Anda di halaman 1dari 3

PERTANYAAN

1. Jelaskan kegunaan marker pada vektor rekombinan!


2. Jelaskan yang dimaksud dengan sistem batch, feed batch dan continuous pada proses
fermentasi!
3. Glutamic acid merupakan salah satu asam amino yang banyak di produksi. Berikan
gambaran umum cara produksi asam amino tersebut!

JAWABAN
1. Vektor adalah pembawa molekul DNA di dalam proses pengklonan gen. Vektor
adalah molekul DNA yang berfungsi sebagai wahana atau kendaraan yang akan
membawa suatu fragmen DNA masuk ke dalam sel inang dan memungkinkan
terjadinya replikasi dan ekspresi DNA asing tersebut. Vektor yang dapat digunakan
pada sel inang prokariot, khususnya E.coli, adalah plasmid, bakteriofag, kosmid dan
fosmid. Sementara itu vektor YACs dan YEps dapat digunakan pada khamir. Plasmid
Ti, baculovirus, SV40 dan retrovirus merupakan vektor-vektor yang dapat digunakan
pada sel eukariot tingkat tinggi. (Ashfar Kurnia, (2011))
2. Batch, fed batch, dan continuous pada proses fermentasi adalah: (Iman, 2008)
~ Batch Process merupakan fermentasi dengan cara memasukkan media dan
inokulum secara bersamaan ke dalam bioreactor dan pengambilan produk
dilakukan pada akhir fermentasi. Pada system batch, bahan media dan
inokulum dalam waktu yang hampir bersamaan di masukkan ke dalam
bioreactor, dan pasa saat berlangsung akan terjadi perubahan kondisi di dalam
bioreactor (nutrient akan berkurang dan produk serta limbah). Pada sistem
fermentasi batch, pada dasarnya prinsipnya merupakan sistem tertutup, tidak
ada penambahan media baru, ada penambahan oksigen (-O2) dan aerasi,
antifoam, dan asam/basa dengan cara kontrol pH.
~ System fed batch, adalah suatu sistem yang menambahkan media baru secara
teratur pada kultur tertutup, tanpa mengeluarkan cairan kultur yang ada di
dalam fermentor sehingga volume kultur makin lama makin bertambah. Pada
sistem fermentasi fed batch, merupakan pengembangan sistem batch, adanya
penambahan media baru, tidak ada kultur yang keluar dan yield lebih tinggi
dari batch.
~ Pada Continues Process (Sinambung), pengaliran substrat dan pengambilan
produk dilakukan secara terus menerus (sinambung) setiap saat setelah
diperoleh konsentrasu produk maksimal atau substrat pembatasnya mencapai
konsentrasi yang hampir tetap. Dalam hal ini substrat dan inolukum dapay
ditambahkan bersama-sama secara terus menerus sehingga fase eksponensial
dapat diperpanjang. Prinsipnya, merupakan fermentasi kontinyu dimana
fermentor sistem terbuka, ada penambahan media baru, ada kultur yang keluar,
volume tetap dan fase fisiologi sel konstan.

3. Pembentukan asam glutamate dapat dilakukan dengan menggunakan Micrococcus


glutamicum yang kemudian lebih dikenal dengan nama Corynebacterium
glutamicum. Reaksi yang terjadi dalam produksi asam glutamate adalah sebagai
berikut: 1) metabolisme glukosa melalui jalur EMP (Embden Meyerhof Partnas) dan
HMS (Hexosa Monophosphat Shunt), 2) pada laju aerasi yang rendah, jalur EMP
lebih dominan sehingga asam laktat lebih terakumulasi jika dibandingkan daripada
asam glutamate, 3) dengan udara cepat, system HMS akan dominan sehingga asam
glutamate akan terakumulasi. Setelah asam glutamate terbentuk, maka
mikroorganisme hanya mempunyai sedikit kemampuan untuk menguraikan produk
yang terjadi.

~ Pada system HMS, glukosa dioksidasi menjadi glukonat. Dari 6-


phosphoglukonat dan ribose 5-phosphat terbentuklah piruvat dan asetat.
Mikroorganisme ini tidak dapat mensintesis asam glutamatdari piruvat dan
laktat., tetapi dapat memproduksi asam glutamate dari malat dan sitrat. Malat
dihasilkan dari reaksi enzim, karena asam dengan 4 karbon dibutuhkan untuk
pembentukannya. Asam sitrat dibentuk dari asetat dan oksalat, kemudian
dioksidasi menjadi asam glutamate melalui NADP-dehidrogenase khusus,
misalnya isositrat dehidrogenase dan L-glutamat dehidrogenase yang terhadap
dalam ion ammonium. Selain mikroorganisme tersebut di atas, asam glutamate
dapat diproduksi oleh Brevibacterium circulars, B. megaterium, B. cercus, B.
divanicatum, B. flavum, B. laktofermantum, dan lain sebagainya.