yang dilaksanakan pada program
KIA karena sasaran penduduk program P2m juga menjadi sasaran
Program KIA (ibu hamil dan anak-anak). Kegiatan lain sebagai
berikut:
1. Memeriksa kesehatan ibu hamil
2. Mengamati perkembangan dan pertumbuhan anak-anak
balita( integrase program Gizi)
3. Memberikan pelayanan kb kepada pasangan usia subur
(integrase program KB)
4. Merujuk ibu-ibu atau anak-anak yang memerlukan
pengobatan (integrase program pengobatan)
5. Mengadakan latihan untuk dukun bersalin.
6. Pemasangan alat kontrasepsi.
e) KB (Keluarga Berencana)
Penduduk suatu negara setiap tahunnya akan mengalami perubahan
baik dalam kuantitas maupun kualitasnya yang disebabkan oleh banyak
faktor, faktor yang paling mendasar adalah faktor kelahiran, kematian dan
migrasi atau perpindahan penduduk. Perubahan keadaan penduduk
tersebut dinamakan dinamika penduduk dan merupakan hal umum yang
terjadi di wilayah dunia.
Maka starategi dasar pembangunan sumberdaya manusia adalah
sebagaimana mengubah penduduk yang pada mulanya sebagai beban
menjadi pelaku pembangunan dengan cara melaksanakan program
Keluarga Berencana ( KB ) dalam rangka melaksanakan pembangunan
sumber daya manusia.
Tujuan Utama: untuk jangka panjang program KB bertujuan
menurunkan angka kelahiran dan menibngkatkan kesehatan ibu sehingga
akan berkembang Norma Keluarga aKecil Bahagia dan Sejahtera
(NKKBS).
Sasaran : Pasangan Usia Subur (PUS) jumlah PUS yang menjadi
sasaran program ditetapkan berdasarkan survey PUS yang dilaksanakan

13
sekali setiap tahun dan pelaksanaannya dikoordinasi oleh PLKN (petugas
lapangan KB) di masing-masing desa.
Ruang Lingkup Kegiatan:
1. Mengadakan penyuluhan KB, baik di Puskesmas maupun pada
saat mengadakan kunjungan rumag, Posyandu, Pertemuan
dengan kelompok-kelompok masyarakat di dusun (PKK, dasa
wisma dsb). Termasuk dalam kegiatan penyuluhan ini adalah
memberikan konseling untuk PUS.
2. Menyediakan alat-alat kontrasepsi.
3. Mengadakan Kursus keluarga berencana untuk para dukun
bersalin. Dukun bersalin diharapkan bsa dan bersedia menjadi
Motivasi KB untuk iu-ibu yang mencari pertolongan pelayanan
dukun. (kegiatan KB di Puskesmas di integrasukan ke dalam
program KIA).
f) Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)
Tujuan Utama : menemukan kasus penyakit menular sedini
mungkin, dan mengurangi berbagai faktor resiko lingkungan masyarakat
yang memudahkan terjadinya penyebaran suatu penyakit menural.
Sasaran : ibu hamil, balita, anak-anak sekolah untuk kegiatan
imunisasi. Sasaran sekunder adalah lingkungan pemukiman masyarakat.
Untuk pemberantaan penyakit menular tertentu (mis. Penyakit kelamin),
kelompok-kelompok tertentu masyarakat yang berperilaku reskio tinggi
juga perlu dijadikan sasaran kegiatan P2M
Ruang Lingkup Kegiatan :
1. Surveilan Epidemiologi untuk menemukan kasus penyakit
menural sedini mungkin. Kegiatannya ada dua jenis : Active
Case Detection (ACD) dan passive Case Detection (PCD).
Kegiatan meliputi empat cara yaitu pengembanan system
pencatatan da pelaporan rutin, system pencatatan dan pelaporan
di daerah sentinel, survei khusus untuk penyakit menular
tertentu dan investigasi kasus kalau terjadi ledakkan penyakit
menular dalam bentuk kejadian luar biasa (out break).

14
2. Imunisasi merupakan kegiatan dilakukan untuk memberikan
perlindungan kepada kelompok-kelompok masyarakat sehingga
dapat mencegah terjadinya penularan penyakit tersebut.
3. Pemberantasan Vektor kegiatan ini erat sekali kaitanya dengan
program puskesmas lain seperti program kesehatan lingkungan.
Missal aja Pemberantasan vektor dari fogging, abatisasi,
pengawasan kualitas lingkungan, dan pembersihan sarang
nyamuk (PSN). Kegiatan fogging adalah pemberatasan nyamuk
demam berdarah menggunakan insektisida dengan cara
pengasapan. Insektisida yang digunakan ialah malathion
dengan campuran solar. Pengasapan sangat efektif dalam
memutuskan rantai penularan karena semua nyamuk termasuk
yang aktif mati seketika bila kontak dengan partikelpartikel
insektisida.
g) Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PKM)
Keputusan menteri negara pendayagunaan aparatur negara ini,
terbuka peluang yang lebar bagi tenaga-tenaga penyuluh kesehatan
masyarakat yang ada sekarang dan dimasa depan untuk lebih bertindak
profesional dalam pemberdayaan masyarakat dalam bidang promosi
kesehatan. Dengan kompleksitas tujuan dari promosi kesehatan, maka
kegiatan ini melibatkan berbagai ahli/profesional. Selain memanfaatkan
berbagai tenaga profesional , Kegiatan promosi kesehatan juga mencakup
lima macam pendekatan yaitu medical or preventive (penyembuhan atau
pencegahan), behaviour change (perubahan perilaku), educational
(pendidikan), empowerment (pemberdayaan) dan social change
(perubahan sosial).
Tujuan untuk meningkatakan kesadaran kesehan penduduk akan
nilai kesehatan sehingga masyarakat dengansadar mau merubah
perilakunya sehingga terbentuk masyarakat dengan perilaku sehat.
Kegiatan utamanya yaitu penyuluhan secara berkelompok. Lalu
untuk kegiatan integrasi yaitu masalah kesehatan masing-masing program
yang akan dijadikan topik kesehatan

