Anda di halaman 1dari 2

Diagnosa klinis penyakit usus buntu

Tanda-tanda dan gejala klinis

Menurut [2], usus buntu akut dapat di istilahkan sebagai kelemahan ganggren, perforasi atau
nanah disekitar peradangan usus buntu, atau usus buntu akut yang muncul pada saat
perforasi, ganggren atau nanah muncul secara bersamaan. Sakit perut merupakan keluhan
dasar yang sering muncul, disertai dengan muntah dan sakit pada tulang usus bagian kanan,
pertama kali di deskripsikan oleh J Murphy pada tahun 1904 [10]. Namun, penelitian klasik
ini cukup sering dilewatkan, salah satunya disebabkan oleh variasi pada letak anatomis usus
buntu atau umur pasien, dengan presentasi-presentasi khas yang sering terlihat pada bayi dan
pasien tua [2].

Peninjauan laboratorium

Tinjauan yang baik yang dilakukan oleh laboratorium untuk diagnosa usus buntu akut
disediakan oleh DJ Shogilevdkk [3]. Tingkat kenaikan sel darah putih, hasil dari C-reaktif
protein, proporsi sel-sel polymorphonuclear, sejarah demam dan faktor-faktor lain telah
dipelajari secara ekstensif untuk diagnosa usus buntu akut, akan tetapi miniminya kepekaan
dan kejelasan dari sebuah peninjauan tunggal atau ganda (berulang). Kebalikannya,
kelemahan dari segala paramater laboratorium dapat berpotensi keluar dari diagnosa usus
buntu akut [3].

Analisa

Banyak sistem Analisa klinik (CSS) yang telah dikembangkan untuk membantu ahli klinik
dalam menangani resiko pasien yang mengalami usus buntu secara tepat. Gambaran luas
diberikan oleh G Thompson [11]. Analisa ini cukup sering diterapkan pada metode golongan
mengenai pembelajaran pelaksanaan diagnosa dari teknik representasi visual pada pasien
yang diduga penderita AA, mengetahui Analisa yang bersifat umum merupakan sebuah
keharusan. Berikut adalah Analisa Alvarado, dikenalkan oleh Alvarado pada tahun 1986 yang
sesekali ditunjuk sebagai Analisa MANTRELS (singkatan dari 8 kriteria), dan analisa usus
buntu pada anak-anak (PAS) atau analisa Samuel, dilaporkan oleh Samuel pada tahun 2002
[11]. Analisa Alvarado telah dilaporkan pada beberapa studi untuk kasus pasien anak-anak
dan dewasa dengan dugaan Usu buntu akut.

Analisa Alvarado telah dikalkulasikan secara ulang pada sebuah studi populasi dari 119
pasien dewasa dengan dugaan Usu buntu dan bukan diagnosausus buntu pada pemeriksaan
abnormal dari mesin USG, diikuti dengan hitungan tomograpi (CT) selama 48 jam [12].
Diketahui menggunakan analisa Alvarado terdapat 3 dari bukan pasien (n= 49) yang
menderita usus buntu, dibandingkan dengan 17% (12/70) pasien dengan analisa Alvarado 4
[12]. Penulis menyimpulkan bahwa pasien yang tidak terdiagnosa usus buntu dengan
pemeriksaan abnormal US dan analisa Alvarado 3 tidak berpengaruh pada sebuah CT studi.
Dalam studi pada populasi anak-anak dengan dugaan AA, US dikombinasikan dengan
penilaian klinis menggunakan PAS [13]. Hasil prediksi negatif (NPV) dari mesin USG
mengalami penurunan dengan peningkatan uji resiko berbasis PAS. Penulis menyarankan
serial pemeriksaan mesin USG atau diagnosa lanjut ketika ada kejanggalan antara hasil mesin
USG dan uji klinis oleh analisa PAS [13]. Bagaimanapun, dalam praktek klinis, analisa-
analisa tersebut digunakan pada beberapa kondisi (1 dari 83) [14].

Penanda Baru

Penanda baru seperti interleukin 6, serum amyloid A, rinoleukograms, calprotectin dan lain-
lain telah dipelajari sebagai alat diagnosa pada usus buntu [3]. Kelebihan dari studi ini secara
terbatas dipertimbangkan pada praktek klinis. Untuk penjelasan lebih rinci lihat [3]