15
Kegiatan penyuluhan dilakukan secara berkala untuk kelomok-
kelompok masyarakat diwilayah kerja Puskesmas. Penyuluhan dilakukan
tidak saja dengan ceramah (kurang efektif), tetapi juga menggunakan alat
peraga (demosntrasi/peragaan). Kegiatan PKM dilakukan secara integratif
dengan semua usaha pokok Puskesmas karena semua program
memerlukan komponen kegiatan penyuluhan untuk kelompok-kelompok
sasaran program. Di tingkat kabupaten disediakan tenaga koordinator
PKM yang akan membantu petugas PKM Puskesmas mengembangkan
usaha pokok kesehatan dalam rangka penimgkatan peran masyarakat.
Bantuan tenaga PKM dari Dinkes. Tk. II biasaya diberikan apabila di
wilayah kerja Puskesmas timbul kejadian luar biasa.
h) Perawatan Kesehatan Masyarakat / Public Health Nursing (PHN)
Perkesmas merupakan salah satu kegiatan pokok puskesmas yang
sudah ada sejak konsep puskesmas diperkenalkan. Perkesmas sering
disebut dengan PHN (public health Nursing) namun pada akhir akhir ini
lebih tepat disebut CHN (Community Health Nursing). Perkesmas
merupakan perpaduan antara pelayanan keperawatan dan kesehatan
masyarakat dengan dukungan peran serta aktif masyarakat. Pelayanan
yang diberikan mengutamakan pelayanan promotif dan preventif tanpa
mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif Sasaran perkesmas
adalah individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang mempunyai
masalah kesehatan akibat faktor ketidaktahuan, ketidakmauan maupun
ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah kesehatannya. Prioritas
utama sasaran perkesmas tersebut adalah masyarakat yang belum kontak
dengan sarana pelayanan kesehatan atau sudah memanfaatkan tetapi
memerlukan tindak lanjut. Prioritas sasaran ini lebih ditekankan pada
keluarga miskin dan rentan dan keluarga yang termasuk resiko tinggi.
Tujuannya antara lain:
Memberikan pelayanan secara menyeluruh (comprehensive
health care) kepada pasien, keluaraga pasien dan kelompok
masyarakat disekitarnya

16
Membantu keluarga dan masyarakat mengenal kebutuhan
kesehatan sendiri disesuaikan batas kemampuan mereka.
Menunjang program kesehatan dalam pencegahan penyakit,
peningkatan dan pemulihan kesehatan individu dan
keluarganya

Kegiatan utamanya adalah perawatan pasien dirumah


(community out-reach program), dan kegiatab integrasinya
adalah:

Penyuluhan
Konseling
Kesehatan lingkungan

Melaksanakan perawatan kesehatan perorangan, keluarga dan kelompok


masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan diluar gedung Puskesmas contohnya
pertolongan persalinan, perawatan penyakit kronis dan lain-lain.

i) Laboratorium
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 37
tahun 2012 tentang penyelenggaraan laboratorium pusat kesehatan
masyarakat
bahwa penyelenggaraan laboratorium kesehatan di Indonesia
diselenggarakan oleh berbagai jenis laboratorium dan pada
berbagai jenjang upaya pelayanan kesehatan, yang diantaranya
diselenggarakan oleh Laboratorium Puskesmas;
bahwa agar mampu menjawab tuntutan masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan yang tepat, akurat, dan profesional,
Laboratorium Puskesmas harus meningkatkan mutu pelayanan
serta dapat menyesuaikan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi

Tujuannya yaitu memeriksa sediaan (speciment) darah, sputum, fases


urine untuk membantu menegakkan diagnosa penyakit, selain itu
merupakan kegiatan penunjang program lain.

17
Kegiatan utamanya adalah pemeriksaan sediaan (darah, urine, sputum,
fases). Untuk rujukannya bisa mempersiapkan dan memeriksa sediaan di
Puskesmas. Sediaan yang dapat diperiksa adalah darah, urine, sputum dan
fases. Selain itu juga untuk mengirimkan sediaan untuk pemeriksaan ke
tingkat pelayanan yang lebih tinggi sesuai dengan rujukan kesehatan.
Contohnya preparat pap smear dapat dibuat di Puskesmas untuk
pemeriksaannya dirujuk ke laboratorium kesehatan darah.

j) UKG (Usaha Kesehatan Gigi)


Pelaksanaan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas
pada dasarnya diselenggarakan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut:
1 Pembinaan atau pengembangan kemampuan dan peran serta
masyarakat dalam upaya pelihara diri melalui penembangan upaya
kesehatan yang bersumber pada otoaktivitas masyarakat melalui
pendekatan UKGM
2 Pelayanan asuhan pada kelompok rentan seperti pada anak-anak
sekolah (UKGS) dan pada kelompok ibu hamil/menyusui
3 Pelayanan medik gigi dasar, di puskesmas dilakukan terhadap
masyarakat baik yang datang mencari pengobatan maupun yang
dirujuk oleh BPG (Balai Pengobatan Gigi)

Misi puskesmas dala menyelenggarakan program kesehatan adalah


Puskesmas yang responsif, efektif dan proaktif. Responsif berarti
puskesmas tanggap terhadap kebutuhan masyarakat yang dilayaninya dan
masalah yang ada di masyarakat dengan memberikan layanan prima dan
pelayanan dengan profesionalisme yang tinggi. Efektif berarti puskesmas
dapat menghasilkan output yang direncanakan secara terukur dan
memenuhi harapan masyarakat sesuai tugas dan fungsinya.

k) UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)


Usaha kesehatan di sekolah (UKS) merupakan salah satu usaa
kesehatan pokok yang dilaksanakan oleh puskesmas dan juga usaha
kesehatan masyarakat yang dijalankan di sekolah-sekolah dengan anak
didik beserta lingkungan sekolahnya sebagai sasaran utama. Usaha

18
kesehatan di sekolah juga berfungsi sebagai lembaga penerangan agar
anak tahu bagaimana cara menjaga kebersihan diri, menggosok gigi yang
benar, merawat kuku dan memperoleh pendidikan seks yang sehat.
Untuk meningkatkan kesadaran hidup dan derajat kesehatan
peserta didik, dilakukan upaya menamkan prinsip hidup sehat sedini
mungkin melalui pendidikan kesehatan; pendidikan kesehatan, pelayanan
kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat yang dikenal dengan
istilah tiga program pokok (trias) UKS.
l) UKJ (Usaha Kesehatan Jiwa)
Tujuan : untuk mencapai tingkat kesehatan jiwa masyarakat secara optimal
Sasaran: penderita gangguan jiwa dan keluarganya yang datang ke
puskesmas termasuk pasien yang dirujuk oleh RS Jiwa untuk rehabilitasi
sosial.
Ruang lingkup kegiatan:
1 Mengenali penderita yang memerlukan pelayanan kesehatan
psikiatri
2 Memberikan pertolongan pertama psikiatri, memberikan
pengobatan atau meujuk pasien
3 Memberikan penyuluhan kesehatan jiwa kepada kelompok
penduduk di wilayah kerja puskesmas
4 Memberikan perawatan lanjutan dan rehabilitasi sosial

3. DEFINISI DAN FUNGSI MANAJEMEN KESEHATAN


Definisi Manajemen Kesehatan
Manajemen berasal dari bahasa Inggris management
dengan kata kerja to manage yang secara umum berarti mengurusi.
Dalam arti khusus manajemen dipakai bagi pimpinan dan
kepemimpinan, yaitu orang-orang yang melakukan kegiatan
memimpin, disebut manajer (Oxford, 2005). Dalam Buku Ajar
Dasar dasar Manajemen Kesehatan, Hasibuan 2005
mendefinisikan manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses
pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya
secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Sedangkan manajemen kesehatan adalah penerapan manajemen
umum dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga

19
yang menjadi objek atau sasaran manajemen adalah sistem yang
berlangsung (Notoatmodjo (2007).
Pengertian manajemen banyak disampaikan oleh para ahli,
namun dalam materi ini hanya akan disampaikan beberapa
pendapat ahli manajemen :
A. H. Koontz & O,Donnel dalam bukunya Principles of
Management mengemukan sebagai berikut : manajemen
berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang
dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain
(Management involves getting things done thought and
with people).
B. Mary Parker Folllett mendefinisikan manajemen sebagai
seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
C. George R. Terry dalam bukunya Principles of
Management menyampaikan pendapatnya : manajemen
adalah suatu proses yang membeda-bedakan atas ;
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan
dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu
maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya (Management is a distinct
process consisting of planning, organizing, actuating, and
controlling, utilizing in each both science and art, and
followed in order to accomplish predetermined objectives)
D. James A.F. Stoner dalam bukunya Management (1982)
mengemukakan manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-
usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber
daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan
yang telah ditetapkan

Berdasarkan beberapa pengertian manajemen di atas, dapat


dikatakan bahwa manajemen memiliki beberapa ciri antara lain :

- Manajemen diarahkan untuk mencapai tujuan

20
- Manajemen sebagai proses; perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan,
pengarahan dan pengawasan
- Tersedia sumber daya; manusia, material dan sumber
lain
- Mendayagunakan atau menggerakkan sumber daya
tersebut secara efisien dan efektif
- Terdapat orang yang menggerakkan sumber daya
tersebut (manajer)
- Penerapan manajemen berdasarkan ilmu dan juga seni
atau keahlian yang harus dimiliki oleh manajer

Fungsi Manajemen
Fungsi-fungsi pokok manajemen menurut GR. Terry, 1960
yang membentuk manajemen sebagai suatu proses adalah :
1) Planning yaitu kegiatan menentukan berbagai tujuan dan
penyebab tindakan-tindakan selanjutnya yang kegiatannya
meliputi (Ismail, 2009):
a) Menjelaskan, menetapkan, dan memastikan tujuan yang
akan dicapai.
b) Meramalkan peristiwa atau keadaan paada waktuyang
akan datang.
c) Memperkirakan kondisi-kondisi pekerjaan yang akan
dilakukan.
d) Memilih tugas-tugas yang sesuai untuk mencapai tujuan.
e) Membuat rencana secara menyeluruh dengan
menekankan kreativitas agar diperoleh sesuatu yang baru
dan lebih baik.
f) Membuat kebijaksanaa, proceduress, standars dan
metode-metode untuk pelaksanaan kerja.
g) Memikirkan peristiwa yang kemungkinan akan terjadi.
h) Mengubah rencana sesuai dengan petunjuk hasil
pengawasan.
2) Organizing adalah kegiatan membagi pekerjaan diantara
anggota kelompok serta membuat ketentuan dalam

21
hubungan-hubungan yang diperlukan. Tugas-tugasnya yaitu
(Ismail, 2009):
a) Membagi pekerjaan ke dalam tugas-tugas operasional
b) Mengelompokkan tugas-tugas ke dalam posisi-posisi
secara operasional
c) Menggabungkan jabatan-jabatan yang opersional ke
dalam unit-unit yang saling berkaitan
d) Memilih dan menempatkan orang untuk pekerjaan yang
sesuai
e) Menjelaskan persyaratan dari setiap jabatan
f) Menyesuaikan wewenang dan tanggung jawab bagi
setiap anggota
g) Menyediakan berbagai fasilitas untuk pegawai
h) Menyelaraskan organisasi sesuai dengan petunjuk hasil
pengawasan
3) Actuating adalah kegiatan menggerakkan anggota anggota
kelompok untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
tugasnya masing-masing yang meliputi (Ismail, 2009):
a) Melakukan kegiatan berpartisipasi dengan senang hati
terhadap semua keputusan, tindakan atau perbuatan.
b) Mengarahkan dan menantang orang lain agar bekerja
sebaik mungkin.
c) Memotivasi anggota.
d) Berkomunikasi secara efektif.
e) Meningkatkan anggota agar memahami potensinya
secara penuh.
f) Memberi imbalan atau penghargaan terhadap pekerjaan
yang telah dilakukan dengan baik.
g) Mencukupi keperluan pegawai sesuai dengan
pekerjaanya.

22
h) Berupaya memperbaiki pengarahan sesuai dengan
petunjuk hasil pengawasan.
4) Pengawasan (controlling) adalah kegiatan untuk
menyesuaikan antara pelaksanaan dengan rencana-rencana
yang telah ditentukan. Kegiatan-kegiatannya yaitu meliputi
(Ismail, 2009):
a) Membandingkan hasil-hasil pekerjaan dengan rencana
secara keseluruhan.
b) Menilai hasil pekerjaan sesuai dengan standar hasil kerja.
c) Membuat media pelaksanaan secara tepat.
d) Memberitahukan media pengukur pekerjaan.
e) Memindahkan data secara terperinci agar dapat terlihat
perbandingan dan penyimpangan-penyimpangannya.
f) Membuat saran tindakan-tindakan perbaikan jika dirasa
perlu oleh anggota.
g) Memberi tahu anggota yang bertanggung jawab terhadap
pemberian penjelasan.
h) Menyesuaiakan pengawasan sesuai dengan petunjuk
hasil pengawasan.
Sehubungan dengan ini menurut Terry perlu memahami konsep
PIRO singkatan dari Manusia (people) merupakan sumber daya
manajemen yang paling penting tersedia bagi manajer. Gagasan (Ideas)
merupakan milik yang paling berharga dari manajer berupa pemahaman
mengenai sesuatu beberapa konsep-konsep pemikiran yang diperlukan.
Resources adalah berupa sumber daya lain selain manusia juga merupakan
faktor penting untuk keberhasilan manajer dalaM mengkoordinasikan
berbagai fasilitas serta mengkaitkannya satu dengan yang lainnya secara
serasi. Objectives merupakan tujuan-tujuan yang memberi makna bagi
penggunaan manusia, gagasan dan sumber daya.

4. LANGKAH-LANGKAH MANAJEMEN KESEHATAN

23
a) Perencanaan
Perencanaan merupakan suatu ide atau cita-cita karena
perhatian pada situasi tertentu. Untuk perencanaan sendiri
ada langkah-langkahnya yaitu
a. Analisis situasi
Pada analisa situasi ini, kita bertugas untuk
mengumpulkan data, fakta. Data didapatkan bisa
secara langsng maupun tak langsung. Semua data
yang telah diperoleh, tidak dapat digunakan semua,
karena harus diolah dan dianalisa terlebih dahulu.
Setelah diolah dan dianalisa lalu akan terbentuklah
suatu informasi. Informasi ini digunakan untuk
penyusunan rencana program kesehatan. Informasi
ini bisa dibuat dalam bentuk tabel atau grafik.
b. Mengidentifikasi masalah dan menentukan prioritas
masalah
Setelah terbentuk informasi, selanjutnya kita
melihat semua permasalahan. Lalu
mengidentifikasinya. Masalah adalah suatu
hambatan dan kendala pada suatu program. Masalah
dapat dibedakan menjadi 3. Yaitu masalah penyakit,
masalah manajemen pelayanan kesehatan berupa
program-programnya, dan juga masalah perilaku,
sikap serta pengetahuan masyarakat mengenai
kegiatan pelayanan kesehatan.
c. Merumuskan tujuan program
Tujuan ini dapat dirumuskan apabila masalah
sudah ditentukan. Terdapat beberapa kriteria untuk
menentukan tujuan, antara lain:
Spesifik (punya interpretasi sama)
Measurable (bisa diukur kemajuannya)
Appropriate (sesuai strategi nasional, ujuan
program, dan tujuan instalasi

24
Realistic (bisa dilaksanakan sesuai dg
fasilitas dan kapasitas organisasi
Time bound (sumber daya dapat dialokasikan
dan kegiatan bisa direncanakan dengan target
waktu.
d. Mengkaji hambatan
Hambatan ini dibagi menjadi 2, yaitu
Hambatan sumber daya alam (staf, dana,
peralatan, informasi, waktu)
Hambatan lingkungan (geografis, iklim,
pendidikan rendah)
e. Menyusun rencana kerja operasional
Untuk menyusun rencana kerja yang baik
bisa dengan menjelaskan latar belakang masalah
yang akan dipecahkan, apa yang ingin dicapai,
bagaimana cara mengerjakannya, siapa yang akan
mengerjakan, bagaimana sumber daya
pendukungnya,diman krgiatan dilaksanakan, kapan
kegiatannya dilaksanakan,
b) Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah suatu langkah untuk menetapkan,
menggolongkan, dan mengatur berbagai macam kegiatan,
penetapan tugas tugas, dan wewenang seseorang dan
pendelegasian wewenang dalam rangka mencapai tujuan.
Melalui definisi diatas, pengorganisasian merupakan alat
untuk memadukan atau sinkronisasi semua kegiatan yang beraspek
personil, finansial, material, dan tatacara dalam rangka mencapai
tujuan yang sudah ditetapkan.
Melalui pengorganisasian seluruh sumberdaya yang
dimiliki oleh organisasi dapat dipadukan dan diatur untuk dapat
digunakan seefisien mungkin untuk mencapai tujuan organisasi.
Langkah langkah pengorganisasin :

1 Tujuan organisasi harus dipahami oleh semua staff. Tugas


ini sudah ditetapkan dalam fungsi perencanaan.

25
2 Membagi habis pekerjaan dalam bentuk kegiatan pokok
untuk mencapai tujuan. Dari sini akan ada pembagian
tugas misalnya dibentuk bidang bidang maupun seksi
seksi.

3 Menggolongan kegiatan pokok ke dalam satuan satuan


kegiatan yang praktis. Pembagian tugas staff harus
mencerminkan apa yang harus dikerjakan oleh staff.

4 Menetapkan berbagai kewajiban yang harus dilaksanakan


oleh staff dan menyediakan fasilitas yang diperlukan.
Misalnya pengaturan ruang kerja.

5 Penugasan personil yang cakap

6 Mendelegasikan wewenang.

E. Penggerakan dan pelaksanaan


Tahap ini merupakan penggerak semua kegiatan yang telah
dituangkan dalam fungsi pengorganisasian untuk mencapai tujuan
organisasi yang telah dirumuskan pada fungsi perencanaan. Oleh karena
itu, proses ini lebih menekankan tentang bagaimana manajer mengarahkan
dan menggerakkan semua sumber daya (manusia dan yang bukan) untuk
mencapai tujuan yang telah disepakati. Dalam proses aktuasi ini, terdapat
beberapa aspek yang perlu diperhatikan demi berjalannya program yang
telah ditentukan, diantaranya:

a) Kepemimpinan
Proses aktuasi haruslah dimulai dari diri manajer.
Manajer/pimpinan herus menunjukkan kepada stafnya bahwa ia
mempunyai tekad untuk mencapai kemajuan dan peka terhadap
lingkungannya. Ia harus mempunyai kemampuan bekerjasama dengan
orang lain secara harmonis. Manajer harus bersifat objektif yaitu
objektif dalam menghadapi berbagai persoalan organisasi melalui

26
pengamatan; ia juga harus objektif terhadap perbedaan dan persamaan
karakter stafnya baik sebagai individu maupun sebagai kelompok
manusia. Dengan kata lain manajer harus peka terhadap kodrat manusia
yaitu mempunyai kekuatan dan kelemahan, tidak mungkin akan mampu
bekerja sendiri dan pasti akan memerlukan bantuan orang lain, manusia
mempunyai kebutuhan yang bersifat pribadi dan sosial, dan pada diri
manusia kadang muncul sifat emosional.
Seperti yang telah disinggung di atas, agar seorang manajer dalam
kepemimpinannya lebih efektif, ia harus mampu:
Memotivasi dirinya sendiri untuk bekerja dan banyak membaca
Memiliki kepekaan yang yang tinggi terhadap permasalahan
organisasi. Ia harus selalu merasa ditantang untuk mengatasi
hambatan kerja yang dapat menjadi penghalang tercapainya tujuan
organisasi yang dipimpin
Menggerakkan (memotivasi) stafnya agar mereka mampu
melaksanakan tugas pokok organisasi sesuai dengan kewenangan
yang diberikan kepadanya dan tanggung jawab yang melekat pada
setiap tugas.

b) Komunikasi
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan di bawah ini oleh seorang
manajer untuk lebih mengefektifkan kepemimpinannya:
Kurangi kesimpangsiuran arus informasi dalam organisasi
Sesuaikan dengan pengalaman si penerima informasi dalam proses
penyampaian isi pesan
Sistem umpan balik penting untuk dikembangkan
Komunikasi langsung atau tatap muka perlu lebih sering dilakukan
antara pemimpin dan staf
Penerapan komunikasi pada proses manajemen di Puskesmas dapat
dikaji melalui berbagai pertemuan seperti rapat-rapat rutin yang
diadakan minimal sebulan sekali oleh pimpinan Puskesmas bersama
staf, pada saat supervise ke lapangan untuk memantau pelaksanaan

27
program di lapangan, pertemuan lintas sektoral untuk mengembangkan
rencana program, dan berbagai bentuk pertemuan formal lainnya di
lapangan untuk menggerakkan peran serta masyarakat. Pertemuan
lainnya yang bersifat informal dan yang juga bertujuan untuk
meningkatkan rasa kebersamaan dalam suatu organisasi juga perlu
dikembangkan. Semua bentuk komunikasi yang dikembangkan oleh
pimpinan Puskesmas haruslah bersifat dua arah dan mempunyai tujuan
yang jelas untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas.

F. Pengawasan dan Pengendalian


Melalui pengawasan dan pengendalian, standard keberhasilan (target,
prosedur kerja dsb.) selalu harus dibandingkan dengan hasil yang telah
dicapai atau yang mampu dikerjakan. Ada tiga langkah penting untuk
melakukan pengawasan manajerial:
Mengukur hasil/prestasi yang telah dicapai
Membandingkan hasil yang telah dicapai dengan tolak ukur atau
standar yang telah ditetapkan sebelumnya
Memperbaiki penyimpangan yang dijumpai berdasarkan factor-faktor
penyebab terjadinya penyimpangan

G. Evaluasi
Pengawasan perlu dibedakan dengan evaluasi program,
perbedaannya terletak pada sifat, sumber data, siapa yang melaksanakan
serta waktu pelaksanaannya. Ada beberapa jenis evaluasi. Evaluasi
terhadap in-put biasanya dilakukan sebelum kegiatan program dimulai
untuk mengetahui apakah pemilihan sumber daya sudah sesuai dengan
kebutuhan,dan juga bisa bersifat pencegahan. Evaluasi proses,
dilaksanakan pada saat kegiatan sedang berlangsung untuk mengetahui
apakah metode yang dipilih sudah efektif, apakah motivasi dan
komunikasi antar staf sudah berkembang dengan baik atau belum.
Evaluasi terhadap out-put dilaksanakan setelah pekerjaan selesai untuk
mengetahui apakah out put effect, atau out come program sudah sesuai
dengan target yang ditetapkan sebelumnya.

28
5. Program dan langkah-langkah manajemen yang sesuai dengan kasus
di skenario
Drg. Dara dapat melakukan langkah-langkah actuating
(perencanaan), langkah-langkah tersebut diantaranya:
1 Menganalisa situasi
Dimana menganalisa ini dialakukan untuk mendapatkan
suatu data atau fakta untuk memecahkan suatu masalah kesehatan.
Data yang didapatkan bisa dari catatan saat melakukan kegiatan
UKGS secara rutin. Selain itu drg. Dara juga bisa mendapatkan
data dari kelurahan atau kecamatan untuk mengentahui data
kependudukan dan sosial ekonomi. Dengan mendapatkan data
sosial ekonomi ini dapat membantu drg. Dara untuk memecahkan
masalah tentang prevalensi karies yang besar pada masyarakat di
sekitar Puskesman Sumber Waras.
2 Mengidentifikasi masalah dan prioritasnya
Setelah dilakukan analisa situasi kemudian data diproses
lebih lanjut untuk mendapatkian suatu informasi. Dimana untuk
mengidentifikasi masalah drg. Dara dapat mengajukan pertanyaan
pada tim petugas kesehatan, pertanyaannya sebagai berikut:
a Apa masalah kesehatan yang sedang dihadapi ?
b Apa factor yang menyebabkan prevalensi karies besar ?
c Apa akibat jika prevalensi karies yang besar tidak
dipecahkan ?
d Apa upaya program untuk mengatasi prevalensi karies yang
besar tersebut ?

Selain itu untuk menentukan prioritas drg. Dara juga dapat


mengajukan pertanyaan kepada tim petugas kesehatan,
diantaranya:

a Apakah karies tersebut menimpa sebagian besar


masyarakat?
b Apakah karies tersebut mengganggu kesehatan masyarakat?
3 Penetuan tujuan program

29
Menetapkan tujuan pemechannya ini didasarkan untuk
menyusun suatu tujuan rencana program. Disini drg.Dara dapat
mengajukan pertanyaan kepada tim petugas kesehatan yaitu:
a Apakah staf yang dimiliki suatu pukesmas mencukupi untuk
melakukan program di lapangan ?
b Sejauh mana target program yang akan dipecahkan ?
c Kapan target program tersebut dapat dicapai ?
4 Mengkaji hambatan dan kelemahan program
Disini drg. Dara dan tim petugas kesehatan membahan
tentang hambatan atau dampak apa yang akan terjadi jika
melakukan program di lapangan. Jadi hal ini harus dikaji terlebih
dahulu agar didapatkan data yang optimal.
5 Membuat rencana kerja operasional
Disini drg. Dara dan tim petugas kesehatan menetapkan
suatu tujuan dan target yang diinginkan. Dimana untuk target drg.
Dara yaitu ingin menurunkan prevalensi karies yang berada di
masyarakat sekitar Puskesmas Sumber Waras.

Untuk program yang sesuai dengan scenario adalah:

UKG (Usaha Kesehatan Gigi)


Dimana tujuan dari UKG ini adalah untuk mengurangi gangguan
kesehatan gigi secara rutin pada anak-anak dan juga masyarakat. Jadi
dengan UKG ini drg. Dara dapat menurunkan prevalensi karies karena
UKG ini kegiatan utamanya berupa pemeriksaan gigi, pengobatan dan
dilakukan rujukan.
PKM (Penyuluha Kesehatan Masyarakat)
Dimana tujuan dari PKM ini adalah untuk meningkatkan kesadaran
penduduk atau masyarakat tentang kesehatan. Dengan melakukan
penyulihan ini drg. Dara dapat memberikan pengetahuan atau wawasan
kepada masyarakat cara menjaga pola makan agar gigi tetap sehatan dara
menjaga kebersihan rongga mulut.
Selain itu, juga terdapatprogram lain yang dapat dilakukan drg. Dara
adalah UKGS Inovatif. UKGS Inovatif adalah penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi terkini yaitu teknologi motivasi untuk

30
membangkitkan peran serta masyarakat dan teknologi pencegahan dan
perlindungan gigi untuk memotong mata rantai karies. Program UKGS
Inovatif adalah Stimulator Risiko Karies (Donut Irene).

Dalam Buku Pedoman Usaha Kesehatan Gigi Sekolah Kementrian


Kesehatan RI tahun 2012 dijelaskan,Simulator Risiko Karies (Donut Irene) adalah
suatu program interaktif dalam bentuk program komputer atau versi manualnya.
Dengan mengisi faktor-faktor risiko terkait perilaku anak, kondisi kesehatan gigi
anak, kondisi/lingkungan ibu dan anak, pengetahuan, sikap dan perilaku ibu
(orang tua anak), maka program akan menampilkan gambaran besar risiko anak
terhadap kemungkinan karies gigi. Program juga akan menawarkan menu apa
yang dapat dilakukan orang tua anak atau anak untuk mengurangi risiko karies,
dan dapat dibawa sebagai pegangan untuk tindak lanjut dirumah. Tujuan UKGS
Inovatif sama dengan UKGS pada umumnya, yaitu untuk memberikan
pemahaman tentang faktor-faktor risiko karies sejak dini, memberikan
pemahaman tentang cara mencegah karies gigi, memberikan gambar visual besar
risiko karies yang dihadapi dan kemungkinan perbaikannya, dan memberdayakan
orang tua anak (masyarakat sekolah) untuk pemeliharaan kesehatan gigi anak.

31
Gambar: Pemberdayaan orang tua murid oleh tenaga kesehatan di Kabupaten
Kubu Raya, Kalimantan Barat
Program Donut Irene ini dilaksanakan dengan mempresentasikan kepada
orang tua murid TK/SD kelas 1 pada awal pelajaran baru sebagai pengenalan
program UKGS Inovatif, sehingga dapat menggerakkan peran serta orang tua
murid secara individual (atau kelompok 5 orang) pada anak dengan kondisi karies
parah (misalnya 5% dari kondisi anak terparah atau dengan ketentuan anak
tersebut gigi tetapnya telah ada yang karies atau anak tersebut mempunyai karies
gigi susu lebih dari 8 gigi). Pada dasarnya peran orang tua terhadap kesehatan gigi
anaknya seusia TK / SD kelas I sangat menentukan.
Penatalaksanaan simulator risiko karies dan posisi operator

Persiapan
a) Tabulasi hasil pemeriksaan gigi anak kelas I
b) Pilih anak dengan kriteria parah (anak dengan gigi tetapnya telah ada
yang karies atau anak yang mempunyai karies gigi susu lebih dari 8 gigi).
c) Siapkan Instrumen simulator risiko karies / alat tulis
Pelaksanaan
a) Untuk konsultasi secara individual / kelompok 5 ibu
b) Ibu dan anak serta operator duduk menghadap komputer / flipchart
c) Jalankan program dan lakukan seperti yang diminta program dengan
mengisi data yang diperlukan
d) Mengambil sampel plak untuk diperiksa derajat keasamannya

Gambar: Mengambil sampel plak untuk diperiksa derajat keasamannya

32
e) Tanyakan setiap pertanyaan yang ditampilkan program
f) Pada saat memeriksa white spot/fisur hitam ajak ibu melihat juga kondisi
gigi anaknya (lihat prosedur dan panduan praktek pemeriksaan AAPB)
g) Bila semua telah selesai diisi tunjukkan gambaran tingkat risiko karies.
h) Tawarkan antisipasi (menu) yang dapat dilakukan dan tunjukkan
perubahan risiko yang tergambar
i) Pada hasil wawancara tunjukkan apa yang harus dilakukan sebagai
pekerjaan rumah.
Penyelesaian
a) Catat / kompilasi hasil isian SRK Donut Irene (faktor yang jadi bersamaan,
faktor yang dapat diantisipasi, besar risiko sebelum dan sesuadah
antisipasi).
b) Lakukan tindakan surface protection / terapi remineralisasi (dilakukan di
sekolah atau dirujuk sesuai kemampuan)
c) Lakukan evaluasi pengisian PR dan analisis keberhasilannya.
d) Lakukan diskusi untuk meningkatkan peran serta orang tua dalam
pemeliharaan gigi anaknya.

33
Gambar: Konsultasi menggunakan Donut Irene versi komputer ditanggapi positif
oleh anak dan orangtuanya.

DAFTAR PUSTAKA

1 Adhe Irmayanti Syarif, Siti Rabbani Karimuna, Lisnawaty.2015.


Gambaran manajemen program kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan
anak (kia) daerah terpencil (dacil)di dinas kesehatan kebupaten konawe
utaratahun 2015. Fakultas Kesehatan Masyarakat UniversitasHalu Oleo.
2 Arifin, Syamsul. Rahman, Fauzie. Wulandari, Anggun. Anhar, Vina Yulia.
2016. Buku Ajar Dasar dasar Manajemen Kesehatan. Banjarbaru:
Pustaka Banua
3 Depkes, RI (2006). Pedoman kegiatan perawat kesehatan masyarakat di
puskesmas. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisan
medik. Jakarta
4 GR Terry. 1960. Principle of Management. New York: RD Irwin
5 Hasibuan. 2005. Dasar-dasar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara
6 Ichwanul Muttaqin. 2016. Pelaksanaan program keluarga berencana di
kelurahan jawa kecamatan samarinda ulu kota samarinda. eJournal Ilmu
Pemerintahan, 4 (2) 2016 : 687-700 ISSN 2477-2631, ejournal.ip.fisip-
unmul.ac.id
7 Ismail. 2009. Pengantar manajemen. Jakarta: Erlangga

8 Kementrian Kesehatan RI. 2012. Pedoman Usaha Kesehatan Gigi Sekolah.


Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan
9 Muninjaya, A. A. Gde. 1999. Manajemen Kesehatan. Jakarta : EGC.
10 Naidoo, Wills.(2000). Health promotion foundation for practice, second
edition.Toronto: Bailliere Tindall

34
11 Notoatmodjo, S. 2007. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Jakarta :
Penerbit Rineka Cipta
12 Oxford, Learners Pocket Dictionary. Newyork, Oxford University Press.
2005
13 Peraturan menteri kesehatan republik Indonesia nomor 37. 2012.
Penyelenggaraan Laboratorium Pusat kesehatan Masyarakat
14 Rakich, Langes, O Donovan; Managing Health Care Organization,
Sounders Co, Philadelpia, 1977.
15 Siagian, Harbangan. 1993. Manajemen Suatu Pengantar. Semarang: Satya
Wacana
16 Siagian, Sondang, P. 2003. Filsafat Administrasi. Jakarta: PT Bumi Aksara
17 Slamet Riyadi, A.L; Ilmu Kesehatan Masyarakat, Dasar-Dasar dan Sejarah
Perkembangannya; Usaha Nasional Surabaya, 1982.
18 Steva Tairas, G. D . Kandou, J. Posangi. 2015. Analysis of
Implementation of Control of Dengue Hemorrhagic Fever in North
Minahasa Regency. JIKMU, Vol. 5, No. 1, Januari 2015
19 Terry, George. R & Rue, Leslie. W. 2005. Dasar-dasar Manajemen.
Penerjemah Ticoalu. Jakarta: PT Bumi Aksara

35